Selasa, 26 Januari 2016

Over the 'Rain Camp'

Before I start to type, please excuse me for crying a moment. *nangis darah* ಥ_ಥ Pasalnya salah satu kelemahanku: galau judul, membuatku--barusan--tanpa sengaja men-delete postingan berharga yang susah payah ku-update kemarin. Allahu Akbar!! ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ (ಥ﹏ಥ)

Ya meski materinya nggak penting-penting amat bagi orang lain, but it was a treasure for me~ (ಥ_ಥ) dan sekarang mau nggak mau topik yang kemarin sekalian diulang saja, mumpung cukup nyambung. *maksa*
Uri Aka-chan sudah genap 5 bulan. 
Jadi jadii~~ Senin kemarin, 25 Januari 2016, menurut perhitungan kalender kehamilan Aka-chan sudah genap 20 weeks atau 5 bulan. Nggak terasa, ya? Baru saja belajar tata cara pakai testpack yang benar dan memastikan hasilnya, usia kehamilanku sekarang sudah 5 bulan, jalan 6 bulan. Sudah ada di pertengahan trimester kedua yang akan segera berakhir 4 minggu lagi.

The bumils and the team of puskesmas
Hari ini adalah hari terakhir kelas TPG di puskesmas, sekaligus penutupan kegiatan tahunan tersebut. Nggak terasa 20 hari berlalu dengan begitu cepat dan kami harus menyudahi pertemuan serta pertemanan kami. Sudah diberitahukan sejak Hari Sabtu, dan kemarin kembali diingatkan agar para bumil peserta hadir di acara penutupan.

Aku pun meski sudah berniat, tapi tetap saja tiba di kelas hampir jam setengah sepuluh. Untung belum mulai. :P Nggak banyak materi yang disampaikan oleh Bu Indah di hari terakhir ini. Selain mengenai masalah/kesulitan yang mungkin dialami ibu pasca bersalin dan menyusui, kami mengulang beberapa materi lalu dan melakukan tanya jawab serta sharing pengalaman.

Pukul 10 lewat kelas usai. Kami meminum 'jatah' susu terakhir kami sambil menunggu para bidan yang lain. Katanya akan ada sesi foto dan pemberian cinderamata dari puskesmas kepada para bumil peserta. What a great! Kami juga nggak perlu 'berebut' karena pada masing-masing bingkisan sudah tertera nama. Kata Bu Yekti, kado disesuaikan dengan absen dan keaktifan para bumil. :D Aku kan termasuk yang rajin hadir.

Alhamdulillah, memang banyak yang datang. Yang biasanya jarang ikut kelas atau kebetulan beberapa hari lalu kesehatannya sempat drop, hari ini sukses menghadiri kelas sampai selesai. Sekali lagi kami bertukar kontak (bagi yang belum), bersalaman, dan mendoakan yang terbaik bagi kami dan janin masing-masing berikut persalinan yang Dimudahkan. Aamiiin...

Kebetulan usia kehamilan teman-teman bumil berurutan. Dari HPL Maret sampai yang terakhir Agustus. Sampai jumpa saat kontrol bulanan, atau mungkin pasca bersalin sembari menggendong baby masing-masing. Hihihi...

Suasana di kelas
Gambar di samping menggambarkan suasana kelas TPG kami. Kebetulan foto-foto tersebut diambil ketika kami mengikuti sesi senam hamil (untuk bumil usia kandungan mulai dari 4 bulan) dan makan bersama (padahal nggak ikut makan). Di buku KIA memang sudah tercantum panduan senam hamil yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Tapi bagaimanapun praktik langsung jauh lebih baik daripada hanya sekadar teori, bukan? 

Sebenarnya banyak sekali momen-momen berharga yang sayangnya nggak sempat terabadikan. Di antaranya kami pernah melakukan uji yodium pada garam dapur yang kami konsumsi sehari-hari di rumah, praktik menyusui dan menggedong bayi, sampai sesi makan bersama dengan menu makanan sehat berbahan yang pernah dibahas sebelumnya sebagai materi (nuget kelor). Worth lah, pokoknya. 

Hadiah Aka-chan dari Bu Bidan
Seperti biasa, begitu kaluar dari ruang kelas untuk pulang--dengan kresek makanan ditambah kado berwarna mencolok--kami pasti menjadi bahan tontonan dan bisik-bisik para pengunjung puskesmas. Pada awalnya memang malu dan risih, tapi lama-kelamaan wes biyasah. Toh, ini memang hak kami. Dan ini hari terakhir. Alhamdulillah...

Aku sengaja meninggalkan bingkisannya di rumah. Menunda membukanya untuk menambah penasaran, sekalian menunggu Ayah Anto untuk menunjukkan dan membukanya bersama. Karena kemasannya yang empuk, kukira itu memang semacam kain, entah itu daster(?) ibu, kerudung (sudah pasti aku penerimanya, kan), selimut/handuk bayi, atau pakaian. Tebakan terakhir ternyata benar. Kak Anto senang sekali saat merobek kertas pembungkus kado sembari mengeluarkan selusin pakaian bayi dari dalamnya. Iya, ½ lusin baju dan ½ lusin celana beraneka warna. Barakallah... Rezeki anak sholeh/sholehah.

Teman-teman Aka-chan yang lain dapat apa saja, ya? (^_−)☆

Rabu, 20 Januari 2016

Sing!

Saya bergabung dengan Sing! Karaoke oleh Smule sebagai ercehauliyasari. Unduh aplikasinya untuk bernyanyi bersama saya: http://p.smule.com/u/9f0ad4f4
Hello, there!
Been awhile since I posted my last topic. Kinda insomnia but got nothing to do, then I blogging again. Tonite I'd like to share my new 'games'. Sing! by Smule and Alice's Mad Tea Party.

Sing! merupakan aplikasi hiburan bagi para pecinta nyengnyong alias tarik suara a.k.a bernyanyi. Berbeda dengan Soundcloud yang memungkinkan user mengupload beragam jenis rekaman suara (asli/original) dalam beberapa tipe, Sing! dikhususkan hanya untuk berkaraoke saja. Kabar baguanya user benar-benar difasilitasi untuk bernyanyi tanpa pusing mengenai musik/instrumen pengiring, karena sudah disediakan versi minus one lagu-lagu hits yang bisa dipilih sesuka hati.
Penampakan proses mulai awal sampai lagu selesai recording
Sayangnya aplikasi ini memerlukan 'modal' yang cukup besar. Selain kuota internet harus gemuk, status VIP sangat diperlukan untuk pengalaman yang lebih baik dan lebih luwes--yang membedakannya dengan kaum reguler. :/ Bermaharkan IDR 12k sebulan atau 95k setahun, user baru bisa benar-benar menikmati horenya aplikasi ini karena bebas leluasa memilih lagu untuk dinyanyikan secara 'free' lain halnya dengan user reguler yang tiap lagunya harus 'memotong' beberapa credit miliknya. Iya, prinsipnya semacam naik odong-odong yang harus masukin koin dulu kalau mau jalan.

Alice's Mad Tea Party
Alice's Mad Tea Party awalnya nggak sengaja ter-download pas sedang cari-cari Harvest Moon di Playstore, namun berujung buntu. Sempat kelar download Harvest Moon: Karen's Diary tapi nggak mau terbuka game-nya (yaa nasib). Berulang kali dicoba, lalu berakhir dengan uninstall. Sebagai gantinya Alice ini cukup menghibur. Grafik yang bagus dan alur cerita mengalir, game ini nggak bikin bosan meski sayangnya harus dimainkan secara online. Kuota lagi, kuota lagi... :'(

Apakah ada referensi game android tipe adventure/arcade yang jalan ceritanya mengalir 'tumbuh' tapi offline? Lemme know, please.

Kamis, 14 Januari 2016

Awkward Love

8 monthversary of our wedding❤ Nggak terasa perjalanan kami sebagai pasangan suami istri sudah selama itu. Aka-chan sekarang juga sudah memasuki 18 weeks menuju 5 bulan. Alhamdulillah...

Sangat nggak mudah mencapai titik ini after everythings we've been through. Perselisihan, adu argumen, beda pendapat, miss communication, miss understanding, lelah, stuck. Nggak tahu harus ngapain dan maunya diapain(?). But we do believe that rainbow'll rise after the hard rain, even storm. Paling nggak masing-masing kami tahu kapan dan bilamana tiba saatnya pulang. ^^ Cara mencintai yang nggak umum, eh? Hihihi... Apapun bentuk dan cara penyampaiannya cinta tetap cinta. Kasih sayang pun rupa-rupa, namun tujuannya sama: ingin pasangannya bahagia.

Bersyukur bagiku pribadi, karena selalu diberi kesempatan (dan kemampuan) untuk tetap--bagaimanapun--menemukan hikmah dan pelajaran di balik setiap masalah dan kesukaran yang terjadi. Always remember: what doesn't kill you makes stonger. It really does.


Hari keenam mengikuti kelas TPG dan mulai nyaman berbaur dengan bumil-bumil luar biasa--meski seringnya kami cuma berenam dari belasan yang seharusnya aktif berpartisipasi. Selain menguji coba kandungan yodium dalam garam dapur--yang mestinya kami lakukan kemarin--kami juga makan bareng. Kali ini benar-benar makan bersama dengan menu sehat yang khusus dimasak sendiri oleh dapur puskesmas: nuget ayam+daun kelor, tempe, sayur sop lengkap, sambal kecap, dan nggak lupa segelas susu bumil untuk masing. :'D

Selagi menyantap makanan sehat, kami mengobrol dan sharing banyak hal. Best regards to dear Mbak Rini, Mbak Furi, dan Ina (yes, aku sudah menghafal dan mengenali mereka) yang sudah membagi pengalaman mengasuh anak pertama. Barangkali di kehamilan yang sekarang mereka sudah bisa beradaptasi menilik kehamilan sebelumnya, tapi bagiku dan yang lain--yang baru kali pertama ini hamil--apa yang kami dapat dari yang telah mereka sampaikan adalah ilmu yang sangat berharga.

Unfortunately, my absent is almost useless. Niatnya sejak pagi antri loket (sampai nitip nomor antrian sama Mbak Rini dan Hana, thanks) biar nggak ketinggalan USG Dr. Reza S.Pog, dan sembari nunggu giliran periksa ikut kelas TPG. Tahu-tahu pas nomorku dipanggil dapat info kalau Dr. Reza nggak bisa bertugas hari ini dan jadwal USG digeser besok. Mampus! Alamat besok mangkir kantor lagi. >_<

Padahal sudah rapi dengan semangat pengin ketemu Aka-chan. Si ayah yang kemarin gondok habis-habisan karena nggak ikut periksa ke bidan dan dengar detak jantung si kecil pun sudah nggak sabar, tapi ya apa daya. :'( Sabar ya, Nak. Harapannya besok jadwal kami berjalan lancar sesuai yang seharusnya dan Bunda nggak ada masalah berarti di kantor. Semoga besok jadi hari yang baik untuk semuanya. Aamiiin...

Otsukaresama deshita to my self atas kerja keras beberes kamar dan cucian bersih serta spot tidur baru (we got trouble with the fan, AGAIN). Must go to bed soon supaya nggak kesiangan dan siap tempur 100% untuk besok.

Oyaciumii~~ (☆´3`)

Senin, 11 Januari 2016

Not an 'End' but 'And'

Let's greet the second Monday of January 2016. 11 days have been through, and what've you had 'till now? Hihihihi... For me, 2015 is not ovet yet, it hasn't been end, but still countinuing and get to be solved. :'(

I owed so much to 2015 and feel really sorry to 2016 for the-awkward-greeting. There were so many things happened while I was learning to made them up as best as I could, but yeah, I found my self still none. Buut~ Don't let the dark sky of this mellow afternoon drives us into madness, NO! I'm a mother-wanna-be who won't get sad or stressed. (^ω^)

Forget about what I've wrote above, today I'm feeling good by my 3rd day of TPG (Taman Perbaikan Gizi) Class held in Puskesmas Kedundung plus the tasty healthy meal I got.
Acara apakah itu? Apa aku kurang gizi? :'D Not sure about the vision-mission, tapi menurut pengamatanku beberapa hari ini, kelas TPG adalah sarana yang memfasilitasi para ibu hamil dengan nilai gizi* di bawah rata-rata agar tetap sehat hingga melahirkan dengan lancar dan sukses. Jadi para bumil dikumpulkan di sini bukannya karena mereka kekurangan gizi atau nggak sehat, tapi juga melingkupi banyak faktor.

Misalnya aku sendiri, status giziku sebetulnya baik dan nggak ada masalah. Hanya saja menurut ketentuan kesehatan ibu hamil LiLA(Lingkar Lengan Atas)-ku kurang--alis kurang gemuk sedikit. LiLA minimum adalah 23,5 cm sedangkan milikku hanya 22 cm, cuma kurang 1,5 cm saja padahal. T__T Kasus lain teman 'sekelas' bernama Hana--yang jika dilihat sekilas tampak sangat sehat dan bugar. Unfortunately Mbak Hana ini 'kalah' di Hb(hemoglobin)-nya, yang seharusnya minim berangka 10, tapi Hb-nya cuma kisaran 8. Belum lagi yang memiliki tekanan darah rendah, atau bahkan darah tinggi, punya riwayat keguguran, dll, bisa juga dikategorikan dalam kelas ini.
Me and the bumils
Kali pertama tahu kelas ini dari tetangga yang ternyata adalah kader puskesmas yang memang bertugas memantau ibu hamil setempat. Tapi judulnya "penyuluhan kehamilan berisiko". Pas datang baru ngeh bahwa acara tersebut nggak hanya berlangsung sehari itu saja, tapi selama 10 hari berturut-turut 3 bulan. *dweeng* Seneng-seneng senep lah. Kerjaanku gimanaa? Akhirnya aku meminta tolong pada salah satu kru puskesmas yang bertugas untuk membuatkan izin ditujukan ke pimpinan agar aku bisa mengikuti acara tersebut.

Di luar ekspektasi, pengajuan izinku diterima dengan baik oleh pak bos. Syukur alhamdulillah... Jadi per sabtu lalu, setiap jam 9-10 aku izin cabut ke puskesmas untuk ikut kelas TPG, dan setelah selesai langsung balik kantor lagi. Lumayan sih, perjalanannya. :') Tapi nggak papa, it's worth.

Dipikir-pikir lagi aku sangat diuntungkan oleh program/kegiatan ini.
1. GRATIS tis, alias nggak bayar sepeserpun. Cuma rogoh kocek 2k saja untuk bayar parkir.
2. Banyak ilmu seputar kehamilan, persalinan, dan parenting yang disampaikan oleh tim puskesmas. Selain bu bidan ada juga divisi(?) gizi misalnya, yang memberikan materi tentang makanan sehat. Uji gizi dan praktik senam hamil juga ada.
3. Teman-teman sesama bumil yang friendly dan interaktif. Kami banyak sharing tentang pengalaman pribadi masing-masing, terutama senior yang sudah pernah melahirkan.
4. Susu hangat penambah semangat. Segelas susu hamil disediakan dan bisa diminum selama materi, setiap hari. Boleh juga nambah kalau masih ada sisa. :P Sekotak susu hamil ukuran 200gr juga dibagikan cuma-cuma selama 10 hari sekali.
5. Makanan sehat setiap hari. Sudah gretongan pulang masih dapat 'jajanan'. Selain susu gratis tiap hari, sebelum kelas usai para bumil akan mendapat jatah seporsi makanan yang menunya variatif dan endeus. Bisa dimakan bareng after class, boleh juga dibawa pulang. Sesekali makanan dimasak langsung oleh dapur puskesmas--yang ini harus dimakan di tempat.

Yang manapun asyik. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?

Jumat, 01 Januari 2016

2016

What goes around turns around. Everything has left behind, then let it be. Whatever will be will be.

So, hello, (brand) new me. ❤

Senin, 28 Desember 2015

Injury Time

Nite! I wrote this when I was watching "Another" and "Sherlock Holmes" yang sayangnya macet di tengah jalan lantaran para peserta nobar berguguran oleh kantuk yang menumpuk.

Busy Monday as it had to be, setelah Golden Week yang hanya dihabiskan di rumah saja, menemani suami. Pas adek lanang datang Hari Kamis sore dan balik Malang tadi pagi. Harus kuakui, liburan kali ini dananya nyaris zero. Jatahnya sudah all out untuk plesir kami sekeluarga ke Jember dua minggu lalu. Belum lagi tagihan belanja online yang totalnya hampir 1.000k! T__T Kelak harus bisa lebih me-manage porsi keuangan lebih baik lagi nih, kalau nggak pengin liburannya stuck di tempat kayak gini.

Tapi tetap bersyukur. Even wasn't a great holiday, but we had a quite good time together. Namanya 'Rizky' ada saja peluang rezeki untuknya selama pulang. Alhamdulillah...

Di sore kepulangannya aku sengaja membeli sekotak es krim Magnum mini edisi Honeycomb Crunch untuk dimakan serumah ramai-ramai. Di waktu luang Oppa mengajak cowok Malang itu main PS dan ngenet bareng tanpa melupakan kewajiban ibadah dan istirahat. Kami menghabiskan banyak waktu untuk nonton dan ber-quality time di rumah.
Nggak kerasa banget si bungsu sudah kelas akhir SMA, sebentar lagi UAN, kelulusan, dan akan jadi mahasiswa. Alhamdulillah, dia bilang pengin lanjut studi di Malang, perkara mau di universitas mana dan jurusan apa terserah, pokok kalau bisa negeri--bukan swasta. Kepulangan kali ini pun sambil mempersiapkan berkas persyaratan untuk BIDIK MISI. Minta doa untuk keberhasilan si adek, boleh, Minna. :')

Maka di malam terakhir sebelum Rizky balik, Oppa berinistif mengajaknya menjajal main sepatu roda di alun-alun. As we knew, mainan(?) itu sedang hits di kalangan adek-adek perumahan kekinian. Nggak hanya beredar di lingkungan terdekat, tapi sudah menjangkiti banyak kampung dan perumahan di kota ini. Nah, saat beberapa bocah bersepatu roda riuh melintas di jalan depan rumah--menarik perhatian kami--Oppa kontan menanyainya apa ia pernah mencoba bersepatu roda, dan ketika jawabannya negatif Oppa lantas mengajak kami untuk jalan-jalan ke alun-alun dan menyewa beberapa.

Tanpa Iis, berempat kami berangkat sekitar pukul 7 malam. Alun-alun begitu ramai dikunjungi pada weekend yang udaranya gerah. Cocok untuk cari angin. Ibuk yang memang sudah lama nggak menjamah alun-alun menyatakan kekagumannya pada pertumbuhan zaman. Kini alun-alun nggak lagi membosankan dan kumuh, namun menjelma asri, atraktif, dan cukup menarik.

Motor-motor mini beraneka tipe dikendarai anak-anak usia SD bersliweran di sekitar kami yang menuju lapak in-line-skate. Menyewa 2 pasang masing-masing untuk Rizky dan Oppa. Ya, Oppa bilang akan mengajari adik iparnya itu sampai bisa 'berjalan' dengan benar (karena berharap bisa meluncur terlalu jauh). Aku menyarankan untuk melatih keseimbangan di rumput dulu--agar lebih mudah--sebelum turun ke arena. Optimis, karena beberapa bulan lalu aku berhasil berjalan sendiri dengan kaki bersepatu-rodaku, kan?

Sekitar pukul 9 malam akhirnya kami sepakat untuk pulang. Rizky dan Oppa sudah bermandikan peluh. Kemeja dan celana yang dipakai Rizky dipastikan akan langsung cuci karena kotor oleh lumpur dan tanah. Sementara aku dan ibuk mulas kebanyakan tertawa menonton aksi dua cowok itu. It was worth. It was so fun.

Menghitung hari sampai kalender 2015 berganti 2016. Belum punya rencana tahun baruan ke mana dan mau apa. Ladia sudah mulai menginap dan mungkin besok Vira menyusul. :Dv Baguslah, seminggu ini Oppa shift malam, aku jadi nggak harus tidur sendiri. Malam tahun baruan bareng mereka saja gimana?

Seperti tahun yang sudah-sudah, hampir setiap liburan panjang sepupu-sepupu perempuan akan berkumpul dan menginap di rumahku. Rasanya seperti summer camp khusus cewek. Nothing's special. Agenda kami paling maraton film/drama, nonton mv terbaru, menggosipkan artis-artis Korea terutama para bias kami, dan sharing romansa. Tapi untuk yang terakhir sepertinya aku sudah lulus, meski kami berempat masih suka tidur bareng. Ehehehe... Tinggal Mida-nya saja yang jarang ikut kumpul. :|

Semoga hari-hari baik nan menyenangkan terus berlanjut. Enjoy your end year holiday!

Jumat, 18 Desember 2015

Go Away or Stay

Less than 7 hours later.

Resah lvl: pengin banget bikin kagebunshin, biar sebagian diriku bisa ikut liburan sementara sebagian yang lain tetap nyaman di rumah. :'(

*masih ngantor*

Rabu, 16 Desember 2015

7th Wedding's Monthversary

Dua hari lalu tepat 7 bulan pernikahanku dengan Kak Anto. May 14th to December 14th 2015. Seven wonderful months of love have been through and will still go on. Alhamdulillah...
(♡˙︶˙♡)

Btw, mulai coba menerapkan penggunaan kata 'anniversary' hanya untuk event tahunan, bukan lekat pada peringatan bulanan apalagi mingguan. xD Pernah gitu nemu artikel tentang ini dan benar-benar ketampol! Ya karena aku kan suka hitung-hitung tanggal begitu, lah. Jadi browsing lebih detil biar nggak salah info atau menelan mentah info yang ternyata hoax. Bahwa selain istilah anniversary yang berarti tahunan, untuk agenda bulanan digunakan monthversary dan weekversary untuk peringatan mingguan. Seperti itu...

Nothing's special in these recent days, kecuali cuaca yang mendingin dan hujan mulai rutin turun. Aktifitas berjalan seperti biasa, sampai kuperhatian kalender bulan ini. Desember. Tersemat dua buah tanggal merah berangka 24 dan 25 yang jatuh di hari Kamis dan Jumat. Sabtu hitam. Minggu merah lagi. Sabtunya kecepiiit~ T__T Andaikan tanggal 26 itu merah sekalian, kita akan punya 4 hari libur di akhir pekan, means golden week! Masyaa Allah, aku lupa kapan terakhir kali aku liburan. Tamasya. Piknik. Jalan-jalaaan~~

Diingat-ingat lagi weekend ini Insyaa Allah aku punya jadwal trip tipis-tipis ke Jember, sih. Rencana berangkat Hari Jumat malam--Sabtu bolos kerja--balik Mojokerto Hari Minggu. Destinasi? Rumah Oom Davit yang pasti, lainnya dunno. Karena kita seperjalanan bareng Oom Fir dkk, harusnya sih, mampir-mampir spot bagus. Aamiiin...

Tapi itu juga belum fix. Pasalnya, di arisan keluarga branch Mbah Buk Hari Minggu lalu--bertempat rumah Bulek Wiwin--tersiar kabar duka yang datang dari sepupu ibuk di Mlagi, bahwa putri sulung keluarga tersebut--yang menikah nggak lama setelahku--mengalami keguguran janinnya yang bahkan belum genap berusia 8 minggu. Ternyata nggak cuma seorang, istri dari kerabat ibuk yang lain juga barusan kehilangan janin yang sudah dikandungnya selama 5 bulan. So sorry to hear that. Orang-orang pun turut mencemaskan kehamilanku yang per 14 Desember kemarin mulai memasuki 13 weeks. Nggak boleh makan ini, nggak boleh makan itu. Harus makan ini, perbanyak makan itu. Stop pakai heels ke kantor. Jangan pakai celana ketat. Makan yang banyak. Dll. Dst.

Terima kasih banyak pada mereka yang peduli dan mengkhawatirkan kondisi kehamilanku, mengingat beberapa famili harus merelakan calon jabang bayi mereka, aku nggak boleh serampangan, sembarangan, dan lebih menjaga kesehatan demi Aka-chan. Tahu, sih. Tapi mencoba percaya juga harus, kan? Percaya aku kuat dan Aka-chan pun baik-baik saja selama aku nggak neko-neko. Tapi untuk melarangku bepergian (agak)jauh karena alasan itu? Kiranya kurang tepat. Aku nggak mau batal ikut ke Jember hanya karena orang-orang terlalu parno dengan keadaanku. Paling nggak, harus ada pihak berkapasitas untuk bisa meyakinkanku. xP

Maka kemarin siang sebenarnya aku ada janji dengan ibuk untuk pergi ke Puskesmas Kedundung demi menjajal pelayanan poli kandungan di sana, berbekal saran dari ibu-ibu PKK se-RT. Katanya lebih gampang, pelayanannya bagus, tempatnya nyaman, dan bisa kontinyu. Jadi mulai pemeriksaan kandungan dan janin secara berkala (plus USG) hingga persalinan dilakukan si tempat yang sama. Bahkan berlanjut sampai tahap pasca persalinan, seperti imunisasi balita misalnya. Menarik, kan?

Sayangnya semua fasilitas tersebut nggak cuma-cuma. Ada harga mahal yang harus kubayar. Jadi, agar bisa menikmati layanan puskesmas tersebut, pertama-tama aku harus mengundurkan diri dari BP Safira--karena BPJS Kesehatanku terdaftar di sana--lalu mengganti 'klinik'ku menjadi puskesmas, lantaran nggak diperkenankan bagi anggota BPJS berobat di layanan kesehatan pemerintah selain klinik yang sudah ditunjuk, meski aku warga kota setempat. Bye sedikit-sedikit-periksa-minta obat... :'( Jadwal periksa kandungan Rabu, dan setelah dapat rujukan baru bisa USG Hari Kamisnya mulai pagi sampai siang hari jam 12-an. Nggak fleksibel banget. >< Lagi-lagi harus dihadapkan dengan multiple choices yang bikin galau.

Ya, demikian tadi postingan random nggak jelas sore ini. Semoga ada manfaatnya (minimal pengingat bagi diriku sendiri, lah). ^^

#HiDecember
#latepost
#naskahkebutan

Senin, 07 Desember 2015

Aka-chan & I ❤

Kali kedua Aka-chan hujan-hujan setelah kemarin terpaksa pulang setengah kuyup bertiga ayah, sehabis makan siang--sepulang menemani bunda piket kantor. Jelang sore tadi berdua bunda saja, menembus gerimis kecil untuk balik ke kantor sebelum bertambah deras. Gimana rasanya, Chagi? Asyik? Dingin? Bunda juga suka kok, hujan-hujanan. ;)

Iyaaa~~ sudah coba-coba ngobrol sama Aka-chan~~ (♡∀♡●) dan rasanya menyenangkan! Sama sekali nggak kagok karena dari dulu aku termasuk orang yang suka ngomong-ngomong sendiri. xD Malah mending, sekarang jadi ada teman ngobrol kapanpun di manapun. Apalagi Aka-chan kan pendengar setianya bunda. Hihihi...

Seeing our Aka-chan~~  Today I officially announce my 3 months old pregnancy. Aka-chan is in good condition and growth. Alhamdulillah...

Jumat pekan lalu aku melakukan USG kedua setelah tanggal 16 Oktober yang nggak memuaskan. Kala itu aku bermaksud untuk memastikan kehamilanku. Apakah aku benar-benar hamil, atau cuma terbawa perasaan saja? Sebelum mengunjungi dokter spesialis kandungan, aku sempat tanya-tanya dulu di klinik BPJS langganan, terutama tentang prosedur layanan kehamilan sampai bersalin.

Melalui keterangan seorang dokter muda yang kebetulan memeriksaku, kuperoleh beberapa kesimpulan:
1. BPJS nggak meng-cover check-up kehamilan atau USG di rumah sakit, kecuali ada gangguan/kelainan (naudzubillah). Jadi meski terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan, tetap akan dikenakan biaya jika melakukan USG si rumah sakit.
2. Klinik BPJS hanya menerima praktik umum. Dipersilakan kontrol kesehatan ibu selama hamil dan mendapat vitamin, namun untuk keterangan lebih detil tetap disarankan mengunjungi dokter spesialis atau bidan.
Ummm... Nemu juga nih, artikel mengenai BPJS Kesehatan yang katanya memberikan pelayanan kehamilan. Sila baca lengkapnya di sini, ya. Tapi yang benar-benar kualami sendiri adalah 2 poin yang di atas tadi.

Kali pertama periksa kehamilan aneh juga sensasinya. Malu-malu senang gimanaa gitu. Mbak dokternya juga mungkin karena masih muda, kayak agak sungkan gitu pas meriksanya. Secara hamil 1 bulan dengan usia janin 2 mingguan mustahil dideteksi mata telanjang. Kami pun pasrah ditanya-tanyai, yang lalu berakhir pada statement beliau, "Baik, Mbaknya sudah telat menstruasi, dan telah melakukan tes urin yang hasilnya positif dengan HTTP 7 September 2015. Berarti kehamilan Mbak sekitar 4 mingguan. Kita tunggu saja perkembangannya, kalau dalam 2-3 bulan ke depan perut Mbaknya mulai membesar, berarti Mbak beneran hamil. Untuk sekarang saya kasih vitamin dulu, ya,"

Errr~ baiklah, siapa sih yang nggak tahu kalau perempuan telat mens berbulan-bulan dan perutnya membuncit itu berarti hamil? Ya walaupun beliaunya nggak sepenuhnya salah juga...ヽ(o`皿′o)ノ

Sepulang dari klinik dengan ending konsul yang awkward, aku mulai rutin minum vitamin yang diberikan, karena rupanya resep yang terdiri dari 3 jenis 'medical candy' berbeda itu adalah kaplet asam folat, kapsul penambah darah, dan tablet mencegah mual--satu-satunya yang diminum sebelum makan.

Beberapa hari setelahnya, aku sudah nggak tahan pengin pergi ke dokter spesialis kandungan untuk mengklarifikasi(?) apakah aku sungguh-sungguh positif hamil melalui USG. Setelah mengumpulkan saran mengenai dokter yang recommended, akhirnya kami memutuskan untuk menjajal konsultasi ke Dr. Anas, S.Pog yang selain bertugas di RSI Hasanah juga membuka praktik di apotek Mojokerto. Hasil pemeriksaan kala itu sampai pada pertumbuhan kantung janin yang kian menebal dan mulai terbentuk. Karena hal tersebut nggak terjadi begitu saja pada setiap wanita, melainkan hanya pada mereka yang telah terbuahi sel telurnya, maka ya, aku positif hamil. Namun karena masih sangat dini, janin belum terbentuk sehingga belum tertangkap sensor USG. Terbukti beberapa minggu berikutnya, Aka-chan yang sudah mulai tumbuh besar dan bisa bertemu ayah bunda. ♥(ノ´∀`)
Is going to 13weeks
Testimoni dari Bunda Imba dan Tantit yang sebelumnya pernah menjadi pasien Dr. Anas, juga Bulek Wati yang pada persalinan Bintang di RSI Hasanah juga ditangani oleh beliau. Apalagi tarifnya terbilang murah. Cukup membayar Rp. 70.000,- sekali datang, pasien dapat berkonsultasi seputar kehamilan sekaligus difasilitasi USG 2D. Selanjutnya Dr. Anas akan memberikan resep obat sesuai dengan kondisi pasien. Dalam kasusku--karena syukur alhamdulillah kehamilanku nggak bermasalah--aku hanya diberikan resep vitamin yang langsung kami tebus di apotek tersebut seharga Rp. 110.000,-. Jadi totalnya nggak sampai dua ratus ribuan, relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan check-up di tempat lain yang bisa mencapai Rp. 350.000,- hingga Rp. 400.000,- per konsultasi, belum termasuk vitamin. Lumayan, kan?

"Rego nggowo rupo" itu pasti. Plus minus itu pasti. Karena relatif murah--jujur--aku merasa kurang puas dengan yang kudapat dari 2x konsultasiku bersama Dr. Anas. Meski perawat tempo hari lebih baik dari perawat yang membantuku pada konsultasi pertama, aku berkeinginan untuk mencoba mengunjungi dokter spesialis kandungan lain demi pengalaman check-up kehamilan yang lebih baik lagi.

Jika kebetulan punya info tentang dokter spesialis kandungan/bidan yang recommended di sekitar daerah Mojokerto kota dengan bujet ramah, please let me know. Sankyuu~ :)

Selasa, 01 Desember 2015

End of Eleventh

Adios, November. Bonjour, December!(人´∀`*)

Time flies absolutely faaast~~ kalau sudah di 'ujung-ujung' begini, pasti kayak baru tersadar. Rasanya kapan hari baru 2015, dan sekarang sudah akan say good bye to this wonderful year. Bagaimana progress tahunannya, gais? Sudah banyak yang checked kah? Atau masih banyak yang belum? Tenang, 30 days still available for you 'till end year. ;)

Awal bulan dua belas, tiga puluh satu hari terakhir jelang tutup tahun ini. Sungguh banyak yang sudah terjadi selama sebelas bulan terakhir. Sebagian tetap tinggal sebagai pelajaran sekaligus kenangan, dan sebagian lainnya--termasuk kamu--adalah bekal berharga yang akan sangat kubutuhkan--kelak--untuk mengarungi hari-hari, minggu-minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun yang terus silih berganti.

Kaleidoskop? Nggak. Belum. Biarlah itu tersimpan sejenak untuk dinikmati kali terakhir. Membuka kembali halaman 1 Januari 2015 di paling depan, mengingat-ingat hal bahagia. Momen-momen berharga yang nggak akan terlupakan. Hanyut bersama permasalahan yang satu per satu muncul dan menyadari sudah berapa jauh kita melangkah menjadi makin bijak dan dewasa dalam menyikapinya. Larut dalam hari-hari berat nan gelap yang dahulu seolah-olah nggak ada akhir. Depresi. Menangis. Lalu menghela napas panjang--toh sekarang semuanya sudah lewat. Mengkaji ulang diary sendiri nggak akan pernah nggak seru. :'D

But first, let me say thanks to my beautiful November, otsukaresama deshita~ doumo arigatou~~ apalah aku tanpanya yang sudah berbaik hati mengizinkanku sampai di bulan ini (ya meski nggak terlalu gemilang, tapi bolehkah menganggapku sukses? Pokoknya terima kasih).
Not a B-cake, they're B-donnuts! 🍩🍩
28 November lalu, suami kecintaanku memperingati hari kelahirannya 27 tahun silam. Cukup banyak juga orang-orang dekat yang hari ulang tahunnya jatuh di Bulan November. Aldino-senpai, Queen Ailsaa, bulek, pakde, mbak sepupu ipar, serta Bro Gigih dan Aracchi--yang kebetulan merayakan ultahnya di tanggal dan malam yang sama. Barakallah, minna...

Berbeda dengan tahun lalu yang penuh dengan persiapan, tahun ini aku nggak menyiapkan apapun untuk ulang tahun Oppa. Berbagai hal terjadi, kesibukan kami, dan terbatasnya waktuku untuk kabur (kejutan kan harus rahasia, ya?) karena tiap hari aku diantar-jemput olehnya, membuatku harus memutar otak untuk--paling nggak-- tetap memberinya sesuatu yang manis. Masa' pasca menikah aku jadi nggak lagi manis seperti semasa gadis? :P I knew I should do better, but at least it was the best thing I cound do for now. :') Ya semoga tahun depan, ketika nanti sudah ada Aka-chan, kami bisa memberikan kebahagiaan yang lebih untuk Ayah Anto. :*
Pucuk FPL. Anggap saja kado ultah. :P


Dan, meski nggak mendapatkan hadiah dariku sejak awal tanggal 28, kejutan manis ternyata sudah menunggu Oppa dari Fantasy Premier League yang biasa ia mainkan. Game simulasi sebagai manager klub sepak bola, yang peringkatnya berganti tiap minggu mengimbangi perkembangan BPL yang juga tiap minggu tayang. Setelah beberapa minggu berstatus newbie alias baru gabung belakangan, si Oppa per 28 November 2015 ini melesat ke peringkat 1 setelah sebelumnya merangkak perlahan hingga posisi 5 besar. Mengalahkan puluhan kawan lain di liga yang sama yang sudah lebih senior dengan jam main lebih lama. He was so happy knowing that news. Maybe it was his birthday present from FPL. xD

Ummm... Oiya, menurut kalender, hari ini merupakan akhir dari week 11, besok sudah akan memasuki week 12 kehamilanku--seminggu jelang penutupan trimester pertama yang alhamdulillah sangat luar biasa. Cepat kan, ya? Rasanya baru kemarin testpack-ku positif, kini Aka-chan sudah mau 3 bulan saja. Rasanya sudah nggak sabar pengin ketemu dan tahu kondisi perkembanganmu, Sayang. :*