Tampilkan postingan dengan label Progress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Progress. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 September 2017

WALK ON

Jadi, sudah berapa banyak bayimu di-bully oleh sekitar hanya karena lebih memilih tenang-tenang saja perihal progress tumbuh kembangnya?

Sudah berapa kamu galau terganggu dengan pikiran-pikiran: "kok anakku belum bisa gini, ya?" "kapan si baby bakal bisa kayak anak lain gitu?"

"Aris wis iso nyonggo gulu? Putune pak erte wis iso digendong ngarep,"
"Sudah bisa tengkurap, belum? Hayo dulu si xx usia segini sudah pinter tengkurap dan balik sendiri," "Belum bisa duduk sendiri, kah? Berapa bulan sekarang?"
"Aris ini emang nggak merangkak apa gimana? Kok malah berenang-renang di lantai."
"Jangan ngerangkak terus dong, dek. Itu temennya sudah jalan semua!"
"Masih dipegangin aja, sih? Nggak malu sama dedeknya yang 9 bulan sudah bisa jalan?"
 "15 bulan? Anaknya belakang rumah 16 bulan sudah pinter lari-larian sejak umur 10 bulan, dan sekarang sudah lancar ngomong."
Aku dan Aris sudah kenyaaaangg~~ makan bully-an dan alhamdulillah cukup bisa rasional meski sesekali galau. Dari awal memang sudah pasang mindset bahwa setiap insan itu unik. Setiap bayi itu spesial, nggak sama. Nggak bisa dan jangan disama-samain potensial dan progress tumbuh kembangnya.

Buncah bahagia dan haru berdesakan dalam dada, ketika tawa lepas, sorak sorai, ditambah tepuk tangan meriah mengiringi langkah-langkah kaki kecil Aris Cimbul menapak. Jejak. Berlepas tangan. Seorang diri. Anak lelaki kecintaanku akhirnya mampu berjalan di atas kaki dan kemauannya sendiri.
Perdana di rumah mbah uti,
disaksikan bunda, ayah, dan Tante Putri.
Senang? Tentu. Bahagia? Pasti. Lega karena sudah lepas dari gunjingan karena bayinya terlambat dan belum bisa apa-apa dibandingkan bayi-bayi lain seusianya?

Nope.

Aris belum berjalan sendiri pun nggak akan menyurutkan cinta kasih kami padanya. Tapi dengan ia sudah bisa berjalan, maka semakin kemandirian akan mudah ia raih. Aris yang sudah pintar melakukan berbagai macam hal sendiri, niscaya akan lebih mandiri, karena dengan berjalan ia akan lebih mampu melakukan hal-hal yang semasa merangkak belum bisa ia lakukan.

Dengan berjalan Aris bisa menyamai langkah-langkah kaki ayah dan bunda, bahkan mengejar. Aris bisa melangkah-langkahi barang-barang dan mainan yang menghalangi jalan tanpa perlu menyingkirkannya lagi. Aris juga makin mahir menaiki tangga menuju ke lantai atas, atau berjalan ke pintu depan untuk membukakan pintu bagi orang yang datang--tanpa perlu merangkak lagi... Aris bisa menjangkau benda-benda lebih jauh dari sebelumnya, lebih tinggi dari sebelumnya. Aris bisa mencari dan menemukan bunda yang nggak ada di kamar ketika Aris bangun tidur, mengikuti bunda ke dapur, bahkan menyusul masuk ke kamar mandi... Tanpa harus berkotor-kotor dengan merangkak. Itu semua karena kini Aris sudah bisa berjalan sendiri.

Bunda selalu sayang  dan bangga dengan apapun keadaan Aris sekarang, dan di masa mendatang. Nggak perlu dengarkan omongan orang lain yang nggak tahu kebenaran sejatinya. Cukup dengarkan, dan buktikan, bahwa meski tanpa bantuan dari siapapun Aris akan selalu percaya diri dan Allah selalu menyertai.

Terimakasih, sudah singgah dalam rahim bunda.


Peluk cium cinta,
Bunda.

Selasa, 29 Agustus 2017

Link Me

Hai~ ひさしぶり だ ね~~

Midnite belum bisa tidur jadilah ubek-ubek google belajar bikin link untuk support lapak. Sekarang lagi musim apa-apa tinggal 'klik' doang sih, yaa... Jadi kudu apdet dan belajar lagi juga, kan...

So, these are my links:
My WhatsApp http://bit.ly/KontakRicchan
Meet My BBM http://bit.ly/ChatRicchan 
Nggak susah sih, bikinnya. Cuma harus sabar aja dan super hati-hati biar nggak typo di script-nya.
Dicoba dulu, deh.

じゃ~~

ーーーーーーーーーー

It failed, guys... T^T dunno why but the links didn't work well, not connect either. Semacam harus di-direct share dari bitly.com-nya gitu. Nggak paham juga, deh. T3T

Barangkali ada yang fasih dalam hal ini dan bisa bantu, would you like to help me, please? Thank you~~

Senin, 26 Oktober 2015

Audio Book Massal untuk Difabel Netra

The volunteers
Jelang Sumpah Pemuda 28 Oktober lusa nanti, aktivis @BrailleJogja menggelar event membaca dan merekam cerpen untuk kemudian dibuat Audio Book, atas dasar kepedulian terhadap muda-mudi penyandang difabel netra Indonesia. Info mengenai event ini kudapat dari seorang kawan alumni #KampusFiksi13 yang sudah 'punya nama' dan terkenal getol sekali dalam kegiatan sukarelawan (a.k.a nomor urut 21 ^^). Segera saja via sms kudaftarkan namaku--Ricchan Auliya (urutan 34)--meski awalnya agak-agak nggak yakin. Tapi tetap bismillah, lah...

Alhamdulillah, nggak lama dapat sms konfirmasi tentang keikutsertaanku. Been registered. Senang, exited, campur deg-degan, pasalnya ini kali pertama aku berkontribusi dalam kegiatan sosial semacam ini. Betapa tugas negara yang nggak main-main. Kudu fokus dan penuh tanggung jawab, apalagi urusannya dengan banyak pihak lain.

Cerpen yang rencananya akan kubawakan nanti berjudul "Langgam Urbana" karya Beni Setia yang sebelumnya pernah diterbitkan oleh Kompas. Berkategori umum, cerpen ini panjangnya sekitar 4 halaman kertas A4 dengan durasi baca kira-kira 16 menitan. Sejujurnya pengin sekali membacakan cerpen-cerpen legend karya Seno Gumiar Ajidarma seperti "Sepotong Senja untuk Pacarku" atau "Rembulan dalam Cappuccino", namun sayang karena tanggal 25 kemarin baru dapat kabar dan cek email, aku sudah tertinggal jauh oleh relawan-relawan lain yang sudah mulai pilih-pilih judul sejak tanggal 23 Oktober lalu, belum lagi yang juga hadir di Technical Meeting langsung di Jogja, Hari Minggu kemarin. Barak'an gitu... Siapa cepat dia yang dapat (cerpen favorit). Ow, syit! ╥﹏╥

Pas buka website, lihat-lihat daftar cerpen, pikirku, "Wah, asyik, nih. Sudah disediakan, tinggal pilih, nggak perlu browsing sendiri." Eh, ternyata... Di-klik-klik sedemikianpun percuma; "sudah terpilih", begitu keterangannya. Tersisa hanya beberapa saja--memang bukan keinginan--tapi masih mending lah, dibanding harus membacakan cerpen genre anak-anak, aku kurang pede. Maka terpilihlah "Langgam Urbana" ini. *plokplokplok*

Selain buah karya Beni dan Seno, juga ada "Antara Kau dan Aku"-nya Tere Liye, pun cerpen-cerpen lain hasil tangan para penulis kawakan, sebutlah Agus Noor, Puthut EA, Arswendo Atmowiloto, dan masih banyak lagi (yang aku nggak tahu) turut meramaikan event sosial ini dengan karya-karya abadi mereka. Di antaranya kebanyakan adalah cerpen sastra, terlihat sekali dari nama-nama penulisnya. Mungkin cerpen yang 'lebih ringan' masuk dalam kategori anak-anak.

Deadline pengumpulan hasil rekaman maksimal besok malam, sementara aku baru saja mendapatkan naskahnya sore ini. Dasar DL-er! My bad... (×_×;)

Well, doakan supaya aku sukses dengan misi amal ini, ya! Insyaa Allah, hasilnya akan kuposting di sini juga. Segera. Bismillah~~ gambarimasu~

Jumat, 07 Agustus 2015

Road to #KampusFiksi13 : Tiket Kereta Api Tut-tut-tut

Erceha go to Yogyakarta!! ☆*:.。. o(≧▽≦)o .。.:*☆

Berdasarkan file "ALAMAT DAN PENJEMPUTAN" yang di-email-kan redaksi Diva Press pada calon peserta #KampusFiksi, destinasi penjemputan yang ditentukan antara lain:
1. Bandara Adisucipto
2. Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Yogyakarta (Tugu)
3. Terminal Jombor dan Terminal Giwangan

Penjemputan FREE termasuk makan, penginapan, dan segala macam tetek-bengek selama karantina di Yogya. Jadi minus transport dari rumah saja yang tetap ditanggung peserta.

Namanya salaaah~~ :'<
Lalu aku? Perihal event ini sudah kuberitahukan pada oppa sebelum kami menikah dan sejak saat itu dia sudah berniat untuk ikut menemani. Syukur alhamdulillah terealisasi saat kami sudah sah menjadi suami-istri. Sudah nggak ragu-ragu lagi, deh. :Dv

Kami memutuskan untuk naik kereta api. Naik pesawat? Hell no! Naik bus? Kapan sampainya? I'm not in the mood to take any bus. Just not my favorite. :/ Sempat tanya ke teman-teman yang biasa jalan ke Yogya, baiknya ambil kereta apa yang tarifnya paling hemat. Ada yang menyarankan kami memilih KA Sancaka yang berdestinasi St. Tugu, beberapa yang lain cenderung mem-vote opsi KA yang turun di St. Lempuyangan dari segi ekonominya.

Jadi semua KA yang melewati jalur St. Lempuyangan adalah KA ekonomi, sedangkan KA bisnis dan eksekutif melalui rute St. Tugu. Tapiii~~ perbedaan tarifnya ituu lhooo~~ Σ(゜ロ゜;)

No doubt, kami segera memesan dua tiket KA Logawa dengan jadwal keberangkatan Hari Jumat tanggal 28 Agustus 2015 pukul 09:56am dari St. Mojokerto yang diperkirakan tiba di St. Lempuyangan pukul 02:41pm. Karena menurut rule, kami harus sudah sampai di Yogyakarta maksimal pukul 11pm. Ogah ambil resiko telat, dan memang cuma KA ini saja yang sangat sesuai dengan berbagai macam kondisi kamii~~ *dunanges deh*

Hari ini sudah selesai ngeprint Surat Pernyataan dan bikin daftar pertanyaan seputar permasalahan dalam menulis. Tapi scanner di kantor rusak. Entah ini mau scan Surat Pernyataan dan KTP-nya di mana... Masa' ya mau maksa difoto? Disuruh men-scan malah difoto doangan? Eh, tapi boleh juga idenya. *dikeplak* :(

Anw, Happy Jumat Mubarok, minna~~ Kisumi~ :*

Selasa, 04 Agustus 2015

Road to #KampusFiksi13 : Newborn August

Hello, August!

Hari keempat bulan delapan hadir. Begitu kalender baru dibuka, rangkaian acara dan kegiatan seolah berebut untuk direalisasikan. Apa saja rencana di bulan baru ini?

1 Agustus 2015, senja weekend kulewatkan bersama oppa, ibuk, dan keluarga oppa di rumah Krian. Tanpa banyak rencana, tahu-tahu ibuk menyampaikan keinginannya mengunjungi keluarga besan. And yah, it was a beautiful sunset, meski ada tragedi si ibuk kesasar.

pas acara keluarga
Buk Mudah dan Buk Iit menjamu kami dengan baik. Sambil mengobrol macam-macam, kami bertiga disuguhi pangsit mie ayam dengan porsi yang bagiku tetap super banyak meski selalu enyak. Selepas sholat maghrib ibuk akhirnya minta diri (karena ada jadwal show lagi), aku dan oppa juga pamit nggak lama kemudian karena kami berencana mampir ke stasiun dulu sebelum pulang. Tapi sayang, loket pemesanan tiket sudah tutup, cuma dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore saja. :(

Esok paginya minus Iis ditambah Tantit, dengan nebeng mobil Oom Rozi, kami menghadiri arisan keluarga di kediaman Mbah Yah dan Pakde Yono dkk di daerah Embong Malang, Surabaya. Kali pertama oppa ikut kumpul-kumpul family-branch ini. Garis keturunan dari orangtua kandung Mbah Buk, means buyut kami.

To be honest, I didn't get interest with the people. Dunno, just not one of my kind. Never feel that I'm one of them, except my direct fams of Mbah Buk-Mbak Bapak. Harusnya nggak boleh pilih kasih gitu, ya? Demo shikatanai ne~

Pulangnya kami mampir ke Masjid Agung Al-Akbar karena ibuk dan Bulek Wiwin belum sholat dzuhur. Sembari menunggu aku, oppa, dan Tantit mencoba naik ke menara masjid untuk kali pertama. Bertamasya mata menikmati elok pemandangan dari ketinggian. Masyaa Allah... What a wonderful experience it was! xD
Aku mendapat pencerahan(?) bahwa setelah kegiatan minggu pertama di Surabaya ini, besar kemungkinan minggu depan kami akan kemari lagi dengan tujuan berbeda; Minggu, 9 Agustus mendatang jadwalnya iring-iring lamaran Mas Dizar dan Mbak Ria, setelah Sabtu tanggal 8-nya memenuhi undangan resepsi pernikahan Widhi dan Kiki di Lamongan. Sugoi desu ne? Sedangkan minggu ketiga adalah giliranku piket kantor setelah paginya berpartisipasi jalan santai RW, dan saat minggu kelima aku sudah akan berada di Jogja. Hahaha~~ semoga nggak terjadi apa-apa di minggu keempat yang memang jatahnya goler-goler.
。・゚゚・(>д<;)・゚゚・。

Senin, 3 Agustus. Rutinitas kantor berjalan seperti biasa. Minggu ketiga pasca libur lebaran, hawa malas masih belum juga hilang, tapi pekerjaan sudah kembali semengalir semula. *mulet* Optik mengabari bahwa kacamata pesananku sudah jadi dan bisa diambil. Diantar oppa aku putar-putar Optik Modern,  Stasiun Mojokerto untuk pesan tiket kereta (meski gagal karena KTP oppa ketinggalan), dan TOP Steak&Milk sebagai venue makan siang kami.

pantes, nggak?
Ngomong-ngomong, kacamata Gino Armani tersebut selain dalam rangka ujicoba klaim BPJS, juga sebagai persiapan keberangkatanku ke Yogyakarta, memenuhi undangan Kampus Fiksi angkatan ketigabelas. Kami ke stasiun juga demi alasan serupa. Jangan sampai kehabisan tiket KA Logawa Mojokerto-Lempuyangan, yang akan membawa kami ke tujuan. Just can't wait 'till August 28th to take off. /,\

Kabar diterimanya aku sebagai calon bimbingan Kampus Fiksi memang sudah cukup lama. Eto~ sejak awal tahun? Jadwal keberangkatan semula Bulan Maret, lalu diundur Mei, dan baru benar-benar fix akhir Agustus ini. Alhamdulillah banget, dong! Jadi bisa pergi bareng suami sembari honeymoon. *ehh* *maunya* Apa kabar kalau berangkatnya sebelum itu? Bisa-bisa nggak dapat ijin pergi, kan. >_<

Senja Selasa ini mendung. Dan belum juga dapat kabar lanjutan dari event #30HariKotakuBercerita. Kinda dissappointed 'cause I've been so excited to participacing. :(

See you another day still in August! 

Jumat, 26 Juni 2015

google.com/+RicchanAuliya

Hai haiii~~ 
Welcome to my Rumah Singgah Kucing Hitam with its newest email ever: ercehauliyasari@gmail.com *plokplokplok* Berkenaan dengan itu, akun Google+ ku juga ikut berubah. Sesuai keinginanku sih, tapi jadi sepi... :'( Hikshiks (Why? Read here)

Sudah cukup lama berlalu sejak blog ini turut berganti author, tapi baru akhir-akhir ini saja aku sempat men-sync-kannya dengan Google+ bahkan still can't believe I could get my former ID+RicchanAuliya yeii! :)) 
akhirnyaaa~~
Honestly, dari sejak awal bikin akun Google+ pasca pindah alamat email dengan terdaftarkannya alamat email baruku, sudah terpikir akan mengganti ID-nya sekalian. Soalnya pas di ryeongllya@gmail.com dulu langsung bisa, langsung dapat otomatis (kayaknya). Tapi yang ini enggak. Sudah sering coba utak-atik setting-annya, belum berhasil juga.

Karena sesuatu sudah ada masanya sendiri-sendiri, hingga kemudian pikiranku teralihkan dan lupa, tahu-tahu dapat notifikasi dari Google, it wanted me to agreed and take the +RicchanAuliya ID. Sangar, kan?  xD 

Sempat ragu dan penginnya pakai ID 'ercehauliyasari' saja, etapi itunya(?) nggak mau di-rename. :/ Akhirnya daripada nggak di-accept, lalu suatu saat 'RicchanAuliya'-nya terlanjur dipakai orang lain, kan syedih sekali. And yah, it's always great of being myself however, and could get back my old ID like it did made for only me. ^^

Semacam de javu, namun barangkali nggak akan sama dengan yang sebelumnya. Anw, I can say it was a one kind of accomplishment of mine. Hehehe... Biar sajalah diriku sedikit bersenang-senang atasnya. *norak* :Dv

Selamat ber-Jumat mubarok! Selamat berbahagia... Kiss~kiss~ :*

Senin, 04 Mei 2015

Save The Date!

Our Wedding Invitation has done... (●♡∀♡)

Alhamdulillah, wa syukurillah... Nggak henti-hentinya aku berterimakasih sama Allah. Perlahan tapi pasti dan terkendali, persiapan-persiapan kami satu per satu mulai membuahkan hasil yang baik. I'm a perfectionist, jadi kebayang bagaimana pusingnya menentukan semua hal hingga ke detil terkecil, demi kelancaran pernikahan kami kelak. 

Dikarenakan keterbatasan waktu dan tenaga, kami mempercayakan bagian-bagian krusial kepada ahlinya, dalam hal ini Wedding Organizer dan pihak percetakan. Intinya menganut prinsip ekonomi: dengan bujet seminim mungkin semoga kami bisa mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Huahahahahaa... *keplak*

Minimalis Nasionalis, demikian menurutku konsep yang kami usung. Sederhana dengan sentuhan kekeluargaan, karena tentunya kami akan banyak melibatkan orang-orang terdekat. Sama-sama berasal dari keluarga besar, kelak pasti akan muncul keberagaman selera dan budaya. Maka kami putuskan untuk menyeragamkan semua aspek sesuai Bhineka Tunggal Ika. Mulai dari ijab-kabul, prosesi Temu Manten (eh, yang ini nuansa Jawa-Muslim ding), kostum, menu makanan, hingga dekorasi semuanya akan serba 'Indonesia' tanpa mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lain. *tepuk tangan*

Oom Fir sangat berjasa mengenalkan kami pada Pak Eli Yuwono selaku Wedding Organizer, sedangkan desain dan cetak undangan kami pasrahkan kepada percetakan belakang rumah yang sangat sabar dalam melayani kecerewetan kami pun ekonomis sekali biayanya. x)) 

Sadar nggak punya banyak waktu, kala itu aku dan Oppa bergegas menindak persiapan serba-mepet kami. Actually we both didn't have any special request -kartu undangan misalnya- dibantu ibuk yang membawakan berkardus-kardus contoh undangan dari Pak Parlan -sang empunya percetakan belakang rumah- kami segera menemukan yang sekiranya sreg di hati.

Selembar kartu undangan berseri Adam125 warna cokelat keemasan ini menjadi pilihan kami. Selain bernuansa natural dengan ornamen unik tapi tidak berlebihan, bentuknya yang sesimpel tiga lipatan saja (Oppa benci dengan packaging kartu undangan yang terlalu ribet dan membingungkan untuk dibuka/dibaca) tampak sederhana dan praktis. Semua space pada undangan ini Inshaa Allah nggak ada yang sia-sia. Semuanya berguna: terdapat perincian mengenai penyelenggaraan akad dan resepsi, penggalan QS. Ar-rum, juga kutipan doa Nabi Muhammad SAW untuk pernikahan putrinya. Apalagi di bagian belakang kartu sudah tersedia space yang lega, yang memang akan kami gunakan untuk peta lokasi. Padat, sarat manfaat, kan? ;)

April 2015 bisa jadi bulan paling capek dalam sejarah hidupku. Demi keberhasilan Mei ini, aku, Oppa, ibuk, dan banyak pihak lain harus rela waktu istirahatnya tergadai, menggunakannya untuk merampungkan ketidaksempurnaan persiapan di sana-sini:
The map. Venue-nya gampil, kok.
1. Booking venue
2. Fix katering dan dekorasi
3. Kartu undangan
4. Souvenir dan stiker
5. Suguhan/konsumsi
6. Kru
7. Kebersihan
8. Teknis
9. Lain-lain

Phew~~ ( p_q)

Aku tahu serewel apa diriku, jadi setiap sebelum/sesudah mengutarakan request selalu kutambahkan, "...ini jadinya dibeginikan bisa kan, Pak? Maaf ya, Pak. Jenengan yang sabar punya klien yang cerewet kayak saya." Hahaha...

Tapi kata (sejumlah) orang, aku ini termasuk yang nggak rewel-rewel amat, masih banyak oknum yang jauh lebih ngeselin daripada aku dalam hal pilih-pilih. Hehhe... Sebut saja soal menu katering, detil dekorasi, bahkan custom undangan. Pak Eli dan Pak Parlan mengiyakan.
"Sampean niki tasih mending, Mbak. Sing luwih cerewet lan ngribeti daripada sampean wonten. Kulo sampe ampun-ampun." LOL
Perihal tamu undangan juga nggak kalah memusingkan. Secara baik aku maupun Kak Anto sama-sama berkeluarga besar, belum lagi sanak kerabat dari keluarga ayah-ibuk, Mbak Bapak-Mbah Buk, juga Mbah Nawawi dkk. Double combo! x_X

Sempat terjadi perselisihan antaraku dan ibuk. Selain keluarga besar, saudara, kerabat, dan tetangga, ibuk juga ingin mengundang rekan kerja, serta teman-teman bersosialisasinya. Bukannya aku nggak punya teman-temanku sendiri untuk diundang, kan... :/ Teman sekolah, teman main, teman komunitas, rekan kerja, dll. Belum teman-temannya Oppa juga. *ketip-ketip*

Tapi mungkin salah satu keuntungan berjodoh dengan teman sendiri adalah teman-teman kami yang mayoritas sama. xP Teman dia adalah temanku, temanku juga temannya dia. Hemat, deh!

Maksud hati ingin berbagi kebahagiaan dengan semua orang yang kami kenal, apa daya keterbatasan tidak mengijinkan. :( Atas nama Riza Chanifa Auliya Sari dan Chairul Dwi Cahyanto yang akan segera melangsungkan hajat, kami mohon doa restu. Saling sambung harapan baik selalu. :* :*

Rabu, 22 April 2015

Been Engaged

Alhamdulillah, 30 hari pasca lamaran, sekitar tiga mingguan lagi acara besar kami akan dihelat. Umm... Since it's a right time, I'm going to share about our engagement on 22nd of March 2015.

It was Sunday. We'd meet on 10:00 AM. Mulanya Kak Anto bilang kemungkinan siap sampai rumah jam sebelasan, tapi saking gugupnya mereka malah kepagian! Dia dan keluarganya sudah rapi sejak jam sembilan pagi. Malahan keluargaku yang belum beres. -___-"

Disaranai dua buah mobil yang salah satunya lebih mirip bus mini, Kak Anto sekeluarga (besar) tiba di Jalan Dieng III No.14, kediamanku. Beriringan membawa bermacam-macam peningset/seserahan yang memang dibawakan oleh pihak laki-laki untuk pihak perempuan sebagai syarat lamaran.

Peningset/seserahan versi kami antara lain:
1. Seperangkat alat sholat lengkap. Terdiri dari Al-Qur'an, mukenah, sajadah, dan tasbih.
2. Set kebaya dan high-heels, untuk dikenakan saat akad nikah.
3. Set busana semi-formal. Terdiri dari night-dress, celana panjang, dan sepatu. That white-thing is actually a wedding obi of my kebaya (tapi 'nyemplung' di basket ini). LOL
4. Girl's needs such as: make up set, hair-treatment set, sikat-pasta gigi (kayaknya 'tercemplung' juga, hehe), tas, and a box of watch as my special request. *^_^*
5. Peralatan mandi, sleepwear, dan parfum.
6. Lain-lain, seperti buah-buahan, kue-kue, aneka jajanan pasar, bahkan sembako! :Dv


Barangkali nggak semua sepakat dengan keseluruhan peningset/seserahan versi kami. Nggak ada pakem pasti mengenai rincian item yang harus disertakan dalam peningset sebagaimana banyaknya paham di masyarakat kita yang berbudaya. Namun kami meyakini, seperangkat seserahan tersebut haruslah yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak berlandaskan tulus ikhlas. *tsaaah* Jadi pihak laki-laki nggak akan merasa keberatan, pun pihak wanita akan puas dengan 'pemberian' pasangan.

Kabar baiknya, sebagian besar isi dari keranjang-keranjang peningset tersebut memang didasarkan atas seleraku. Beberapa dibeli sendiri olehku dan Kak Anto, ada juga yang merupakan sumbangsih dari (calon) mamah mertua dan saudara-saudara. Hehehe... ;)
My mom, his mom, and him -my beloved one
Mengenai prosesi lamaran kami sendiri, agaknya sedikit berbeda dan nyleneh dari yang lain. Nggak seperti prosesi lamaran kebanyakan, kami nggak melalui tahapan 'saling mengunjungi keluarga calon pasangan' sebelum lamaran resmi, pun tanpa kegiatan 'membalas lamaran' ke pihak laki-laki. Penyerahan pengingsetnya juga sengaja disertakan sekalian, jadi pas akad nikah nanti sudah 'bersih'. Kami hanya akan melakukan ijab-kabul dan penyerahan mahar/mas kawin saja.

Singkat, sederhana, dan sesuai dengan keinginan kami. :))

Selasa, 07 April 2015

Welcome to "ERCEHAULIYASARI"

Sepanjang hari ini berlalu dengan sendu. Mendung sejak pagi dan mulai turun hujan menjelang siang. Hingga detik ini. Sampai-sampai membuatku galau, lalu memutuskan melahirkan sebuah akun gmail lagi. Semoga ini yang terakhir. >,<

Alamat blog ini memang ercehauliyasari.blogspot.com tapi email induknya adalah ryeongllya@gmail.com yang belakangan gatal sekali pengin kuganti. Maksudku biar sekali-sekali aku punya sebuah email yang nggenah, begitu. Sekaligus biar sama semuanya, meski agak sayang juga meninggalkan akun sebelah yang viewersnya sudah lumayan banyak. :'(

Berikut daftar email saya:
1. angelicevil@rocketmail.com
2. ryeongllya@gmail.com
3. ryeongllyarch@gmail.com (yang ini sedang dalam upaya penonaktifan)
4. ercehauliyasari@gmail.com

Sebenarnya ada lagi beberapa ymail lain juga sih, tapi lupa semua alamat beserta password-nya. Ehehehe...

Berkaitan hal ini, move-on jadi gampang-gampang-susah. Pasalnya selain si akun gmail sebelah sudah cukup eksis dari segi circle, semua aplikasi Akaharu didaftarkan berdasarkan gmail tersebut, lengkap dengan fitur +google-nya. Huhuhuuu... :( Yaaa~~ if you know what I mean~~

Maka setelah menimbang-nimbang bibit-bebet-bobotnya *halahh* Bismillahirrahmanirrahiiim... I've moved. *plokplokplok* Karena baru di-action menjelang sore hari, kan takutnya nggak keburu jam tutup kantor (maklum, fakir wi-fi, LOL). Tapi alhamdulillah proses pemindahannya sukses, meski sebelumnya sempat sekali gagal sync. *nangis darah* Sewaktu mengecek Playstore, aku benar-benar lega karena aplikasi yang terpasang di Akaharu ternyata sudah menempel dengan sendirinya pada akun baru ini. Atau memang begitu cuma akunya saja yang nggak tahu? :P

Mmm... Nggak ada maksud lain. Murni ingin meluruskan hidup. *ceileh* 'ryeong' pada 'ryeongllya' merujuk pada saranghaneun SJ oppa; Kim Ryeowook. *ehhem* Maklumlah, si anak kemarin sore ini (mengaku) sudah nggak labil lagi. Jadi cuma pengin menyebutkan namanya sendiri dalam setiap akun sosialnya. Hahaha...

Jadi, tetap dukung aku, ya! \( ^0^ )/ *bungkuk*

Sabtu, 21 Maret 2015

The Last 21

Malam minggu terakhir sebagai seorang single. :P Muehehehe...

Weekend ini akan jadi salah satu weekend bersejarah dalam hidupku, karena yah, tomorrow I will be engaged with my lover. ^///^

22 Maret, bertepatan dengan ulang tahunku ke-24 (ouch, I've been that mature already, LOL) aku dan Kak Anto Inshaa Allah akan melangsungkan prosesi lamaran kami. Memang sudah direncanakan sejak tahun lalu, sempat begitu dinanti (dan masih), sekarang tahu-tahu sudah H-1 saja. Nggak terasa gitu, ujug-ujug sudah besok. Keluarga kami akan bertemu, sekaligus melanjutkan pembicaraan tentang pernikahan kami pada bulan lima mendatang. *degdeg*

Iya, deg-degan. Kalau kemarin-kemarin aku masih cenderung nyantai, tapi nggak kupungkiri semakin ke sini sudah mulai makin terasa mulas dan deg-degannya. Still can't help but just let it go with the flow, nggak inginlah terlalu diburu cemas tentang bagaimana besok. Daripada terburu-buru dan jadi nggak fokus pada persiapan sekarang, ya mending menenangkan diri sendiri dengan berdoa and keep positive thinking. :))

Postingan ini pun dalam rangka menerapi hatiku agar kian siap. Selain persiapan lain-lain yang 'terlihat', persiapan batinku juga tetap harus diperhatikan. xP Bala bantuan datang dari sepupu tersayang, Noi, yang sudah tiba di rumah sejak dzuhur dengan membawa macam-macam buah tangan yang pastinya sangat berguna. Om Iin beserta Tante Nik dan Dek Iman menyusul nggak lama kemudian, sekitar ashar. Untung rumah sudah mulai terlihat rapi meski masih sedikit terlihat chaos di sana-sini. However, acara beres-beres juga masih terus berlanjut.

Menjelang pukul delapan, sepulang dari Tante Wati, tahu-tahu banyak orang berkumpul di rumah. Saudara-saudara mampir, melihat-lihat proses renovasi rumah yang termasuk salah satu bagian dari persiapan kami. Senang sih, dan agak-agak surprised. Ini baru malamnya sudah ramai begini, gimana besok pas hari-H? /,\

Sebenarnya pengin banget bertemu Kak Anto, sekadar membagi gugup *halah sayangnya dia sudah ke rumah duluan sebelum aku sampai. Keselisipan jalan. :( Ya nggak apa-apa sih, kan besok pagi juga ketemu. Huahahahaha... Dia memang cuma mampir sebentar dari perjalanannya hunting sepatu, untuk besok katanya. ;)

Happy (last) 10th month annivesary, Darl. See you tomorrow on our engagement day. :*

Jumat, 09 Mei 2014

Kembali Singgah

Senja lagi-lagi basah. Lagi-lagi juga Aryl melupakan jas hujannya di rumah. Untuk apa? Pikirnya. Toh, tadi pagi cerah sekali. :(

Sudah lewat beberapa belas menit dari jam pulang kerja dan gadis itu masih belum berkesempatan untuk pulang menembus derasnya hujan. Ya, masih terlalu deras. Sebentar lagi lah, minimal sampai tulisan ini selesai dan terposting

Aryl memandangi layar monitor yang memperlihatkan halaman sebuah blog pribadi miliknya. Setelah beberapa waktu lalu merubah satu kata pada judul blog tersebut, Aryl rupanya tak yakin dan kembali ingin menggantinya seperti semula. Dari 'Rumah Senja Kucing Hitam' menjadi 'Rumah Singgah Kucing Hitam' persis seperti saat blog tersebut dibuat. 
before
after
Sesuatu seperti 'singgah' sering diibaratkan layaknya sebuah pertemuan singkat yang rentan dengan perpisahan. Sebuah perjalanan yang kita tidak tahu akan berujung ke mana, dan terlibat dengan siapa saja. Bisa jadi itu adalah perjalanan yang biasa saja. Bisa jadi ada tawa dan duka di sana. Cinta? Barangkali juga. Tapi siapa yang berani memastikan akan berakhir dengan 'bahagia selamanya'? 

Lelah sudah Aryl menjalani hari demi hari. Tanggal, bulan, tahun datang silih berganti. Memang banyak yang berdatangan dalam hidupnya. Sebagian tinggal, tapi tidak sedikit juga yang pergi. Dan kenapa yang ia cintai justru harus termasuk dalam list mereka yang pergi? Kenapa mereka yang tinggal tidak kunjung bisa menggantikan kepergian cintanya?

Cinta yang singgah sementara, lalu pergi lagi untuk melanjutkan kisahnya sendiri. Apa sedikitpun tidak berarti? Semacam delusi, begitu? Tidak salah. Manusia memang cenderung hanya mau mengerti apa yang ingin mereka mengerti. Jika itu adalah sesuatu yang berbeda dengan pemikiran awalnya, maka itu salah. Tidak seperti itu. Yang sesuai dengan keinginanku-lah yang benar!

Senja ini pun sebenar-benarnya lukisan alam yang memperlihatkan keangkuhan matahari, sekaligus tidak menafikan kelemahannya. Matahari boleh jadi semega-meganya, yang paling benderang seantero angkasa. Tapi bisa apa ia saat malam tiba? Bulan dan bintang gemintang akan tetap terbit menggantikan tugasnya di kehitaman malam. 

Maka singgahlah. Kau boleh pergi karena sejatinya hatimu bebas berekspresi. Lalu saat kau sudah kalah oleh lelah, pulanglah. Pintu (hati)-ku selalu terbuka lebar untukmu. :))

Sabtu, 26 April 2014

Singgah Pada Senja

Selamat sore!

Mojokerto lagi-lagi dirundung hujan. Terlebih ini hanya beberapa saat saja sebelum jam kerjaku berakhir. Selalu begini. Tahu kan, aku membenci jas hujan? Lebih baik aku menunggu hingga hujan mereda, lalu bolehlah, bergerimis kecil menikmati senja dalam perjalanan pulang ke rumah.

Adakah yang berbeda? Iya, judul blog ini seharusnya 'Rumah Singgah Kucing Hitam' adaptasi dari blog gagalku sebelumnya 'Tempat Singgah Kucing Hitam'. Lalu belakangan kusadari, kenapa harus 'singgah'? Filosofi-nya akan jadi: "suatu kedatangan yang mungkin akan berpamitan kembali", bukan begitu? Dan aku sama bencinya dengan segala hal bernuansa perpisahan. No! :(

Maka aku berpikir untuk mencari padanan kata lain menggantikan 'singgah' itu. Kemudian terlintas, kenapa tidak 'senja' saja? Toh, aku sangat menyukai senja. Dan jadilah, saat ini yang terbaca olehmu pasti judul blog-ku yang berubah menjadi 'Rumah Senja Kucing Hitam'. Bagaimana menurutmu?
Pertimbanganku menggunakan istilah 'senja' salah satunya adalah karena senja sering diibaratkan sebagai "tujuan kepulangan terakhir seseorang". Seperti aku yang selalu berpulang ke rumah selesai bekerja tepat ketika senja datang. Dan bagiku senja selalu indah dan damai sekali rasanya. Tidakkah kau juga berpikir begitu?

Tapi, memang sedang kupikir-pikir lagi bagaimana baiknya. Apakah sudah pas dengan 'Rumah Senja Kucing Hitam' yang sekarang ini, atau aku harus mengembalikannya menjadi 'Rumah Singgah Kucing Hitam' seperti semula? Karena bagaimanapun 'Rumah Singgah' lebih enak dibaca daripada 'Rumah Senja', sih. :| Ahh... aku jadi bingung sendiri. Mungkin sementara begini dulu saja lah.

Selamat menikmati senja(dan hujanmu)!

Minggu, 26 Mei 2013

Once again

Assalamu'alaikum..
Good night.. Konbanwa.. Annyeong haseyo... :)

Ahh, feels so weird anyway. It's the first time I try to write a blog again after so long. This is my second blog after http://angelicevillynx.blogspot.com/ I don't know why but i couldn't use it anymore. And that explains why the hell i made this one. Hehehehe... :P


Mmmm... Now, what should i write down here ? Whatever it is it all comes and started from my heart. So please read, enjoy, and be friends. ^^




Sincerely,

RCH