Tampilkan postingan dengan label Liverpool. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liverpool. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

The Cahyantos' Day Out

おつかれさま でした。。。

Alhamdulillah... Seneng banget seharian ini... Sebelum curhat mau kasih selamat dulu untuk kemanten anyar: Ica dan Fikar--teman SMA sekaligus rekan ngopi beberapa tahun terakhir, meski makin ke sini sudah makin jarang ngopi bareng lagi--yang kemarin sudah ijab kabul dan siang tadi menggelar resepsi pernikahan (mewah). Selamat berbulan madu dan berbahagia.
The Cahyantos❤
Lalu kepada komunitas Bigreds Mojokerto (aka Kopites Mojokerto) happy 1st anniversary--kalau Kopites-nya sudah anniv kelima, ya. Alhamdulillah tahun lalu sudah official--meski aku belum member Bigreds aku selamanya member KM. Hahaha--semoga selalu guyub dan makin sukses ke depannya, makin femes juga.

Allahumma aamiiin...

Jadi oleh sebab events di atas, hari ini kami bertiga ngeluyur seharian. Dari pagi siap-siap kondangan ke resepsi Ica-Fikar, berangkat dari rumah jam 10:30 nyampe lokasi sekitar jam sebelasan. Sudah janjian sama Elza dan Irene (Gigih dan Henry berhalangan hadir) untuk datang bareng jam segituan, tapi rupanya aku absen paling awal.

Elza dan Anggi tiba pas aku sedang incip air mancur(?) cokelat. Saling tukar kabar, lalu memutuskan untuk menikmati hidangan duluan sambil nunggu Irene dkk. Ketemu teman-teman seangkatan: Ardik, Meita, Rosa, Yulia, Diana, Hayu, Maya, Laili, Galuh, dan Liza--junior di SMA yang sama.
#timnyonya
Karena Irene dkk molor banget dan para bumil (Elza dan Ny. Inaw) mulai resah, jadilah personil seadanya naik kuade untuk foto bareng duluan. Eh, nggak lama yang ditungguin datang. Kita sempat foto-foto bareng sebelum akhirnya pamit masing-masing karena hari sudah siang. Cimbul pun sudah mulai rewel karena ngantuk.
Cimbul with Aunty Irene
Otewe parkiran masih sama kayak pas datang; penuh sesak dan panas. T_T Mana pakai dress dan high heels yang nggak biasa dipakai. Huhuhuu... Jalan Raya Jabon juga masih padat merayap meski nggak sampai macet, dan alhamdulillah kami berhasil tiba di rumah dengan selamat dan kelelahan.

Ba'da maghrib aku sudah mengkondisikan(?) kami untuk segera cuss ke lokasi nobar, masih sama di Wako Surodinawan. Kami berangkat kecepetan sih, tapi ternyata si ayah ngajak mampir dulu di alun-alun. Pemanasan biar Aris lihat banyak orang lalu-lalang sebelum nanti berbaur dengan banyak orang komunitas. :)
My world💞
As expected we arrived in time. Belum kick-off, masih sempat bertukar sapa dan tanya kabar dengan rekan kopites after a long looooooongg time back then. Kangen banget euforia kala masih aktif nyuport dan ngechant. Sekarang sudah nggak kayak dulu lagi. Regu koor untuk ngechant sudah berkurang banyak, apalagi sudah nggak sebebas dulu untuk nyanyi sambil teriak-teriak. Hahaha... Pardon us. Tapi yah, di situlah esensi dan estetikanya. *tsah*

Tetap pakai jersey kebanggaan, tetap berhijab, dan macak sesuai status apalagi bawa baby. Alhamdulillah, Cimbulnya cukup kooperatif dan anteng selama 2x45 menit pertandingan. Suka banget sama ekspresi terheran-heran Aris ngeliat banyak orang kumpul pakaian serupa dan emosinya pun sama! Lalu nangis pas semua serentak teriak "GOOOLL!!" tiap kali The Reds cetak angka. Kaget gitu dia. Hahaha...

It was sooo FUN. Bisa melakukan kegiatan yang disuka. Meski status sudah jadi istri dan ibu, aku masih tetaplah aku yang dulu--yang suka dengan hal-hal kecintaanku sendiri. Bersyukur sekali punya pasangan yang ngertiin dan support hobi istrinya (it was me yang ngenalin chagiya ke Kopites Mojokerto dan ajak nobar, not the opposite). Asyik juga kalau kelak Aris Cimbul bisa mewarisi apa yang kami gemari. Hihihi...

#YNWA

Sabtu, 24 September 2016

Perfect Saturdate

Just attended to Iwan&Rya's wedding party in Raden Wijaya Hotel, catched up with baes, got nice pictures with them. Happy Wedding, Cong! Next time ketemu lagi kita ngopbar sambil bawa anak masing-masing, yee~ Amean Part II. Hihihi...

Terakhir ketemuan sama ini couple di Panties Pizza pas traktiran ultahnya Boss Henri (awal Juni, H min sepekan lairan--hamil 39w lebih--hehe). Bersamaan Elza-Anggi nikah mereka tunangan, dan alhamdulillah dilancarkan terus sampai hari H ini.

Tercatat member grup WA "Amean" yang notabene adalah geng ngopi ala-ala kita (est.2013 lah) aku dan Naw saling undang. Janjian datang bareng-bareng yang lain (Irene-Dito, Elza-Anggi, Icca-Fikar, Gigih, Kusnadi, Sembix-Atta, Ryan, dkk dll--ternyata Inaw kenal banyak sama 'arek-arek' juga. Such an impressive!) karena tadinya agak nggak yakin jangan-jangan nggak ada yang dikenal. Syukurlah kami sempat kumpul-kumpul dulu; bertukar kabar, ngobrol, foto-foto wefie!

Kelar jam 9an, aku dan kakbeb langsung cuss Wako Surodinawan menghadiri nobar Liverpool vs Hull City--dengan masih berkostum pasca buwuh. xD Untung couple set kami warnanya merah! Malu~ tapi 'demi' ya, karena ini kali pertamaku kembali ke ranah pernobar-bolaan mendukung tim merahku. #ynwa #kgmd

Tumbenan kakbeb inisiatif orderin black coffee yang--thanks God--rasanya indah banget. The first basic coffee of mine after my pregnancy. Kangeeen deh~~ bahagia itu sederhana.

FT: 5-1 Liverpool wins!!

Masyaallah~ malam ini cemerlang sekali. (((anak gimana anak)))

Minggu, 14 Agustus 2016

1414th

Tanggal 14 untuk yang ke-14 bulan lamanya...

Still I into you. Loving you the most. Unconditionally. With all my can and incapability. 

Happy our 14th wedding monthversary, my dearest Love.


Selamat hari pramuka.

Aku seorang pramuka, kamu pun. Dasadarma yang semasa sekolah dulu hafalkan, semoga akan mampu kita laksanakan.

Amin.

#YNWA #KGMD

Sabtu, 06 Februari 2016

Nobar Kandang

Dear, Televisi Ikan Terbang.

Lama tidak bersua, ya? Kau tahu, aku sempat menjadi salah satu penikmat beratmu. Dulu. Sekitar duapuluhan tahun lalu, sejak masih balita, sampai kira-kira usia SMP. Acara yang kutonton? Tentulah anime. Mulai dari Sailor Moon, Saint Seiya, Dragon Ball, Wedding Peach, Detektif Conan, Inuyasha, dan berderet judul lain yang akan buang-buang waktu jika kusebut satu per satu.

Barangkali era tahun 2000-an adalah masa kejayaan bagimu. Hari-hariku menjadikan channel-mu nomor satu dan paling utama pada remote TV di rumah. Tapi kau pasti tahu hal tersebut tidak bertahan lama. Entah mengapa perlahan-lahan kau kehilangan pesonamu terhadap pemirsa-pemirsa muda generasiku.

Berlangsung sampai sekarang, aku masih belum menemukan cukup alasan untuk kembali menyalakan TV demi menonton siaranmu. Sayang sekali... Padahal kita benar-benar pernah menghabiskan banyak waktu menyenangkan bersama.
Kemarin seorang kawan memberitahuku informasi di atas. Dia tahu bahwa aku adalah pendukung The Reds. Secara kebetulan, venue nobar match nanti malam berubah, yang sebelumnya bermarkas di salah satu kafe bola tak jauh dari kompleks perumahanku menjadi lebih jauh--30 menit jika ditempuh dengan motor. Ditambah jadwal kick off di atas jam malam, sudah pasti aku takkan dapat izin dari ibu untuk keluar rumah dan ikut nobar Liverpool vs Sunderland dengan skuat Kopites Mojokerto.

Apa aku punya pilihan lain? Kau sudah berbaik hari akan menyiarkan laga tersebut. Ini adalah pertandingan kandang yang penting bagi Liverpool setelah beberapa match sebelumnya tidak membuahkan hasil. Mungkin saja sesuatu yang baik terjadi di Anfield malam ini. Alasan indah untuk membuatku menonton tayanganmu kembali. Iya, kali ini nobar bolanya di rumah sama bareng keluarga. Terima kasih.



Depan layar kaca, 6 Februari 2016
Penontonmu

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-7

Minggu, 11 Januari 2015

January no SadTjur-day

Saat memosting ini, aku tengah galau lantaran sudah hampir semalaman koneksi internet Akaharu ngehek. Padahal banyak yang ingin ku-share, but, yaah... I can't help buy keep patient. :(

Sabtu pagiku terlanjur berantakan ketika semua jadwal molor karena harus mengantar Si Tengah kuliah. Dalam perjalanan pulang melewati Bypass, aku sempat terhempas kendaraan besar roda empat yang dengan ngawurnya melanggar marka jalan dari arah berlawanan. Aku 'terlempar' ke jalan tanah dengan Hojo masih pada kecepatan statis.

Hojo melonjak-lonjak pada permukaan tanah yang lebih mengerikan dari sekadar 'buruk'. Bebatuan, pasir, hingga lubang-lubang menganga terpaksa diterjang, dengan aku yang setengah mati berusaha tetap pada kesadaran dan kendali kemudi, merapal doa-doa keselamatan.

I had no ide about what was happening to me, but it was an ekstrem experience for real. Taruhannya nyawa! Seharusnya aku menghentikan laju Hojo daripada terus menerjang 'track' setan tadi. But I just couldn't do what I was supposed to do. Masih diberi kesempatan untuk tetap selamat saja, itu sudah lebih dari cukup. >_<

Ini memberiku pelajaran: manusia seringkali merasa sombong terhadap apa yang sudah berhasil didapat tanpa memahami sesungguhnya kemampuan yang dibanggakan itu bukan miliknya, melainkan pemberian Tuhan yang tidak mustahil akan Diambil kembali sewaktu-waktu.
"Aku kan pembalap!"
See? Pembalap arena profesional saja sangat mungkin mengalami kecelakaan bahkan kematian dalam melakukan aksinya, apalagi aku yang amatiir~~ *mewek*

Ke-tidak-terlalu-beruntung-anku berlanjut hingga di kantor. Ada saja kendala terjadi –yang sekalipun sepele tetap bikin pusing. Evaluasi akhir tahun yang diagendakan juga batal, diganti dengan meeting di kantor berhadiah makan siang. Hehe... :P

Urung merasakan bersantai sambil menikmati pemandangan dan masakan khas rumah makan dataran tinggi, aku justru senang karena tidak perlu galau akan pulang terlambat sekaligus menghapus kemungkinan mangkir dari jadwal nobar. Barakallah! xD *sujud syukur*

Sebelum pulang Ibuk menelepon, memintaku mengantarkan oleh-oleh untuk Memes (calon ibu mertua xP) ke 'rumah timur'. Aku merasa salah dengar. Namun ketika di rumah sudah disiapkan beberapa macam kue dan penganan dalam kardus dengan tas pembungkus cantik, aku nerveous seketika. Kapan kali terakhir aku menampakkan diri di rumah Oppa? 

Sesuai perkiraan, belum separuh perjalanan aku sudah mulas. Gugup. Tiba-tiba merasa tidak percaya diri. *iya lebeh, biarkan* Sengaja kupilih rute luar, berharap bisa sedikit mengurangi ketegangan. Andai aku lupa lokasi pasti rumah Oppa, tapi ternyata otakku memang cerdas di saat-saat yang aneh. 

Buk Mudah tampak baru selesai menyapu halaman saat Hojo tiba di depan rumah yang bagiku begitu familiar dibandingkan rumah lain di daerah itu. Usai menyilakanku di teras seperti biasanya, wanita itu masuk, katanya akan memanggilkan Memes. Aigooo~ makin lama perutku makin mulas! 

Memes (maaf jika kurang sopan, karena Oppa menggunakan kata ganti tsb saat membicarakan beliau denganku dan untuk menghindari rancu dengan panggilan untuk ibuku sendiri. Prakteknya aku, tetap menyebut beliau dengan 'Ibu') muncul beberapa saat kemudian. Syukurlah beliau sudah ada di rumah. 

Aku sama sekali tidak punya persiapan akan mengobrolkan apa. But since Memes and Buk Mudah are so kind, alhamdulilah... pembicaraan kami lancar, terkesan cukup akrab, dan menyenangkan. Sampai-sampai adzan maghrib sudah terdengar dan kami harus pulang meski Memes menyarankanku dan Iis untuk ikut sholat di sana saja. *kan malu, Meeeess... xD

Begitu urusan dengan keluarga Oppa beres, aku amat sangat lega dan bahagia. Ehehehe... Hanya bisa mengucap syukur alhamdulillah, semoga setelah ini pun tetap dimudahkan dan dilancarkan. Aamiiin...

Next: konsentrasi untuk siap-siap nobar! Sunderland vs Liverpool!! Wohhooo~~

Kali kedua nobar di K-ng Ucup pasca cafe tersebut direnovasi. Sayangnya, tidak seperti pada nobar awal tahun lalu, it was messed! :( I hate to say but suasana nobar kali ini jauh dari kata 'hore'. Pasalnya selain peniadaan HTM membuat venue tidak eksklusif, K-ng Ucup serasa bukan markas anak KM lagi, saking banyaknya komunitas gaje yang ikut-ikutan nongkrong. :'( Mana bisa nobar dan ngechant dengan kusyu', kan? >_<
We are Kopites Mojokerto!
Gol tunggal Markovic sukses memenangkan Liverpool atas tuan rumah. Sekalipun permainan The Reds terlihat membaik, tidak ada lagi gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi, padahal Sunderland hanya bermain dengan sepuluh orang saja, usai seorang pemain terpaksa diberi kartu merah sebagai kompensasi pelanggaran terhadap tim tamu.
Selebrasi kemenangan kami lakukan dengan berfoto-foto. :D Rasanya sudah sangat lama sejak terakhir kali kami guyub seperti ini (biasanya sih, akunya yang ketinggalan karena tidak bisa nobar malam). Alhamdulillah, alhamdulillah~~ :))

Kesimpulan weekend kali ini : "Stay calm and keep (try to always) in positive thinking about everything, though you don't deserve to."

Aku meyakini karena ini memang benar terjadi padaku; jika kita berpikir bahwa hari yang dimulai dengan ketidakberuntungan tidak akan ada kebaikan di dalamnya (sama sekali), memercayainya –yang mana secara tidak langsung akan menjadi doa–, maka kebaikan yang seharusnya bisa datang pada kita pun meski kecil/sesekali– benar-benar tidak akan menghampiri. 
Percayalah terhadap yang baik, maka kamu akan mendapatkannya. Begitupun berlaku sebaliknya. 
Manusia selalu hidup dalam pemikiran dan prasangka. Jadi bahagiamu akan sangat mudah ketika kamu mensyukuri apa yang hidup telah beri padamu dan berbaik sangka bahwa kamu beruntung dengan keadaanmu saat ini, bagaimanapun itu. Maka tidak akan ada istilah 'kurang', melainkan 'lebih baik lagi'. :))

Anw, ini postingan orang ngelantur. Happy weekend, Lads! #YNWA

Kamis, 01 Januari 2015

Hey, Future!

2014 terlalu membahagiakan untuk buru-buru dibukukan. Begitu berarti untuk lekas diakhiri. Tersimpan 365 hari sarat kesan di dalamnya. Menyaksikanku bertahan dan berharap. Menumbuhkan kedewasaan, pun mimpi-mimpiku.

Tidak bisa kukatakan bahwa dalam setahun ini aku berkembang dengan sempurna tanpa cela, tapi bisa kupastikan aku sudah tumbuh mendewasa sebaik yang aku bisa. ;) Sungguh, pembelajaran oleh hari-hari di 2014 penuh berkat mana yang tidak penting hingga layak untuk kuabaikan?

Bicara tentang akhir tahun, bicara tentang napak tilas peristiwa 'ter' dalam setahun. Ummm... kaleidoskop?

Terlalu banyak cerita di setiap harinya, dan hampir semuanya bermakna. Jika aku boleh membilang beberapa tanggal, yang paling tidak (akan) bisa kulupakan; 21 Mei, 3 Agustus, 28 November, 6 Desember, lalu 31 Desember adalah beberapa yang kusebut tanpa ragu. :*

31 Desember adalah hitungan terakhir di 2014 ini. Ia bahkan selalu ada di sudut bawah kalender di tiap tahunnya. Tapi yang membuat 31 Desember 2014 berbeda dengan 31 Desember lain sepanjang hidupku adalah seseorang kecintaan tengah bersamaku. Bersama kami menyaksikan detik-detik penghabisan tahun yang kemudian disusul dengan pembukaan tahun baru. Penuh syukur atas segala yang telah kami lalui dan dapatkan di 2014, serta tak lupa menyematkan barisan doa agar apa-apa yang kami rencanakan di 2015 ini berjalan sesuai keinginan dan harapan kami. Aamiiin... :'))

Meski roti bakar dan gelas-gelas teh kami sudah lama mendingin, adik dan para sepupu mudaku masih betah begadang, bermain monopoli, sementara aku dan Chagiya menghabiskan banyak pembicaraan di teras depan sambil sesekali mengawasi mereka yang ribut tentang aturan game. What a joyful midnight! :*

Chagiya pamit pulang menjelang pukul dua dini hari. Usai melihat kembang api yang menyala begitu masuk 1 Januari 2015, 00:00 WIB, kami masih belum puas mengobrolkan apa saja, seolah mengganti waktu selama kami tidak bertemu pada beberapa hari sebelumnya. Hehehe...

Dan sesuai dugaan, karena tidur sangat larut, kami akhirnya melewatkan agenda jalan-jalan dan memilih bergelung di ruang tv sambil menonton. Sebagai gantinya aku mengajak saudara-saudaraku itu membuat es krim bersama dan ikut bermain monopoli.

Hampir lupa kalau malam ini Liverpool akan bertanding kontra Leicester. Kick off jam setengah 9 malam, kira-kira akan berakhir tidak kurang dari jam 11. Pikirku mustahil aku bisa ikut nobar match tersebut.

Kemudian aku baru ingat saat menemukan Rizky bergelung dalam selimut memainkan hp. Hari minggu lalu aku sempat mengajaknya datang ke acara futsal-nya dulur abang, dan dia tampak  cukup tertarik. Kenapa tidak minta ditemani nobar dia saja? :P

Kami menang saat Hojo meluncur di jalanan menuju venue nobar. Alhamdulillah, meski mengomel ini-itu ibuk akhirnya mengizinkan kami pergi. Yang membuatku lebih exited, ini perdana bagiku untuk nobar midnight, dan Chagiya yang sudah bilang akan terlambat nobar, tidak tahu kalau sudah duduk manis di K-ng Ucup lebih dulu.

Dia cuma tertawa sambil mencibir ringan, "Yo ngunu, wes nd TKP nobar nggak bilang-bilang!" dengan aksen bawaannya yang khas. "Penasaran, bilang apa ke ibuk kok boleh keluar malam?" Hahaha... Dasar kurang ajaaarr... xP

Sempat unggul 2-0 lewat tendangan penalti oleh kapten, dan game berlangsung seru, hasil akhir imbang membuat kami sedikit kecewa. Sekalipun tidak melunturkan cinta kami pada Liverpool dan tim, tapi ketidakbisamenangan di kandang menghadapi tim medioker sekelas Leicester juga tidak mudah bagi kami yang selalu menganggap The Reds adalah satu dari tidak banyak tim papan atas Liga Inggris.

Tapi bisa pulang bersama Chagiya cukup untuk meredakan galau sesaatku. ;)

Bagaimana tidak senang, bisa membuka dan menutup hari baru bersama Sang Kecintaan?

Happy 2015! :*

Selasa, 26 Agustus 2014

Happy Wedding, Lads!

"Hey, Baby. I think I wanna marry you..."
Bermula dari sebuah Wedding Invitation atas namaku, yang dibagikan kepada para member Kopites Mojokerto di markas nobar KM, ketika aku dan Oppa nobar Liverpool vs Southampton akhir pekan lalu. Tanpa paham betul dari siapa undangan itu berasal, Oppa menyanggupi untuk menemaniku hadir pada resepsi pernikahan salah seorang saudara se-jersey-merah kami.

Minggu, 24 Agustus 2014 malam. Dijemput sekitar pukul tujuh, aku hampir siap. Masih tersisa sedikit manyun pada Oppa-ku yang tampak ganteng dalam busana batik cokelat muda berbalut hoodie abu-abu. Ya, sorenya aku sempat mencerewetinya perihal outfit apa yang akan kami kenakan untuk buwuh nanti. I really wanted us to get match, since Oppa and I don't have any couple dresscode yet. :( So I thought a pair of light brown batik was fine.

Berbekal peta kecil yang disematkan dalam undangan, kami berangkat. Well, you can't tell that Kedungmaling is quietly near, because it is far enough from our place, while I'm so blinded about the directions. >_< Sempat nyasar, but luckily kami segera menemukan rute awal dan bisa kembali jalan yang benar.

Agak-agak nggak yakin, tapi kemudian Oppa menggenggam tangan kananku mantap. Berjalan beriringan menuju lokasi acara yang dimaksud. Di ujung gang tampak suasana meriah. Sayup-sayup terdengar musik dangdut/keroncong khas mantenan mengalun. Semoga saja kami beneran nggak salah tempat buwuh.

Beruntung aku segera mengenali sesosok lelaki bersetelan jas hitam dengan untaian bunga melati terkalung di leher. Pengantin pria. Laki-laki ramah yang selalu menyapaku di kopdar dan nobar KM, setiap aku baru datang. Member KM yang cukup tenar dan berpengaruh di komunitas. Yang beberapa waktu lalu memblututkan(?) banyak sekali chants Liverpool untuk kupelajari(?). :P
"Bang Iconk? Lho, jadi ini nikahannya dia?" aku hampir menjerit syok. Beneran dia sendiri yang nikah? Susah payah aku berusaha mengingat, yang memberikan undangan padaku memang si Bang Iconk itu, sih.
"Lho, kok Sayang malah nggak tahu?" di sampingku Oppa bertanya keheranan. Ya jelas aneh, lah. Datang ke nikahan teman sendiri tapi nggak tahu yang mana orangnya. Dumb me!
Aku menatap Bang Iconk -yang tampak asyik dengan tamu-tamu mudanya- dan Oppa bergantian. Galau. Parah. "Mana aku tahu kalau nama aslinya dia Faisol?" 
Well, sepertinya kami keluarga KM pertama yang hadir. Rekan-rekan belum ada yang datang, kata Bang Iconk. Kami hanya menyalami dan membiarkan Bang Iconk menemui tamu-tamunya dulu. Toh, baru kami berdua. Kami bisa menyapanya lagi bareng yang lain nanti.
"Sayang ini nakal, deh. Masa' tadi yang disalamin cuma pengantin prianya aja, yang perempuannya enggak," tiba-tiba Oppa berbisik padaku sambil nyengir. Menyadarkan akan kekhilafan yang barusan kulakukan. 
Aku menepuk dahi. "Duh, khilaf, Yang. Tadinya malah nggak pingin ganggu dia ngobrol sama tamunya. Nanti deh, pasti kusalamin." aku merasa bersalah. Oppa, terima kasih sudah (selalu) mengingatkan. :*
Pihak keluarga menyilakan kami untuk duduk dan menghidangkan makanan. Selagi menunggu, aku memerhatikan aneka penganan yang disediakan di atas meja. Pernah beberapa kali menemukan jenis makanan serupa pada beberapa acara lain, rata-rata jenis makanan tradisional yang biasa dibuat sendiri, tapi sama sekali nggak pernah terlintas di pikiranku untuk mencicipinya (jeongmal mianhae, murni masalah perbedaan selera saja. :Dv). Oppa juga sama, tapi dengan pede dia bilang mengenal beberapa jenis makanan, dan memaksaku untuk mencobanya. Sejenis jajanan berwarna hijau bertekstur lengket yang baru kutahu namanya 'Wajik Ketan' itu rasanya lumayan, nggak buruk-buruk juga. Manis sih, tapi tetap saja aneh di lidah(ku). :P

Bang Iconk yang usai beramah-tamah dengan para tamu terdahulu(?)-nya menghampiriku dan Oppa yang tengah menikmati makan malam. Kami saling bertukar kabar. Aku memberitahu tentang ke-tidaktahuan-ku akan nama aslinya 'Faisol' dan baru ngeh saat melihatnya mengenakan busana pengantin pria saat itu. Bang Iconk tertawa. Pura-pura merajuk karena sejak pertama kali kenal hingga sekarang, aku memang selalu memanggilnya dengan sebutan demikian tanpa tahu siapa nama aslinya. Yang penting kan, kita satu keluarga, merah. \m/

Topik berganti pada kami. Bang Iconk bertanya kapan kami kan menyusulnya. Gilirian kami membawa hubungan ini ke pelaminan. Bergurau dengan Oppa agar segera menikahiku, supaya aku nggak nobar sendirian lagi, dan bisa hadir di nobar dini hari yang nggak pernah kudapatkan ijinnya dari Ibuk. Ia setulusnya mendoakan kelangsungan hubungan kami ke arah yang lebih menjanjikan. Thanks a lot, Dude! :')

Rombongan KM mulai berdatangan saat aku dan Oppa sudah menghabiskan makan malam kami. Seperti dugaanku, mereka memang janjian datang bersama (ah, aku tersisih gara-gara BBM). Aku dan Oppa bermaksud untuk bergabung, tapi karena anggota yang belum dapat makan malam cukup banyak, akhirnya kami putuskan menepi saja. Duduk nggak jauh dari tempat para member KM berkumpul. Ramai sekali. Bang Pur bahkan sempat 'numpang-mengadakan-rapat-darurat' sekalian, mumpung banyak yang kumpul. Tentang rencana lawatan Kopites Jombang kemari, dan agenda nobar minggu depan. Hahaha...

Usai semua beres, semuanya sepakat untuk bersama-sama naik ke atas kuade, berfoto ala Kopites Mojokerto (kali ini tanpa jersey). Berdesak-desakan. Aku cuma was-was kalau kuade-nya nggak cukup kuat menampung kami semua sekaligus. Ada juga yang akhirnya terpaksa berpose di bawah karena nggak kebagian tempat. Oppachagi? Tertawa-tawa geli melihat tingkah norak kami dari bangku penonton, ia langsung menolak bergabung saat kuajak.
with KM family, minus Oppachagiya.
Happy Wedding, dear Bang 'Iconk' Faisol-nya Kopites Mojokerto! Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, aamiiin... Makasih juga untuk doa "sampeyan juga ndang cepet nyusul"-nya, ya. Saya dan pasangan aminin banget juga, loh! ;) #YNWA #KGMD #KonGakKondanganDewean

Senin, 18 Agustus 2014

The REDS Day

Uri magically oppa, yang tanggal lahirnya sangat ketjeh, hingga diabadikan menjadi sebaris tato di bagian tubuhnya: 18-8-1988. Semoga tetap jadi yang terbaik dan makin menginspirasi. :*
  • DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI, SELAMAT HUT KE-69 INDONESIAKU... :')
I am a Japanese and Korean lover, but I do love my own country too, Indonesia. *tsaaah*

Kemarin 17 Agustus-an, jatuh pada Hari Minggu pas di jadwal piket kantorku. Makanya jadi libur, deh. Hehehehe... Tapi jangankan bangun pagi untuk upacara, aku baru benar-benar melek nggak kurang dari jam delapan! Sepulang Ibuk dari upacara di kabupaten, Ibuk menemukan Ume-chan dengan pengguni lengkapnya masih tergolek di tempat tidur! *guyur aerr* 

Yang namanya mata sungguh nggak mau terbuka. Sadar betul Minggu adalah harinya gegoleran hore di rumah. Jadi halal-halal saja aku masih berpelukan mesra dengan Yuu-chan karena hawa pagi kemarin memang cenderung lebih dingin ketimbang biasanya. Lari pagi? Itu nama makanan kah? *sawat sepatu*

Apa boleh buat, malam minggu lalu kami serumah tidur sangat larut. Selain ada acara tasyakuran dalam rangka menyambut peringatan hari kemerdekaan, yang paling membuat susah tidur adalah ingar-bingar stereo yang disetel bapak-bapak di luar sana selepas tasyakuran berakhir. Beranggapan parsipasi warga dalam acara 'karaoke bersama' yang diadakan tiba-tiba itu bisa dimaklumi untuk sama dengan melestarikan semangat 45(?). 

Ya apalah itu, karena yang nyatanya terdengar bukan hanya suara dari sebuah speaker besar, tapi lebih banyak lagi! Dengan bunyi-bunyian yang saling tumpang tindih, membuat kepalaku mendadak pusing. :( Lagu-lagunya nggak jelas. Campur aduk jadi satu. Sebelah utara tembang kenangan. Lalu samar oleh suara anak-anak kecil yang menyanyikan lagu Bang Toyib. *euhhh*

Bagaimana acara tasyakuran 17 Agustus-an di tempatmu? :D
  • CONGRATULATIONS, REDS! 
(2) Liverpool vs Southampton (1)

What a match! Kali ini nggak disiarkan di TV lokal, maka dari minggu sebelumnya sudah kujadwalkan harus nobar. Oppa dan aku sepakat untuk berangkat tepat waktu, alih-alih terlambat seperti friendly match sebelumnya. Tapi tetap saja kami baru muncul pada menit kesepuluh. Kafe Bang Ucup sudah dipenuhi merah-merah yang tampak bersemangat.

Pertandingan yang dihelat di Anfield berakhir dengan kemenangan kandang tuan rumah Liverpool. Hasil yang amat sangat harus kami, para Kopites, syukuri. Sungguh pertandingan yang menarik, Southampton memberikan perlawanan yang begitu seru dan hampir-hampir mencuri nafas kami. Gol kedua Liverpool sekaligus memastikan empat peringkat teratas papan klasemen EPL sementara. :')

Aku dan Oppa pulang begitu pertandingan usai. Membawa serta sepasang jersey baru kami yang akhirnya tiba (Walau nggak terlalu sesuai pesanan, sih. Karena ukuran kami S-S, tapi aku dapatnya L. :| hiks). Tapi tetap harus disyukuri, ini merupakan pakaian couple kami yang pertama. Oppa pun sepertinya cukup menyukainya. Alhamdulillah...
tweet pas habis nobar Liverpool vs Dortmund :D

Minggu, 27 April 2014

a ZER(0)

Gomen kudasai...

For tonight, please let me hate you once, dear Mario Teguh, Sir. Only for the rest of this poorly night, just let it be somehow... :'(

'Cause tonight i'm having so much terrible feeling. My Liverpool got its first lose after 11 wins in home against Chelsea. 0-2 for God's sake!
And it was almost half to eleven when I arrived home. My mum got very angry to me, 'cause it was very late from my night-hour. How pity... >_<

I believe those suck'in sms was inspirited from MTGW this night, yang tayang tepat saat aku berpamitan keluar untuk nobar. Ibuku bilang, "Nggak usah nunggu sampe terakhir, kalau sekiranya sudah kelihatan mau kalah atau menang, cepet pulang!" What the hell was that?! There was no way i would do that. -_-

Tapi sekalipun diancam ini akan menjadi kali terakhir aku nobar di atas jam malam(hell), aku tidak yakin akan memenuhi ancaman itu. Hell No! Final BPL hanya tinggal beberapa laga lagi. Mana mungkin aku melewatkannya, kan? :(

Jujur, aku sudah menaruh harapan besar untuk kemenangan The Reds malam ini menjamu pasukan The Blues di Anfield. Laga kandang dengan hampir 90% suporter yang hadir memenuhi stadion berkostum merah, dengan sepenuh hati siap mendukung kesebelasan tuan rumah.

Di mana salahnya? Sejak awal ball position menunjukkan betapa Liverpool menguasai pertandingan. 75%-25%, bayangkan! Sayang sekali, sejumlah shoots ke gawang Chelsea belum mampu mencetakkan angka untuk menambah total poin pada papan klasemen, yang akan mengukuhkan The Reds di puncak.

Memang harus kuakui, pertandingan malam ini benar-benar menguras emosi, dalam beberapa arti: marah, kesal, kecewa, penuh harap, deg-degan, sudah pasti mewarnai jalannya pertandingan, apalagi dilihat dari sudut pandang penonton, lebih-lebih aku sendiri sebagai pendukung Liverpool yang menonton live dari markas nobar kami.

Ya, malam ini aku nobar bersama rekan-rekan Kopites Mojokerto di markas kami seperti biasa. Yang membedakan, kawan-kawan Blue Troops Mojokerto juga hadir memenuhi undangan nobar Kopites Mojokerto. Serunya ada di tengah-tengah dua kubu pendukung dengan dua warna berbeda ini, saling adu chants.

Babak pertama ditutup oleh gol yang dilesakkan ke gawang Mignolet oleh BA dari skuat Chelsea. Sangat disayangkan, tapi gol itu memang benar demikian. Barangkali ini sekaligus instropeksi, pertahanan Liverpool seharusnya tidak dibebankan pada peranan Simon Mignolet sebagai kiper saja. Terlihat Steven Gerrard, sang kapten, berulang kali menampakkan ekspresi kecewa saat lini belakangnya dibobol musuh.

Gol kedua The Blues terjadi bahkan pada menit-menit terakhir menjelang peluit panjang dibunyikan. Seharusnya kan itu giliran Liverpool yang mengerahkan sekuat tenaga membalikkan keadaan, minimal draw lah. Tapi apa?! Begitu babak kedua, semua pemain Chelsea mendadak jadi hobi berkerumun di depan gawang mereka. Parkir bus! Meminjam istilah Brendan Rogers. Bah, biru-biru itu jadi luar biasa kampretnya! Serius! Mereka sudah mengoleksi 3 buah kartu kuning untuk masing-masing pelanggaran terhadap The Reds, tapi yah, kami memang belum beruntung saja tadi. :(

0-2 sama sekali bukan hasil yang baik. Liverpool kehilangan kesempatan untuk meraih 3 point-nya demi menjauhkan kompetitor dari perebutan kursi juara BPL. Kini Chelsea yang memiliki 3 poin itu hanya terpaut 2 angka saja dari Liverpool yang alhamdulillah, masih bertahan di posisi pertama klasemen. Itupun sifatnya juga sementara...

Masih ada beberapa laga tersisa, yang sama sekali tidak bisa diremehkan. Salah perhitungan sedikit saja, bisa-bisa kebalikanlah yang terjadi. Sisa waktunya tidak banyak, lads! Bertahanlah! You guys know that you'll never walk alone. #MakeUsDream

Senin, 17 Maret 2014

#happym0nd3y

Happy Monday!
Jarang-jarang kan Senin bisa se-membahagiakan ini? Dan apalagi yang bisa membuatnya demikian menyenangkan kalau bukan karena hasil pertandingan Liverpool menyambangi kandang Manchester United semalam berakhir begitu manis? 0-3 untuk tim tuan rumah! Demi Moyes! Apa saja yang kesebelasan Setan Merah lakukan? Ayolah, MU yang dulu jauh lebih baik dari ini.

Ini laga yang begitu dinantikan baik oleh Kopites/Liverpudlian atau para Mancunian sebagai tuan rumah Old Trafford. Tidak mengherankan mengingat reputasi kedua tim besar Liga Inggris tersebut yang sudah terkenal sebagai rival sepanjang masa. Apalagi keduanya mengusung warna bendera yang sama: MERAH. The Red Devils vs The Reds. Warna yang penuh semangat dan ambisi untuk jadi yang terbaik dari yang lain.

Jadwal laga ini sudah muncul sejak awal tahun, aku sendiri sudah ketar-ketir menyusun jadwal nobar. Entah bagaimana caranya, pokoknya wajib lihat live! >_< And thanks God, bigmatch ini kickoff pukul 08:30pm, tidak ada alasan bagiku untuk tidak menghadiri nobar yang diundang langsung oleh United Mojokerto. Ya, mereka berbaik hati mempersilakan Kopites Mojokerto untuk duduk bersama menyaksikan pertandingan tersebut langsung dari markas nobar mereka yang bertempat di 162 Chit-Chat Cafe.

Warna merah segera membanjiri ruangan nobar yang berasal dari kedua kubu. Mengantisipasi hal ini aku sengaja mengenakan jersey berbeda, kombinasi warna hitam-putih-ungu. Yup, seragam ketiga Liverpool. ^^ Ingin sekali menyamakan seragam tandang yang dipakai The Reds, tapi apa daya aku tidak memiliki kostum putih-hitam-bercorak merah itu. Susah sekali menemukannya. :'(

Pertandingan berlangsung sengit. Masing-masing fans pun berlomba meneriakkan chants dan yell-yell pengobar semangat. Keduanya sama-sama total dalam mendukung kesebelasannya masing-masing. Tapi malang tak dapat dicegah, MU terpaksa menyerah 0-3 meladeni Liverpool yang memperoleh 3 points, yang ketiga golnya berupa eksekusi sempurna dari penalti.

Well, sudah bukan rahasia lagi bahwa Manchester United dan Liverpool adalah rival abadi, pun fans mereka terhadap masing-masing yang lain. Sebagai seorang Kopite, kupikir dalam suatu pertandingan adalah keharusan yang mutlak, apalagi melawan sesosok rival, yang kebanyakan turut membawa-bawa nama baik dan harga diri.

Beruntung, ini kemenangan yang kami, kopites, yakini akan benar-benar teraih. Mengingat pada beberapa laga terakhir Liverpool selalu tampil prima lagi sempurna, sungguh berbeda dengan MU yang harus menelan kekalahan pahit bahkan dari tim berskala medioker sekalipun. Menganggap remeh lawan memang bisa sangat fatal akibatnya.

Tapi tetap, pertandingan yang cantik dan menarik adalah yang terbaik menurutku, dan malam ini The Reds-ku menyuguhkan itu. Terbukti dengan 3 hadiah penalti dari wasit atas pelanggaran yang dilakukan oleh kesebelasan MU terhadap pemain Liverpool. Fans MU yang benar-benar menyaksikan dengan sepenuh hati harusnya bisa menerima dengan lapang dada bahwa timnya tidak bermain dengan baik selama menjamu Liverpool di markas mereka.

At last, that was a great night, great match, and so great score as the result. Congratulations, my Reds. Hope this is a start for us keep believing that we can win this championship. BPL is no wonder Liverpool's. #YNWA