Tampilkan postingan dengan label Anniversary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anniversary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2016

Monthversawork

Please excuse the random title...

Hey you, dear Love: happy 15th monthversary of our marriage

There are so many things been happened--don't say that I forgot our day, but yeah I was spacing out--I almost missed this 14th. Hehehe... My bad. I should've knew that it would be a day ahead after our child's birthdate.


Jadi per hari ini sudah harus masuk kantor. Kerja lagi. Sungguh perang batin yang teramat sangat untuk newmom sepertiku. Setengah hati pengin tinggal si rumah saja uwel-uwelin si kecil, sementara setengah yang lain tegas mengingatkan "I gotta back to work soon," by kinda some reasons.

To be honest, belum siap sama sekali untuk kembali ngantor. Hingga H-14 masih linglung apa saja yang mesti dipersiapkan untuk kembali ke kantor. Perlengkapan apa saja yang harus diadakan untuk keperluan baby. Perkara ASI misalnya. Ini krusial banget. Sejak hamil jauh-jauh hari aku bertekad akan memberikan ASI Eksklusif pada bayiku apapun yang terjadi. Jika terpaksa meninggalkannya selagi bekerja, baby Aris harus tetap mendapatkan haknya; hanya mengonsumsi ASI hingga berusia 6 bulan. Caranya? Karena nantinya kami nggak akan bisa terus bersama 24×7 satu-satunya solusi yang ada yaitu memompa ASI, alias diriku berperan sebagai bunda perah. *plok plok plok*

Jika sebelumnya pumping bertujuan untuk mengurasi risiko payudara bengkak akibat penggumpalan ASI (ini sungguhan pernah kualami dan rasanya sakit banget) sekaligus stok darurat ketika kami harus on the way, sekarang fokus untuk tabungan saat aku ngantor--meninggalkan Aris jauh dariku. :'( Apakah aku serajin itu hingga mampu memenuhi freezer dengan botol-botol kaca berisi ASIku? Big NO No no. You know me, miss bigplans without proper action. Hahaha... Maksud hati mencicil sedikit demi sedikit ASIP biar nggak keteteran dan Aris kekurangan nutrisi selama kutinggal, faktanya hingga H-7 aku belum menghasilkan sebotolpun! What the ngek~~

Entah mengapa kian dekat hari H aku merasa makin nggak punya waktu, pun Aris cenderung lebih rewel dari biasanya. In the end, H-1 baru punya stok 2 botol saja. Bismillahirrahmanirrahim~ lain-lain diurus belakangan.


Terjadilah drama pagi hari antara seorang ibu muda yang enggan berpisah dengan bayinya--yang menangis meraung-raung--sementara sang suami malah getol menyuruhnya lekas pergi. (ಥ_ಥ)

"Bunda akan pergi 'tuk sementara bukan 'tuk meninggalkan Aris selamanya. Bunda pasti 'kan kembali pada dirimu, tapi Aris jangan nakal~ Bunda pasti kembalii~~" *nyanyi*

Minggu, 14 Agustus 2016

1414th

Tanggal 14 untuk yang ke-14 bulan lamanya...

Still I into you. Loving you the most. Unconditionally. With all my can and incapability. 

Happy our 14th wedding monthversary, my dearest Love.


Selamat hari pramuka.

Aku seorang pramuka, kamu pun. Dasadarma yang semasa sekolah dulu hafalkan, semoga akan mampu kita laksanakan.

Amin.

#YNWA #KGMD

Selasa, 15 Maret 2016

10th Wedding's Monthversary

Kemarin, 14 Maret 2016, tepat 10 bulan pernikahanku dengan Kak Anto. 10 bulan yang rasanya begitu cepat. Apalagi jelang anniversary pertama, kami sudah dikaruniai jabang bayi yang kian menggenapi kebahagiaan kami. Aka-chan alias Aris sekarang sudah genap 26weeks, seminggu lagi sudah akan menginjak 7bulan. Sudah pintar dan bisa macam-macam, terutama bikin ayahnya terserang insomnia. :P

Kali pertama lupa sama hari jadi pernikahan... ∑(O_O;) Hahahaha... What the~~ padahal dari jauh hari sudah dinanti, eh pas hari H malah kelewatan. Bukannya lupa, hanya saja sejak Hari Minggu yang terjejak dalam otak adalah Senin tanggal 13, lalu besoknya tanggal 14 adalah Hari Selasa. Sip. Karena aku merencanakan kejutan kecil pada event bulanan ini, cukup tenang karena mengira masih punya waktu untuk mempersiapkannya. Ternyataa~ *dunanges*

10 bulan menikah nggak banyak mengubahku dan dia. Kini kami memang suami-istri, tapi jauh sebelum ijab-kabul terucap kami adalah teman--cukup dekat dan complicated untuk disebut sahabat--dan syukurlah hal tersebut tetap berlaku hingga sekarang. Tetap menyebut aku-kamu, tanpa melupakan panggilan 'Sayang'--meski di publik seringkali aku memanggil 'Kak Anto' karena agak jengah memanggil 'Sayang'.
"Aku dengar kamu panggil 'Kak.. Kak Anto..' tapi nggak ngeh, kenapa nggak langsung panggil 'Yang' aja, sih?" protes mas suami pada suatu jeda istirahat pertandingan bola di kafe tempat kami biasa nobar. Nah, kan?
Akhir pekan lalu adalah sebenar-benarnya golden week bagi kami. Ditinggal oleh ibuk dan Iis--yang menginap 2 malam 3 hari di Malang--untuk jaga rumah berdua. Rasanya kayak honeymoon, hihihi... Begitu damai, no interference, we planned the days by ourselves, all we can do, lah. Mungkin memang kita berdua sedang butuh lebih banyak lagi quality time. xD

Saat-saat berdua begitu dia selalu ambil kemudi dan melakukan berbagai hal untukku--yang memang cenderung lemot, manja, dan senang dilayani. Aku cuma kebagian beberes yang ringan-ringan saja. Belanja, masak, cuci piring, his job. Incip-incip hasil makanan, my job. Hahaha... Kalau pas lagi malas ya kita langsung cuss makan di luar. Ngedate.

Memang baiknya kita tinggal mandiri berdua saja, ya... Hmmm...

Kamis, 14 Januari 2016

Awkward Love

8 monthversary of our wedding❤ Nggak terasa perjalanan kami sebagai pasangan suami istri sudah selama itu. Aka-chan sekarang juga sudah memasuki 18 weeks menuju 5 bulan. Alhamdulillah...

Sangat nggak mudah mencapai titik ini after everythings we've been through. Perselisihan, adu argumen, beda pendapat, miss communication, miss understanding, lelah, stuck. Nggak tahu harus ngapain dan maunya diapain(?). But we do believe that rainbow'll rise after the hard rain, even storm. Paling nggak masing-masing kami tahu kapan dan bilamana tiba saatnya pulang. ^^ Cara mencintai yang nggak umum, eh? Hihihi... Apapun bentuk dan cara penyampaiannya cinta tetap cinta. Kasih sayang pun rupa-rupa, namun tujuannya sama: ingin pasangannya bahagia.

Bersyukur bagiku pribadi, karena selalu diberi kesempatan (dan kemampuan) untuk tetap--bagaimanapun--menemukan hikmah dan pelajaran di balik setiap masalah dan kesukaran yang terjadi. Always remember: what doesn't kill you makes stonger. It really does.


Hari keenam mengikuti kelas TPG dan mulai nyaman berbaur dengan bumil-bumil luar biasa--meski seringnya kami cuma berenam dari belasan yang seharusnya aktif berpartisipasi. Selain menguji coba kandungan yodium dalam garam dapur--yang mestinya kami lakukan kemarin--kami juga makan bareng. Kali ini benar-benar makan bersama dengan menu sehat yang khusus dimasak sendiri oleh dapur puskesmas: nuget ayam+daun kelor, tempe, sayur sop lengkap, sambal kecap, dan nggak lupa segelas susu bumil untuk masing. :'D

Selagi menyantap makanan sehat, kami mengobrol dan sharing banyak hal. Best regards to dear Mbak Rini, Mbak Furi, dan Ina (yes, aku sudah menghafal dan mengenali mereka) yang sudah membagi pengalaman mengasuh anak pertama. Barangkali di kehamilan yang sekarang mereka sudah bisa beradaptasi menilik kehamilan sebelumnya, tapi bagiku dan yang lain--yang baru kali pertama ini hamil--apa yang kami dapat dari yang telah mereka sampaikan adalah ilmu yang sangat berharga.

Unfortunately, my absent is almost useless. Niatnya sejak pagi antri loket (sampai nitip nomor antrian sama Mbak Rini dan Hana, thanks) biar nggak ketinggalan USG Dr. Reza S.Pog, dan sembari nunggu giliran periksa ikut kelas TPG. Tahu-tahu pas nomorku dipanggil dapat info kalau Dr. Reza nggak bisa bertugas hari ini dan jadwal USG digeser besok. Mampus! Alamat besok mangkir kantor lagi. >_<

Padahal sudah rapi dengan semangat pengin ketemu Aka-chan. Si ayah yang kemarin gondok habis-habisan karena nggak ikut periksa ke bidan dan dengar detak jantung si kecil pun sudah nggak sabar, tapi ya apa daya. :'( Sabar ya, Nak. Harapannya besok jadwal kami berjalan lancar sesuai yang seharusnya dan Bunda nggak ada masalah berarti di kantor. Semoga besok jadi hari yang baik untuk semuanya. Aamiiin...

Otsukaresama deshita to my self atas kerja keras beberes kamar dan cucian bersih serta spot tidur baru (we got trouble with the fan, AGAIN). Must go to bed soon supaya nggak kesiangan dan siap tempur 100% untuk besok.

Oyaciumii~~ (☆´3`)

Rabu, 16 Desember 2015

7th Wedding's Monthversary

Dua hari lalu tepat 7 bulan pernikahanku dengan Kak Anto. May 14th to December 14th 2015. Seven wonderful months of love have been through and will still go on. Alhamdulillah...
(♡˙︶˙♡)

Btw, mulai coba menerapkan penggunaan kata 'anniversary' hanya untuk event tahunan, bukan lekat pada peringatan bulanan apalagi mingguan. xD Pernah gitu nemu artikel tentang ini dan benar-benar ketampol! Ya karena aku kan suka hitung-hitung tanggal begitu, lah. Jadi browsing lebih detil biar nggak salah info atau menelan mentah info yang ternyata hoax. Bahwa selain istilah anniversary yang berarti tahunan, untuk agenda bulanan digunakan monthversary dan weekversary untuk peringatan mingguan. Seperti itu...

Nothing's special in these recent days, kecuali cuaca yang mendingin dan hujan mulai rutin turun. Aktifitas berjalan seperti biasa, sampai kuperhatian kalender bulan ini. Desember. Tersemat dua buah tanggal merah berangka 24 dan 25 yang jatuh di hari Kamis dan Jumat. Sabtu hitam. Minggu merah lagi. Sabtunya kecepiiit~ T__T Andaikan tanggal 26 itu merah sekalian, kita akan punya 4 hari libur di akhir pekan, means golden week! Masyaa Allah, aku lupa kapan terakhir kali aku liburan. Tamasya. Piknik. Jalan-jalaaan~~

Diingat-ingat lagi weekend ini Insyaa Allah aku punya jadwal trip tipis-tipis ke Jember, sih. Rencana berangkat Hari Jumat malam--Sabtu bolos kerja--balik Mojokerto Hari Minggu. Destinasi? Rumah Oom Davit yang pasti, lainnya dunno. Karena kita seperjalanan bareng Oom Fir dkk, harusnya sih, mampir-mampir spot bagus. Aamiiin...

Tapi itu juga belum fix. Pasalnya, di arisan keluarga branch Mbah Buk Hari Minggu lalu--bertempat rumah Bulek Wiwin--tersiar kabar duka yang datang dari sepupu ibuk di Mlagi, bahwa putri sulung keluarga tersebut--yang menikah nggak lama setelahku--mengalami keguguran janinnya yang bahkan belum genap berusia 8 minggu. Ternyata nggak cuma seorang, istri dari kerabat ibuk yang lain juga barusan kehilangan janin yang sudah dikandungnya selama 5 bulan. So sorry to hear that. Orang-orang pun turut mencemaskan kehamilanku yang per 14 Desember kemarin mulai memasuki 13 weeks. Nggak boleh makan ini, nggak boleh makan itu. Harus makan ini, perbanyak makan itu. Stop pakai heels ke kantor. Jangan pakai celana ketat. Makan yang banyak. Dll. Dst.

Terima kasih banyak pada mereka yang peduli dan mengkhawatirkan kondisi kehamilanku, mengingat beberapa famili harus merelakan calon jabang bayi mereka, aku nggak boleh serampangan, sembarangan, dan lebih menjaga kesehatan demi Aka-chan. Tahu, sih. Tapi mencoba percaya juga harus, kan? Percaya aku kuat dan Aka-chan pun baik-baik saja selama aku nggak neko-neko. Tapi untuk melarangku bepergian (agak)jauh karena alasan itu? Kiranya kurang tepat. Aku nggak mau batal ikut ke Jember hanya karena orang-orang terlalu parno dengan keadaanku. Paling nggak, harus ada pihak berkapasitas untuk bisa meyakinkanku. xP

Maka kemarin siang sebenarnya aku ada janji dengan ibuk untuk pergi ke Puskesmas Kedundung demi menjajal pelayanan poli kandungan di sana, berbekal saran dari ibu-ibu PKK se-RT. Katanya lebih gampang, pelayanannya bagus, tempatnya nyaman, dan bisa kontinyu. Jadi mulai pemeriksaan kandungan dan janin secara berkala (plus USG) hingga persalinan dilakukan si tempat yang sama. Bahkan berlanjut sampai tahap pasca persalinan, seperti imunisasi balita misalnya. Menarik, kan?

Sayangnya semua fasilitas tersebut nggak cuma-cuma. Ada harga mahal yang harus kubayar. Jadi, agar bisa menikmati layanan puskesmas tersebut, pertama-tama aku harus mengundurkan diri dari BP Safira--karena BPJS Kesehatanku terdaftar di sana--lalu mengganti 'klinik'ku menjadi puskesmas, lantaran nggak diperkenankan bagi anggota BPJS berobat di layanan kesehatan pemerintah selain klinik yang sudah ditunjuk, meski aku warga kota setempat. Bye sedikit-sedikit-periksa-minta obat... :'( Jadwal periksa kandungan Rabu, dan setelah dapat rujukan baru bisa USG Hari Kamisnya mulai pagi sampai siang hari jam 12-an. Nggak fleksibel banget. >< Lagi-lagi harus dihadapkan dengan multiple choices yang bikin galau.

Ya, demikian tadi postingan random nggak jelas sore ini. Semoga ada manfaatnya (minimal pengingat bagi diriku sendiri, lah). ^^

#HiDecember
#latepost
#naskahkebutan

Rabu, 22 April 2015

Been Engaged

Alhamdulillah, 30 hari pasca lamaran, sekitar tiga mingguan lagi acara besar kami akan dihelat. Umm... Since it's a right time, I'm going to share about our engagement on 22nd of March 2015.

It was Sunday. We'd meet on 10:00 AM. Mulanya Kak Anto bilang kemungkinan siap sampai rumah jam sebelasan, tapi saking gugupnya mereka malah kepagian! Dia dan keluarganya sudah rapi sejak jam sembilan pagi. Malahan keluargaku yang belum beres. -___-"

Disaranai dua buah mobil yang salah satunya lebih mirip bus mini, Kak Anto sekeluarga (besar) tiba di Jalan Dieng III No.14, kediamanku. Beriringan membawa bermacam-macam peningset/seserahan yang memang dibawakan oleh pihak laki-laki untuk pihak perempuan sebagai syarat lamaran.

Peningset/seserahan versi kami antara lain:
1. Seperangkat alat sholat lengkap. Terdiri dari Al-Qur'an, mukenah, sajadah, dan tasbih.
2. Set kebaya dan high-heels, untuk dikenakan saat akad nikah.
3. Set busana semi-formal. Terdiri dari night-dress, celana panjang, dan sepatu. That white-thing is actually a wedding obi of my kebaya (tapi 'nyemplung' di basket ini). LOL
4. Girl's needs such as: make up set, hair-treatment set, sikat-pasta gigi (kayaknya 'tercemplung' juga, hehe), tas, and a box of watch as my special request. *^_^*
5. Peralatan mandi, sleepwear, dan parfum.
6. Lain-lain, seperti buah-buahan, kue-kue, aneka jajanan pasar, bahkan sembako! :Dv


Barangkali nggak semua sepakat dengan keseluruhan peningset/seserahan versi kami. Nggak ada pakem pasti mengenai rincian item yang harus disertakan dalam peningset sebagaimana banyaknya paham di masyarakat kita yang berbudaya. Namun kami meyakini, seperangkat seserahan tersebut haruslah yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak berlandaskan tulus ikhlas. *tsaaah* Jadi pihak laki-laki nggak akan merasa keberatan, pun pihak wanita akan puas dengan 'pemberian' pasangan.

Kabar baiknya, sebagian besar isi dari keranjang-keranjang peningset tersebut memang didasarkan atas seleraku. Beberapa dibeli sendiri olehku dan Kak Anto, ada juga yang merupakan sumbangsih dari (calon) mamah mertua dan saudara-saudara. Hehehe... ;)
My mom, his mom, and him -my beloved one
Mengenai prosesi lamaran kami sendiri, agaknya sedikit berbeda dan nyleneh dari yang lain. Nggak seperti prosesi lamaran kebanyakan, kami nggak melalui tahapan 'saling mengunjungi keluarga calon pasangan' sebelum lamaran resmi, pun tanpa kegiatan 'membalas lamaran' ke pihak laki-laki. Penyerahan pengingsetnya juga sengaja disertakan sekalian, jadi pas akad nikah nanti sudah 'bersih'. Kami hanya akan melakukan ijab-kabul dan penyerahan mahar/mas kawin saja.

Singkat, sederhana, dan sesuai dengan keinginan kami. :))

Selasa, 21 April 2015

Anniversary Kita, Kapan?

Sekalipun nggak dicatat di agenda atau reminder, aku nggak akan mungkin lupa kalau setiap tanggal 21, aku dan Kak Anto terbiasa saling bertukar "Happy [...] month anniversary" dan sudah berjalan selama sebelas bulan belakangan. Yups, 21 April 2015 bertepatan dengan Hari Kartini ini, kami resmi terhitung sebelas bulan menjalin hubungan.

Hahaha "ditunda", katanya.
22 Maret 2015 lalu, sehari setelah 10th month anniversary kami, aku dan Kak Anto melangsungkan lamaran, yang memang sengaja dibarengkan dengan momen ulang tahun ke-24-ku. Jadi, apakah anniversary kami pada April ini berada di tanggal 21 atau tanggal 22-nya? Hehehe... Both of those days are our anniversaries. Tanggal 21 untuk 11 bulan menjadi kekasih, dan tanggal 22 untuk 1 bulan sebagai calon istri. :*

But never mind, tolok-ukur cinta bukan dari rutin-nggaknya suatu pasangan ber-anniversary, kok. Yang penting cintanya, sayangnya, hangat perhatian dan kesetiaannya. *tsaaah* Apalagi bulan depan, dipastikan kami akan punya satu anniversary yang berbeda tanggal lagi. Hihihihi...
(♡˙︶˙♡)

Nggak sampai sebulan menjelang pernikahan, di detik ini akunya masih relatif woles. Ya bagus kalau bisa begini terus hingga hari-H, daripada tahu-tahu jadi nerveous dan malah bikin kacau pas acara? Naudzubillah...

Dan... Ini ya, terkait persiapan batin dan mental, aku sungguh-sungguh (jadi) percaya bahwa semakin dekat dengan suatu hajat (pernikahan, misalnya), akan adaa~ saja permasalahan dan perselisihan terjadi, terutama bagi kedua calon mempelai dan keluarga. Entah itu hal yang remeh-temeh bahkan sampai bawa-bawa prinsip pribadi. Serius!(>д<)

Aku pun mengalaminya. Rangkaian proses tersebut. Kak Anto yang tiba-tiba (menurutku) jadi menyebalkan; situasi kantor yang sedang tegang-tegangnya; bertengkar dengan Sissy; cekcok dengan Ibuk; dan banyaaak~ hal kecil-kecil tapi supeeerr bikin badmood. Kurasakan aku pribadi cenderung jadi lebih sensitif dan pemarah. Mulanya nggak begitu kentara, tapi kalau dipikir-pikir lagi (dengan kepala dan hati yang dingin, tentu) bukan nggak mungkin sejumlah 'kerikil' hingga 'batu kali' -yang 'Dilemparkan' bertubi-rubi tepat ke wajah- itu merupakan bentuk ujian dari Tuhan terhadap kesiapan emosiku.


Menikah (seharusnya) sekali untuk seumur hidup. Pasangan kita mulanya adalah orang asing, bukan? Dalam kurun waktu yang seringkali nggak sampai separuh bahkan seperempat usia kita, sudah yakinkah ingin menghabiskan sisa hidup dengan seseorang yang sama nan 'itu-itu saja'?

Efek ajaibnya, kita akan dengan mudah menemukan ketidaksesuaian/ketidakcocokan terhadap pasangan, berikut segala tetek-bengek kekurangan dan kelemahan yang kian mengurangi pesonanya di mata kita.
"Yakin nih, mau nikahin yang kayak gini?"
Kita cuma akan fokus dengan sisi negatif pasangan dan lupa untuk memantaskan diri juga. Pede sekali bilang situ yang terbaik bagi dia? Yakin, di luar sana nggak ada lawan jenis yang lebih baik, tapi bagaimanapun dia tetap memilihmu sebagai teman hidupnya? ;)

Mungkin itulah sebabnya di era lama, ada suatu ketika kedua calon mempelai harus 'dipingit' atau melakukan 'pingitan', dilarang bertemu dalam kurun waktu tertentu hingga hari pernikahan tiba. Bisa jadi tujuannya memang untuk meminimalisir 'goncangan' jiwa yang berpotensi menyesatkan tersebut. Pernah menghitung banyaknya kasus hubungan berantakan di detik-detik terakhir jelang momen penting? That's too bad even to imagined. :(

Jaga hubungan. Tetap saling cinta. Percaya, menghormati, setia, dan berusaha menjadi yang terbaik. Fighting! ^0^)9

Tapi semakin diragu-ragukan, aku justru semakin yakin kalau aku ini takdirmu, Chagi. :*

Sabtu, 21 Maret 2015

The Last 21

Malam minggu terakhir sebagai seorang single. :P Muehehehe...

Weekend ini akan jadi salah satu weekend bersejarah dalam hidupku, karena yah, tomorrow I will be engaged with my lover. ^///^

22 Maret, bertepatan dengan ulang tahunku ke-24 (ouch, I've been that mature already, LOL) aku dan Kak Anto Inshaa Allah akan melangsungkan prosesi lamaran kami. Memang sudah direncanakan sejak tahun lalu, sempat begitu dinanti (dan masih), sekarang tahu-tahu sudah H-1 saja. Nggak terasa gitu, ujug-ujug sudah besok. Keluarga kami akan bertemu, sekaligus melanjutkan pembicaraan tentang pernikahan kami pada bulan lima mendatang. *degdeg*

Iya, deg-degan. Kalau kemarin-kemarin aku masih cenderung nyantai, tapi nggak kupungkiri semakin ke sini sudah mulai makin terasa mulas dan deg-degannya. Still can't help but just let it go with the flow, nggak inginlah terlalu diburu cemas tentang bagaimana besok. Daripada terburu-buru dan jadi nggak fokus pada persiapan sekarang, ya mending menenangkan diri sendiri dengan berdoa and keep positive thinking. :))

Postingan ini pun dalam rangka menerapi hatiku agar kian siap. Selain persiapan lain-lain yang 'terlihat', persiapan batinku juga tetap harus diperhatikan. xP Bala bantuan datang dari sepupu tersayang, Noi, yang sudah tiba di rumah sejak dzuhur dengan membawa macam-macam buah tangan yang pastinya sangat berguna. Om Iin beserta Tante Nik dan Dek Iman menyusul nggak lama kemudian, sekitar ashar. Untung rumah sudah mulai terlihat rapi meski masih sedikit terlihat chaos di sana-sini. However, acara beres-beres juga masih terus berlanjut.

Menjelang pukul delapan, sepulang dari Tante Wati, tahu-tahu banyak orang berkumpul di rumah. Saudara-saudara mampir, melihat-lihat proses renovasi rumah yang termasuk salah satu bagian dari persiapan kami. Senang sih, dan agak-agak surprised. Ini baru malamnya sudah ramai begini, gimana besok pas hari-H? /,\

Sebenarnya pengin banget bertemu Kak Anto, sekadar membagi gugup *halah sayangnya dia sudah ke rumah duluan sebelum aku sampai. Keselisipan jalan. :( Ya nggak apa-apa sih, kan besok pagi juga ketemu. Huahahahaha... Dia memang cuma mampir sebentar dari perjalanannya hunting sepatu, untuk besok katanya. ;)

Happy (last) 10th month annivesary, Darl. See you tomorrow on our engagement day. :*

Rabu, 21 Januari 2015

8elonging Each Other

21 Januari! *tepuk tangan*

Rasanya baru kemarin bertahun baru, dan semingguan lagi sudah akan berjumpa Februari. Time flies surely fast!

2015 kami dimulai dengan segala yang baik. Berharap ke depannya pun, kami akan tetap seirama dengan kebaikan-kebaikan yang membaikkan diri dan masa depan kami. Perlahan tapi pasti, kami sudah memiliki peta masa depan kami sendiri. Diam-diam tapi pasti, sedikit demi sedikit kami pasti akan bisa mewujudkannya. Inshaa Allah, aamiiin...

Aku tahu aku sudah mengacaukan malam ini. Entah kapan tertidur, begitu kubuka mata, Chagiya sudah berkacak pinggang tepat di depan pintu kamarku yang terbuka lebar. Ia nyengir, memamerkan deretan gigi-giginya yang asimetris tapi super-manis.
"Baru bangun? Cuci muka dulu sana, Yank," ia beranjak ke ruang tamu, dengan masih memperdengarkan suara tawanya yang khas. 
Aku mencelat ke kamar mandi, mencuci muka dan bersiap seadanya. Tidak ada orang yang senang menunggu terlalu lama, kan. Aisshh... Bisa-bisanya aku tertidur menjelang jam janjian! *mianhae Chagi* T__T

Lapak crepes yang dimaksud Chagiya terletak di perempatan jalan raya Ijen-Semeru, semerk dengan crepes yang pernah kubeli di daerah perumahan Gatul. Varian rasanya banyak! xD Kami membeli 5 rasa berbeda: chocoberry, chocochips-cheese, chococheese, keju-mesis, dan sosis-keju-pedas. *nomnom*

Gerimis mulai turun saat kami memesan terangbulan rasa chocoberrycheese dan ketan hitam recomended by Chagiya. Saat akan pulang, langit tahu-tahu cerah kembali, sehingga alih-alih pulang, kami bertolak ke arah kota.

There are some stuffs in our checklist that haven't completed yet, like: baju manset (putih dan hitam), jilbab (putih dan merah), towel, and underwear. I had no idea of the white manset and the veils. We didn't find anything at the first shop, but alhamdulillah we got the black manset and a set of cutie underwear in our second stop.  Sebenarnya Chagiya ingin membelikanku handuk model baju, tapi urung karena kubilang aku sudah punya yang model biasa tapi bermotif lucu, so we don't need to buy it again. :3

Chagiya teringat wacana kami soal membuat kemeja untuknya sebagai couple dari dress milikku. Lantas kami masuk ke sebuah toko kain dan membeli 2 meteran kain berwarna biru dan marun dengan efek glitter, sesuai keinginannya. Done! Tinggal dijahitkan saja. :)

Keluar-masuk tempat perbelanjaan membuat Chagiya-ku lelah dan haus (karena terus mengekoriku memindai rak-rak baju, hehe), maka aku setuju untuk mampir ke kedai es putar di daerah Benpas sebelum pulang.

Begitu melihat menu es krim aku langsung bersemangat. Memesan paket es krim dengan 3 scoop varian rasa. Komposisi stroberi-vanila-greentea menarik minatku, sedangkan Chagiya mencoba perpaduan rasa stroberi-cokelat-nangka untuk es krimnya, plus memesan 2 apem-londo dibawa pulang. Belum habis es krim, Chagiya dan aku sepakat akan porsi es krim yang di luar perkiraan.
"Kelihatannya aja scoop-nya kecil ya Yank, tapi pas dimakan kok kayaknya nggak habis-habis?" selorohnya lugu yang segera kuiyakan. Kalau saja sudah makan malam, aku pasti tidak akan bisa menghabiskannya.
Dalam hati aku sangat bersyukur sudah berhasil membujuknya agar tidak membeli kue putu, 'cause as you know, makanan yang kami beli tadi sudah cukup banyak tanpa harus membeli lagi, kue putu yang bahkan kami tidak tahu harus beli di mana.

Sesampainya di rumah kami sama-sama terkapar. Chagiya sempat makan malam sebentar sebelum pulang. Kami mengevaluasi perjalanan kami malam ini. Chagiya tampak sangat puas dengan hasil wisata kuliner dan keluar-masuk kami ke toko pakaian. xD

What a wonderful night! *hug*

Well, selamat tanggal 21 kita yang kedelapan, Sayang...
Tetap jadi dirimu yang selalu kusayangi, ya... :*

Minggu, 21 Desember 2014

The 7th Anniversary

Dear, 21 Desember 2014,
terima kasih sudah hadir dan memberikan satu hari yang membahagiakan untukku, kuharap untuknya juga. Tahukah betapa aku menanti hadirmu, hari ini? :)

Bukannya sengaja mengingat. Aku hanya tidak terbiasa melupakan atau mengangin-lalukan hari atau tanggal yang menyimpan kenangan. Tanggal 21 tujuh bulan lalu, bukankah sudah berjasa besar terhadap bahagiaku beberapa bulan terakhir? When Oppa and I had been getting together once again.

Hari ini kami berjanji bertemu. Oppa menjemput pukul delapan pagi dan menemaniku piket kerja seharian. Well, maybe it wasn't that wonderful thing for you, but hey, who wouldn't get excite for having quality time with the beloved one? ;)

It was that simple. We, ourself, movies, snacks, with noone to infere us. Perfect, wasn't it? And "Annabelle" became our 'romantic' film. Hehehe... Berdurasi sekitar satu setengah jam yang harus terhenti beberapa kali karena gangguan nasabah xP berhasil tertonton dengan baik.

Sempat terjebak hujan sebelum pulang, membuat kami memanfaatkan waktu dengan mengambil beberapa foto groufie. It wasn't like we take some pictures together so often. Terakhir kali malah yang pas di teras depan rumah. Pun cuma beberapa, nggak banyak.

Memang bukan kali pertama ini aku foto berdua dalam satu frame bersama seorang namja, tapi Oppa adalah namjachingu pertamaku (inshaa allah yang terakhir) yang aku ingin sekali bisa punya foto berdua dengannya. Dan alhamdulillah terkabul! *^_^* Muda-mudi mana yang nggak doyan selfie dan groufie bareng kekasih? Walaupun masih suka kagok dan malu-malu untuk mengajak berfoto duluan. Hihihihii... Ahh, sudahlah... Kami sudah sepakat saling mengingatkan agar mengabadikan momen-momen yang kami anggap penting. Sebanyak mungkin.

Sebenarnya Oppa ingin sekali mengajakku makan siang di warung Ketoprak dekat tempatnya bekerja yang katanya enak. Since he knew that I haven't eaten any Ketoprak ever before, he decided to bring me to try one. Tapi sayang banget, begitu kami sampai sana warung tersebut tutup. -___-"

Putar balik di tengah gerimis ringan. Menyusuri jalanan pulang sambil tengok kanan-kiri, barangkali ada penjual makanan yang kuinginkan. Aku sih bebas mau diajak lunch apa, di mana. Setelah putar-putar beberapa saat kami berhenti di sebuah warung bakso-mi ayam di Jalan Penanggungan. Kali ini aku memesan semangkuk mi ayam dan jeruk panas, sedangkan Oppa tetap menginginkan semangkuk bakso plus es teh kegemarannya. Sayangnya beitu pesanan kami datang, kami mendapati minuman kami tertukar; teh panas dan es jeruk. :/ Karena sedang kedinginan dan ingin yng panas-panas, aku mengiyakan usulan Oppa untuk saling bertukar minum.

Kami pulang begitu menandaskan makanan dan minuman masing-masing. Hari ini jadwalnya Oppa ganti shift, jadi masuk malam. He said that he would hangout with friends before home. And no more dating for the night. -___-" Errr~~ karena jam sepuluh sudah harus masuk kerja dan seharian ini ia kuculik tanpa istirahat, aku ikhlas-ikhlas saja dengan proposalnya itu. Hehehe... It was a great day, too possessive and being selfish aren't good ideas. ;)

Happy anniversary, Dear Honey...
Always hoping the best for us. I love you as always... :*

Selasa, 26 Agustus 2014

Big Gath ELF Mojokerto "WHY BLUE"

apa-apa kalau ditunggu pasti terasa lebih lama datangnya. tapi begitu saatnya tiba lalu terlewat, whuuuss~ secepatnya lenyap tak berbekas. @ercehauliyasari 
Sering banget mengalami sesuatu seperti tweet-ku di atas. Hmmm... Sudah lama sejak aku menandai tanggal 24 Agustus 2014, ada event yang ingin sekali kuhadiri: Big Gathering 3rd Anniversary Elf Mojokerto "WHY BLUE". Bertepatan dengan 3rd annivesary komunitas K-Pop tersebut, yang sengaja dibarengkan dengan momen kembalinya Lee Teuk dari wamil, serta hari jadi Yesung, plus rencana rilis 7jib teranyar dari Super Junior: MAMACITA.

Ya, aku menunggu-nunggu. Bahkan ada wacana bahwa aku (feat Iis) akan berpartisipasi mengisi acara dengan Sing Cover lagu-lagu Suju. Aku deg-degan, cemas, panik, takut kalau nggak bisa memberikan performance yang baik di hadapan para Elf. Tapi ternyataa... syukurlah nggak jadiii~ -___-" Rupanya pihak panitia sudah berencana akan mendatangkan Star Guest yang lebih daebak dariku yang amatir. Fiuuuh~ untung untung untung...

Maka tahu-tahu event tersebut tinggal seminggu lagi, tiga hari lagi, besok, dan hari ini (umm... two days ago already)! Still clueless about what should I prepare and wear for the event. Kyaaa~ Costum play, costum playyy~ Then I wore my round-neck shirt of chibi Suju M, plum coloured legging, light-blue short-skirt, pale-blue with white floral printed long-sleeves shirt as outer, and pale-pink veil. Nggak ketinggalan a pair of rainbow shocks and my favourite all-occasions-white-shoes, plus multi-pocketed red-wine bagWhat a mix! 
biru-biru

Open gate pukul 9:30 AM, tapi kami baru sampai TKP nggak kurang dari jam 10:45 AM. Menjadi peserta yang barangkali hadir paling akhir. Di dalam gedung aula SDN Balongsari (sama dengan lokasi acara 1st anniversary SSChild Mojokerto kapan lalu) sudah banyak manusia berkostum serba-biru berkumpul. Yakin aku dan Iis sudah pasti melewatkan beberapa part acara akibat keterlambatan kami.

Tapi kemudian, nggak lama setelah kami masuk dan mulai (berusaha) mengikuti rangkaian acara, tahu-tahu pihak panitia sudah akan memulai segmen game outdoor. Para Elf yang hadir diminta untuk membentuk kelompok masing-masing 10 orang. Aku dan Iis celingukan. Kami bahkan bukan member resmi komunitas yang bersangkutan dan nggak banyak mengenal Elf lain. Lalu tiba-tiba saja serombongan yeoja berlogat medhok di depan kami, menemukan kami berdua. Mereka yang nggak kami sangka-sangka berasal dari Kediri, meminta bergabung dengan mereka yang sudah berdelapan, jadi pas.

There were 3 games we played :
  1. Semacam Kissing Game yang SJ oppadeul pernah mainkan. Cuma kertasnya diganti dengan sebentuk gelas plastik kecil yang harus digigit di mulut. Intinya player paling depan bertugas mengambil air dari tempat yang sudah disediakan, kemudian mengangsurkan air secara estafet (menggunakan gelas plastik kecil tadi tanpa bantuan tangan) sampai ke player paling belakang untuk dimasukkan ke dalam botol. Banyak-banyakan air, lah.
  2. Hampir sama dengan yang pertama, kami diminta meng-estafet-kan potongan kecil wortel menggunakan sumpit dari sedotan plastik yang super ringan dan licin dan ribet. Sebetulnya sih cepet-cepetan dan banyak-banyakan, tapi karena memang nggak gampang untuk meneruskan perjalanan si wortel dari player pertama sampai kesepuluh (yaitu aku, dan sempat menjatuhkan juga) maka bisa sukses memasukkannya ke dalam wadah yang tersedia di ujung barisan, sudah bisa membawa kami lolos ke game selanjutnya. Dan uri group berhasil! \^0^/
  3. Yang terakhir adalah game tarik tambang dengan 5 anggota saja dari 3 kelompok yang lolos pada game kedua. 3 kelompok saling menarik untuk mengambil flag yang dipegang panitia pada jarak yang ditentukan. Dari 3 grup, akan ada 1 grup lagi yang tersisih untuk mencapai final. Dan alhamdulillah, setelah melalui beberapa kali pengulangan untuk mendapatkan hasil sah, uri group keluar sebagai pemenangnya! *toss* Kesepuluh dari kami akan dapat hadiah. Jinjja daebak! :Dv
Begitu gembiranya tahu-tahu adzan dzuhur menjelang. Acara break untuk ishoma, then Iis and I wished to having pray at home. Sekalian cuci muka sehabis berpanas-panas! Pihak panitia mengiyakan ijin keluarku, dan meminta kami kembali sebelum jam 12:30 PM. 

Kerudung pink-ku bertransformasi menjadi dark-blue. To be honest, aku yang dasarnya sudah eye-catching *ngek* terlihat cukup mencolok di antara 'sapphire blue' yang memenuhi TKP, agak canggung saja jadinya. Ya meskipun ada beberapa peserta yang dresscode-nya lebuih 'menyimpang' dibandingkan aku, sih. Maka di kesempatan pulang itu aku menggantinya dengan nuansa biru-biru yang lebih dominan. Dan lagi-lagi kami terlambat. Entah sudah berapa banyak video yang diputar terlewat. :( But lucky, main performance of Star Boys Crew haven't been starting, yet


Ini koreografi-nya lagu apa, hayoo?? yup! Mr. Simple!! xD 
Perkenalan member. Surabayaneun saram. Yeoja berjaket merah itu MC acara ini.
Melewati ashar dan masih belum ada tanda-tanda acara akan segera berakhir. Bukannya nggak senang berlama-lama, tapi memang sudah hampir 6 jam aku dan Iis dengan takzim mengikuti serangkaian event komunitas ini. To tell you the truth, I'd like to stay here forever, in the sapphire-blue-world of Suju and Elf, but there were anothers occasions that I had to attend either. Bagi-bagi waktu lah, kami sudah main di sini sejak pagi. Daripada setelahnya aku nggak diijinin pergi(lagi)? Apalagi nae Oppachagi sama sekali nggak tahu-menahu tentangku yang seharian di sini. Aaaak~ Jeongmal mianhae, Oppaa~ >_<


KRY-nya SBC. Suara mereka nggak mengecewakan kok!
Di penghujung acara, ada surprise bagi Elf yang berulang tahun di bulan Agustus. Pihak penyelenggara menyediakan dua buah kue ulang tahun yang setelah ditiup bersama (Elf, panitia, dan star guest) segera dibagikan kepada seluruh peserta acara. I got both of the chocolate and cheese tart cake, neomu gomawo. :9
Saengil chukkae~ How lucky they are... *envy*
Sebelum pulang semua yang hadir, SEMUA berfoto bersama untuk kali terakhir. Itu adalah saat-saat paling absurd menurutku. Karena demi mengabadikan potret diri masing-masing, nggak ada satu pun dari kami yang rela 'ditinggal' menjadi fotografer yang mengambil gambar semua orang tersebut. Muehehehe... Akhirnya setelah beberapa saat galau, aku melihat panitia meminta tolong bapak-bapak yang tadinya bertugas mengawasi listrik untuk mengambilkan gambar kami sebagai kenang-kenangan. :9

Bagaimanapun juga, walau berat hati kami harus pulang. Beberapa sudah ada yang mulai pulang setelah sesi foto bareng berakhir. Nggak sedikit yang masih tinggal untuk melanjutkan foto-foto dan ber-selfie dengan para member SBC. Ada juga yang kecantol di stand K-Pop yang ada di sebelah pintu utama -yang sedari pertama kali sudah menarik perhatianku- termasuk aku dan Iis. Eonnie-eonnie penjaga stand sepertinya nggak asing, looked like she was my Smagha senior, Retno-eonnie no chingu (halah bahasanya).

Mbak Fanny adalah seniorku pas SMA dulu. She was very eye-catching (especially for me) because of her J&K-fetish, while you know that like otaku or K-Popers were very rare at that time. She was my idol. I was admiring her who very great on drawing sketch, anime, animation, etc. We ever worked together in 'Krida' School Magazine, remember? Also for her dedication of being costplayer right after she graduated. She was awesome. Oh, no, she is awesome.

Bertemu kembali dengan Fanny-eonnie/Fanny-oneesan (LOL) seperti membuka kenangan lama. Luckily she remembered me, as I would never forget her. Ia menyapaku ceria, what a very kind girl. Batinku, ikut tersenyum. Aku senang sudah memberanikan diri untuk menghampirinya. Kami saling bertukar kabar, sedikit bernostalgia sampai-sampai melupakan beberapa pembeli yang ingin tanya-tanya produk yang ia jual di standnya.
"Jadi kamu ELF juga? Ayo, ayo, ambil aja beberapa stiker di situ," ucapan Fanny-eonnie membuatku menatapnya sedemikian rupa. Dia menunjuk wadah-wadah stiker fandom di dekatku. Cewek ini sudah ramah, baik pula. Dia berkata lagi sambil mendekatkan diri, merendahkan volume suaranya, "Buatmu gratis! Tapi jangan bilang-bilang yang lain, ya."
Aku nggak menyia-nyiakan rejeki itu dan segera memilih beberapa stiker dan sebuah pembatas Suju 'Swing' yang kuanggap lucu dan menarik. Untuk bagian Iis juga, tentu.

Dan bahagia kami nggak berhenti sampai di situ. Si pembeli yang berbarengan dengan kami itu nggak lain adalah para yeoja asal Kediri yang sekelompok dengan kami di game sebelumnya. Dari mereka kami tahu bahwa ternyata pas kami pulang, panitia mengumumkan pemenang game dan memberikan hadiah berupa voucher belanja di lapak K-Popnya Fanny-eonnie senilai seratus ribu rupiah untuk kesepuluh orang.
Sampai ketemu lagi di event-event lainnya. :')
It's like "Jinjjayo? Jinjja jinjja?? Kotjimarago!" Aku dan Iis langsung bingung apa yang akan kami ambil sebagai jatah voucher kami yang masing-masing berhak atas nominal sepuluh ribu rupiah. Angka yang nggak banyak memang, aku punya berlembar-lembar dalam dompetku. But hey, siapa sih yang nggak senang menang dan dapat hadiah? Akhirnya pilihan kami jatuh kepada selembar foto-stiker grid bergambar Ryeowook dan Donghae dalam beberapa pose ketjeh. Aigoo~ Jinjja daebak! Never better. Kami bisa ikhlas, pulang dengan tenang... >w<

Jumat, 22 Agustus 2014

dua puluh satu, dua puluh dua

Tanggal 21 Agustus kemarin bertepatan dengan 3 bulanannya aku dan Oppa. Satu angka lebih jauh dari hitungan kami tahun lalu. It's so relievable. I do thank God to be given so much bless this way, won't stop saying "alhamdulillah"... :')

Berbeda dengan anniversary sebelumnya, aku nggak buru-buru mengatakan apapun padanya begitu tanggal 21 tiba. :P Kami hanya berjanji akan bertemu sepulang kerja. He would pick me up, and we would have a date right after that. But unfortunately there were some mis-situations made my plans delayed for a moment: tanpa janjian tahu-tahu Tantit muncul di Pemuda, dan adanya ajakan 'ngeroom' dadakan dari seorang sejawat. Salah satu sifat jelekku yaitu mudah bimbang ketika ada yang membuat rencanaku tidak berjalan semestinya. Aku sempat bingung bagaimana menyampaikan pada Oppa bahwa kami terpaksa tinggal dulu di kantor dan menunda kencan kami sampai Tantit menyelesaikan urusannya, pun tentang 'nyengnyong' invitation dari teman kami yang pada akhirnya toh kami tolak, tapi tetap saja membuat ribet pada awalnya. -___-

Kami kembali pada rencana semula. Usai sholat maghrib dan semuanya beres, Oppa and I had decided to have dinner in C'Bezt, salah satu fastfood court yang menjual berbagai olahan ayam. Sebelumnya kami sudah pernah beberapa kali makan di sana and it wasn't bad idea actually. Lokasi C'Bezt di gedung (mantan) MIP itu menyimpan secuil kisah masa lalu kami, a quite cute thing. Sudah begitu, sangat dekat dengan destinasi kami selanjutnya, tinggal menyeberang jalan saja. ;)

Dua paket Chicken Katsu dengan friedfries sebagai pengganti nasi plus teh botol menjadi pilihan kami. Jelas bahwa aku dan Oppa adalah tipikal orang yang malas-makan-makanan-yang-ribet. Sedangkan menu Chicken Katsu ini merupakan fillet daging ayam yang digoreng renyah dengan saus Katsu pedas dilumurkan sebagai topping, yang pastinya praktis dimakan. Sepasang sendok dan garpu menyertai piring kami, sehingga kami nggak perlu menyiksa diri untuk makan menggunakan tangan, seperti para pengunjung yang mayoritas memesan menu ayam goreng original. Kami memang pasangan pemalas! xP

Jam menunjukkan pukul tujuh saat kami beranjak dari C'Bezt. Berjalan beriringan menuju Eternity lalu berakhir menggunakan an hour freepas kami di sana, selama dua jam kemudian hingga pukul sembilan malam. Aku mengucapkannya juga. Before went home, right on his left ear, I whispered, "Happy anniversary, Sayang. I love you..." ditutup dengan sebuah kecupan.

***

Eomma mendapatkan kabar baik hari ini dan ingin berbagi syukur dengan mentraktir penghuni Ume-chan makan malam di luar. Beliau ingin tahu apakah Oppa bisa meluangkan waktu untuk bergabung bersama kami. Lantas aku pun bertanya dulu pada yang bersangkutan, lebih ke meminta pertimbangannya sih, apa dia bisa memenuhi undangan makan malam dari Eomma malam ini atau besok saja. He said that it would be nice if we could have dinner on the next day, sekalian bermalam minggu bersama. Tapi karena besok RCTI akan menyiarkan live concert perayaan ultahnya dengan Suju-M sebagai performance puncak yang nggak mungkin aku dan Iis lewatkan, maka diputuskan dinner syukurannya malam ini saja.

For your information, Oppa-ku nggak begitu suka dengan sesuatu yang serba-mendadak; undangan dinner tiba-tiba ini misalnya. Dia bisa saja sudah makan malam sebelumnya. Maka aku sangat bersyukur dan berterima kasih karena sekalipun agak berat hati dan mungkin sedikit nggak nyaman untuknya, Oppa tetap bersedia menuruti permintaanku dan datang menjemput ke rumah. :*

Pukul delapan, berempat Oppa, kami berangkat menemui Ibuk yang sudah berada di Hatchiku Bento yang menjadi TKP dinner kami kali ini. Well, Japanese foodcourt ini pun sudah nggak asing lagi bagiku, untuk orang rumah, maupun Oppa. Rumah makan jejepangan ini adalah salah satu tempat makan favorit kami semua.

Lagi-lagi kami memesan Sushi; Ibuk dan Tantit tampaknya sudah terkontaminasi olehku dan cenderung menyenangi makanan khas jepang itu dibanding menu lain yang disediakan Hatchiku. :Dv Iis memesan semangkuk mie Ramen, dan Yakiniku set menjadi pilihan menu makan malam Oppa. Saling bertukar isi piring masing-masing, kami berlima sangat menikmati dinner syukuran ini. Obrolan meja makan keluarga yang menyenangkan, Oppa-ku juga terlihat santai dan akrab dengan yang lain. Aih, nikmat makan malam bersama keluarga dan kekasih mana yang akan kudustakan, Tuhan? Mana berani aku mengingkari karunia-Mu... :') Tonite I was so glad till I could die.

Agenda yang berturut-turut selama dua hari ini semacam anniversary bulanan kami dirayakan oleh banyak orang. Seolah kebahagiaan yang membuncah di dadaku nggak hanya milikku dan Oppa saja, tapi juga milik mereka yang mendukung dan mendoakan kebaikan bagi kami berdua. Maka bolehkah aku menganggap ini (sekalian) syukuran untuk hari jadi kami kemarin? Ehehehehe...

Happy 3rd month anniversary, Chagiya... Longlast for us... I do love you so much! :*

Senin, 21 Juli 2014

Senin-21-Kamu-Kita

Dalam balutan kostum 'rumah' yang friendly banget. :3 What a kawaiii couple~
What a peace and gratefull Monday~~
Nggak terasa sudah memasuki 10 hari terakhir bulan suci Ramadhan. H-7 Lebaran, kan? #CountingDays Subhanallah... hayaku~ Semoga puasaku bisa nutut sampai akhir, aamiiin!

Lagi-lagi dibangunkan oleh panggilan telepon darinya, yang entah kenapa selalu jauh lebih ampuh daripada dibangunkan live oleh ibuk. Ehehehe... xD Semalam benar-benar kayak habis tawuran. *lebeh* Bukan cuma aku saja, tapi orang serumah juga merasakan hal serupa. Tapi seru sih, kami semua sangat menikmati dan senang dengan agenda keluarga kemarin.

Always share...
Eeto... Melihat piku di atas, serasa dapat ucapan selamat dari Kirisuna-couple juga... ^///^ Iya, pagi tadi aku mengiriminya beberapa baris pesan. Isinya? Ucapan "Happy Anniversary" untuk sekuel kedua kami, yang jadi terkirim juga akhirnya. *^_^*

Chagiya memang pernah bilang untuk nggak mempermasalahkan tentang hari jadi kami. Bagaimanapun kayaknya nggak akan berefek banyak, karena dalam ingatan kami, sejauh bisa diingat, kami berdua sudah terbiasa bersama sejak awal. *tsaaah*

Topik favoritku ini kembali terangkat saat aku tiba-tiba teringat chat balasannya untuk si mbak mantan yang menanyakan sejak kapan dia dan aku balikan (bisa cek di sini ^^).
"Beberapa bulan itu berapa emangnya?" setengah iseng aku bertanya dalam chat.
Chagiya yang betulan nggak mengingat malahan menjawab, "Udahlah Yank, nggak usah ngitung-ngitung yang kayak gitu. Mending ngitung kapan kita nikah aja!" 
Nyesss~ Dasar atashi no koibito centiiil! Ditanya (agak) serius malah flirty-flirty begitu jawabnya. >///< *ngumpetin blushing* Ya sudah, nggak kuungkit-ungkit lagi daripada tiwas deg-degan tapi dibercandain. Errr~ Sudah begitu, sebetulnya nggak kaget juga sih, sudah bisa diprediksi reaksinya Chagiya bakal gimana. Tahun lalupun menentukan tanggal jadi kami barangkali semudah melempar dadu saja baginya.
"Ya terserah Sayang aja, enaknya kita bikin tanggal berapa, Yank?" selorohnya (sok) lugu ketika aku menanyakan kapan resminya kami jadian. Ya itu tadi, kami berdua kelewat pede untuk mewajarkan kebersamaan kami.
Perfect smile! 
Kan? As long as he's with me, sih. :* Tentang ucapan yang tadi pun aku nggak berharap akan dapat balasan yang bagaimana-bagaimana. Cukup perasaanku sampai padanya, cukup. Jadi aku sama sekali nggak membahasnya lagi. But, did you know? Menjelang tutup kantor Chagiya mengirimkan pesan padaku. Bertanya apakah aku sudah pulang, karena dia ingin menelepon (Yess, I've edited this posting). Aku menyilakannya, karena jauh lebih baik daripada kami bertelepon saat aku di rumah, pasti akan direcoki.

And yaah... Basa-basi kataku. Sebenarnya dia cuma ingin mengonfirmasi pesanku yang sebelumnya, tentang anniversary kami. :D Hahaha... Gotcha! Lucu saja membayangkan dia yang kukira nggak akan begitu peduli dengan hal-hal semacam itu, tapi rupanya menaruh perhatian juga. Suaranya terdengar sangat imut saat membicarakan hal itu. Hahahaha... xD Sayangku, sayangku...

Dan sama seperti yang selalu aku harapkan, segala yang baik-baik termasuk komunikasi dan hubunganku dengannya -yang barangkali agak aneh untuk ukuran pasangan normal- akan terus berlanjut. Sebisa mungkin dan memang seharusnya kualitas sekuel dua kami ini lebih menjadi lebih baik lagi dan diakhiri dengan masa yang paling baik bagi kami masing-masing.
Hitungan sudah berjalan, jangan berhenti, jangan kembali. :)) Setelah kedua, pasti akan ada ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya dan seterusnya. Longlast for us, Dear. :*
Hmmm... Jadiii, kenapa banyak piku-piku Kirisuna-couple dalam postingan ini? Dunno! But, sempat terpikir untuk googling beberapa gambar yang sekiranya cocok dengan tema tulisanku hari ini, then i found them! ^3^)9 Terlalu sweet untuk sekadar di-scroll tanpa mengabadikannya juga, maka sekalian deh. Kkk~
Have lunch together. To~get~her~ness~ ^^
Well, dikisahkan Kirito dan Asuna memang sudah 'menikah', dan dalam piku-piku ini aku seperti bisa merasakan suasana yang 'lain' jika dibandingkan dengan gambar pose serupa oleh karakter-karakter couple lainnya. Mereka ini lebih 'adem' dan 'menyejukkan' untuk dilihat. Emosi yang dipancarkan terasa betul-betul tulus, begitu. Aihh... >///<
Apa, ya? Romance-nya Kirisuna-couple ini agaknya beda dari couple-couple lain. Salah satu alasanku memvote mereka sebagai anime-couple tercouple(?) :P Yup! Romance-nya mereka natural, bersahabat, serta minim vulgar. Ya mungkin karena latar setting usia mereka yang relatif muda, namun sudah mampu untuk secara tegas mengesahkan hubungan mereka dalam pernikahan, sekalipun itu dalam SAO World. Jarang-jarang kan, ada karakter (apalagi anime) yang punya prinsip sugoi begitu?
Awalnya Kirito dan Asuna adalah rekan sesama player SAO yang saling bekerja sama dalam suatu battle melawan Boss. Sempat berpisah selama beberapa saat dan bertemu kembali dalam battle selanjutnya. Hubungan keduanya sempat buruk, tapi seiring berjalannya waktu kebersamaan mereka menghapus canggung. Dan kerjasama keduanya sudah tidak bisa dipisahkan lagi. Saling melindungi, berjuang untuk satu sama lain.

Asuna-lah yang kali pertama menampakkan kecenderungannya terhadap Kirito, dan luckyly perasaan gadis itu akhirnya bersambut. Andai di kehidupan nyata (aku) bisa begitu, ya? *wondering*

Ngg~ demo, kebanyakan posenya pas lagi tidur, ya? "--a Etapi bukankah ekspresi saat tidur itu adalah yang paling jujur? ;) Semoga kami bisa langgeng dan awet bahagia seperti mereka. Aamiiin...

Sabtu, 21 Juni 2014

My 21st June, 2014

1. Happy Birthday Kim Ryeowook
#HappyRyeowookDay #HappyBirthdayRyeowook



Saengil chukkae hamnida
Saengil chukkae hamnida
Saengil chukkae Ryeowookppa
Saengil chukkae hamnida...

Dear Ryeowook-oppa,
Selamat ulang tahun yang ke- errr~ berapa umurmu, Oppa? 27? Se-serius?? *digampar* Ya masa namja se-aegyo dirimu sudah berusia seperempat lebih... *dicekik Ryeosomnia* Itu ungkapan keterpesonaan, Oppa, jangan salah paham... *ketjup*

Selamat ulang tahun, uri Wookie. Semoga semakin bertambah usiamu, semakin Tuhan menyayangimu dan memberikan apa yang selalu kau inginkan, kau butuhkan, dan yang terbaik bagimu. Aamiin... Apalah artinya sebuah ucapan selamat dari satu orang fans dari kota antah berantah yang namanya mungkin tidak bisa kau sebut dengan lidah hallyu-mu. Tapi sebagai sebagai seorang aku yang ingin menjadikanmu sebagai idolaku, tulus doa kusematkan pada-Nya, untuk kesehatanmu, kesuksesan karirmu baik bersama Super Junior Oppadeul maupun solo, serta tercapainya mimpi-mimpi dan kebahagiaan yang kau ingin raih.

Mungkin tidak seperti fans (Ryeosomnia/Elf) yang lain, yang memberikan ucapan selamat padamu tepat jam 12 dini hari tadi. Yang rela menungguimu di dorm dan menghujanimu berbagai macam hadiah dan kado ulang tahun. Berusaha memberikan apa kau suka, apa yang kau mau. Karena kau adalah persona lugu nan baik hati Oppa, kau pun menyayangi para fans, seperti mereka mencintaimu.

Berbahagialah mereka yang sudah pernah bertemu denganmu secara langsung. Para Elf Korea yang tinggal senegara denganmu, atau sekota. Aku pun sangat ingin, tapi entah kapan Tuhan akan mengijinkan kita berjumpa. Tidak adakah wacana bagimu mengunjungi kota antah berantah yang namanya mungkin tidak bisa kau sebut dengan lidah hallyu-mu itu? :)


Terima kasih sudah terlahir ke dunia, Oppa. Terima kasih sudah menjadi Kim Ryeowook, si eternal magnae dari Super Junior. Saranghae. *love sign pose*




2. Happy 1st month (newly) anniversary of us 
21 Mei 2014 - 21 Juni 2014, long-last for us, dear... :*

It has been a month already. Semoga akan ada anniversary untuk bulan kedua, ketiga, keenam, keduabelas, setahun, dua tahun, lima tahun, sepuluh tahun... Tidak pernah ada 'cukup' untuk kualitas dan kuantitas kebersamaanku dengannya. Ahh, betapa lelaki kecintaanku itu demikian kucintai...

Satu bulan berlalu sejak percakapan kami di BBM, 21 Mei 2014, saat ia mengatakan sesuatu yang seketika menjungkir-balikkan duniaku. Hingga kini. Ia selalu bisa melakukannya. Jujur, aku tidak yakin apakah dia ingat tentang tanggal ini atau tidak. Biar saja. Yang pasti aku tidak akan memusnahkan apa yang terjadi dalam BBM kami. For God's sake, I won't! :D

Seseorang yang berada sangat jauh dariku, berseberangan pulau keberadaannya, saat ini seperti aku bisa selalu melihat dan menyentuhnya. Kedekatan hati kami, begitu? Hahaha... Aku tak berani berharap sampai seperti itu. Dan memang, sampai sekarang pun, masih ada semacam rasa tidak percaya yang mengendap. Jika tahu seperti apa perjalanan hubungan kami di masa lalu, dan apa yang sedang kami jalani kini... "Alhamdulillah" jadi satu-satunya tanda syukur yang bisa kupersembahkan pada Yang Maha Membolak-balikkan Hati, Maha Mengubah Kemustahilan Jadi Nyata.

Harapanku, seperti yang sudah tersebut, semoga ini tidak hanya menjadi 'bulan pertama' fase kebersamaan kami 'Tahap Dua', tetapi kepastian dan pertumbuhan hubungan kami menjadi lebih baik dan semakin baik akan tetap terjadi dan terealisasikan sesuai rencana bersama. Aamiiin...


3. Okaerinasai, atashitachi @benzbara_ no lovely books

Bernard Batubara adalah salah satu penulis muda yang sudah tersohor karya-karyanya. Pertama kali kenal (tahu) yakni melalui buku puisinya berjudul 'Angsa-Angsa Ketapang' terbitan Indie Book Corner (sampai sekarang masih dalam pemesanan, -___-"). Kemudian Iis menyebut nama unik itu pada project Heart Attack-nya Penerbit Gagas Media, Kak Bara rupanya sudah mengcover lagu 'Mau Kamu Yang Itu' dan malah menjadi pengiklannya. LOL Suaranya lumayan juga, sih.

Kami, peserta lomba sing-cover lagu tersebut, diharuskan untuk memfollow beberapa akun twitter terkait, tak terkecuali @benzbara_ dan voila! Tanpa bermaksud kepo/stalking aku jadi punya wawasan tentang novel-novelnya yang lain, yang (hampir) kesemuanya -recomended juga menurut banyaknya testimoni positif- bagus lagi keren. >_< Jadi, kakak ini sudah banyak menulis novel, cerpen, dan puisi. Sesuatu yang aku sangat ingin bisa melakukannya juga. :')

Kak Bara ini orangnya baik banget. Ramah. Senang membuat semacam kuis atau lomba di twitter, atau sekadar berinteraksi dengan followers yang kebanyakan sekaligus pembaca juga. Aku pun pernah beberapa kali melayangkan mention padanya, dan dibalas. Hehehe... ^_^ "Maka kebaikan selebtwit mana yang kau dustakan?" *tsaaah* Serupa Bagustian Iskandar dengan @ladangsandiwara-nya begitu. Ahh, aku sudah menjadi follower di blog mereka juga, sih. Sangat bagus untuk referensi. Ehehehehe... ^_^

dari @bukabuku.com dialamatkan ke kantorku
Setiap hari melihat testimoni-testimoni yang dilayangkan pada akun twitternya, lambat laun membuatku galau juga. Ingin segera membaca karya-karya Kak Bara dan memberikan komentar. >_<

Jadilah, aku berkelana(?) mencari online-shop yang menjual buku-buku Kak Bara sekaligus, supaya murah ongkirnya. Ketemulah di bukabuku.com Ahahahahai, alhamdulillah... :3
  • Surat Untuk Ruth
  • Milana 
  • Cinta(.)
  • Singgah
Selain 'Singgah' yang merupakan kumpulan cerpen (author Kak Bara dkk), tiga yang lain adalah novel. Bukan milikku semua. Cuma 'Surat Untuk Ruth' dan 'Cinta(.)' lalu sisanya punya Iis. Jadi dibagi-bagi begitu kepemilikan bukunya. -___-" Hanya saja seperti yang sudah kusebutkan tadi, demi menghemat biaya ongkir yang relatif mahal kalau mengecer, maka kami berinisiatif membelinya secara kolektif seperti ini.
Yuk, baca! :3

Kamis, 22 Mei 2014

Rekonsiliasi #22nd

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa-apa yang kuinginkan, segala yang kuperlukan, dan semua yang terbaik bagiku. Berikan padaku apa yang Engkau Ridhai untuk kumiliki, dan jangan biarkan aku mendapatkan sesuatu yang sesungguhnya bukan menjadi hakku. Aamiiin...
Selalu kuulang-ulang doa yang sama pada setiap kesempatanku bertemu Tuhan. Entah sudah berapa kali aku selamat karena kasih sayang-Nya. Maka, tak lagi kumiliki keraguan sedikitpun terhadap rencana-Nya. Yang terjadi, terjadilah. Semua akan tiba pada masanya masing-masing. 

Bahagia sudah bisa kurasakan hanya dengan kemampuanku membuka mata dan menghirup wangi dunia. Betapa tidak? Mengambil nyawamu selagi tidur bukanlah hal besar bagi-Nya. Lalu ketika kamu masih (diiijinkan) bangun keesokan harinya, tidakkah rasa syukur itu melekat erat pada urat nadi lehermu?

Kupu-kupu hitam masih menjadi kecintaanku. Sekalipun ia berada di tempat yang jauhnya tidak terukur olehku, tapi hati ini masih menyimpan cinta dan rindu untuknya. Namun sekalipun aku masih bisa menyapanya sesekali di bbm dan fb, melihat apa yang sedang ia lakukan, bagaimana kabar hatinya, tidak bisa kupungkiri aku tetap merasa jauh. Jauh sekali. Kondisi ini jauh berbeda dengan apa yang pernah aku harapkan atasnya dahulu.

Aku mencintainya. Sangat. Sungguhan. Tapi lalu aku belajar, bahwa memang ada hal-hal yang tidak bisa dipaksakan enak kita -manusia- terhadap kehendak Tuhan. Aku mencintainya. Tapi jika Tuhan tidak meridhai aku bersamanya, aku bisa apa? Bisa apa aku selain memohon kepada Sang Pembolak-Balik Hati untuk mengembalikan hatinya padaku? Bisakah semudah itu? Memangnya siapa diriku? Berani benar memaksakan keinginan rendahku pada-Nya, mengancam akan melakukan sesuatu pada hidupku jika Ia tidak kunjung berkenan menyatukan hatinya dengan milikku. Kenyataannya, aku memang tidak lagi berani untuk memintamu kembali padaku. :(
Ya Allah, jika dia kelak memang jodohku, maka percepatlah perjodohan kami. Jika dia bukan jodohku, mohon jodohkan aku dengannya. Jika harus dengan selain dia, jodohkanlah aku dengan seseorang yang mirip dengannya, yang berpribadi serupa dengan dia. Intinya, ya dia saja, Ya Allah...
Hahaha... Intinya sama saja. Tapi jika hal demikian betul-betul boleh terjadi, aku semakin dekat dengan doaku, kenapa aku justru merasa ragu? Jika kamu, yang kuinginkan untuk menemaniku bersama-sama menghabiskan sisa hidup kita, didekatkan seperti ini oleh-Nya, bolehkah aku bergembira? Bisakah aku menganggap apa yang kita bicarakan semalam, benar terjadi dan sungguh-sungguh nyata?

Insya Allah, aku tetap ber-positive thinking dengan segala ketentuan-Nya, tapi, ijinkan aku tetap menjaga hatiku sesuai hakikat-Mu, Ya Allah. Agar ia tidak kembali merasakan pedihnya terluka, pun memelihara cintaku pada-Mu yang seharusnya memang dinomor-satukan lebih dari apapun. Ijinkan aku belajar menerima dan mencintainya karena-Mu. Bismillah...