Tampilkan postingan dengan label Pregnancy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pregnancy. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2016

Baby R Puasa Ramadhan

Selamat berbuka puasa!
Bagaimana puasa pertama hari ini? Alhamdulillah, perdana puasa lagi setelah kali terakhir puasa senin-kamis di bulan Rajab lalu--yang terpaksa diikuti dengan nge-drop-nya badan alias nggak kuat puasa. Semoga kali ini nggak begitu. Tetap lancar tanpa kendala berarti sampai tiba waktunya aku memang nggak lagi bisa puasa lantaran melahirkan. >_<

Btw, selain digosipkan bakal jadi #geminian yang pasti Aris akan lahir dalam Bulan Ramadhan ini, sebelum Syawal. Fyi, aku--mamaknya--dan dua saudara yang lain jugap lahir pas di bulan puasa. Walau memang cuma si bungsu saja yang diabadikan dalam namanya: Yanuar Rizky Ramadhan--calon oomnya si baby. Tapi tenang, sudah tahu bakal nama lengkap Aris, kan? Nggak akan ada 'Ramadhan'-nya. Biar nggak mainstream. :P

Terakhir dulu puasa pas Aris masih 5-6 bulanan--kalau nggak salah--dan sekarang sudah 9 bulan lebih, tapi intinya waktu itupun dia sudah 'cukup gede' dan 'sadar' terhadap dirinya dan situasi lingkungan. Si Aris kan selalu 'bangun' tiap jamnya sholat dan makan--ngudap, apapun. (-_-)ゞ (niruin siapa coba?) Nah, lucunya kemarin pun dan sebelumnya, Aris yang emang biasa bangun dan ikut sholat dhuha, menolak 'tidur' lagi karena 'merasa' sebentar lagi adalah jam nyemilnya. Jadilah dia umek sepanjang siang. Sudah dielus-elus dan diberi pengertian kalau bundanya sedang puasa, paling cuma bertahan anteng sebentar lalu jam 1-2 siang sudah bangun dan gedor-gedor lagi minta makan. Hehehe...

Jumat, 03 Juni 2016

USG Terakhir

Setelah kemarin kecele dan 'balik kucing' gara-gara pak dokter yang harusnya ngawal USG di puskesmas batal datang, hari ini akhirnya beliau menepati jadwal--di jam yang untungnya nggak lagi mancing emosi. Yup. Cuss dari rumah jam 8an pagi tanpa registrasi ulang, pemeriksaan selesai bahkan sebelum jam 10. Lucky, jadi nggak ngantor terlalu siang.

Tentu bukan kali pertama aku mengalami kejadian nggak mengenakkan macam itu. Ingat saat awal-awal aku coba ganti faskes? Sempat hampir bertengkar dengan resepsionis puskesmas mengenai berkas data dan jadwal pemeriksaan, lalu di-PHP beberapa hari hanya demi mendapatkan fasilitas USG--yang cuma sekitar 5 menitan saja, beda dengan USG mandiri di dokter kandungan khusus rumah sakit swasta/rumah sakit bersalin.

Ya, inilah risiko nggak horenya melakukan perawatan di fasilitas umum milik pemerintah yang free-cost. Kok kayaknya pasien bergantung nyawa banget pada pihak medis dan layak menerima perlakuan bagaimanapun dari mereka. Padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya nggak 100% free juga karena however aku rutin membayar iuran BPJS, sekaligus 'warga kota' yang memang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah kota apapun bentuk layanannya. #justblabling

Anw, alhamdulillah hasil cek USG baik semua. Posisi janin, plasenta, dan ketuban bagus, nggak ada masalah sama sekali. Kroscek lagi jenis kelamin Baby R yang syukurlah 99% nggak berubah sejak diagnosa pertama di usianya yang kala itu 6 bulanan. Mengingat cek fisikku kemarin juga aman terkendali (kecuali lonjakan bb dan problema kaki bengkak) insyaallah persiapan launching si baby kian mantap. Tinggal menata dan merapikan lagi niat ingsun, mental, dan psikis pribadiku saja. Maklum, makin ke sini emosiku kok rasanya jadi makin labil. Yah, begitulah... (´・_・`)


❤ganti topik❤
Sekujur badan masih njarem akibat pijat terapi kemarin, padahal yang dipijat cuma terbatas kaki sampai lutut, tangan sampai siku, pundak-punggung, dan wajah-kepala. *eh, banyak juga, ya?* Tapi efeknya lumayan kok, dengan segala keterbatasan situasi dan persiapan seadanya. Si bapak hampir seharian ngendon di kantor dengan 4 orang mbak-mbak yang antusias jadi pasien dadakan. Ya, tentu aku dan rekan-rekan kantor nggak akan melewatkan kesempatan langka ini. Mumpung ya, mumpung.

Boleh banget kalau ada yang mau cobain sensasi pijat relaksasinya juga. Sila cek lebih lengkap di Hasymi Pijat dan Bekam.

Happy malam weekend!

Rabu, 01 Juni 2016

Hey, June!!

Hello, world! It's June already. It was never be my special month (apalagi pernah ada tragedi 06-06-13, yang... ahh~ sudahlah!) but it's gonna be our Baby R's birthmonth. Yup, fyi, hpl-nya memang tanggal 13 Juni ini, bisa maju bisa mundur. Anything, pokoknya nggak jauh-jauh dari hpl dan normal serta lancar. Allahumma aamiiin~~ (>人<)

Tadi pagi jadwal terakhir kontrol 2 mingguan, karena minggu depan sudah waktunya kontrol lagi mengingat ini sudah masuk 38w2d. Besok sudah janjian USG terakhir juga. Deg-degaan~ kata Bidan Nurul, kepala Aris sudah mulai masuk panggul meski belum semua. Semoga melalui USG besok dokter bisa kasih info yang lebih valid dan memastikan nggak ada masalah apapun padaku dan si baby alias everything's okay. Aamiiin...

So, my weight is up 2kg(!) again into 56kg, total sudah naik sekitar 13kg dari sebelum hamil. Allahu Akbar!!! Pantesan ini badan sudah susah banget dipakai gerak, nggak muat dipakaikan pakaian macam-macam. After all should I end up wearing daster? ╥﹏╥ Nggak lah, sudah dipatenin niat ingsun pasca melahirkan harus bisa balikin badan semula sebisanya. Alon-alon soko kelakon. Pasti bisa! Harus berjuang ekstra biar bisa jadi mahmud yang (tetep) qualified.

Tensi darah normal 100/70 padahal bidan sempat mengira aku darah tinggi gara-gara sepasang kaki ini bengkak parah sekali. Cek hemoglobin (lagi) juga, diambil darah lagi.・(/Д`)・But it was worth, hasilnya bagus. Jadi dari tes hb kali pertama 11,6 lalu sempat turun ke 11,1 dan sekarang balik lagi 12,5. Semuanya di ambang batas normal.

Tentang persiapan jelang persalinan well, siap nggak siap. Segala perintilan bayi sudah diupayakan ketersediaannya melalui berbagai pertimbangan. Tapi konon yang namanya calon orangtua baru dalam menyikapi calon anak perdana bagaimanapun pasti tetap (kelihatannya) berlaku berlebihan. Saking inginnya memberikan yang terbaik buat si jabang bayi. Aku pun bukannya gelap mata dan terus-terusan belanja barang-barang lucuk untuk Aris, tapi ya gimana they're too cute to be ignored. Those cutie baby stuffs. Apalagi dengan kemampuan superku untuk mendapatkan segala perintilan tersebut dengan harga yang selalu membikin hati berbunga-bunga kala menebusnya. ヾ(´▽`;)ゝ

Betapa minggu-minggu akhir kehamilan yang begitu membahagiakan...

Sabtu, 21 Mei 2016

May be That Colorful

Yosha! Sampai juga di ⅔ Bulan Mei, 10 hari lagi menuju penghujung bulan. Pun tepat hari ini jatuh malam nifsu sya'ban, jelang bulan ramadhan yang insyaallah akan kita jumpai per tanggal 6 Juni 2016. Syemangat! ^▽^)9

Ke-positive thinking-an weekend ini dipersembahkan oleh mulai membaiknya Akaharu pasca 4 hari 3 malam menginap di servisan hape lantaran habis rusak cukup fatal. (ToT) Iya, terjun bebas tanpa pertahanan menghantam tegel kantor yang sontak membuatnya mati plethes, nggak mau on lagi meski sudah usaha kuapa-apain. So I had no choice but took it to service center. Setelah 3 harian, dua hari lalu sudah sempat kuambil dan 'tidur' rumah semalaman sih, tapi kemarin terpaksa balik servisan karena kondisinya belum pulih total dan baru kujemput lagi sore.

Jadi apa saja yang terjadi selama ditilap Akaharu? Yang jelas game online-ku mangkrak.(´・` )Kerjaan juga jadi nggak maksimal karena memang aku dituntut untuk selalu online, harus cepat dan mudah dihubungi. Tapi di sisi lain agak tenang juga akibat menurunnya frekuensi oknum yang berinteraksi denganku via apapun, baik line telepon maupun media sosial. Jadi yaa~ fokusku ke sekeliling bertambah dibanding biasanya (alias lebih peka). Hihihihi...

Selain tentang Akaharu, minggu ini berjalan cukup lancar dan menyenangkan. Hari Rabu jadwal kontrol pun alhamdulillah berjalan baik dan nggak molor-molor, bahkan cenderung selesai lebih cepat. Sebelum jam 10 sudah bisa balik kantor. Mas-mas rekan semeja yang pamit cuti genap seminggu juga sudah mulai masuk dan mengambil alih sebagian tugas yang menumpuk. Bersyukur saja untuk semuanya...

Kontrol di bidan puskesmas tetap 2 minggu sekali sampai usia kandungan 38weeks, lalu katanya akan makin intens jadi seminggu sekali. Aww~ makin dekat hpl makin deg-degan~~ nerveous-nya nambah-nambah tiap hari. Hope nothing but kemudahan, kelancaran, keselamatan--utamanya bagi Baby R--dan kekuatan cukup untukku. Aamiiin...

Paketan baby?
Menginap?
Jalan-jalan?
Rencana pindah kamar?

Rabu, 04 Mei 2016

Wednesday Weekend

It's Wednesday! Harinya kontrol si jabang bayi~~ Alhamdulillah, semua lancar jaya. Bangun pagi tepat waktu, nggak buru-buru. Antrian loket puskesmas aman, begitu pula di ruang tunggu periksa KIA dan loket obat. Ketemu 2 orang teman kelas TPG dulu, Mbak Yuli dan Ina yang perutnya sudah tampak membesar. Usia kehamilan mereka berkisar 5-6 bulan. Wow! Para 'senior' kami pasti banyak yang sudah melahirkan. And next month is going to be my turn. ^^

Pas diperiksa si baby lagi-lagi ngusilin Bidan Yuanita dengan salto dan guling-guling, begitu akan dicek detak jantungnya. Lucu gitu. >w< Setelah 'berusaha' mencari posisi yang pas, via doppler dag-dig-dug jantungnya Baby R terdengar timbul-tenggelam, padahal posisi doppler-nya sudah benar. Sebentar-sebentar bunyi keras, memelan, terus senyap. Lalu muncul lagi nyaring. Hihihi... Dasar anak ayah! Belum lahir aja sudah tengil begitu. xD

Bb naik, diameter(?) perut bertambah, sedangkan tensi ngedrop banget. :( Dibilang kurang istirahat. Semacam kecapekan, kepikiran, atau susah tidur. Indikasi pertama dan kedua bisa jadi, tapi yang terakhir nggak mungkin. Aku kan ngebo banget kalau soal tidur (dan makan). :P Keluhannya tetap kaki kram, akhir-akhir ini frekuensinya makin sering. Lalu mulai mbesesek kata bu bidan, efek rahim yang kian membesar mendorong diafragma, jadinya bikin sesak nafas. Normal saja untuk bumil, makanya jangan tidur telentang. Utamakan miring ke kiri, atau pindah hadap ke kanan. Bantal kepala ditinggikan. Hahaha noted!
My pregnancy progress
Akhirnya dapat juga info tentang prosedur peminjaman pompa ASI di puskesmas. Persyaratannya mudah: cukup menyerahkan fotokopi KTP dan KK (khusus warga kota) maka berhak meminjam set pompa ASI selama 6 bulan lamanya. Lumayan kan, cukup untuk menunda sampai bisa beli sendiri. Hehehe... Gimanapun niat untuk ASI eksklusif harus terealisasi demi tumbuh kembang Baby R yang sempurna. #prinsip *aku setrong*

Hari ini paket belanjaan barang-barang si baby datang lagi. Ternyata banyak juga dan semuanya lucuk maksimal! (≧▽≦) Yang paliiing bikin hepi adalah barang sesuai dengan ekspektasi--di samping fakta indah that all of them are in the lowest price plus free shipping. How lucky~~ Orang-orang pada iri bin nggumun kok ya nemu yang model-model begitu. Hihihi... Perjuangannya, dong! *emak-emak banget* Overall I proudly give 4 to 5 stars. ★★★★☆ Thanks a lot, @Shopee_ID next time mau banget belanja lagi kalau ada event dan promo yang pas. :Dv

Well, hari ini nggak jadi pulang awal seperti perkiraan teman-teman kantor. But it's okay, I've enjoyed almost this whole day. Nanti malam mau benar-benar nyantai. Mumpung besok dan lusa ada 2 tanggal merah, si ayah mau ngajak ke rumah Krian, biar bisa istirahat tenang katanya. ^^ Bagi yang lain mungkin ini adalah Rabu rasa Sabtu, apalagi awal dari golden week. Tapi entah gimana jadinya liburan panjangku besok. Nggak berharap terlalu banyak di tengah situasi saat ini. Que sera sera~ dinikmati wae lah~


Oiya! (((mau sekalian numpang curcol)))
Kemarin pulang kerja dijemput sissy. Kami yang sudah cukup lama nggak jalan bareng memutuskan untuk menghabiskan sore dengan ber-window shopping (alias cari promo di swalayan), lalu sehabis magriban, bertiga Tantit kami menjajal venue baru di Jl. Majapahit sekalian makan malam dan cari angin. ;)

Pink Mango Cafe&Eatery berlokasi di daerah Kranggan dengan nuansa pinky nan eyecatching ini sayangnya jauh banget dari asumsi awal kami. Layout-nya sih cakep dan unyu sekali, but not for the foods and beverages. They are totally awful. :(
Girls nite out
Kami memesan 3 mangkuk Pink Miso ala Jepang, masing-masing segelas black tea, greentea, dan chocomilk yang juga--katanya--kudapan khas dari berbagai negara tertentu. Foto? Nggak sempat mengabadikan saking lapar dan sedihnya melihat pesanan kami begitu mereka terhidang di meja. Ngenes. Nggak tega. It was like, "Seriously!? What are these shits?"

Yup! Harga yang dibanderol, ilustrasi daftar menu, dan kenyataan hidangan yang tersaji nggak kompare blas. Jatuhnya high price for very low quality and quantity. x( Kami merasa tertipu. Alhasil kami bertiga mendumel sepanjang acara kongkow cantik itu, yang untungnya sedikit tertolong dengan jepretan foto-foto yang lumayan dan koneksi wifinya cukup memadai.

Merasa nggak terlalu puas dengan pesanan pertama, aku dan Tantit mencoba memesan menu makanan lain selagi minuman kami belum tandas seluruhnya. Pilihan kami jatuh pada udang goreng, usus ayam goreng, dan semacam fish ball ala Taiwan--yang semakin menjatuhkan penilaian kami alih-alih memperbaiki kesan sebelumnya. Enough. I must say that this venue wasn't my type nor a good culinary stop as it said. Kecuali yang ngajak ke sana yang traktirin. Ehehehehe... (´`;)
(((sekian saja curcolnya)))


So, happy golden week everyone! Kalau ada yang mau ngajakin akika jalan-jalan boleh banget, kok. *karepe dewe*

Selasa, 03 Mei 2016

Unknown Love

Hi, May!
Nggak terasa sekarang sudah tanggal 3. Sebelas hari lagi adalah 1st Wedding Anniversary-ku dan Kak Anto. Aaakk~~ cepatnyaa~~ O(≧∇≦)O

Selekas itu pula kandunganku sudah memasuki 34weeks dan besok adalah jadwal kontrol. Per besok check up kandunganku sudah makin intens menjadi 2 minggu sekali dari yang sebelumnya 1 bulan sekali. Kian mendekati minggu-minggu akhir jadi makin gelisah. Meski 2x USG terakhir hasil 'ngintip'nya *insyaallah* cowok--yang mana sudah disiapin nama ketjeh oleh bapaknya bahkan sejak dia masih embrio--tapi masih ada kemungkinan bisa saja aku akan melahirkan bayi perempuan. Wallahu'alam bisshowab...

Nah, loh!? Bikin galau, kan. Sementara semua orang tahu mas bojo memang kepengin banget anak pertamanya laki-laki. Sudah dirancangkan nama paten yang nggak bakal bisa diganggu gugat. Muhammad Amin Haris Putra Cahyanto--called Aris--will be our child's name if he is a boy. Kalau ternyata perempuan, dia bilang pasrah saja aku yang cari nama.【・_・?】So, I have to get a good name for my future baby girl, then I've gotten a nice oneAmaryllishtar Reinissa Putri Cahyanto a.k.a Aryl❤ Artinya? Hihihi... Top secret until Baby R is launched. Pokoknya itu akan jadi kombinasi nama yang cantik banget dan nggak pasaran.
Kenapa nggak terdiri dari 5 kata kayak nama lengkapnya Aris? 
Ya kan kombinasi nama panjang Aris itu sudah paten 'dari sananya'. Tersusun rapi oleh nama masing-masing almarhum ayah kami berdua (M. Amin dan M. Haris)--para kakek dari Baby R. Nggak bisa diubah/dikurangi. Mau ditambah juga buat apa? Kasihan nanti pas UAN tulis namanya susah. Hahaha... Jadi ya, demikianlah. Sudah begitu meski 1 kata lebih panjang, nama 'Muhammad Amin Haris Putra Cahyanto' cenderung lebih mudah untuk ditulis maupun dilafalkan ketimbang 'Amaryllishtar Reinissa Putri Cahyanto' so it is okay nama lengkap Aryl lebih pendek 1 kata.

Menyadari probabilitas tersebut, aku sampai pada pemahaman baru bahwa anak laki-laki atau perempuan pada dasarnya sama saja; titipan Sang Maha Kuasa dengan hak yang sama untuk mendapatkan cinta, kasih sayang, perawatan, serta perlindungan semaksimal mungkin dari orangtua. Toh, aku juga anak perempuan ayah--meski sayangnya tingkah lakuku juga pernah agak kelelaki-lelakian. Kan ngeri juga kalau terlanjur beli pernak-pernik warna gelap atau motif kecowok-cowokan dan ternyata anak yang keluar cewek?? Atau sebaliknya, selama USG disangka cewek, lalu sudah beli perintilan serba-pink ala princess, eh mbrojolnya lanang! Makanya beli yang warna-warni netral saja.

Tapi yang manapun--entah itu laki-laki atau perempuan--aku hanya mengharapkan keselamatan dan kesempurnaan lahir batin untuk calon anak kami. Nggak terjadi kendala apapun di luar kesanggupan kami. Kami sekeluarga senantiasa dimampukan menjadi orangtua terbaik baginya, sehingga kelak bayi kecil kami akan bisa tumbuh sesuai hakikatnya dengan mengharumkan nama keluarga, serta menjadi pembuka pintu-pintu surga bagi kami--(bakal) orangtua penuh keterbatasan tapi selalu bersikeras melakukan yang terbaik untuk memperbaiki diri demi menjadi figur yang baik pula baginya. Allahumma aamiiin...


Senja jelang pulang kantor,

Mommy wannabe

Selasa, 26 April 2016

Outing Day

Thanks to kram kaki kiri yang membangunkanku tepat waktu. Istirahat semalaman yang meski sangat kurang dari 8 jam, ternyata cukup untuk mengembalikan energiku setelah hampir seharian kemarin beredar di luar rumah.

Perdana aku nugas ke luar kantor. Diutus pak bos mewakili ikut pelatihan koperasi bertajuk "Managemen Resiko untuk Koperasi Syariah" di Gedung Busro--katanya--Jombang. Karena lokasi di kota sebelah dan acara cuma sampai sore, aku mengiyakan. Setengah hari Gata membantuku menyiapkan berkas dan kelengkapan apa saja yang perlu dibawa.

Jam 6 lewat sedikit aku cuss diantar Kak Anto. Kami pede saja langsung jalan meski belum pernah tahu lokasinya. Asal ada Google Map insyaallah aman. Hihihi... Melewati alun-alun Mojoagung yang dekat dengan RSB Inna tempatku biasa USG. Ternyata lumayan jauh juga dengan arus lalu lintas padat lancar ala pagi weekdays. Jam 7 kami sudah menemukan Jl. Soekarno-Hatta, tapi sama sekali nggak menjumpai gedung yang dimaksud. Sampai terlewat Jl. Gusdur (ex Jl. Merdeka) kami makin yakin kalau kebablasan. Kak Anto segera putar balik, kembali memasuki Jl. Soeharno-Hatta. Aku mengenali pom bensin di perempatan Soehat-A. Yani (lokasi pelatihan ibuk dulu). Sementara dia isi bensin, aku mencoba hubungi CP-nya, Pak Syamsul. Berkat instruksi beliau, kami sadar sudah melewati venue berkali-kali. Gedung Busro alias Hotel Yusro. Alamak!

Aku memantapkan langkah menuju aula acara, sementara Kak Anto langsung balik badan. Alhamdulillah, semuanya lancar. Berkenalan dengan Mbak Mutia, Mbak Titin, dan Nurul yang sudah lebih dulu datang dari kota masing-masing.

Di luar dugaan, meski pembukaannya molor, acara pelatihan ini justru selesai sejam lebih awal dari jadwal. Mungkin Allah memang berkenan mendukung rencanaku yang ingin mampir memeriksakan kandungan ke RSB Inna, mumpung sekalian lewat Mojoagung.

Sayangnya jam setengah 5 kami tiba di sana, Dr. Samidjan belum datang. Kami terpaksa menunggu hampir 2 jam untuk bertemu beliau. Beruntung penantian dan perjalanan kami terbayar dengan kabar baik tentang calon bayi kami. Insyaallah jenis kelamin nggak diragukan. Letaknya sudah menuju panggul dari yang sebelumnya melintang. Nggak terlihat tanda-tanda 'kalung usus' seperti yang pernah disebutkan. Pun bbj yang normal dan sehat. Masyaallah~~ bersyukur banget. Paling yang agak kami sesalkan ialah print warnanya pas eror, nggak mau nyetak. Sudah begitu Baby R lagi-lagi nutupin wajahnya pakai tangan, jadi cukup sulit memvisualisasikannya. And then daripada mubazir (toh nggak kelihatan muka si baby juga) aku setuju agar foto USG kali ini diprint hitam-putih. -___-"

Well, aku tahu Kak Anto capek antar-jemput Mojokerto-Jombang plus di Mojoagung nunggu dokter lama, tapi dia meluluskan keinginanku untuk meet up manteman ngopi. Jadi sekali jalan kami mampir ke rumah Irene lalu cuss bareng ke RnR cafe. Sayangnya peserta kali ini sedikit sekali: berempat aku, Kak Anto, Irene, dan Ica yang kami jumpai di parkiran.

Capek, lapar. Aku memesan apapun sesukaku dan sungguh-sungguh menikmatinya sembari mengobrolkan banyak hal dengan kawan-kawan. What a perfect day!

Jumat, 22 April 2016

(un)Happy Story

Hola, amigos!
Macam baru bangkit dari keterasingan saja. :/ Faktanya ini adalah postingan pertama di Bulan April yang sudah di ujung tanduk. Sudah hampir menyentuh tanggal tua, sementara banyak progress yang masih tertunda.

Meet such this awful Friday feels so familiar. Kok kayaknya 'Curse of Friday' masih melekat padaku. At this final time of work, I can tell you that it is a bad day. I'm having a bad bad day here. Horrible. Nggak tahu deh, kapan berakhirnya, semoga kesialan nggak mengikuti sampai rumah. :( Can't tell you why exactly, but trust me, it makes me so sick at all.

I'm still on recovery after caught flu started on Monday and got its climax on Wednesday, so I had to go to checkup my health immediately. Tersiksa luar biasa. Padahal baru sebulan lalu aku kena flu, lima hari ini aku kembali terinfeksi, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Kali ini demam dan sakit kepala menyertai. Tulang di sekujur badan terasa linu semua. Batuk terus-menerus, ingus nggak habis diseka. Sesak dan pengap di dada. Insomnia. Komplikasi, eh? Belum lagi gatal dan ruam yang muncul di sekitar tubuh. Lengkap sudah.

Semuanya menyiksa--tentu saja--tapi yang kurasakan cukup gawat adalah batuk non dahak. Sakit bukan main, bikin susah tidur akut. Dikit-dikit terbangun karenanya. Ditambah lagi kesadaranku bahwa yang di dalam perut ini pastilah ikut terguncang-guncang juga. :( Eomma jeongmal mianhae, adeul. Lebih sakit karena tahu si kecil turut terimbas. Uri appa do. Pengalaman flu bulan lalu makin memperketat pengawasan dan kesiagaannya terhadapku. Jam dan pola makan, juga jadwal minum obat. Bahkan ikut terbangun tengah malam pas aku terbatuk-batuk hebat atau kebelet pipis. No doubt that it was so tiring. That's why aku selalu semangat untuk cepet sembuh. Biar nggak lama-lama dicemasin dan nyusahin yang ngerawat. Gomawo, minna. Para malaikat keluarga tersayangku: mas bojo, ibuk, dan mamak. *peluk satu-satu*

Syukur alhamdulillah, hari ini aku sudah kian membaik. Sudah bisa cukup ngomong meski terbatas. But there are still many medicines to go, nggak boleh lupa-lupa biar cepet balik pulih kondisi badannya. Sponsored by Puskesmas Kedundung, I got sebotol Obat Batuk Hitam, tablet vitamin C, and tablet penambah darah(again).

Kunjunganku Rabu lalu sekaligus kontrol kehamilan yang minggu ini sudah mulai memasuki usia 8 bulan, tepatnya sekitar 32weeks. Setelah ini jadwal kontrol pun nggak lagi sebulan sekali, tapi jadi lebih intens. 2 minggu sekali. Antara senang dan enggak, sih. Senang karena bisa makin cepat tahu perkembangan Baby R. Nggak senangnya selain pasti antriannya makan waktu, kayaknya makin dihitung usia kehamilan yang makin dekat HPL, aku jadi makin nerveous. Sekarang saja sudah mulai kepikiran kudu gimana besok-besok pas lahiran. Uuugh... >_<

Senin, 07 Maret 2016

❤M.A.H.P.C.❤

Muhammad Amin Haris Putra Cahyanto a.k.a Aris as Aka-chan's new identity. Yup! InsyaAllah we'll have a baby boy on next June. Alhamdulillah... :')
Ayah's greeting to his son
Pertemuan yang ditunggu-ditunggu selama 2 bulanan ini terbayar sudah. Meski pagi kami nggak pernah mudah, ketidaksesuaian jam, pun rute yang nggak bisa dibilang dekat, hari kami membaik dan buncah dengan bahagia pada akhirnya.

Pukul 9 lewat, usai menempuh perjalanan hampir sejam dengan kecepatan woles, aku dan Kak Anto yang dipandu Mbak Rini sekeluarga tiba di RSB Inna, Mancilan, Mojoagung, Jombang. Ngapain? Tentu demi berjumpa Dr. Samidjan S.Pog seraya berkonsuntasi mengenai kehamilanku yang sudah mencapai 26weeks. 6½ bulan, jelang 7.

Kali pertama check-up di Rumah Sakit Bersalin, jauh-jauh luar kota pula. Exited. Happy. Deg-degan. Rumah sakit cukup lengang saat aku dan Mbak Rini menghampiri resepsionis dan mendaftarkan diri. Mbak Rini sudah 2x ke mari selama kehamilan keduanya ini, sedangkan buatku ini yang pertama. Tanpa rekomendasi dan panduan darinya nggak mungkin kami bisa sampai sini. Menempuh jalanan aspal berdebu demi tatap muka yang cuma belasan menit. Tentu semuanya demi Aka-chan.

Hanya 2 nomor antrian di depan, aku menyilakan Mbak Rini agar diperiksa lebih dulu selagi aku melihat-lihat saksama sarana bersalin yang letaknya di tengah pemukiman itu. Pintu ruang periksa terbuka dan namaku dipanggil. Kak Anto mengekorku dari belakang. Duduk anteng di kursi pasien sementara aku berbaring untuk diperiksa.

Perawat mengoleskan krim pada perut buncitku. Membaca basmalah, Dr. Samidjan mulai menempelkan alat usg--di sekitar posisi Aka-chan berada--memutar-mutarnya mendapatkan data. Good news, buah cinta kami teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki. 'Menara'nya jelas terlihat. Aku dan Kak Anto bertatapan lega. Amat. Jagoan yang begitu ia nanti, sudah disiapkan bakal nama, bahkan sudah dipanggilnya jabang bayi kami dengan nama ganteng itu: Aris. Suamiku begitu mengidamkan anak pertamanya laki-laki dan kini kami tahu impian itu hampir terwujud.

Mukanya ditutupin tangan~
Aka-chan alias Aris diperkirakan berusia 25weeks 6days, selisih sehari dengan hitungan bidan dan kalender kehamilan yang menyebutkan per hari ini usia kehamilanku seharusnya tepat 26weeks. But it doesn't matter. Yang penting si kecil sehat, dengan bbj mencapai 856 gram. Sangat aktif, bahkan cenderung banyak tingkah. :Dv

Kabar kurang menyenangkannya tentang posisi Aris masih melintang, sebaiknya di usia kehamilan memasuki 6-7 bulan janin sudah bersiap memasuki panggul dengan kepala menghadap ke jalan lahir. Dan Aris butuh waktu untuk itu... Belum lagi kasus 'kalung usus', ya saking polahnya ia semasa lebih kecil dulu. :(

Pak dokter bilang masih ada harapan Aris membenahi posisinya menuju kelahiran. Masih besar kemungkinanku untuk bersalin secara normal selagi syarat utama tadi terpenuhi. Harus banyak terapi dengan bersujud, katanya. Nungging-nungging sambil ngepel lantai manual begitulah, dengan harapan dapat membantu posisi bayi 'muter'. Nggak boleh terlalu lama duduk. Beberapa jam sekali diharuskan rehat dengan jalan-jalan ringan. Sure, I'll do it.

Usai sesi konsultasi, pak dokter menginstruksikan untuk cek Hb (lagi), demi mencegah nggak ada masalah lagi. Di ruangan sebelah, seorang mbak-mbak imut dengan sabar dan telaten menanganiku yang sangat takut jarum dan disuntik! Setelah negosiasi konyol dan ritual-ritual absurd menyertai--untung ada suami--proses pengambilan darah dari lipatan lengan sukses dilakukan. Nggak (begitu) sakit sih, tapi tetap nggak mengubah esensi seram dan menyurutkan parno/phobia-ku atasnya. Malu banget sudah bertingkah lebay di depan mbak-mbak itu, ya tapi mau bagaimana lagi. :'(

Kami sekalian menunggu hasil tes darahnya selesai. Sekitar jam 11, mbak-mbak imut tadi menghampiri dan menyerahkan hasil lab. Alhamdulillah meski turun dari kadar semula 11,6 menjadi 11,1 Hb-ku masih dalam batas normal. Kesehatanku juga nggak bermasalah, cukup kurangi aktivitas dan perbanyak istirahat. Gula darah juga normal pun tensinya.

Overall, it was the best pregnancy check up ever in all ways, exclude the location yang berjarak tempuh luar kotaan. It was fine, meski jauh tapi rutenya gampang binggo. Dekat dari alun-alun Mojoagung. Bulan depan bisa lah berangkat sendiri nggak usah dipandu.

Ahh, sekarang saja Bunda sudah kangen kamu lagi, Aris... Oyaciuminasai, anata. :*

Kamis, 18 Februari 2016

Tragedi Tingkepan

Aka-chan memang belum genap berusia 7 bulan, Senin besok baru 24 weeksbut yes, keluarga besar mamak sukses mengadakan syukuran 7 bulanan/tingkepan kehamilanku ba'da maghrib tadi. Nggak tahu persis detil acaranya gimana, secara--stupidly--aku dan Kak Anto baru muncul di rumah Kanigoro sekitar jam tujuh malam yang sontak disambut celetukan orang-orang, "Lha ki sing duwe gawe kok lagek teko saiki? Dikiro ra sido rene ki mau,"¹ sementara aku dan Kak Anto cuma bisa saling pandang saat Buk Mudah memberitahu bahwa kenduren-nya sudah buyar, baru saja. Allahu akbar!!
"Lho, bukane sesuk ta?"² tanya Kak Anto polos yang segera dijawab gerutuan oleh Buk Mudah. 
"Ancene Anto ki wes dikandani ra nggatekke!"³ Mampuslah...
Dalam hati membatin, pantas tadi sore ibuk laporan habis dapat berkatan dari mamak (diantar Mas Udin dan Ardi). Isinya macam-macam mulai dari nasi sampai jajan. Pantas dari kemarin-kemarin aku feeling banget ke mari, tapi nggak jadi-jadi lantaran hujan terus hingga kami terlalu mager. Lupa memastikan jadwal pasti hajatan kami sendiri. Ternyataa~~ duh, anak mantu apalah aku ini.
Σ(▼□▼メ)

Tapi ya sudahlah, sudah kejadian juga. Nggak ada yang salah dan layak disalahkan, sekalipun--well said that--noone gave us a ring, Kak Anto-nya kepedean mengira acaranya Hari Jumat, aku pun sama sekali nggak kepikiran untuk sms/telepon mamak untuk tanya-tanya lagi, dsb. Eman banget sebetulnya~~ (ㄒoㄒ) tapi que sera sera lah... Pokoknya aku tahu semuanya lancar, it's okay. ;)

Ini memang hajatannya mamak dan keluarga besar. Seperti biasa saudara-saudara banyak turut andil menyukseskan syukuran tadi. Kita mah tinggal terima jadi, termasuk pemilihan tanggal 18 Februari yang bertepatan Kamis Pon ini juga beliau-beliau senior yang lebih paham. Tingkepan/mitoni ini pun konon memang tidak dilaksanakan pas di 7 bulan kehamilan, melainkan justru beberapa saat sebelum memasuki 7 bulan. Latar belakangnya sih, menurut orang jawa, janin usia 7 bulanan sudah bisa lahir (tapi maaf, prematur), jadi demi mencegah kelahiran sebelum waktunya--9 bulan/40 weeks--diadakanlah tingkepan/mitoni sebagai sarana bersyukur pada Allah serta bantu doa agar janin dan ibu tetap selamat hingga masa persalinan. *yakini yang baik-baik saja, ya*

Kami datang pas segala sudah rampung dan semuanya sedang makan. Akhirnya kami malah disuruh gabung makan juga. Mbah putri juga ada (matur suwun pijatan jenengan kapan hari, Mbah). Mamak, Buk Mudah, dan Kak Anto sesekali masih menemui tamu yang hadir belakangan. Well it was weird, awkward, but quite niceDoumo arigatou ne, minna.

Terima kasih doa sekalian. Semoga Aka-chan sehat terus, calonnya anak sholeh/sholehah, sayang keluarga, tambah pinter-cerdas, bantuin bunda, tumbuh sempurna selamat sampai persalinan. Aamiiin... ( . 人 . )


Note:
¹ "Lha ini yang punya hajat kok baru datang sekarang? Dikira nggak jadi ke sini ini tadi,"
² "Lho, bukannya besok?"
³ "Memang dasar Anto ini sudah diberitahu nggak memperhatikan!"

Rabu, 03 Februari 2016

Detak Jantung Kedua

Kepada sosok menakjubkan yang jantungnya berdetak-detik seirama jantungku...

Aku tidak mengenalmu. Belum. Tapi sepertinya tubuhku tak kuasa menolak hadirmu. Sebelumnya hanya ada satu yang berbunyi, namun sekarang ada dua. Deg. Deg. Deg. Sebuah jantung lain turut berpacu dalam tubuhku. Berkejaran. Beriringan. Ialah jantungmu, yang bernyanyi beberapa kali lebih cepat ketimbang milikku yang kiranya mulai aus termakan waktu.

Pagi ini dia menyempatkan menemani. Sengaja kami mengantre lebih dini agar bisa mendapatkan pengalaman terbaik. Saat kuceritakan padanya--sebulan lalu--tentang bagaimana merdunya detak jantungmu, dia juga sangat ingin mendengarnya. Menyiapkan jemari untuk menghitung berapa banyak nada yang tercipta. Menggenapkan risaunya, bahwa tak ada yang salah padamu dan jantung mungil itu.

Alat medis itu disebut doppler. Tentu kami membutuhkannya untuk membantu mendengar detak jantung yang tertanam jauh di dalam rongga dada kecilmu. Seberapa jauh bidan harus mencari? Aku suka bagaimana kau malu-malu menyembunyikannya dari kami semua. Apa kau takut aku dan dia juga mendengar setiap pemikiran naifmu tentang kami? Tidak, tentu tidak. Kami adalah orang-orang yang menghargai privasi. Yakin suatu saat nanti--kala kau sudah sedikit lebih besar dan lebih siap--kau pasti akan bisa menyampaikan segala unek-unekmu, apapun itu, pada kami dengan baik.

Bidan muda yang memeriksa mencandaimu--si kecil aktif yang pemalu. Semalaman tak mau tidur, menemani dia yang baru pulang kerja, dan pagi ini tetap lincah seperti biasa. Tidakkah kau lelah? Atau mengantuk? Ada setitik khawatir menyelinap. Lihatlah, belum apa-apa kau sudah mampu memonopoli perhatianku.

Refleks kuusap perut buncitku sayang. Tahu-tahu bergerak. Kau terbangun rupanya, Nak. Mmm, kira-kira empat bulan lagi, semoga aku dan dia--ayahmu--akan bisa melihatmu menguap dan menggeliat dalam rengkuhan kami.



Ruang tunggu klinik, 3 Februari 2016
Bundamu kelak

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-4

Selasa, 26 Januari 2016

Over the 'Rain Camp'

Before I start to type, please excuse me for crying a moment. *nangis darah* ಥ_ಥ Pasalnya salah satu kelemahanku: galau judul, membuatku--barusan--tanpa sengaja men-delete postingan berharga yang susah payah ku-update kemarin. Allahu Akbar!! ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ (ಥ﹏ಥ)

Ya meski materinya nggak penting-penting amat bagi orang lain, but it was a treasure for me~ (ಥ_ಥ) dan sekarang mau nggak mau topik yang kemarin sekalian diulang saja, mumpung cukup nyambung. *maksa*
Uri Aka-chan sudah genap 5 bulan. 
Jadi jadii~~ Senin kemarin, 25 Januari 2016, menurut perhitungan kalender kehamilan Aka-chan sudah genap 20 weeks atau 5 bulan. Nggak terasa, ya? Baru saja belajar tata cara pakai testpack yang benar dan memastikan hasilnya, usia kehamilanku sekarang sudah 5 bulan, jalan 6 bulan. Sudah ada di pertengahan trimester kedua yang akan segera berakhir 4 minggu lagi.

The bumils and the team of puskesmas
Hari ini adalah hari terakhir kelas TPG di puskesmas, sekaligus penutupan kegiatan tahunan tersebut. Nggak terasa 20 hari berlalu dengan begitu cepat dan kami harus menyudahi pertemuan serta pertemanan kami. Sudah diberitahukan sejak Hari Sabtu, dan kemarin kembali diingatkan agar para bumil peserta hadir di acara penutupan.

Aku pun meski sudah berniat, tapi tetap saja tiba di kelas hampir jam setengah sepuluh. Untung belum mulai. :P Nggak banyak materi yang disampaikan oleh Bu Indah di hari terakhir ini. Selain mengenai masalah/kesulitan yang mungkin dialami ibu pasca bersalin dan menyusui, kami mengulang beberapa materi lalu dan melakukan tanya jawab serta sharing pengalaman.

Pukul 10 lewat kelas usai. Kami meminum 'jatah' susu terakhir kami sambil menunggu para bidan yang lain. Katanya akan ada sesi foto dan pemberian cinderamata dari puskesmas kepada para bumil peserta. What a great! Kami juga nggak perlu 'berebut' karena pada masing-masing bingkisan sudah tertera nama. Kata Bu Yekti, kado disesuaikan dengan absen dan keaktifan para bumil. :D Aku kan termasuk yang rajin hadir.

Alhamdulillah, memang banyak yang datang. Yang biasanya jarang ikut kelas atau kebetulan beberapa hari lalu kesehatannya sempat drop, hari ini sukses menghadiri kelas sampai selesai. Sekali lagi kami bertukar kontak (bagi yang belum), bersalaman, dan mendoakan yang terbaik bagi kami dan janin masing-masing berikut persalinan yang Dimudahkan. Aamiiin...

Kebetulan usia kehamilan teman-teman bumil berurutan. Dari HPL Maret sampai yang terakhir Agustus. Sampai jumpa saat kontrol bulanan, atau mungkin pasca bersalin sembari menggendong baby masing-masing. Hihihi...

Suasana di kelas
Gambar di samping menggambarkan suasana kelas TPG kami. Kebetulan foto-foto tersebut diambil ketika kami mengikuti sesi senam hamil (untuk bumil usia kandungan mulai dari 4 bulan) dan makan bersama (padahal nggak ikut makan). Di buku KIA memang sudah tercantum panduan senam hamil yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Tapi bagaimanapun praktik langsung jauh lebih baik daripada hanya sekadar teori, bukan? 

Sebenarnya banyak sekali momen-momen berharga yang sayangnya nggak sempat terabadikan. Di antaranya kami pernah melakukan uji yodium pada garam dapur yang kami konsumsi sehari-hari di rumah, praktik menyusui dan menggedong bayi, sampai sesi makan bersama dengan menu makanan sehat berbahan yang pernah dibahas sebelumnya sebagai materi (nuget kelor). Worth lah, pokoknya. 

Hadiah Aka-chan dari Bu Bidan
Seperti biasa, begitu kaluar dari ruang kelas untuk pulang--dengan kresek makanan ditambah kado berwarna mencolok--kami pasti menjadi bahan tontonan dan bisik-bisik para pengunjung puskesmas. Pada awalnya memang malu dan risih, tapi lama-kelamaan wes biyasah. Toh, ini memang hak kami. Dan ini hari terakhir. Alhamdulillah...

Aku sengaja meninggalkan bingkisannya di rumah. Menunda membukanya untuk menambah penasaran, sekalian menunggu Ayah Anto untuk menunjukkan dan membukanya bersama. Karena kemasannya yang empuk, kukira itu memang semacam kain, entah itu daster(?) ibu, kerudung (sudah pasti aku penerimanya, kan), selimut/handuk bayi, atau pakaian. Tebakan terakhir ternyata benar. Kak Anto senang sekali saat merobek kertas pembungkus kado sembari mengeluarkan selusin pakaian bayi dari dalamnya. Iya, ½ lusin baju dan ½ lusin celana beraneka warna. Barakallah... Rezeki anak sholeh/sholehah.

Teman-teman Aka-chan yang lain dapat apa saja, ya? (^_−)☆

Kamis, 14 Januari 2016

Awkward Love

8 monthversary of our wedding❤ Nggak terasa perjalanan kami sebagai pasangan suami istri sudah selama itu. Aka-chan sekarang juga sudah memasuki 18 weeks menuju 5 bulan. Alhamdulillah...

Sangat nggak mudah mencapai titik ini after everythings we've been through. Perselisihan, adu argumen, beda pendapat, miss communication, miss understanding, lelah, stuck. Nggak tahu harus ngapain dan maunya diapain(?). But we do believe that rainbow'll rise after the hard rain, even storm. Paling nggak masing-masing kami tahu kapan dan bilamana tiba saatnya pulang. ^^ Cara mencintai yang nggak umum, eh? Hihihi... Apapun bentuk dan cara penyampaiannya cinta tetap cinta. Kasih sayang pun rupa-rupa, namun tujuannya sama: ingin pasangannya bahagia.

Bersyukur bagiku pribadi, karena selalu diberi kesempatan (dan kemampuan) untuk tetap--bagaimanapun--menemukan hikmah dan pelajaran di balik setiap masalah dan kesukaran yang terjadi. Always remember: what doesn't kill you makes stonger. It really does.


Hari keenam mengikuti kelas TPG dan mulai nyaman berbaur dengan bumil-bumil luar biasa--meski seringnya kami cuma berenam dari belasan yang seharusnya aktif berpartisipasi. Selain menguji coba kandungan yodium dalam garam dapur--yang mestinya kami lakukan kemarin--kami juga makan bareng. Kali ini benar-benar makan bersama dengan menu sehat yang khusus dimasak sendiri oleh dapur puskesmas: nuget ayam+daun kelor, tempe, sayur sop lengkap, sambal kecap, dan nggak lupa segelas susu bumil untuk masing. :'D

Selagi menyantap makanan sehat, kami mengobrol dan sharing banyak hal. Best regards to dear Mbak Rini, Mbak Furi, dan Ina (yes, aku sudah menghafal dan mengenali mereka) yang sudah membagi pengalaman mengasuh anak pertama. Barangkali di kehamilan yang sekarang mereka sudah bisa beradaptasi menilik kehamilan sebelumnya, tapi bagiku dan yang lain--yang baru kali pertama ini hamil--apa yang kami dapat dari yang telah mereka sampaikan adalah ilmu yang sangat berharga.

Unfortunately, my absent is almost useless. Niatnya sejak pagi antri loket (sampai nitip nomor antrian sama Mbak Rini dan Hana, thanks) biar nggak ketinggalan USG Dr. Reza S.Pog, dan sembari nunggu giliran periksa ikut kelas TPG. Tahu-tahu pas nomorku dipanggil dapat info kalau Dr. Reza nggak bisa bertugas hari ini dan jadwal USG digeser besok. Mampus! Alamat besok mangkir kantor lagi. >_<

Padahal sudah rapi dengan semangat pengin ketemu Aka-chan. Si ayah yang kemarin gondok habis-habisan karena nggak ikut periksa ke bidan dan dengar detak jantung si kecil pun sudah nggak sabar, tapi ya apa daya. :'( Sabar ya, Nak. Harapannya besok jadwal kami berjalan lancar sesuai yang seharusnya dan Bunda nggak ada masalah berarti di kantor. Semoga besok jadi hari yang baik untuk semuanya. Aamiiin...

Otsukaresama deshita to my self atas kerja keras beberes kamar dan cucian bersih serta spot tidur baru (we got trouble with the fan, AGAIN). Must go to bed soon supaya nggak kesiangan dan siap tempur 100% untuk besok.

Oyaciumii~~ (☆´3`)

Senin, 11 Januari 2016

Not an 'End' but 'And'

Let's greet the second Monday of January 2016. 11 days have been through, and what've you had 'till now? Hihihihi... For me, 2015 is not ovet yet, it hasn't been end, but still countinuing and get to be solved. :'(

I owed so much to 2015 and feel really sorry to 2016 for the-awkward-greeting. There were so many things happened while I was learning to made them up as best as I could, but yeah, I found my self still none. Buut~ Don't let the dark sky of this mellow afternoon drives us into madness, NO! I'm a mother-wanna-be who won't get sad or stressed. (^ω^)

Forget about what I've wrote above, today I'm feeling good by my 3rd day of TPG (Taman Perbaikan Gizi) Class held in Puskesmas Kedundung plus the tasty healthy meal I got.
Acara apakah itu? Apa aku kurang gizi? :'D Not sure about the vision-mission, tapi menurut pengamatanku beberapa hari ini, kelas TPG adalah sarana yang memfasilitasi para ibu hamil dengan nilai gizi* di bawah rata-rata agar tetap sehat hingga melahirkan dengan lancar dan sukses. Jadi para bumil dikumpulkan di sini bukannya karena mereka kekurangan gizi atau nggak sehat, tapi juga melingkupi banyak faktor.

Misalnya aku sendiri, status giziku sebetulnya baik dan nggak ada masalah. Hanya saja menurut ketentuan kesehatan ibu hamil LiLA(Lingkar Lengan Atas)-ku kurang--alis kurang gemuk sedikit. LiLA minimum adalah 23,5 cm sedangkan milikku hanya 22 cm, cuma kurang 1,5 cm saja padahal. T__T Kasus lain teman 'sekelas' bernama Hana--yang jika dilihat sekilas tampak sangat sehat dan bugar. Unfortunately Mbak Hana ini 'kalah' di Hb(hemoglobin)-nya, yang seharusnya minim berangka 10, tapi Hb-nya cuma kisaran 8. Belum lagi yang memiliki tekanan darah rendah, atau bahkan darah tinggi, punya riwayat keguguran, dll, bisa juga dikategorikan dalam kelas ini.
Me and the bumils
Kali pertama tahu kelas ini dari tetangga yang ternyata adalah kader puskesmas yang memang bertugas memantau ibu hamil setempat. Tapi judulnya "penyuluhan kehamilan berisiko". Pas datang baru ngeh bahwa acara tersebut nggak hanya berlangsung sehari itu saja, tapi selama 10 hari berturut-turut 3 bulan. *dweeng* Seneng-seneng senep lah. Kerjaanku gimanaa? Akhirnya aku meminta tolong pada salah satu kru puskesmas yang bertugas untuk membuatkan izin ditujukan ke pimpinan agar aku bisa mengikuti acara tersebut.

Di luar ekspektasi, pengajuan izinku diterima dengan baik oleh pak bos. Syukur alhamdulillah... Jadi per sabtu lalu, setiap jam 9-10 aku izin cabut ke puskesmas untuk ikut kelas TPG, dan setelah selesai langsung balik kantor lagi. Lumayan sih, perjalanannya. :') Tapi nggak papa, it's worth.

Dipikir-pikir lagi aku sangat diuntungkan oleh program/kegiatan ini.
1. GRATIS tis, alias nggak bayar sepeserpun. Cuma rogoh kocek 2k saja untuk bayar parkir.
2. Banyak ilmu seputar kehamilan, persalinan, dan parenting yang disampaikan oleh tim puskesmas. Selain bu bidan ada juga divisi(?) gizi misalnya, yang memberikan materi tentang makanan sehat. Uji gizi dan praktik senam hamil juga ada.
3. Teman-teman sesama bumil yang friendly dan interaktif. Kami banyak sharing tentang pengalaman pribadi masing-masing, terutama senior yang sudah pernah melahirkan.
4. Susu hangat penambah semangat. Segelas susu hamil disediakan dan bisa diminum selama materi, setiap hari. Boleh juga nambah kalau masih ada sisa. :P Sekotak susu hamil ukuran 200gr juga dibagikan cuma-cuma selama 10 hari sekali.
5. Makanan sehat setiap hari. Sudah gretongan pulang masih dapat 'jajanan'. Selain susu gratis tiap hari, sebelum kelas usai para bumil akan mendapat jatah seporsi makanan yang menunya variatif dan endeus. Bisa dimakan bareng after class, boleh juga dibawa pulang. Sesekali makanan dimasak langsung oleh dapur puskesmas--yang ini harus dimakan di tempat.

Yang manapun asyik. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?

Rabu, 16 Desember 2015

7th Wedding's Monthversary

Dua hari lalu tepat 7 bulan pernikahanku dengan Kak Anto. May 14th to December 14th 2015. Seven wonderful months of love have been through and will still go on. Alhamdulillah...
(♡˙︶˙♡)

Btw, mulai coba menerapkan penggunaan kata 'anniversary' hanya untuk event tahunan, bukan lekat pada peringatan bulanan apalagi mingguan. xD Pernah gitu nemu artikel tentang ini dan benar-benar ketampol! Ya karena aku kan suka hitung-hitung tanggal begitu, lah. Jadi browsing lebih detil biar nggak salah info atau menelan mentah info yang ternyata hoax. Bahwa selain istilah anniversary yang berarti tahunan, untuk agenda bulanan digunakan monthversary dan weekversary untuk peringatan mingguan. Seperti itu...

Nothing's special in these recent days, kecuali cuaca yang mendingin dan hujan mulai rutin turun. Aktifitas berjalan seperti biasa, sampai kuperhatian kalender bulan ini. Desember. Tersemat dua buah tanggal merah berangka 24 dan 25 yang jatuh di hari Kamis dan Jumat. Sabtu hitam. Minggu merah lagi. Sabtunya kecepiiit~ T__T Andaikan tanggal 26 itu merah sekalian, kita akan punya 4 hari libur di akhir pekan, means golden week! Masyaa Allah, aku lupa kapan terakhir kali aku liburan. Tamasya. Piknik. Jalan-jalaaan~~

Diingat-ingat lagi weekend ini Insyaa Allah aku punya jadwal trip tipis-tipis ke Jember, sih. Rencana berangkat Hari Jumat malam--Sabtu bolos kerja--balik Mojokerto Hari Minggu. Destinasi? Rumah Oom Davit yang pasti, lainnya dunno. Karena kita seperjalanan bareng Oom Fir dkk, harusnya sih, mampir-mampir spot bagus. Aamiiin...

Tapi itu juga belum fix. Pasalnya, di arisan keluarga branch Mbah Buk Hari Minggu lalu--bertempat rumah Bulek Wiwin--tersiar kabar duka yang datang dari sepupu ibuk di Mlagi, bahwa putri sulung keluarga tersebut--yang menikah nggak lama setelahku--mengalami keguguran janinnya yang bahkan belum genap berusia 8 minggu. Ternyata nggak cuma seorang, istri dari kerabat ibuk yang lain juga barusan kehilangan janin yang sudah dikandungnya selama 5 bulan. So sorry to hear that. Orang-orang pun turut mencemaskan kehamilanku yang per 14 Desember kemarin mulai memasuki 13 weeks. Nggak boleh makan ini, nggak boleh makan itu. Harus makan ini, perbanyak makan itu. Stop pakai heels ke kantor. Jangan pakai celana ketat. Makan yang banyak. Dll. Dst.

Terima kasih banyak pada mereka yang peduli dan mengkhawatirkan kondisi kehamilanku, mengingat beberapa famili harus merelakan calon jabang bayi mereka, aku nggak boleh serampangan, sembarangan, dan lebih menjaga kesehatan demi Aka-chan. Tahu, sih. Tapi mencoba percaya juga harus, kan? Percaya aku kuat dan Aka-chan pun baik-baik saja selama aku nggak neko-neko. Tapi untuk melarangku bepergian (agak)jauh karena alasan itu? Kiranya kurang tepat. Aku nggak mau batal ikut ke Jember hanya karena orang-orang terlalu parno dengan keadaanku. Paling nggak, harus ada pihak berkapasitas untuk bisa meyakinkanku. xP

Maka kemarin siang sebenarnya aku ada janji dengan ibuk untuk pergi ke Puskesmas Kedundung demi menjajal pelayanan poli kandungan di sana, berbekal saran dari ibu-ibu PKK se-RT. Katanya lebih gampang, pelayanannya bagus, tempatnya nyaman, dan bisa kontinyu. Jadi mulai pemeriksaan kandungan dan janin secara berkala (plus USG) hingga persalinan dilakukan si tempat yang sama. Bahkan berlanjut sampai tahap pasca persalinan, seperti imunisasi balita misalnya. Menarik, kan?

Sayangnya semua fasilitas tersebut nggak cuma-cuma. Ada harga mahal yang harus kubayar. Jadi, agar bisa menikmati layanan puskesmas tersebut, pertama-tama aku harus mengundurkan diri dari BP Safira--karena BPJS Kesehatanku terdaftar di sana--lalu mengganti 'klinik'ku menjadi puskesmas, lantaran nggak diperkenankan bagi anggota BPJS berobat di layanan kesehatan pemerintah selain klinik yang sudah ditunjuk, meski aku warga kota setempat. Bye sedikit-sedikit-periksa-minta obat... :'( Jadwal periksa kandungan Rabu, dan setelah dapat rujukan baru bisa USG Hari Kamisnya mulai pagi sampai siang hari jam 12-an. Nggak fleksibel banget. >< Lagi-lagi harus dihadapkan dengan multiple choices yang bikin galau.

Ya, demikian tadi postingan random nggak jelas sore ini. Semoga ada manfaatnya (minimal pengingat bagi diriku sendiri, lah). ^^

#HiDecember
#latepost
#naskahkebutan

Senin, 07 Desember 2015

Aka-chan & I ❤

Kali kedua Aka-chan hujan-hujan setelah kemarin terpaksa pulang setengah kuyup bertiga ayah, sehabis makan siang--sepulang menemani bunda piket kantor. Jelang sore tadi berdua bunda saja, menembus gerimis kecil untuk balik ke kantor sebelum bertambah deras. Gimana rasanya, Chagi? Asyik? Dingin? Bunda juga suka kok, hujan-hujanan. ;)

Iyaaa~~ sudah coba-coba ngobrol sama Aka-chan~~ (♡∀♡●) dan rasanya menyenangkan! Sama sekali nggak kagok karena dari dulu aku termasuk orang yang suka ngomong-ngomong sendiri. xD Malah mending, sekarang jadi ada teman ngobrol kapanpun di manapun. Apalagi Aka-chan kan pendengar setianya bunda. Hihihi...

Seeing our Aka-chan~~  Today I officially announce my 3 months old pregnancy. Aka-chan is in good condition and growth. Alhamdulillah...

Jumat pekan lalu aku melakukan USG kedua setelah tanggal 16 Oktober yang nggak memuaskan. Kala itu aku bermaksud untuk memastikan kehamilanku. Apakah aku benar-benar hamil, atau cuma terbawa perasaan saja? Sebelum mengunjungi dokter spesialis kandungan, aku sempat tanya-tanya dulu di klinik BPJS langganan, terutama tentang prosedur layanan kehamilan sampai bersalin.

Melalui keterangan seorang dokter muda yang kebetulan memeriksaku, kuperoleh beberapa kesimpulan:
1. BPJS nggak meng-cover check-up kehamilan atau USG di rumah sakit, kecuali ada gangguan/kelainan (naudzubillah). Jadi meski terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan, tetap akan dikenakan biaya jika melakukan USG si rumah sakit.
2. Klinik BPJS hanya menerima praktik umum. Dipersilakan kontrol kesehatan ibu selama hamil dan mendapat vitamin, namun untuk keterangan lebih detil tetap disarankan mengunjungi dokter spesialis atau bidan.
Ummm... Nemu juga nih, artikel mengenai BPJS Kesehatan yang katanya memberikan pelayanan kehamilan. Sila baca lengkapnya di sini, ya. Tapi yang benar-benar kualami sendiri adalah 2 poin yang di atas tadi.

Kali pertama periksa kehamilan aneh juga sensasinya. Malu-malu senang gimanaa gitu. Mbak dokternya juga mungkin karena masih muda, kayak agak sungkan gitu pas meriksanya. Secara hamil 1 bulan dengan usia janin 2 mingguan mustahil dideteksi mata telanjang. Kami pun pasrah ditanya-tanyai, yang lalu berakhir pada statement beliau, "Baik, Mbaknya sudah telat menstruasi, dan telah melakukan tes urin yang hasilnya positif dengan HTTP 7 September 2015. Berarti kehamilan Mbak sekitar 4 mingguan. Kita tunggu saja perkembangannya, kalau dalam 2-3 bulan ke depan perut Mbaknya mulai membesar, berarti Mbak beneran hamil. Untuk sekarang saya kasih vitamin dulu, ya,"

Errr~ baiklah, siapa sih yang nggak tahu kalau perempuan telat mens berbulan-bulan dan perutnya membuncit itu berarti hamil? Ya walaupun beliaunya nggak sepenuhnya salah juga...ヽ(o`皿′o)ノ

Sepulang dari klinik dengan ending konsul yang awkward, aku mulai rutin minum vitamin yang diberikan, karena rupanya resep yang terdiri dari 3 jenis 'medical candy' berbeda itu adalah kaplet asam folat, kapsul penambah darah, dan tablet mencegah mual--satu-satunya yang diminum sebelum makan.

Beberapa hari setelahnya, aku sudah nggak tahan pengin pergi ke dokter spesialis kandungan untuk mengklarifikasi(?) apakah aku sungguh-sungguh positif hamil melalui USG. Setelah mengumpulkan saran mengenai dokter yang recommended, akhirnya kami memutuskan untuk menjajal konsultasi ke Dr. Anas, S.Pog yang selain bertugas di RSI Hasanah juga membuka praktik di apotek Mojokerto. Hasil pemeriksaan kala itu sampai pada pertumbuhan kantung janin yang kian menebal dan mulai terbentuk. Karena hal tersebut nggak terjadi begitu saja pada setiap wanita, melainkan hanya pada mereka yang telah terbuahi sel telurnya, maka ya, aku positif hamil. Namun karena masih sangat dini, janin belum terbentuk sehingga belum tertangkap sensor USG. Terbukti beberapa minggu berikutnya, Aka-chan yang sudah mulai tumbuh besar dan bisa bertemu ayah bunda. ♥(ノ´∀`)
Is going to 13weeks
Testimoni dari Bunda Imba dan Tantit yang sebelumnya pernah menjadi pasien Dr. Anas, juga Bulek Wati yang pada persalinan Bintang di RSI Hasanah juga ditangani oleh beliau. Apalagi tarifnya terbilang murah. Cukup membayar Rp. 70.000,- sekali datang, pasien dapat berkonsultasi seputar kehamilan sekaligus difasilitasi USG 2D. Selanjutnya Dr. Anas akan memberikan resep obat sesuai dengan kondisi pasien. Dalam kasusku--karena syukur alhamdulillah kehamilanku nggak bermasalah--aku hanya diberikan resep vitamin yang langsung kami tebus di apotek tersebut seharga Rp. 110.000,-. Jadi totalnya nggak sampai dua ratus ribuan, relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan check-up di tempat lain yang bisa mencapai Rp. 350.000,- hingga Rp. 400.000,- per konsultasi, belum termasuk vitamin. Lumayan, kan?

"Rego nggowo rupo" itu pasti. Plus minus itu pasti. Karena relatif murah--jujur--aku merasa kurang puas dengan yang kudapat dari 2x konsultasiku bersama Dr. Anas. Meski perawat tempo hari lebih baik dari perawat yang membantuku pada konsultasi pertama, aku berkeinginan untuk mencoba mengunjungi dokter spesialis kandungan lain demi pengalaman check-up kehamilan yang lebih baik lagi.

Jika kebetulan punya info tentang dokter spesialis kandungan/bidan yang recommended di sekitar daerah Mojokerto kota dengan bujet ramah, please let me know. Sankyuu~ :)

Jumat, 27 November 2015

NovembeRain

Akhirnya hujan turun juga. Di Mojokerto. ヽ(*´▽`*)ノ

Beberapa hari (atau bulan?) terakhir suhu udara meningkat kejam. Nggak ada satu siangku terlewat tanpa es--baik di kantor atau di rumah--malam hari pun sama saja, bahkan kian menjadi sumuknya. Apalagi kipas angin butut kami akhirnya wassalam, dan mau nggak mau harus membeli yang baru, karena kipas angin yang satunya--yang juga sudah nggak bisa tolah-toleh--kami usung ke atas. Aku dan Oppa bahkan sudah beberapa minggu ini nggak tidur di kamar--ngungsi ke dipan sebelah, bahkan ngleset di mushollah--sekadar mengharap tambahan angin dingin.

Mungkin akibat cuaca yang ekstrem--pancaroba--atau efek hormonal, aku yang sebelumnya nggak pernah over kepanasan jadi sering tiba-tiba terjaga dalam kondisi gobyos, dan beberapa minggu terakhir menemukan 'area gatal' di punggung--yang luar biasa minta digaruk. Aku memberitahu Oppa, dan berkat ketelatenan dia membantu membedaki 'area gatal' yang sulit kujangkau sendiri itu, setelah 2 mingguan, insyaallah aku sembuh--sebelum kuserahkan diri pada klinik langganan.

Siang yang teramat terik digeser awan mendung. Angin berembus dramatis, seperti mengabarkan kepastian curahan air langit yang segera tumpah. 8 November lalu aku memberitahu ibuk tentang lubang di atap kamarku akibat fibernya terbang dan beliau langsung syok. Entah mengapa aku woles saja. Meski dalam hati terselip harap-harap cemas, semoga mendung kali itu pun cuma gertak sambal.

Gelap menyergap cepat menggelayuti langit sampai-sampai senja nggak dapat giliran. Usai maghrib hujan benar-benar mengguyur atap Ume-chan yang bolong tepat di atas tangga dan kamarku, disusul blackout nggak lama kemudian. *plokplokplok* Kami panik dan segera melakukan penyelamatan darurat tanpa Oppa, diiringi omelan ibuk karena pas sebelum hujan kami nggak segera berbuat apa-apa. :P
Bolong... x(
Oppa baru datang menerjang hujan saat Tante Endang mengunjungi kami untuk meminta lilin. He felt so sorry for not being with me that time. Tough after that, we enjoyed spending time during the dark before MotoGP started. Ya, saat itu tengah ramai-ramainya menunggu final kejuaraan MotoGP. Kami benar-benar cemas kalau listrik nggak cepat menyala sementara jam tayang sudah hampir mulai. Syukurlah keberuntungan memihak kami. Listrik kembali menyala dan kami masih kebagian siaran langsung final MotoGP yang berlangsung dramatis tersebut. :D #46

Benar sudah masuk musim hujan? Pasca hujan perdana 8 November malam itu, Mojokerto tetap sekering semula. Seperti nggak pernah tersentuh hujan sebelumnya. Bersyukur sih, kami jadi punya kesempatan untuk mengganti fiber yang bolong sekalian memperbaiki beberapa titik rawan bocor dan rembesan air hujan. Sebagai manusia biasa, tentu nggak bisa kupungkiri betapa menyebalkan dan mengganggunya suhu udara yang bisa melebihi 38° itu, belum lagi terik matahari siang yang membuat enggan beranjak ke mana-mana, walau sangat butuh es. Resah, kan?

Namun akhirnya dalam seminggu ini, beberapa kali hujan rutin turun. Alhamdulillah, berhasil mengurangi suhu udara meski nggak terlalu drastis. Bertahap. Paling nggak aku dan Oppa sesekali sudah kembali tidur dalam kamar walau tetap nggak bisa lepas dari kipas angin.

What a terrifying dry-season ever! Benar-benar kemarau yang panjang sekali. *kipas-kipas*

Bad news are: sudah dua hari ini Oppa sakit. Pertama ada yang nggak beres dengan perutnya--ia tampak sangat kesakitan dan susah tidur--dan kemarin berkembang menjadi sakit kepala. :( kawaiso~~; karena sebelumnya terhadang hujan, lalu tanggal 25 kemarin praktik Dr. Anas S.pog tahu-tahu tutup--ada juga faktor kantong akhir bulan--kami terpaksa menunda jadwal bertemu Aka-chan. :'(

Minggu ini seharusnya kehamilanku sudah memasuki 11 minggu, dengan usia Aka-chan sekitar 9 mingguan. So next week is my last first-trimester(?), sekaligus menandakan aku sudah hamil 3 bulan. Alhamdulillah...

Banyak suka-duka dan pengalaman dalam 11 minggu kehamilanku: ucapan selamat dan turut berbahagia, juga doa-doa baik dari keluarga, teman, rekan-rekan dekat; testimoni dan tips serta saran-saran seputar kehamilan; aku belajar tentang bagaimana mengatur emosi dan mental selama hamil, mengatur pola makan, sampai meminimalisir morning sickness hingga bisa tetap fit. Bersyukur sekali karena suami, keluarga, bahkan rekan kerja sangat kondusif dengan situasiku yang 'agak rawan' ini.
(●´∀`●)

Siap-siap jaket yang lebih hangat, ya, Minna! Happy raining!

Rabu, 28 Oktober 2015

28th of Love, Faith, & Fight

Setiap menginjak tanggal 28, pasti yang terlintas di benakku adalah 28 November; hari lahir dan ulang tahun Chagiya. Karena sekarang tanggal 28 Oktober, itu berarti bulan depan suamiku sudah akan berusia 27 tahun. Aihh... Kekasihku sudah bapak-bapak rupanya. *disentil* (´ε` )♡

Teks Sumpah Pemuda
28 Oktober bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Hayoo, ada yang nggak hafal apa isinya? *jiwit*
"Pemuda bukan hanya tentang usia muda dengan segala rentetan gejolak jiwa muda membara; semangat pemuda harus senantiasa ada meski sudah berumah tangga, sudah tak (lagi) muda namun masih dipenuhi semangat berusaha, berkarya, dan pantang menyerah pada harapan."
Bung Karno juga pernah berseru,
"Berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan kutakhlukkan seluruh dunia!"
Saking hebat dan demikian potensialnya muda-mudi bangsa, kala itu. Sekarang? Hehehe... Nilai sendiri, ya. Semoga para pemuda masa kini nggak lupa dengan sejarah bangsa dan negerinya. Hidup dan tumbuh positif, peduli, turut serta berperan dan ambil bagian dalam pertumbuhan Indonesia tercintah. :* Selamat Hari Sumpah Pemuda, you guys!

Akaharu a.k.a si Asus Zenfone 6 in sexy red milikku juga berulang tahun hari ini! Tanjobi omedetou gozaimasu, Baby! Nggak terasa ya, jalinan kasih sayang antaraku dan kamu sudah berjalan setahun. Awet selalu dan setia padaku, ya~ jangan suka nakal (lemot dan eror)! Maaf, belum bisa membelikan screenguard dan casing baru buatmu. Doakan nee-san dapat uang jajan lebih untuk realisasi, ne.
(*˘︶˘*).。.:*♡

Kabar lain yaitu aku sudah mulai minum susu lagi, meski kali ini dalam rangka berbeda. Pengetahuan baru, nih. Beberapa susu yang mengandung asam folat sebaiknya diseduh menggunakan air matang hangat, karena--berdasarkan saran yang tertera pada salah satu kemasan susu pregnancy yang kukonsumsi--air bersuhu terlalu panas dapat merusak kandungan asam folat dalam serbuk susu. Sayang, kan? Susu ibu hamil nggak murah, loh. :/

Di sisi lain ini semacam tantangan karena aku terbiasa minum minuman yang panas (dari air mendidih), baik itu teh, susu, atau kopi. Karena sekarang semuanya makin mudah, susu kehamilan juga hadir dengan berbagai varian rasa sesuai selera. Pilih rasa favorit, agar minum susu jadi lebih asyik. Beberapa brand bahkan sudah melengkapi produk mereka dengan susu kehamilan yang anti-mual. Jangan tanya, karena sudah pasti aku memilih susu rasa stroberi. :9

Hehehe... Iya, alhamdulilah menurut kalender kehamilan, per hari ini usia Aka-chan sudah sekitar 5 minggu dengan masa kehamilanku yang mulai memasuki 7 weeks. Usia yang 'kayak belum hamil' karena syukur alhamdulillah aku masih bisa beraktifitas seperti biasa. Paling bedanya Chagiya jadi makin cerewet suruh minum vitamin, dan suka larang makan/minum yang katanya nggak baik buat Aka-chan. Suami siaga kan, dia? (♡∀♡●)

Kalau dulu sering-seringnya ditanyain: "Mana pacarnya?", lalu "Kapan nikah?", terus "Sudah isi?" Keep calm, peoples. Insyaa Allah satu per satu pertanyaan kalian akan segera terjawab, kok. ;)
My pregnancy
Oh, iya, Girls. Penting nih, mulai sekarang bagi yang belum, coba deh tandai dan ingat-ingat siklus bulanan kamu. Kalau punya pasangan yang peka--suka bantu mengingat siklusmu sih, enak (mungkin dia sekalian persiapan menghadapi PMSmu :P)--atau suka barengan dengan sister, ibu, bahkan teman. Misal: awal bulan biasanya ibu 'dapat' duluan, berselang beberapa hari giliranku, lalu disusul si sissy. Bulan depannya Insyaa Allah nggak beda jauh siklusnya. Dengan begitu minimal ada yang membantu mengingatkan. "Ohh, sekarang ibu, berarti setelah ini aku yang 'dapet'."

Paling gampang sih, menandai kalender dinding. Atau sekarang sudah ada aplikasi penanda menstruasi untuk smartphone semacam Woman Cyle dan Hawa yang bisa dengan mudah di-download di Playstore. Dengan aplikasi tsb, selain ada prakiraan tanggal haid selanjutnya, biasanya juga disertai dengan keterangan masa subur dan masa tidak produktif. Berguna kan, untuk persiapan mens di sekolah atau kantor, bahkan untuk yang program cepat hamil. *kok kayak semacam iklan, ya?*
Agak pinkish2 gitu sih, tapi garisnya beneran keluar 2!  ^^
Balik lagi, kenapa wanita perlu mengetahui tanggal haidnya? Ini berkaitan dengan masa subur (bila sudah bersuami) dan persiapan kehamilan. Begitu para istri terlambat datang bulan, dia terindikasi hamil. Selain dicek mandiri menggunakan testpack, nggak ada salahnya segera cek ke dokter kandungan atau bidan. Nah, nantinya dokter/bidan tsb pasti akan menanyakan HPHT-mu, alias Hari Pertama Haid Terakhir. Bijaksananya, jawab dengan tepat, jangan dikira-kira agar mereka bisa menghitung akurat usia janin yang sedang dikandung. :)

Kalau sekadar ingin tahu saja, bisa kok browsing tentang kalender kehamilan seperti yang kugunakan di atas. Tahu lebih dini akan sangat membantu pengawalan tumbuh kembang janin lebih baik. Be a smart mom, girls! Semoga bermanfaat.

Kapan-kapan mau sharing tentang Aka-chan juga, ah. *^_^*