Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2016

GMT 2016

Topik hangat kemarin tentang GMT masih ramai dibicarakan khalayak hingga hari ini. Ya, Hari Rabuari, 9 Maret 2016 lalu adalah harinya gerhana yang turut diperingati oleh dunia. Gerhana Matahari Total merupakan fenomena alam langka yang uniknya tepat pada periode kali ini hanya terjadi di Indonesia, melintasi sejumlah provinsi yang tepat berada di garis khatulistiwa saja. Berbondong-bondong turis asing bahkan sengaja datang demi berburu menyaksikan langsung gejala alam GMT yang baru-baru ini ramai disebut 'wisata gerhana'.

Sayangnya dari tempatku (perumahan kecil di tengah kota kecil Mojokerto) GMT nggak bisa disaksikan. Karena ya, selain bukan kawasan khatulistiwa, Mojokerto kurang area terbuka (pantai misalnya). Sarana untuk mengamati langit pun nggak ada. Ya apa boleh buat. Disyukuri saja dengan melaksanakan sholat gerhana berjamaah di masjid setempat lalu menikmati GMT dari layar kaca yang luckily menyiarkan fenomena alam menakjubkan tersebut secara live.

Banyak yang kecele sih, berharap bisa menyaksikan langsung GMT dari rumah masing-masing. Naif sekali. Mbok ya sadar, kebagian aura 'mendung'nya sedikit-sedikit saja sudah bagus, di luar negeri malah nggak ngefek sama sekali, loh. :D Hal sama berlaku untuk turis-turis asing tersebut yang rela jauh-jauh bertandang ke Indonesia demi menonton fenomena alam langka yang berlangsung nggak lebih dari 20 menit dengan mata kepala sendiri. *salut*

Here's the doogle
Seantero dunia seolah berlomba memberitakan fenomena hari ini, nggak terkecuali Google. Kemarin pas iseng-iseng mau buka blog via Chrome ponsel, aku mendapati doodle Google yang bertemakan GMT. It's cute. Apalagi serupa .gif yang bisa di-play. Surprising me! Aku sendiri baru tahu bahwa Chrome-nya Lollipop bisa memutar doodle Google yang memang sering berganti secara berkala mengikuti kejadian pada hari tersebut. Semisal dua hari lalu doodle Google seolah turut merayakan #InternationalWomanDay.

Its kinda interesting. Benar-benar menarik perhatian pengguna Google yang suka dengan remeh-temeh sepertiku ini. Selain ada konten tersendiri tentang tema terkait--yang pastinya penuh informasi--, doodle ini bisa difungsikan untuk promosi dengan menggaet makin banyak pengguna internet untuk mengakses www.google.com. Ya pokoknya lucu dan kini (entah sejak kapan) bisa dijalankan via Chrome di Akaharu. Asyik, kan? Jadi makin rajin nge-blog, deh. :3

Pembahasan menarik lain yaitu tentang mitos-mitos berkaitan dengan GMT yang sering dihubung-hubungkan dengan Bhatara Kala (raksasa pemakan matahari, dipercaya pembawa petaka). Dahulu masyarakat primitif percaya bahwa fenomena gerhana adalah saat di mana matahari/bulan lenyap 'dimakan' oleh Sang Bathara Kala. Ketakutan dalam kegelapan yang mendadak mendadak menyelimuti cakrawala, masyarakat bersembunyi tidak selangkah pun keluar dari rumah, beberapa membuat bunyi-bunyian bising dengan harapan dapat mengusir raksasa, menghalaunya memakan benda langit.

Dahulu fenomena gerhana--terutama gerhana matahari--memang amat ditakuti. Selain masih terikat dongeng, mitos, faktanya melihat/'bersentuhan' langsung dengan matahari saat gerhana memang berbahaya. Selain menyebabkan kebutaan bila dilihat dengan mata telanjang, radiasi sinar UV yang memancar dapat merusak kulit manusia. Jadi sebaiknya bila nggak ada urusan mendesak lebih baik berdiam diri di rumah, untuk sementara nggak keluar dulu.

Selanjutnya ada pula tradisi ngliwet, ibu hamil/keluarga mengadakan liwetan (syukuran) di hari terjadinya gerhana matahari, dengan tujuan agar ibu dan bayi selamat, dijauhkan dari marabahaya hingga saat kelahiran. Pihak lain menyebutkan ngliwet sebagai bentuk dari sedekah.

Me? Of course, I(we) didn't do that thing. Nggak apa-apa, hanya bukan tipikal yang akan melaksakan ritual 'kejawen' semacam itu. Bukan meremehkan ya, ini murni hanya tentang prinsip dan sudut pandang. Dan yang kupegang teguh adalah amalan-amalan yang pernah Rasullullah lakukan, lain enggak. Acara tingkepan kemarin kan pihak mertua yang mengadakan, not me personaly. :P Mamak juga sempat berpesan untuk melakukan 'sesuatu' terhadap janin dalam kandunganku bertepatan gerhana tiba, well I did. Aku mengajak Aris untuk berdoa dengan niat kepada Allah Ta'ala semata, dan bukan yang lain. Mengenai syukuran/sedekah? Ya kan nggak harus sengaja dikait-kaitkan dengan gerhana. Sedekah tanda bukti syukur kita bisa dilakukan kapan saja meski nggak ada gerhana. Bukan begitu bukan?

Bagaimana dengan semangat GMT kalian? Ciao bella~~

*)original draft on March 9th yang baru diposting hari ini

Sabtu, 13 Februari 2016

RAT KSJJ Tahun Buku 2015

Otsukaresama deshitaa~~

Today is almost done. Left me exhausted and starved. Before I start about today, I'll tell you about some couple times ago.

I was about the Lady-Boss who wanted us to held RAT a.s.a.p before 2015 ended. Hello?! Was it possible? With tons of mess happened? Then inspired by BMT that will hold RAT on February 2016, uri Boss told us to prepared everything so that we could have RAT in these days.

Finally, because BMT's RAT will be held on February 20th, the only options we had: before or after that date (on Saturday only). And voila! The result is today. The reason was a.s.a.p much better, while we still have some scheadules to do, so it was okay to made it first than BMT.

The preparation was going a bit wrong. Unfortunately it wasn't easy doing all these stuffs without uri leader yet Bigboss was completely incapable to take his place and act like him, I can tell. So the coordination wasn't work too good while me personaly got some crushes with partners. Ohh, dear. It was so complicated. :(

I must took much effort--in the name on loyalty--for this yearly event. I said it was extremely not easy but I did it. We made it. In the very sort time of preparation, awful coordination, crushes, here was our 'early' RAT. Yes, this is the very first time we held RAT on February, not March as before. It said we were the 14th that held RAT in East Java. *plokplokplok* Can't tell it was the best actions of us, but it was the best we could do for now. :')

Well, our gain wasn't a cure for what I had this morning. Yes. Another early mess have came up. The trouble maker be the only one I blamed. She ruined everythings I planned by her dumby-ass act. Ugghhh... I really don't want to have a daughter like her. *naudzubillah*

I was the (un)lucky number one who arrived at the venue of RAT. No one was there. I was alone. Sad. Hungry. Angry. Ever knew the one who said a thing but then just break it by themselves? I knew some names. There were still many things to do, but the men haven't come yet. The women did. I did. Got tired and sleepy while the show was too long to begin. >_<

Ohh, dear. The sleepy is coming again. I get to go. To bed.❤

Selasa, 26 Januari 2016

Over the 'Rain Camp'

Before I start to type, please excuse me for crying a moment. *nangis darah* ಥ_ಥ Pasalnya salah satu kelemahanku: galau judul, membuatku--barusan--tanpa sengaja men-delete postingan berharga yang susah payah ku-update kemarin. Allahu Akbar!! ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ (ಥ﹏ಥ)

Ya meski materinya nggak penting-penting amat bagi orang lain, but it was a treasure for me~ (ಥ_ಥ) dan sekarang mau nggak mau topik yang kemarin sekalian diulang saja, mumpung cukup nyambung. *maksa*
Uri Aka-chan sudah genap 5 bulan. 
Jadi jadii~~ Senin kemarin, 25 Januari 2016, menurut perhitungan kalender kehamilan Aka-chan sudah genap 20 weeks atau 5 bulan. Nggak terasa, ya? Baru saja belajar tata cara pakai testpack yang benar dan memastikan hasilnya, usia kehamilanku sekarang sudah 5 bulan, jalan 6 bulan. Sudah ada di pertengahan trimester kedua yang akan segera berakhir 4 minggu lagi.

The bumils and the team of puskesmas
Hari ini adalah hari terakhir kelas TPG di puskesmas, sekaligus penutupan kegiatan tahunan tersebut. Nggak terasa 20 hari berlalu dengan begitu cepat dan kami harus menyudahi pertemuan serta pertemanan kami. Sudah diberitahukan sejak Hari Sabtu, dan kemarin kembali diingatkan agar para bumil peserta hadir di acara penutupan.

Aku pun meski sudah berniat, tapi tetap saja tiba di kelas hampir jam setengah sepuluh. Untung belum mulai. :P Nggak banyak materi yang disampaikan oleh Bu Indah di hari terakhir ini. Selain mengenai masalah/kesulitan yang mungkin dialami ibu pasca bersalin dan menyusui, kami mengulang beberapa materi lalu dan melakukan tanya jawab serta sharing pengalaman.

Pukul 10 lewat kelas usai. Kami meminum 'jatah' susu terakhir kami sambil menunggu para bidan yang lain. Katanya akan ada sesi foto dan pemberian cinderamata dari puskesmas kepada para bumil peserta. What a great! Kami juga nggak perlu 'berebut' karena pada masing-masing bingkisan sudah tertera nama. Kata Bu Yekti, kado disesuaikan dengan absen dan keaktifan para bumil. :D Aku kan termasuk yang rajin hadir.

Alhamdulillah, memang banyak yang datang. Yang biasanya jarang ikut kelas atau kebetulan beberapa hari lalu kesehatannya sempat drop, hari ini sukses menghadiri kelas sampai selesai. Sekali lagi kami bertukar kontak (bagi yang belum), bersalaman, dan mendoakan yang terbaik bagi kami dan janin masing-masing berikut persalinan yang Dimudahkan. Aamiiin...

Kebetulan usia kehamilan teman-teman bumil berurutan. Dari HPL Maret sampai yang terakhir Agustus. Sampai jumpa saat kontrol bulanan, atau mungkin pasca bersalin sembari menggendong baby masing-masing. Hihihi...

Suasana di kelas
Gambar di samping menggambarkan suasana kelas TPG kami. Kebetulan foto-foto tersebut diambil ketika kami mengikuti sesi senam hamil (untuk bumil usia kandungan mulai dari 4 bulan) dan makan bersama (padahal nggak ikut makan). Di buku KIA memang sudah tercantum panduan senam hamil yang bisa dilakukan sendiri di rumah. Tapi bagaimanapun praktik langsung jauh lebih baik daripada hanya sekadar teori, bukan? 

Sebenarnya banyak sekali momen-momen berharga yang sayangnya nggak sempat terabadikan. Di antaranya kami pernah melakukan uji yodium pada garam dapur yang kami konsumsi sehari-hari di rumah, praktik menyusui dan menggedong bayi, sampai sesi makan bersama dengan menu makanan sehat berbahan yang pernah dibahas sebelumnya sebagai materi (nuget kelor). Worth lah, pokoknya. 

Hadiah Aka-chan dari Bu Bidan
Seperti biasa, begitu kaluar dari ruang kelas untuk pulang--dengan kresek makanan ditambah kado berwarna mencolok--kami pasti menjadi bahan tontonan dan bisik-bisik para pengunjung puskesmas. Pada awalnya memang malu dan risih, tapi lama-kelamaan wes biyasah. Toh, ini memang hak kami. Dan ini hari terakhir. Alhamdulillah...

Aku sengaja meninggalkan bingkisannya di rumah. Menunda membukanya untuk menambah penasaran, sekalian menunggu Ayah Anto untuk menunjukkan dan membukanya bersama. Karena kemasannya yang empuk, kukira itu memang semacam kain, entah itu daster(?) ibu, kerudung (sudah pasti aku penerimanya, kan), selimut/handuk bayi, atau pakaian. Tebakan terakhir ternyata benar. Kak Anto senang sekali saat merobek kertas pembungkus kado sembari mengeluarkan selusin pakaian bayi dari dalamnya. Iya, ½ lusin baju dan ½ lusin celana beraneka warna. Barakallah... Rezeki anak sholeh/sholehah.

Teman-teman Aka-chan yang lain dapat apa saja, ya? (^_−)☆

Senin, 26 Oktober 2015

Audio Book Massal untuk Difabel Netra

The volunteers
Jelang Sumpah Pemuda 28 Oktober lusa nanti, aktivis @BrailleJogja menggelar event membaca dan merekam cerpen untuk kemudian dibuat Audio Book, atas dasar kepedulian terhadap muda-mudi penyandang difabel netra Indonesia. Info mengenai event ini kudapat dari seorang kawan alumni #KampusFiksi13 yang sudah 'punya nama' dan terkenal getol sekali dalam kegiatan sukarelawan (a.k.a nomor urut 21 ^^). Segera saja via sms kudaftarkan namaku--Ricchan Auliya (urutan 34)--meski awalnya agak-agak nggak yakin. Tapi tetap bismillah, lah...

Alhamdulillah, nggak lama dapat sms konfirmasi tentang keikutsertaanku. Been registered. Senang, exited, campur deg-degan, pasalnya ini kali pertama aku berkontribusi dalam kegiatan sosial semacam ini. Betapa tugas negara yang nggak main-main. Kudu fokus dan penuh tanggung jawab, apalagi urusannya dengan banyak pihak lain.

Cerpen yang rencananya akan kubawakan nanti berjudul "Langgam Urbana" karya Beni Setia yang sebelumnya pernah diterbitkan oleh Kompas. Berkategori umum, cerpen ini panjangnya sekitar 4 halaman kertas A4 dengan durasi baca kira-kira 16 menitan. Sejujurnya pengin sekali membacakan cerpen-cerpen legend karya Seno Gumiar Ajidarma seperti "Sepotong Senja untuk Pacarku" atau "Rembulan dalam Cappuccino", namun sayang karena tanggal 25 kemarin baru dapat kabar dan cek email, aku sudah tertinggal jauh oleh relawan-relawan lain yang sudah mulai pilih-pilih judul sejak tanggal 23 Oktober lalu, belum lagi yang juga hadir di Technical Meeting langsung di Jogja, Hari Minggu kemarin. Barak'an gitu... Siapa cepat dia yang dapat (cerpen favorit). Ow, syit! ╥﹏╥

Pas buka website, lihat-lihat daftar cerpen, pikirku, "Wah, asyik, nih. Sudah disediakan, tinggal pilih, nggak perlu browsing sendiri." Eh, ternyata... Di-klik-klik sedemikianpun percuma; "sudah terpilih", begitu keterangannya. Tersisa hanya beberapa saja--memang bukan keinginan--tapi masih mending lah, dibanding harus membacakan cerpen genre anak-anak, aku kurang pede. Maka terpilihlah "Langgam Urbana" ini. *plokplokplok*

Selain buah karya Beni dan Seno, juga ada "Antara Kau dan Aku"-nya Tere Liye, pun cerpen-cerpen lain hasil tangan para penulis kawakan, sebutlah Agus Noor, Puthut EA, Arswendo Atmowiloto, dan masih banyak lagi (yang aku nggak tahu) turut meramaikan event sosial ini dengan karya-karya abadi mereka. Di antaranya kebanyakan adalah cerpen sastra, terlihat sekali dari nama-nama penulisnya. Mungkin cerpen yang 'lebih ringan' masuk dalam kategori anak-anak.

Deadline pengumpulan hasil rekaman maksimal besok malam, sementara aku baru saja mendapatkan naskahnya sore ini. Dasar DL-er! My bad... (×_×;)

Well, doakan supaya aku sukses dengan misi amal ini, ya! Insyaa Allah, hasilnya akan kuposting di sini juga. Segera. Bismillah~~ gambarimasu~

Minggu, 18 Oktober 2015

The Royal Wedding of RD

Serba-serbi pernikahan mas sepupu tersayang, Dizar Al Farizi dengan Rizky Ayu Nataria El Chidtian (keren ih, namanya).
Like a king and queen
Khusus momen sekali seumur hidup ini saya menggunakan istilah 'Royal Groom & Bride' dan 'Royal Wedding', kenapa? Oke, sebutlah saya ndeso, katrok, udik--whatever--tapi menurut saya pribadi, this two's Wedding Party/Celebration was the most awesome one that I've ever attended in my whole life. Seriously. Much much better that ours of course. *nangis pasrah*

Dibuka dengan lamaran mewah di rumah calon mempelai wanita pada 9 Agustus 2015. Kala itu orang-orang yang hadir (termasuk saya dan keluarga) pasti sudah bisa membayangkan seluar-biasa apa pernikahan mereka kelak jika lamarannya saja sudah wow begitu. Berbagai macam detil persiapan terus dilakukan sebaik mungkin sampai hari-H. Ibuk sebagai tim sukses calon mempelai pria tak kalah repot dan harap-harap-cemas, membantu Bude Ida mem-fix-kan semuanya agar senantiasa berjalan sesuai harapan.
Syukuran tumpeng, siraman, dan akad nikah
Prosesi siraman, pengajian dan 'tumpengan' dilaksanakan tanggal 2 Oktober, disusul akad nikah pada 3 Oktober keesokan paginya, masih di kediaman Mbak Ria. Proses ijab-kabul berlangsung hikmad dan tertutup. Namun pesta belum usai. Minggu, 4 Oktober 2015--bertempat di hallroom hotel J.W. Marriot Surabaya--resepsi pernikahan mereka dihelat mewah dan indah, tepat tiga minggu lalu. Saking megahnya, sampai hari ini beberapa orang seperti tak bisa bosan membicarakannya. *lha ini saya juga*
Mida, Liya, dan Ladia

Prosesi Unduh Mantu--termasuk dalam rangkaian agenda pernikahan--diadakan minggu lalu di kediaman mempelai pria di Mojokerto. Kebetulan saya dimintai tolong menjadi terima tamu, bertiga Mida dan Ladia. Duh, bersolek lagi. *kesenengan* Terima kasih sudah diperkenankan menjadi bagian dalam kebahagiaan kalian--termasuk sebagai tamu khusus saat resepsi--pun mohon maaf kalau-kalau ada kekurangan selama saya bertugas kemarin.
we❤

Beruntung sekali saya(kami) berkesempatan hadir dan berkontribusi di acara megah nan membahagiakan ini. Setelah absen di akad nikah (karena hanya keluarga inti dan para sesepuh saja yang hadir) resepsi superb pengantin baru ini sangat sayang untuk dilewatkan. Semuanya ingin datang, siapa tidak?

Digelar di hotel kenamaan di Surabaya yang dikenal tidak murah. Pesta berlangsung selepas maghrib hingga sekitar pukul 10 malam dengan persiapan yang sudah dimulai bahkan sejak ba'da dzuhur, baik itu riasan dan busana yang akan dikenakan (keluarga), serta semua pihak yang berperan dalam ceremony dan mengisi acara--termasuk kru penyanyi dan penari yang akan perform.

Gerbang menuju venue terbuat dari bunga-bunga yang dirangkai. Sebelum melangkahi gerbang bunga ini para tamu akan berpapasan dengan air mancur yang di puncaknya terdapat patung es berinisial R&D. Setelah mengisi daftar tamu dan menyerahkan kado/bingkisan untuk mempelai, para tamu akan diberi dua lembar kartu: satu untuk mengambil souvenir, dan satu lagi digunakan untuk berfoto di photoboth yang telah disediakan.

Para among tamu berdiri berjajar di sepanjang jalan masuk menuju pelaminan dan meja-meja prasmanan. Sebagian tamu berbaris mengantre untuk menyalami mempelai sebelum kemudian menikmati hidangan, sementara sebagian yang lain lebih memilih mencicipi beragam jenis masakan yang terhidang sambil menunggu antrean untuk menyapa mempelai. Pada Royal Wedding ini pun terdapat beberapa tamu undangan VIP yang tentu saja didominasi oleh orang-orang penting nan berkelas, mengingat kedua mempelai aktif di dunia hukum, bahkan Mas Dizar tergabung dalam Komisi Yudisial Surabaya yang tidak jarang muncul sebagai narasumber di media cetak dan elektronik. *plokplokplok*

Resepsi dimulai dengan tarian tradisional oleh sekumpulan anak-anak berkostum Anoman (entah bagaimana filosofinya, saya tidak menyaksilan langsung), dilanjutkan dengan sesi foto keluarga, sebelum tamu-tamu undangan dipersilakan memasuki hallroom.

Tepat di tengah-tengah ruangan terdapat alat berat untuk mengambil gambar (seperti yang dipakai shooting film. :3) dan mendokumentasikan acara. Karena luasnya ruangan dan keterbatasan jarak penglihatan, di dekat kursi-kursi tamu disediakan layar besar agar semua yang hadir dapat mengikuti jalannya acara. Melalui layar itu juga, 2x diputar short-movie perjalanan hubungan Mas Dizar dan Mbak Ria mulai dari perkenalan hingga mengikat janji suci pernikahan. It was so sweet and touching. :)

Dishes
Hidangan untuk para undangan disediakan sedemikian apik oleh koki-koki restoran berbintang ala hotel JW. Marriot. Mulai dari masakan tradisional Indonesia, sebutlah: kambing guling, bistik lidah, bakso, hingga kuliner mancanegara seperti aneka pasta, fillet ikan, dan olahan tahu Jepang. Lengkap dari hidangan pembuka semacam Zuppa Soup dan aneka pastry lalu disempurnakan oleh dessert yang nikmat berupa es krim dengan aneka topping menggiurkan, soft cakes, serta tak ketinggalan sop buah. *glek* Bayangkan saja jika kalian ingin mencicipi semuanya sekaligus. Saya? Jelas mencoba lebih dari banyak jenis makanan meski tidak semuanya muat masuk dalam perut.

Kenyang berpindah dari satu meja prasmanan ke meja lain--menjajal makanan yang belum pernah kami makan sebelumnya--, puas mengabadikan riasan cantik kami, saya dan beberapa sepupu mulai mengantre untuk berfoto di photoboth yang terletak tepat si samping pintu masuk utama. Beruntung saya bisa berfoto 2x; berdua suami lalu sekeluarga empat orang. Exited sekali menunggu hasilnya selesai dicetak.
Di penghujung acara--seperti di banyak pernikahan mewah lain--dilakukan lempar buket oleh mempelai dari atas pelaminan. Begitu MC mengumumkan, segera saja para *maaf* jojoba (jomblo-jomblo bahagia) berdesakan di depan panggung, menjajal peruntungan untuk mendapatkan buket bunga tsb. Konon, bagi yang berhasil menangkap buket--segera setelah dilemparkan ke udara--akan segera mendapat jodoh dan secepatnya menyusul menikah. Tentu tidak untuk diimani, ini hanya secuil bagian untuk berbagi kesenangan saja.

Tidak ingat pasti kapan pestanya benar-benar usai, saya dan rombongan hanya tinggal sampai saat mempelai berdua turun panggung dan menari sukacita bersama tamu-tamu mengikuti irama mengentak bernuansa islami-timur tengah oleh grup musik yang terus bermain selama acara berlangsung.
Eomma dan
seorang kru musik
Every single thing was so awesome.

Biar saya beritahu rahasia pada kalian--Mas Dizar dan Mbak Ria--sebagaimana yang sudah saya sebut di atas, pernikahan kalian adalah pesta pernikahan terindah dan terbaik yang pernah kami datangi. Mohon maklum, adik sepupu kalian ini hanyalah rakyat jelata yang jarang sekali menghadiri pesta-pesta spektakuler semacam milik kalian. ;)

Semuanya sempurna. Ya, jika dilihat dari acara lamaran, akad nikah, hingga resepsi--berikut segala persiapan dan prosesi adat yang menyertai--semuanya begitu detil lagi rapi. Saya tidak bisa tidak jatuh cinta dengan tiap-tiap properti dan dekorasi cantik yang termasuk di dalamnya. Muda-mudi mana yang tidak ingin menyelenggarakan pesta pernikahan sehebat ini? Bermimpi pernikahan mereka kelak akan bisa menyerupainya? Gadis mana yang tak berandai tampil memukau mengenakan gaun indah bak ratu seperti yang Mbak Ria kenakan malam itu?

R&D
Berlebihan? Tidak. Of course not, 'cause both you deserve it. Everybody must be wanted to have their best wedding ever for their own, begitupun Mas Dizar dan Mbak Ria. Titik balik hidup yang bagi siapapun ingin melakukan sekali untuk selamanya, menjadikannya sebaik yang mereka bisa. Dan tentu itu sah.

Sempat terbersit olehku, "If we were you two that night, as one night king and queen, we'd be more than happy till we could die," yang tentu saja hanya sebatas decak kagum, karena sayapun tahu rezeki masing-masing orang berbeda-beda, dan kalian dengan segala kelebihan di atas banyak orang yang pasti berandai memiliki kesempatan serupa, semoga tak luput bersyukur agar makin ditambah nikmat-Nya.

Selamat menempuh hidup baru. Selamat mencintai pasanganmu, baik dan kurangnya. Karena seindah-indahnya hidup adalah yang dilewati dengan saling mencintai dan dicintai. Love life

Senin, 04 Mei 2015

Save The Date!

Our Wedding Invitation has done... (●♡∀♡)

Alhamdulillah, wa syukurillah... Nggak henti-hentinya aku berterimakasih sama Allah. Perlahan tapi pasti dan terkendali, persiapan-persiapan kami satu per satu mulai membuahkan hasil yang baik. I'm a perfectionist, jadi kebayang bagaimana pusingnya menentukan semua hal hingga ke detil terkecil, demi kelancaran pernikahan kami kelak. 

Dikarenakan keterbatasan waktu dan tenaga, kami mempercayakan bagian-bagian krusial kepada ahlinya, dalam hal ini Wedding Organizer dan pihak percetakan. Intinya menganut prinsip ekonomi: dengan bujet seminim mungkin semoga kami bisa mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Huahahahahaa... *keplak*

Minimalis Nasionalis, demikian menurutku konsep yang kami usung. Sederhana dengan sentuhan kekeluargaan, karena tentunya kami akan banyak melibatkan orang-orang terdekat. Sama-sama berasal dari keluarga besar, kelak pasti akan muncul keberagaman selera dan budaya. Maka kami putuskan untuk menyeragamkan semua aspek sesuai Bhineka Tunggal Ika. Mulai dari ijab-kabul, prosesi Temu Manten (eh, yang ini nuansa Jawa-Muslim ding), kostum, menu makanan, hingga dekorasi semuanya akan serba 'Indonesia' tanpa mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lain. *tepuk tangan*

Oom Fir sangat berjasa mengenalkan kami pada Pak Eli Yuwono selaku Wedding Organizer, sedangkan desain dan cetak undangan kami pasrahkan kepada percetakan belakang rumah yang sangat sabar dalam melayani kecerewetan kami pun ekonomis sekali biayanya. x)) 

Sadar nggak punya banyak waktu, kala itu aku dan Oppa bergegas menindak persiapan serba-mepet kami. Actually we both didn't have any special request -kartu undangan misalnya- dibantu ibuk yang membawakan berkardus-kardus contoh undangan dari Pak Parlan -sang empunya percetakan belakang rumah- kami segera menemukan yang sekiranya sreg di hati.

Selembar kartu undangan berseri Adam125 warna cokelat keemasan ini menjadi pilihan kami. Selain bernuansa natural dengan ornamen unik tapi tidak berlebihan, bentuknya yang sesimpel tiga lipatan saja (Oppa benci dengan packaging kartu undangan yang terlalu ribet dan membingungkan untuk dibuka/dibaca) tampak sederhana dan praktis. Semua space pada undangan ini Inshaa Allah nggak ada yang sia-sia. Semuanya berguna: terdapat perincian mengenai penyelenggaraan akad dan resepsi, penggalan QS. Ar-rum, juga kutipan doa Nabi Muhammad SAW untuk pernikahan putrinya. Apalagi di bagian belakang kartu sudah tersedia space yang lega, yang memang akan kami gunakan untuk peta lokasi. Padat, sarat manfaat, kan? ;)

April 2015 bisa jadi bulan paling capek dalam sejarah hidupku. Demi keberhasilan Mei ini, aku, Oppa, ibuk, dan banyak pihak lain harus rela waktu istirahatnya tergadai, menggunakannya untuk merampungkan ketidaksempurnaan persiapan di sana-sini:
The map. Venue-nya gampil, kok.
1. Booking venue
2. Fix katering dan dekorasi
3. Kartu undangan
4. Souvenir dan stiker
5. Suguhan/konsumsi
6. Kru
7. Kebersihan
8. Teknis
9. Lain-lain

Phew~~ ( p_q)

Aku tahu serewel apa diriku, jadi setiap sebelum/sesudah mengutarakan request selalu kutambahkan, "...ini jadinya dibeginikan bisa kan, Pak? Maaf ya, Pak. Jenengan yang sabar punya klien yang cerewet kayak saya." Hahaha...

Tapi kata (sejumlah) orang, aku ini termasuk yang nggak rewel-rewel amat, masih banyak oknum yang jauh lebih ngeselin daripada aku dalam hal pilih-pilih. Hehhe... Sebut saja soal menu katering, detil dekorasi, bahkan custom undangan. Pak Eli dan Pak Parlan mengiyakan.
"Sampean niki tasih mending, Mbak. Sing luwih cerewet lan ngribeti daripada sampean wonten. Kulo sampe ampun-ampun." LOL
Perihal tamu undangan juga nggak kalah memusingkan. Secara baik aku maupun Kak Anto sama-sama berkeluarga besar, belum lagi sanak kerabat dari keluarga ayah-ibuk, Mbak Bapak-Mbah Buk, juga Mbah Nawawi dkk. Double combo! x_X

Sempat terjadi perselisihan antaraku dan ibuk. Selain keluarga besar, saudara, kerabat, dan tetangga, ibuk juga ingin mengundang rekan kerja, serta teman-teman bersosialisasinya. Bukannya aku nggak punya teman-temanku sendiri untuk diundang, kan... :/ Teman sekolah, teman main, teman komunitas, rekan kerja, dll. Belum teman-temannya Oppa juga. *ketip-ketip*

Tapi mungkin salah satu keuntungan berjodoh dengan teman sendiri adalah teman-teman kami yang mayoritas sama. xP Teman dia adalah temanku, temanku juga temannya dia. Hemat, deh!

Maksud hati ingin berbagi kebahagiaan dengan semua orang yang kami kenal, apa daya keterbatasan tidak mengijinkan. :( Atas nama Riza Chanifa Auliya Sari dan Chairul Dwi Cahyanto yang akan segera melangsungkan hajat, kami mohon doa restu. Saling sambung harapan baik selalu. :* :*

Rabu, 22 April 2015

Been Engaged

Alhamdulillah, 30 hari pasca lamaran, sekitar tiga mingguan lagi acara besar kami akan dihelat. Umm... Since it's a right time, I'm going to share about our engagement on 22nd of March 2015.

It was Sunday. We'd meet on 10:00 AM. Mulanya Kak Anto bilang kemungkinan siap sampai rumah jam sebelasan, tapi saking gugupnya mereka malah kepagian! Dia dan keluarganya sudah rapi sejak jam sembilan pagi. Malahan keluargaku yang belum beres. -___-"

Disaranai dua buah mobil yang salah satunya lebih mirip bus mini, Kak Anto sekeluarga (besar) tiba di Jalan Dieng III No.14, kediamanku. Beriringan membawa bermacam-macam peningset/seserahan yang memang dibawakan oleh pihak laki-laki untuk pihak perempuan sebagai syarat lamaran.

Peningset/seserahan versi kami antara lain:
1. Seperangkat alat sholat lengkap. Terdiri dari Al-Qur'an, mukenah, sajadah, dan tasbih.
2. Set kebaya dan high-heels, untuk dikenakan saat akad nikah.
3. Set busana semi-formal. Terdiri dari night-dress, celana panjang, dan sepatu. That white-thing is actually a wedding obi of my kebaya (tapi 'nyemplung' di basket ini). LOL
4. Girl's needs such as: make up set, hair-treatment set, sikat-pasta gigi (kayaknya 'tercemplung' juga, hehe), tas, and a box of watch as my special request. *^_^*
5. Peralatan mandi, sleepwear, dan parfum.
6. Lain-lain, seperti buah-buahan, kue-kue, aneka jajanan pasar, bahkan sembako! :Dv


Barangkali nggak semua sepakat dengan keseluruhan peningset/seserahan versi kami. Nggak ada pakem pasti mengenai rincian item yang harus disertakan dalam peningset sebagaimana banyaknya paham di masyarakat kita yang berbudaya. Namun kami meyakini, seperangkat seserahan tersebut haruslah yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak berlandaskan tulus ikhlas. *tsaaah* Jadi pihak laki-laki nggak akan merasa keberatan, pun pihak wanita akan puas dengan 'pemberian' pasangan.

Kabar baiknya, sebagian besar isi dari keranjang-keranjang peningset tersebut memang didasarkan atas seleraku. Beberapa dibeli sendiri olehku dan Kak Anto, ada juga yang merupakan sumbangsih dari (calon) mamah mertua dan saudara-saudara. Hehehe... ;)
My mom, his mom, and him -my beloved one
Mengenai prosesi lamaran kami sendiri, agaknya sedikit berbeda dan nyleneh dari yang lain. Nggak seperti prosesi lamaran kebanyakan, kami nggak melalui tahapan 'saling mengunjungi keluarga calon pasangan' sebelum lamaran resmi, pun tanpa kegiatan 'membalas lamaran' ke pihak laki-laki. Penyerahan pengingsetnya juga sengaja disertakan sekalian, jadi pas akad nikah nanti sudah 'bersih'. Kami hanya akan melakukan ijab-kabul dan penyerahan mahar/mas kawin saja.

Singkat, sederhana, dan sesuai dengan keinginan kami. :))

Senin, 06 April 2015

Yo, First Monday of April!

So long, March. Welcome, April... Hisashiburi da nee~~ ヾ(´▽`;)ゝ

Setelah bulan Maret yang bagaikan mimpi, now it's time to landing back in reality. Buka-buka blog ini sembari sedikit bernostalgia. Kenapa jadi ada banyak banget draft begini? xP *gampar* Ya, kan salahku sendiri. Ada begitu banyak hal yang ingin kubagi di sini, tapi karena the-power-of-macam-macam-alasan malah mangkrak dan sudah terlalu out of topic. Basi. Next time-lah, jika ada momen yang pas (dan semoga nggak lupa). :P
April. Bicara tentang April Mop, sekarang memang sudah lewat beberapa hari sejak tanggal 1 April, tapi sepertinya efek April Mop yang jayus itu masih belum juga hilang dariku. Berbanding terbalik dengan Maret yang berisikan kejutan-kejutan manis, awal April terkesan memberiku semacam tempaan mental. It's quite hard, but I won't give up so easily. Anggap saja trial dengan bulan Mei sebagai hadiah. Ehehehe...

Aku ingat melewatkan 1 April Mop 'pembulian diri sendiri' oleh sederet tugas kantor pasca RAT yang -boleh dibilang sukses- dihelat 28 Maret lalu. Seninku langsung disibukkan oleh beres-beres kantor yang lagi-lagi berubah formasi. Pusing banget membongkar dan lalu menata kembali berkas-berkas sudah dipindahkan ke sana kemari oleh oknum lain. Kabar baiknya, aku hampir-hampir mabuk es degan! Saking seringnya ditraktir kantor sehabis 'kerja rodi'. x_X
Kami sebelum acara dimulai. Absurd! xP
Mamas and I. Tumbenan banyak piku terambil. :Dv
Berkas pengajuanku ke BNI Syariah sudah diserahkan, meski belum 100% lengkap. Jadilah April Mop yang jatuh di Hari Rabu lalu, juga sebagai hariku berklinong-klinong, berpanas-panas (sampai gosong). Hari kepayahan lah pokoknya. Namun sekali lagi, "selalu ada berkah di setiap musibah" dan kali ini salah satu yang tetap bisa disyukuri selain lancarnya kegiatanku, yakni akhirnya aku menemukan sebuah baju manset sesuai yang kuingini, setelah hampir seharian putar-putar, keluar-masuk toko busana juga beberapa butik. Meski harus kutebus dengan harga yang cukup fantastis 'hanya' demi sebuah dalaman. -___-" Tetap syukur alhamdulillah, semoga barokah dan rejeki kami kian ditambah. Aamiiin~~
Nggak cukup sampai di situ, besoknya aku kembali harus 'jalan' mengurus Surat Keterangan Belum Menikah dari kelurahan (sebagai salah satu kelengkapan berkas), juga mencari-cari IMB dan pas foto. Baru balik kantor menjelang dzuhur, itupun usai berbelanja keperluan kantor dulu, yang lokasinya mencar-mencar. *elap keringat*

Maka begitu tahu ada dua buah tanggal merah dalam satu garis weekend, aku bersyukur sekali. Hari Kamis sebelum kru kantor bubar untuk berakhir pekan yang kecepetan, sorenya Pak Bos mengajak rapat sekaligus mengaji rutin. Kali ini terpaksa mengungsi di ruang depan, karena arena rapat dan mengaji kami yang biasanya sudah binasa, dijadikan gudang dan lahan parkir motor non-ready. Saat itu aku nggak tahu kalau meeting dadakan tersebut bakal lama, sudah begitu aku terlanjur berjanji mau menjenguk Chagiya yang sedang sakit dan harus off di rumah. :(

Pukul 05:30 PM, mau nggak mau meeting disudahi lantaran Jalan Pemuda dikondisikan untuk para Jemaat Gereja yang hendak berhari raya. Aku yakin semua personel (kecuali Pak Bos) sangat senang dan pengin cepat-cepat pulang. Segera saja kupacu Bebe naik ke Jembatan Gajahmada menuju arah By Pass. Terlalu lama kalau harus memutar lewat Rolak, begitu pikirku. Perjalananku sampai ke rumah Chagi bukannya berjalan mulus, you now that I'm so bad in navigation, traffic, dan bodoh kalau menyeberang jalan. But however, I was success arrived to Chagi's home safely. :Dv

Ngapel. xD
Chagiya was waiting for me. Hehehe... Rupanya aku sudah membuatnya khawatir dengan menemuinya saat hari sudah petang. Maka dia bersikeras mengantarkanku pulang, meski aku sudah menolak karena dia belum sembuh betul dan lebih baik nggak kena angin malam dulu. Tapi ya dasar Chagiya bandel! On our way home, he bought me a cup of chilled chocolate sebagai ganti Chunky Bar Strawberry-Val Edition, yang kubawakan untuknya. :* :*

Hore sekali akhirnya berkesempatan menghabiskan hari libur dengan mager semager-magernya di rumah. Main Get Rich, juga maraton drakor judul baru: "High School Love On" yang isi ceritanya lumayan oke, dengan dua oppadeul cute asal BB Infinite sebagai namja pemeran tokoh utama dan tokoh pembantu utama. Hanya dalam sehari saja, bertiga ibuk dan Iis, kami sudah menamatkan sekitar 5 episode. xD
Maaf ya, kalau malah
foto2 kami yg bertebaran

Mmm... Karena "make a wish" nggak hanya di awal tahun bahkan awal bulan saja. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun kita boleh, bahkan wajib berdoa. Maka tiba di Senin pertama pada bulan empat ini, aku pun sudah menyiapkan berbagai doa dan harapan-harapan baru. Tentang hal-hal yang sudah berhasil tercapai, semoga mengekal, nggak untuk sementara saja. Dan untuk keinginan dan harapanku yang belum terkabul, semoga tetap masuk dalam Kun Fayakun-list Allah, yang segera diijabahi oleh-Nya. Aamiiin... >_<

Kata khalayak sih, semakin mendekati hari-H (pernikahan) kita akan semakin diuji. Adaaa~ saja permasalahan yang datang, bahkan terkesan bertubi-tubi dan berkesinambungan. Tapi bagaimanapun aku tetap bersyukur. Kuniatkan hari-hariku yang nggak banyak tersisa ini untuk ber-istiqomah, selalu melakukan yang terbaik sebisaku, sebagaimana yang selalu kulakukan. Yang aku ingin bisa selalu lakukan. Untukku, untuk Ibuk, untuk Oppa, untuk keluarga kecilku, pun pihak-pihak yang nggak berhenti mendukung bagaimanapun keadaanku. Terima kasih banyak... *sungkem*

Nggak ada manusia yang nggak 'bermasalah'. Sedamai apapun, satu-dua prahara pasti ada, tergantung bagaimana cara manusia tersebut menyikapi dan menyelesaikan masalah-masalahnya. ;)

Well, seperlima April pertama akan segera berakhir. Semoga kebaikan dan beruntungan senantiasa bersama kita, Aamiiin...

Selamat Nyenin dan berbuka puasa! ^_^

Selasa, 26 Agustus 2014

Big Gath ELF Mojokerto "WHY BLUE"

apa-apa kalau ditunggu pasti terasa lebih lama datangnya. tapi begitu saatnya tiba lalu terlewat, whuuuss~ secepatnya lenyap tak berbekas. @ercehauliyasari 
Sering banget mengalami sesuatu seperti tweet-ku di atas. Hmmm... Sudah lama sejak aku menandai tanggal 24 Agustus 2014, ada event yang ingin sekali kuhadiri: Big Gathering 3rd Anniversary Elf Mojokerto "WHY BLUE". Bertepatan dengan 3rd annivesary komunitas K-Pop tersebut, yang sengaja dibarengkan dengan momen kembalinya Lee Teuk dari wamil, serta hari jadi Yesung, plus rencana rilis 7jib teranyar dari Super Junior: MAMACITA.

Ya, aku menunggu-nunggu. Bahkan ada wacana bahwa aku (feat Iis) akan berpartisipasi mengisi acara dengan Sing Cover lagu-lagu Suju. Aku deg-degan, cemas, panik, takut kalau nggak bisa memberikan performance yang baik di hadapan para Elf. Tapi ternyataa... syukurlah nggak jadiii~ -___-" Rupanya pihak panitia sudah berencana akan mendatangkan Star Guest yang lebih daebak dariku yang amatir. Fiuuuh~ untung untung untung...

Maka tahu-tahu event tersebut tinggal seminggu lagi, tiga hari lagi, besok, dan hari ini (umm... two days ago already)! Still clueless about what should I prepare and wear for the event. Kyaaa~ Costum play, costum playyy~ Then I wore my round-neck shirt of chibi Suju M, plum coloured legging, light-blue short-skirt, pale-blue with white floral printed long-sleeves shirt as outer, and pale-pink veil. Nggak ketinggalan a pair of rainbow shocks and my favourite all-occasions-white-shoes, plus multi-pocketed red-wine bagWhat a mix! 
biru-biru

Open gate pukul 9:30 AM, tapi kami baru sampai TKP nggak kurang dari jam 10:45 AM. Menjadi peserta yang barangkali hadir paling akhir. Di dalam gedung aula SDN Balongsari (sama dengan lokasi acara 1st anniversary SSChild Mojokerto kapan lalu) sudah banyak manusia berkostum serba-biru berkumpul. Yakin aku dan Iis sudah pasti melewatkan beberapa part acara akibat keterlambatan kami.

Tapi kemudian, nggak lama setelah kami masuk dan mulai (berusaha) mengikuti rangkaian acara, tahu-tahu pihak panitia sudah akan memulai segmen game outdoor. Para Elf yang hadir diminta untuk membentuk kelompok masing-masing 10 orang. Aku dan Iis celingukan. Kami bahkan bukan member resmi komunitas yang bersangkutan dan nggak banyak mengenal Elf lain. Lalu tiba-tiba saja serombongan yeoja berlogat medhok di depan kami, menemukan kami berdua. Mereka yang nggak kami sangka-sangka berasal dari Kediri, meminta bergabung dengan mereka yang sudah berdelapan, jadi pas.

There were 3 games we played :
  1. Semacam Kissing Game yang SJ oppadeul pernah mainkan. Cuma kertasnya diganti dengan sebentuk gelas plastik kecil yang harus digigit di mulut. Intinya player paling depan bertugas mengambil air dari tempat yang sudah disediakan, kemudian mengangsurkan air secara estafet (menggunakan gelas plastik kecil tadi tanpa bantuan tangan) sampai ke player paling belakang untuk dimasukkan ke dalam botol. Banyak-banyakan air, lah.
  2. Hampir sama dengan yang pertama, kami diminta meng-estafet-kan potongan kecil wortel menggunakan sumpit dari sedotan plastik yang super ringan dan licin dan ribet. Sebetulnya sih cepet-cepetan dan banyak-banyakan, tapi karena memang nggak gampang untuk meneruskan perjalanan si wortel dari player pertama sampai kesepuluh (yaitu aku, dan sempat menjatuhkan juga) maka bisa sukses memasukkannya ke dalam wadah yang tersedia di ujung barisan, sudah bisa membawa kami lolos ke game selanjutnya. Dan uri group berhasil! \^0^/
  3. Yang terakhir adalah game tarik tambang dengan 5 anggota saja dari 3 kelompok yang lolos pada game kedua. 3 kelompok saling menarik untuk mengambil flag yang dipegang panitia pada jarak yang ditentukan. Dari 3 grup, akan ada 1 grup lagi yang tersisih untuk mencapai final. Dan alhamdulillah, setelah melalui beberapa kali pengulangan untuk mendapatkan hasil sah, uri group keluar sebagai pemenangnya! *toss* Kesepuluh dari kami akan dapat hadiah. Jinjja daebak! :Dv
Begitu gembiranya tahu-tahu adzan dzuhur menjelang. Acara break untuk ishoma, then Iis and I wished to having pray at home. Sekalian cuci muka sehabis berpanas-panas! Pihak panitia mengiyakan ijin keluarku, dan meminta kami kembali sebelum jam 12:30 PM. 

Kerudung pink-ku bertransformasi menjadi dark-blue. To be honest, aku yang dasarnya sudah eye-catching *ngek* terlihat cukup mencolok di antara 'sapphire blue' yang memenuhi TKP, agak canggung saja jadinya. Ya meskipun ada beberapa peserta yang dresscode-nya lebuih 'menyimpang' dibandingkan aku, sih. Maka di kesempatan pulang itu aku menggantinya dengan nuansa biru-biru yang lebih dominan. Dan lagi-lagi kami terlambat. Entah sudah berapa banyak video yang diputar terlewat. :( But lucky, main performance of Star Boys Crew haven't been starting, yet


Ini koreografi-nya lagu apa, hayoo?? yup! Mr. Simple!! xD 
Perkenalan member. Surabayaneun saram. Yeoja berjaket merah itu MC acara ini.
Melewati ashar dan masih belum ada tanda-tanda acara akan segera berakhir. Bukannya nggak senang berlama-lama, tapi memang sudah hampir 6 jam aku dan Iis dengan takzim mengikuti serangkaian event komunitas ini. To tell you the truth, I'd like to stay here forever, in the sapphire-blue-world of Suju and Elf, but there were anothers occasions that I had to attend either. Bagi-bagi waktu lah, kami sudah main di sini sejak pagi. Daripada setelahnya aku nggak diijinin pergi(lagi)? Apalagi nae Oppachagi sama sekali nggak tahu-menahu tentangku yang seharian di sini. Aaaak~ Jeongmal mianhae, Oppaa~ >_<


KRY-nya SBC. Suara mereka nggak mengecewakan kok!
Di penghujung acara, ada surprise bagi Elf yang berulang tahun di bulan Agustus. Pihak penyelenggara menyediakan dua buah kue ulang tahun yang setelah ditiup bersama (Elf, panitia, dan star guest) segera dibagikan kepada seluruh peserta acara. I got both of the chocolate and cheese tart cake, neomu gomawo. :9
Saengil chukkae~ How lucky they are... *envy*
Sebelum pulang semua yang hadir, SEMUA berfoto bersama untuk kali terakhir. Itu adalah saat-saat paling absurd menurutku. Karena demi mengabadikan potret diri masing-masing, nggak ada satu pun dari kami yang rela 'ditinggal' menjadi fotografer yang mengambil gambar semua orang tersebut. Muehehehe... Akhirnya setelah beberapa saat galau, aku melihat panitia meminta tolong bapak-bapak yang tadinya bertugas mengawasi listrik untuk mengambilkan gambar kami sebagai kenang-kenangan. :9

Bagaimanapun juga, walau berat hati kami harus pulang. Beberapa sudah ada yang mulai pulang setelah sesi foto bareng berakhir. Nggak sedikit yang masih tinggal untuk melanjutkan foto-foto dan ber-selfie dengan para member SBC. Ada juga yang kecantol di stand K-Pop yang ada di sebelah pintu utama -yang sedari pertama kali sudah menarik perhatianku- termasuk aku dan Iis. Eonnie-eonnie penjaga stand sepertinya nggak asing, looked like she was my Smagha senior, Retno-eonnie no chingu (halah bahasanya).

Mbak Fanny adalah seniorku pas SMA dulu. She was very eye-catching (especially for me) because of her J&K-fetish, while you know that like otaku or K-Popers were very rare at that time. She was my idol. I was admiring her who very great on drawing sketch, anime, animation, etc. We ever worked together in 'Krida' School Magazine, remember? Also for her dedication of being costplayer right after she graduated. She was awesome. Oh, no, she is awesome.

Bertemu kembali dengan Fanny-eonnie/Fanny-oneesan (LOL) seperti membuka kenangan lama. Luckily she remembered me, as I would never forget her. Ia menyapaku ceria, what a very kind girl. Batinku, ikut tersenyum. Aku senang sudah memberanikan diri untuk menghampirinya. Kami saling bertukar kabar, sedikit bernostalgia sampai-sampai melupakan beberapa pembeli yang ingin tanya-tanya produk yang ia jual di standnya.
"Jadi kamu ELF juga? Ayo, ayo, ambil aja beberapa stiker di situ," ucapan Fanny-eonnie membuatku menatapnya sedemikian rupa. Dia menunjuk wadah-wadah stiker fandom di dekatku. Cewek ini sudah ramah, baik pula. Dia berkata lagi sambil mendekatkan diri, merendahkan volume suaranya, "Buatmu gratis! Tapi jangan bilang-bilang yang lain, ya."
Aku nggak menyia-nyiakan rejeki itu dan segera memilih beberapa stiker dan sebuah pembatas Suju 'Swing' yang kuanggap lucu dan menarik. Untuk bagian Iis juga, tentu.

Dan bahagia kami nggak berhenti sampai di situ. Si pembeli yang berbarengan dengan kami itu nggak lain adalah para yeoja asal Kediri yang sekelompok dengan kami di game sebelumnya. Dari mereka kami tahu bahwa ternyata pas kami pulang, panitia mengumumkan pemenang game dan memberikan hadiah berupa voucher belanja di lapak K-Popnya Fanny-eonnie senilai seratus ribu rupiah untuk kesepuluh orang.
Sampai ketemu lagi di event-event lainnya. :')
It's like "Jinjjayo? Jinjja jinjja?? Kotjimarago!" Aku dan Iis langsung bingung apa yang akan kami ambil sebagai jatah voucher kami yang masing-masing berhak atas nominal sepuluh ribu rupiah. Angka yang nggak banyak memang, aku punya berlembar-lembar dalam dompetku. But hey, siapa sih yang nggak senang menang dan dapat hadiah? Akhirnya pilihan kami jatuh kepada selembar foto-stiker grid bergambar Ryeowook dan Donghae dalam beberapa pose ketjeh. Aigoo~ Jinjja daebak! Never better. Kami bisa ikhlas, pulang dengan tenang... >w<

Rabu, 02 Juli 2014

My First Love at The First Sight

Cinta pada pandangan pertama? Mana ada? Banyak orang menyangsikan keberadaan perasaan semacam itu. Seringkali ia dinama-lainkan dengan kekaguman singkat, pesona sesaat, khilaf, atau bahkan nafsu. Tapi aku tidak sependapat. Bilamana tidak? Terlepas dari apa yang disebut maya oleh mereka yang tidak percaya, cinta pada pandangan pertama benar terjadi padaku. Delapan tahun lalu, dalam 1x10 detik bersitatap mata, kulabuhan satu-satunya cintaku padanya.

***

Lorong sekolah tak ubahnya pasar saat harga barang dapur sedang turun drastis. Sangat ramai. Ratusan siswa berkerumun di depan papan pengumuman. Berdesak-desakan, saling dorong. Ricuh sekali. Mereka pasti siswa baru, sama sepertiku, harap-harap cemas ingin tahu di kelas mana akan ditempatkan untuk setahun ke depan.

Dua puluh menit menunggu, gelombang siswa yang berjejalan di sekitar satu-satunya papan pengumuman belum mereda. Aku belum juga mendapatkan kesempatan mencari tahu kelasku. Ini sangat tidak adil bagi orang-orang bertubuh kecil lagi pendek sepertiku. Jangankan bisa mencermati daftar pembagian kelas dengan jelas, mendekati lautan manusia itu saja rasanya mustahil. Tubuh-tubuh di sana sudah pasti jauh lebih besar. Membayangkannya saja aku ngeri.

Dan aku terus mendengar suara yang sama. Berasal dari seorang siswa jangkung yang berteriak beberapa kali pada sekawanan siswa di luar kerumunan. Beberapa dari mereka balik meneriakkan nama-nama lain. Si jangkung kembali memindai papan pengumunan, berseru lagi menyebutkan kelas si penanya. Rupanya siswa itu tengah membantu teman-temannya menemukan kelas-kelas mereka.

Tanpa sadar aku memerhatikan. Tubuh kurus menjulang dengan suara lantang beraksen khas Jawa Tengah yang kental, ia sangat mencolok dan seketika menyedot segenap perhatianku. 

Kuamati lagi ia cenderung berkulit agak gelap dari kebanyakan siswa yang berasal kota ini. Rambutnya ikal dengan potongan yang pas. Ia mempunyai raut wajah yang tegas, namun tampak hangat dan bersahabat. Apalagi senyumannya. Tawa si jangkung itu. Sepasang gigi gingsul-nya terlihat di balik bibir setiap kali ia tertawa lebar. 

Manis sekali, Ya Tuhan... Ah, seandainya aku mengenal siswa jangkung baik hati itu, ia pasti mau membantu menemukan kelasku. Terus saja aku memerhatikannya.

Secara ajaib ia tiba-tiba menoleh ke arahku. Mata kami bersitatap. Selama 10 detik. Sepuluh detik yang terasa selamanya dan tahu-tahu dadaku bergemuruh saat siswa jangkung itu melemparkan senyum. Padaku.
"Hei, kamu!" ia melambaikan tangan, setengah berteriak. Jelas-jelas sedang berbicara padaku. "Iya, yang berjaket Milan! Namamu?"
Bodohnya, aku refleks mengarahkan jari telunjuk ke hidungku sendiri alih-alih langsung menjawabnya. Aku melihatnya mengangguk. Masih dengan senyum lebarnya yang manis.
"Riza Chanifa! C-H-A! Pakai 'Ce-Ha', Chanifa! Nomor 11477!" aku takut ia tidak mendengarku dengan jelas. Namaku menggunakan ejaan yang sedikit tidak lazim. 
Namun kemudian ia mengacungkan ibu jarinya. Tanda mengerti. Mengalihkan pandangannya pada papan pengumuman. Mencarikan namaku. "Sepuluh E!" serunya beberapa saat kemudian. Ia tersenyum lagi. Apa tersenyum itu memang hobinya?
Tanpa kusadari aku pun ikut tersenyum. Jantungku yang sudah bertingkah aneh sejak tadi makin dag-dig-dug sejadi-jadinya. Gawat! Semakin lama kunikmati senyumannya, semakin gemuruh dalam dada ini tak terkendalikan. Gugup. Jarak kami cukup jauh, tapi aku merasa takut suara degup jantungku akan terdengar sampai ke tempatnya. Sayangnya, saat hendak mendekat untuk sekadar mengucapkan terima kasih, siswa jangkung itu sudah tidak terlihat lagi.

Senyuman di bibirku pun surut.

Seperti inikah rasanya jatuh cinta? Inikah yang disebut-sebut sebagai cinta pada pandangan pertama? Terasa begitu manis dan indah. Jemariku bergetar saking berdebarnya. Menikmati senyumannya benar-benar melenakan dan membuatku ingin tersenyum juga. Lalu ada cemas, gelisah, malu. Juga terbit kecewa, saat aku tidak sempat menanyakan namanya.

Tuhan... Aku niat masuk ke sekolah idamanku ini untuk belajar. Tapi apa yang terjadi? Tidak pernah terpikir aku yang introvert dan serba biasa saja ini akan bisa merasakan jatuh cinta. Kalau memang bukan cinta, lalu perasaan apa yang kurasakan padanya kini? Kali pertama aku jatuh cinta pada pandangan yang pertama pula, kepada dirinya. Begitu tiba-tiba, begitu cepat, dan tidak terelakkan. Tidak bisa kupalingkan hati ini darinya, Tuhan...

***

Selang beberapa bulan kemudian, barulah aku mengetahui namanya. Kelasnya, hobinya, makanan kesukaannya, film anime favoritnya, sampai genre musik yang sering kami bagi bersama. Semua hal tentang si jangkung, dengan murah hati diberitahukan oleh Tuhan padaku. Aku lebih suka menyebutnya 'takdir' karena siapa sangka, aku ternyata punya begitu banyak persamaan selera dengan seseorang yang kucinta? Singkat kata, aku dan si jangkung mulai bersahabat.

Apa cintaku padanya akan bisa berbalas dengan mudah? Karena ia adalah sahabatku dan kami sangat dekat? Sayangnya tidak. Aku memang masih sangat menyukainya, sekaligus tak ingin ia tahu. Tidak rela rasanya mengorbankan persahabatan kami demi perasaanku yang bisa jadi cuma sepihak. Mau bagaimana lagi? Saat kami naik kelas sebelas, ia jadian dengan seorang adik kelas. Kala itu hatiku begitu terluka. Hancur. Sedihnya luar biasa. Benar-benar merasa kalah. Tapi aku tahu, aku tidak akan pernah mampu untuk kehilangannya.

Apa lalu aku menyerah? Tidak. Aku masih selalu menyukainya. Kusukai apapun darinya, apapun tentangnya. Sekalipun dia bukan kekasihku. Sekalipun yang bisa kulakukan cuma mencintainya secara sepihak. Dengan diam-diam tanpa sepengetahuan dirinya, aku ingin menjaga kebahagiaannya. Ingin lebih banyak menikmati senyumannya. Ingin selalu mendukungnya, bahkan saat harus mendampinginya kala cintanya dengan sang gadis, kandas.

Percayakah? Cinta pertamaku di kali pertama berpandangan dengannya, masih tetap ada. Semakin bertumbuh seiring berjalannya waktu. Lambat laun aku pun membiarkannya mengetahui perasaan yang selama ini kusimpan untuknya. Menyerahkan semua seperti aliran air sesuai yang dikehendaki Tuhan.

***

Juli, 2014.

Aku masih seorang gadis introvert yang memercayai cinta pada pandangan pertama. Menyimpan dan menumbuhkan cinta itu sebaik yang kubisa.Pun masih aku bersahabat dengan si jangkung yang selalu kucintai hingga kini. Ia pun masih tetap seorang pemuda jangkung baik hati, dengan logat Jawa Tengah yang aku suka sekali mendengarnya berbicara. Bedanya hanya satu, selain sahabat ia sekarang berstatus sebagai pasanganku. Ya, setelah delapan tahun, sekarang aku menjadi gadisnya. :)

Maka, apa lagi yang bisa lebih membahagiakan dari ini?





NB. Tulisan ini diikutsertakan untuk lomba menulis #NovelSecondChance by @NovelAddict_ dan @GlennAlexei

Senin, 12 Mei 2014

UB Malang: Bunkasai - Isshoni Tanoshimimashou

Isshoni Tanoshimimashou! Tema event jejepanganku yang kedua di 2014 ini. Nggak tahu  apa artinya, sih. Ehehehe... :P Entah kenapa, akhir-akhir ini aku begitu bersemangat berpartisipasi di berbagai kegiatan bersama komunitas. Walaupun aku nggak bisa dibilang pemula dalam event sejenis, tapi ini memang kali pertama aku (akhirnya) bisa berinteraksi secara langsung dengan member-member Mojokerto Animanga, yang untuk beberapa personil belum pernah kutemui sebelumnya.
Hontou ni gomen kudasai, Ricchan desu! Hajimemashite, yoroshiku onegaishimasu, minna! *bungkuk*
Me~nye~nang~kan! Selain terima kasih yang lebih-lebih, rasa bersalah juga nggak bisa lepas dariku kepada mereka. :'( Well, aku benar-benar sudah merepotkan senpai-senpai dan tomodachi Moxer Anima dengan mendadak berubahnya rencanaku secara sepihak. Aku yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta genk bermotor mandiri, harus dibantu mencari barengan untuk berangkat, karena Hojo dibawa sama Okaa-san dengan Ai berangkat ke Malang duluan. >_<
Berboncengan dengan Alif-kun (kalau nggak salah, gomen to arigatou) kami mengambil rute luar lewat Japanan-Pandaan sementara beberapa anak motor yang lain memilih rute Cangar. He was very awesome when drove his bike. It was Supra! LOL
The girls
Memasuki UB, rupanya rombongan travel sudah datang, begitu pula dengan genk motor yang tadinya lewat Cangar. Sempat ada situasi saling cari. Sayangnya sebagian member memang sudah langsung menyebar, karena kebanyakan dari mereka adalah costplayer yang akan ber-costreet.

Seperti event-event jejepangan pada umumnya, costreet dipenuhi oleh para costpayer dengan kostum-kostum unik mereka, yang setahuku nggak jarang adalah buatan tangan sendiri, lengkap dengan segala macam asesoris pendukung yang super ketjeh. Selain costplayer yang meng-cosu-kan karakter anime, ada juga costwear, mereka-mereka yang senang tampil unik tanpa harus mengaplikasikan kostum/atribut khusus untuk menyamai suatu karakter. Versiku: mengenakan padanan pakaian apapun yang diinginkan dengan percaya diri. Apa aku juga sedang ber-costwear? ;)
Aku pribadi selalu kagum, selalu mengapresiasi tinggi-tinggi performance para cosplayer tersebut, baik yang full-action maupun sebatas pose. Kemarin bersama anggota divisi costplay Moxer Anima, aku mendapat banyak pengetahuan tambahan, bahwa menjadi costplayer memang sama sekali nggak segampang kelihatannya.
Yang selama ini kita tahu, costplayer-costplayer itu keren, ganteng-cantik, mirip-enggak sama karakter yang mereka perankan. Mungkin nggak terbersit, berapa banyak nominal yang mereka keluarkan untuk mendesain kostum tersebut hingga jadi semirip mungkin? Berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk menyiapkan kostum, membuat asesoris, dan latihan make-up? Make-up tools set juga nggak tiba-tiba saja dimiliki oleh pelajar. Mereka membelinya sesuai kebutuhan, meminjam dari orang lain yang punya, mereka mengusahakannya! Agar performance mereka benar-benar bisa total. Sugoi desu ne?


Dan aku percaya, kepuasan yang didapat saat bayangan di cermin menampakkan sesuatu yang kita idam-idamkan –persis sama, atau bahkan cuma sebatas menyerupai– nggak bisa dihargai dengan nominal berapapun. Itu kepercayaan diri, kebanggaan. Belum lagi saat masyarakat awam memuji dan ingin diabadikan posenya bersama. It’s awesome!
Pengalaman lainnya ketika aku terpisah dan iseng masuk ke sebuah gedung pusat kegiatan hingga lantai dua. Di ujung sebelah kanan dari tangga naik ada sebuah ruangan yang dikhususkan bagi para costplayer untuk berganti baju, make-up, dan berbagai macam persiapan lain sebelum mereka melakukan costreet. Super kuereeeeenn~~
I really wanted to take some of their pictures, but I was to speechless even just to say 'hi' to any of them. Omoo... >_< Cantik-ganteng dan keren-keren. Mau mati saking senangnya melihat karakter-karakter favoritku seperti jadi nyata. Costplayer-cosplayer itu sangat total!! :*
Sepi juga berkeliaran sendiri. Nggak lama aku memutuskan untuk kembali ke rombongan. Menurut rencana awal, pas dzuhur Ai sudah akan menyusul kemari. Menyusuri jalanan yang penuh dengan para Chara itu sensasinya luar biasa. It feels like you are in another world. A beautiful world of anime. A world of art. A world of fantasy. >w< Nggak henti-hentinya aku berdecak kagum. I'm so glad was born to be an animangania like this
Ai tiba juga meski sangat terlambat. Aku sedang mengagumi cosplayer Kirisuna saat dia menelepon, dan begitu kami bertemu aku segera mengajaknya hunting keduanya.

Belum lagi pukul 4 tapi aku harus segera meninggalkan venue untuk kembali pulang ke Mojokerto. Tidak bisa boncengan bareng teman-teman lagi, karena Okaa-san sudah menunggu di jembatan Suhat. Berpamitan ala kadarnya via sms kepada para senpai, dan beberapa cipika-cipiki dengan member yang kebetulan ketemu di perjalanan balik, dengan berat hati harus kusudahi petualanganku hari ini.
NARUTO: member Akatsuki-nya nyaris lengkap! keren!!

Curang nih! Minna take fotonya pas aku sudah pulang masaaa... :'(
Jya, matta ne!