Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 April 2020

Rindu Ibu Guru

Telah banyak kisah tercurah
Di sini,
hari-hari penuh kasih kita lalui setiap hari
Tawa, canda, celoteh ria...
Belajar, bermain, tumbuh bersama

Kini,
Jarak memisahkan kita
Demi kebaikan semua
Mari kita menyimpan rindu di rumah saja

Semoga,
akan tiba hari di mana kita dapat berjumpa
Melepas rindu dan segala cerita saat kita berjauh raga

Sampai saat itu,
kami harap anak2 sehat selalu
Tetap giat belajar dan menuntut ilmu

Doa ibu guru selalu beserta anak didik sekalian
Di mana pun kalian berada, Nak
Kami, para ibu guru akan selalu sayang dan terkenang



Guru-guru
TK Pertiwi Kabupaten Mojokerto

Senin, 20 Januari 2020

20/366



Jika waktu bisa kembali, aku akan jadi anak yang lebih baik
Jika waktu bisa kembali, aku akan rukun dengan kakak-kakak dan mematuhi ibu-ayah
Jika waktu bisa kembali, aku akan minta dimandikan setiap hari dan belajar mencuri hati
Jika waktu bisa kembali, akan kulindungi keluargaku alih-alih sembunyi dan lari...
Jika waktu bisa kembali, bisakah aku dilahirkan sebagai manusia saja?

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc202020

Jumat, 31 Maret 2017

Sepeninggal Merah

sedemikian kucintakan kau
sebagaimana kau cintai aku
kuinginkan segala yang terbaik
kiranya kaupun begitu

namun sebaliknya
angin bertiup
ke arah yang tidak kita duga
terpercik
terlahap
bumi hangus
musnah sudah

barangkali yang paling kusesalkan
ialah
kau yang melihat kerapuhan
pada jasad kuat ini
menyadari tangisan
di balik senyum maha lebar
menemukan ragu
dalam untaian keyakinan
jangan tatap lemahku
saat demi dirimu
ku memohon tambahan kekuatan

bolehkah berpisah?
yang ingin kukenang atasmu
bukanlah pedih duka
apalagi dendam kecewa
kuingin bersahabat
sekalipun mendung dalam hatimu kian pekat

Rabu, 15 Februari 2017

Tinggal

sesulit inikah rasanya ingin tinggal?
lebih sakit daripada ditinggalkan
lebih baik jika diacuhkan

entah ke mana pergi hari-hari lalu
seperti ku tak pernah ada di sana
sekalipun...
secuil saja...

aku hanyalah remah-remah kemarin
yang harapku sempat kau nikmati
yang kiranya sedikit dihargai
sebuah "ahh, ternyata rasanya begini saja,"
cukup untuk membuatku tahu
setidaknya kau pernah menoleh ke arahku
dulu

aku yang cuma setitik tanah basah--yang tersangkut pada ujung sepatu
terkibas begitu saja saat kau menghentakkannya,
lalu jatuh entah di mana
sakitku tak pernah kaurasa
dukaku tak pernah ada artinya
bagimu
yang adalah segalaku
bintang di atas bintang
matahari yang paling cemerlang

harus sesulit ini kah bila ku ingin tinggal
di sisimu?
butiran debu di hadapan semesta raya
apakah memang bagimu
diriku tak pernah ada?

aku ingin tinggal...
sebentar lagi
sedikit lagi
mungkin hingga kau paham
akan tiba masaku
leburku dalam temaram...

Rabu, 31 Agustus 2016

Menanti Senja Tak Kunjung Datang

Berlari ku menuju matahari
Tapi tak kutemui
Aku pergi ke ufuk barat
Hanya tampak mendung yang menggeliat

Tiba-tiba kau muncul
Begitu saja, sekejap mata
"Senjamu takkan datang!" teriakmu lantang
Aku menangis
Tak ingin kehilangan apapun
yang sudah kujanjikan pada senja

Petang mengerang
Merutuk kenapa senja tak jadi datang
Ia menyuruhku pergi
Tapi aku tetap menanti
Senja harus tahu aku akan selalu menunggunya
di sini

Aku mencarimu
Kau tak ada di manapun
Terbenam sudah
Tenggelam musnah

Sabtu, 26 April 2014

Tentang Sebuah Janji

Haruskah kisah Aryl dan Ays berakhir di sini? Apakah janji persahabatan yang mereka ikrarkan adalah suatu kebohongan belaka? Kalau memang akan jadi begini akhirnya, seharusnya janji itu tidak pernah terucap! Harusnya ikatan persahabatan itu jangan pernah dibiarkan ada.

Rasa kebersamaan yang menjadi impian bersama sudah terlanjur mengalir dalam nadiku. Entah apa yang akan terjadi kelak, jika aku tidak bisa menghilangkannya dari jalan hidupku. 

Sejujurnya, aku merasa sangat kecewa. Kecewa dengan semua mimpi-mimpiku yang mustahil jadi nyata. Padahal sudah sejauh ini. Sudah tidak mungkin lagi aku membencinya. Seseorang yang telah mengorbankan dirinya untuk membangkitkanku, haruskah dilenyapkan? 


jika menengok dan memandang sisiku 
kau selalu ada di sana 
senyuman aneh di wajahmu itu 
membuatku ingin 
jalan di hadapan kita 
takkan pernah terputus 
oleh masa dan waktu 

kalau ditanya perasaanku yang sesungguhnya, 
bagiku 
kau adalah segala-galanya 
aku menganggapmu bagian dariku 
kau, aku, dan tubuh kita 
menghabiskan hari-hari kita bersama 

daripada diam dan menyimpan semua sendiri 
berbagi tentulah lebih baik 
aku benar-benar tidak ingin 
bunga-bunga musim panas itu jatuh berguguran 
menangisi kepergianmu 
perbedaan cara pandang hidup dan prinsip 
mungkin mengjauhkanmu dariku 

tapi, tahukah kau? 
bahwa di sini ada hati 
yang selalu menanti kepulanganmu? 



Mojokerto, 27 Agustus 2006
R.Ch. Auliya Sari


*sudah berapa tahun usia tulisan ini, ya? nulis-nulis sendiri, malu-malu sendiri. aaaaakk~~ /,\

Senin, 10 Februari 2014

Titik Tik Tik

tiktik tiktik
hujan turun
dingin memerangkap lamun

tiktik tiktik
ia kian deras
airmataku segera terkuras

tiktik tiktik
sedang di mana kamu?
baru berpisah aku sudah rindu

tiktik tiktik
adakah basah?
memikirkanmu aku gelisah

tiktik tiktik
basah hingga teras
suara hatiku tetap tak terbalas

tiktik tiktik
hujan sudah reda
aku pun terlupa

tik tik tik tik
cuma rintik tanpa titik...


http://soundcloud.com/ercehauliyasari/titik-tik-tik


Jumat, 07 Februari 2014

Nadaku Cintaku

hai, nada...
ketika kamu menemukan ini
barangkali pengetahuanmu
akan bertambah satu lagi
satu hal yang mungkin tidak berarti bagimu
tapi amat sangat penting untukku

kamu tahu, nada...
aku belum lama mengenalmu
belum terlalu tahu
seperti apa pribadi lugumu 
aku bahkan tidak berpikir
akan tertarik
pada dimensi lain yang bukan duniaku

lalu kutemukan kamu lain
kamu itu istimewa, nada...
harmonisasi pelangi yang kamu ciptakan
demikian nyata
lonjakan-lonjakan pada senja
yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya
begitu mudah kamu hadirkan ke hadapanku
membuatku percaya
kamu adalah suatu dimensi indah nyata
selain dunia hitamku

bagaimana harus kudeskripsikan dirimu?
seorang pelopor, kah?
motivator?
inspirator?
hmmm...
atau... semuanya?

kamu yang pertama kali
membuatku mengerti
seberapa indah dirimu,
pun aku, yang selalu rendah diri ini
berbekal tutur sapa sederhana berkadar mutiara
kamu seperti bisa memutarbalikkan
segala kesusahanku menjadi
terlihat begitu mudahnya
seperti tiada sesuatu yang sulit di dunia ini
dan tiada sesuatu hal pun 
yang tak mungkin bisa kamu lakukan

nada...
kamu mengajariku semua itu
apa yang sedang kamu telusuri di sini,
kamu pikir ini semua tentang apa?
tentang siapa?

ya, aku tengah membicarakanmu, nada...
memperkenalkanmu kepada duniaku
semesta hitam sederhana
yang sudah lama tercipta
sebelum kamu tiba
dan mengobrak-abrik susunan edarnya
sebelum kamu dan denting innocent-mu itu
memukau kesadaranku
menjadikanku satu dari sekian banyak
not-not berserakan yang kamu lupa
sebaiknya harus diapakan

tapi kamu terlalu bersinar 
dalam kotak kacamu, nada...
kamu sibuk dengan pendarmu
yang memancar ke mana-mana
dan kamu lupa
orang-orang di luar kotak kaca sedang melihatmu
menaruh harapan besarnya padamu
mereka bertanya-tanya
apalagi yang akan kamu tampilkan
untuk menghibur kami?
kami, yang sudah telanjur percaya
bahwa kamu adalah hadiah dari surga

sementara di sudut lain
denting memecah hening
sunyi diporak-porandakan silir angin
maka lihatlah keluar kotak kacamu
sesekali
tengoklah
sudah berapa lama impianku terkubur
di depan pintu masuk kotak kaca itu
kamu tak tahu, bukan?
tak peduli bahkan

tapi itu bukanlah masalah besar, nada…
aku hanya memujamu saja
untuk menyukai dirimu begitu dalam
apalagi sampai mencintai
memangnya hakku?
toh, kamu pun hanya mencintai
dirimu sendiri
oh, ya, denting innocent-mu itu tentu
juga kotak kaca yang selalu menyimpan
kilau-kemilaumu

maka anggap saja
ini hanya celoteh kurang ajar 
oleh seorang hina
tapi, cobalah untuk tidak selalu
berada dalam kotak kaca
seharusnya kamu bisa melihat
dunia-dunia yang berbeda, nada…
kotak kacamu itu hanya senang
menyimpanmu di dalamnya
menciptakan sebuah ilusi
bahwa tidak ada dunia lain yang lebih indah
daripada semesta di dalam sana
sangkaku ia telah merayumu
agar tetap tinggal
dan memainkan tone-tone senada
yang hanya itu-itu saja

ia tidak ingin kamu keluar
dan bertemu denganku
sebab, nada…
barangkali kotak kacamu itu tahu
aku bisa saja menyanyikan lagu apapun
denganmu...
tidak sepertimu yang selama ini
hanya berhasrat
memainkan irama sama yang disukai kotak kaca

jika ada banyak sekali lagu
dan melodi-melodi indah di luar sana
yang akan sangat mungkin
kamu mainkan bersamaku,
mengapa kamu harus berhenti
dan mengikat dirimu pada satu not monotone saja
hanya karena kotak kaca yang meminta?

hahahahahaa…
aku demikian sedih
hingga ingin tergelak saja karenanya
bolehkah kukatakan
hidup ini pilih kasih?
ya mungkin karena kita
tidak berada di semesta yang sama
kamu, nada, hidup dalam kotak kaca
sedang aku berkelana ke mana-mana
dalam irama-irama berbeda
mengapa tak bisa kunyanyikan lagumu?
atau
bolehkah kuminta dentingan putih itu
mengiringi suara hatiku?

wow... lihatlah, nada…
rupanya kini kamu sudah mengetahui banyak
apa aku bicara terlalu banyak?
semoga saja kamu akhirnya
bisa mengerti
atau justru
akan berbalik membenci

nada, maaf…
mohon maafkan aku…
aku sungguh ingin memujamu saja
cuma menyukaimu sedalam yang hatiku bisa
tanpa mencinta

tapi, nada…
rupanya cinta itu sudah ada
ia tercipta begitu saja
ya, bukankah kita pernah menyanyikannya bersama-sama?
sebuah melodi indah
yang mengiringi kepulangan senja 
aku, dan kamu
telah menjadi kita...

Sabtu, 18 Januari 2014

Tanpa(mu)

tanyakan padaku
tak punyakah rasa takut?
punyakah sedih?
adakah kecewa?
tentu saja kumiliki mereka
dulu
saat aku masih memilikimu
saat tatap penuh cintamu
menjadi tempat berpulangku

kaulah pusat dari seluruh rasa
dan asa
raga, hati, serta jiwaku
sudah kau genggam sejak dulu
sejak bibirmu dan milikku bersatu
sejak malam-malamku
tak pernah tanpamu

kini aku bisa apa?
ingiin aku merasakan apa?
seluruh inderaku mati seketika
bersamaan dengan pelukmu
yang kian tiada
hatiku lumpuh
hidup,
tapi tak mampu bernapas bebas
terbatas
yang kulihat hanya bias, pias...


2013 in memoriam ^^

Rabu, 17 Juli 2013

Gothichi

angkasaku hitam
memang kelam adanya
aku tahu
memang itulah duniaku

dunia kecil
dengan kenyamanan tiada tanding
sendiri yang sempurna

di mana salahku?
hingga bulan cemburu
dan membawanya pergi menjauh

namun ketahuilah
di manapun kau berada
engkau adalah langitku satu-satunya
bertemu di surga, ya? :')

Kamis, 27 Juni 2013

Kupu Kupu Kecintaan

apakah kau mengenal kupu2 hitam itu?
yang dulu sering kukisahkan padamu
ia tercantik yang pernah kusaksikan
seumur hidupku
yang paling ingin kulindungi
senyum dan bahagianya
sekaligus menjadi yang paling fana

percayakah kau, dia kembali?

rupanya masih mengingatku di sini
dia ingat hari-hari hujan kami dulu
dan dia menginginkan aku

menurutmu aku harus bagaimana?

ini mengingatkanku pada
penantian indah Sleeping Beauty
ketika sang pangeran ramalan
datang untuk menjemputnya

apakah dia kembali untuk mengajakku

bertualang bersamanya?

senang sekali kalau memang begitu

karena aku bersumpah
menukarkan sisa hidupku
agar bisa melihatnya kembali
akan kulakukan apapun 
agar aku bisa berada 
di sisinya lagi

apapun!
sekalipun itu berarti aku harus 

kehilangan matahari
bukan masalah
aku bahkan tidak peduli
sembilan atau sepuluh matahari pun
sanggup aku beri
tapi jangan bohong bahwa dia pulang
hanya untuk bermain api

kau boleh bilang hatiku buta

tentu saja, cintaku untuknya 
membuat dunia murka
tapi aku tanpanya tak lain hanya
seonggok bunga kristal retak
yang sepi
yang sekilas tampak hidup 
namun jiwanya mati

aku rela menggadaikan semuanya

pada setan, pada iblis
pada neraka yang terus menawar 
harga hatiku
jika mereka bisa membantuku 
memberinya bahagia
aku akan sepenuhnya percaya
pada hades, pada ursula,
pada medusa
yang berani menjanjikanku hatinya
aku bersedia jadi debu,
jadi buih,
jadi apapun
asal aku bisa memiliki sakitnya,
lukanya,
sedihnya,
marahnya,
dendamnya,
kecewanya,
putus-asanya,
kecul-hatinya,
semua yang mungkin merenggut
senyum indah dari pribadi 
penuh pesona itu

aku sungguh cinta kamu, kupu-kupu... 

Minggu, 16 Juni 2013

Langit Mendung

kecil
rapuh
tak berdaya
tak bisa hidup tanpanya
itu aku

selalu berpura-pura kuat
pura-pura hebat
karena airmata ini
ku tak ingin seorang pun melihat
dan mengira dia jahat

dia tidak jahat
dia hanya berusaha kuat
berusaha agar dimengerti
berusaha menyimpan perihnya sendiri

akulah yang bodoh
akulah yang tidak peka
akulah yang mungkin tidak pantas
mendapat cintanya

tapi cintaku masih di sini
cintaku tidak akan pernah bisa pergi
darinya
dari airmatanya
dari lara hatinya

menangislah sayang,
tapi aku ingin kita bersama
aku ingin untuk tetap percaya
bahwa langit mendung kita
juga akan jadi indah



Kamis, 13 Juni 2013

Secangkir Hujan

nyata kutemui rasa sakit
kala dingin merengkuhku dalam dekapnya
kurasakan perih ini kian mengiris
mengiringi serpihan hujan 
yang membaurkan kenangan 

aku telah melihat sepi yang kau nikmati

tak dapatkah kau percaya ?
sekali saja...
sungguh,
alih-alih aroma kopi hitam yang mengepul 
memburamkan ingatan,
yang ku hidu setiap rindu 
adalah wangi lembut tubuhmu 
serta harum nafasmu 

seharusnya hujan ini 

mampu menyampaikan semuanya 
segala rasa 
tentang rindu 
tentang dinginku tanpamu 
dan harapku akan cinta hangat darimu 
tapi sayangnya ia bisu 

dan langit boleh saja menangis semaunya 

asal kau membagi suhu tubuhmu 
aku tidak akan apa-apa 
kita akan segera melihat pelangi bersama 
membagi warna-warninya 
meleburnya dalam cangkir-cangkir kopi kita



Minggu, 09 Juni 2013

'oppachagi' CDC

aku mengenal genggaman tangan itu
mengingat betul setiap lekuk jemari
merekam jelas hangat yang tercipta
dalam sudut kecil hatiku

aku mengenal bayangan itu
bayangan sosok yang selalu kurindu
bayangan yang melahirkan haru 
satu-satunya di dunia ini
yang melenyapkan raguku

aku jatuh cinta
pada tawa lepas dari sudut bibirmu
bibir yang membuatku candu
aku jatuh cinta 
pada setiap kebersamaan kita
pada perbincangan kala senja 
pada kelakar-kelakar 
pada dentingan gitar 
pada besarnya mimpi yang kau perlihatkan 
tanpa syarat 
tanpa terikat

aku mencintaimu begitu saja
begitu membuka mata dan 
dirimu lah segalanya
aku merindukanmu tak peduli waktu
persetan yang lain meragu
yang ku tahu 
aku hanya menginginkanmu
di sini
di sisiku...



Minggu, 26 Mei 2013

Asa

Bukan buta,
pupil & kornea masih bercinta dg sempurna
bukan bisu,
lidah, gigi, serta pita suara masih riang beradu

namun meski hati hingga lelah menggapai,
pelita itu tetap dilindung temaram
desahan itu demikian dalam tersaput kelam

tertawa
kering
terjerat
rusak
berandai-andai
tertepis
bercumbu
kelu...

Aku mati bersama dekapmu...

Senandung Rindu

dingin ini demikian eratnya memelukku
hendak kau bawa ke mana angan-anganku pergi ?
aku hanya punya satu mimpi
dan aku bercita-cita akan melihat mimpi itu lagi
bersamamu

tapi langit senja sudah jauh berpulang
menyisakan tiupan sepi
yang menyelimuti hati
dan aku tak tahu
yang ingin kulihat esok
adalah dirimu yang amat kucinta saat ini
atau
kisah kebersamaan kita
di masa mendatang ?

aku tak tahu
mengapa aku tersesat sejauh ini
hanya karena wangi aroma tubuhmu
aku tak tahu
apa bagusnya jika kupu-kupu cantik sepertimu
mau menerima hatiku,
bunga kristal yang dingin lagi beku

aku tak tahu
apakah langkah kita akan selalu seirama ?
akankah detak jantung kita
sudah saling tersinkron
satu sama lain ?

aku tak tahu
dan
tak mau tahu
apapun
yang hanya akan membuatku berpikir
bahwa langit sengaja mencipta jarak
antara ku denganmu

aku sungguh tidak tahu
mengapa mencintaimu seperti ini
tapi aku pasti takkan mau tahu
akan jadi apa aku tanpamu
karena
kita selalu bersama, kan ?



Melodi

Aku berlagu
Yang sajaknya berisikan namamu
Aku bersenandung
Yang nadanya kuselaraskan dengan detak jantungku
Dan jantungmu

Kulabuhkan cintaku di situ
Di antara bait-bait lagu
Di dalam nafas-nafas irama
Karena pada nyata akan sulit kulihat
Mana cinta
Mana obsesiku untuk memiliki hatimu

Logikaku sudah lelah untuk mengerti
Untuk apa aku hidup jika tak bisa bersamamu ?
Melihatmu yang tampak ragu
Akan kesanggupanmu untuk menjaga
dan membahagiakanku

Hei, tak perlu kau risaukan itu, sayang
Cukup kau ada di sini
Maka aku takkan berharap apapun lagi
Takdir ini
Yang mengembalikanmu padaku
Adalah hal paling indah yang mau kupahami

Kau bersamaku
Maka itu cukup
Aku takkan meminta apapun lagi
Pada dentingan bintang
Pada harmonisasi warna pelangi
Pada melodi mimpi sekalipun

Selamanya kita akan menyanyikan lagu yang sama
Cinta ini lagu hidup kita...

Isak Hujan

aku sudah tidak ingat lagi
apa yg harus aku tangisi sampai seperti ini
hanya saja rasanya hati ini demikian sakit sekali
dan
aku tidak perlu apapun
kecuali airmata
diiringi langit yg turut berduka
sama sepertiku

aku hanya ingin menangis
sebentar saja

kenapa ?

mungkin aku tengah menangisi hatiku yg sekarat
aku menangisi jiwaku yg tergadai
dan takdirku yg menolak kebebasan

semua prahara mengendap jd satu
semua beban yg berserikat
mereka mengikatku kuat2
dalam tubuh sederhana ini

maka apalagi yg kubisa ?

selain berusaha mendongak
dan bermimpi menggapai matahari
yg jauhnya melampaui usia hidupku

apa artinya itu tidak mungkin ?

tidak, jika kau tetap tidak mau melepasku pergi
dari dunia terkutuk ini
dari dulu hingga kini tak ada satu pun yg berubah !
pelaku tetaplah seorang pendosa
dg hati2 lemah sebagai korbannya
mungkin itu aku !
mungkin jg aku ingin kenyataan yg seperti itu
yg seperti kisah dongeng iming2mu

apa tangisku sudah akan berhenti
ketika tulisan ini tamat ?
siapa yg tahu
kau...
aku...
langit...
surga...

tidak ada !


semuanya cuma ilusi
cuma fatamorgana
cuma mimpi untuk terbangun
dan malam untuk mentari esok hari