Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Desember 2018

Mireille

Jadi, setelah galau beberapa hari mikirin calon pengganti Akaharu dan ikhtiar mantengin tracking resi, alhamdulillah wa syukurillah paketan cintaku mendarat dengan selamat sehat wal aafi'at

Jeng jeeeengg~~ give a big welcoming love to Mireille my baby pinky Xiaomi Redmi Note 5 Pro AI 4/64. 👏👏👏

Setelah Yukihime, Shiroyuki, Akaharu, now why Mireille not Mirai? Ya nggak papa, feeling aja gitu. Arti namanya lebih kurang sama; keajaiban, sesuatu yang ajaib, menakjubkan. Miracle!

Dan ya, ajaib aja gitu, karena selama ini belum ada wacana serius untuk ganti gadget (walau sering kebawa mimpi saking penginnya, upss) tiba-tiba dalam hitungan hari di penghujung Desember 2018 udah kebeli dan kepegang aja si doi. Alhamdulillah...

Terus kenapa kok pilih brand Xiaomi jenis Redmi Note 5 ini?
Pertama sih, sesuaikan bujet. Alhamdulillah dananya ngepress, cyiint. 😂 Pokokmya wajib dapat spek di atas Aru, jelas. Jaringan 4G, lastest android, RAM min 3 GB ROM min 16 GB, kamera belakang oke tapi nggak kalah dengan kamera depan (no tipe-tipe selfie). Ada slot memory card. Utamakan banderol <2 jutaan. Tapi nggak mungkin bangeeet~ dengan spesifikasi segitu, browsing pun masih 2,5 juta up.

Kedua, takdirnya nemu di flash sale Shopee dari 3 jutaan njungkel jadi 2 jutaan ajah included ongkir. Hampir 30%an lah diskonnya.

So, ponsel warna Rosy Pink ini terpilih, lah.
Bahagia? Buangeeeets~~


Shipping dari Jakarta ke Mojokerto kurang dari 2×24 jam itu termasuk cepet, loh. Aku checkout Flash Sale di tanggal 24 Desember jam 2 dini hari. Jam 7 pagi transfer ke rekening BRI Shopee, jam 8 pembayaran udah dikonfirmasi oleh pihak Shopee. Maghrib paketku meluncur via JNE.

25 Desember otw hingga 26 Desember dini hari tadi paketan masuk Mojokerto.

Saking gemeus nggak sabar dag dig dug serr nungguin kurir nganter paketan, akhirnya pagi-pagi kubelain ambil di warehouse JNE sendiri, loh. Dan lagi-lagi atas izin Allah, ketemu! Ternyata kurirnya belum berangkat. Curiga dia familiar dengan nama 'Ricchan Auliya' yang nggak umum. Hahaha... Thankiss 'Ricchan', jadi nggak usah galau nungguin kurir nganterin, udah paketnya dibawa langsung ajah.

Ummm... Update detil Mireille soon, yak!

Jumat, 31 Maret 2017

Sepeninggal Merah

sedemikian kucintakan kau
sebagaimana kau cintai aku
kuinginkan segala yang terbaik
kiranya kaupun begitu

namun sebaliknya
angin bertiup
ke arah yang tidak kita duga
terpercik
terlahap
bumi hangus
musnah sudah

barangkali yang paling kusesalkan
ialah
kau yang melihat kerapuhan
pada jasad kuat ini
menyadari tangisan
di balik senyum maha lebar
menemukan ragu
dalam untaian keyakinan
jangan tatap lemahku
saat demi dirimu
ku memohon tambahan kekuatan

bolehkah berpisah?
yang ingin kukenang atasmu
bukanlah pedih duka
apalagi dendam kecewa
kuingin bersahabat
sekalipun mendung dalam hatimu kian pekat

Rabu, 21 September 2016

1st Weekdays with Cimbul❤

Been back to work for a week and it is sooo exhausting~~ duhh masyaallah capeknya dobel tripel. Ya ngurus kerjaan, ya ngurus anak, pulangnya masih harus ngurus keperluan anak dan suami di rumah. #akusetrong

What I didn't expect is Cimbul surprisingly spent his days with me at my office more often than stayed at home with ayah and yangtit--as my A plan. What we had now is the B plan for real. So here is the map:
09/14 ➡ rumah
09/15 ➡ rumah
09/16 ➡ kantor dan rumah
09/17 ➡ kantor
09/19 ➡ kantor dan rumah
09/20 ➡ kantor
09/21 ➡ kantor
Hari pertama dan kedua Aris dijagain si ayah dibantu yangtit di rumah. Dapat laporan macam-macam mulai dari sekadar rewel, nangis terus, ngomel-ngomel, minta gendong sampai dosis nggak mau minum ASIP dari dot dan ngamuk-ngamuk, lalu dapat SMS "Kamu nggak bisa kah, pulang sebentar sekarang?"

Kantor dan rumah itu maksudnya pagi sampai siang ikut ngantor, lalu pas istirahat Cimbul dan ayah pulang ke rumah, karena mbahbuk sudah pulang dan bisa bantuin momong. Sekitar jam 1 atau jam setengah duaan aku ikut pulang untuk maksi dan nenenin.

Pikirku okelah sesekali ajak Aris ngantor toh ada ayahnya juga yang bersedia full momong ketika aku sedang ada kerjaan yang nggak bisa ditinggal, karena gimanapun Tantit nggak selalu bisa datang untuk bantu jagain. Tapi ternyata masbeb keterusan keenakan(?) semangat hore-hore ikut ngantor sambil bawa baby karena dia beneran lebih selo; Cimbul yang seketika jadi idola para bude di kantor niscaya banyak yang gendongin dan kami terbantu sekali momongnya. ^^

Singkat cerita tiap pagi kami 'piknik' ke kantorku. Bawa-bawa tas bayi yang isinya segala macam tetek bengek perintilannya Aris mulai dari popok, baju ganti, perlak, minyak telon-baby oil-sabun-tisu basah, saputangan, handuk, sampai mainan. Sengaja nggak bawa botol dot karena nenennya 'live' dooong~~ skin to skin breast feeding is the best dan tetap yang utama.

Jadwal sehari-hari pun kisaran antara: berangkat, sampai kantor tidur pagi, bangun-nenen, main, digendong bergilir, tidur siang, bangun-nenen, main, mandi, tidur sore, pulang. Gitu-gitu terus...

Capek? Banget. Nggak kebayang levelnya. Seneng? Pastilah. Secara kerja ditemenin suami dan anak, nggak kehilangan momen kebersaman dan bisa terus memantau tumbuh kembang si Cimbul. Quality time is everywhere. Serempong apapun pasti dijalani dengan sukacita. Bagus juga karena mengenalkan baby bersosialisasi. Anak jadi ramah dan nggak takut dengan oranglain. Kan nggak sedikit juga anak kecil yang cuma mau sama ibu-ayah pol sama neneknya dan takut sama oranglain? Semoga Aris nggak kayak gitu, deh.

Big thanks to hubby daddy yang luar biasa konsisten berperan-serta dalam mengasuh Aris bersama. Love love you full to the moon and back~~

Senin, 08 Agustus 2016

Eighty 8

Homeyyy~~
*bau busyuk*
Blog ini sudah lebih dari sekadar berkarat, tumbuh jamur, penuh sarang laba-laba, dan udara pengap. Jadi mari kita bersihkan dan hidupkan kembali. Ehehehe...

There are so many things happened in these recent days, weeks, months, that I haven't saved yet, but I really want to share it somehow, as my journal, my memories. My treasure.

Nggak tahu harus mulai dari mana karena banyak banget yang mau aku bagi dan simpan di sini, jadi postingan ini anggap saja sebagai teaser apa yang akan kutulis--segera. Sebagian akan jadi jurnal tentang beberapa kejadian di hari esok, beberapa lainnya akan tersempil ke tanggal-tanggal drafts tersebut seharusnya posted.

The clues: I've been staying at home for almost 2 months and for the next month. I have my baby already, it is Aris, dear world. I'm a mommy now. So there possibly will be a new tags #MArisCahyanto❤

Here, gimme a chuu~

Sabtu, 21 Mei 2016

May be That Colorful

Yosha! Sampai juga di ⅔ Bulan Mei, 10 hari lagi menuju penghujung bulan. Pun tepat hari ini jatuh malam nifsu sya'ban, jelang bulan ramadhan yang insyaallah akan kita jumpai per tanggal 6 Juni 2016. Syemangat! ^▽^)9

Ke-positive thinking-an weekend ini dipersembahkan oleh mulai membaiknya Akaharu pasca 4 hari 3 malam menginap di servisan hape lantaran habis rusak cukup fatal. (ToT) Iya, terjun bebas tanpa pertahanan menghantam tegel kantor yang sontak membuatnya mati plethes, nggak mau on lagi meski sudah usaha kuapa-apain. So I had no choice but took it to service center. Setelah 3 harian, dua hari lalu sudah sempat kuambil dan 'tidur' rumah semalaman sih, tapi kemarin terpaksa balik servisan karena kondisinya belum pulih total dan baru kujemput lagi sore.

Jadi apa saja yang terjadi selama ditilap Akaharu? Yang jelas game online-ku mangkrak.(´・` )Kerjaan juga jadi nggak maksimal karena memang aku dituntut untuk selalu online, harus cepat dan mudah dihubungi. Tapi di sisi lain agak tenang juga akibat menurunnya frekuensi oknum yang berinteraksi denganku via apapun, baik line telepon maupun media sosial. Jadi yaa~ fokusku ke sekeliling bertambah dibanding biasanya (alias lebih peka). Hihihihi...

Selain tentang Akaharu, minggu ini berjalan cukup lancar dan menyenangkan. Hari Rabu jadwal kontrol pun alhamdulillah berjalan baik dan nggak molor-molor, bahkan cenderung selesai lebih cepat. Sebelum jam 10 sudah bisa balik kantor. Mas-mas rekan semeja yang pamit cuti genap seminggu juga sudah mulai masuk dan mengambil alih sebagian tugas yang menumpuk. Bersyukur saja untuk semuanya...

Kontrol di bidan puskesmas tetap 2 minggu sekali sampai usia kandungan 38weeks, lalu katanya akan makin intens jadi seminggu sekali. Aww~ makin dekat hpl makin deg-degan~~ nerveous-nya nambah-nambah tiap hari. Hope nothing but kemudahan, kelancaran, keselamatan--utamanya bagi Baby R--dan kekuatan cukup untukku. Aamiiin...

Paketan baby?
Menginap?
Jalan-jalan?
Rencana pindah kamar?

Selasa, 26 April 2016

Outing Day

Thanks to kram kaki kiri yang membangunkanku tepat waktu. Istirahat semalaman yang meski sangat kurang dari 8 jam, ternyata cukup untuk mengembalikan energiku setelah hampir seharian kemarin beredar di luar rumah.

Perdana aku nugas ke luar kantor. Diutus pak bos mewakili ikut pelatihan koperasi bertajuk "Managemen Resiko untuk Koperasi Syariah" di Gedung Busro--katanya--Jombang. Karena lokasi di kota sebelah dan acara cuma sampai sore, aku mengiyakan. Setengah hari Gata membantuku menyiapkan berkas dan kelengkapan apa saja yang perlu dibawa.

Jam 6 lewat sedikit aku cuss diantar Kak Anto. Kami pede saja langsung jalan meski belum pernah tahu lokasinya. Asal ada Google Map insyaallah aman. Hihihi... Melewati alun-alun Mojoagung yang dekat dengan RSB Inna tempatku biasa USG. Ternyata lumayan jauh juga dengan arus lalu lintas padat lancar ala pagi weekdays. Jam 7 kami sudah menemukan Jl. Soekarno-Hatta, tapi sama sekali nggak menjumpai gedung yang dimaksud. Sampai terlewat Jl. Gusdur (ex Jl. Merdeka) kami makin yakin kalau kebablasan. Kak Anto segera putar balik, kembali memasuki Jl. Soeharno-Hatta. Aku mengenali pom bensin di perempatan Soehat-A. Yani (lokasi pelatihan ibuk dulu). Sementara dia isi bensin, aku mencoba hubungi CP-nya, Pak Syamsul. Berkat instruksi beliau, kami sadar sudah melewati venue berkali-kali. Gedung Busro alias Hotel Yusro. Alamak!

Aku memantapkan langkah menuju aula acara, sementara Kak Anto langsung balik badan. Alhamdulillah, semuanya lancar. Berkenalan dengan Mbak Mutia, Mbak Titin, dan Nurul yang sudah lebih dulu datang dari kota masing-masing.

Di luar dugaan, meski pembukaannya molor, acara pelatihan ini justru selesai sejam lebih awal dari jadwal. Mungkin Allah memang berkenan mendukung rencanaku yang ingin mampir memeriksakan kandungan ke RSB Inna, mumpung sekalian lewat Mojoagung.

Sayangnya jam setengah 5 kami tiba di sana, Dr. Samidjan belum datang. Kami terpaksa menunggu hampir 2 jam untuk bertemu beliau. Beruntung penantian dan perjalanan kami terbayar dengan kabar baik tentang calon bayi kami. Insyaallah jenis kelamin nggak diragukan. Letaknya sudah menuju panggul dari yang sebelumnya melintang. Nggak terlihat tanda-tanda 'kalung usus' seperti yang pernah disebutkan. Pun bbj yang normal dan sehat. Masyaallah~~ bersyukur banget. Paling yang agak kami sesalkan ialah print warnanya pas eror, nggak mau nyetak. Sudah begitu Baby R lagi-lagi nutupin wajahnya pakai tangan, jadi cukup sulit memvisualisasikannya. And then daripada mubazir (toh nggak kelihatan muka si baby juga) aku setuju agar foto USG kali ini diprint hitam-putih. -___-"

Well, aku tahu Kak Anto capek antar-jemput Mojokerto-Jombang plus di Mojoagung nunggu dokter lama, tapi dia meluluskan keinginanku untuk meet up manteman ngopi. Jadi sekali jalan kami mampir ke rumah Irene lalu cuss bareng ke RnR cafe. Sayangnya peserta kali ini sedikit sekali: berempat aku, Kak Anto, Irene, dan Ica yang kami jumpai di parkiran.

Capek, lapar. Aku memesan apapun sesukaku dan sungguh-sungguh menikmatinya sembari mengobrolkan banyak hal dengan kawan-kawan. What a perfect day!

Kamis, 10 Maret 2016

GMT 2016

Topik hangat kemarin tentang GMT masih ramai dibicarakan khalayak hingga hari ini. Ya, Hari Rabuari, 9 Maret 2016 lalu adalah harinya gerhana yang turut diperingati oleh dunia. Gerhana Matahari Total merupakan fenomena alam langka yang uniknya tepat pada periode kali ini hanya terjadi di Indonesia, melintasi sejumlah provinsi yang tepat berada di garis khatulistiwa saja. Berbondong-bondong turis asing bahkan sengaja datang demi berburu menyaksikan langsung gejala alam GMT yang baru-baru ini ramai disebut 'wisata gerhana'.

Sayangnya dari tempatku (perumahan kecil di tengah kota kecil Mojokerto) GMT nggak bisa disaksikan. Karena ya, selain bukan kawasan khatulistiwa, Mojokerto kurang area terbuka (pantai misalnya). Sarana untuk mengamati langit pun nggak ada. Ya apa boleh buat. Disyukuri saja dengan melaksanakan sholat gerhana berjamaah di masjid setempat lalu menikmati GMT dari layar kaca yang luckily menyiarkan fenomena alam menakjubkan tersebut secara live.

Banyak yang kecele sih, berharap bisa menyaksikan langsung GMT dari rumah masing-masing. Naif sekali. Mbok ya sadar, kebagian aura 'mendung'nya sedikit-sedikit saja sudah bagus, di luar negeri malah nggak ngefek sama sekali, loh. :D Hal sama berlaku untuk turis-turis asing tersebut yang rela jauh-jauh bertandang ke Indonesia demi menonton fenomena alam langka yang berlangsung nggak lebih dari 20 menit dengan mata kepala sendiri. *salut*

Here's the doogle
Seantero dunia seolah berlomba memberitakan fenomena hari ini, nggak terkecuali Google. Kemarin pas iseng-iseng mau buka blog via Chrome ponsel, aku mendapati doodle Google yang bertemakan GMT. It's cute. Apalagi serupa .gif yang bisa di-play. Surprising me! Aku sendiri baru tahu bahwa Chrome-nya Lollipop bisa memutar doodle Google yang memang sering berganti secara berkala mengikuti kejadian pada hari tersebut. Semisal dua hari lalu doodle Google seolah turut merayakan #InternationalWomanDay.

Its kinda interesting. Benar-benar menarik perhatian pengguna Google yang suka dengan remeh-temeh sepertiku ini. Selain ada konten tersendiri tentang tema terkait--yang pastinya penuh informasi--, doodle ini bisa difungsikan untuk promosi dengan menggaet makin banyak pengguna internet untuk mengakses www.google.com. Ya pokoknya lucu dan kini (entah sejak kapan) bisa dijalankan via Chrome di Akaharu. Asyik, kan? Jadi makin rajin nge-blog, deh. :3

Pembahasan menarik lain yaitu tentang mitos-mitos berkaitan dengan GMT yang sering dihubung-hubungkan dengan Bhatara Kala (raksasa pemakan matahari, dipercaya pembawa petaka). Dahulu masyarakat primitif percaya bahwa fenomena gerhana adalah saat di mana matahari/bulan lenyap 'dimakan' oleh Sang Bathara Kala. Ketakutan dalam kegelapan yang mendadak mendadak menyelimuti cakrawala, masyarakat bersembunyi tidak selangkah pun keluar dari rumah, beberapa membuat bunyi-bunyian bising dengan harapan dapat mengusir raksasa, menghalaunya memakan benda langit.

Dahulu fenomena gerhana--terutama gerhana matahari--memang amat ditakuti. Selain masih terikat dongeng, mitos, faktanya melihat/'bersentuhan' langsung dengan matahari saat gerhana memang berbahaya. Selain menyebabkan kebutaan bila dilihat dengan mata telanjang, radiasi sinar UV yang memancar dapat merusak kulit manusia. Jadi sebaiknya bila nggak ada urusan mendesak lebih baik berdiam diri di rumah, untuk sementara nggak keluar dulu.

Selanjutnya ada pula tradisi ngliwet, ibu hamil/keluarga mengadakan liwetan (syukuran) di hari terjadinya gerhana matahari, dengan tujuan agar ibu dan bayi selamat, dijauhkan dari marabahaya hingga saat kelahiran. Pihak lain menyebutkan ngliwet sebagai bentuk dari sedekah.

Me? Of course, I(we) didn't do that thing. Nggak apa-apa, hanya bukan tipikal yang akan melaksakan ritual 'kejawen' semacam itu. Bukan meremehkan ya, ini murni hanya tentang prinsip dan sudut pandang. Dan yang kupegang teguh adalah amalan-amalan yang pernah Rasullullah lakukan, lain enggak. Acara tingkepan kemarin kan pihak mertua yang mengadakan, not me personaly. :P Mamak juga sempat berpesan untuk melakukan 'sesuatu' terhadap janin dalam kandunganku bertepatan gerhana tiba, well I did. Aku mengajak Aris untuk berdoa dengan niat kepada Allah Ta'ala semata, dan bukan yang lain. Mengenai syukuran/sedekah? Ya kan nggak harus sengaja dikait-kaitkan dengan gerhana. Sedekah tanda bukti syukur kita bisa dilakukan kapan saja meski nggak ada gerhana. Bukan begitu bukan?

Bagaimana dengan semangat GMT kalian? Ciao bella~~

*)original draft on March 9th yang baru diposting hari ini

Senin, 08 Februari 2016

Ken

Kenzo! Keponakan bude yang chubby nan ganteng. Ini hari terakhir kamu di rumah eyang. Setelah sejak dua hari lalu--bersama papa dan mama--kalian menginap, menghabiskan libur akhir pekan bersama keluarga Sidoarjo.

Cukup lama juga sejak terakhir kita bertemu--saat itu mungkin usiamu baru beberapa bulan, dan sekarang sudah hampir setahun--jadwal berkunjung kita pun seringkali kres, maka aku mahfum kamu merasa asing saat aku mencoba menggendongmu lagi kemarin. Kamu malah menangis.

Kamu juga tidak terlalu akrab dengan Pakde Anto, suamiku. Dia kelihatan terlalu gahar bagi bayi, ya? Meski sebenarnya pakdemu itu seorang penyayang. Dia mungkin cuma kagok, malu-malu, karena di usianya yang masih suka hura-hura dia sudah punya beberapa keponakan. Bukan hanya menjadi 'oom' tapi juga 'pakde', untukmu misalnya. Tentu status tersebut bisa melekat karena orangtuamu--Mas Agus dan Mbak Lia--meski telah lebih dulu menikah, merupakan anak dan menantu dari adik mamak kami. Bingung? Ya, suatu saat di sekolah pasti akan ada pelajaran tentang pohon keluarga.

Nikmati saat-saat kamu menjadi satu-satunya raja kecil di rumah besar ini, Injo Sayang. Selagi sepupumu yang lain tidak berada di kota ini. Sebut saja kakak-beradik anak Pakde Tono di Jakarta, Kanaya yang belum sekalipun terbang dari Balikpapan, serta calon sepupumu yang kini tengah mendiami perutku--yang akan lahir beberapa bulan lagi. Tapi tenang saja, aku yakin kalian semua akan cepat akrab bila bersama.

Lekas tumbuh besar dan makin ganteng ya, Sayang. Lalu panggil aku "Bude".



Rumah keluarga besar, 8 Februari 2016
Sang bude

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-9

Rabu, 07 Oktober 2015

Lovetober

Selamat bulan sepuluh! Sudah hampir lewat seminggu pertama, nih. So how's life?

1 Oktober hampir-hampir nggak terasa. Kuhabiskan Rabu minggu lalu pontang-panting mengurus surat pindahnya Oppa sekaligus bikin KK baru. *eciyeee* Ampun capeknya! Dari RT-RW ke kelurahan, dikasih formulir untuk pengurusan KK dan KTP baru, minta tanda tangan RT-RW lagi. Balik ke kelurahan lagi. Ke kecamatan. Ke Dispenduk... ( p_q) Tapi untungnya cukup dengan selembar amplop, dua rute terakhir nggak perlu kulalui. Sudah termasuk tolak-galau karena masa berlaku Surat Keterangan Pindah dari Nguter-Sukoharjo yang sudah mepet banget. Kalian nggak tahu saja kami harus merogoh kocek sedalam apa demi memboyong surat tersebut dari Solo. Birokrasi mah gitu, ya... ヽ(;▽;)ノ

Meninggalkan September mau nggak mau membahas tentang proyek menulis #30HariKotakuBercerita-ku yang kandas senahas-nahasnya. Cuma bertahan di tema ketiga--tentang pasar--lalu kemudian nggak terjamah lagi sama sekali, astaghfirullah... (>人<) Sebenarnya nggak sulit menuliskan tentang kota tempat tinggal kita. Sayangnya--jujur--keeksotisan Mojokerto justru terletak di daerah kabupatennya, bukan di wilayah 'kota'nya, sementara domisiliku di daerah kota dan memang sedang krisis piknik. *alassaaan* Hiks... Kapan ada project serupa, ya? Jelang Februari biasanya diadakan #30HariMenulisSuratCinta. Tahun depan ikutan lagi, ahh... Seru, sih!

Anw, jadi ingat postingan pertamaku pada Oktober setahun lalu: Rocktoberrawrr yang meski temanya jauh beda namun menginspirasi judul posting kali ini, Lovetober. Ya karena bulan ini memang penuh cinta. Terlihat dari banyaknya undangan buwuhan tersebar. ;) Hihihi... Katanya sih, banyak yang memilih Oktober ini karena bertepatan dengan Bulan Dzulhijah (kalau menurut orang Jawa 'besaran') yang dipercaya sarat dengan berkah dan keberuntungan. Aamiiin...

Tanggal 3 Oktober pagi, Mas Dizar dan Mbak Ria resmi melepas masa lajang. Ijab kabul dilakukan di kediaman mempelai wanita di Surabaya. Malam harinya, ba'da isya' adik sepupu Kak Anto--Puput (yang baru kutahu bernama Gita dan nggak ada 'puput-puput'nya sama sekali)--dilamar Bagus, sang kekasih. Aku dan Kak Anto hadir dan mendukung acara lamaran tersebut yang alhamdulillah berlangsung lancar.

From top left: Miss Ntant, Miss Sita,
Mas Dizar-Mbak Ria, The Allinskies, 
lamaran Puput, dan Rizal-Rere❤
Esok paginya kami bertolak ke Ngaglik, menghadiri pernikahan Rizal--anak mbaknya ayah--sekalian berpartisipasi dalam prosesi Iring Manten. Ternyata Rizal dan Rere adalah pasangan tetangga di gang yang sama. (/。\) Mengikuti rangkaian acara sampai selesai, menjelang dzuhur kami akhirnya pamit karena masih harus siap-siap untuk 'show' lagi. Menghadiri resepsi pernikahan Mas Dizar dan Mbak Ria yang dihelat di hotel J.W. Marriot Surabaya ba'da maghrib. Jadwal padaaat~~

Sebutlah ada tiga anggota keluarga yang menggelar hajatan dalam kurun waktu hampir bersamaan. Belum lagi teman, tetangga, kenalan, masyarakat Facebook dan pengguna media sosial lainnya, apalagi. Beranda dan kronologi nyaris penuh dengan update seputar pernikahan. Miss Rintan juga sudah sah menjadi istri per tanggal 1 Oktober, disusul Miss Rosita pada tanggal 4-nya. Pasangan selebriti Glenn Allinskie dan Chelsea Olivia? Hehehehe...

Selain agenda lamaran dan pernikahan, kabar membahagiakan lain yang sedang in adalah banyaknya 'mother wannabe' alias calon-calon mama muda yang baru hamil, juga kelahiran cutie babies dari kalangan dekat. Teman-teman seangkatan atau senior sekolah misalnya, sudah banyak yang hamil dan punya baby. Aaaakk~~ Aku kapan? Hihihi... Nanti-nantilah, kalau memang sudah waktunya pasti Dikasih. Sekarang-sekarang sih puas-puasin pacaran dan memupuk cinta. >w<

Jadi, selamat ya, untuk semuanya! Semoga awet langgeng dan senantiasa berbahagia! ♡♡*(*´∀`*)☆

Kamis, 23 Juli 2015

Syawal 1436H

Taqabbalallahu minna wa minkum... Taqabbal yaa kariim...
with hubby
Selamat Hari Raya Idul Fitri!
Ricchan Auliya a.k.a Riza Chanifa Auliya Sari beserta segenap keluarga besar memohon maaf lahir batin atas segala kesilapan baik yang tersengaja maupun yang tanpa rencana(?). *sungkem* *telat* Semoga sekurang-kurangnya diri kita Allah senantiasa berbelas kasih menganugerahkan kita kesempatan untuk kian memperbaiki diri pun akhir yang baik. Aamiiin...

H+6. Sudah mulai masuk kerja (harusnya), tapi...hei, bukannya aku masih punya stok libur 2 hari termasuk hari ini? :P Karena ini-itu I got 2 more off-days, and I write this post while laying on bed. Got kind of insomnia since last nite and turn into headache this morning. Mau move-on dari kasur saja susah betul. Yasudah, lanjut gegoleran hore saja. Alhamdulillah... ( ´∀`)

So how was your holiday, Pals? Must be a quality-family time huh? Banyak yang mudik ke kampung halaman, bertemu dengan orang-orang terkasih yang jarang bisa ditemui. Uri namsaeng -Rizky- had also touchdown in Mojokerto H-1 dan baru balik Malang lagi kemarin sore. Waktu terlalu cepat habis jika dilalui dengan perasaan gembira bareng keluarga. Tahu-tahu Syawal sudah lewat cukup jauh.
Bagaimana rencana membayar 'hutang' puasa Ramadhan lalu?
Ada segolongan yang cenderung 'nanti-nanti' untuk melunasi jumlah harian puasa Ramadhan yang kurang, nggak penuh. "Ahh, baru juga selesai. Masih banyak makanan di rumah kok sudah disuruh puasa lagi," tapi nggak sedikit juga yang memanfaatkan momen Syawal untuk 'sekalian' melunasi hutang puasa Ramadhan dan bersunah puasa Syawal. ;)

Tahun lalu seluruh hutang puasaku tandas dalam sekejap di bulan Syawal. Pikirku untuk apa ditunda-tunda? Mumpung semangat puasa pasca Ramadhan masih meluap. Beberapa tahun sebelumnya saat masih ogah-ogahan puasa Syawal, aku biasa menghabiskan hutang puasaku dengan (lagi-lagi) sekalian puasa Senin-Kamis. Seminggu dua kali. Dalam setahun masa ya nggak lunas juga? :P

Karena puasa Ramadhan hukumnya wajib, apabila nggak bisa penuh (perempuan haid/nifas/menyusui, musafir, orang sakit, dll) maka harus mengganti di hari lain di bulan lain. Ada tenggang hampir setahun untuk 'mencicil', apa jadinya kalau hutang yang tahun lalu belum selesai, dan Ramadhan berikutnya sudah tiba di depan mata? Naudzubillah... Terserah mau kapannya, paling nggak sudah ada jadwal untuk 'masa pelunasan' itu.

with 'The Haris' 
Tahun ini... Lebaran pertama statusku bersuami. Dengan kampung halaman dan tradisi lebaran yang sama sekali baru, berbeda. Harus cermat bagi-bagi waktu untuk silaturrahmi ke sana-sini biar semuanya terkunjungi. Capeknya dobel sih, tapi senangnya juga dobel. Apalagi pengalaman bersosialisasi dengan keluarga mertua. Such an honor to having them. ^///^

Libur lebaran nggak pernah ada kata 'cukup'. Waktunya kurang, kesempatannya kurang, sementara cita-cita silaturrahmi, halal bi halal, hangout/piknik/jalan-jalan bareng teman, sepupu, keluarga, juga kerabat terlalu padat. Banyak sekali interested places yang belum sempat dikunjungi ramai-ramai.

Tapi ya itulah esensinya. Momen lebaran begitu dinanti karena kesebentaran-hadirnya di tengah-tengah kita. Dengan banyaknya checklist yang belum terpenuhi pada lebaran tahun ini, kita semua pasti akan sangat tidak sabar dan bersemangat sekali menyambut bulan suci Ramadhan dan lebaran yang menyertainya tahun depan. *^_^*

The last, how much has your weight been increasing? ;)

#TimAstorCokelat
#TimSempritCokelat
#TimKastengel
#TimPutriSalju

Jumat, 12 Juni 2015

Excuse My Moody-Self

Pokoknya harus ndang diposting. Haruuusss!! (ノ゚0゚)ノ~ hehehehe... *keplak*

Anggaplah saya sedang galau, dan ini barangkali hampir mendekati klimaksnya. :( Ahh, apa, ya? It's like the weather is so terrible but I don't have any clue what to do. Geje, kan?

Alternatif curcol via media sosial sudah sering kulakukan, but still there's a deep hole I can't full-fill no matter hard I tried. It's such an emptiness, I can tell. Sesuatu yang pikirku akan bisa (segera) hilang seiring dengan waktu dan pertumbuhanku, but hell no. It is existing.

Dan jika jalan keluar ini nggak segera kutemukan, satu hal yang pasti, jumlah draft mangkrak dalam blog ini akan semakin banyak saja. Hahahaha... Sudah nggak lagi bernafsu melanjutkan bahasannya, tapi terlalu sayang untuk membuang.

Jadi bahasan ini memang hanyalah sampah semata yang entah baiknya kulampiaskan ke mana. It's end up here at least. Tapi paling nggak 'sampah' ini masih tertampung, nggak hilang berserakan, meski berpotensi mencemari.

Setidaknya aku (sedikit) puas. Atau mungkin aku mengira sudah bisa puas.

Rabu, 11 Maret 2015

Marching March

First post in March~~ :D

Last post was in the end of February. Hari terakhir kewajiban mem-post surat dalam event #30HariMenulisSuratCinta yang berakhir dengan kekalahanku... :( Ya, kalah. Seharusnya ada 30 buah surat yang kutulis, tapi barangkali aku baru membuat setengahnya saja. (´・_・`) Tapi tahun depan aku pasti akan berpartipasi lagi dan lebih giat menulis surat. Yosh! ヽ(*≧ω≦)ノ

Maret 2015 diawali dengan kejutan-kejutan hebat. Memang baru awal. Semoga hingga ia berakhir pun, akan terus berdatangan kesenangan dan kebahagiaan yang kunantikan.

Tanpa terasa sekarang sudah tanggal sebelas. Kurang sebelas hari lagi untuk sampai pada hari kesepakatan. Kurang dari dua minggu ke depan, batas usiaku akan diperbarui. Berganti. Bertambah. Ahh~ I am a young lady already. /,\ Sesegera itu pula, hubunganku dan Oppa juga akan diperbarui. Berganti. Bertambah serius. Bantu doa agar semua rencana kami terlaksana dengan lancar, ya. Aamiiin... Terima kasih. *hug*

Lagi-lagi memang tidak ada 100% bahagia pun 100% duka. Semuanya -bagaimanapun- saling melengkapi satu sama lain. Kata mereka, "semakin mendekati hari-H tak ayal serasa 'cobaan' kian menjadi. Ujian-ujian dari-Nya seperti tak ada habis".

Seperti yang terjadi minggu lalu, misalnya. Siapa sangka kejadian naas -yang paling kuhindari- seperti itu akan terjadi lagi? Meski bukan kesengajaan, meski tak satupun dari kami menginginkan. Tapi yah, toh tetap terjadi.

Tapi tapi tapi... Sungguh tak terhitung rasa syukurku pada-Nya, atas segala yang telah Ia beri padaku. Di mana selalu ada obat bagi setiap luka. Sebagaimana jalan keluar tidak pernah dijauhkan dari akar masalah. Allah memberiku tes terlebih dahulu, sebelum aku memperoleh 'hasil ujian' yang -alhamdulillah- tidak pernah jauh dari apa yang kuharapkan. Persoalan demi persoalan kami selalu selesai dengan baik, bahkan sebelum aku selesai mendoakan akhir yang baik baginya. Subhanallah, bukan?
Rahman-rahiim Allah mana yang berani kudustakan? 
Tak satupun.

Tak perlu mencari di mana nikmat itu. Karena waktu yang mengantar kita sampai ke detik ini pun adalah keajaiban dari-Nya. Masa lalu, masa kini, dan masa depan, meski keberadaannya tidak boleh dicampur-adukkan, tapi tetap akan saling berhubungan.

Tidak mungkin ada kita yang sekarang, jika kita tidak melalui hari-hari kemarin. Entah itu jalan yang mulus-mulus saja tapi terasa sepi di hati, atau setapak berduri menyusur bebatuan terjal yang penuh petualangan. Sedih, senang, kecewa, haru, sakit, berjuang, bangkit, berkorban... Tidak ada yang salah dengan itu. Kita semua tiba di detik ini berkat semua esensi dari tiap-tiap perasaan itu. Kenapa harus disesali?

Masa depan masih cukup panjang untuk terlalu dirisaukan sekarang. Apakah kamu sepenggal kisahku di masa lalu, teman seperjuangan di masa sekarang, atau bakal sahabat masa depanku, terus semangat ya!

Semoga Maret-mu secerah Maret-ku. ;)

Selasa, 22 Juli 2014

(Nggak) Mudik

Memasuki minggu terakhir menjelang libur hari raya. Beraaaat~~ Selain karena aroma libur panjang sudah tercium sampai sini, juga karena beberapa rekan kerja sudah mengambil (ekstra) cuti lebih awal dalam rangka mudik lebaran. Nggak tanggung-tanggung, per hari ini sampai kantor masuk lagi bulan depan! *plokplokplok*

Oom Fir sekeluarga termasuk Mamas pagi ini bertolak ke Lampung, kota kelahiran Bunda yang menjadi destinasi mudik mereka. Katanya sudah bertahun-tahun mereka nggak pulang kampung. Maka kemarin, Oom Fir bekerja keras menyelesaikan tanggungannya di kantor, termasuk gaji-gaji kami. Ehehehe...

Semoga mereka yang sedang dalam perjalanan menebus rindu pada kampung halamannya, selalu diberikan kelancaran dan keselamatan oleh Allah SWT, aamiiin... Kalau balik, oleh-olehnya jangan lupa ya, minna! xP *modus*

Ahh, karena aku nggak punya kampung halaman untuk dimudikin(?) Idul Fitri tahun ini mungkin nggak akan jauh berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Sholat Ied di Gelora, halal bi halal ke tetangga sekitar, ke saudara-saudara yang berdomisili di Mojokerto, pulang, nyemilin kue-kue lebaran sambil gegoleran hore. Any other ideas?

Ahh, jadi ingat. Hontou ni, doumo arigatou gozaimasutta, David-oojisan no kazoku mo Fir-oojisan no kazoku atas undangan bubernya Minggu maghrib kemarin. Iya, bukan sore tapi maghrib. xP Agak konyol memang, kami baru 'jalan' di atas pukul 5 sore. Berduabelas kami naik mobilnya Oom Daus yang langsung menjemput ke Ume-chan. Otw-nya saja sudah makan waktu, sementara kami masih belum memastikan akan berbuka bersama di mana.

Mobil meluncur lewat Benteng Pancasila. Niatnya sambil menunjukkan pertumbuhan Kota Mojokerto pada keluarga Oom Davit yang baru tiba Sabtu pagi, juga Tantit yang sudah lama berada di luar kota. Tapi kemudian aku jadi surprised sendiri menyaksikan sebuah bangunan dalam proses pengerjaan yang tahu-tahu berdiri di sisi barat Benpas menghadap ke arah gedung futsal. Sebuah benteng! Aku tertawa. Betulan benteng, yang kayak rock pada permainan chess itu, seperti replika benteng-benteng jaman dulu. Entah itu akan jadi bangunan apa rencananya, tapi menarik! :D

Di sebelahnya ada beberapa wahana permainan semacam Marry-Go-Round (aka Komidi Putar LOL), dan serupa Colombus-nya Jatim Park versi (amat) mini (dan manual). Masih di deretan yang sama, di sisi barat sejumlah lapak-lapak kopi dan jajanan ringan berjajar. Sangat ramai. Begitu juga dengan pusat perbelanjaan murah 'Mantan Lapak Alun-Alun' dan 'Mantan Lapak JS'. :P Saudara-saudaraku dari jauh ini takjub dengan pemandangan unik itu. Belum lagi Taman Benteng yang sekalipun sudah mendekati maghrib tapi masih ramai dikunjungi orang.

Bayangan awal ingin mengajak Oom David menikmati masakan Dapur M'Riah. Tapi jangankan bisa mencapai tempat itu tepat waktu, dari arah Benpas ingin lurus ke arah barat sudah mustahil. Kami bisa melihat mobil-mobil antre hendak masuk ke parkiran Dapur M'Riah yang sudah nggak muat. Batal. Kami melanjutkan perjalanan melewati Jalan Pahlawan. Bunda ingin mencoba Dewi Khayangan saja.

Jalan Pahlawan pun macet. Adzan maghrib berkumandang ketika kami terjebak di traffic light Meri. Mau nggak mau harus berbuka di mobil dengan air mineral yang sudah disiapkan. Aku mengusulkan Waroeng Juragan Sambal yang setahuku menjual menu penyetan, selain itu konter makanan lain seperti nasi goreng dan mie ayam juga ada. Tapi kendala tempat parkir yang kurang memadai, usul tadi pun gugur.

Sayangnya kami tetap harus putar balik sesampainya di RM Dewi Khayangan, pasalnya meski parkiran terlihat longgar tapi seat untuk makannya penuh. :( Apalagi yang namanya Warung Apung! Sugoiii~ lah ricuhnya. Untung seplastik gorengan yang sempat dibeli Oom Fir di depan Dewi Khayangan bisa membujuk perut-perut kami yang mulai nyanyi-nyanyi minta diisi.

Arah Surodinawan, masih belum tahu hendak berlabuh di mana. Karena jam sudah mepet, bedug maghrib sudah dari tadi, keinginan kami nggak muluk-muluk: RM apapun di manapun terserah, yang penting bisa segera makan! Sip.

Dan tempat makan yang beruntung diserbu oleh kami adalah....sebuah warung makan rumahan di Jalan Tribuwana Tunggadewi kiri jalan sebelum belokan ke Jalan Surodinawan (namanya? nggak tahu! mana sempat lihat. abaikan! :P). Itu semacam warung sederhana yang menjual berbagai macam menu masakan. Bingung dengan jenis-jenis makanan yang tersedia, akhirnya aku memesan seporsi nasi kuning dengan lauk daging empal, sambel goreng kentang, dan capcay! Rasanya? Nano-nano... xD Eh, enak kok. Dan yang terpenting itu me~nge~nyang~kan. Yang lain juga berkomentar serupa, puas dengan menu yang masing-masing mereka pilih sendiri. Minumnya aku minta segelas sinom dingin dari Oom David yang mengambil sebotol 1 literan. Enak kan? Bisa untuk berbanyak. :D Dan sebotol Nutriboost. Ini minuman favoritku yang kebetulan mejeng cantik di kulkas, minta dibeli.

Puas dengan buber yang weowe, kami segera mencari masjid terdekat untuk 'mengejar' sholat maghrib. Dari sana tiba-tiba tercetus ide untuk sekalian mampir ke rumah Oom Rozi dulu sebelum pulang. Jadilah kami semua bolos tarawih jamaah di masjid.

Malam itu benar-benar membahagiakan. Semoga indahnya kebersamaan yang mungkin nggak pernah kami bayangkan ini adalah untuk seterusnya. Bolehlah dianggap sebagai 'efek samping' atas kejadian akhir Mei lalu. Tapi jika begini baiknya, adakah lagi hikmah yang lebih baik yang nggak kami syukuri? :)

Ramadhan tahun ini benar-benar mengajarkanku banyak hal, terutama tentang pentingnya bersyukur, tetap berbaik sangka kepada Allah walau di tengah berbagai cobaan sekalipun. Karena hanya Allah Maha Mengetahui segala di masa depan yang manusia tidak tahu. Pasrahlah. Insya Allah semua akan tiba pada saatnya masing-masing untuk jadi indah.

Selamat berpuasa! Safety mudik, minna... *^_^*

Sabtu, 03 Mei 2014

Farewell, Our Beloved Socialist Teacher...

Innalilahi wa inna ilaihi rajiun...

Telah kembali berpulang ke Rahmatullah semalam, Bapak Guru kecintaan kami semua, Pak Dani Ismail. Setelah berjuang keras menghadapi penyakitnya selama beberapa waktu terakhir, Allah rupanya begitu sayang pada beliau, sehingga tidak ingin Pak Dani mengalami penderitaan lebih lama lagi. 

Semalam, kabar itu begitu menusukku. Betapa tidak, beberapa hari lalu saat aku ngopi bareng teman-teman seangkatan, kami sempat mendapat informasi mengenai masalah kesehatan beliau dari Irene, salah seorang teman yang bekerja di rumah sakit umum tempat Pak Dani dirawat, dan kebetulan mempunyai adik yang juga opname di dekat kamar inap beliau. Pak Dani mengidap suatu penyakit yang penyerang paru-parunya hingga memperburuk kesehatannya. 

Irene menambahkan, bahwa setelah dirawat beberapa waktu di rumah sakit umum tsb, Pak Dani rupanya dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di RS. Dr. Soetomo Surabaya. Kami berempat sempat berencana untuk menjenguk beliau, sembari mencari tahu bagaimana pastinya kondisi Pak Dani, guru kesayangan kami itu. 

Beberapa teman kami yang lain bahkan men-jarkom-kan informasi mengenai ini kepada teman-teman lain melalui media sosial dan grup chat. Beberapa teman yang tidak tahu-menahu sangat kaget, tidak menyangka bahwa sosok guru sosiologi yang ceria dan aktif, sebagaimana yang kami semua ingat saat masih bersama di SMAN 3 Mojokerto, akan diberi cobaan semacam ini. 

Rencana hanya tinggal rencana. Beliau yang ingin kami jumpai untuk sekadar bertukar kabar sembari menyambung tali silaturrahmi, telah dikebumikan pagi hari tadi, sebelum kami sempat benar-benar bertemu dengannya. Betapa menyesalnya kami... Lebih-lebih aku yang telah banyak mendapatkan pelajaran hidup yang berharga dari Beliau. >_<

Aku ingat Pak Dani adalah satu dari tidak banyak guru yang dekat dan akrab dengan siswa. Mungkin karena usia beliau yang masih terbilang muda dan merupakan alumni Smaga juga. Pak Dani seperti memahami benar kemelut problema remaja SMA, sehingga tak jarang banyak siswa yang meminta mendapatnya tentang masalah mereka atau sekadar curhat. 

Demikian juga denganku. Lantaran seringnya iseng main di lab komputer -tempat Pak Dani sering terlihat- saat jam istirahat dan bahkan sepulang sekolah, lambat-laun Pak Dani mulai mengingatku. Bermula penasaran dengan apa yang kulakukan di sana saat siswa-siswa lain beraktifitas di luar, kami bercerita tentang banyak hal. 

Berbincang dengan Pak Dani serupa curhat kepada sosok kakak. Aku yang sulung selalu ingin memiliki kakak laki-laki, tentu sangat senang ada yang memperhatikan dan mau mendengarkan keluh kesahku. Entah tentang tugas sekolah, pekerjaan-pekerjaan organisasi, masalah keluarga, bahkan urusan hati mudaku. Beliau pendengar yang sangat baik, pemberi masukan yang bijaksana namun tidak arogan karena sama sekali tak ada kesan menggurui dalam setiap komentarnya. 

Ahh, Pak... Aku sudah mulai merindukan Bapak lagi... :'(
Selamat berpulang ke sisi Allah SWT, Pak Dani...

Semoga amal ibadah Bapak senantiasa diterima oleh-Nya, menjadikan Bapak ditempatkan di tempat terbaik di surga-Nya. Yakinlah Allah pasti akan memberikan kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan pada istri, anak, dan orang-orang yang Bapak tinggalkan.

Banyak doa yang mengiringi kepergian Bapak. Airmata cinta dari keluarga, karib kerabat, sahabat, teman sejawat, rekan seprofesi, dan juga kami, siswa-siswi Bapak dahulu yang akan selalu menyayangi Bapak sekalipun Pak Dani tidak lagi berada di tengah-tengah kami.

Selamat jalan, Pak... Jangan lupa untuk minta disisakan tempat untuk kami di surga, ya. :')

Selasa, 22 April 2014

Rain of 22nd

Saat aku menuliskan ini, aku tahu aku sedang tidak baik-baik saja. Semalam entah karena apa, tenggorokanku tiba-tiba sakit sekali dan aku batuk hingga sore ini. Lebih-lebih pening di kepala yang sejak Hari Minggu belum juga sirna. Apalagi luka menganga di hati ini. The worst thing.

Di luar sana hujan sedang lebat-lebatnya, saat jemariku mengetikkan ini secara live, jarang-jarang. Hari ini semuanya begitu kacau balau, kecuali satu hal: sesore ini, saat senja belum memerah pun, aku sudah rindu rumah. Ingin secepatnya bertemu bantal-guling-selimut, bermalas-malasan melanjutkan episode anime 'Ao No Exorcist' dan 'Soul Eater' yang sejak beberapa hari lalu langsung kugemari.

Aku seharusnya beranjak matang dan masih menggantungkan mood pada film anime? Yes, I am. You don't want to know how suck my real life is. Everything just doesn't work as it should be. So annoying!

Katakan ini curahan hatiku, sampah segala unek-unekku. Whatever! Aku benar-benar muak pada kehidupanku belakangan. Well, not really, karena bagaimanapun aku selalu bisa menghibur diriku seperti yang selama ini selalu kulakukan. Aku memang hidup untuk diriku sendiri, melakukan apapun yang kusuka.

This recent days, I spent my whole times by preparing my short-stories for #KampusFiksi, maybe I'll tell you the details on next posting (remind me). I wrote, wrote, and wrote. Read, read, and read some other novels for references also. Haunted by deadlines. That was crap! I know that I always want to be a writer, a novelist. But these weekdays of work and so many duties made me didn't have much time for doing my favor. Writing, nor reading.

Aku sangat kesulitan membagi waktu. Bekerja untuk hidup, atau hidup untuk bekerja? Aku tahu ini bukan bidangku. Hanya saja, aku ingin menyeriusi dan lebih bertanggung jawab, meski sampai kapanpun aku yakin tidak akan pernah 100% menyukainya, apalagi sampai mengabdikan diri di dalamnya. HELL NO!!

But somehow, speaking is easier than doing. It is for me. The practice is I can't even dump this job even it couldn't give me much effort as compensation. Ironic? Most parts of my life consists of tragedies and curses, some of them are unforgivable mistakes.

Kuberitahu (profesi)cita-cita lamaku: seorang dubber, penulis, penyanyi. Yang mana di antara mereka yang mungkin bisa benar-benar terwujud? Sedemikian absurd-nya kah? Setidak-pantas aku untuk bermimpi? Orang-orang sering sekali mengataiku, "Kamu terlalu hidup di dalam mimpimu sendiri," "Oh, bangun! Ini kenyataan yang tidak seperti mimpimu!" "Ini dunia nyata, bukan dunia mimpi semau-maumu!" "Jangan mimpi! Ini jelas-jelas siang bolong!"
Nah?

Siapa yang salah? Ahh... andai saja kau tahu apa yang terjadi padaku yang kala itu 15 tahun. Yang dihujat habis-habisan impiannya, karena terlalu tidak biasa. Tidak lazim. Karena yang di luar 'biasa' itu tidak pernah baik, tidak pernah ada harganya.

"Kenapa tidak bisa seperti si A?"
"Lihat, si B itu juga seorang anak, pelajar, dan dia tidak sepertimu,"
"Cobalah kau teladani si C itu!"

Apakah aku bukan anak baik karena menolak untuk sama dengan A, B, atau C? Karena aku adalah aku. Aku bukan mereka.

Mungkin juga ini tentang beberapa  oknum akun Facebook super-duper-amat-sangat-sungguh-menyebalkan-sekali, yang keberadaan mereka saja sama sekali tidak pernah terpikirkan olehku, apalagi kuharapkan kemunculannya.

But they really are... Sucking my days more and more... As I've said many times before, I don't know you, don't even want to know who the hell you are, I just dislike you for any reason. Would you like to piss-off, please? Before this 'dislike' turns into 'hate'. For God's sake!! That's why I've been starting to hate Facebook after all. Because of those persons' appearance. What a jerk! 

Rasanya hujan seringkali turun seiring perasaanku yang buruk, memburuk. Seperti senja ini saat aku tidak tahu harus menuliskan apa karena yang ada dalam pikiranku hanyalah umpatan, celaan, protes...

I just wanna live my life in my own way. And I do know it wouldn't easy as it's heard. Life must going on, I should be moving on. 
Karena hujan tidak akan menderas selamanya. Hujan lebat nyaman sekali untuk bergelung di tempat tidur. Gerimis bisa membangkitkan perasaan menyenangkan jika disandingkan dengan kopi panas di tengah-tengah perbincangan dengan seseorang. Pelangi itu pasti ada. Entah merah-kuning-hijau, atau mejikuhibiniu betulan, pelangi pasti untuk mengindahkan hari sisa hujan.

Kapan hujan ini akan berhenti? Kapan hujan deras dalam hatiku akan mereda, lalu muncul pelangi? It will...

Senin, 20 Januari 2014

Januari 2014

Dua-ribu-empat-belas.
Bilangan lanjutan setelah dua-ribu-tiga-belas, eh? Dengan tiga buah angka genap dan menyisakan ‘satu’ sebagai ganjil tunggal. ;)

Hehehe… Iya, maaf. Aku tahu kita sedang membicarakan tentang apa. Kalender Masehi telah berulang tahun yang ke-2014 tahun ini, ditandai dengan pergantian tanggal dari 31 Desember menjadi 1 Januari.
Lalu? Bukankah memang hari dan tanggal selalu berganti-ganti? Lantas seistimewa apa 1 Januari ini?

Tahun baru.
Masa 365 hari berakhir dan tahun baru hadir. Yang baru menyempurnakan dan memperbaharui yang lalu. Benarkah? Bukannya kita hanya senang menambah tumpukan daftar resolusi tahunan kita, namun enggan mewujudkannya? Berapa poin dari sekian banyak harapan tahun lalu yang sudah berhasil kau lakukan? Lebih banyak mana jika dibandingkan dengan poin-poin yang masih belum terbubuhi tanda centang? Hihihihi...
Aku tahu. Aku mungkin sama malasnya denganmu, dengan kalian. Bahkan mungkin jauh lebih pemalas. Sangat yakin kupilih buku agenda baru terbaik dan mulai menuliskan target-target serta berbagai harapan yang ingin kurealisasikan dalam kurun waktu setahun mendatang. Memilih dan memilah sifat serta kepribadian baik-burukku. Percaya bisa mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan jelek, lalu memperbanyak dan memaksimalkan kebaikan dan kemampuan demi perkembangan diri menjadi aku versi terbaikku. Aku berusaha tumbuh. Setiap tahun aku haruslah berkembang semakin baik dan menjadi lebih baik lagi.
Terdengar hebat? Baiklah, kuakui. Aku ingin sekali bisa begitu. Wacana itu. Hanya akan tetap jadi poin-poin dalam agenda yang segera kadaluarsa. Aku ingin. Tapi sangat ingin saja tidak akan cukup bagi mimpi untuk bisa menjadi nyata. Terbang ke mana niatku semula? Tekadku? Kemauanku?
Bagiku ‘tahun baru’ adalah interval mulai dari 31 Desember lepas pukul 10 malam hingga 1 Januari dini hari menjelang tidur. Malam hari kita bisa sangat berdebar-debar bersemangat menanti dimulainya pesta kembang-api sambil menikmati tontonan dan hiburan di layar kaca. Beberapa memilih berjalan-jalan keliling kota hingga larut dalam gegap gempita ramai manusia. Namun begitu semua usai dan waktu istirahat tiba, lelah akan mengambil alih. Dan bersamaan dengan naiknya mentari, segalanya segera kembali biasa-biasa saja seperti semula. Seperti pagi-pagi yang sebelumnya. Hanya tinggal jejak pesta dan daftar resolusi baru yang panjangnya menggila, minta dibuat nyata segera.
Jadi, mulai memperbaharui daftar resolusimu atau hanya ingin menambahkan beberapa poin umum lagi di bawah tulisan-tulisan lama? Yang manapun semoga tidak sia-sia. Kembang-api di langit malam tahun baru boleh jadi sebuah sihir klasik yang melenakan. Sejenak. Sebentar, sementara saja. Cukup nikmati dan rekam dalam hati.
Setiap tahun kita menyaksikannya terbang membelah angkasa. Kau memperhatikan? Siapa saja yang menerbangkan kembang-api kembang-api itu ke langit? Ada berapa banyaknya? Warna-warna apa saja yang kaulihat? Adakah warna kesukaanmu? Apakah kembang api warna merah yang paling indah letupannya?
Beberapa pihak mengatur pesta kembang api sedemikian rupa, setiap tahunnya menjadi semakin menarik. Jika kembang-api kembang-api tersebut bisa semakin rupawan, bagaimana dengan kita? Kita begini-begini saja, itu-itu saja. Tidakkah malu? Tidak inginkah menyamai indahnya kembang-api kembang-api itu? Ayolah kita berusaha bersama, sedikit demi sedikit kita pasti akan bisa.

Selamat tahun baru dari hari ke-duapuluh di Januari. ^^