Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

The Cahyantos' Day Out

おつかれさま でした。。。

Alhamdulillah... Seneng banget seharian ini... Sebelum curhat mau kasih selamat dulu untuk kemanten anyar: Ica dan Fikar--teman SMA sekaligus rekan ngopi beberapa tahun terakhir, meski makin ke sini sudah makin jarang ngopi bareng lagi--yang kemarin sudah ijab kabul dan siang tadi menggelar resepsi pernikahan (mewah). Selamat berbulan madu dan berbahagia.
The Cahyantos❤
Lalu kepada komunitas Bigreds Mojokerto (aka Kopites Mojokerto) happy 1st anniversary--kalau Kopites-nya sudah anniv kelima, ya. Alhamdulillah tahun lalu sudah official--meski aku belum member Bigreds aku selamanya member KM. Hahaha--semoga selalu guyub dan makin sukses ke depannya, makin femes juga.

Allahumma aamiiin...

Jadi oleh sebab events di atas, hari ini kami bertiga ngeluyur seharian. Dari pagi siap-siap kondangan ke resepsi Ica-Fikar, berangkat dari rumah jam 10:30 nyampe lokasi sekitar jam sebelasan. Sudah janjian sama Elza dan Irene (Gigih dan Henry berhalangan hadir) untuk datang bareng jam segituan, tapi rupanya aku absen paling awal.

Elza dan Anggi tiba pas aku sedang incip air mancur(?) cokelat. Saling tukar kabar, lalu memutuskan untuk menikmati hidangan duluan sambil nunggu Irene dkk. Ketemu teman-teman seangkatan: Ardik, Meita, Rosa, Yulia, Diana, Hayu, Maya, Laili, Galuh, dan Liza--junior di SMA yang sama.
#timnyonya
Karena Irene dkk molor banget dan para bumil (Elza dan Ny. Inaw) mulai resah, jadilah personil seadanya naik kuade untuk foto bareng duluan. Eh, nggak lama yang ditungguin datang. Kita sempat foto-foto bareng sebelum akhirnya pamit masing-masing karena hari sudah siang. Cimbul pun sudah mulai rewel karena ngantuk.
Cimbul with Aunty Irene
Otewe parkiran masih sama kayak pas datang; penuh sesak dan panas. T_T Mana pakai dress dan high heels yang nggak biasa dipakai. Huhuhuu... Jalan Raya Jabon juga masih padat merayap meski nggak sampai macet, dan alhamdulillah kami berhasil tiba di rumah dengan selamat dan kelelahan.

Ba'da maghrib aku sudah mengkondisikan(?) kami untuk segera cuss ke lokasi nobar, masih sama di Wako Surodinawan. Kami berangkat kecepetan sih, tapi ternyata si ayah ngajak mampir dulu di alun-alun. Pemanasan biar Aris lihat banyak orang lalu-lalang sebelum nanti berbaur dengan banyak orang komunitas. :)
My world💞
As expected we arrived in time. Belum kick-off, masih sempat bertukar sapa dan tanya kabar dengan rekan kopites after a long looooooongg time back then. Kangen banget euforia kala masih aktif nyuport dan ngechant. Sekarang sudah nggak kayak dulu lagi. Regu koor untuk ngechant sudah berkurang banyak, apalagi sudah nggak sebebas dulu untuk nyanyi sambil teriak-teriak. Hahaha... Pardon us. Tapi yah, di situlah esensi dan estetikanya. *tsah*

Tetap pakai jersey kebanggaan, tetap berhijab, dan macak sesuai status apalagi bawa baby. Alhamdulillah, Cimbulnya cukup kooperatif dan anteng selama 2x45 menit pertandingan. Suka banget sama ekspresi terheran-heran Aris ngeliat banyak orang kumpul pakaian serupa dan emosinya pun sama! Lalu nangis pas semua serentak teriak "GOOOLL!!" tiap kali The Reds cetak angka. Kaget gitu dia. Hahaha...

It was sooo FUN. Bisa melakukan kegiatan yang disuka. Meski status sudah jadi istri dan ibu, aku masih tetaplah aku yang dulu--yang suka dengan hal-hal kecintaanku sendiri. Bersyukur sekali punya pasangan yang ngertiin dan support hobi istrinya (it was me yang ngenalin chagiya ke Kopites Mojokerto dan ajak nobar, not the opposite). Asyik juga kalau kelak Aris Cimbul bisa mewarisi apa yang kami gemari. Hihihi...

#YNWA

Sabtu, 24 September 2016

Perfect Saturdate

Just attended to Iwan&Rya's wedding party in Raden Wijaya Hotel, catched up with baes, got nice pictures with them. Happy Wedding, Cong! Next time ketemu lagi kita ngopbar sambil bawa anak masing-masing, yee~ Amean Part II. Hihihi...

Terakhir ketemuan sama ini couple di Panties Pizza pas traktiran ultahnya Boss Henri (awal Juni, H min sepekan lairan--hamil 39w lebih--hehe). Bersamaan Elza-Anggi nikah mereka tunangan, dan alhamdulillah dilancarkan terus sampai hari H ini.

Tercatat member grup WA "Amean" yang notabene adalah geng ngopi ala-ala kita (est.2013 lah) aku dan Naw saling undang. Janjian datang bareng-bareng yang lain (Irene-Dito, Elza-Anggi, Icca-Fikar, Gigih, Kusnadi, Sembix-Atta, Ryan, dkk dll--ternyata Inaw kenal banyak sama 'arek-arek' juga. Such an impressive!) karena tadinya agak nggak yakin jangan-jangan nggak ada yang dikenal. Syukurlah kami sempat kumpul-kumpul dulu; bertukar kabar, ngobrol, foto-foto wefie!

Kelar jam 9an, aku dan kakbeb langsung cuss Wako Surodinawan menghadiri nobar Liverpool vs Hull City--dengan masih berkostum pasca buwuh. xD Untung couple set kami warnanya merah! Malu~ tapi 'demi' ya, karena ini kali pertamaku kembali ke ranah pernobar-bolaan mendukung tim merahku. #ynwa #kgmd

Tumbenan kakbeb inisiatif orderin black coffee yang--thanks God--rasanya indah banget. The first basic coffee of mine after my pregnancy. Kangeeen deh~~ bahagia itu sederhana.

FT: 5-1 Liverpool wins!!

Masyaallah~ malam ini cemerlang sekali. (((anak gimana anak)))

Minggu, 05 Juni 2016

Closingan

Marhaban Yaa Ramadhan... Selamat datang bulan suci Ramadhan. Selamat kembali berjumpa, bulan penuh rahmat dan berkah serta dibuka lebarnya pintu-pintu ampunan. Semoga kita selalu menjadi yang berbahagia menyambut hadirnya 30 hari indah sarat ibadah ini. Allahumma aamiiin...

Barusan pulang dari closingan bareng sobat Amean, bertepatan dengan syukuran ultah abang ganteng kita, Henry. Barakallah ye, Bang... Tiap tahun bolehlah diadakan kembali acara makan-makannya. Hihihi(ΦωΦ)#timgratisan

Kali ini sekalian incip kuliner baru di Jalan Majapahit (kompleks MIP, ex Nav Karaoke) Panties Pizza, yang konon sudah famous di kota-kota besar dan Mojokerto adalah cabang kesekian. Mumpung masih dalam promo buy 1 get 1 free khusus bagi para follower Instagram @pantiespizzamojokerto sejak tanggal 3 Juni lalu dan berakhir hari ini.

Pizza berukuran medium dipotong 4 dengan beraneka pilihan rasa. Untungnya karena beli banyak, kami berkesempatan mencicipi hampir semua jenis pizza. Sebut saja Pizza Dorman, Pizza President, Pizza Broadway, Pizza Chick O Cheese, Pizza Choco-cheese, serta beberapa yang entah apa nama dan macam isiannya. :P Pokoknya tadi sempat cobain yang isi sosis, keju, jamur, daging cincang, ayam-keju, beef-keju, dan campuran di antaranya. And they were not too bad even quite good untuk jenis pizza berbungkus roti (isian, bukan topping) dengan harga relatif ekonomis dibandingkan pizza sebelah, meski yah, kelas rasanya juga jelas beda lah. :'D Tersedia juga bermacam-macam beverages dan rasanya pun lumayan. Hanya sayang antrian kasirnya benar-benar luar biasa panjang mengular (mungkin karena masih dalam suasana grand opening). Jarak antara satu meja dengan meja lain terkesan sempit dan kurang private. Plus there is no mayonaise and enough tissue for all. (´・ω・`)

Anw, apa itu closingan? Menurut muda-mudi kekinian closingan terdiri dari kata dalam Bahasa Inggris closing(close) dan imbuhan dalam -an dalam Bahasa Indonesia, yang bila digabung maka maksudnya ialah 'penutupan'. Iya, penutupan. Segala yang dilakukan kali terakhir untuk kemudian rehat sejenak menghormati suasana Bulan Ramadhan. Manis, kan?

Pro dan kontra, sih. I mean ada saja yang berpendapat ini semacam pemuasan sesaat demi 'puasa' selama jangka waktu tertentu, dan akan dilakukan kembali bila sudah tiba saatnya. Do you get what I say? It is like useless shit for them. Tapi bagi yang kontra macam diriku, ya ini memang salah satu bentuk pelampiasan. But I know I do it for something bigger. Siapa tahu nggak akan ada 'lain kali' dan aku hanya bisa melakukan apa yang kuinginkan tersebut sekarang. I never wanna miss a thing. Don't wanna regret anything I wouldn't do.

Let's say. Kapan lagi aku bisa kumpul bareng sejawat dalam formasi nyaris lengkap begini? Di usia kehamilanku yang kian matang? Mumpung ada kesempatan. Minggu depan Baby R sudah akan memasuki minggu ke-39, aku (se)harusnya sudah benar-benar off dan fokus pada persiapan persalinan. Nggak akan ada waktu lagi untuk memikirkan yang lain, sesuatu yang sangat sepele seperti sekadar ngopi bareng atau kongkow berlama-lama. And I knew that it's gonna be happen 'till I'd have raised my child and stay at home for couple months without outgoing society.

Kapan lagi aku bisa menghadiri makan-makan gratis? *ehh* Kapan lagi aku bisa bebas pergi ke mana-mana sendiri? Tanpa merasa bersalah makan beberapa potong pizza berlumur saus pedas, tanpa merasa berdosa pulang malam jam berapapun yang kumau? Tidak peduli sudah berapa jam lamanya kuhabiskan waktu di luar rumah tanpa beban?

Adalah kesadaran yang menjadikannya penting. Sangat penting memiliki kesadaran untuk mengontrol diri sendiri melakukan/tidak melakukan sesuatu dan bertanggungjawab atasnya. Rasanya nggak perlu lah berdebat tentang apa yang seharusnya dan nggak harus dilakukan oleh oranglain. Yang penting diri sendiri dulu. Sudah melakukan yang benar, belum? Kenapa harus riweh mengurusi apa yang dilakukan/tidak dilakukan oranglain selama itu nggak mengganggumu? Mau mereka closingan atau tidak, mau mereka memuas-muaskan diri berhore-ria atau menyiapkan diri untuk jamaah sholat tarawih di masjid, itu urusan pribadi masing-masing. Siapa tahu mereka yang melakukan closingan makin mantap dan kusyu' ibadahnya karena sudah merasa puas nggak ada beban. Sementara yang lain--mungkin ya--mungkin di tengah-tengah ibadahnya masih kepikiran sesuatu. Merasa ganjil seperti ada yang kurang dan ingin dilakukan--entah apa. Sekali lagi, mungkin. Nggak semua manusia tingkat keimanannya sama dan bisa dipukul rata. Yang sungguh-sungguh niat ingsun beribadah tanpa ganggu gugat juga banyak, kok. Yang masih 100% istiqomah jamaah tarawih di masjid jelas cukup banyak, meski yang menyempatkan berburu kebutuhan lebaran di toko-toko dengan harus mengorbankan jam maghrib/isya', pun nggak sedikit. Ada.

Ingat, habluminallah-habluminnannaas. Ada hubungan baik dengan Tuhan, dan ada hubungan baik antar manusia. Berusaha memperbaiki diri sendiri dulu baru membantu perbaikan diri oranglain tanpa paksaan. Hidup itu indah selama bisa menghormati dan toleransi terhadap sesama. Jangan suka bikin segala sesuatu yang (sebenarnya) mudah jadi sulit, ahh.

Omongan ngawur penghujung weekend.

Rabu, 04 Mei 2016

Wednesday Weekend

It's Wednesday! Harinya kontrol si jabang bayi~~ Alhamdulillah, semua lancar jaya. Bangun pagi tepat waktu, nggak buru-buru. Antrian loket puskesmas aman, begitu pula di ruang tunggu periksa KIA dan loket obat. Ketemu 2 orang teman kelas TPG dulu, Mbak Yuli dan Ina yang perutnya sudah tampak membesar. Usia kehamilan mereka berkisar 5-6 bulan. Wow! Para 'senior' kami pasti banyak yang sudah melahirkan. And next month is going to be my turn. ^^

Pas diperiksa si baby lagi-lagi ngusilin Bidan Yuanita dengan salto dan guling-guling, begitu akan dicek detak jantungnya. Lucu gitu. >w< Setelah 'berusaha' mencari posisi yang pas, via doppler dag-dig-dug jantungnya Baby R terdengar timbul-tenggelam, padahal posisi doppler-nya sudah benar. Sebentar-sebentar bunyi keras, memelan, terus senyap. Lalu muncul lagi nyaring. Hihihi... Dasar anak ayah! Belum lahir aja sudah tengil begitu. xD

Bb naik, diameter(?) perut bertambah, sedangkan tensi ngedrop banget. :( Dibilang kurang istirahat. Semacam kecapekan, kepikiran, atau susah tidur. Indikasi pertama dan kedua bisa jadi, tapi yang terakhir nggak mungkin. Aku kan ngebo banget kalau soal tidur (dan makan). :P Keluhannya tetap kaki kram, akhir-akhir ini frekuensinya makin sering. Lalu mulai mbesesek kata bu bidan, efek rahim yang kian membesar mendorong diafragma, jadinya bikin sesak nafas. Normal saja untuk bumil, makanya jangan tidur telentang. Utamakan miring ke kiri, atau pindah hadap ke kanan. Bantal kepala ditinggikan. Hahaha noted!
My pregnancy progress
Akhirnya dapat juga info tentang prosedur peminjaman pompa ASI di puskesmas. Persyaratannya mudah: cukup menyerahkan fotokopi KTP dan KK (khusus warga kota) maka berhak meminjam set pompa ASI selama 6 bulan lamanya. Lumayan kan, cukup untuk menunda sampai bisa beli sendiri. Hehehe... Gimanapun niat untuk ASI eksklusif harus terealisasi demi tumbuh kembang Baby R yang sempurna. #prinsip *aku setrong*

Hari ini paket belanjaan barang-barang si baby datang lagi. Ternyata banyak juga dan semuanya lucuk maksimal! (≧▽≦) Yang paliiing bikin hepi adalah barang sesuai dengan ekspektasi--di samping fakta indah that all of them are in the lowest price plus free shipping. How lucky~~ Orang-orang pada iri bin nggumun kok ya nemu yang model-model begitu. Hihihi... Perjuangannya, dong! *emak-emak banget* Overall I proudly give 4 to 5 stars. ★★★★☆ Thanks a lot, @Shopee_ID next time mau banget belanja lagi kalau ada event dan promo yang pas. :Dv

Well, hari ini nggak jadi pulang awal seperti perkiraan teman-teman kantor. But it's okay, I've enjoyed almost this whole day. Nanti malam mau benar-benar nyantai. Mumpung besok dan lusa ada 2 tanggal merah, si ayah mau ngajak ke rumah Krian, biar bisa istirahat tenang katanya. ^^ Bagi yang lain mungkin ini adalah Rabu rasa Sabtu, apalagi awal dari golden week. Tapi entah gimana jadinya liburan panjangku besok. Nggak berharap terlalu banyak di tengah situasi saat ini. Que sera sera~ dinikmati wae lah~


Oiya! (((mau sekalian numpang curcol)))
Kemarin pulang kerja dijemput sissy. Kami yang sudah cukup lama nggak jalan bareng memutuskan untuk menghabiskan sore dengan ber-window shopping (alias cari promo di swalayan), lalu sehabis magriban, bertiga Tantit kami menjajal venue baru di Jl. Majapahit sekalian makan malam dan cari angin. ;)

Pink Mango Cafe&Eatery berlokasi di daerah Kranggan dengan nuansa pinky nan eyecatching ini sayangnya jauh banget dari asumsi awal kami. Layout-nya sih cakep dan unyu sekali, but not for the foods and beverages. They are totally awful. :(
Girls nite out
Kami memesan 3 mangkuk Pink Miso ala Jepang, masing-masing segelas black tea, greentea, dan chocomilk yang juga--katanya--kudapan khas dari berbagai negara tertentu. Foto? Nggak sempat mengabadikan saking lapar dan sedihnya melihat pesanan kami begitu mereka terhidang di meja. Ngenes. Nggak tega. It was like, "Seriously!? What are these shits?"

Yup! Harga yang dibanderol, ilustrasi daftar menu, dan kenyataan hidangan yang tersaji nggak kompare blas. Jatuhnya high price for very low quality and quantity. x( Kami merasa tertipu. Alhasil kami bertiga mendumel sepanjang acara kongkow cantik itu, yang untungnya sedikit tertolong dengan jepretan foto-foto yang lumayan dan koneksi wifinya cukup memadai.

Merasa nggak terlalu puas dengan pesanan pertama, aku dan Tantit mencoba memesan menu makanan lain selagi minuman kami belum tandas seluruhnya. Pilihan kami jatuh pada udang goreng, usus ayam goreng, dan semacam fish ball ala Taiwan--yang semakin menjatuhkan penilaian kami alih-alih memperbaiki kesan sebelumnya. Enough. I must say that this venue wasn't my type nor a good culinary stop as it said. Kecuali yang ngajak ke sana yang traktirin. Ehehehehe... (´`;)
(((sekian saja curcolnya)))


So, happy golden week everyone! Kalau ada yang mau ngajakin akika jalan-jalan boleh banget, kok. *karepe dewe*

Selasa, 26 April 2016

Outing Day

Thanks to kram kaki kiri yang membangunkanku tepat waktu. Istirahat semalaman yang meski sangat kurang dari 8 jam, ternyata cukup untuk mengembalikan energiku setelah hampir seharian kemarin beredar di luar rumah.

Perdana aku nugas ke luar kantor. Diutus pak bos mewakili ikut pelatihan koperasi bertajuk "Managemen Resiko untuk Koperasi Syariah" di Gedung Busro--katanya--Jombang. Karena lokasi di kota sebelah dan acara cuma sampai sore, aku mengiyakan. Setengah hari Gata membantuku menyiapkan berkas dan kelengkapan apa saja yang perlu dibawa.

Jam 6 lewat sedikit aku cuss diantar Kak Anto. Kami pede saja langsung jalan meski belum pernah tahu lokasinya. Asal ada Google Map insyaallah aman. Hihihi... Melewati alun-alun Mojoagung yang dekat dengan RSB Inna tempatku biasa USG. Ternyata lumayan jauh juga dengan arus lalu lintas padat lancar ala pagi weekdays. Jam 7 kami sudah menemukan Jl. Soekarno-Hatta, tapi sama sekali nggak menjumpai gedung yang dimaksud. Sampai terlewat Jl. Gusdur (ex Jl. Merdeka) kami makin yakin kalau kebablasan. Kak Anto segera putar balik, kembali memasuki Jl. Soeharno-Hatta. Aku mengenali pom bensin di perempatan Soehat-A. Yani (lokasi pelatihan ibuk dulu). Sementara dia isi bensin, aku mencoba hubungi CP-nya, Pak Syamsul. Berkat instruksi beliau, kami sadar sudah melewati venue berkali-kali. Gedung Busro alias Hotel Yusro. Alamak!

Aku memantapkan langkah menuju aula acara, sementara Kak Anto langsung balik badan. Alhamdulillah, semuanya lancar. Berkenalan dengan Mbak Mutia, Mbak Titin, dan Nurul yang sudah lebih dulu datang dari kota masing-masing.

Di luar dugaan, meski pembukaannya molor, acara pelatihan ini justru selesai sejam lebih awal dari jadwal. Mungkin Allah memang berkenan mendukung rencanaku yang ingin mampir memeriksakan kandungan ke RSB Inna, mumpung sekalian lewat Mojoagung.

Sayangnya jam setengah 5 kami tiba di sana, Dr. Samidjan belum datang. Kami terpaksa menunggu hampir 2 jam untuk bertemu beliau. Beruntung penantian dan perjalanan kami terbayar dengan kabar baik tentang calon bayi kami. Insyaallah jenis kelamin nggak diragukan. Letaknya sudah menuju panggul dari yang sebelumnya melintang. Nggak terlihat tanda-tanda 'kalung usus' seperti yang pernah disebutkan. Pun bbj yang normal dan sehat. Masyaallah~~ bersyukur banget. Paling yang agak kami sesalkan ialah print warnanya pas eror, nggak mau nyetak. Sudah begitu Baby R lagi-lagi nutupin wajahnya pakai tangan, jadi cukup sulit memvisualisasikannya. And then daripada mubazir (toh nggak kelihatan muka si baby juga) aku setuju agar foto USG kali ini diprint hitam-putih. -___-"

Well, aku tahu Kak Anto capek antar-jemput Mojokerto-Jombang plus di Mojoagung nunggu dokter lama, tapi dia meluluskan keinginanku untuk meet up manteman ngopi. Jadi sekali jalan kami mampir ke rumah Irene lalu cuss bareng ke RnR cafe. Sayangnya peserta kali ini sedikit sekali: berempat aku, Kak Anto, Irene, dan Ica yang kami jumpai di parkiran.

Capek, lapar. Aku memesan apapun sesukaku dan sungguh-sungguh menikmatinya sembari mengobrolkan banyak hal dengan kawan-kawan. What a perfect day!

Senin, 28 Desember 2015

Injury Time

Nite! I wrote this when I was watching "Another" and "Sherlock Holmes" yang sayangnya macet di tengah jalan lantaran para peserta nobar berguguran oleh kantuk yang menumpuk.

Busy Monday as it had to be, setelah Golden Week yang hanya dihabiskan di rumah saja, menemani suami. Pas adek lanang datang Hari Kamis sore dan balik Malang tadi pagi. Harus kuakui, liburan kali ini dananya nyaris zero. Jatahnya sudah all out untuk plesir kami sekeluarga ke Jember dua minggu lalu. Belum lagi tagihan belanja online yang totalnya hampir 1.000k! T__T Kelak harus bisa lebih me-manage porsi keuangan lebih baik lagi nih, kalau nggak pengin liburannya stuck di tempat kayak gini.

Tapi tetap bersyukur. Even wasn't a great holiday, but we had a quite good time together. Namanya 'Rizky' ada saja peluang rezeki untuknya selama pulang. Alhamdulillah...

Di sore kepulangannya aku sengaja membeli sekotak es krim Magnum mini edisi Honeycomb Crunch untuk dimakan serumah ramai-ramai. Di waktu luang Oppa mengajak cowok Malang itu main PS dan ngenet bareng tanpa melupakan kewajiban ibadah dan istirahat. Kami menghabiskan banyak waktu untuk nonton dan ber-quality time di rumah.
Nggak kerasa banget si bungsu sudah kelas akhir SMA, sebentar lagi UAN, kelulusan, dan akan jadi mahasiswa. Alhamdulillah, dia bilang pengin lanjut studi di Malang, perkara mau di universitas mana dan jurusan apa terserah, pokok kalau bisa negeri--bukan swasta. Kepulangan kali ini pun sambil mempersiapkan berkas persyaratan untuk BIDIK MISI. Minta doa untuk keberhasilan si adek, boleh, Minna. :')

Maka di malam terakhir sebelum Rizky balik, Oppa berinistif mengajaknya menjajal main sepatu roda di alun-alun. As we knew, mainan(?) itu sedang hits di kalangan adek-adek perumahan kekinian. Nggak hanya beredar di lingkungan terdekat, tapi sudah menjangkiti banyak kampung dan perumahan di kota ini. Nah, saat beberapa bocah bersepatu roda riuh melintas di jalan depan rumah--menarik perhatian kami--Oppa kontan menanyainya apa ia pernah mencoba bersepatu roda, dan ketika jawabannya negatif Oppa lantas mengajak kami untuk jalan-jalan ke alun-alun dan menyewa beberapa.

Tanpa Iis, berempat kami berangkat sekitar pukul 7 malam. Alun-alun begitu ramai dikunjungi pada weekend yang udaranya gerah. Cocok untuk cari angin. Ibuk yang memang sudah lama nggak menjamah alun-alun menyatakan kekagumannya pada pertumbuhan zaman. Kini alun-alun nggak lagi membosankan dan kumuh, namun menjelma asri, atraktif, dan cukup menarik.

Motor-motor mini beraneka tipe dikendarai anak-anak usia SD bersliweran di sekitar kami yang menuju lapak in-line-skate. Menyewa 2 pasang masing-masing untuk Rizky dan Oppa. Ya, Oppa bilang akan mengajari adik iparnya itu sampai bisa 'berjalan' dengan benar (karena berharap bisa meluncur terlalu jauh). Aku menyarankan untuk melatih keseimbangan di rumput dulu--agar lebih mudah--sebelum turun ke arena. Optimis, karena beberapa bulan lalu aku berhasil berjalan sendiri dengan kaki bersepatu-rodaku, kan?

Sekitar pukul 9 malam akhirnya kami sepakat untuk pulang. Rizky dan Oppa sudah bermandikan peluh. Kemeja dan celana yang dipakai Rizky dipastikan akan langsung cuci karena kotor oleh lumpur dan tanah. Sementara aku dan ibuk mulas kebanyakan tertawa menonton aksi dua cowok itu. It was worth. It was so fun.

Menghitung hari sampai kalender 2015 berganti 2016. Belum punya rencana tahun baruan ke mana dan mau apa. Ladia sudah mulai menginap dan mungkin besok Vira menyusul. :Dv Baguslah, seminggu ini Oppa shift malam, aku jadi nggak harus tidur sendiri. Malam tahun baruan bareng mereka saja gimana?

Seperti tahun yang sudah-sudah, hampir setiap liburan panjang sepupu-sepupu perempuan akan berkumpul dan menginap di rumahku. Rasanya seperti summer camp khusus cewek. Nothing's special. Agenda kami paling maraton film/drama, nonton mv terbaru, menggosipkan artis-artis Korea terutama para bias kami, dan sharing romansa. Tapi untuk yang terakhir sepertinya aku sudah lulus, meski kami berempat masih suka tidur bareng. Ehehehe... Tinggal Mida-nya saja yang jarang ikut kumpul. :|

Semoga hari-hari baik nan menyenangkan terus berlanjut. Enjoy your end year holiday!

Jumat, 11 September 2015

Pasar Tanjung Anyar

Bicara tentang pasar di Kota Mojokerto, pastilah Pasar Tanjung Anyar yang dimaksud. Meski dewasa ini pasar modern sudah mulai marak, namun pasar tradisional tidak pernah kehilangan pesonanya.

Terletak hampir di sepanjang Jalan Residen Pamuji, Pasar Tanjung sangat mudah dikunjungi karena masih dalam ruang lingkup kota. Merupakan pasar terbesar di Kota Mojokerto, Pasar Tanjung menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat untuk segala kalangan. Di sinilah masyarakat Mojokerto memenuhi kebutuhan hidup mereka, baik itu secara konsumtif maupun opsional, apakah itu bahan mentah pun yang sudah jadi dan siap guna.
Los-los sayuran dan ikan
Ribuan pedagang menawarkan beragam produk. Meski sangat luas--dengan banyak los dan gang--tidak perlu takut tersesat dan bingung mencari jalan keluar. Di jantung pasar, dekat area pakaian, terdapat peta dari Pasar Tanjung beserta keterangannya. Los-los di pasar ini dibagi berdasarkan barang dagangan. Para penjual daging sapi berkumpul pada sederet los yang sama. Demikian juga dengan para penjual ayam potong yang menempati los yang berdekatan. Dst.
Pedagang ayam potong
Aneka jilbab dan baju
Selain pusatnya sembako dan ragam kebutuhan dapur, di Pasar Tanjung juga tersedia pakaian, tas, sepatu, perabotan rumah tangga, kue dan penganan, kacamata, kosmetik, servis jam, hingga penjahit/permak baju dan tas.

Berbeda dengan pasar modern(swalayan) di mana kita membayar sesuai dengan label harga tertera, di Pasar Tanjung setiap pembeli berhak melakukan penawaran terhadap barang yang akan dibeli jika harganya dirasa terlalu tinggi. Namun mengingat mayoritas pedagang/penjual adalah masyarakat kecil juga, kita sebagai pembeli hendaklah menawar harga sewajarnya. :)

Di pasar ini pembeli pasti diberi harga yang relatif lebih murah daripada di tempat lain, karena para pedagang mendapatkan barang-barangnya langsung dari produsen. Untuk pembeli dengan jumlah banyak akan diberikan harga grosir. Bahkan barang-barang di pasar ini dijadikan 'tempat kulak' bagi pengusaha peracangan, pedagang keliling, dan toko-toko kecil.

Berbelanja di minimarket atau swalayan memang menyenangkan. Terjamin bersih, tidak panas, dan nyaman. Namun alangkah baiknya sebagai warga setempat setidaknya satu-dua kali kita menyambangi pasar tradisional/lokal untuk turut menyejahterakan pertumbuhan ekonomi kota sendiri. :)) *sok bijak*

Salam belanja dari pasar Mojokerto
#30HariKotakuBercerita

Senin, 07 September 2015

Taman Benteng Pancasila

Namanya memang demikian. Aneh, ya? Dinamakan sama dengan nama jalan tempat taman ini berada yakni Jalan Benteng Pancasila, atau yang biasa disebut warga lokal dengan 'Benpas'. Letaknya yang strategis --dalam kota dan dekat dengan perumahan-- membuat taman ini menjadi destinasi jalan-jalan keluarga.
Terlihat gapura ala candi khas Kota Mojokerto
Tidak berbeda jauh dengan alun-alun kota, selain menyediakan ruang hijau bagi masyarakat, beberapa pihak menggunakan taman ini untuk berolahraga, sarana kumpul-kumpul komunitas lokal, alternarif refreshing, dan tempat bermain anak.

Berbentuk persegi panjang dengan lampu-lampu tinggi tersebar di seluruh taman. Pada bagian paling depan taman sejumlah terdapat persewaan bermacam-macam kendaraan mainan untuk adik-adik balita seperti skuter dan mobil-mobilan. Ada juga bermacam-macam odong-odong serta kereta kelinci yang pada jam-jam tertentu 'mangkal' di sana. Semuanya dengan harga terjangkau.

Bagian tengah taman berbentuk lingkaran dengan bangku-bangku taman mengelilingi. Bisa dibilang ini adalah pusatnya. Adik-adik yang menyewa kendaraan mini bisa bermain dan berkeliling di sini.
Di sisi timur berderet penjual jajanan dan minuman ringan. Tak ketinggalan para penjual mainan dan pernak-pernik menarik. Sepasang area bermain ditempatkan di sudut barat dan timur taman; ada ayunan, perosotan, dan jungkat-jungkit. Di sebelahnya pengunjung akan menemukan 'lantai batu' atau 'lantai akunpuntur'. Batu-batu yang ditanam sedemikian rupa pada lantai dipercaya bisa merelaksasi dan membantu melancarkan peredaran darah. Unik, bukan?
Berminat coba?
Hanya dengan membayar parkir Rp. 2.000,- saja pengunjung bisa bebas berjalan-jalan dan memanfaatkan fasilitas yang ada. Sekadar menghabiskan waktu menikmati udara sejuk ala persawahan hijau, atau berkuliner ria mencicipi berbagai penganan yang dijual. Sebut saja pentol bakar, bakwan, jasuke(jagung-susu-keju), kedai capcin (cappucino cincau), es tebu, dll. Bisa dinikmati sembari bersantai.
Seumur jagung, taman ini dibuat demi mendukung pembangunan Kota Mojokerto. Dahulu Jalan Benteng Pancasila --atau Benpas-- serupa jalan pintas biasa di area persawahan yang cukup luas dan sejajar dengan rel kereta api. Terbayangkah suasananya? Ya, sangat sepi. Masyarakat enggan dan jarang melintasi jalan ini hingga konon menjadi angker dan rawan tindak kejahatan.
Maka pemerintah kota mulai melakukan perombakan besar-besaran terhadap jalan berbentuk siku-siku ini --satu ujungnya berada di Jalan Gajah Mada dengan ujung lain di Jalan Empunala. Pelebaran jalan, pembangunan gedung instansi pemerintah dan swasta seperti Carrefour serta berbagai macam rumah makan, toko, dan warung kopi, relokasi pasar-serba-ada, hingga pembuatan Taman Benpas.
Penambah pesona selain tata letak yang memang mewah(mepet sawah, LOL), pemandangan sunset dari Taman Benpas terbilang cukup indah lantaran luasnya cakrawala. Dengan posisi yang menghadap ke arah selatan, sewaktu-waktu pengunjung juga dapat menyaksikan kereta api yang melintas di sepanjang Benpas. Suara bising khas kereta rupanya mampu membuat pengunjung menolehkan pandang ke arah transportasi tersebut. Sesederhana itu memang, namun --tak terpungkiri-- menyenangkan.

Salam halan-halan. *bukan typo*
#30harikotakubercerita

Rabu, 02 September 2015

Alun-Alun Kota Mojokerto; Selamat Datang di Kota Kecilku

Adakah di antara kalian yang pernah berkunjung ke Kota Mojokerto? Atau justru baru kali ini mendengar namanya? Ialah sebuah kota kecil di belahan timur provinsi Jawa Timur, berjarak tempuh kira-kira sejam perjalanan dari Surabaya atau Jombang, sekitar 2-3 jam jika kalian berangkat dari Malang.

Belum singgah ke Mojokerto jika kalian belum mampir di alun-alun kotanya. Diapit Jalan A. Yani dan Jalan Majapahit --terletak di tepat di jantung kota, alun-alun Mojokerto sangat mudah dijangkau oleh kalian yang melakukan perjalanan luar kota.

Dari arah Surabaya misalnya, selepas menyeberangi Jembatan Gajah Mada, nyalakan lampu sein kanan di lampu merah pertama sebelum memasuki Jalan Pemuda --yang dikenal sebagai kawasan sekolah dan gereja. Selagi melintasi Jalan Pemuda, kalian akan mendapati --di jalan yang tidak terlalu panjang ini-- empat area sekolah yakni SMAN 3 Kota Mojokerto, SDK Wijana Sejati, SDN Gedongan 1, dan SDN Gedongan 3, serta tiga bangunan gereja di antaranya Gereja Kristen Jawi Wetan, Gereja Katholik Santo Yusuf, lalu Gereja Kristen Protestan yang terletak tepat di ujung pertigaan. Ambil lajur kiri sebelum pertigaan, namun segera nyalakan lampu sein kanan lagi di pertigaan berikutnya. Kalian akan berada di Jalan A. Yani dan alun-alun hanya tinggal beberapa meter saja.
Gerbang utama (selatan) alun-alun kota Mojokerto
Di sisi kanan sepasang gapura tinggi khas candi-candi Kerajaan Majapahit megah menyambut, seolah mengatakan "Selamat datang." kepada para pengunjung. Sebentuk tugu yang berada di jantung alun-alun ialah ikon dari alun-alun, yang identik dengan Kota Mojokerto itu sendiri.

Patung gajah yg tetap dipertahankan meski alun-alun sempat dipugar
Pintu masuk utama alun-alun ada di sisi selatan, menghadap Jalan Majapahit. Sementara pintu masuk utara menghadap ke Sungai Brantas dan Jembatan Padhangan. Uniknya kalian hanya bisa masuk dengan berjalan kaki karena kendaraan bermotor dilarang berada di dalam alun-alun. Tapi tenang saja, di sisi barat alun-alun sudah disediakan penitipan kendaraan baik untuk roda dua maupun roda empat. Jika sudah terlanjur berhenti di depan gerbang pun tidak masalah. Di sepanjang sisi selatan dan utara, para tukang parkir akan membatu kalian memarkir kendaraan.

Apabila kalian hendak berjalan mengelilingi alun-alun, kusarankan untuk memulainya dari gapura selatan menuju sisi barat lebih dulu. Menyusuri trotoar yang cukup lapang, kalian akan melihat sebuah patung gajah. Di sekitarnya tetanaman dirawat apik baik dalam pot-pot besar pun yang sudah diatur sedemikian rupa di tanah. Berderet tempat duduk melengkapi. Coba saja nikmati silir anginnya yang begitu memanjakan. Cuaca Mojokerto sendiri memang cenderung stabil, siang yang tak terlalu terik pun udara malamnya tidak akan membuat gigil.
Miniatur Candi Bajang Ratu
Beberapa meter setelah patung gajah, tepat di sudut barat-daya kalian akan disuguhkan miniatur Candi Bajang Ratu yang wujud aslinya berada di Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Sejak alun-alun rampung dipugar, ini adalah salah satu spot yang laris-manis digunakan untuk background foto. Keren, kan? Bagian tengahnya juga bisa dimasuki, lho. :)
Ponten alias kamar mandi umum. Meriah!
Bergeser ke sisi barat alun-alun, terdapat ponten yang terletak tidak jauh dari miniatur candi dan tempat parkir utama. Di sini pulalah Masjid Al-Fattah berada, salah satu masjid utama dan ternama di Mojokerto. Maka jangan khawatir melewatkan ibadah selagi menghabiskan waktu di alun-alun. Tinggal menyeberang jalan saja.

Masjid Agung Al-Fattah
Paling dekat dengan masjid dan pemukiman warga, menjadikan banyak penjual makanan dan minuman berkumpul di sisi ini. Bakso, mie ayam, gado-gado, es degan, es campur, es oyen, dan masih banyak lagi bisa kalian temukan dengan mudah dan dijamin murah.
Miniatur Candi Tikus
Mari berjalan lagi menuju sudut barat-laut. Kini giliran miniatur Candi Tikus yang akan membuat kalian serasa berada di Trowulan sungguhan. Jika tidak ada banyak waktu untuk melihat candi-candi langsung, mengunjungi miniaturnya bukan pilihan buruk, kan? ;)
Pada foto di atas, terlihatkah sebuah tiang berada di tengah-tengah? Ya, itu adalah tiang bendera. Jangan heran, alun-alun kota Mojokerto selain sebagai sarana rekreasi, juga merupakan bagian dari kegiatan kota. Tak jarang pada hari-hari besar, berkumpullah semua pegawai pemerintahan kota, siswa-siswi sekolah, atau instansi terkait, guna mengadakan upacara bendera di alun-alun ini.

Komunitas-komunitas lokal pun secara rutin menggunakan alun-alun sebagai pusat kegiatan mereka. Sebut saja Komunitas Skateboard, dan Mojokerto Animanga yang acap kali mengadakan event cosplay di sini.
Via Facebook: Mojokerto Animanga
Monumen meriam
Melewati sepasang gapura di pintu masuk utara, terlihat sudut timur-laut alun-alun dengan monumen meriam menghiasi. Selain dua miniatur candi sebelumnya, banyak pengunjung tertarik mengambil foto di sini. Anak-anak kecil tak jarang berpose dengan naik di atas meriam.
Whole landscape of alun2 Mojokerto
Sudut ini adalah yang terteduh. Banyaknya pepohonan di sekelilingnya kian menambah asri dan kenyamanan. Sederet warung dan depot sederhana siap menyambut pengunjung alun-alun yang lapar. Itulah sebabnya kalian bisa menemukan beberapa pengunjung melakukan piknik kecil-kecilan di sini. Datanglah membawa tikar dan bekal buatan rumah, atau silakan pesan makanan atau jajanan dari penjual-penjual yang tersebar di sekitar.
Dari sisi timur versi malam hari
Jika malas kemari di siang hari karena panas, cobalah untuk jalan-jalan sore atau malam hari. Selain kerap difungsikan sebagai tempat jogging setiap pagi dan sore, pengunjung juga gemar datang jelang petang. Begitu gelap lampu-lampu otomatis menyala, termasuk ikon alun-alun kita. Pendar warna-warninya jadi daya tarik tersendiri.
Alun-alun malam hari
Keramaian aktivitas pengunjung
Jangan lupa menjajal In Line Skate atau Roller Skate di sini. Cukup dengan Rp. 10.000,- saja per 30 menit, kalian bisa menyewa sepasang sepatu roda dan bermain bebas dengannya. Tak usah cemas bila belum bisa, akan ada seorang intruktur yang memandu. Mulailah dengan belajar berdiri sendiri di atas rumput yang tidak licin, kemudian baru pindah ke arena luncur. Untuk adik-adik usia sekolah, bisa mencoba menyewa bermacam-macam skuter dan motor mini. Semuanya menyala dalam gelap!
Roller Skate dan motor mini~~ lucu! xD
Terakhir, sebelum kembali ke posisi awal yakni gapura utama di selatan, sekali lagi kalian akan melihat minatur Candi Gentong --yang juga berasal dari daerah Trowulan, Mojokerto-- di sudut tenggara alun-alun. Unik, bukan?
Alih-alih gelap, ini spot yang photoable 
Jadi, kapan mau main-main kemari?

Mojokerto, September 2015
#30HariKotakuBercerita

Senin, 10 Agustus 2015

Sunday Couple

prosesi lamaran
Agustus selalu jadi bulan yang sibuk. Sebagai bulan peringatan kemerdekaan tanah air yang dinanti seantero negeri, Agustus identik dengan perlombaan, pawai/karnaval, jalan santai, sepeda hias, kerja bakti, hingga tasyukuran kampung dalam rangka 17 Agustus. Kegiatan full. Terlebih hari-hari Minggu kami yang sudah booked dengan rangkaian jadwal yang harus kami lakukan.

Jika minggu lalu kami bertolak ke Surabaya dalam rangka menghadiri arisan keluarga dari keluarga Mbah Buk, minggu kemarin kami menyambangi Kota Pahlawan itu lagi sebagai pengiring calon mempelai pria. Yup. Akhirnya Mas Dizar resmi melamar Mbak Ria.

Alhamdulillah acara berlangsung lancar dan sempat ada momen yang begitu mengharu-biru: saat Mas Dizar tiba-tiba diminta melakukan direct propose kepada Mbak Ria yang juga langsung menjawab dengan hasil yang sesuai harapan. Jadi ingat prosesi lamaran sendiri, meski nggak semendramatisir ini juga, sih. :')

Item of the day was: our couple-suit yang rampung dalam sekali cling! Gimana enggak? Sabtu pagi sebelum ngantor aku baru bertemu Bu Ony, menyerahkan kain dan mem-fix-kan rancangan baju kami, dan keesokan paginya kemeja, rok, dan bolero batik orderan kami ternyata sudah siap pakai! Subarashii~~ *plokplokplok*

Sebenarnya agak nggak enak hati dengan beliau karena kesannya kami (aku dan ibuk) maksa banget sudah mengorder seenak udel, tapi tentu saja kami sudah menyesuaikan ongkos kilatnya.

Berita buruknya, oppa macak baru tahu kalau kain batik kami berwarna dasar kuning. Dia lantas protes dan mengancam nggak akan bersedia mengenakan setelan 'seragam rumah' itu sering-sering karena dia benci warna kuningnya yang menurutnya sangat ngejreng, meski sudah di-mix dengan bahan lain warna gelap sekalipun. Hahaha... Jadi ingat ada cerita tersendiri di balik couple-suit ini yang membuatku kurang 'into it'. Hell shit! Not a good experience with one of tailor. :(

Tapi syukurlah meski sambil ngomel, oppa tetap mengenakannya dan jadilah kami serumah berseragam kuning-cokelat. I said many times that it looked so great on him. Hasil rancangan guweh sendiri gitu! Hehehe xD This is the third project after the engagement-blue-suit and the glittery-red-batik-suit.
Kostum khusus acara lamaran kami 22 Maret 2015 lalu. So stunning!
Ala-ala Cheongsam. Warna kita banget! xD
Nggak buruk-buruk amat, kan? Oppaku sayang juga nggak pernah nggak setuju dengan model yang kupilihkan untuknya. Kecuali perkara warna yang tadi. *^_^*

Meski buta kain dan jahit-menjahit, aku cukup senang mengerjakan desain pakaianku sendiri setiap kali ada project 'njahitno kain'. :D Biasanya di tempat penjahit memang disediakan beraneka macam contoh busana untuk menentukan model pakaian yang akan dipesan, tapi sudah lama sekali sejak aku menggambar sendiri sketsa calon baju yang kuinginkan. Jadi sang penjahit tinggal langsung mengerjakannya sesuai contoh gambarku. ;)
Nggak cuma 'couple' tapi kembar serumah lima orang.
Termasuk klien yang rewel dan cerewet, tapi aku bukan jenis klien yang ingin menyusahkan penjahit dengan segala keribetanku. Sewaktu menyodorkan sketsa gambar, aku akan menanyai beliau apakah sanggup untuk mengerjakan sesuai contoh gambarku atau tidak. And believe it or not, the tailor is free to refuse my design if she thinks can't make it. Bu Ony adalah satu dari nggak banyak penjahit yang kupercaya untuk menangani sketsa-sketsa gambarku... *terharu*

Ibuk dan Iis juga acap kali meminta saran dan masukan mengenai model untuk baju-baju mereka yang dengan senang hati akan kutanggapi dengan jujur. Yes, I am a mode and design constultant of Ume-chan. *pede* >_<
Senang melihat orang lain senang dan terlihat bagus dengan apa yang telah kita sarankan untuk mereka. 
Semoga oppaku juga akan mulai menyukai kemeja batik kuning-cokelatnya dan mau mengenakannya setiap kali aku ingin dia mengenakannya bersamaku.

Kisumi :*

Selasa, 04 Agustus 2015

Road to #KampusFiksi13 : Newborn August

Hello, August!

Hari keempat bulan delapan hadir. Begitu kalender baru dibuka, rangkaian acara dan kegiatan seolah berebut untuk direalisasikan. Apa saja rencana di bulan baru ini?

1 Agustus 2015, senja weekend kulewatkan bersama oppa, ibuk, dan keluarga oppa di rumah Krian. Tanpa banyak rencana, tahu-tahu ibuk menyampaikan keinginannya mengunjungi keluarga besan. And yah, it was a beautiful sunset, meski ada tragedi si ibuk kesasar.

pas acara keluarga
Buk Mudah dan Buk Iit menjamu kami dengan baik. Sambil mengobrol macam-macam, kami bertiga disuguhi pangsit mie ayam dengan porsi yang bagiku tetap super banyak meski selalu enyak. Selepas sholat maghrib ibuk akhirnya minta diri (karena ada jadwal show lagi), aku dan oppa juga pamit nggak lama kemudian karena kami berencana mampir ke stasiun dulu sebelum pulang. Tapi sayang, loket pemesanan tiket sudah tutup, cuma dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore saja. :(

Esok paginya minus Iis ditambah Tantit, dengan nebeng mobil Oom Rozi, kami menghadiri arisan keluarga di kediaman Mbah Yah dan Pakde Yono dkk di daerah Embong Malang, Surabaya. Kali pertama oppa ikut kumpul-kumpul family-branch ini. Garis keturunan dari orangtua kandung Mbah Buk, means buyut kami.

To be honest, I didn't get interest with the people. Dunno, just not one of my kind. Never feel that I'm one of them, except my direct fams of Mbah Buk-Mbak Bapak. Harusnya nggak boleh pilih kasih gitu, ya? Demo shikatanai ne~

Pulangnya kami mampir ke Masjid Agung Al-Akbar karena ibuk dan Bulek Wiwin belum sholat dzuhur. Sembari menunggu aku, oppa, dan Tantit mencoba naik ke menara masjid untuk kali pertama. Bertamasya mata menikmati elok pemandangan dari ketinggian. Masyaa Allah... What a wonderful experience it was! xD
Aku mendapat pencerahan(?) bahwa setelah kegiatan minggu pertama di Surabaya ini, besar kemungkinan minggu depan kami akan kemari lagi dengan tujuan berbeda; Minggu, 9 Agustus mendatang jadwalnya iring-iring lamaran Mas Dizar dan Mbak Ria, setelah Sabtu tanggal 8-nya memenuhi undangan resepsi pernikahan Widhi dan Kiki di Lamongan. Sugoi desu ne? Sedangkan minggu ketiga adalah giliranku piket kantor setelah paginya berpartisipasi jalan santai RW, dan saat minggu kelima aku sudah akan berada di Jogja. Hahaha~~ semoga nggak terjadi apa-apa di minggu keempat yang memang jatahnya goler-goler.
。・゚゚・(>д<;)・゚゚・。

Senin, 3 Agustus. Rutinitas kantor berjalan seperti biasa. Minggu ketiga pasca libur lebaran, hawa malas masih belum juga hilang, tapi pekerjaan sudah kembali semengalir semula. *mulet* Optik mengabari bahwa kacamata pesananku sudah jadi dan bisa diambil. Diantar oppa aku putar-putar Optik Modern,  Stasiun Mojokerto untuk pesan tiket kereta (meski gagal karena KTP oppa ketinggalan), dan TOP Steak&Milk sebagai venue makan siang kami.

pantes, nggak?
Ngomong-ngomong, kacamata Gino Armani tersebut selain dalam rangka ujicoba klaim BPJS, juga sebagai persiapan keberangkatanku ke Yogyakarta, memenuhi undangan Kampus Fiksi angkatan ketigabelas. Kami ke stasiun juga demi alasan serupa. Jangan sampai kehabisan tiket KA Logawa Mojokerto-Lempuyangan, yang akan membawa kami ke tujuan. Just can't wait 'till August 28th to take off. /,\

Kabar diterimanya aku sebagai calon bimbingan Kampus Fiksi memang sudah cukup lama. Eto~ sejak awal tahun? Jadwal keberangkatan semula Bulan Maret, lalu diundur Mei, dan baru benar-benar fix akhir Agustus ini. Alhamdulillah banget, dong! Jadi bisa pergi bareng suami sembari honeymoon. *ehh* *maunya* Apa kabar kalau berangkatnya sebelum itu? Bisa-bisa nggak dapat ijin pergi, kan. >_<

Senja Selasa ini mendung. Dan belum juga dapat kabar lanjutan dari event #30HariKotakuBercerita. Kinda dissappointed 'cause I've been so excited to participacing. :(

See you another day still in August! 

Sabtu, 27 Desember 2014

Holiday is Familyhood for Vacation

Dua hari masuk kerja lagi setelah tanggal 25 Desember lalu kantor (di)libur(in). Bawaannya ngantuk dan lumayan nyantai, karena bank juga sedang libur bersama. Alhamdulillah, I have to say, biasanya kita cuma dapat libur pas tanggal merah Islam saja, selain itu tetap masuk, eh, tanggal 1 Januari pas tahun baru libur juga, ding. :P

Kebetulan my lil brother liburan panjang ini pulang ke rumah. Hore banget dia ber-long-golden-week sejak hari Senin lalu sampai tanggal 2 Januari tahun depan. Errr~ Jadilah kami sekeluarga tanpa perencanaan dan persiapan yang maksimal, di libur natal itu berwisata ke Kota Batu. 

If you know that I still have my ill, sudah feeling nggak enak bahkan dari sebelum berangkat. Badan rasanya lemes, pusing, dan batuk juga belum hilang. Tapi demi keluarga ini, dan kita nggak akan sering bisa punya waktu luang berbarengan, mumpung juga Oom Fir sekeluarga bersedia nebengin kita dengan mobil mereka. So I decided to make myself fine

Jam keberangkatan yang semula direncakan pukul enam pagi molor hingga pukul sembilanan gara-gara menunggu Yusuf yang mendadak tercantum sebagai peserta. Jalanan macet. Banyak yang sedang berlibur juga. And just like what I've thought, kita lewat Cangar -yang notabene adalah sirkuit yang nggak aku banget. :(
Panorama venue transit. Ijo-nya adem banget di mata. ^^
Transit di daerah Sendi untuk sarapan, kami melanjutkan perjalanan naik-naik ke puncak bukit. Jalanan berkelok dengan kecepatan mobil yang sesekali mengerem lalu mendadak menambah gas lagi, akhirnya sukses membuatku memuntahkan menu sarapan. Geez, aku kalah lagi dengan track maut sialan itu. >_<

Sampai di masjid depan alun-alun Kota Batu tepat sebelum dzuhur. Rehat sejenak, kami pun cuss ke Hypermart nggak jauh dari sana, setelahnya dari 'mall'-nya Hotel Paradise. We were shoping and playing at Game Zone, then had lunch together in the basement right behind the car. -___-"

Begitu Oom Fir dan Bunda yang ditunggu-tunggu muncul, perjalanan segera dilanjutkan menuju venue selanjutnya yaitu BNS alias 'Batu Night Spectacular', yang letaknya nggak jauh dari tempat wisata 'Batu Secret Zoo' atau yang lebih dikenal dengan Jatim Park 2. Jalanan sempat macet parah, but luckily kami masih dapat tempat parkir yang strategis di pelataran BNS. Sangat dekat dengan pintu masuk.
Karena sudah lumayan sore dan langit mulai mendung, kami segera membuat playlist wahana yang ingin kami coba di sana. Harus mengefisiensi waktu! Pertama-tama aku, Riski, Yusuf, dan Akbar mengantre wahana Sepeda Udara. Well, kupikir ini cukup aman mengingat kondisi fisikku yang belum pulih betul pasca mabuk darat tadi. :/ Kemudian Rumah Kaca jadi point selanjutnya. Rombongan lalu berpisah: The Boys memilih Rumah Hantu sementara The Ladies ingin melihat-lihat lampion, walau akhirnya terpaksa gagal karena wahananya nggak buka-buka. :(

Hari mulai gelap dan kami memutuskan segera kembali ke mobil sesuai jam janjian. Sempat saling tunggu, kami pun keluar dari Kawasan Wisata Batu yang justru makin malam jadi makin ramai. Syukurlah, kami nggak perlu antre dan berjubel dalam kemacetan di arus berlawanan menuju lokasi-lokasi wisata tersebut.

Oom Fir mengajak kami mampir ke sebuah KUD untuk makan soto daging dan membeli susu segar Nandhi Murni sebagai oleh-oleh. Aku juga menggunakan kesempatan ini untuk sering-sering pinjam kamar mandi (karena rata-rata toilet umum di SPBU banyak antre dan cenderung kotor iyuhh!). :P

Keluar dari Batu, sekali lagi mobil singgah di Masjid dalam rute kami untuk sholat Maghrib dan Isya' sekalian, sambil membersihkan diri (bayangkan kotor dan capeknya). Hawa mulai dingin. Apalagi ini Malang. Masing-masing kami sudah mempersiapkan diri dalam balutan jaket dan baju tebal sebelum melanjutkan perjalanan.

Oom Fir kembali memacu mobil dengan rute Cangar. Tapi berbeda dengan saat berangkat, suasana di malam benar-benar sepi. Dan gelap. Tiba-tiba teringat di suatu ketika, menggunakan mobil lama Oom Fir yang tahu-tahu mogok di jalanan yang sepi. Semobil harus turun dulu dan mendorong agar mobil mesin bisa berjalan baik kembali. Hiiii~~ amit-amit jangan sampeee~ Semuanya terus berdoa agar perjalanan pulang kami tetap lancar dan nggak ada kendala.

Sekitar pukul 10 kami akhirnya tiba di rumah Jabon. Memilah-milah barang-barang dan bersiap pulang ke rumah kami sendiri. Tiga puluh menit! Dan kami akhirnya sampai di Ume-chan~~ *tepar*

Satu hal yang agak janggal; Akaharu sepi aktifitas karena koneksi internetnya yang -entah kenapa sejak berangkat hingga pulang- ngehek. :( Seharian ini aku sudah mencoba mengabarinya via semua-mua, tapi sepertinya nggak ada yang berhasil. Agak malam, BBM dari Oppa masuk bertubi-tubi, tapi tetap saja nggak bisa kubalas. Chatku balasanku hanya centang. Mungkin ia sudah tidur dan ponselnya mati. Bisa jadi.

Mungkin juga dia ngambek karena tercueki seharian ini. Bisa jadi.

Ahh~ hari yang hebat!


*25 Desember 2015