Senin, 20 Januari 2014

Januari 2014

Dua-ribu-empat-belas.
Bilangan lanjutan setelah dua-ribu-tiga-belas, eh? Dengan tiga buah angka genap dan menyisakan ‘satu’ sebagai ganjil tunggal. ;)

Hehehe… Iya, maaf. Aku tahu kita sedang membicarakan tentang apa. Kalender Masehi telah berulang tahun yang ke-2014 tahun ini, ditandai dengan pergantian tanggal dari 31 Desember menjadi 1 Januari.
Lalu? Bukankah memang hari dan tanggal selalu berganti-ganti? Lantas seistimewa apa 1 Januari ini?

Tahun baru.
Masa 365 hari berakhir dan tahun baru hadir. Yang baru menyempurnakan dan memperbaharui yang lalu. Benarkah? Bukannya kita hanya senang menambah tumpukan daftar resolusi tahunan kita, namun enggan mewujudkannya? Berapa poin dari sekian banyak harapan tahun lalu yang sudah berhasil kau lakukan? Lebih banyak mana jika dibandingkan dengan poin-poin yang masih belum terbubuhi tanda centang? Hihihihi...
Aku tahu. Aku mungkin sama malasnya denganmu, dengan kalian. Bahkan mungkin jauh lebih pemalas. Sangat yakin kupilih buku agenda baru terbaik dan mulai menuliskan target-target serta berbagai harapan yang ingin kurealisasikan dalam kurun waktu setahun mendatang. Memilih dan memilah sifat serta kepribadian baik-burukku. Percaya bisa mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan jelek, lalu memperbanyak dan memaksimalkan kebaikan dan kemampuan demi perkembangan diri menjadi aku versi terbaikku. Aku berusaha tumbuh. Setiap tahun aku haruslah berkembang semakin baik dan menjadi lebih baik lagi.
Terdengar hebat? Baiklah, kuakui. Aku ingin sekali bisa begitu. Wacana itu. Hanya akan tetap jadi poin-poin dalam agenda yang segera kadaluarsa. Aku ingin. Tapi sangat ingin saja tidak akan cukup bagi mimpi untuk bisa menjadi nyata. Terbang ke mana niatku semula? Tekadku? Kemauanku?
Bagiku ‘tahun baru’ adalah interval mulai dari 31 Desember lepas pukul 10 malam hingga 1 Januari dini hari menjelang tidur. Malam hari kita bisa sangat berdebar-debar bersemangat menanti dimulainya pesta kembang-api sambil menikmati tontonan dan hiburan di layar kaca. Beberapa memilih berjalan-jalan keliling kota hingga larut dalam gegap gempita ramai manusia. Namun begitu semua usai dan waktu istirahat tiba, lelah akan mengambil alih. Dan bersamaan dengan naiknya mentari, segalanya segera kembali biasa-biasa saja seperti semula. Seperti pagi-pagi yang sebelumnya. Hanya tinggal jejak pesta dan daftar resolusi baru yang panjangnya menggila, minta dibuat nyata segera.
Jadi, mulai memperbaharui daftar resolusimu atau hanya ingin menambahkan beberapa poin umum lagi di bawah tulisan-tulisan lama? Yang manapun semoga tidak sia-sia. Kembang-api di langit malam tahun baru boleh jadi sebuah sihir klasik yang melenakan. Sejenak. Sebentar, sementara saja. Cukup nikmati dan rekam dalam hati.
Setiap tahun kita menyaksikannya terbang membelah angkasa. Kau memperhatikan? Siapa saja yang menerbangkan kembang-api kembang-api itu ke langit? Ada berapa banyaknya? Warna-warna apa saja yang kaulihat? Adakah warna kesukaanmu? Apakah kembang api warna merah yang paling indah letupannya?
Beberapa pihak mengatur pesta kembang api sedemikian rupa, setiap tahunnya menjadi semakin menarik. Jika kembang-api kembang-api tersebut bisa semakin rupawan, bagaimana dengan kita? Kita begini-begini saja, itu-itu saja. Tidakkah malu? Tidak inginkah menyamai indahnya kembang-api kembang-api itu? Ayolah kita berusaha bersama, sedikit demi sedikit kita pasti akan bisa.

Selamat tahun baru dari hari ke-duapuluh di Januari. ^^

Sabtu, 18 Januari 2014

Tanpa(mu)

tanyakan padaku
tak punyakah rasa takut?
punyakah sedih?
adakah kecewa?
tentu saja kumiliki mereka
dulu
saat aku masih memilikimu
saat tatap penuh cintamu
menjadi tempat berpulangku

kaulah pusat dari seluruh rasa
dan asa
raga, hati, serta jiwaku
sudah kau genggam sejak dulu
sejak bibirmu dan milikku bersatu
sejak malam-malamku
tak pernah tanpamu

kini aku bisa apa?
ingiin aku merasakan apa?
seluruh inderaku mati seketika
bersamaan dengan pelukmu
yang kian tiada
hatiku lumpuh
hidup,
tapi tak mampu bernapas bebas
terbatas
yang kulihat hanya bias, pias...


2013 in memoriam ^^

Senin, 23 Desember 2013

KAU, AKU, DAN KITA (#MyLoveMyLife)

Pernah aku melihat senyummu dalam remang malam. Pada batas nyata dan khayalan. Kau membagi tawamu, dan memerangkapku di sana. Dalam hangat yang jiwamu ciptakan pada detik harapan baruku terlahir.
Dan aku jatuh cinta padamu begitu saja. Bukan pada kali pertama kita bersama-sama menikmati senja. Tapi jauh sebelum itu. Hatiku sudah tertambat padamu sejak lama. Sejak takdir mengeratkan genggaman tanganmu pada tepian gelisahku. Jika tak kau temukan, mungkin serpihan diri ini akan hilang. Hanyut entah ke mana terbawa arus kehidupan.
Maka mungkin ini jawaban dari berjuta doa yang kumohonkan. Dari luasnya samudera mimpi yang ingin kuwujudkan. Kau, dirimu, adalah yang sangat kuinginkan untuk diriku sendiri. Kau yang paling kucintai, paling ajaib yang pernah Tuhan anugerahkan. Tidak bisa digantikan orang lain. Mustahil jika bukan dirimu. Bahagiamu adalah bahagiaku. Keberadaanmu adalah hidupku. Aku tidak bisa meminta apapun lagi selain kerelaanmu agar juga menginginkan aku.
***
Aku mengenal genggaman tangan itu. Mengingat betul setiap lekuk jemari. Merekam jelas hangatnya yang tercipta dalam sudut kecil hatiku. Ku kenali bayangan itu. Bayanganmu yang selalu kurindukan. Keberadaan yang menerbitkan haru biru. Satu-satunya di dunia yang membuatku melayang.
Aku jatuh cinta pada tawa lepas dari sudut bibirmu. Aku jatuh cinta pada kelakar-kelakar. Pada detingan gitar, pada besarnya perlindungan yang kau berikan. Tanpa syarat, tanpa terikat. Aku mencintaimu begitu saja. Begitu membuka mata dan dirimulah segalanya. Aku merindukanmu tak peduli waktu. Persetan dengan orang lain yang meragu. Yang ku tahu aku menginginkanmu jadi milikku.
***
Tiada yang lebih menyakitkan daripada melihatmu sakit. Tak ada yang lebih mengiris hatiku selain menjumpai tangismu. Airmata dan dukamu yang bukan untukku. Pandanganmu yang seolah tak pernah lepas darinya. Dia yang mengabaikanmu. Dia yang seharusnya tak lagi berhak mendapatkan cintamu.
Kenapa bukan aku? Kenapa bukan aku yang mampu menyembuhkan luka hatimu? Kenapa bukan aku yang bisa membahagiakanmu? Kenapa itu bukan aku, aku yang rela menyerahkan segalaku buatmu? Tidak adakah yang bisa kulakukan untuk sekedar membunuh jarak pada hati kita, dan kembali lagi seperti dulu?
***
Diam menghampiri. Nyaris tanpa bosan mengajakku menari. Tapi bayanganku bahkan tak beranjak. Hampir lelah kuperbaiki jalan hatiku yang mulai retak. Sedang langkah ini searah ke mana angin membawamu pergi. Tak peduli seperti apa, bersamamu aku seperti mendapatkan kembali semua inderaku.
Aku buta dan kau memperlihatkanku cinta. Aku tuli dan kau tak pernah jemu bernyanyi. Aku bisu, tapi sejatinya kau mengerti isi hatiku. Lumpuh pun, mati rasapun aku masih bisa menyentuh bayanganmu. Mimpimu. Cintamu (yang dulu) untukku.

Demi setiap kecup, rengkuh, dan cinta kasih, detikku berirama detak jantungmu. Seberapa jauh egoismu pergi aku akan menunggu. Mendoakanmu kembali padaku. Sekali lagi. Lalu selamanya kita (akan) bisa bahagia bersama. 

MENJADI SEORANG AKU (#MyDream)

Sering aku berpikir, sama sekali tidak ada bagusnya menjadi seorang ‘aku’. Sungguh, tidak ada bagusnya menjadi aku. Berusaha menjadi orang lain itu benar-benar melelahkan. Terasa konyol dan menyedihkan. Dan aku sudah terlalu mahir untuk itu, hingga tidak tahu lagi diriku yang sebenarnya seperti apa.

Aku tumbuh dengan mendoktrin diriku sendiri: lakukan sesuai perintah tanpa membantah, dengan begitu orang dewasa akan puas dan tidak lagi mengusikmu. Sekalipun itu aneh, sulit, dan tidak sesuai dengan logikamu. Biar saja. Karena bagi ‘orang dewasa’ ketika kau melakukan tepat seperti yang mereka inginkan, maka kau ‘hebat’, ‘pintar’. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya kau mungkin akan mendapat hujatan. Dinilai tidak menurut atau pembangkang.

Dan aku sudah kenyang disebut begitu. Mulanya masih kupertanyakan tentang apa-apa yang sebaiknya kulakukan dan apa yang para orang dewasa ingin aku hindari. Tapi lama-kelamaan aku muak. Persetan dengan keinginanku yang selalu jadi debu. Kata-kata seorang anak ingusan sama sekali tidak berarti.
Jadilah kusegel rapi suara hatiku. Hanya kubuka jika aku sudah terlalu rindu. Selebihnya kuciptakan pribadi ideal yang bisa meluluskan segala tuntutan orang dewasa padaku. Yang mereka tahu aku selalu tersenyum. Bertutur kata dengan baik, berperilaku sopan, seorang penurut. Atau itu jin penjaga lampu ajaib pengabul segala? Dan mereka tidak akan peduli aku ingin apa, pendapatku bagaimana. Munafik? Iya, setidaknya di pikiran mereka aku memuaskan. Hahaha.

Dan ingatanku ada di dua persimpangan: sebelum dan sesudah ayah tiada. Fase sebelum kepergian ayah berisi kenangan-kenangan serba bahagia. Bahwa aku adalah cucu perempuan yang dinanti dan dijanjikan limpahan cinta dari kedua pihak keluarga besar Ayah dan Bunda. Lia kecil yang cepat pintar dan Ayah-Bunda yang begitu bangga akan prestasiku dari anak-anak lain sepantaran. Lalu adik-adikku lahir dan Ayah akhirnya mampu menghadiahi Bunda sebuah rumah kecil untuk keluarga kecil kami. Berlima, kami sungguh berbahagia lebih dari keluarga-keluarga lain walau yang kami punya hanya dua buah sepeda tua, bukan kendaraan motor seperti yang banyak terparkir di teras-teras rumah tetangga.

Kemudian mimpi buruk yang tidak pernah ingin kubayangkan, justru hadir dengan sangat nyata. Ayah berpulang ke Rahmatullah tepat di saat seluruh dunia tengah merayakan suka cita Idul Fitri, 2004 silam. Sudah hampir 9 tahun berlalu tapi rasanya seperti baru kemarin. Seperti baru saja aku dan ayah bertengkar tentang ke SMP mana aku akan melanjutkan sekolah setelah UAN berakhir, dan tahu-tahu ayah sudah meninggalkan kami. Tiba-tiba saja aku, Bunda, dan adik-adik harus kembali tinggal di rumah kakek dan nenek dari pihak Bunda. Bunda hanya seorang ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan, mendadak harus menghidupi kami berempat pastilah sangat berat.

Usiaku baru tiga belas dan tidak ada yang bisa kulakukan selain tidak membiarkan diriku terlalu larut dalam kesedihan dan airmata. Sudah cukup melihat bahu Bunda yang kadang masih gemetar menyembunyikan isak tangis, sedang adik-adikku masih terlalu dini untuk memahami mengapa ayah harus tidur sendirian di pemakaman alih-alih kembali pulang bersama ke rumah kecil kami.Maka tidak seorang pun boleh melihat air mata ini, kecuali Tuhan. Aku hanya harus tersenyum dan memeluk mereka, berkata bahwa semua akan baik-baik saja selama kita percaya pada Allah SWT.

Kuharap aku bisa bertemu dengan Lia kecil dan mengajaknya bermain bersama. Mendengarkan keluh kesahnya yang tidak pernah terucap. Menyeka airmatanya yang hanya disaksikan oleh bisunya dinding kamar. Aku tahu ia telah banyak terluka dan menderita. Dengan kekuatannya yang terbatas Lia kecil sudah berusaha, ia selalu berusaha. Bukan untuk dirinya, tapi untuk Bunda dan adik-adiknya. Untuk merekalah Lia kecil menyembunyikan segala kelemahannya. Agar orang lain hanya akan melihat versi dirinya yang kuat. Agar mereka percaya ia yang sekecil itupun bisa melindungi apa yang dianggapnya berharga, jadi mereka tidak akan menginjak-injaknya.

Aku ingat pernah berjanji. Di depan pusara ayah saat beliau dikebumikan. Tidak ada airmata di sana. Tapi hatiku bertekad, aku akan melindungi keluarga kecil kami apapun yang terjadi, menggantikan ayah. Ayah mungkin tengah mencemaskan kami dan aku tidak menginginkan itu. Aku adalah anak gadis ayah yang kuat. Yang selalu bisa menjaga amanat dan tidak mengecewakan ayah. Aku ingin ayah melihat dari tempatnya surga, bahwa keluarga kecil yang selalu diperjuangkannya, masih terus kuperjuangkan. Aku akan meneruskan cita-cita ayah. Kami akan bahagia bersama-sama demi bagian ayah juga.

Untuk Lia kecil, terima kasih sudah berjuang dan bertahan sampai akhir. Kau memang sangat kuat, walaupun pasti banyak kesepian. Tanpamu mungkin tidak akan ada diriku yang sekarang. Tanpamu aku pasti akan jadi pribadi egois yang selalu menyalahkan nasib dan Tuhan. Kini aku yang akan meneruskan mimpimu. Aku tidak akan lupa kau pernah ada. Kau adalah bagian penting dari diriku. Aku mencintaimu. Terima kasih...

MALAIKAT NOMOR SATU (#MyMomMyAngel)

Adalah sesosok malaikat berwujud seorang wanita, yang keberadaannya sama pentingnya dengan dunia ini bagiku. Yang tanpanya entah nanti aku akan bagaimana. Untukku yang selalu merasa sendiri di bumi ini, ibuku lebih dari sekedar sosok penyeimbang maupun hiasan. Ia adalah hidup dan matiku.
Faizah Laila, nama malaikat yang dikirim Tuhan sebagai ibuku. Ia menghadirkanku ke dunia dua puluh tahun silam dengan menggadaikan hidupnya. Entah sudah berapa banyak cinta yang kuterima darinya. Ibuku yang adalah seorang ibu rumah tangga biasa telah dengan sempurna mengajarkanku segalanya. Ia benar-benar memperhatikan tumbuh kembangku dengan baik. Beruntungnya aku menjadi si sulung. Sempat merasakan menjadi anak tunggal berlimpah kasih sayang yang memonopoli cinta kedua orang tua, terutama ibu.

Memang sejak ibu mulai fokus pada adik-adikku, aku menjadi ‘anak perempuan ayah’. Semenjak berstatus ‘kakak’ aku jadi lebih dekat dengan ayah. Tapi justru karena itulah ketika ayah telah tiada aku benar-benar bergantung pada sosok ‘ibu’ dari ibuku. Aku merasa kehilangan dunia dan segalanya, lalu kusadari hanya ibuku lah yang tersisa. Ingat bahwa ia hanya seorang ibu rumah tangga biasa? Serta merta menyandang status janda tiga anak tanpa penghasilan bukanlah sesuatu yang sekalipun pernah terlintas di pikiran. Aku tahu sejak kiamat kecil itu hidup tidak akan pernah sama, tidak akan semudah itu lagi baginya.

Tidak pernah sekalipun ada keluhan yang terucap dari bibir malaikat tercantikku itu. Tapi aku tahu, ibu selalu menyimpan pedih hati untuk dirinya sendiri. Seorang diri berusaha membesarkan tiga orang anak yang luar biasa nakal dan menyusahkan seperti kami, aku dan dua orang adikku.
Ada kalanya ia mulai menyalahkan diri sendiri. Menganggap telah lalai memperhatikan pertumbuhan kami sebagai konsekuensi karena ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja. Ya, ibu harus berperan ganda mengurus rumah tangga dan mencari nafkah. Sedangkan aku belum bisa melakukan apapun untuknya. Maka aku bertekad selesai SMA aku juga akan bekerja. Aku ingin bisa berguna, ingin meringankan sedikit bebannya, aku ingin membuatnya bangga.

Andai ibu tahu betapa berharganya ibu untukku. Alarm bangun alami, sarapan pagi, sms dan telepon yang menanyakan keberadaanku adalah bentuk kecil cinta ibu. Ibu menyadari bahwa pekerjaannya, kesibukanku, dan kegiatan sekolah adik-adik sedikit banyak telah meciptakan jarak di antara kami dan betapa inginnya ibu menghapus rentangan itu. Ibu selalu ingin dinomorsatukan oleh kami, tanpa menyadari bahwa dirinya sudah menjadi nomor satu sejak dulu.

Ibu, seperti kata-kata seorang bijak, “Bukan ‘aku mencintaimu karena membutuhkanmu’, melainkan ‘karena aku (sangat) mencintai dan menyayangimu maka aku (begitu) membutuhkanmu dalam hidupku.’”

Tidak ada yang lebih kuinginkan daripada keberadaanmu di sisiku. Tak peduli berapa lama waktu berlalu, meski ini sangatlah egois, tapi mohon menungguku, Bu. Tunggulah sebentar lagi sampai aku bisa membalas cintamu walau tak mungkin menyamainya. Biarkan aku memberimu sedikit bahagia meski cuma sederhana. Perhatikan aku tumbuh dewasa untuk membuatmu bangga, berusaha mewujudkan harapan terbaikmu untukku dalam doa-doa.

Lia sayang Ibu. Sangat. Selalu. :’) :*

Kamis, 31 Oktober 2013

Next: SUPER JUNIOR 8th Anniversary “LOVE 8NERGY FOR OUR HERO”



Satu lagi event menarik dari rekan-rekan ELF Mojokerto bertajuk Super Junior 8th Anniversary “LOVE 8NERGY FOR OUR HERO” yang pasti akan sayang untuk dilewatkan bagi para Elf maupun KPop Lovers tanah air Mojokerto Raya. xD
The end of October, and soon November will come. Pas sekali untuk yang sedang menginginkan suasana baru. Yang kemarin-kemarin pusing perkara ulangan mid semester, tugas-tugas kampus, skripsi yang belum jelas ujung-pangkalnya (ehh), sampai yang buthek gara-gara pekerjan (saya misalnya) bisa jadi event ini semacam oase menyegarkan yang cukup ampuh (semoga).
Saya bukan member, apalagi panitia acara. Hahaha... Hanya seorang Ryeosomnia dan KPop Lovers yang ingin berbagi informasi bagus. Semakin banyak peserta, semakin banyak teman (baru), akan semakin seru acara kita. Meski belum tahu juga akan seperti apa, but I’m excited. Akan sangat menyenangkan sekali bisa bertemu teman-teman sesama ELF maupun KPop Lovers. Gathering, sharing, dan have fun together. Sounds very nice. I’ll be there. See you! :*

Proudly present is brought to you by ELF Mojokerto. :)
Acara : Nobar, fun games, foto bareng
Lokasi : La Costa Café, Jalan Mojopahit 402 (sebelah Bank Mandiri) Mojokerto
Waktu : Hari Minggu tanggal 17 November 2013 Pukul 10:00 – 13.00 WIB
Fasilitas : Lunch, goodies
Doorprize : Album SFS, official photo card, official poster, hoodie Suju, kaus suju, dll.
HTM : Member IDR 30k, non member IDR 35k.

Format Pendaftaran :
NAMA_NO.ID_TGL.BAYAR
Misal :
RICCHAN_NON MEMBER_TGL.3 NOV

Contact Persons :
-          Pendaftaran (Dewi) 083854465573
-          Informasi (Retno) 085646564215

Rabu, 17 Juli 2013

Gothichi

angkasaku hitam
memang kelam adanya
aku tahu
memang itulah duniaku

dunia kecil
dengan kenyamanan tiada tanding
sendiri yang sempurna

di mana salahku?
hingga bulan cemburu
dan membawanya pergi menjauh

namun ketahuilah
di manapun kau berada
engkau adalah langitku satu-satunya
bertemu di surga, ya? :')

Selasa, 02 Juli 2013

RETURN

Mmmm... I know it has been a quite long time since my last posting. Rencananya mau post beberapa draft lama, tapi kemudian jadi nge-blank sendiri usai ngecek sesuatu. Ini...
Aku sungguh-sungguh bersyukur dengan postingannya yang begitu positif. Mungkin dia sudah sehat. Mungkin dia sudah mulai nyaman dan menemukan hal bagus untuknya di sana. Aku jadi (sedikit) lega dan ikut senang. ^__^

Dikirim hari sabtu dan sekarang sudah selasa. Telat sekali aku baru tahu. -___-" Oppachagi sudah mulai aktif kembali, tapi dia masih belum menanggapi permintaan pertemanan dariku. Aku harus bagaimana? Sungguh, ada rasa sakit yang begitu nyata di sini. Di hatiku yang kesulitan merasakan apa-apa selain stimulus darinya. Aku memang cuma tahu tentangnya, lain tidak.

And right now, I can't even give him my 'thumb'. Don't you know how it feels? Much hurt to make me realize that there is an invincible wall between us. Which makes him so untouchable from my place. :'(

Tak terlihat tapi nyata adanya...
Kalau hatimu sudah sembuh, beritahu aku ya, Oppachagi... I'm waiting...

Kamis, 27 Juni 2013

Kupu Kupu Kecintaan

apakah kau mengenal kupu2 hitam itu?
yang dulu sering kukisahkan padamu
ia tercantik yang pernah kusaksikan
seumur hidupku
yang paling ingin kulindungi
senyum dan bahagianya
sekaligus menjadi yang paling fana

percayakah kau, dia kembali?

rupanya masih mengingatku di sini
dia ingat hari-hari hujan kami dulu
dan dia menginginkan aku

menurutmu aku harus bagaimana?

ini mengingatkanku pada
penantian indah Sleeping Beauty
ketika sang pangeran ramalan
datang untuk menjemputnya

apakah dia kembali untuk mengajakku

bertualang bersamanya?

senang sekali kalau memang begitu

karena aku bersumpah
menukarkan sisa hidupku
agar bisa melihatnya kembali
akan kulakukan apapun 
agar aku bisa berada 
di sisinya lagi

apapun!
sekalipun itu berarti aku harus 

kehilangan matahari
bukan masalah
aku bahkan tidak peduli
sembilan atau sepuluh matahari pun
sanggup aku beri
tapi jangan bohong bahwa dia pulang
hanya untuk bermain api

kau boleh bilang hatiku buta

tentu saja, cintaku untuknya 
membuat dunia murka
tapi aku tanpanya tak lain hanya
seonggok bunga kristal retak
yang sepi
yang sekilas tampak hidup 
namun jiwanya mati

aku rela menggadaikan semuanya

pada setan, pada iblis
pada neraka yang terus menawar 
harga hatiku
jika mereka bisa membantuku 
memberinya bahagia
aku akan sepenuhnya percaya
pada hades, pada ursula,
pada medusa
yang berani menjanjikanku hatinya
aku bersedia jadi debu,
jadi buih,
jadi apapun
asal aku bisa memiliki sakitnya,
lukanya,
sedihnya,
marahnya,
dendamnya,
kecewanya,
putus-asanya,
kecul-hatinya,
semua yang mungkin merenggut
senyum indah dari pribadi 
penuh pesona itu

aku sungguh cinta kamu, kupu-kupu... 

22 Mei 2013

7:13 AM
Sayangq cintaq istriq :* Ayo sarapan dlu.q lg sarapan lo ni
7:17 AM
Cip pinter sayangq ni kok :*
7:20 AM
Iya,sayang jg met maem ya :*
Can you feel my feeling? Pagiku dibuka dengan perasaan yang luar biasa istimewa. Do you know what day is it today? 22nd of May, our 2nd month anniversary. xD Ya Allah... Sudah dua bulan tepat 61 hari rupanya. Dan aku merasa perasaanku selalu baru setiap harinya. Sayangku makin besar saja untuk Oppa. Seperti aku selalu excited of everything about him. Sumpah. Nggak ada bosen-bosennya aku berbicara tentang lelaki kecintaanku itu. :*
Dan hari ini aku sudah berniat akan memakai baju putih, terinspirasi ide Oppa yang bilang ‘setiap tanggal 22 pake baju putih-putih’. Aku tidak memfavoritkan warna putih, as you know, apalagi untuk outfit keseharian. Maka jadilah aku berkemeja putih untuk ngantor, karena selain merah-hitam yang memenuhi lemari pakaian, cuma kemeja itulah yang warnanya putih.
Aku benar-benar bersemangat. Mood booster di pagi hari itu sungguh bekerja dengan baik. Apalagi Oppa yang menciptakan alasan tersebut. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dia nanti malam. Apa kita akan diner di Hachiku lagi seperti bulan lalu? Atau menghabiskan malam bersama saja? Hihihihii... Yang manapun sama-sama menyenangkan. Bersamanya tidak ada yang lebih bisa menawarkan kebahagiaan. Oppa itu sumber bahagiaku. :) Alasan dari setiap perubahan mood dan emosiku. Bahagia, senang, bersemangat, cemas, ragu, sedih, depresi, susah tidur, melamun, etc. Apapun yang berkenaan dengannya akan bisa sangat memengaruhiku juga.

6:52 PM
Q brusan hbs maem.umm….q td bkin something.mau gak yank?
6:54 PM
Y dah nnt tak bwain k sanggar yank.ni lg ngopy guminhonya sayang dlu q
Aku akan makan malam masakannya lagi. xD Tidakkah terasa aneh? Bukan aku yang menyiapkan sesuatu untuknya, tapi sebaliknya malah dia yang sering membawakanku hasil masakannya. Cewek macam apa aku ini. (-- ”) Yang harus kau tahu juga, dibandingkan denganku, Oppaku jauh lebih cakap dalam melakukan pekerjaan utama yang seharusnya semua cewek bisa: memasak dan menjahit. Nilaiku nol besar. Belum lagi pekerjaan berat yang memang menjadi tugas cowok. See? Aku betul-betul kosong. :P
Oppa datang ketika yang lain sudah bersiap akan pulang. Dan dia menepati janjinya membawakanku seporsi makan malam dan seri drakor ‘My Girlfriend is Gumiho’ yang hari Minggu lalu kuminta. Oppa menyadari aku memakai kemeja putih. J Hahahaha…
Mr Dafis masih bersama kami saat aku menyantap makan malamku: nasi+ayam bumbu kecap+sesuatu yang agak mirip entah tahu/tempe yang terasa seperti ‘gimbal urang’ kata lidahku. Asin-asin enak sih. Aku suka apapun itu. Aku selalu suka semua yang dibawakannya untukku. Suka semua yang dilakukannya untukku. Aku lebih suka dia lagi. xD
Haruskah kuceritakan juga? Apa yang kami berdua lakukan setelah itu? Hehehehe... Kegiatan malam kesukaan kami berdua pokoknya. :D Dan seperti yang selalu kubilang, saat bersamanya aku seperti tak punya cukup waktu. Waktu bagaikan musuh. Adalah sang waktu itulah yang selalu memaksaku menyudahi kebersamaanku dengan Oppa. Sial. L Aku selalu tidak ingin pulang. Selalu ingin tinggal di sisinya saja seterusnya. For our next anniversaries… Please always be mine. I love you with all my whole heart. :*