Tampilkan postingan dengan label Wedding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wedding. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

The Cahyantos' Day Out

おつかれさま でした。。。

Alhamdulillah... Seneng banget seharian ini... Sebelum curhat mau kasih selamat dulu untuk kemanten anyar: Ica dan Fikar--teman SMA sekaligus rekan ngopi beberapa tahun terakhir, meski makin ke sini sudah makin jarang ngopi bareng lagi--yang kemarin sudah ijab kabul dan siang tadi menggelar resepsi pernikahan (mewah). Selamat berbulan madu dan berbahagia.
The Cahyantos❤
Lalu kepada komunitas Bigreds Mojokerto (aka Kopites Mojokerto) happy 1st anniversary--kalau Kopites-nya sudah anniv kelima, ya. Alhamdulillah tahun lalu sudah official--meski aku belum member Bigreds aku selamanya member KM. Hahaha--semoga selalu guyub dan makin sukses ke depannya, makin femes juga.

Allahumma aamiiin...

Jadi oleh sebab events di atas, hari ini kami bertiga ngeluyur seharian. Dari pagi siap-siap kondangan ke resepsi Ica-Fikar, berangkat dari rumah jam 10:30 nyampe lokasi sekitar jam sebelasan. Sudah janjian sama Elza dan Irene (Gigih dan Henry berhalangan hadir) untuk datang bareng jam segituan, tapi rupanya aku absen paling awal.

Elza dan Anggi tiba pas aku sedang incip air mancur(?) cokelat. Saling tukar kabar, lalu memutuskan untuk menikmati hidangan duluan sambil nunggu Irene dkk. Ketemu teman-teman seangkatan: Ardik, Meita, Rosa, Yulia, Diana, Hayu, Maya, Laili, Galuh, dan Liza--junior di SMA yang sama.
#timnyonya
Karena Irene dkk molor banget dan para bumil (Elza dan Ny. Inaw) mulai resah, jadilah personil seadanya naik kuade untuk foto bareng duluan. Eh, nggak lama yang ditungguin datang. Kita sempat foto-foto bareng sebelum akhirnya pamit masing-masing karena hari sudah siang. Cimbul pun sudah mulai rewel karena ngantuk.
Cimbul with Aunty Irene
Otewe parkiran masih sama kayak pas datang; penuh sesak dan panas. T_T Mana pakai dress dan high heels yang nggak biasa dipakai. Huhuhuu... Jalan Raya Jabon juga masih padat merayap meski nggak sampai macet, dan alhamdulillah kami berhasil tiba di rumah dengan selamat dan kelelahan.

Ba'da maghrib aku sudah mengkondisikan(?) kami untuk segera cuss ke lokasi nobar, masih sama di Wako Surodinawan. Kami berangkat kecepetan sih, tapi ternyata si ayah ngajak mampir dulu di alun-alun. Pemanasan biar Aris lihat banyak orang lalu-lalang sebelum nanti berbaur dengan banyak orang komunitas. :)
My world💞
As expected we arrived in time. Belum kick-off, masih sempat bertukar sapa dan tanya kabar dengan rekan kopites after a long looooooongg time back then. Kangen banget euforia kala masih aktif nyuport dan ngechant. Sekarang sudah nggak kayak dulu lagi. Regu koor untuk ngechant sudah berkurang banyak, apalagi sudah nggak sebebas dulu untuk nyanyi sambil teriak-teriak. Hahaha... Pardon us. Tapi yah, di situlah esensi dan estetikanya. *tsah*

Tetap pakai jersey kebanggaan, tetap berhijab, dan macak sesuai status apalagi bawa baby. Alhamdulillah, Cimbulnya cukup kooperatif dan anteng selama 2x45 menit pertandingan. Suka banget sama ekspresi terheran-heran Aris ngeliat banyak orang kumpul pakaian serupa dan emosinya pun sama! Lalu nangis pas semua serentak teriak "GOOOLL!!" tiap kali The Reds cetak angka. Kaget gitu dia. Hahaha...

It was sooo FUN. Bisa melakukan kegiatan yang disuka. Meski status sudah jadi istri dan ibu, aku masih tetaplah aku yang dulu--yang suka dengan hal-hal kecintaanku sendiri. Bersyukur sekali punya pasangan yang ngertiin dan support hobi istrinya (it was me yang ngenalin chagiya ke Kopites Mojokerto dan ajak nobar, not the opposite). Asyik juga kalau kelak Aris Cimbul bisa mewarisi apa yang kami gemari. Hihihi...

#YNWA

Sabtu, 24 September 2016

Perfect Saturdate

Just attended to Iwan&Rya's wedding party in Raden Wijaya Hotel, catched up with baes, got nice pictures with them. Happy Wedding, Cong! Next time ketemu lagi kita ngopbar sambil bawa anak masing-masing, yee~ Amean Part II. Hihihi...

Terakhir ketemuan sama ini couple di Panties Pizza pas traktiran ultahnya Boss Henri (awal Juni, H min sepekan lairan--hamil 39w lebih--hehe). Bersamaan Elza-Anggi nikah mereka tunangan, dan alhamdulillah dilancarkan terus sampai hari H ini.

Tercatat member grup WA "Amean" yang notabene adalah geng ngopi ala-ala kita (est.2013 lah) aku dan Naw saling undang. Janjian datang bareng-bareng yang lain (Irene-Dito, Elza-Anggi, Icca-Fikar, Gigih, Kusnadi, Sembix-Atta, Ryan, dkk dll--ternyata Inaw kenal banyak sama 'arek-arek' juga. Such an impressive!) karena tadinya agak nggak yakin jangan-jangan nggak ada yang dikenal. Syukurlah kami sempat kumpul-kumpul dulu; bertukar kabar, ngobrol, foto-foto wefie!

Kelar jam 9an, aku dan kakbeb langsung cuss Wako Surodinawan menghadiri nobar Liverpool vs Hull City--dengan masih berkostum pasca buwuh. xD Untung couple set kami warnanya merah! Malu~ tapi 'demi' ya, karena ini kali pertamaku kembali ke ranah pernobar-bolaan mendukung tim merahku. #ynwa #kgmd

Tumbenan kakbeb inisiatif orderin black coffee yang--thanks God--rasanya indah banget. The first basic coffee of mine after my pregnancy. Kangeeen deh~~ bahagia itu sederhana.

FT: 5-1 Liverpool wins!!

Masyaallah~ malam ini cemerlang sekali. (((anak gimana anak)))

Minggu, 18 Oktober 2015

The Royal Wedding of RD

Serba-serbi pernikahan mas sepupu tersayang, Dizar Al Farizi dengan Rizky Ayu Nataria El Chidtian (keren ih, namanya).
Like a king and queen
Khusus momen sekali seumur hidup ini saya menggunakan istilah 'Royal Groom & Bride' dan 'Royal Wedding', kenapa? Oke, sebutlah saya ndeso, katrok, udik--whatever--tapi menurut saya pribadi, this two's Wedding Party/Celebration was the most awesome one that I've ever attended in my whole life. Seriously. Much much better that ours of course. *nangis pasrah*

Dibuka dengan lamaran mewah di rumah calon mempelai wanita pada 9 Agustus 2015. Kala itu orang-orang yang hadir (termasuk saya dan keluarga) pasti sudah bisa membayangkan seluar-biasa apa pernikahan mereka kelak jika lamarannya saja sudah wow begitu. Berbagai macam detil persiapan terus dilakukan sebaik mungkin sampai hari-H. Ibuk sebagai tim sukses calon mempelai pria tak kalah repot dan harap-harap-cemas, membantu Bude Ida mem-fix-kan semuanya agar senantiasa berjalan sesuai harapan.
Syukuran tumpeng, siraman, dan akad nikah
Prosesi siraman, pengajian dan 'tumpengan' dilaksanakan tanggal 2 Oktober, disusul akad nikah pada 3 Oktober keesokan paginya, masih di kediaman Mbak Ria. Proses ijab-kabul berlangsung hikmad dan tertutup. Namun pesta belum usai. Minggu, 4 Oktober 2015--bertempat di hallroom hotel J.W. Marriot Surabaya--resepsi pernikahan mereka dihelat mewah dan indah, tepat tiga minggu lalu. Saking megahnya, sampai hari ini beberapa orang seperti tak bisa bosan membicarakannya. *lha ini saya juga*
Mida, Liya, dan Ladia

Prosesi Unduh Mantu--termasuk dalam rangkaian agenda pernikahan--diadakan minggu lalu di kediaman mempelai pria di Mojokerto. Kebetulan saya dimintai tolong menjadi terima tamu, bertiga Mida dan Ladia. Duh, bersolek lagi. *kesenengan* Terima kasih sudah diperkenankan menjadi bagian dalam kebahagiaan kalian--termasuk sebagai tamu khusus saat resepsi--pun mohon maaf kalau-kalau ada kekurangan selama saya bertugas kemarin.
we❤

Beruntung sekali saya(kami) berkesempatan hadir dan berkontribusi di acara megah nan membahagiakan ini. Setelah absen di akad nikah (karena hanya keluarga inti dan para sesepuh saja yang hadir) resepsi superb pengantin baru ini sangat sayang untuk dilewatkan. Semuanya ingin datang, siapa tidak?

Digelar di hotel kenamaan di Surabaya yang dikenal tidak murah. Pesta berlangsung selepas maghrib hingga sekitar pukul 10 malam dengan persiapan yang sudah dimulai bahkan sejak ba'da dzuhur, baik itu riasan dan busana yang akan dikenakan (keluarga), serta semua pihak yang berperan dalam ceremony dan mengisi acara--termasuk kru penyanyi dan penari yang akan perform.

Gerbang menuju venue terbuat dari bunga-bunga yang dirangkai. Sebelum melangkahi gerbang bunga ini para tamu akan berpapasan dengan air mancur yang di puncaknya terdapat patung es berinisial R&D. Setelah mengisi daftar tamu dan menyerahkan kado/bingkisan untuk mempelai, para tamu akan diberi dua lembar kartu: satu untuk mengambil souvenir, dan satu lagi digunakan untuk berfoto di photoboth yang telah disediakan.

Para among tamu berdiri berjajar di sepanjang jalan masuk menuju pelaminan dan meja-meja prasmanan. Sebagian tamu berbaris mengantre untuk menyalami mempelai sebelum kemudian menikmati hidangan, sementara sebagian yang lain lebih memilih mencicipi beragam jenis masakan yang terhidang sambil menunggu antrean untuk menyapa mempelai. Pada Royal Wedding ini pun terdapat beberapa tamu undangan VIP yang tentu saja didominasi oleh orang-orang penting nan berkelas, mengingat kedua mempelai aktif di dunia hukum, bahkan Mas Dizar tergabung dalam Komisi Yudisial Surabaya yang tidak jarang muncul sebagai narasumber di media cetak dan elektronik. *plokplokplok*

Resepsi dimulai dengan tarian tradisional oleh sekumpulan anak-anak berkostum Anoman (entah bagaimana filosofinya, saya tidak menyaksilan langsung), dilanjutkan dengan sesi foto keluarga, sebelum tamu-tamu undangan dipersilakan memasuki hallroom.

Tepat di tengah-tengah ruangan terdapat alat berat untuk mengambil gambar (seperti yang dipakai shooting film. :3) dan mendokumentasikan acara. Karena luasnya ruangan dan keterbatasan jarak penglihatan, di dekat kursi-kursi tamu disediakan layar besar agar semua yang hadir dapat mengikuti jalannya acara. Melalui layar itu juga, 2x diputar short-movie perjalanan hubungan Mas Dizar dan Mbak Ria mulai dari perkenalan hingga mengikat janji suci pernikahan. It was so sweet and touching. :)

Dishes
Hidangan untuk para undangan disediakan sedemikian apik oleh koki-koki restoran berbintang ala hotel JW. Marriot. Mulai dari masakan tradisional Indonesia, sebutlah: kambing guling, bistik lidah, bakso, hingga kuliner mancanegara seperti aneka pasta, fillet ikan, dan olahan tahu Jepang. Lengkap dari hidangan pembuka semacam Zuppa Soup dan aneka pastry lalu disempurnakan oleh dessert yang nikmat berupa es krim dengan aneka topping menggiurkan, soft cakes, serta tak ketinggalan sop buah. *glek* Bayangkan saja jika kalian ingin mencicipi semuanya sekaligus. Saya? Jelas mencoba lebih dari banyak jenis makanan meski tidak semuanya muat masuk dalam perut.

Kenyang berpindah dari satu meja prasmanan ke meja lain--menjajal makanan yang belum pernah kami makan sebelumnya--, puas mengabadikan riasan cantik kami, saya dan beberapa sepupu mulai mengantre untuk berfoto di photoboth yang terletak tepat si samping pintu masuk utama. Beruntung saya bisa berfoto 2x; berdua suami lalu sekeluarga empat orang. Exited sekali menunggu hasilnya selesai dicetak.
Di penghujung acara--seperti di banyak pernikahan mewah lain--dilakukan lempar buket oleh mempelai dari atas pelaminan. Begitu MC mengumumkan, segera saja para *maaf* jojoba (jomblo-jomblo bahagia) berdesakan di depan panggung, menjajal peruntungan untuk mendapatkan buket bunga tsb. Konon, bagi yang berhasil menangkap buket--segera setelah dilemparkan ke udara--akan segera mendapat jodoh dan secepatnya menyusul menikah. Tentu tidak untuk diimani, ini hanya secuil bagian untuk berbagi kesenangan saja.

Tidak ingat pasti kapan pestanya benar-benar usai, saya dan rombongan hanya tinggal sampai saat mempelai berdua turun panggung dan menari sukacita bersama tamu-tamu mengikuti irama mengentak bernuansa islami-timur tengah oleh grup musik yang terus bermain selama acara berlangsung.
Eomma dan
seorang kru musik
Every single thing was so awesome.

Biar saya beritahu rahasia pada kalian--Mas Dizar dan Mbak Ria--sebagaimana yang sudah saya sebut di atas, pernikahan kalian adalah pesta pernikahan terindah dan terbaik yang pernah kami datangi. Mohon maklum, adik sepupu kalian ini hanyalah rakyat jelata yang jarang sekali menghadiri pesta-pesta spektakuler semacam milik kalian. ;)

Semuanya sempurna. Ya, jika dilihat dari acara lamaran, akad nikah, hingga resepsi--berikut segala persiapan dan prosesi adat yang menyertai--semuanya begitu detil lagi rapi. Saya tidak bisa tidak jatuh cinta dengan tiap-tiap properti dan dekorasi cantik yang termasuk di dalamnya. Muda-mudi mana yang tidak ingin menyelenggarakan pesta pernikahan sehebat ini? Bermimpi pernikahan mereka kelak akan bisa menyerupainya? Gadis mana yang tak berandai tampil memukau mengenakan gaun indah bak ratu seperti yang Mbak Ria kenakan malam itu?

R&D
Berlebihan? Tidak. Of course not, 'cause both you deserve it. Everybody must be wanted to have their best wedding ever for their own, begitupun Mas Dizar dan Mbak Ria. Titik balik hidup yang bagi siapapun ingin melakukan sekali untuk selamanya, menjadikannya sebaik yang mereka bisa. Dan tentu itu sah.

Sempat terbersit olehku, "If we were you two that night, as one night king and queen, we'd be more than happy till we could die," yang tentu saja hanya sebatas decak kagum, karena sayapun tahu rezeki masing-masing orang berbeda-beda, dan kalian dengan segala kelebihan di atas banyak orang yang pasti berandai memiliki kesempatan serupa, semoga tak luput bersyukur agar makin ditambah nikmat-Nya.

Selamat menempuh hidup baru. Selamat mencintai pasanganmu, baik dan kurangnya. Karena seindah-indahnya hidup adalah yang dilewati dengan saling mencintai dan dicintai. Love life

Rabu, 07 Oktober 2015

Lovetober

Selamat bulan sepuluh! Sudah hampir lewat seminggu pertama, nih. So how's life?

1 Oktober hampir-hampir nggak terasa. Kuhabiskan Rabu minggu lalu pontang-panting mengurus surat pindahnya Oppa sekaligus bikin KK baru. *eciyeee* Ampun capeknya! Dari RT-RW ke kelurahan, dikasih formulir untuk pengurusan KK dan KTP baru, minta tanda tangan RT-RW lagi. Balik ke kelurahan lagi. Ke kecamatan. Ke Dispenduk... ( p_q) Tapi untungnya cukup dengan selembar amplop, dua rute terakhir nggak perlu kulalui. Sudah termasuk tolak-galau karena masa berlaku Surat Keterangan Pindah dari Nguter-Sukoharjo yang sudah mepet banget. Kalian nggak tahu saja kami harus merogoh kocek sedalam apa demi memboyong surat tersebut dari Solo. Birokrasi mah gitu, ya... ヽ(;▽;)ノ

Meninggalkan September mau nggak mau membahas tentang proyek menulis #30HariKotakuBercerita-ku yang kandas senahas-nahasnya. Cuma bertahan di tema ketiga--tentang pasar--lalu kemudian nggak terjamah lagi sama sekali, astaghfirullah... (>人<) Sebenarnya nggak sulit menuliskan tentang kota tempat tinggal kita. Sayangnya--jujur--keeksotisan Mojokerto justru terletak di daerah kabupatennya, bukan di wilayah 'kota'nya, sementara domisiliku di daerah kota dan memang sedang krisis piknik. *alassaaan* Hiks... Kapan ada project serupa, ya? Jelang Februari biasanya diadakan #30HariMenulisSuratCinta. Tahun depan ikutan lagi, ahh... Seru, sih!

Anw, jadi ingat postingan pertamaku pada Oktober setahun lalu: Rocktoberrawrr yang meski temanya jauh beda namun menginspirasi judul posting kali ini, Lovetober. Ya karena bulan ini memang penuh cinta. Terlihat dari banyaknya undangan buwuhan tersebar. ;) Hihihi... Katanya sih, banyak yang memilih Oktober ini karena bertepatan dengan Bulan Dzulhijah (kalau menurut orang Jawa 'besaran') yang dipercaya sarat dengan berkah dan keberuntungan. Aamiiin...

Tanggal 3 Oktober pagi, Mas Dizar dan Mbak Ria resmi melepas masa lajang. Ijab kabul dilakukan di kediaman mempelai wanita di Surabaya. Malam harinya, ba'da isya' adik sepupu Kak Anto--Puput (yang baru kutahu bernama Gita dan nggak ada 'puput-puput'nya sama sekali)--dilamar Bagus, sang kekasih. Aku dan Kak Anto hadir dan mendukung acara lamaran tersebut yang alhamdulillah berlangsung lancar.

From top left: Miss Ntant, Miss Sita,
Mas Dizar-Mbak Ria, The Allinskies, 
lamaran Puput, dan Rizal-Rere❤
Esok paginya kami bertolak ke Ngaglik, menghadiri pernikahan Rizal--anak mbaknya ayah--sekalian berpartisipasi dalam prosesi Iring Manten. Ternyata Rizal dan Rere adalah pasangan tetangga di gang yang sama. (/。\) Mengikuti rangkaian acara sampai selesai, menjelang dzuhur kami akhirnya pamit karena masih harus siap-siap untuk 'show' lagi. Menghadiri resepsi pernikahan Mas Dizar dan Mbak Ria yang dihelat di hotel J.W. Marriot Surabaya ba'da maghrib. Jadwal padaaat~~

Sebutlah ada tiga anggota keluarga yang menggelar hajatan dalam kurun waktu hampir bersamaan. Belum lagi teman, tetangga, kenalan, masyarakat Facebook dan pengguna media sosial lainnya, apalagi. Beranda dan kronologi nyaris penuh dengan update seputar pernikahan. Miss Rintan juga sudah sah menjadi istri per tanggal 1 Oktober, disusul Miss Rosita pada tanggal 4-nya. Pasangan selebriti Glenn Allinskie dan Chelsea Olivia? Hehehehe...

Selain agenda lamaran dan pernikahan, kabar membahagiakan lain yang sedang in adalah banyaknya 'mother wannabe' alias calon-calon mama muda yang baru hamil, juga kelahiran cutie babies dari kalangan dekat. Teman-teman seangkatan atau senior sekolah misalnya, sudah banyak yang hamil dan punya baby. Aaaakk~~ Aku kapan? Hihihi... Nanti-nantilah, kalau memang sudah waktunya pasti Dikasih. Sekarang-sekarang sih puas-puasin pacaran dan memupuk cinta. >w<

Jadi, selamat ya, untuk semuanya! Semoga awet langgeng dan senantiasa berbahagia! ♡♡*(*´∀`*)☆