Sabtu, 30 September 2017

WALK ON

Jadi, sudah berapa banyak bayimu di-bully oleh sekitar hanya karena lebih memilih tenang-tenang saja perihal progress tumbuh kembangnya?

Sudah berapa kamu galau terganggu dengan pikiran-pikiran: "kok anakku belum bisa gini, ya?" "kapan si baby bakal bisa kayak anak lain gitu?"

"Aris wis iso nyonggo gulu? Putune pak erte wis iso digendong ngarep,"
"Sudah bisa tengkurap, belum? Hayo dulu si xx usia segini sudah pinter tengkurap dan balik sendiri," "Belum bisa duduk sendiri, kah? Berapa bulan sekarang?"
"Aris ini emang nggak merangkak apa gimana? Kok malah berenang-renang di lantai."
"Jangan ngerangkak terus dong, dek. Itu temennya sudah jalan semua!"
"Masih dipegangin aja, sih? Nggak malu sama dedeknya yang 9 bulan sudah bisa jalan?"
 "15 bulan? Anaknya belakang rumah 16 bulan sudah pinter lari-larian sejak umur 10 bulan, dan sekarang sudah lancar ngomong."
Aku dan Aris sudah kenyaaaangg~~ makan bully-an dan alhamdulillah cukup bisa rasional meski sesekali galau. Dari awal memang sudah pasang mindset bahwa setiap insan itu unik. Setiap bayi itu spesial, nggak sama. Nggak bisa dan jangan disama-samain potensial dan progress tumbuh kembangnya.

Buncah bahagia dan haru berdesakan dalam dada, ketika tawa lepas, sorak sorai, ditambah tepuk tangan meriah mengiringi langkah-langkah kaki kecil Aris Cimbul menapak. Jejak. Berlepas tangan. Seorang diri. Anak lelaki kecintaanku akhirnya mampu berjalan di atas kaki dan kemauannya sendiri.
Perdana di rumah mbah uti,
disaksikan bunda, ayah, dan Tante Putri.
Senang? Tentu. Bahagia? Pasti. Lega karena sudah lepas dari gunjingan karena bayinya terlambat dan belum bisa apa-apa dibandingkan bayi-bayi lain seusianya?

Nope.

Aris belum berjalan sendiri pun nggak akan menyurutkan cinta kasih kami padanya. Tapi dengan ia sudah bisa berjalan, maka semakin kemandirian akan mudah ia raih. Aris yang sudah pintar melakukan berbagai macam hal sendiri, niscaya akan lebih mandiri, karena dengan berjalan ia akan lebih mampu melakukan hal-hal yang semasa merangkak belum bisa ia lakukan.

Dengan berjalan Aris bisa menyamai langkah-langkah kaki ayah dan bunda, bahkan mengejar. Aris bisa melangkah-langkahi barang-barang dan mainan yang menghalangi jalan tanpa perlu menyingkirkannya lagi. Aris juga makin mahir menaiki tangga menuju ke lantai atas, atau berjalan ke pintu depan untuk membukakan pintu bagi orang yang datang--tanpa perlu merangkak lagi... Aris bisa menjangkau benda-benda lebih jauh dari sebelumnya, lebih tinggi dari sebelumnya. Aris bisa mencari dan menemukan bunda yang nggak ada di kamar ketika Aris bangun tidur, mengikuti bunda ke dapur, bahkan menyusul masuk ke kamar mandi... Tanpa harus berkotor-kotor dengan merangkak. Itu semua karena kini Aris sudah bisa berjalan sendiri.

Bunda selalu sayang  dan bangga dengan apapun keadaan Aris sekarang, dan di masa mendatang. Nggak perlu dengarkan omongan orang lain yang nggak tahu kebenaran sejatinya. Cukup dengarkan, dan buktikan, bahwa meski tanpa bantuan dari siapapun Aris akan selalu percaya diri dan Allah selalu menyertai.

Terimakasih, sudah singgah dalam rahim bunda.


Peluk cium cinta,
Bunda.

Rabu, 13 September 2017

Aris Cimbul is 15 Months Old

Hari ini jagoan bunda sudah 15 bulan, dooong~
Bener-bener nggak kerasa, Cimbul sudah makin gede, makin pinter, bundanya juga makin kewalahan...
15 months old baby boy
Progress bulan ini cukup memuaskan. Cimbul sudah semakin aktif dan atraktif, rasa penasaran dan keingintahuannya kian besar, makin suka makan sendiri, semakin tahu keinginannya sendiri dan bagaimana untuk memenuhi itu. Makin mandiri lah. Komunikasi dan feedback-nya sudah cukup bagus dan sesuai, makin hafal rutinitas dan peraturan rumah juga.

Sementara jalannya makin mantap dengan jarak jangkauan lebih jauh, tapi yah, harus puas dengan semaumaunya Cimbul cause however doi belum siap(baca: belum berani) untuk jalan lepas tangan. Bicara juga masih tahap belajar, meski bunda sudah 90% yakin Cimbul bisa ngerti dan paham apa yang orang omongin ke dia. Bahkan sudah mampu menganalisa bunda/ayah sedang marah atau ngamuk atau pura-pura marah, Cimbul tahu bedanya. Reaksinya pun tepat.

Jadi suka kasihan dan menyesal kalau habis marahin Cimbul. Kalau malam mau tidur pasti cium-ciumin minta maaf sambil baper, kok jadi ibu anak baru satu aja jahat bener. Hiks...

Maaf ya, Sayang... Yang pinter dan nurut bunda makanya... *ehh*

Selamat ulang bulan, kekasih kecilku... :*

Senin, 04 September 2017

Imunisasi Campak & Rubella

Hi, there! What a monday~~
First monday in the new month means posyandu day~ and today Cimbul proudly had imunisasi MR, setelah bulan lalu kecele belum jadwalnya imunisasi. Kali ini demi antisipasi ayah diajak nemenin juga. Hehehe...

Prosesnya cepet banget, kok. Setelah absen seperti biasa, lalu nimbang dan ukur tinggi badan+lingkar kepala dulu sambil ngantri giliran vaksin. Bidan yang bertugas dari Puskesmas Kedundung, sudah familiar dan beliaunya cukup friendly.

Alhamdulillah, Mbul pinter nggak nangis, paling berontak dikit pas tangannya dipegangin kuat-kuat biar nggak gerak dan mengsle suntikannya. :'D

Usai disuntik ternyata kami belum bolehin pulang dulu, diminta nunggu kira-kira setengah jam untuk mengamati efek imunisasi. Jika normal dan aman-aman saja, anak sudah boleh dibawa pulang.
Selebaran imunisasi MR
Apa sih imunisasi MR itu?
Adalah vaksinasi terhadap virus campak dan rubella yang baru-baru ini mulai 'viral' di Indonesia karena dampaknya yang sangat serius, sehingga pemerintah mulai mewaspadai serta mengupayakan pencegahan penyebaran virus tersebut dengan sosialiasi dan imunisasi gratis bagi semua bayi, balita, dan anak mulai usia 9 bulan hingga 15 tahun per tahun 2017 selama bulan kampanye Agustus-September.

Siapakah yang berisiko terjangkit virus rubella?
Normalnya virus rubella bisa menyerang siapa saja yang kebetulan imunitasnya sedang tidak baik atau belum punya kekebalan terhadap virus tersebut. Namun lebih rentan terjadi pada anak usia sekolah dan ibu hamil. Virus memang tidak akan secara langsung menyerang si ibu melainkan janin yang dikandung. Naudzubillah min dzalik...

Apa kaitannya dengan anak-anak yang 'wajib' diimunisasi? Bukan ibu hamilnya yang divaksin langsung?
Mencegah lebih baik daripada mengobati, selain karena memang obat dari virus rubella saat ini belum ada.
Pada kasus orang normal (termasuk anak-anak usia sekolah) 'efek samping' dari virus tersebut cukup ringan dan tidak fatal, tetapi lain halnya jika yang tertular adalah ibu hamil (terutama trimester awal). Bayi berisiko terlahir cacat dengan kelainan bocor jantung, buta, tuli, hingga meninggal.
Awalnya mungkin sekilas nggak ada kaitannya antara anak-anak yang divaksin dengan ibu hamil yang tertular rubella. Namun faktanya anak-anak usia sekolah lah yang banyak berperan menularkan virus tersebut pada ibu hamil di sekitar mereka, seperti: ibu guru yang hamil, tetangga yang hamil, dsb.


Kenapa bunda Aris memilih pro dengan imunisasi dan segera membawa Cimbul untuk segera divaksin MR nggak lain atas kesadaran bahwa virus tersebut sangat berbahaya dan bahkan dapat mengancam keselamatan janin dari ibu hamil yang tertular rubella.
Nggak bisa bayangin lah, setelah 9 bulan hamil dengan segala tetek bengek menyertai lalu excited dengan jabang bayi yang akan lahir (apalagi anak pertama) namun alangkah hancurnya hati jika anak yang dilahirkan ternyata cacat dengan kemungkinan hidup yang juga begitu tipis. >_<

Lagipula insyaallah imunisasi yang digalakkan oleh pemerintah pastinya sudah digodok matang-matang dengan berbagai pertimbangan agar generasi selanjutnya akan selalu sehat dengan imunitas yang baik karena semakin berubahnya zaman, penyakit yang ada semakin beragam. Memang segala penyakit adalah dari Allah, demikian pula penawar/obatnya. Dan menurutku pribadi pro-imunisasi merupakan salah satu bentuk ikhtiar senantiasa ingin sehat dan terhindar dari macam-macam penyakit. Aamiiin...

Because, fyi, di luar sana (media sosial apalagi) masih banyak debat mengenai imunisasi--yay or nay to do--dengan berbagai macam alasan dan argumentasi yang seringkali menjatuhkan lawan bicara. Bahkan di lingkungan keluarga sendiri juga ada beberapa yang terang-terangan menolak anaknya diimunisasi. Sekalipun sejak bayi!

So, jadi bunda cerdas, yuk! Dengan mulai membiasakan diri mencari informasi yang valid dan tidak langsung percaya pada satu sumber saja, serta tidak mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab--yang menyebarkan berita bohong(hoax). Demi kehidupan masyarakat yang lebih baik, yang saling menjaga, dan senantiasa sehat.


Salam imunisasi.
Bunda Aris Cimbul

Selasa, 29 Agustus 2017

Link Me

Hai~ ひさしぶり だ ね~~

Midnite belum bisa tidur jadilah ubek-ubek google belajar bikin link untuk support lapak. Sekarang lagi musim apa-apa tinggal 'klik' doang sih, yaa... Jadi kudu apdet dan belajar lagi juga, kan...

So, these are my links:
My WhatsApp http://bit.ly/KontakRicchan
Meet My BBM http://bit.ly/ChatRicchan 
Nggak susah sih, bikinnya. Cuma harus sabar aja dan super hati-hati biar nggak typo di script-nya.
Dicoba dulu, deh.

じゃ~~

ーーーーーーーーーー

It failed, guys... T^T dunno why but the links didn't work well, not connect either. Semacam harus di-direct share dari bitly.com-nya gitu. Nggak paham juga, deh. T3T

Barangkali ada yang fasih dalam hal ini dan bisa bantu, would you like to help me, please? Thank you~~

Minggu, 16 April 2017

The Cahyantos' Day Out

おつかれさま でした。。。

Alhamdulillah... Seneng banget seharian ini... Sebelum curhat mau kasih selamat dulu untuk kemanten anyar: Ica dan Fikar--teman SMA sekaligus rekan ngopi beberapa tahun terakhir, meski makin ke sini sudah makin jarang ngopi bareng lagi--yang kemarin sudah ijab kabul dan siang tadi menggelar resepsi pernikahan (mewah). Selamat berbulan madu dan berbahagia.
The Cahyantos❤
Lalu kepada komunitas Bigreds Mojokerto (aka Kopites Mojokerto) happy 1st anniversary--kalau Kopites-nya sudah anniv kelima, ya. Alhamdulillah tahun lalu sudah official--meski aku belum member Bigreds aku selamanya member KM. Hahaha--semoga selalu guyub dan makin sukses ke depannya, makin femes juga.

Allahumma aamiiin...

Jadi oleh sebab events di atas, hari ini kami bertiga ngeluyur seharian. Dari pagi siap-siap kondangan ke resepsi Ica-Fikar, berangkat dari rumah jam 10:30 nyampe lokasi sekitar jam sebelasan. Sudah janjian sama Elza dan Irene (Gigih dan Henry berhalangan hadir) untuk datang bareng jam segituan, tapi rupanya aku absen paling awal.

Elza dan Anggi tiba pas aku sedang incip air mancur(?) cokelat. Saling tukar kabar, lalu memutuskan untuk menikmati hidangan duluan sambil nunggu Irene dkk. Ketemu teman-teman seangkatan: Ardik, Meita, Rosa, Yulia, Diana, Hayu, Maya, Laili, Galuh, dan Liza--junior di SMA yang sama.
#timnyonya
Karena Irene dkk molor banget dan para bumil (Elza dan Ny. Inaw) mulai resah, jadilah personil seadanya naik kuade untuk foto bareng duluan. Eh, nggak lama yang ditungguin datang. Kita sempat foto-foto bareng sebelum akhirnya pamit masing-masing karena hari sudah siang. Cimbul pun sudah mulai rewel karena ngantuk.
Cimbul with Aunty Irene
Otewe parkiran masih sama kayak pas datang; penuh sesak dan panas. T_T Mana pakai dress dan high heels yang nggak biasa dipakai. Huhuhuu... Jalan Raya Jabon juga masih padat merayap meski nggak sampai macet, dan alhamdulillah kami berhasil tiba di rumah dengan selamat dan kelelahan.

Ba'da maghrib aku sudah mengkondisikan(?) kami untuk segera cuss ke lokasi nobar, masih sama di Wako Surodinawan. Kami berangkat kecepetan sih, tapi ternyata si ayah ngajak mampir dulu di alun-alun. Pemanasan biar Aris lihat banyak orang lalu-lalang sebelum nanti berbaur dengan banyak orang komunitas. :)
My world💞
As expected we arrived in time. Belum kick-off, masih sempat bertukar sapa dan tanya kabar dengan rekan kopites after a long looooooongg time back then. Kangen banget euforia kala masih aktif nyuport dan ngechant. Sekarang sudah nggak kayak dulu lagi. Regu koor untuk ngechant sudah berkurang banyak, apalagi sudah nggak sebebas dulu untuk nyanyi sambil teriak-teriak. Hahaha... Pardon us. Tapi yah, di situlah esensi dan estetikanya. *tsah*

Tetap pakai jersey kebanggaan, tetap berhijab, dan macak sesuai status apalagi bawa baby. Alhamdulillah, Cimbulnya cukup kooperatif dan anteng selama 2x45 menit pertandingan. Suka banget sama ekspresi terheran-heran Aris ngeliat banyak orang kumpul pakaian serupa dan emosinya pun sama! Lalu nangis pas semua serentak teriak "GOOOLL!!" tiap kali The Reds cetak angka. Kaget gitu dia. Hahaha...

It was sooo FUN. Bisa melakukan kegiatan yang disuka. Meski status sudah jadi istri dan ibu, aku masih tetaplah aku yang dulu--yang suka dengan hal-hal kecintaanku sendiri. Bersyukur sekali punya pasangan yang ngertiin dan support hobi istrinya (it was me yang ngenalin chagiya ke Kopites Mojokerto dan ajak nobar, not the opposite). Asyik juga kalau kelak Aris Cimbul bisa mewarisi apa yang kami gemari. Hihihi...

#YNWA

Jumat, 31 Maret 2017

Sepeninggal Merah

sedemikian kucintakan kau
sebagaimana kau cintai aku
kuinginkan segala yang terbaik
kiranya kaupun begitu

namun sebaliknya
angin bertiup
ke arah yang tidak kita duga
terpercik
terlahap
bumi hangus
musnah sudah

barangkali yang paling kusesalkan
ialah
kau yang melihat kerapuhan
pada jasad kuat ini
menyadari tangisan
di balik senyum maha lebar
menemukan ragu
dalam untaian keyakinan
jangan tatap lemahku
saat demi dirimu
ku memohon tambahan kekuatan

bolehkah berpisah?
yang ingin kukenang atasmu
bukanlah pedih duka
apalagi dendam kecewa
kuingin bersahabat
sekalipun mendung dalam hatimu kian pekat

Rabu, 15 Februari 2017

Tinggal

sesulit inikah rasanya ingin tinggal?
lebih sakit daripada ditinggalkan
lebih baik jika diacuhkan

entah ke mana pergi hari-hari lalu
seperti ku tak pernah ada di sana
sekalipun...
secuil saja...

aku hanyalah remah-remah kemarin
yang harapku sempat kau nikmati
yang kiranya sedikit dihargai
sebuah "ahh, ternyata rasanya begini saja,"
cukup untuk membuatku tahu
setidaknya kau pernah menoleh ke arahku
dulu

aku yang cuma setitik tanah basah--yang tersangkut pada ujung sepatu
terkibas begitu saja saat kau menghentakkannya,
lalu jatuh entah di mana
sakitku tak pernah kaurasa
dukaku tak pernah ada artinya
bagimu
yang adalah segalaku
bintang di atas bintang
matahari yang paling cemerlang

harus sesulit ini kah bila ku ingin tinggal
di sisimu?
butiran debu di hadapan semesta raya
apakah memang bagimu
diriku tak pernah ada?

aku ingin tinggal...
sebentar lagi
sedikit lagi
mungkin hingga kau paham
akan tiba masaku
leburku dalam temaram...

Rabu, 28 Desember 2016

Dragonfruit Seblak Kinda Day

Harinya buah naga dan seblak makaroni.

Kemarin ayah dapat oleh-oleh 3 buah naga utuh. Bertanya-tanya, "What would I do with these dragonfruits?" akhirnya siang tadi berkesempatan untuk eksekusi.

Mumpung ada buah segar gratisan ya, bolehlah untuk bahan mpasi Aris. Googling sebentar, dapatlah tips dan resep mudah.

Sayang disayang, aku salah mengira tekstur buah naga seperti semangka yang otomatis lumer berair saat dikulum, nyatanya buah naga sedikit lebih kokoh. Buah naga yang hanya kupotong kecil-kecil dan dihaluskan manual dengan sendok agaknya cukup pelik dikecap. Baru beberapa sendok suap, Aris sudah menunjukkan ekspresi nggak minat dan mulet-muletlah dia tanda bosan.

Nggak ingin memaksa, kusudahi sesi makan kilat pagi setengah siang itu. Buah naga yang tersisa di mangkuk (daripada dibuang sayang) akhirnya cemplungin saja ke dalam blender. Mau dibikin jus, lah. Lalu dapat ide untuk memblendernya, dengan tekstur cair siapa tahu Aris lantas mau.

Usai diblender, disaring. Hasilnya lumayan kental juga ternyata karena 100% pure, nggak ditambah apapun termasuk air. Ampasnya masukin lagi ke dalam blender, tambahkan 2 buah naga yang tersisa, susu kental manis, dan gula lalu blender semua sekalian jadi satu. Voila! Panas-panas sumuk minum es jus buah naga kental manis cucok sekali.

Saat diujicobakan kembali, alhamdulillah Aris lebih doyan dari sebelumnya. ヾ(*´∀`*)ノ♪ Es jusnya pun jadi lebih cukup untuk diminum berdua mbahbuk.
Puree Dragonfruit
Berawal dari ibuk yang khilaf merebus makaroni hingga gosong--yang rencananya akan ditambahkan dalam sayur sop--daripada dibuang percuma, toh nggak parah-parah amat, tiba-tiba tercetus ide menjadikannya seblak. Googling lagi, tanya Tantit resep yang pernah dibikin dulu gimana. Padu padankan. Ketemulah resep seblak makaroni sederhana ala bunda Aris. *tsaaahh*
• bumbu halus •
Bawang merah
Bawang putih
Cabe rawit
Cabe merah
Kencur 
• bahan •
Makaroni keriting
Telur
Daun pre
Gula
Garam 
• cara membuat •
Haluskan bumbu.
Rebus makaroni setengah matang. Tiriskan.
Masak telur orak-arik. Masukkan bumbu halus. Aduk rata, beri air secukupnya. Masukkan makaroni, aduk-aduk. Tambahkan gula dan garam. Masukkan daun pre. Didihkan. 
Seblak ala-ala bunda Aris is ready to served. ԅ(¯﹃¯ԅ)
Seblak Makaroni ala Ricchan Auliya
Kali pertama bikin seblak. Masak jarang banget, sekalinya niat malah sok-sokan. Hehehe... Untung rasanya masih bisa diampuni... (ง ˙ω˙)ว Meski mas bojo agak ngeri dengan tampilannya (karena ada sebagian yang gosong) dan dia terus terang berekspektasi jika seblaknya menggunakan kerupuk. Jeongmal mianhae, Chagiyaa~ ( ;∀;)

Oiya, penggunaan makaroni sebagai seblak bisa diganti kerupuk (biar lebih afdol). Boleh menambahkan laos dan cabe hijau ke bumbu halusnya. Kemudian selain telur orak-arik bisa juga ditambahkan variasi sosis dan pentol biar lebih yahud. Tambahkan sayuran seperti sawi juga maknyus.

Chagiya makannya malam, sudah dingin, tapi nggak mau diangetin (seblaknya). Karena sebelumnya sudah disajikan dalam mangkok, pas dingin jadilah dia 'tercetak' dan kuahnya susut. ╥﹏╥ Sensasinya jadi kayak semacam schotel ala-ala gitu, lah. Gaje. Benernya memang seblak lebih endeus disantap selagi panas, biar makin nendang pedasnya. Lengkapi dengan minum yang dingin-manis-segar, ya.

Selamat mencoba! (๑・ิﻌ・ิ๑)

Selasa, 13 Desember 2016

My 6 Months Old Baby's 1st Food

December 13th! My baby has been 6 months old today, and as my promise, I'd start to feed him more than only breast-feeding.
Get ready to eat~~
 Jujur, jika 6 bulan lalu pasca melahirkan Aris aku mengklaim diriku nggak mengalami baby blues syndrome--well, yeah--I thought I get it now. Bagaimana menyakitkannya menyadari bahwa ASI-ku bukan lagi satu-satunya yang dibutuhkan oleh bayiku--yang telah kian tumbuh besar. It is really hurt. And sad deep inside my heart. Waktu benar-benar lekas sekali berlalu. Sadar sih, Aris makin gede, aktifitasnya makin banyak, akalnya makin 'main', dan makin butuh banyak energi juga untuk itu.
Aris Cimbul harus makan apa, dong?
Asupan makanan pertama Aris yaitu bubur beras putih, yang kumasak sendiri, meski dari tepung beli jadi. Efek nggak bisa masak, sih. Jangan ditiru, yaa~ ( ;∀;) Jika kemarin-kemarin pede nian dengan kemampuan dan semangatku untuk fokus ASI Eksklusif selama 6 bulan (insyaallah sampai 2 tahun karena alhamdulillah asiku lancar jaya), sekarang--realistis saja--aku terpaksa menyerah saat ayah membelikan si boy biskuit bayi kemasan dan bubur bayi instan--walaupun nggak setiap hari dibikin dan sesekali aku juga mencoba masak resep-resep mpasi sederhana. #nojudging #nobullying

Hari ini dan besok mungkin menunya akan sama, sebagai perkenalan bagi Aris terhadap rasa dan tekstur suatu makanan. Setelah dua hari tentu akan kuganti dengan menu lain, demikian juga dengan menu dalam satu hari yang sebisanya bervariasi.
Day 1-3 ➡ 1× sehari, siang (pagi dan sore nenen banyak-banyak).
Day 4-7 ➡ 2× sehari, pagi dan sore.
Day 8-10 ➡ 2× sehari, pagi dan sore+snack siang dan petang.
Day 11-14 ➡ 3× sehari. Snack dikondisikan.
Dan seterusnya~~
Happy eating

Rabu, 07 Desember 2016

Sakit Kepala

Rasa-rasanya sudah cukup lama sejak kali terakhir perasaan macam ini singgah. Aku mengenalnya. Hanya saja lebih baik lupa. Berpura-pura juga boleh. Yang pasti kali ini jangan sampai terjatuh lagi.

Dalam pelukannya.

Sempat kudengar ia mengocehkan sesuatu sebelum pergi. Tentang minum obat atau semacamnya. Manalah bisa kuingat? Dentuman jantung dan napasku yang memburu telah mengacaukan pendengaran. Sebentar lagi mungkin mataku akan jadi gelap.

Tapi tidak bisa.

Kaki-kaki itu mengayun. Menjejak apa-apa yang menghalangi, termasuk selembar kain tipis yang membungkus tubuhnya--berharap mampu sedikit menghangatkan di bawah deru kipas angin yang tak henti berputar sehari semalam.

Bagaimana aku bisa tidur?

Kutarik kembali kain tipis hingga sebatas dada. Menepuk-nepuk pelan tubuh mungilnya sembari membacakan doa pengantar tidur. Kukecup keningnya yang berpeluh. Menyekanya agar ia terbuai lebih nyaman. Memandangi wajah lelapnya sudah lebih dari cukup untuk membangkitkan bahagia. Ya, sesederhana itu. Memang sesepele itulah cintaku.

Rasa-rasa yang aneh tadi masih timbul-tenggelam. Tidak apa-apa, nanti pasti akan hilang sendiri. Mungkin cuma sedikit lelah, itu lumrah. Yang penting tidurmu nyenyak. Takkan kubiarkan nyamuk dan kroni-kroninya mencuri darahmu sedikitpun! Meninggalkan bekas gigitan yang akan mengganggumu seharian. Tidak akan.

Karenanya tidurlah, Sayang. Mimpikan dirimu sehebat yang kau mau. Belajarlah apa yang belum kau temukan dariku atau ayahmu, para malaikat dalam mimpi akan mengajarkanmu dengan senang hati. Lalu kau akan bangun dengan semangat baru dan kemampuan yang kian bertambah. Kian membuat kami bangga.

Sakit kepala ini bukan apa-apa. Percayalah. Aku akan mengatasinya dengan mudah. Pening ini tidak sebanding dengan kekuatan yang dianugerahkan-Nya padaku--6 bulan lalu--saat aku mengantarkanmu bertemu dunia pertama kalinya.

Iya, aku tentu sehebat itu.

Bunda akan selalu jadi yang terhebat, untukmu, buah hatiku.