Senin, 11 Januari 2016

Not an 'End' but 'And'

Let's greet the second Monday of January 2016. 11 days have been through, and what've you had 'till now? Hihihihi... For me, 2015 is not ovet yet, it hasn't been end, but still countinuing and get to be solved. :'(

I owed so much to 2015 and feel really sorry to 2016 for the-awkward-greeting. There were so many things happened while I was learning to made them up as best as I could, but yeah, I found my self still none. Buut~ Don't let the dark sky of this mellow afternoon drives us into madness, NO! I'm a mother-wanna-be who won't get sad or stressed. (^ω^)

Forget about what I've wrote above, today I'm feeling good by my 3rd day of TPG (Taman Perbaikan Gizi) Class held in Puskesmas Kedundung plus the tasty healthy meal I got.
Acara apakah itu? Apa aku kurang gizi? :'D Not sure about the vision-mission, tapi menurut pengamatanku beberapa hari ini, kelas TPG adalah sarana yang memfasilitasi para ibu hamil dengan nilai gizi* di bawah rata-rata agar tetap sehat hingga melahirkan dengan lancar dan sukses. Jadi para bumil dikumpulkan di sini bukannya karena mereka kekurangan gizi atau nggak sehat, tapi juga melingkupi banyak faktor.

Misalnya aku sendiri, status giziku sebetulnya baik dan nggak ada masalah. Hanya saja menurut ketentuan kesehatan ibu hamil LiLA(Lingkar Lengan Atas)-ku kurang--alis kurang gemuk sedikit. LiLA minimum adalah 23,5 cm sedangkan milikku hanya 22 cm, cuma kurang 1,5 cm saja padahal. T__T Kasus lain teman 'sekelas' bernama Hana--yang jika dilihat sekilas tampak sangat sehat dan bugar. Unfortunately Mbak Hana ini 'kalah' di Hb(hemoglobin)-nya, yang seharusnya minim berangka 10, tapi Hb-nya cuma kisaran 8. Belum lagi yang memiliki tekanan darah rendah, atau bahkan darah tinggi, punya riwayat keguguran, dll, bisa juga dikategorikan dalam kelas ini.
Me and the bumils
Kali pertama tahu kelas ini dari tetangga yang ternyata adalah kader puskesmas yang memang bertugas memantau ibu hamil setempat. Tapi judulnya "penyuluhan kehamilan berisiko". Pas datang baru ngeh bahwa acara tersebut nggak hanya berlangsung sehari itu saja, tapi selama 10 hari berturut-turut 3 bulan. *dweeng* Seneng-seneng senep lah. Kerjaanku gimanaa? Akhirnya aku meminta tolong pada salah satu kru puskesmas yang bertugas untuk membuatkan izin ditujukan ke pimpinan agar aku bisa mengikuti acara tersebut.

Di luar ekspektasi, pengajuan izinku diterima dengan baik oleh pak bos. Syukur alhamdulillah... Jadi per sabtu lalu, setiap jam 9-10 aku izin cabut ke puskesmas untuk ikut kelas TPG, dan setelah selesai langsung balik kantor lagi. Lumayan sih, perjalanannya. :') Tapi nggak papa, it's worth.

Dipikir-pikir lagi aku sangat diuntungkan oleh program/kegiatan ini.
1. GRATIS tis, alias nggak bayar sepeserpun. Cuma rogoh kocek 2k saja untuk bayar parkir.
2. Banyak ilmu seputar kehamilan, persalinan, dan parenting yang disampaikan oleh tim puskesmas. Selain bu bidan ada juga divisi(?) gizi misalnya, yang memberikan materi tentang makanan sehat. Uji gizi dan praktik senam hamil juga ada.
3. Teman-teman sesama bumil yang friendly dan interaktif. Kami banyak sharing tentang pengalaman pribadi masing-masing, terutama senior yang sudah pernah melahirkan.
4. Susu hangat penambah semangat. Segelas susu hamil disediakan dan bisa diminum selama materi, setiap hari. Boleh juga nambah kalau masih ada sisa. :P Sekotak susu hamil ukuran 200gr juga dibagikan cuma-cuma selama 10 hari sekali.
5. Makanan sehat setiap hari. Sudah gretongan pulang masih dapat 'jajanan'. Selain susu gratis tiap hari, sebelum kelas usai para bumil akan mendapat jatah seporsi makanan yang menunya variatif dan endeus. Bisa dimakan bareng after class, boleh juga dibawa pulang. Sesekali makanan dimasak langsung oleh dapur puskesmas--yang ini harus dimakan di tempat.

Yang manapun asyik. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?

Jumat, 01 Januari 2016

2016

What goes around turns around. Everything has left behind, then let it be. Whatever will be will be.

So, hello, (brand) new me. ❤

Senin, 28 Desember 2015

Injury Time

Nite! I wrote this when I was watching "Another" and "Sherlock Holmes" yang sayangnya macet di tengah jalan lantaran para peserta nobar berguguran oleh kantuk yang menumpuk.

Busy Monday as it had to be, setelah Golden Week yang hanya dihabiskan di rumah saja, menemani suami. Pas adek lanang datang Hari Kamis sore dan balik Malang tadi pagi. Harus kuakui, liburan kali ini dananya nyaris zero. Jatahnya sudah all out untuk plesir kami sekeluarga ke Jember dua minggu lalu. Belum lagi tagihan belanja online yang totalnya hampir 1.000k! T__T Kelak harus bisa lebih me-manage porsi keuangan lebih baik lagi nih, kalau nggak pengin liburannya stuck di tempat kayak gini.

Tapi tetap bersyukur. Even wasn't a great holiday, but we had a quite good time together. Namanya 'Rizky' ada saja peluang rezeki untuknya selama pulang. Alhamdulillah...

Di sore kepulangannya aku sengaja membeli sekotak es krim Magnum mini edisi Honeycomb Crunch untuk dimakan serumah ramai-ramai. Di waktu luang Oppa mengajak cowok Malang itu main PS dan ngenet bareng tanpa melupakan kewajiban ibadah dan istirahat. Kami menghabiskan banyak waktu untuk nonton dan ber-quality time di rumah.
Nggak kerasa banget si bungsu sudah kelas akhir SMA, sebentar lagi UAN, kelulusan, dan akan jadi mahasiswa. Alhamdulillah, dia bilang pengin lanjut studi di Malang, perkara mau di universitas mana dan jurusan apa terserah, pokok kalau bisa negeri--bukan swasta. Kepulangan kali ini pun sambil mempersiapkan berkas persyaratan untuk BIDIK MISI. Minta doa untuk keberhasilan si adek, boleh, Minna. :')

Maka di malam terakhir sebelum Rizky balik, Oppa berinistif mengajaknya menjajal main sepatu roda di alun-alun. As we knew, mainan(?) itu sedang hits di kalangan adek-adek perumahan kekinian. Nggak hanya beredar di lingkungan terdekat, tapi sudah menjangkiti banyak kampung dan perumahan di kota ini. Nah, saat beberapa bocah bersepatu roda riuh melintas di jalan depan rumah--menarik perhatian kami--Oppa kontan menanyainya apa ia pernah mencoba bersepatu roda, dan ketika jawabannya negatif Oppa lantas mengajak kami untuk jalan-jalan ke alun-alun dan menyewa beberapa.

Tanpa Iis, berempat kami berangkat sekitar pukul 7 malam. Alun-alun begitu ramai dikunjungi pada weekend yang udaranya gerah. Cocok untuk cari angin. Ibuk yang memang sudah lama nggak menjamah alun-alun menyatakan kekagumannya pada pertumbuhan zaman. Kini alun-alun nggak lagi membosankan dan kumuh, namun menjelma asri, atraktif, dan cukup menarik.

Motor-motor mini beraneka tipe dikendarai anak-anak usia SD bersliweran di sekitar kami yang menuju lapak in-line-skate. Menyewa 2 pasang masing-masing untuk Rizky dan Oppa. Ya, Oppa bilang akan mengajari adik iparnya itu sampai bisa 'berjalan' dengan benar (karena berharap bisa meluncur terlalu jauh). Aku menyarankan untuk melatih keseimbangan di rumput dulu--agar lebih mudah--sebelum turun ke arena. Optimis, karena beberapa bulan lalu aku berhasil berjalan sendiri dengan kaki bersepatu-rodaku, kan?

Sekitar pukul 9 malam akhirnya kami sepakat untuk pulang. Rizky dan Oppa sudah bermandikan peluh. Kemeja dan celana yang dipakai Rizky dipastikan akan langsung cuci karena kotor oleh lumpur dan tanah. Sementara aku dan ibuk mulas kebanyakan tertawa menonton aksi dua cowok itu. It was worth. It was so fun.

Menghitung hari sampai kalender 2015 berganti 2016. Belum punya rencana tahun baruan ke mana dan mau apa. Ladia sudah mulai menginap dan mungkin besok Vira menyusul. :Dv Baguslah, seminggu ini Oppa shift malam, aku jadi nggak harus tidur sendiri. Malam tahun baruan bareng mereka saja gimana?

Seperti tahun yang sudah-sudah, hampir setiap liburan panjang sepupu-sepupu perempuan akan berkumpul dan menginap di rumahku. Rasanya seperti summer camp khusus cewek. Nothing's special. Agenda kami paling maraton film/drama, nonton mv terbaru, menggosipkan artis-artis Korea terutama para bias kami, dan sharing romansa. Tapi untuk yang terakhir sepertinya aku sudah lulus, meski kami berempat masih suka tidur bareng. Ehehehe... Tinggal Mida-nya saja yang jarang ikut kumpul. :|

Semoga hari-hari baik nan menyenangkan terus berlanjut. Enjoy your end year holiday!

Jumat, 18 Desember 2015

Go Away or Stay

Less than 7 hours later.

Resah lvl: pengin banget bikin kagebunshin, biar sebagian diriku bisa ikut liburan sementara sebagian yang lain tetap nyaman di rumah. :'(

*masih ngantor*

Rabu, 16 Desember 2015

7th Wedding's Monthversary

Dua hari lalu tepat 7 bulan pernikahanku dengan Kak Anto. May 14th to December 14th 2015. Seven wonderful months of love have been through and will still go on. Alhamdulillah...
(♡˙︶˙♡)

Btw, mulai coba menerapkan penggunaan kata 'anniversary' hanya untuk event tahunan, bukan lekat pada peringatan bulanan apalagi mingguan. xD Pernah gitu nemu artikel tentang ini dan benar-benar ketampol! Ya karena aku kan suka hitung-hitung tanggal begitu, lah. Jadi browsing lebih detil biar nggak salah info atau menelan mentah info yang ternyata hoax. Bahwa selain istilah anniversary yang berarti tahunan, untuk agenda bulanan digunakan monthversary dan weekversary untuk peringatan mingguan. Seperti itu...

Nothing's special in these recent days, kecuali cuaca yang mendingin dan hujan mulai rutin turun. Aktifitas berjalan seperti biasa, sampai kuperhatian kalender bulan ini. Desember. Tersemat dua buah tanggal merah berangka 24 dan 25 yang jatuh di hari Kamis dan Jumat. Sabtu hitam. Minggu merah lagi. Sabtunya kecepiiit~ T__T Andaikan tanggal 26 itu merah sekalian, kita akan punya 4 hari libur di akhir pekan, means golden week! Masyaa Allah, aku lupa kapan terakhir kali aku liburan. Tamasya. Piknik. Jalan-jalaaan~~

Diingat-ingat lagi weekend ini Insyaa Allah aku punya jadwal trip tipis-tipis ke Jember, sih. Rencana berangkat Hari Jumat malam--Sabtu bolos kerja--balik Mojokerto Hari Minggu. Destinasi? Rumah Oom Davit yang pasti, lainnya dunno. Karena kita seperjalanan bareng Oom Fir dkk, harusnya sih, mampir-mampir spot bagus. Aamiiin...

Tapi itu juga belum fix. Pasalnya, di arisan keluarga branch Mbah Buk Hari Minggu lalu--bertempat rumah Bulek Wiwin--tersiar kabar duka yang datang dari sepupu ibuk di Mlagi, bahwa putri sulung keluarga tersebut--yang menikah nggak lama setelahku--mengalami keguguran janinnya yang bahkan belum genap berusia 8 minggu. Ternyata nggak cuma seorang, istri dari kerabat ibuk yang lain juga barusan kehilangan janin yang sudah dikandungnya selama 5 bulan. So sorry to hear that. Orang-orang pun turut mencemaskan kehamilanku yang per 14 Desember kemarin mulai memasuki 13 weeks. Nggak boleh makan ini, nggak boleh makan itu. Harus makan ini, perbanyak makan itu. Stop pakai heels ke kantor. Jangan pakai celana ketat. Makan yang banyak. Dll. Dst.

Terima kasih banyak pada mereka yang peduli dan mengkhawatirkan kondisi kehamilanku, mengingat beberapa famili harus merelakan calon jabang bayi mereka, aku nggak boleh serampangan, sembarangan, dan lebih menjaga kesehatan demi Aka-chan. Tahu, sih. Tapi mencoba percaya juga harus, kan? Percaya aku kuat dan Aka-chan pun baik-baik saja selama aku nggak neko-neko. Tapi untuk melarangku bepergian (agak)jauh karena alasan itu? Kiranya kurang tepat. Aku nggak mau batal ikut ke Jember hanya karena orang-orang terlalu parno dengan keadaanku. Paling nggak, harus ada pihak berkapasitas untuk bisa meyakinkanku. xP

Maka kemarin siang sebenarnya aku ada janji dengan ibuk untuk pergi ke Puskesmas Kedundung demi menjajal pelayanan poli kandungan di sana, berbekal saran dari ibu-ibu PKK se-RT. Katanya lebih gampang, pelayanannya bagus, tempatnya nyaman, dan bisa kontinyu. Jadi mulai pemeriksaan kandungan dan janin secara berkala (plus USG) hingga persalinan dilakukan si tempat yang sama. Bahkan berlanjut sampai tahap pasca persalinan, seperti imunisasi balita misalnya. Menarik, kan?

Sayangnya semua fasilitas tersebut nggak cuma-cuma. Ada harga mahal yang harus kubayar. Jadi, agar bisa menikmati layanan puskesmas tersebut, pertama-tama aku harus mengundurkan diri dari BP Safira--karena BPJS Kesehatanku terdaftar di sana--lalu mengganti 'klinik'ku menjadi puskesmas, lantaran nggak diperkenankan bagi anggota BPJS berobat di layanan kesehatan pemerintah selain klinik yang sudah ditunjuk, meski aku warga kota setempat. Bye sedikit-sedikit-periksa-minta obat... :'( Jadwal periksa kandungan Rabu, dan setelah dapat rujukan baru bisa USG Hari Kamisnya mulai pagi sampai siang hari jam 12-an. Nggak fleksibel banget. >< Lagi-lagi harus dihadapkan dengan multiple choices yang bikin galau.

Ya, demikian tadi postingan random nggak jelas sore ini. Semoga ada manfaatnya (minimal pengingat bagi diriku sendiri, lah). ^^

#HiDecember
#latepost
#naskahkebutan

Senin, 07 Desember 2015

Aka-chan & I ❤

Kali kedua Aka-chan hujan-hujan setelah kemarin terpaksa pulang setengah kuyup bertiga ayah, sehabis makan siang--sepulang menemani bunda piket kantor. Jelang sore tadi berdua bunda saja, menembus gerimis kecil untuk balik ke kantor sebelum bertambah deras. Gimana rasanya, Chagi? Asyik? Dingin? Bunda juga suka kok, hujan-hujanan. ;)

Iyaaa~~ sudah coba-coba ngobrol sama Aka-chan~~ (♡∀♡●) dan rasanya menyenangkan! Sama sekali nggak kagok karena dari dulu aku termasuk orang yang suka ngomong-ngomong sendiri. xD Malah mending, sekarang jadi ada teman ngobrol kapanpun di manapun. Apalagi Aka-chan kan pendengar setianya bunda. Hihihi...

Seeing our Aka-chan~~  Today I officially announce my 3 months old pregnancy. Aka-chan is in good condition and growth. Alhamdulillah...

Jumat pekan lalu aku melakukan USG kedua setelah tanggal 16 Oktober yang nggak memuaskan. Kala itu aku bermaksud untuk memastikan kehamilanku. Apakah aku benar-benar hamil, atau cuma terbawa perasaan saja? Sebelum mengunjungi dokter spesialis kandungan, aku sempat tanya-tanya dulu di klinik BPJS langganan, terutama tentang prosedur layanan kehamilan sampai bersalin.

Melalui keterangan seorang dokter muda yang kebetulan memeriksaku, kuperoleh beberapa kesimpulan:
1. BPJS nggak meng-cover check-up kehamilan atau USG di rumah sakit, kecuali ada gangguan/kelainan (naudzubillah). Jadi meski terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan, tetap akan dikenakan biaya jika melakukan USG si rumah sakit.
2. Klinik BPJS hanya menerima praktik umum. Dipersilakan kontrol kesehatan ibu selama hamil dan mendapat vitamin, namun untuk keterangan lebih detil tetap disarankan mengunjungi dokter spesialis atau bidan.
Ummm... Nemu juga nih, artikel mengenai BPJS Kesehatan yang katanya memberikan pelayanan kehamilan. Sila baca lengkapnya di sini, ya. Tapi yang benar-benar kualami sendiri adalah 2 poin yang di atas tadi.

Kali pertama periksa kehamilan aneh juga sensasinya. Malu-malu senang gimanaa gitu. Mbak dokternya juga mungkin karena masih muda, kayak agak sungkan gitu pas meriksanya. Secara hamil 1 bulan dengan usia janin 2 mingguan mustahil dideteksi mata telanjang. Kami pun pasrah ditanya-tanyai, yang lalu berakhir pada statement beliau, "Baik, Mbaknya sudah telat menstruasi, dan telah melakukan tes urin yang hasilnya positif dengan HTTP 7 September 2015. Berarti kehamilan Mbak sekitar 4 mingguan. Kita tunggu saja perkembangannya, kalau dalam 2-3 bulan ke depan perut Mbaknya mulai membesar, berarti Mbak beneran hamil. Untuk sekarang saya kasih vitamin dulu, ya,"

Errr~ baiklah, siapa sih yang nggak tahu kalau perempuan telat mens berbulan-bulan dan perutnya membuncit itu berarti hamil? Ya walaupun beliaunya nggak sepenuhnya salah juga...ヽ(o`皿′o)ノ

Sepulang dari klinik dengan ending konsul yang awkward, aku mulai rutin minum vitamin yang diberikan, karena rupanya resep yang terdiri dari 3 jenis 'medical candy' berbeda itu adalah kaplet asam folat, kapsul penambah darah, dan tablet mencegah mual--satu-satunya yang diminum sebelum makan.

Beberapa hari setelahnya, aku sudah nggak tahan pengin pergi ke dokter spesialis kandungan untuk mengklarifikasi(?) apakah aku sungguh-sungguh positif hamil melalui USG. Setelah mengumpulkan saran mengenai dokter yang recommended, akhirnya kami memutuskan untuk menjajal konsultasi ke Dr. Anas, S.Pog yang selain bertugas di RSI Hasanah juga membuka praktik di apotek Mojokerto. Hasil pemeriksaan kala itu sampai pada pertumbuhan kantung janin yang kian menebal dan mulai terbentuk. Karena hal tersebut nggak terjadi begitu saja pada setiap wanita, melainkan hanya pada mereka yang telah terbuahi sel telurnya, maka ya, aku positif hamil. Namun karena masih sangat dini, janin belum terbentuk sehingga belum tertangkap sensor USG. Terbukti beberapa minggu berikutnya, Aka-chan yang sudah mulai tumbuh besar dan bisa bertemu ayah bunda. ♥(ノ´∀`)
Is going to 13weeks
Testimoni dari Bunda Imba dan Tantit yang sebelumnya pernah menjadi pasien Dr. Anas, juga Bulek Wati yang pada persalinan Bintang di RSI Hasanah juga ditangani oleh beliau. Apalagi tarifnya terbilang murah. Cukup membayar Rp. 70.000,- sekali datang, pasien dapat berkonsultasi seputar kehamilan sekaligus difasilitasi USG 2D. Selanjutnya Dr. Anas akan memberikan resep obat sesuai dengan kondisi pasien. Dalam kasusku--karena syukur alhamdulillah kehamilanku nggak bermasalah--aku hanya diberikan resep vitamin yang langsung kami tebus di apotek tersebut seharga Rp. 110.000,-. Jadi totalnya nggak sampai dua ratus ribuan, relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan check-up di tempat lain yang bisa mencapai Rp. 350.000,- hingga Rp. 400.000,- per konsultasi, belum termasuk vitamin. Lumayan, kan?

"Rego nggowo rupo" itu pasti. Plus minus itu pasti. Karena relatif murah--jujur--aku merasa kurang puas dengan yang kudapat dari 2x konsultasiku bersama Dr. Anas. Meski perawat tempo hari lebih baik dari perawat yang membantuku pada konsultasi pertama, aku berkeinginan untuk mencoba mengunjungi dokter spesialis kandungan lain demi pengalaman check-up kehamilan yang lebih baik lagi.

Jika kebetulan punya info tentang dokter spesialis kandungan/bidan yang recommended di sekitar daerah Mojokerto kota dengan bujet ramah, please let me know. Sankyuu~ :)

Selasa, 01 Desember 2015

End of Eleventh

Adios, November. Bonjour, December!(人´∀`*)

Time flies absolutely faaast~~ kalau sudah di 'ujung-ujung' begini, pasti kayak baru tersadar. Rasanya kapan hari baru 2015, dan sekarang sudah akan say good bye to this wonderful year. Bagaimana progress tahunannya, gais? Sudah banyak yang checked kah? Atau masih banyak yang belum? Tenang, 30 days still available for you 'till end year. ;)

Awal bulan dua belas, tiga puluh satu hari terakhir jelang tutup tahun ini. Sungguh banyak yang sudah terjadi selama sebelas bulan terakhir. Sebagian tetap tinggal sebagai pelajaran sekaligus kenangan, dan sebagian lainnya--termasuk kamu--adalah bekal berharga yang akan sangat kubutuhkan--kelak--untuk mengarungi hari-hari, minggu-minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun yang terus silih berganti.

Kaleidoskop? Nggak. Belum. Biarlah itu tersimpan sejenak untuk dinikmati kali terakhir. Membuka kembali halaman 1 Januari 2015 di paling depan, mengingat-ingat hal bahagia. Momen-momen berharga yang nggak akan terlupakan. Hanyut bersama permasalahan yang satu per satu muncul dan menyadari sudah berapa jauh kita melangkah menjadi makin bijak dan dewasa dalam menyikapinya. Larut dalam hari-hari berat nan gelap yang dahulu seolah-olah nggak ada akhir. Depresi. Menangis. Lalu menghela napas panjang--toh sekarang semuanya sudah lewat. Mengkaji ulang diary sendiri nggak akan pernah nggak seru. :'D

But first, let me say thanks to my beautiful November, otsukaresama deshita~ doumo arigatou~~ apalah aku tanpanya yang sudah berbaik hati mengizinkanku sampai di bulan ini (ya meski nggak terlalu gemilang, tapi bolehkah menganggapku sukses? Pokoknya terima kasih).
Not a B-cake, they're B-donnuts! 🍩🍩
28 November lalu, suami kecintaanku memperingati hari kelahirannya 27 tahun silam. Cukup banyak juga orang-orang dekat yang hari ulang tahunnya jatuh di Bulan November. Aldino-senpai, Queen Ailsaa, bulek, pakde, mbak sepupu ipar, serta Bro Gigih dan Aracchi--yang kebetulan merayakan ultahnya di tanggal dan malam yang sama. Barakallah, minna...

Berbeda dengan tahun lalu yang penuh dengan persiapan, tahun ini aku nggak menyiapkan apapun untuk ulang tahun Oppa. Berbagai hal terjadi, kesibukan kami, dan terbatasnya waktuku untuk kabur (kejutan kan harus rahasia, ya?) karena tiap hari aku diantar-jemput olehnya, membuatku harus memutar otak untuk--paling nggak-- tetap memberinya sesuatu yang manis. Masa' pasca menikah aku jadi nggak lagi manis seperti semasa gadis? :P I knew I should do better, but at least it was the best thing I cound do for now. :') Ya semoga tahun depan, ketika nanti sudah ada Aka-chan, kami bisa memberikan kebahagiaan yang lebih untuk Ayah Anto. :*
Pucuk FPL. Anggap saja kado ultah. :P


Dan, meski nggak mendapatkan hadiah dariku sejak awal tanggal 28, kejutan manis ternyata sudah menunggu Oppa dari Fantasy Premier League yang biasa ia mainkan. Game simulasi sebagai manager klub sepak bola, yang peringkatnya berganti tiap minggu mengimbangi perkembangan BPL yang juga tiap minggu tayang. Setelah beberapa minggu berstatus newbie alias baru gabung belakangan, si Oppa per 28 November 2015 ini melesat ke peringkat 1 setelah sebelumnya merangkak perlahan hingga posisi 5 besar. Mengalahkan puluhan kawan lain di liga yang sama yang sudah lebih senior dengan jam main lebih lama. He was so happy knowing that news. Maybe it was his birthday present from FPL. xD

Ummm... Oiya, menurut kalender, hari ini merupakan akhir dari week 11, besok sudah akan memasuki week 12 kehamilanku--seminggu jelang penutupan trimester pertama yang alhamdulillah sangat luar biasa. Cepat kan, ya? Rasanya baru kemarin testpack-ku positif, kini Aka-chan sudah mau 3 bulan saja. Rasanya sudah nggak sabar pengin ketemu dan tahu kondisi perkembanganmu, Sayang. :*

Jumat, 27 November 2015

NovembeRain

Akhirnya hujan turun juga. Di Mojokerto. ヽ(*´▽`*)ノ

Beberapa hari (atau bulan?) terakhir suhu udara meningkat kejam. Nggak ada satu siangku terlewat tanpa es--baik di kantor atau di rumah--malam hari pun sama saja, bahkan kian menjadi sumuknya. Apalagi kipas angin butut kami akhirnya wassalam, dan mau nggak mau harus membeli yang baru, karena kipas angin yang satunya--yang juga sudah nggak bisa tolah-toleh--kami usung ke atas. Aku dan Oppa bahkan sudah beberapa minggu ini nggak tidur di kamar--ngungsi ke dipan sebelah, bahkan ngleset di mushollah--sekadar mengharap tambahan angin dingin.

Mungkin akibat cuaca yang ekstrem--pancaroba--atau efek hormonal, aku yang sebelumnya nggak pernah over kepanasan jadi sering tiba-tiba terjaga dalam kondisi gobyos, dan beberapa minggu terakhir menemukan 'area gatal' di punggung--yang luar biasa minta digaruk. Aku memberitahu Oppa, dan berkat ketelatenan dia membantu membedaki 'area gatal' yang sulit kujangkau sendiri itu, setelah 2 mingguan, insyaallah aku sembuh--sebelum kuserahkan diri pada klinik langganan.

Siang yang teramat terik digeser awan mendung. Angin berembus dramatis, seperti mengabarkan kepastian curahan air langit yang segera tumpah. 8 November lalu aku memberitahu ibuk tentang lubang di atap kamarku akibat fibernya terbang dan beliau langsung syok. Entah mengapa aku woles saja. Meski dalam hati terselip harap-harap cemas, semoga mendung kali itu pun cuma gertak sambal.

Gelap menyergap cepat menggelayuti langit sampai-sampai senja nggak dapat giliran. Usai maghrib hujan benar-benar mengguyur atap Ume-chan yang bolong tepat di atas tangga dan kamarku, disusul blackout nggak lama kemudian. *plokplokplok* Kami panik dan segera melakukan penyelamatan darurat tanpa Oppa, diiringi omelan ibuk karena pas sebelum hujan kami nggak segera berbuat apa-apa. :P
Bolong... x(
Oppa baru datang menerjang hujan saat Tante Endang mengunjungi kami untuk meminta lilin. He felt so sorry for not being with me that time. Tough after that, we enjoyed spending time during the dark before MotoGP started. Ya, saat itu tengah ramai-ramainya menunggu final kejuaraan MotoGP. Kami benar-benar cemas kalau listrik nggak cepat menyala sementara jam tayang sudah hampir mulai. Syukurlah keberuntungan memihak kami. Listrik kembali menyala dan kami masih kebagian siaran langsung final MotoGP yang berlangsung dramatis tersebut. :D #46

Benar sudah masuk musim hujan? Pasca hujan perdana 8 November malam itu, Mojokerto tetap sekering semula. Seperti nggak pernah tersentuh hujan sebelumnya. Bersyukur sih, kami jadi punya kesempatan untuk mengganti fiber yang bolong sekalian memperbaiki beberapa titik rawan bocor dan rembesan air hujan. Sebagai manusia biasa, tentu nggak bisa kupungkiri betapa menyebalkan dan mengganggunya suhu udara yang bisa melebihi 38° itu, belum lagi terik matahari siang yang membuat enggan beranjak ke mana-mana, walau sangat butuh es. Resah, kan?

Namun akhirnya dalam seminggu ini, beberapa kali hujan rutin turun. Alhamdulillah, berhasil mengurangi suhu udara meski nggak terlalu drastis. Bertahap. Paling nggak aku dan Oppa sesekali sudah kembali tidur dalam kamar walau tetap nggak bisa lepas dari kipas angin.

What a terrifying dry-season ever! Benar-benar kemarau yang panjang sekali. *kipas-kipas*

Bad news are: sudah dua hari ini Oppa sakit. Pertama ada yang nggak beres dengan perutnya--ia tampak sangat kesakitan dan susah tidur--dan kemarin berkembang menjadi sakit kepala. :( kawaiso~~; karena sebelumnya terhadang hujan, lalu tanggal 25 kemarin praktik Dr. Anas S.pog tahu-tahu tutup--ada juga faktor kantong akhir bulan--kami terpaksa menunda jadwal bertemu Aka-chan. :'(

Minggu ini seharusnya kehamilanku sudah memasuki 11 minggu, dengan usia Aka-chan sekitar 9 mingguan. So next week is my last first-trimester(?), sekaligus menandakan aku sudah hamil 3 bulan. Alhamdulillah...

Banyak suka-duka dan pengalaman dalam 11 minggu kehamilanku: ucapan selamat dan turut berbahagia, juga doa-doa baik dari keluarga, teman, rekan-rekan dekat; testimoni dan tips serta saran-saran seputar kehamilan; aku belajar tentang bagaimana mengatur emosi dan mental selama hamil, mengatur pola makan, sampai meminimalisir morning sickness hingga bisa tetap fit. Bersyukur sekali karena suami, keluarga, bahkan rekan kerja sangat kondusif dengan situasiku yang 'agak rawan' ini.
(●´∀`●)

Siap-siap jaket yang lebih hangat, ya, Minna! Happy raining!

Rabu, 28 Oktober 2015

28th of Love, Faith, & Fight

Setiap menginjak tanggal 28, pasti yang terlintas di benakku adalah 28 November; hari lahir dan ulang tahun Chagiya. Karena sekarang tanggal 28 Oktober, itu berarti bulan depan suamiku sudah akan berusia 27 tahun. Aihh... Kekasihku sudah bapak-bapak rupanya. *disentil* (´ε` )♡

Teks Sumpah Pemuda
28 Oktober bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Hayoo, ada yang nggak hafal apa isinya? *jiwit*
"Pemuda bukan hanya tentang usia muda dengan segala rentetan gejolak jiwa muda membara; semangat pemuda harus senantiasa ada meski sudah berumah tangga, sudah tak (lagi) muda namun masih dipenuhi semangat berusaha, berkarya, dan pantang menyerah pada harapan."
Bung Karno juga pernah berseru,
"Berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan kutakhlukkan seluruh dunia!"
Saking hebat dan demikian potensialnya muda-mudi bangsa, kala itu. Sekarang? Hehehe... Nilai sendiri, ya. Semoga para pemuda masa kini nggak lupa dengan sejarah bangsa dan negerinya. Hidup dan tumbuh positif, peduli, turut serta berperan dan ambil bagian dalam pertumbuhan Indonesia tercintah. :* Selamat Hari Sumpah Pemuda, you guys!

Akaharu a.k.a si Asus Zenfone 6 in sexy red milikku juga berulang tahun hari ini! Tanjobi omedetou gozaimasu, Baby! Nggak terasa ya, jalinan kasih sayang antaraku dan kamu sudah berjalan setahun. Awet selalu dan setia padaku, ya~ jangan suka nakal (lemot dan eror)! Maaf, belum bisa membelikan screenguard dan casing baru buatmu. Doakan nee-san dapat uang jajan lebih untuk realisasi, ne.
(*˘︶˘*).。.:*♡

Kabar lain yaitu aku sudah mulai minum susu lagi, meski kali ini dalam rangka berbeda. Pengetahuan baru, nih. Beberapa susu yang mengandung asam folat sebaiknya diseduh menggunakan air matang hangat, karena--berdasarkan saran yang tertera pada salah satu kemasan susu pregnancy yang kukonsumsi--air bersuhu terlalu panas dapat merusak kandungan asam folat dalam serbuk susu. Sayang, kan? Susu ibu hamil nggak murah, loh. :/

Di sisi lain ini semacam tantangan karena aku terbiasa minum minuman yang panas (dari air mendidih), baik itu teh, susu, atau kopi. Karena sekarang semuanya makin mudah, susu kehamilan juga hadir dengan berbagai varian rasa sesuai selera. Pilih rasa favorit, agar minum susu jadi lebih asyik. Beberapa brand bahkan sudah melengkapi produk mereka dengan susu kehamilan yang anti-mual. Jangan tanya, karena sudah pasti aku memilih susu rasa stroberi. :9

Hehehe... Iya, alhamdulilah menurut kalender kehamilan, per hari ini usia Aka-chan sudah sekitar 5 minggu dengan masa kehamilanku yang mulai memasuki 7 weeks. Usia yang 'kayak belum hamil' karena syukur alhamdulillah aku masih bisa beraktifitas seperti biasa. Paling bedanya Chagiya jadi makin cerewet suruh minum vitamin, dan suka larang makan/minum yang katanya nggak baik buat Aka-chan. Suami siaga kan, dia? (♡∀♡●)

Kalau dulu sering-seringnya ditanyain: "Mana pacarnya?", lalu "Kapan nikah?", terus "Sudah isi?" Keep calm, peoples. Insyaa Allah satu per satu pertanyaan kalian akan segera terjawab, kok. ;)
My pregnancy
Oh, iya, Girls. Penting nih, mulai sekarang bagi yang belum, coba deh tandai dan ingat-ingat siklus bulanan kamu. Kalau punya pasangan yang peka--suka bantu mengingat siklusmu sih, enak (mungkin dia sekalian persiapan menghadapi PMSmu :P)--atau suka barengan dengan sister, ibu, bahkan teman. Misal: awal bulan biasanya ibu 'dapat' duluan, berselang beberapa hari giliranku, lalu disusul si sissy. Bulan depannya Insyaa Allah nggak beda jauh siklusnya. Dengan begitu minimal ada yang membantu mengingatkan. "Ohh, sekarang ibu, berarti setelah ini aku yang 'dapet'."

Paling gampang sih, menandai kalender dinding. Atau sekarang sudah ada aplikasi penanda menstruasi untuk smartphone semacam Woman Cyle dan Hawa yang bisa dengan mudah di-download di Playstore. Dengan aplikasi tsb, selain ada prakiraan tanggal haid selanjutnya, biasanya juga disertai dengan keterangan masa subur dan masa tidak produktif. Berguna kan, untuk persiapan mens di sekolah atau kantor, bahkan untuk yang program cepat hamil. *kok kayak semacam iklan, ya?*
Agak pinkish2 gitu sih, tapi garisnya beneran keluar 2!  ^^
Balik lagi, kenapa wanita perlu mengetahui tanggal haidnya? Ini berkaitan dengan masa subur (bila sudah bersuami) dan persiapan kehamilan. Begitu para istri terlambat datang bulan, dia terindikasi hamil. Selain dicek mandiri menggunakan testpack, nggak ada salahnya segera cek ke dokter kandungan atau bidan. Nah, nantinya dokter/bidan tsb pasti akan menanyakan HPHT-mu, alias Hari Pertama Haid Terakhir. Bijaksananya, jawab dengan tepat, jangan dikira-kira agar mereka bisa menghitung akurat usia janin yang sedang dikandung. :)

Kalau sekadar ingin tahu saja, bisa kok browsing tentang kalender kehamilan seperti yang kugunakan di atas. Tahu lebih dini akan sangat membantu pengawalan tumbuh kembang janin lebih baik. Be a smart mom, girls! Semoga bermanfaat.

Kapan-kapan mau sharing tentang Aka-chan juga, ah. *^_^*

Senin, 26 Oktober 2015

Audio Book Massal untuk Difabel Netra

The volunteers
Jelang Sumpah Pemuda 28 Oktober lusa nanti, aktivis @BrailleJogja menggelar event membaca dan merekam cerpen untuk kemudian dibuat Audio Book, atas dasar kepedulian terhadap muda-mudi penyandang difabel netra Indonesia. Info mengenai event ini kudapat dari seorang kawan alumni #KampusFiksi13 yang sudah 'punya nama' dan terkenal getol sekali dalam kegiatan sukarelawan (a.k.a nomor urut 21 ^^). Segera saja via sms kudaftarkan namaku--Ricchan Auliya (urutan 34)--meski awalnya agak-agak nggak yakin. Tapi tetap bismillah, lah...

Alhamdulillah, nggak lama dapat sms konfirmasi tentang keikutsertaanku. Been registered. Senang, exited, campur deg-degan, pasalnya ini kali pertama aku berkontribusi dalam kegiatan sosial semacam ini. Betapa tugas negara yang nggak main-main. Kudu fokus dan penuh tanggung jawab, apalagi urusannya dengan banyak pihak lain.

Cerpen yang rencananya akan kubawakan nanti berjudul "Langgam Urbana" karya Beni Setia yang sebelumnya pernah diterbitkan oleh Kompas. Berkategori umum, cerpen ini panjangnya sekitar 4 halaman kertas A4 dengan durasi baca kira-kira 16 menitan. Sejujurnya pengin sekali membacakan cerpen-cerpen legend karya Seno Gumiar Ajidarma seperti "Sepotong Senja untuk Pacarku" atau "Rembulan dalam Cappuccino", namun sayang karena tanggal 25 kemarin baru dapat kabar dan cek email, aku sudah tertinggal jauh oleh relawan-relawan lain yang sudah mulai pilih-pilih judul sejak tanggal 23 Oktober lalu, belum lagi yang juga hadir di Technical Meeting langsung di Jogja, Hari Minggu kemarin. Barak'an gitu... Siapa cepat dia yang dapat (cerpen favorit). Ow, syit! ╥﹏╥

Pas buka website, lihat-lihat daftar cerpen, pikirku, "Wah, asyik, nih. Sudah disediakan, tinggal pilih, nggak perlu browsing sendiri." Eh, ternyata... Di-klik-klik sedemikianpun percuma; "sudah terpilih", begitu keterangannya. Tersisa hanya beberapa saja--memang bukan keinginan--tapi masih mending lah, dibanding harus membacakan cerpen genre anak-anak, aku kurang pede. Maka terpilihlah "Langgam Urbana" ini. *plokplokplok*

Selain buah karya Beni dan Seno, juga ada "Antara Kau dan Aku"-nya Tere Liye, pun cerpen-cerpen lain hasil tangan para penulis kawakan, sebutlah Agus Noor, Puthut EA, Arswendo Atmowiloto, dan masih banyak lagi (yang aku nggak tahu) turut meramaikan event sosial ini dengan karya-karya abadi mereka. Di antaranya kebanyakan adalah cerpen sastra, terlihat sekali dari nama-nama penulisnya. Mungkin cerpen yang 'lebih ringan' masuk dalam kategori anak-anak.

Deadline pengumpulan hasil rekaman maksimal besok malam, sementara aku baru saja mendapatkan naskahnya sore ini. Dasar DL-er! My bad... (×_×;)

Well, doakan supaya aku sukses dengan misi amal ini, ya! Insyaa Allah, hasilnya akan kuposting di sini juga. Segera. Bismillah~~ gambarimasu~