Tampilkan postingan dengan label Chagiya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chagiya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2016

1st Weekdays with Cimbul❤

Been back to work for a week and it is sooo exhausting~~ duhh masyaallah capeknya dobel tripel. Ya ngurus kerjaan, ya ngurus anak, pulangnya masih harus ngurus keperluan anak dan suami di rumah. #akusetrong

What I didn't expect is Cimbul surprisingly spent his days with me at my office more often than stayed at home with ayah and yangtit--as my A plan. What we had now is the B plan for real. So here is the map:
09/14 ➡ rumah
09/15 ➡ rumah
09/16 ➡ kantor dan rumah
09/17 ➡ kantor
09/19 ➡ kantor dan rumah
09/20 ➡ kantor
09/21 ➡ kantor
Hari pertama dan kedua Aris dijagain si ayah dibantu yangtit di rumah. Dapat laporan macam-macam mulai dari sekadar rewel, nangis terus, ngomel-ngomel, minta gendong sampai dosis nggak mau minum ASIP dari dot dan ngamuk-ngamuk, lalu dapat SMS "Kamu nggak bisa kah, pulang sebentar sekarang?"

Kantor dan rumah itu maksudnya pagi sampai siang ikut ngantor, lalu pas istirahat Cimbul dan ayah pulang ke rumah, karena mbahbuk sudah pulang dan bisa bantuin momong. Sekitar jam 1 atau jam setengah duaan aku ikut pulang untuk maksi dan nenenin.

Pikirku okelah sesekali ajak Aris ngantor toh ada ayahnya juga yang bersedia full momong ketika aku sedang ada kerjaan yang nggak bisa ditinggal, karena gimanapun Tantit nggak selalu bisa datang untuk bantu jagain. Tapi ternyata masbeb keterusan keenakan(?) semangat hore-hore ikut ngantor sambil bawa baby karena dia beneran lebih selo; Cimbul yang seketika jadi idola para bude di kantor niscaya banyak yang gendongin dan kami terbantu sekali momongnya. ^^

Singkat cerita tiap pagi kami 'piknik' ke kantorku. Bawa-bawa tas bayi yang isinya segala macam tetek bengek perintilannya Aris mulai dari popok, baju ganti, perlak, minyak telon-baby oil-sabun-tisu basah, saputangan, handuk, sampai mainan. Sengaja nggak bawa botol dot karena nenennya 'live' dooong~~ skin to skin breast feeding is the best dan tetap yang utama.

Jadwal sehari-hari pun kisaran antara: berangkat, sampai kantor tidur pagi, bangun-nenen, main, digendong bergilir, tidur siang, bangun-nenen, main, mandi, tidur sore, pulang. Gitu-gitu terus...

Capek? Banget. Nggak kebayang levelnya. Seneng? Pastilah. Secara kerja ditemenin suami dan anak, nggak kehilangan momen kebersaman dan bisa terus memantau tumbuh kembang si Cimbul. Quality time is everywhere. Serempong apapun pasti dijalani dengan sukacita. Bagus juga karena mengenalkan baby bersosialisasi. Anak jadi ramah dan nggak takut dengan oranglain. Kan nggak sedikit juga anak kecil yang cuma mau sama ibu-ayah pol sama neneknya dan takut sama oranglain? Semoga Aris nggak kayak gitu, deh.

Big thanks to hubby daddy yang luar biasa konsisten berperan-serta dalam mengasuh Aris bersama. Love love you full to the moon and back~~

Selasa, 15 Maret 2016

10th Wedding's Monthversary

Kemarin, 14 Maret 2016, tepat 10 bulan pernikahanku dengan Kak Anto. 10 bulan yang rasanya begitu cepat. Apalagi jelang anniversary pertama, kami sudah dikaruniai jabang bayi yang kian menggenapi kebahagiaan kami. Aka-chan alias Aris sekarang sudah genap 26weeks, seminggu lagi sudah akan menginjak 7bulan. Sudah pintar dan bisa macam-macam, terutama bikin ayahnya terserang insomnia. :P

Kali pertama lupa sama hari jadi pernikahan... ∑(O_O;) Hahahaha... What the~~ padahal dari jauh hari sudah dinanti, eh pas hari H malah kelewatan. Bukannya lupa, hanya saja sejak Hari Minggu yang terjejak dalam otak adalah Senin tanggal 13, lalu besoknya tanggal 14 adalah Hari Selasa. Sip. Karena aku merencanakan kejutan kecil pada event bulanan ini, cukup tenang karena mengira masih punya waktu untuk mempersiapkannya. Ternyataa~ *dunanges*

10 bulan menikah nggak banyak mengubahku dan dia. Kini kami memang suami-istri, tapi jauh sebelum ijab-kabul terucap kami adalah teman--cukup dekat dan complicated untuk disebut sahabat--dan syukurlah hal tersebut tetap berlaku hingga sekarang. Tetap menyebut aku-kamu, tanpa melupakan panggilan 'Sayang'--meski di publik seringkali aku memanggil 'Kak Anto' karena agak jengah memanggil 'Sayang'.
"Aku dengar kamu panggil 'Kak.. Kak Anto..' tapi nggak ngeh, kenapa nggak langsung panggil 'Yang' aja, sih?" protes mas suami pada suatu jeda istirahat pertandingan bola di kafe tempat kami biasa nobar. Nah, kan?
Akhir pekan lalu adalah sebenar-benarnya golden week bagi kami. Ditinggal oleh ibuk dan Iis--yang menginap 2 malam 3 hari di Malang--untuk jaga rumah berdua. Rasanya kayak honeymoon, hihihi... Begitu damai, no interference, we planned the days by ourselves, all we can do, lah. Mungkin memang kita berdua sedang butuh lebih banyak lagi quality time. xD

Saat-saat berdua begitu dia selalu ambil kemudi dan melakukan berbagai hal untukku--yang memang cenderung lemot, manja, dan senang dilayani. Aku cuma kebagian beberes yang ringan-ringan saja. Belanja, masak, cuci piring, his job. Incip-incip hasil makanan, my job. Hahaha... Kalau pas lagi malas ya kita langsung cuss makan di luar. Ngedate.

Memang baiknya kita tinggal mandiri berdua saja, ya... Hmmm...

Selasa, 01 Desember 2015

End of Eleventh

Adios, November. Bonjour, December!(人´∀`*)

Time flies absolutely faaast~~ kalau sudah di 'ujung-ujung' begini, pasti kayak baru tersadar. Rasanya kapan hari baru 2015, dan sekarang sudah akan say good bye to this wonderful year. Bagaimana progress tahunannya, gais? Sudah banyak yang checked kah? Atau masih banyak yang belum? Tenang, 30 days still available for you 'till end year. ;)

Awal bulan dua belas, tiga puluh satu hari terakhir jelang tutup tahun ini. Sungguh banyak yang sudah terjadi selama sebelas bulan terakhir. Sebagian tetap tinggal sebagai pelajaran sekaligus kenangan, dan sebagian lainnya--termasuk kamu--adalah bekal berharga yang akan sangat kubutuhkan--kelak--untuk mengarungi hari-hari, minggu-minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun yang terus silih berganti.

Kaleidoskop? Nggak. Belum. Biarlah itu tersimpan sejenak untuk dinikmati kali terakhir. Membuka kembali halaman 1 Januari 2015 di paling depan, mengingat-ingat hal bahagia. Momen-momen berharga yang nggak akan terlupakan. Hanyut bersama permasalahan yang satu per satu muncul dan menyadari sudah berapa jauh kita melangkah menjadi makin bijak dan dewasa dalam menyikapinya. Larut dalam hari-hari berat nan gelap yang dahulu seolah-olah nggak ada akhir. Depresi. Menangis. Lalu menghela napas panjang--toh sekarang semuanya sudah lewat. Mengkaji ulang diary sendiri nggak akan pernah nggak seru. :'D

But first, let me say thanks to my beautiful November, otsukaresama deshita~ doumo arigatou~~ apalah aku tanpanya yang sudah berbaik hati mengizinkanku sampai di bulan ini (ya meski nggak terlalu gemilang, tapi bolehkah menganggapku sukses? Pokoknya terima kasih).
Not a B-cake, they're B-donnuts! 🍩🍩
28 November lalu, suami kecintaanku memperingati hari kelahirannya 27 tahun silam. Cukup banyak juga orang-orang dekat yang hari ulang tahunnya jatuh di Bulan November. Aldino-senpai, Queen Ailsaa, bulek, pakde, mbak sepupu ipar, serta Bro Gigih dan Aracchi--yang kebetulan merayakan ultahnya di tanggal dan malam yang sama. Barakallah, minna...

Berbeda dengan tahun lalu yang penuh dengan persiapan, tahun ini aku nggak menyiapkan apapun untuk ulang tahun Oppa. Berbagai hal terjadi, kesibukan kami, dan terbatasnya waktuku untuk kabur (kejutan kan harus rahasia, ya?) karena tiap hari aku diantar-jemput olehnya, membuatku harus memutar otak untuk--paling nggak-- tetap memberinya sesuatu yang manis. Masa' pasca menikah aku jadi nggak lagi manis seperti semasa gadis? :P I knew I should do better, but at least it was the best thing I cound do for now. :') Ya semoga tahun depan, ketika nanti sudah ada Aka-chan, kami bisa memberikan kebahagiaan yang lebih untuk Ayah Anto. :*
Pucuk FPL. Anggap saja kado ultah. :P


Dan, meski nggak mendapatkan hadiah dariku sejak awal tanggal 28, kejutan manis ternyata sudah menunggu Oppa dari Fantasy Premier League yang biasa ia mainkan. Game simulasi sebagai manager klub sepak bola, yang peringkatnya berganti tiap minggu mengimbangi perkembangan BPL yang juga tiap minggu tayang. Setelah beberapa minggu berstatus newbie alias baru gabung belakangan, si Oppa per 28 November 2015 ini melesat ke peringkat 1 setelah sebelumnya merangkak perlahan hingga posisi 5 besar. Mengalahkan puluhan kawan lain di liga yang sama yang sudah lebih senior dengan jam main lebih lama. He was so happy knowing that news. Maybe it was his birthday present from FPL. xD

Ummm... Oiya, menurut kalender, hari ini merupakan akhir dari week 11, besok sudah akan memasuki week 12 kehamilanku--seminggu jelang penutupan trimester pertama yang alhamdulillah sangat luar biasa. Cepat kan, ya? Rasanya baru kemarin testpack-ku positif, kini Aka-chan sudah mau 3 bulan saja. Rasanya sudah nggak sabar pengin ketemu dan tahu kondisi perkembanganmu, Sayang. :*

Senin, 10 Agustus 2015

Sunday Couple

prosesi lamaran
Agustus selalu jadi bulan yang sibuk. Sebagai bulan peringatan kemerdekaan tanah air yang dinanti seantero negeri, Agustus identik dengan perlombaan, pawai/karnaval, jalan santai, sepeda hias, kerja bakti, hingga tasyukuran kampung dalam rangka 17 Agustus. Kegiatan full. Terlebih hari-hari Minggu kami yang sudah booked dengan rangkaian jadwal yang harus kami lakukan.

Jika minggu lalu kami bertolak ke Surabaya dalam rangka menghadiri arisan keluarga dari keluarga Mbah Buk, minggu kemarin kami menyambangi Kota Pahlawan itu lagi sebagai pengiring calon mempelai pria. Yup. Akhirnya Mas Dizar resmi melamar Mbak Ria.

Alhamdulillah acara berlangsung lancar dan sempat ada momen yang begitu mengharu-biru: saat Mas Dizar tiba-tiba diminta melakukan direct propose kepada Mbak Ria yang juga langsung menjawab dengan hasil yang sesuai harapan. Jadi ingat prosesi lamaran sendiri, meski nggak semendramatisir ini juga, sih. :')

Item of the day was: our couple-suit yang rampung dalam sekali cling! Gimana enggak? Sabtu pagi sebelum ngantor aku baru bertemu Bu Ony, menyerahkan kain dan mem-fix-kan rancangan baju kami, dan keesokan paginya kemeja, rok, dan bolero batik orderan kami ternyata sudah siap pakai! Subarashii~~ *plokplokplok*

Sebenarnya agak nggak enak hati dengan beliau karena kesannya kami (aku dan ibuk) maksa banget sudah mengorder seenak udel, tapi tentu saja kami sudah menyesuaikan ongkos kilatnya.

Berita buruknya, oppa macak baru tahu kalau kain batik kami berwarna dasar kuning. Dia lantas protes dan mengancam nggak akan bersedia mengenakan setelan 'seragam rumah' itu sering-sering karena dia benci warna kuningnya yang menurutnya sangat ngejreng, meski sudah di-mix dengan bahan lain warna gelap sekalipun. Hahaha... Jadi ingat ada cerita tersendiri di balik couple-suit ini yang membuatku kurang 'into it'. Hell shit! Not a good experience with one of tailor. :(

Tapi syukurlah meski sambil ngomel, oppa tetap mengenakannya dan jadilah kami serumah berseragam kuning-cokelat. I said many times that it looked so great on him. Hasil rancangan guweh sendiri gitu! Hehehe xD This is the third project after the engagement-blue-suit and the glittery-red-batik-suit.
Kostum khusus acara lamaran kami 22 Maret 2015 lalu. So stunning!
Ala-ala Cheongsam. Warna kita banget! xD
Nggak buruk-buruk amat, kan? Oppaku sayang juga nggak pernah nggak setuju dengan model yang kupilihkan untuknya. Kecuali perkara warna yang tadi. *^_^*

Meski buta kain dan jahit-menjahit, aku cukup senang mengerjakan desain pakaianku sendiri setiap kali ada project 'njahitno kain'. :D Biasanya di tempat penjahit memang disediakan beraneka macam contoh busana untuk menentukan model pakaian yang akan dipesan, tapi sudah lama sekali sejak aku menggambar sendiri sketsa calon baju yang kuinginkan. Jadi sang penjahit tinggal langsung mengerjakannya sesuai contoh gambarku. ;)
Nggak cuma 'couple' tapi kembar serumah lima orang.
Termasuk klien yang rewel dan cerewet, tapi aku bukan jenis klien yang ingin menyusahkan penjahit dengan segala keribetanku. Sewaktu menyodorkan sketsa gambar, aku akan menanyai beliau apakah sanggup untuk mengerjakan sesuai contoh gambarku atau tidak. And believe it or not, the tailor is free to refuse my design if she thinks can't make it. Bu Ony adalah satu dari nggak banyak penjahit yang kupercaya untuk menangani sketsa-sketsa gambarku... *terharu*

Ibuk dan Iis juga acap kali meminta saran dan masukan mengenai model untuk baju-baju mereka yang dengan senang hati akan kutanggapi dengan jujur. Yes, I am a mode and design constultant of Ume-chan. *pede* >_<
Senang melihat orang lain senang dan terlihat bagus dengan apa yang telah kita sarankan untuk mereka. 
Semoga oppaku juga akan mulai menyukai kemeja batik kuning-cokelatnya dan mau mengenakannya setiap kali aku ingin dia mengenakannya bersamaku.

Kisumi :*

Kamis, 02 Juli 2015

Assalamu'alaikum, Bapak...

Ayahanda dari pria kecintaan saya.

Sebelumnya, ijinkan saya berterima kasih atas restu dan doa Bapak. Pertengahan Mei lalu pernikahan saya dengan putra kedua Bapak -Kak Anto- berjalan lancar sesuai rencana tanpa ada kendala. Meski tak dipungkiri kami sangat mengharapkan Bapak bisa hadir dan menyaksikan langsung janji suci kami.

Saya tahu Bapak ingin sekali menghadiri hari bahagia kami, namun apa daya, terbentangnya jarak antar-pulau dan kondisi kesehatan Bapak kala itu sama sekali tidak memungkinkan. Sebagai gantinya kami sudah menerima berkat dan doa-restu dari Bapak yang diwakilkan oleh Kak Rudi. Insya Allah itu sudah cukup, Pak.

His beloved siblings; your children
Yang tak akan pernah bisa saya lupa, malam, beberapa hari pasca kesibukan pernikahan, Kak Anto mengajak saya untuk menyapa Bapak via telepon. Bertukar kabar, sekadar memberitahukan situasi kami terkini. Dia ingin mengenalkan istrinya ini kepada ayahandanya. Dia ingin suatu saat istrinya ini bisa bertemu dengan bapaknya.

Cita-cita Kak Anto menjadi cita-cita saya juga.

Dia banyak bercerita tentang Bapak. Tentang ibu dan adik-adik. Tentang keluarga di Senipah. Saya hanya bisa tersenyum tatkala memperhatikannya bercerita. Kak Anto tampak begitu senang dan bersemangat ketika menceritakan hari-harinya di sana. Tempat-tempat menarik dan budaya setempat yang belum pernah saya tahu. Namun saya seperti bisa membayangkan. Saya seperti sudah dekat dengan keluarga Bapak sekalian.
Ahh... Mungkin dia rindu Bapak. Barangkali dia ingin pulang ke tanah Kalimantannya. Bisa jadi sayalah alasannya untuk pergi, dan kini dia ingin kembali.

Kak Anto menyuruh saya menyapa Bapak, membicarakan satu-dua hal untuk kali pertama. Apa yang harus saya katakan? Ada rasa malu dan canggung. Sudah lama saya tidak membicarakan hal-hal pribadi dengan orangtua laki-laki. Orangtua suami secara otomatis akan menjadi orangtua istri juga, kan? Maka beruntunglah saya, karena sekali lagi diijinkan memiliki sesosok orangtua laki-laki. Saya senang karena berpikir akhirnya saya bisa punya seorang bapak.

Apakah pemikiran saya tersebut terlalu lancang, Pak?

Saya kehilangan ayah saya hampir sebelas tahun lalu, saat saya berusia tigabelas dan duduk di bangku kelas 2 SMP. Bisa dibilang masa kanak-kanak saya harus terhenti di situ. Saya harus bisa fight sebagaimana ibu saya yang berjuang sendirian sebagai single-parent.

Saya berusaha mandiri, tapi bohong jika saya bilang tak pernah merindukan ayah. Saya amat sangat rindu beliau, tapi cukup hati saya dan Tuhan (dan sekarang ditambah Bapak) saja yang tahu, nanti ibu dan adik-adik saya ikut teringat dan jadi sedih. Saya tidak ingin itu. :')

Saat diperdengarkan suara Bapak oleh Kak Anto via sambungan telepon malam itu, saya benar-benar dibuat kagum sekaligus heran, saya merasa tidak asing dengan suara Bapak.

Ahh... Itu...

Pernah Kak Anto memperlihatkan foto Bapak pada saya, waktu itu mungkin saya sembari mengira-ngira -Bapak yang tersenyum hangat dan ramah dalam foto- bagaimana cara Bapak berbicara? Bapak kan tahu bahwa Kak Anto memiliki aksen bicara yang khas, belakangan saya dapati cara bicara Kak Rudi juga tidak jauh berbeda. Mungkinkah Bapak memiliki nada suara dan cara bicara seperti yang saya pikirkan?

Ternyata sama.

Suara Bapak sama persis dengan yang pernah saya bayangkan. :D Saya benar-benar senang bisa berkesempatan mengobrol dengan Bapak. Meski sebagian besar saya hanya mendengarkan nasehat Bapak demi hubungan rumah tangga saya dengan Kak Anto. Terima kasih, Pak. Saya akan selalu mengingat dan berusaha melakukan apa yang Bapak sarankan. :')

Oh iya, Pak. Foto-foto pernikahan kami sudah selesai cetak. Kak Anto berniat mengirimkan sebuah album foto -yang ada kami sebagai pasangan mempelai bersama keluarga besar- pada Bapak. Dia bilang akan segera memaketkannya ke Senipah...

Tapi Pak, belum sempat suami saya pergi ke kantorpos guna memaketkan album foto pernikahan kami untuk Bapak -seperti tak sabar- sore tadi dia sudah terbang dari Bandara Juanda menuju Bandara Sepinggan, Kalimatan. Kak Anto terbang pulang menemui Bapak.

Kak Anto bergegas pulang ke Senipah begitu mendapat kabar kesehatan Bapak makin memburuk. Anak mana yang kuasa hatinya mengetahui kemungkinan terburuk; tidak akan bisa bertemu dengan orangtuanya lagi?

Kak Anto sangat menyangi Bapak. Dia sangat mencintai bapaknya.

Kenapa Bapak tidak bisa menunggunya sebentar saja? Sebentar lagi saja...

Dia belum sempat menyampaikan perasaannya pada Bapak. Dia belum sempat memberi dan memperlihatkan pada Bapak album foto pernikahan kami. Dia belum sempat memamerkan betapa tampan dirinya saat mengenakan busana pengantin...

Dia belum sempat berkata, "Pak, ini Riza, istriku. Bagaimana menurut Bapak?"

Terlambat satu jam. Terlewat satu jam dan tak seorang pun dari dia atau saya bisa bertemu muka dengan Bapak untuk selama-lamanya.

Barangkali Tuhan mencukupkan rasa sakit Bapak di hari ini. Agar Bapak tidak perlu banyak menderita lagi. Semoga kesakitan terakhir Bapak hanya ada di sini, semua tertinggal di sini, dan Bapak cukup berbahagia saja di surga. :')
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu...
Marhaban yaa ramadhan... Insya Allah segala amalan badah Bapak diterima oleh-Nya. Aamiiin ya robbal 'alamin...

Wassalamu'alaikum, Bapak...
Semoga suatu saat Tuhan berkenan mempertemukan kita ya, Pak. *^_^*



Kota kecil Mojokerto, 1 Juli 2015
Menantu Bapak nomor dua


Panggil saja Riza

Senin, 04 Mei 2015

Save The Date!

Our Wedding Invitation has done... (●♡∀♡)

Alhamdulillah, wa syukurillah... Nggak henti-hentinya aku berterimakasih sama Allah. Perlahan tapi pasti dan terkendali, persiapan-persiapan kami satu per satu mulai membuahkan hasil yang baik. I'm a perfectionist, jadi kebayang bagaimana pusingnya menentukan semua hal hingga ke detil terkecil, demi kelancaran pernikahan kami kelak. 

Dikarenakan keterbatasan waktu dan tenaga, kami mempercayakan bagian-bagian krusial kepada ahlinya, dalam hal ini Wedding Organizer dan pihak percetakan. Intinya menganut prinsip ekonomi: dengan bujet seminim mungkin semoga kami bisa mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Huahahahahaa... *keplak*

Minimalis Nasionalis, demikian menurutku konsep yang kami usung. Sederhana dengan sentuhan kekeluargaan, karena tentunya kami akan banyak melibatkan orang-orang terdekat. Sama-sama berasal dari keluarga besar, kelak pasti akan muncul keberagaman selera dan budaya. Maka kami putuskan untuk menyeragamkan semua aspek sesuai Bhineka Tunggal Ika. Mulai dari ijab-kabul, prosesi Temu Manten (eh, yang ini nuansa Jawa-Muslim ding), kostum, menu makanan, hingga dekorasi semuanya akan serba 'Indonesia' tanpa mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lain. *tepuk tangan*

Oom Fir sangat berjasa mengenalkan kami pada Pak Eli Yuwono selaku Wedding Organizer, sedangkan desain dan cetak undangan kami pasrahkan kepada percetakan belakang rumah yang sangat sabar dalam melayani kecerewetan kami pun ekonomis sekali biayanya. x)) 

Sadar nggak punya banyak waktu, kala itu aku dan Oppa bergegas menindak persiapan serba-mepet kami. Actually we both didn't have any special request -kartu undangan misalnya- dibantu ibuk yang membawakan berkardus-kardus contoh undangan dari Pak Parlan -sang empunya percetakan belakang rumah- kami segera menemukan yang sekiranya sreg di hati.

Selembar kartu undangan berseri Adam125 warna cokelat keemasan ini menjadi pilihan kami. Selain bernuansa natural dengan ornamen unik tapi tidak berlebihan, bentuknya yang sesimpel tiga lipatan saja (Oppa benci dengan packaging kartu undangan yang terlalu ribet dan membingungkan untuk dibuka/dibaca) tampak sederhana dan praktis. Semua space pada undangan ini Inshaa Allah nggak ada yang sia-sia. Semuanya berguna: terdapat perincian mengenai penyelenggaraan akad dan resepsi, penggalan QS. Ar-rum, juga kutipan doa Nabi Muhammad SAW untuk pernikahan putrinya. Apalagi di bagian belakang kartu sudah tersedia space yang lega, yang memang akan kami gunakan untuk peta lokasi. Padat, sarat manfaat, kan? ;)

April 2015 bisa jadi bulan paling capek dalam sejarah hidupku. Demi keberhasilan Mei ini, aku, Oppa, ibuk, dan banyak pihak lain harus rela waktu istirahatnya tergadai, menggunakannya untuk merampungkan ketidaksempurnaan persiapan di sana-sini:
The map. Venue-nya gampil, kok.
1. Booking venue
2. Fix katering dan dekorasi
3. Kartu undangan
4. Souvenir dan stiker
5. Suguhan/konsumsi
6. Kru
7. Kebersihan
8. Teknis
9. Lain-lain

Phew~~ ( p_q)

Aku tahu serewel apa diriku, jadi setiap sebelum/sesudah mengutarakan request selalu kutambahkan, "...ini jadinya dibeginikan bisa kan, Pak? Maaf ya, Pak. Jenengan yang sabar punya klien yang cerewet kayak saya." Hahaha...

Tapi kata (sejumlah) orang, aku ini termasuk yang nggak rewel-rewel amat, masih banyak oknum yang jauh lebih ngeselin daripada aku dalam hal pilih-pilih. Hehhe... Sebut saja soal menu katering, detil dekorasi, bahkan custom undangan. Pak Eli dan Pak Parlan mengiyakan.
"Sampean niki tasih mending, Mbak. Sing luwih cerewet lan ngribeti daripada sampean wonten. Kulo sampe ampun-ampun." LOL
Perihal tamu undangan juga nggak kalah memusingkan. Secara baik aku maupun Kak Anto sama-sama berkeluarga besar, belum lagi sanak kerabat dari keluarga ayah-ibuk, Mbak Bapak-Mbah Buk, juga Mbah Nawawi dkk. Double combo! x_X

Sempat terjadi perselisihan antaraku dan ibuk. Selain keluarga besar, saudara, kerabat, dan tetangga, ibuk juga ingin mengundang rekan kerja, serta teman-teman bersosialisasinya. Bukannya aku nggak punya teman-temanku sendiri untuk diundang, kan... :/ Teman sekolah, teman main, teman komunitas, rekan kerja, dll. Belum teman-temannya Oppa juga. *ketip-ketip*

Tapi mungkin salah satu keuntungan berjodoh dengan teman sendiri adalah teman-teman kami yang mayoritas sama. xP Teman dia adalah temanku, temanku juga temannya dia. Hemat, deh!

Maksud hati ingin berbagi kebahagiaan dengan semua orang yang kami kenal, apa daya keterbatasan tidak mengijinkan. :( Atas nama Riza Chanifa Auliya Sari dan Chairul Dwi Cahyanto yang akan segera melangsungkan hajat, kami mohon doa restu. Saling sambung harapan baik selalu. :* :*

Rabu, 22 April 2015

Been Engaged

Alhamdulillah, 30 hari pasca lamaran, sekitar tiga mingguan lagi acara besar kami akan dihelat. Umm... Since it's a right time, I'm going to share about our engagement on 22nd of March 2015.

It was Sunday. We'd meet on 10:00 AM. Mulanya Kak Anto bilang kemungkinan siap sampai rumah jam sebelasan, tapi saking gugupnya mereka malah kepagian! Dia dan keluarganya sudah rapi sejak jam sembilan pagi. Malahan keluargaku yang belum beres. -___-"

Disaranai dua buah mobil yang salah satunya lebih mirip bus mini, Kak Anto sekeluarga (besar) tiba di Jalan Dieng III No.14, kediamanku. Beriringan membawa bermacam-macam peningset/seserahan yang memang dibawakan oleh pihak laki-laki untuk pihak perempuan sebagai syarat lamaran.

Peningset/seserahan versi kami antara lain:
1. Seperangkat alat sholat lengkap. Terdiri dari Al-Qur'an, mukenah, sajadah, dan tasbih.
2. Set kebaya dan high-heels, untuk dikenakan saat akad nikah.
3. Set busana semi-formal. Terdiri dari night-dress, celana panjang, dan sepatu. That white-thing is actually a wedding obi of my kebaya (tapi 'nyemplung' di basket ini). LOL
4. Girl's needs such as: make up set, hair-treatment set, sikat-pasta gigi (kayaknya 'tercemplung' juga, hehe), tas, and a box of watch as my special request. *^_^*
5. Peralatan mandi, sleepwear, dan parfum.
6. Lain-lain, seperti buah-buahan, kue-kue, aneka jajanan pasar, bahkan sembako! :Dv


Barangkali nggak semua sepakat dengan keseluruhan peningset/seserahan versi kami. Nggak ada pakem pasti mengenai rincian item yang harus disertakan dalam peningset sebagaimana banyaknya paham di masyarakat kita yang berbudaya. Namun kami meyakini, seperangkat seserahan tersebut haruslah yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak berlandaskan tulus ikhlas. *tsaaah* Jadi pihak laki-laki nggak akan merasa keberatan, pun pihak wanita akan puas dengan 'pemberian' pasangan.

Kabar baiknya, sebagian besar isi dari keranjang-keranjang peningset tersebut memang didasarkan atas seleraku. Beberapa dibeli sendiri olehku dan Kak Anto, ada juga yang merupakan sumbangsih dari (calon) mamah mertua dan saudara-saudara. Hehehe... ;)
My mom, his mom, and him -my beloved one
Mengenai prosesi lamaran kami sendiri, agaknya sedikit berbeda dan nyleneh dari yang lain. Nggak seperti prosesi lamaran kebanyakan, kami nggak melalui tahapan 'saling mengunjungi keluarga calon pasangan' sebelum lamaran resmi, pun tanpa kegiatan 'membalas lamaran' ke pihak laki-laki. Penyerahan pengingsetnya juga sengaja disertakan sekalian, jadi pas akad nikah nanti sudah 'bersih'. Kami hanya akan melakukan ijab-kabul dan penyerahan mahar/mas kawin saja.

Singkat, sederhana, dan sesuai dengan keinginan kami. :))

Selasa, 21 April 2015

Anniversary Kita, Kapan?

Sekalipun nggak dicatat di agenda atau reminder, aku nggak akan mungkin lupa kalau setiap tanggal 21, aku dan Kak Anto terbiasa saling bertukar "Happy [...] month anniversary" dan sudah berjalan selama sebelas bulan belakangan. Yups, 21 April 2015 bertepatan dengan Hari Kartini ini, kami resmi terhitung sebelas bulan menjalin hubungan.

Hahaha "ditunda", katanya.
22 Maret 2015 lalu, sehari setelah 10th month anniversary kami, aku dan Kak Anto melangsungkan lamaran, yang memang sengaja dibarengkan dengan momen ulang tahun ke-24-ku. Jadi, apakah anniversary kami pada April ini berada di tanggal 21 atau tanggal 22-nya? Hehehe... Both of those days are our anniversaries. Tanggal 21 untuk 11 bulan menjadi kekasih, dan tanggal 22 untuk 1 bulan sebagai calon istri. :*

But never mind, tolok-ukur cinta bukan dari rutin-nggaknya suatu pasangan ber-anniversary, kok. Yang penting cintanya, sayangnya, hangat perhatian dan kesetiaannya. *tsaaah* Apalagi bulan depan, dipastikan kami akan punya satu anniversary yang berbeda tanggal lagi. Hihihihi...
(♡˙︶˙♡)

Nggak sampai sebulan menjelang pernikahan, di detik ini akunya masih relatif woles. Ya bagus kalau bisa begini terus hingga hari-H, daripada tahu-tahu jadi nerveous dan malah bikin kacau pas acara? Naudzubillah...

Dan... Ini ya, terkait persiapan batin dan mental, aku sungguh-sungguh (jadi) percaya bahwa semakin dekat dengan suatu hajat (pernikahan, misalnya), akan adaa~ saja permasalahan dan perselisihan terjadi, terutama bagi kedua calon mempelai dan keluarga. Entah itu hal yang remeh-temeh bahkan sampai bawa-bawa prinsip pribadi. Serius!(>д<)

Aku pun mengalaminya. Rangkaian proses tersebut. Kak Anto yang tiba-tiba (menurutku) jadi menyebalkan; situasi kantor yang sedang tegang-tegangnya; bertengkar dengan Sissy; cekcok dengan Ibuk; dan banyaaak~ hal kecil-kecil tapi supeeerr bikin badmood. Kurasakan aku pribadi cenderung jadi lebih sensitif dan pemarah. Mulanya nggak begitu kentara, tapi kalau dipikir-pikir lagi (dengan kepala dan hati yang dingin, tentu) bukan nggak mungkin sejumlah 'kerikil' hingga 'batu kali' -yang 'Dilemparkan' bertubi-rubi tepat ke wajah- itu merupakan bentuk ujian dari Tuhan terhadap kesiapan emosiku.


Menikah (seharusnya) sekali untuk seumur hidup. Pasangan kita mulanya adalah orang asing, bukan? Dalam kurun waktu yang seringkali nggak sampai separuh bahkan seperempat usia kita, sudah yakinkah ingin menghabiskan sisa hidup dengan seseorang yang sama nan 'itu-itu saja'?

Efek ajaibnya, kita akan dengan mudah menemukan ketidaksesuaian/ketidakcocokan terhadap pasangan, berikut segala tetek-bengek kekurangan dan kelemahan yang kian mengurangi pesonanya di mata kita.
"Yakin nih, mau nikahin yang kayak gini?"
Kita cuma akan fokus dengan sisi negatif pasangan dan lupa untuk memantaskan diri juga. Pede sekali bilang situ yang terbaik bagi dia? Yakin, di luar sana nggak ada lawan jenis yang lebih baik, tapi bagaimanapun dia tetap memilihmu sebagai teman hidupnya? ;)

Mungkin itulah sebabnya di era lama, ada suatu ketika kedua calon mempelai harus 'dipingit' atau melakukan 'pingitan', dilarang bertemu dalam kurun waktu tertentu hingga hari pernikahan tiba. Bisa jadi tujuannya memang untuk meminimalisir 'goncangan' jiwa yang berpotensi menyesatkan tersebut. Pernah menghitung banyaknya kasus hubungan berantakan di detik-detik terakhir jelang momen penting? That's too bad even to imagined. :(

Jaga hubungan. Tetap saling cinta. Percaya, menghormati, setia, dan berusaha menjadi yang terbaik. Fighting! ^0^)9

Tapi semakin diragu-ragukan, aku justru semakin yakin kalau aku ini takdirmu, Chagi. :*

Sabtu, 21 Maret 2015

The Last 21

Malam minggu terakhir sebagai seorang single. :P Muehehehe...

Weekend ini akan jadi salah satu weekend bersejarah dalam hidupku, karena yah, tomorrow I will be engaged with my lover. ^///^

22 Maret, bertepatan dengan ulang tahunku ke-24 (ouch, I've been that mature already, LOL) aku dan Kak Anto Inshaa Allah akan melangsungkan prosesi lamaran kami. Memang sudah direncanakan sejak tahun lalu, sempat begitu dinanti (dan masih), sekarang tahu-tahu sudah H-1 saja. Nggak terasa gitu, ujug-ujug sudah besok. Keluarga kami akan bertemu, sekaligus melanjutkan pembicaraan tentang pernikahan kami pada bulan lima mendatang. *degdeg*

Iya, deg-degan. Kalau kemarin-kemarin aku masih cenderung nyantai, tapi nggak kupungkiri semakin ke sini sudah mulai makin terasa mulas dan deg-degannya. Still can't help but just let it go with the flow, nggak inginlah terlalu diburu cemas tentang bagaimana besok. Daripada terburu-buru dan jadi nggak fokus pada persiapan sekarang, ya mending menenangkan diri sendiri dengan berdoa and keep positive thinking. :))

Postingan ini pun dalam rangka menerapi hatiku agar kian siap. Selain persiapan lain-lain yang 'terlihat', persiapan batinku juga tetap harus diperhatikan. xP Bala bantuan datang dari sepupu tersayang, Noi, yang sudah tiba di rumah sejak dzuhur dengan membawa macam-macam buah tangan yang pastinya sangat berguna. Om Iin beserta Tante Nik dan Dek Iman menyusul nggak lama kemudian, sekitar ashar. Untung rumah sudah mulai terlihat rapi meski masih sedikit terlihat chaos di sana-sini. However, acara beres-beres juga masih terus berlanjut.

Menjelang pukul delapan, sepulang dari Tante Wati, tahu-tahu banyak orang berkumpul di rumah. Saudara-saudara mampir, melihat-lihat proses renovasi rumah yang termasuk salah satu bagian dari persiapan kami. Senang sih, dan agak-agak surprised. Ini baru malamnya sudah ramai begini, gimana besok pas hari-H? /,\

Sebenarnya pengin banget bertemu Kak Anto, sekadar membagi gugup *halah sayangnya dia sudah ke rumah duluan sebelum aku sampai. Keselisipan jalan. :( Ya nggak apa-apa sih, kan besok pagi juga ketemu. Huahahahaha... Dia memang cuma mampir sebentar dari perjalanannya hunting sepatu, untuk besok katanya. ;)

Happy (last) 10th month annivesary, Darl. See you tomorrow on our engagement day. :*

Selasa, 17 Maret 2015

#Countdown 17 to 22

Selasa, 17 Maret 2015

Lima hari lagi sebelum tanggal dua puluh dua. Hari ulang tahunku dan -Inshaa Allah- bertepatan Kak Anto sekeluarga akan bertemu keluargaku untuk melamar. ^///^

Dari awal aku selalu berniat serius. Karena cinta dan perasaan tidak pernah selucu itu untuk dimainkan. *apasih* Pertengahan tahun lalu, setelah melewati banyak hal, aku sangat bersyukur saat Kak Anto berkata bahwa dia menginginkan kami bersama. Tapi bukan lagi sebagai pasangan kekasih dengan sebutan 'pacar', lebih dari itu, dia ingin menjadi imamku. Nilai plus untuk pertimbangan, dia secara to-the-point melamarku (meski terkesan implisit :P) dan bukannya sekadar ingin mengencaniku saja.

I'll never forget his very first proposal. In our light conversation of dialy-friendzone-chat. Hehehh...
"So, have you found any man to be your future husband?" 
"Nope," I answered. "Not yet," 
"Why?" 
"Nothing, because someone in the past still so precious and unreplaceable?" I made laugh. 
"Really? So, may I get your stuffs and become 'that precious someone' for you"?
There were we... And here we are now, and so on... :')

Sementara babak baru kami akan segera dimulai, ada kalanya aku tidak merasa ada progres berarti pada diriku. Aku tetap seperti inilah aku, begitupun dia, dan kami.

It's just like a dream. Such a wonderful dream I've ever had, while too good to be true. Hahaha... Saking bagusnya sampai aku sadar yang sedang kualami hanya mimpi -yang pasti akan menguap begitu aku bangun dari tidur. :/

Jadi berkali-kali kuyakinkan diri bahwa yang kali ini tengah kami jalani (bersama) benar-benar sungguhan, kenyataan. Buah kepercayaan yang selalu kami ikhtiarkan. Kami percaya, usaha keras tidak akan pernah menghianati. Pelangi selalu indah dilihat seusai hujan lebat. :))

Rabu, 21 Januari 2015

8elonging Each Other

21 Januari! *tepuk tangan*

Rasanya baru kemarin bertahun baru, dan semingguan lagi sudah akan berjumpa Februari. Time flies surely fast!

2015 kami dimulai dengan segala yang baik. Berharap ke depannya pun, kami akan tetap seirama dengan kebaikan-kebaikan yang membaikkan diri dan masa depan kami. Perlahan tapi pasti, kami sudah memiliki peta masa depan kami sendiri. Diam-diam tapi pasti, sedikit demi sedikit kami pasti akan bisa mewujudkannya. Inshaa Allah, aamiiin...

Aku tahu aku sudah mengacaukan malam ini. Entah kapan tertidur, begitu kubuka mata, Chagiya sudah berkacak pinggang tepat di depan pintu kamarku yang terbuka lebar. Ia nyengir, memamerkan deretan gigi-giginya yang asimetris tapi super-manis.
"Baru bangun? Cuci muka dulu sana, Yank," ia beranjak ke ruang tamu, dengan masih memperdengarkan suara tawanya yang khas. 
Aku mencelat ke kamar mandi, mencuci muka dan bersiap seadanya. Tidak ada orang yang senang menunggu terlalu lama, kan. Aisshh... Bisa-bisanya aku tertidur menjelang jam janjian! *mianhae Chagi* T__T

Lapak crepes yang dimaksud Chagiya terletak di perempatan jalan raya Ijen-Semeru, semerk dengan crepes yang pernah kubeli di daerah perumahan Gatul. Varian rasanya banyak! xD Kami membeli 5 rasa berbeda: chocoberry, chocochips-cheese, chococheese, keju-mesis, dan sosis-keju-pedas. *nomnom*

Gerimis mulai turun saat kami memesan terangbulan rasa chocoberrycheese dan ketan hitam recomended by Chagiya. Saat akan pulang, langit tahu-tahu cerah kembali, sehingga alih-alih pulang, kami bertolak ke arah kota.

There are some stuffs in our checklist that haven't completed yet, like: baju manset (putih dan hitam), jilbab (putih dan merah), towel, and underwear. I had no idea of the white manset and the veils. We didn't find anything at the first shop, but alhamdulillah we got the black manset and a set of cutie underwear in our second stop.  Sebenarnya Chagiya ingin membelikanku handuk model baju, tapi urung karena kubilang aku sudah punya yang model biasa tapi bermotif lucu, so we don't need to buy it again. :3

Chagiya teringat wacana kami soal membuat kemeja untuknya sebagai couple dari dress milikku. Lantas kami masuk ke sebuah toko kain dan membeli 2 meteran kain berwarna biru dan marun dengan efek glitter, sesuai keinginannya. Done! Tinggal dijahitkan saja. :)

Keluar-masuk tempat perbelanjaan membuat Chagiya-ku lelah dan haus (karena terus mengekoriku memindai rak-rak baju, hehe), maka aku setuju untuk mampir ke kedai es putar di daerah Benpas sebelum pulang.

Begitu melihat menu es krim aku langsung bersemangat. Memesan paket es krim dengan 3 scoop varian rasa. Komposisi stroberi-vanila-greentea menarik minatku, sedangkan Chagiya mencoba perpaduan rasa stroberi-cokelat-nangka untuk es krimnya, plus memesan 2 apem-londo dibawa pulang. Belum habis es krim, Chagiya dan aku sepakat akan porsi es krim yang di luar perkiraan.
"Kelihatannya aja scoop-nya kecil ya Yank, tapi pas dimakan kok kayaknya nggak habis-habis?" selorohnya lugu yang segera kuiyakan. Kalau saja sudah makan malam, aku pasti tidak akan bisa menghabiskannya.
Dalam hati aku sangat bersyukur sudah berhasil membujuknya agar tidak membeli kue putu, 'cause as you know, makanan yang kami beli tadi sudah cukup banyak tanpa harus membeli lagi, kue putu yang bahkan kami tidak tahu harus beli di mana.

Sesampainya di rumah kami sama-sama terkapar. Chagiya sempat makan malam sebentar sebelum pulang. Kami mengevaluasi perjalanan kami malam ini. Chagiya tampak sangat puas dengan hasil wisata kuliner dan keluar-masuk kami ke toko pakaian. xD

What a wonderful night! *hug*

Well, selamat tanggal 21 kita yang kedelapan, Sayang...
Tetap jadi dirimu yang selalu kusayangi, ya... :*

Rabu, 07 Januari 2015

B(e)tter-Sweet You

Sudah bukan mungkin lagi jika bertemu dan melewatkan waktu bersamamu adalah satu dari beberapa hal yang mustahil membuatku bosan.

Seperti halnya rutinitas pasangan kekasih lain: mengobrol seru via chat, tertawa, berbeda pendapat, berselisih, saling diam dan merajuk, merindukan satu sama lain, lalu berbaikan, dan makin bersahabat erat dari sebelumnya.

Kamu dan aku juga mengalaminya. Hari-hari dengan kegiatan masing-masing yang tidak mudah, tema obrolan yang kadang tidak nyambung, tidak jarang menyulut ketegangan di antara kita. Namun sebagaimana aku memercayaimu, seyakin itulah aku bahwa kita berdua akan selalu baik-baik saja.
"Kamu rese' kalau lagi kangen!"
Maka aku mengajakmu bertemu. Sudah tidak kaget lagi dengan kelakuanmu yang merindukanku tapi tidak mudah bagimu untuk segera menemuiku, lalu merajuk sebagai gantinya. ;) Besok hingga weekend kamu mungkin belum berkesempatan menemuiku, jadi malam ini aku sangat bersyukur berhasil 'memaksa'mu berkeliling kota bersama, hingga pulang larut karena keasyikan ngopi dan mengobrol dengan kawan-kawan kita. ^_^

Untung ibuk tidak (terlalu) marah, ya. Hehehe...

Semoga kamu sesenang aku sekarang. :))

Ummm... have been missing you already. See you soon, Darl. :*

Kamis, 01 Januari 2015

Hey, Future!

2014 terlalu membahagiakan untuk buru-buru dibukukan. Begitu berarti untuk lekas diakhiri. Tersimpan 365 hari sarat kesan di dalamnya. Menyaksikanku bertahan dan berharap. Menumbuhkan kedewasaan, pun mimpi-mimpiku.

Tidak bisa kukatakan bahwa dalam setahun ini aku berkembang dengan sempurna tanpa cela, tapi bisa kupastikan aku sudah tumbuh mendewasa sebaik yang aku bisa. ;) Sungguh, pembelajaran oleh hari-hari di 2014 penuh berkat mana yang tidak penting hingga layak untuk kuabaikan?

Bicara tentang akhir tahun, bicara tentang napak tilas peristiwa 'ter' dalam setahun. Ummm... kaleidoskop?

Terlalu banyak cerita di setiap harinya, dan hampir semuanya bermakna. Jika aku boleh membilang beberapa tanggal, yang paling tidak (akan) bisa kulupakan; 21 Mei, 3 Agustus, 28 November, 6 Desember, lalu 31 Desember adalah beberapa yang kusebut tanpa ragu. :*

31 Desember adalah hitungan terakhir di 2014 ini. Ia bahkan selalu ada di sudut bawah kalender di tiap tahunnya. Tapi yang membuat 31 Desember 2014 berbeda dengan 31 Desember lain sepanjang hidupku adalah seseorang kecintaan tengah bersamaku. Bersama kami menyaksikan detik-detik penghabisan tahun yang kemudian disusul dengan pembukaan tahun baru. Penuh syukur atas segala yang telah kami lalui dan dapatkan di 2014, serta tak lupa menyematkan barisan doa agar apa-apa yang kami rencanakan di 2015 ini berjalan sesuai keinginan dan harapan kami. Aamiiin... :'))

Meski roti bakar dan gelas-gelas teh kami sudah lama mendingin, adik dan para sepupu mudaku masih betah begadang, bermain monopoli, sementara aku dan Chagiya menghabiskan banyak pembicaraan di teras depan sambil sesekali mengawasi mereka yang ribut tentang aturan game. What a joyful midnight! :*

Chagiya pamit pulang menjelang pukul dua dini hari. Usai melihat kembang api yang menyala begitu masuk 1 Januari 2015, 00:00 WIB, kami masih belum puas mengobrolkan apa saja, seolah mengganti waktu selama kami tidak bertemu pada beberapa hari sebelumnya. Hehehe...

Dan sesuai dugaan, karena tidur sangat larut, kami akhirnya melewatkan agenda jalan-jalan dan memilih bergelung di ruang tv sambil menonton. Sebagai gantinya aku mengajak saudara-saudaraku itu membuat es krim bersama dan ikut bermain monopoli.

Hampir lupa kalau malam ini Liverpool akan bertanding kontra Leicester. Kick off jam setengah 9 malam, kira-kira akan berakhir tidak kurang dari jam 11. Pikirku mustahil aku bisa ikut nobar match tersebut.

Kemudian aku baru ingat saat menemukan Rizky bergelung dalam selimut memainkan hp. Hari minggu lalu aku sempat mengajaknya datang ke acara futsal-nya dulur abang, dan dia tampak  cukup tertarik. Kenapa tidak minta ditemani nobar dia saja? :P

Kami menang saat Hojo meluncur di jalanan menuju venue nobar. Alhamdulillah, meski mengomel ini-itu ibuk akhirnya mengizinkan kami pergi. Yang membuatku lebih exited, ini perdana bagiku untuk nobar midnight, dan Chagiya yang sudah bilang akan terlambat nobar, tidak tahu kalau sudah duduk manis di K-ng Ucup lebih dulu.

Dia cuma tertawa sambil mencibir ringan, "Yo ngunu, wes nd TKP nobar nggak bilang-bilang!" dengan aksen bawaannya yang khas. "Penasaran, bilang apa ke ibuk kok boleh keluar malam?" Hahaha... Dasar kurang ajaaarr... xP

Sempat unggul 2-0 lewat tendangan penalti oleh kapten, dan game berlangsung seru, hasil akhir imbang membuat kami sedikit kecewa. Sekalipun tidak melunturkan cinta kami pada Liverpool dan tim, tapi ketidakbisamenangan di kandang menghadapi tim medioker sekelas Leicester juga tidak mudah bagi kami yang selalu menganggap The Reds adalah satu dari tidak banyak tim papan atas Liga Inggris.

Tapi bisa pulang bersama Chagiya cukup untuk meredakan galau sesaatku. ;)

Bagaimana tidak senang, bisa membuka dan menutup hari baru bersama Sang Kecintaan?

Happy 2015! :*

Minggu, 21 Desember 2014

The 7th Anniversary

Dear, 21 Desember 2014,
terima kasih sudah hadir dan memberikan satu hari yang membahagiakan untukku, kuharap untuknya juga. Tahukah betapa aku menanti hadirmu, hari ini? :)

Bukannya sengaja mengingat. Aku hanya tidak terbiasa melupakan atau mengangin-lalukan hari atau tanggal yang menyimpan kenangan. Tanggal 21 tujuh bulan lalu, bukankah sudah berjasa besar terhadap bahagiaku beberapa bulan terakhir? When Oppa and I had been getting together once again.

Hari ini kami berjanji bertemu. Oppa menjemput pukul delapan pagi dan menemaniku piket kerja seharian. Well, maybe it wasn't that wonderful thing for you, but hey, who wouldn't get excite for having quality time with the beloved one? ;)

It was that simple. We, ourself, movies, snacks, with noone to infere us. Perfect, wasn't it? And "Annabelle" became our 'romantic' film. Hehehe... Berdurasi sekitar satu setengah jam yang harus terhenti beberapa kali karena gangguan nasabah xP berhasil tertonton dengan baik.

Sempat terjebak hujan sebelum pulang, membuat kami memanfaatkan waktu dengan mengambil beberapa foto groufie. It wasn't like we take some pictures together so often. Terakhir kali malah yang pas di teras depan rumah. Pun cuma beberapa, nggak banyak.

Memang bukan kali pertama ini aku foto berdua dalam satu frame bersama seorang namja, tapi Oppa adalah namjachingu pertamaku (inshaa allah yang terakhir) yang aku ingin sekali bisa punya foto berdua dengannya. Dan alhamdulillah terkabul! *^_^* Muda-mudi mana yang nggak doyan selfie dan groufie bareng kekasih? Walaupun masih suka kagok dan malu-malu untuk mengajak berfoto duluan. Hihihihii... Ahh, sudahlah... Kami sudah sepakat saling mengingatkan agar mengabadikan momen-momen yang kami anggap penting. Sebanyak mungkin.

Sebenarnya Oppa ingin sekali mengajakku makan siang di warung Ketoprak dekat tempatnya bekerja yang katanya enak. Since he knew that I haven't eaten any Ketoprak ever before, he decided to bring me to try one. Tapi sayang banget, begitu kami sampai sana warung tersebut tutup. -___-"

Putar balik di tengah gerimis ringan. Menyusuri jalanan pulang sambil tengok kanan-kiri, barangkali ada penjual makanan yang kuinginkan. Aku sih bebas mau diajak lunch apa, di mana. Setelah putar-putar beberapa saat kami berhenti di sebuah warung bakso-mi ayam di Jalan Penanggungan. Kali ini aku memesan semangkuk mi ayam dan jeruk panas, sedangkan Oppa tetap menginginkan semangkuk bakso plus es teh kegemarannya. Sayangnya beitu pesanan kami datang, kami mendapati minuman kami tertukar; teh panas dan es jeruk. :/ Karena sedang kedinginan dan ingin yng panas-panas, aku mengiyakan usulan Oppa untuk saling bertukar minum.

Kami pulang begitu menandaskan makanan dan minuman masing-masing. Hari ini jadwalnya Oppa ganti shift, jadi masuk malam. He said that he would hangout with friends before home. And no more dating for the night. -___-" Errr~~ karena jam sepuluh sudah harus masuk kerja dan seharian ini ia kuculik tanpa istirahat, aku ikhlas-ikhlas saja dengan proposalnya itu. Hehehe... It was a great day, too possessive and being selfish aren't good ideas. ;)

Happy anniversary, Dear Honey...
Always hoping the best for us. I love you as always... :*

Jumat, 28 November 2014

Happy Chairul's Day... :*

Selamat ulang tahun, Sayang...
Happy 26 y.o~~ *^_^*

Semoga selalu dijaga kesehatannya, panjang umur, dan dikaruniai usia yang bermanfaat. Getting joss-er(?) ibadahnya biar makin dekat dan disayang Allah; selalu sayang dan makin sayang sama aku, orang rumah(-ku dan -mu); be a great boy of your fams, especially for your parents; juga selalu rajin dan semangat mengusahakan masa depan kita *Inshaa Allah*.

I'm hoping that all your wishes be granted by Allah SWT in very soon, aamiiin...

Actually you never ask me a favor for your birthday, but since it's the first birthday of yours in our (newest)relationship, I'd like to share my happiness of having you, to you, by giving some presents you'd never thought. Will you? ;)

Aku amat sangat bersyukur karena masih bisa bertemu dengan tanggal penting ini, hari di mana kamu dilahirkan 26 tahun silam. Terima kasih sudah terlahir dengan apa adanya dirimu. It's like I love you more than I've thought. :))

Selamat menempuh usia baru, Sayang. Jadi teman (hidup)ku selamanya, ya? 💑

Senin, 13 Oktober 2014

Mine

Hehehe... Every single time I look and read the screenshot, somehow it feels like pengin ketawa sambil cubitin pinggangnya Oppa sekaligus. xD Gemeuss! Since I didn't online my twitter and facebook too much, postingan beberapa hari lalu yang baru kutahu pagi ini, alhasil jadi pembuka Senin yang manis. Thanks for the cheer up, though I'm sure that you wouldn't mean to, Chagi. :P Bahagia(ku) itu sederhana... hahaha...
Apa ya? Seperti pheromone-nya si Oppa bukan cuma berhasil padaku, tapi juga 'mengenai' (banyak) perempuan lain di luar sana yang barangkali sadar akan pesonanya dia. *huekk* Say I'm on my knees of his charms, why aren't those girls too? Ini lumayan bikin bangga but in the other hand jadi agak-agak jengkel juga, sih. If you know what I mean. :/

My man is a very special rare item. Just 'unique' can't even compare his values. Belum lagi kepribadian dan kebiasaan-kebiasaannya yang super duper ajaib. And... can you tell me please, is he really that handsome or what?? xP I think I do need to stick his face with a 'sold out' shout then those girls won't ever flirt on him anymore, seriously. *sigh*

Untung aku -AKU, sebagai calon istrinya- *uhhuk* bukan cewek kayak gitu. Bukan jenis yang suka kecentilan ke lawan jenis lain yang bukan pasangan maksudnya~~

Btw, ini juga postingan apaan, sih? *baru nyadar* Mendem kangen rupanya bisa membuatku begini randomnya. Kkk~

Ahh, I do miss him so much... :*

Minggu, 21 September 2014

T4 Terbaik

Tempat terbaik itu di sisimu.

Betapa pun aku menolak, mengingkari, satu-satunya tempat kuingin pulang adalah hatimu. Sebagaimana juga aku -setelah melalui berbagai kejadian dan pertimbangan yang kuharap tidak hanya sekadar angin lalu- telah kau inginkan untuk menjadi tempat berpulangmu kelak.

Kau itu serupa malaikat pengabul doa yang dikirim oleh Tuhan khusus untukku. Kuharap selalu hanya untukku.

Bersamamu waktu seolah cepat dan lambat sekaligus. Aku merasa sudah mengenal dan mencintaimu selamanya. Tapi hitungan ini baru berjalan 30 hari kali empat. Mungkin aku bisa menunggu sebentar lagi. Sebentar lagi dan kita akan benar-benar bisa bersama untuk seterusnya. :')

Selamat hari jadi kita yang keempat bulan, Sayang. Kau tahu sebanyak apa sayangku untukmu. :*


♥ RLC

Jumat, 22 Agustus 2014

dua puluh satu, dua puluh dua

Tanggal 21 Agustus kemarin bertepatan dengan 3 bulanannya aku dan Oppa. Satu angka lebih jauh dari hitungan kami tahun lalu. It's so relievable. I do thank God to be given so much bless this way, won't stop saying "alhamdulillah"... :')

Berbeda dengan anniversary sebelumnya, aku nggak buru-buru mengatakan apapun padanya begitu tanggal 21 tiba. :P Kami hanya berjanji akan bertemu sepulang kerja. He would pick me up, and we would have a date right after that. But unfortunately there were some mis-situations made my plans delayed for a moment: tanpa janjian tahu-tahu Tantit muncul di Pemuda, dan adanya ajakan 'ngeroom' dadakan dari seorang sejawat. Salah satu sifat jelekku yaitu mudah bimbang ketika ada yang membuat rencanaku tidak berjalan semestinya. Aku sempat bingung bagaimana menyampaikan pada Oppa bahwa kami terpaksa tinggal dulu di kantor dan menunda kencan kami sampai Tantit menyelesaikan urusannya, pun tentang 'nyengnyong' invitation dari teman kami yang pada akhirnya toh kami tolak, tapi tetap saja membuat ribet pada awalnya. -___-

Kami kembali pada rencana semula. Usai sholat maghrib dan semuanya beres, Oppa and I had decided to have dinner in C'Bezt, salah satu fastfood court yang menjual berbagai olahan ayam. Sebelumnya kami sudah pernah beberapa kali makan di sana and it wasn't bad idea actually. Lokasi C'Bezt di gedung (mantan) MIP itu menyimpan secuil kisah masa lalu kami, a quite cute thing. Sudah begitu, sangat dekat dengan destinasi kami selanjutnya, tinggal menyeberang jalan saja. ;)

Dua paket Chicken Katsu dengan friedfries sebagai pengganti nasi plus teh botol menjadi pilihan kami. Jelas bahwa aku dan Oppa adalah tipikal orang yang malas-makan-makanan-yang-ribet. Sedangkan menu Chicken Katsu ini merupakan fillet daging ayam yang digoreng renyah dengan saus Katsu pedas dilumurkan sebagai topping, yang pastinya praktis dimakan. Sepasang sendok dan garpu menyertai piring kami, sehingga kami nggak perlu menyiksa diri untuk makan menggunakan tangan, seperti para pengunjung yang mayoritas memesan menu ayam goreng original. Kami memang pasangan pemalas! xP

Jam menunjukkan pukul tujuh saat kami beranjak dari C'Bezt. Berjalan beriringan menuju Eternity lalu berakhir menggunakan an hour freepas kami di sana, selama dua jam kemudian hingga pukul sembilan malam. Aku mengucapkannya juga. Before went home, right on his left ear, I whispered, "Happy anniversary, Sayang. I love you..." ditutup dengan sebuah kecupan.

***

Eomma mendapatkan kabar baik hari ini dan ingin berbagi syukur dengan mentraktir penghuni Ume-chan makan malam di luar. Beliau ingin tahu apakah Oppa bisa meluangkan waktu untuk bergabung bersama kami. Lantas aku pun bertanya dulu pada yang bersangkutan, lebih ke meminta pertimbangannya sih, apa dia bisa memenuhi undangan makan malam dari Eomma malam ini atau besok saja. He said that it would be nice if we could have dinner on the next day, sekalian bermalam minggu bersama. Tapi karena besok RCTI akan menyiarkan live concert perayaan ultahnya dengan Suju-M sebagai performance puncak yang nggak mungkin aku dan Iis lewatkan, maka diputuskan dinner syukurannya malam ini saja.

For your information, Oppa-ku nggak begitu suka dengan sesuatu yang serba-mendadak; undangan dinner tiba-tiba ini misalnya. Dia bisa saja sudah makan malam sebelumnya. Maka aku sangat bersyukur dan berterima kasih karena sekalipun agak berat hati dan mungkin sedikit nggak nyaman untuknya, Oppa tetap bersedia menuruti permintaanku dan datang menjemput ke rumah. :*

Pukul delapan, berempat Oppa, kami berangkat menemui Ibuk yang sudah berada di Hatchiku Bento yang menjadi TKP dinner kami kali ini. Well, Japanese foodcourt ini pun sudah nggak asing lagi bagiku, untuk orang rumah, maupun Oppa. Rumah makan jejepangan ini adalah salah satu tempat makan favorit kami semua.

Lagi-lagi kami memesan Sushi; Ibuk dan Tantit tampaknya sudah terkontaminasi olehku dan cenderung menyenangi makanan khas jepang itu dibanding menu lain yang disediakan Hatchiku. :Dv Iis memesan semangkuk mie Ramen, dan Yakiniku set menjadi pilihan menu makan malam Oppa. Saling bertukar isi piring masing-masing, kami berlima sangat menikmati dinner syukuran ini. Obrolan meja makan keluarga yang menyenangkan, Oppa-ku juga terlihat santai dan akrab dengan yang lain. Aih, nikmat makan malam bersama keluarga dan kekasih mana yang akan kudustakan, Tuhan? Mana berani aku mengingkari karunia-Mu... :') Tonite I was so glad till I could die.

Agenda yang berturut-turut selama dua hari ini semacam anniversary bulanan kami dirayakan oleh banyak orang. Seolah kebahagiaan yang membuncah di dadaku nggak hanya milikku dan Oppa saja, tapi juga milik mereka yang mendukung dan mendoakan kebaikan bagi kami berdua. Maka bolehkah aku menganggap ini (sekalian) syukuran untuk hari jadi kami kemarin? Ehehehehe...

Happy 3rd month anniversary, Chagiya... Longlast for us... I do love you so much! :*

Senin, 11 Agustus 2014

In Relationship

I wonder what should I tell you, instead letting my blog keep vacum by busy. :P

Well, another Monday. Another new week of this recent August. Eleventh? It must be 8-9 days since Oppa's arrival in Java. As we all knew that he had stayed in Balikpapan-East Kalimantan for a last year. Finally he went back home to our Mojokerto City. God's plans must be such incredible, right? I was hoping for his return for so many times, while he himself told me that he really wanted to go home, but still trapped there for uncertain how long.

Then like kun fayakun, on August 2nd 2014, Oppa said that his flight would be scheduled on the next day; Sunday, August 3rd 2014. I insistently offered myself to pick him up at Juanda Airport Surabaya. Crazy? Yes, I was. I am, if what we are talking about is him. ;))

As I mentioned it, my way to Juanda must be an awesome trip. It was me who wanted to pick him up, but I forgot that I had no idea of the route I had to take; how could get Juanda, by Hojo myself? I hadn't gone there even once before. I was very conceited. :(

Bismillahirrahmanirrahim... My way just stucked in Balongbendo, besides Oppa's flight would be arrived at 11:00 AM, meant I had less than only 45 minutes or Oppa would wait for me. Didn't want it happened, so I drove Hojo moreover 100 km/h through Bypass. I was like dreaming, suddenly I almost reached Cito Mall Surabaya. Then I followed a car in front of me passing, Jalan Tol (I tought that car would go to Juanda too, so I followed them) but I got stopped by the gate. 
"Motorcycle couldn't pass this way, Miss. Jalan Tol is for cars only. You have to turn around and take another way to get Juanda. It would be 15 minutes from here. When you've found Aloha's Gas Station, you just need to turn left. If you see a plane monument, means you would be nearer from Juanda. Just go a head." They said. Oh, God! How could I lost at this time!?? "Good luck and be careful of the traffics, Miss. Don't get wrong way again!" 
Liked a fool I tried to find the hints that the officers of Jalan Tol had given me. Didn't hard actually, but it was the first time in my life. Suddenly I realized, I might pass the same way to go to Uncle Rozi's house. Hold on? Was it Sidoarjo? Ohh, crap!! I was so amateur. >_< 

Based on the hints, alhamdulillah, finally I found the right route that brought me nearer with Oppa's place, tough I had to get lost once again. :'( 

My way to Juanda's Domestic Incoming Terminal, I couldn't park Hojo. Yess, I saw the parking area, but not the gate to in. So I gave Oppa a ring, asked him to met me outside, because I was near the mosque, not so far from the hall. While I prepared to see someone who I haven't seen for a long long time, Oppa officially appeared in front of me. 

Wearing a black shirt and black trousers. 

Oppa came to my house immediately. Like he didn't missed any chance to meet me. Well, I did miss him too very much.

***

Last night, we went to watch a friendly match of Liverpool vs Dortmund in Kang Ucup Benpas, together with all Kopites Mojokerto member. I asked him on the previous day, and my, he said ok. Since Oppa is my main world, but I do have my another worlds either, I just always wanted Oppa and 'my another worlds' could be work well. And here was the one; my Kopites Mojokerto family. 

Once I ever showed him my activities, particularly something that would be his interesting too. I sent him pictures of my activities with KM's member; told him about the 'nobar' and I've promised that someday I would be glad to bring him anywhere he wanted to. And wanted Oppa to meet my KM family.

The match of Liverpool vs Dormund was actually broadcasted at 6:15 PM on Global TV. But it was my first 'nobar' after the last 2013/2014 season was over. So I really excited to attend. Met lots of my Kopites frien; nobar, chanting together.  
here we are... *^_^*
Celebrating our greatest Liverpool winning of Dortmund 4-0, suddenly Oppa showed me his phone. It was his facebook appearance. Right on the relationship bar option, he added my account as his partner. As his date. His girlfriend. Hahaha... xD

I obviously confirmed it as soon as the notification came to my account. Knew it would be shown in both of our cronologies, but hey, who'd care? Well, it wouldn't be anniversary of August 10th, because we don't even know since when did we get back together again, but still it made me happy so much.

Big thanks to all of you who've been giving such a beautiful wishes for our newly relationship. I do wish the greatest for your happiness too. Thank you~~ :*

Senin, 21 Juli 2014

Senin-21-Kamu-Kita

Dalam balutan kostum 'rumah' yang friendly banget. :3 What a kawaiii couple~
What a peace and gratefull Monday~~
Nggak terasa sudah memasuki 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan. H-7 Lebaran, kan? #CountingDays Subhanallah... hayaku~ Semoga puasaku bisa nutut sampai akhir, aamiiin!

Lagi-lagi dibangunkan oleh panggilan telepon darinya, yang entah kenapa selalu jauh lebih ampuh daripada dibangunkan live oleh ibuk. Ehehehe... xD Semalam benar-benar kayak habis tawuran. *lebeh* Bukan cuma aku saja, tapi orang serumah juga merasakan hal serupa. Tapi seru sih, kami semua sangat menikmati dan senang dengan agenda keluarga kemarin.

Always share...
Eeto... Melihat piku di atas, serasa dapat ucapan selamat dari Kirisuna-couple juga... ^///^ Iya, pagi tadi aku mengiriminya beberapa baris pesan. Isinya? Ucapan "Happy Anniversary" untuk sekuel kedua kami, yang jadi terkirim juga akhirnya. *^_^*

Chagiya memang pernah bilang untuk nggak mempermasalahkan tentang hari jadi kami. Bagaimanapun kayaknya nggak akan berefek banyak, karena dalam ingatan kami, sejauh bisa diingat, kami berdua sudah terbiasa bersama sejak awal. *tsaaah*

Topik favoritku ini kembali terangkat saat aku tiba-tiba teringat chat balasannya untuk si mbak mantan yang menanyakan sejak kapan dia dan aku balikan (bisa cek di sini ^^).
"Beberapa bulan itu berapa emangnya?" setengah iseng aku bertanya dalam chat.
Chagiya yang betulan nggak mengingat malahan menjawab, "Udahlah Yank, nggak usah ngitung-ngitung yang kayak gitu. Mending ngitung kapan kita nikah aja!" 
Nyesss~ Dasar atashi no koibito centiiil! Ditanya (agak) serius malah flirty-flirty begitu jawabnya. >///< *ngumpetin blushing* Ya sudah, nggak kuungkit-ungkit lagi daripada tiwas deg-degan tapi dibercandain. Errr~ Sudah begitu, sebetulnya nggak kaget juga sih, sudah bisa diprediksi reaksinya Chagiya bakal gimana. Tahun lalupun menentukan tanggal jadi kami barangkali semudah melempar dadu saja baginya.
"Ya terserah Sayang aja, enaknya kita bikin tanggal berapa, Yank?" selorohnya (sok) lugu ketika aku menanyakan kapan resminya kami jadian. Ya itu tadi, kami berdua kelewat pede untuk mewajarkan kebersamaan kami.
Perfect smile! 
Kan? As long as he's with me, sih. :* Tentang ucapan yang tadi pun aku nggak berharap akan dapat balasan yang bagaimana-bagaimana. Cukup perasaanku sampai padanya, cukup. Jadi aku sama sekali nggak membahasnya lagi. But, did you know? Menjelang tutup kantor Chagiya mengirimkan pesan padaku. Bertanya apakah aku sudah pulang, karena dia ingin menelepon (Yess, I've edited this posting). Aku menyilakannya, karena jauh lebih baik daripada kami bertelepon saat aku di rumah, pasti akan direcoki.

And yaah... Basa-basi kataku. Sebenarnya dia cuma ingin mengonfirmasi pesanku yang sebelumnya, tentang anniversary kami. :D Hahaha... Gotcha! Lucu saja membayangkan dia yang kukira nggak akan begitu peduli dengan hal-hal semacam itu, tapi rupanya menaruh perhatian juga. Suaranya terdengar sangat imut saat membicarakan hal itu. Hahahaha... xD Sayangku, sayangku...

Dan sama seperti yang selalu aku harapkan, segala yang baik-baik termasuk komunikasi dan hubunganku dengannya -yang barangkali agak aneh untuk ukuran pasangan normal- akan terus berlanjut. Sebisa mungkin dan memang seharusnya kualitas sekuel dua kami ini lebih menjadi lebih baik lagi dan diakhiri dengan masa yang paling baik bagi kami masing-masing.
Hitungan sudah berjalan, jangan berhenti, jangan kembali. :)) Setelah kedua, pasti akan ada ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya dan seterusnya. Longlast for us, Dear. :*
Hmmm... Jadiii, kenapa banyak piku-piku Kirisuna-couple dalam postingan ini? Dunno! But, sempat terpikir untuk googling beberapa gambar yang sekiranya cocok dengan tema tulisanku hari ini, then i found them! ^3^)9 Terlalu sweet untuk sekadar di-scroll tanpa mengabadikannya juga, maka sekalian deh. Kkk~
Have lunch together. To~get~her~ness~ ^^
Well, dikisahkan Kirito dan Asuna memang sudah 'menikah', dan dalam piku-piku ini aku seperti bisa merasakan suasana yang 'lain' jika dibandingkan dengan gambar pose serupa oleh karakter-karakter couple lainnya. Mereka ini lebih 'adem' dan 'menyejukkan' untuk dilihat. Emosi yang dipancarkan terasa betul-betul tulus, begitu. Aihh... >///<
Apa, ya? Romance-nya Kirisuna-couple ini agaknya beda dari couple-couple lain. Salah satu alasanku memvote mereka sebagai anime-couple tercouple(?) :P Yup! Romance-nya mereka natural, bersahabat, serta minim vulgar. Ya mungkin karena latar setting usia mereka yang relatif muda, namun sudah mampu untuk secara tegas mengesahkan hubungan mereka dalam pernikahan, sekalipun itu dalam SAO World. Jarang-jarang kan, ada karakter (apalagi anime) yang punya prinsip sugoi begitu?
Awalnya Kirito dan Asuna adalah rekan sesama player SAO yang saling bekerja sama dalam suatu battle melawan Boss. Sempat berpisah selama beberapa saat dan bertemu kembali dalam battle selanjutnya. Hubungan keduanya sempat buruk, tapi seiring berjalannya waktu kebersamaan mereka menghapus canggung. Dan kerjasama keduanya sudah tidak bisa dipisahkan lagi. Saling melindungi, berjuang untuk satu sama lain.

Asuna-lah yang kali pertama menampakkan kecenderungannya terhadap Kirito, dan luckyly perasaan gadis itu akhirnya bersambut. Andai di kehidupan nyata (aku) bisa begitu, ya? *wondering*

Ngg~ demo, kebanyakan posenya pas lagi tidur, ya? "--a Etapi bukankah ekspresi saat tidur itu adalah yang paling jujur? ;) Semoga kami bisa langgeng dan awet bahagia seperti mereka. Aamiiin...