Sabtu, 27 Desember 2014

Holiday is Familyhood for Vacation

Dua hari masuk kerja lagi setelah tanggal 25 Desember lalu kantor (di)libur(in). Bawaannya ngantuk dan lumayan nyantai, karena bank juga sedang libur bersama. Alhamdulillah, I have to say, biasanya kita cuma dapat libur pas tanggal merah Islam saja, selain itu tetap masuk, eh, tanggal 1 Januari pas tahun baru libur juga, ding. :P

Kebetulan my lil brother liburan panjang ini pulang ke rumah. Hore banget dia ber-long-golden-week sejak hari Senin lalu sampai tanggal 2 Januari tahun depan. Errr~ Jadilah kami sekeluarga tanpa perencanaan dan persiapan yang maksimal, di libur natal itu berwisata ke Kota Batu. 

If you know that I still have my ill, sudah feeling nggak enak bahkan dari sebelum berangkat. Badan rasanya lemes, pusing, dan batuk juga belum hilang. Tapi demi keluarga ini, dan kita nggak akan sering bisa punya waktu luang berbarengan, mumpung juga Oom Fir sekeluarga bersedia nebengin kita dengan mobil mereka. So I decided to make myself fine

Jam keberangkatan yang semula direncakan pukul enam pagi molor hingga pukul sembilanan gara-gara menunggu Yusuf yang mendadak tercantum sebagai peserta. Jalanan macet. Banyak yang sedang berlibur juga. And just like what I've thought, kita lewat Cangar -yang notabene adalah sirkuit yang nggak aku banget. :(
Panorama venue transit. Ijo-nya adem banget di mata. ^^
Transit di daerah Sendi untuk sarapan, kami melanjutkan perjalanan naik-naik ke puncak bukit. Jalanan berkelok dengan kecepatan mobil yang sesekali mengerem lalu mendadak menambah gas lagi, akhirnya sukses membuatku memuntahkan menu sarapan. Geez, aku kalah lagi dengan track maut sialan itu. >_<

Sampai di masjid depan alun-alun Kota Batu tepat sebelum dzuhur. Rehat sejenak, kami pun cuss ke Hypermart nggak jauh dari sana, setelahnya dari 'mall'-nya Hotel Paradise. We were shoping and playing at Game Zone, then had lunch together in the basement right behind the car. -___-"

Begitu Oom Fir dan Bunda yang ditunggu-tunggu muncul, perjalanan segera dilanjutkan menuju venue selanjutnya yaitu BNS alias 'Batu Night Spectacular', yang letaknya nggak jauh dari tempat wisata 'Batu Secret Zoo' atau yang lebih dikenal dengan Jatim Park 2. Jalanan sempat macet parah, but luckily kami masih dapat tempat parkir yang strategis di pelataran BNS. Sangat dekat dengan pintu masuk.
Karena sudah lumayan sore dan langit mulai mendung, kami segera membuat playlist wahana yang ingin kami coba di sana. Harus mengefisiensi waktu! Pertama-tama aku, Riski, Yusuf, dan Akbar mengantre wahana Sepeda Udara. Well, kupikir ini cukup aman mengingat kondisi fisikku yang belum pulih betul pasca mabuk darat tadi. :/ Kemudian Rumah Kaca jadi point selanjutnya. Rombongan lalu berpisah: The Boys memilih Rumah Hantu sementara The Ladies ingin melihat-lihat lampion, walau akhirnya terpaksa gagal karena wahananya nggak buka-buka. :(

Hari mulai gelap dan kami memutuskan segera kembali ke mobil sesuai jam janjian. Sempat saling tunggu, kami pun keluar dari Kawasan Wisata Batu yang justru makin malam jadi makin ramai. Syukurlah, kami nggak perlu antre dan berjubel dalam kemacetan di arus berlawanan menuju lokasi-lokasi wisata tersebut.

Oom Fir mengajak kami mampir ke sebuah KUD untuk makan soto daging dan membeli susu segar Nandhi Murni sebagai oleh-oleh. Aku juga menggunakan kesempatan ini untuk sering-sering pinjam kamar mandi (karena rata-rata toilet umum di SPBU banyak antre dan cenderung kotor iyuhh!). :P

Keluar dari Batu, sekali lagi mobil singgah di Masjid dalam rute kami untuk sholat Maghrib dan Isya' sekalian, sambil membersihkan diri (bayangkan kotor dan capeknya). Hawa mulai dingin. Apalagi ini Malang. Masing-masing kami sudah mempersiapkan diri dalam balutan jaket dan baju tebal sebelum melanjutkan perjalanan.

Oom Fir kembali memacu mobil dengan rute Cangar. Tapi berbeda dengan saat berangkat, suasana di malam benar-benar sepi. Dan gelap. Tiba-tiba teringat di suatu ketika, menggunakan mobil lama Oom Fir yang tahu-tahu mogok di jalanan yang sepi. Semobil harus turun dulu dan mendorong agar mobil mesin bisa berjalan baik kembali. Hiiii~~ amit-amit jangan sampeee~ Semuanya terus berdoa agar perjalanan pulang kami tetap lancar dan nggak ada kendala.

Sekitar pukul 10 kami akhirnya tiba di rumah Jabon. Memilah-milah barang-barang dan bersiap pulang ke rumah kami sendiri. Tiga puluh menit! Dan kami akhirnya sampai di Ume-chan~~ *tepar*

Satu hal yang agak janggal; Akaharu sepi aktifitas karena koneksi internetnya yang -entah kenapa sejak berangkat hingga pulang- ngehek. :( Seharian ini aku sudah mencoba mengabarinya via semua-mua, tapi sepertinya nggak ada yang berhasil. Agak malam, BBM dari Oppa masuk bertubi-tubi, tapi tetap saja nggak bisa kubalas. Chatku balasanku hanya centang. Mungkin ia sudah tidur dan ponselnya mati. Bisa jadi.

Mungkin juga dia ngambek karena tercueki seharian ini. Bisa jadi.

Ahh~ hari yang hebat!


*25 Desember 2015

Minggu, 21 Desember 2014

The 7th Anniversary

Dear, 21 Desember 2014,
terima kasih sudah hadir dan memberikan satu hari yang membahagiakan untukku, kuharap untuknya juga. Tahukah betapa aku menanti hadirmu, hari ini? :)

Bukannya sengaja mengingat. Aku hanya tidak terbiasa melupakan atau mengangin-lalukan hari atau tanggal yang menyimpan kenangan. Tanggal 21 tujuh bulan lalu, bukankah sudah berjasa besar terhadap bahagiaku beberapa bulan terakhir? When Oppa and I had been getting together once again.

Hari ini kami berjanji bertemu. Oppa menjemput pukul delapan pagi dan menemaniku piket kerja seharian. Well, maybe it wasn't that wonderful thing for you, but hey, who wouldn't get excite for having quality time with the beloved one? ;)

It was that simple. We, ourself, movies, snacks, with noone to infere us. Perfect, wasn't it? And "Annabelle" became our 'romantic' film. Hehehe... Berdurasi sekitar satu setengah jam yang harus terhenti beberapa kali karena gangguan nasabah xP berhasil tertonton dengan baik.

Sempat terjebak hujan sebelum pulang, membuat kami memanfaatkan waktu dengan mengambil beberapa foto groufie. It wasn't like we take some pictures together so often. Terakhir kali malah yang pas di teras depan rumah. Pun cuma beberapa, nggak banyak.

Memang bukan kali pertama ini aku foto berdua dalam satu frame bersama seorang namja, tapi Oppa adalah namjachingu pertamaku (inshaa allah yang terakhir) yang aku ingin sekali bisa punya foto berdua dengannya. Dan alhamdulillah terkabul! *^_^* Muda-mudi mana yang nggak doyan selfie dan groufie bareng kekasih? Walaupun masih suka kagok dan malu-malu untuk mengajak berfoto duluan. Hihihihii... Ahh, sudahlah... Kami sudah sepakat saling mengingatkan agar mengabadikan momen-momen yang kami anggap penting. Sebanyak mungkin.

Sebenarnya Oppa ingin sekali mengajakku makan siang di warung Ketoprak dekat tempatnya bekerja yang katanya enak. Since he knew that I haven't eaten any Ketoprak ever before, he decided to bring me to try one. Tapi sayang banget, begitu kami sampai sana warung tersebut tutup. -___-"

Putar balik di tengah gerimis ringan. Menyusuri jalanan pulang sambil tengok kanan-kiri, barangkali ada penjual makanan yang kuinginkan. Aku sih bebas mau diajak lunch apa, di mana. Setelah putar-putar beberapa saat kami berhenti di sebuah warung bakso-mi ayam di Jalan Penanggungan. Kali ini aku memesan semangkuk mi ayam dan jeruk panas, sedangkan Oppa tetap menginginkan semangkuk bakso plus es teh kegemarannya. Sayangnya beitu pesanan kami datang, kami mendapati minuman kami tertukar; teh panas dan es jeruk. :/ Karena sedang kedinginan dan ingin yng panas-panas, aku mengiyakan usulan Oppa untuk saling bertukar minum.

Kami pulang begitu menandaskan makanan dan minuman masing-masing. Hari ini jadwalnya Oppa ganti shift, jadi masuk malam. He said that he would hangout with friends before home. And no more dating for the night. -___-" Errr~~ karena jam sepuluh sudah harus masuk kerja dan seharian ini ia kuculik tanpa istirahat, aku ikhlas-ikhlas saja dengan proposalnya itu. Hehehe... It was a great day, too possessive and being selfish aren't good ideas. ;)

Happy anniversary, Dear Honey...
Always hoping the best for us. I love you as always... :*

Jumat, 12 Desember 2014

12-12-2012(+2)

I wonder if December 12nd 2012 would be my wedding day. Great, isn't? Sudah begitu 12-12-12 adalah kombinasi angka 'sempuna' terakhir untuk 100 tahun ke depan, yang baru akan muncul lagi pada generasi tahun 2100-an; 1 Januari 2101, 2 Februari 2102, 03-03-2103, dan seterusnya hingga 12 Desember 2112 yang sama sekali nggak memungkinkan bagi kita untuk melewatinya. Usiaku pasti lebih dari 120 tahunan kala itu. -___-"

Bicara tentang tanggal, pasti kombinasi 'angka cantik' banyak digemari, atau paling nggak 'angka keramat' yang merujuk pada tanggal dari suatu momen penting tak terlupakan yang wajib diabadikan; seperti tanggal ulang tahun, tanggal jadian, anniversary, dll.

Tanggal atau angka penting buatku pun nggak lepas dari seputar tanggal lahirku, bulan lahir, tahun lahir, tanggal jadian *ehehehe* bahkan nomor punggung pemain bola favorit. Maka sebut saja 1, 3, 7, 8, 10, 11, 13, 21, 22, 28 dan 91 sebagai angka-angka kesayanganku. Beberapa saat lalu aku bahkan sudah mem-PO sebuah jersey komunitas bernomor punggung 91, walaupun dalam kasus ini sebenarnya aku menginginkan nomor-nomor lain tapi terlanjur keduluan dipilih. :( So, kuharap hasil jadi jersey-nya memuaskan.

Lusa, 14-12-2014, akan dihelat big match antara kesebelasan Manchester United menjamu Liverpool di Old Trafford. Tanggal cantik yang semoga memberi akhir bagi tim kecintaan. Aamiiin~~ #YNWA

Eto~ tapi sebelum itu, bisakah aku menghadiri nobar match tersebut? >_< Well, Oppa sepertinya nggak berniat meminta-ijin-paksakan pada ibuk agar aku bisa ikut nobar. Syit! :'(

Jumat, 28 November 2014

Happy Chairul's Day... :*

Selamat ulang tahun, Sayang...
Happy 26 y.o~~ *^_^*

Semoga selalu dijaga kesehatannya, panjang umur, dan dikaruniai usia yang bermanfaat. Getting joss-er(?) ibadahnya biar makin dekat dan disayang Allah; selalu sayang dan makin sayang sama aku, orang rumah(-ku dan -mu); be a great boy of your fams, especially for your parents; juga selalu rajin dan semangat mengusahakan masa depan kita *Inshaa Allah*.

I'm hoping that all your wishes be granted by Allah SWT in very soon, aamiiin...

Actually you never ask me a favor for your birthday, but since it's the first birthday of yours in our (newest)relationship, I'd like to share my happiness of having you, to you, by giving some presents you'd never thought. Will you? ;)

Aku amat sangat bersyukur karena masih bisa bertemu dengan tanggal penting ini, hari di mana kamu dilahirkan 26 tahun silam. Terima kasih sudah terlahir dengan apa adanya dirimu. It's like I love you more than I've thought. :))

Selamat menempuh usia baru, Sayang. Jadi teman (hidup)ku selamanya, ya? 💑

Rabu, 12 November 2014

Selamat Hari Ayah Sedunia, Yah...


Selamat Hari Ayah Sedunia, Yah...

Dear, Ayah...
Pagi ini begitu aku memulai hari dengan mengecek semua akun jejaring sosialku mulai dari BBM, Path, Twitter, Facebook, aku mendapati semua temanku menuliskan 'Selamat Hari Ayah' pada status mereka. Barangkali berkesempatan mengucapkannya langsung untuk ayah mereka masing-masing. Aku... Aku belum menuliskan status apapun, Yah. Bolehkah aku mengucapkan "Selamat Hari Ayah" padamu? Bisakah?

Benci sekali mengatakan ini, tapi kukira aku memang iri. Kecemburuan yang kurasakan pada mereka yang bisa melewatkan waktu bersama ayah mereka. Bahkan tidak sedikit yang mengupload foto bersama di Instagram, lengkap dengan tagar #SelamatHariAyah atau #LoveDad.

Aku membayangkan. Jika masih bisa memilikimu sampai saat ini, apa aku bisa tertawa selebar itu, ketika Ayah merengkuh pundakku dan melakukan 'peace' untuk selfie kita? Apakah aku bisa tersenyum sebahagia itu kala Ayah mengajakku jalan-jalan di akhir pekan? Entah berwisata ke luar kota dengan bus atau kereta. Mungkin juga sebatas jalan kaki ke alun-alun kota, atau mengayuh sepeda bersama...

Apa Ayah juga akan mendukung tim sepakbola yang kudukung, Liverpool? Apa aku bisa memboncengmu untuk pergi nobar bola, Yah? Bolehkah aku pulang malam seperti beberapa teman Kopites Angel-ku yang lain? Menurut Ayah sebaiknya aku beli buku di toko buku dekat rumah, atau online saja?

Sial, kuharap aku tahu apa jawaban Ayah.

Anak-anak lain mungkin bisa mendapatkan hadiah yang spesial dari orangtua mereka saat berulang tahun atau naik kelas atau setelah dapat nilai baik di sekolah. Betapa mudahnya anak-anak 'sekarang' memperoleh barang-barang mewah seperti gadget, perhiasan, pakaian dan asesoris mahal, bahkan motor atau mobil. Barang-barang yang sayangnya belum pernah Ayah berikan padaku. Dan aku juga tidak menginginkannya.

The whole thing that I always want is you, Dad. Really do. So much. It would be better if I don't have all those things but you. I wouldn't care about anything else since I have you by my side. I know that you wouldn't give me what I wanted, but you always gave me what you think I needed the most. And I do want you to watch me grown up, make sure that your little girl has been becoming a nice young woman. As you will. Haven't I grow up according your plan?

Ibu menyayangiku sebanyak bagian Ayah juga. Tapi kami sama-sama tahu bahwa hal itu tidak akan pernah sama. Aku bersyukur dan sangat menghargai Ibu yang sudah berusaha untukku, untuk keluarga kecil kita yang Ayah tinggalkan. Tapi Yah, cinta Ayah adalah bagian yang sudah lama hilang dariku, yang tidak akan pernah ada gantinya lagi. Dan aku memang akan tetap membiarkannya saja seperti itu. Dengan begitu aku akan selalu mengingat dan merindukanmu, Yah...

Bilangan ini nyaris sampai pada tahun kesepuluh sejak terakhir kali aku melihatmu. Satu hal yang selalu kusesali saat Ayah pergi adalah aku yang belum cukup baik sebagai anak gadis Ayah. Aku lemah dan belum cukup kuat untuk menjaga keluarga kecil kita. Belum sempat memberikan prestasi terbaikku dan membuat Ayah bangga. Aku minta maaf, Yah...

Bisakah aku tahu kalau-kalau Ayah sudah memaafkanku? Bisakah aku -sekali lagi saja- berdiri memeluk lehermu, di atas boncengan sepeda seperti dulu?

Karena aku rindu Ayah. Sungguh. Sangat...

I love you not only at this Father's Day, but every single day of my whole life...


Daddy's little girl,


Liya

Selasa, 14 Oktober 2014

The Simply Heaven of Coffee

Kemarin aku baru saja main ke salah satu kafe yang bisa dibilang masih fresh di Jalan Majapahit, setelah rel kereta api, kiri jalan. Warga Moxerside mana yang nggak tahu Midas? Bukan, bukan Midas si raja tamak yang dengan sentuhan tangannya bisa merubah apapun menjadi emas itu, bukan. :P Midas ini adalah nama sebuah toko roti di kawasan Kranggan yang sudah lama dan cukup punya nama. Selain membuat aneka macam roti yang tasty, Midas juga mem-brand terang bulan produksi mereka di lokasi yang sama, plus sekarang punya kafe juga. :)

'Midas Pancake & Coffee House' nama yang sesuai sekali karena memang menu utama mereka adalah Pancake/Waffle dan Coffee. Seperti yang kukatakan tadi, aku sudah lama tahu tentang 'toko roti' Midas, tapi menyambangi kafenya baru kali pertama ini. Beberapa teman sudah pernah main ke sana dan merekomendasikan. Jadi mumpung ada waktu sepulang kerja, mampir saja.
Unexpected, karena nggak begitu kentara jika dilihat dari luar, aku sama sekali nggak menyangka kalau TKP 'Midas Pancake & Coffee House' ini luas! Serasa memasuki gua harta karun begitu. xP
ini lebih ke subjectively view dari seat kami, sih. 
Begitu melangkah ke dalam ruangan kafe semilir sejuk AC menyambut. Memberikan efek sejuk dan melegakan padaku yang barusan menempuh rute yang nggak bisa dibilang hore; hiruk-pikuk lalu-lintas para pegawai yang juga pulang kerja bikin mangkel, belum lagi udara sore yang panas dan rentan gerah, langsung serasa terobati.

Aku yang ditemani oleh Iis segera menyukai konsep yang disuguhkan oleh kafe ini. Pilihan warna cat dinding dan wallpaper, ornamen serta pernak-pernik seperti lampu-lampu hias dan poster berpigura diletakkan menyebar di segala penjuru kafe memberikan keunikan tersendiri. Ada macam-macam jenis seat yang menarik juga, seperti kursi warna-warni dengan sandaran rendah, kursi kayu bersandaran tinggi seperti yang kududuki, sofa-sofa empuk, dan bangku kayu tinggi bermodel bar. ;)
Begitu dapat meja setelah sebelumnya bingung ingin duduk di seat yang mana, seorang mas-mas menghampiri meja kami dan mengangsurkan daftar menu. Kami meminta untuk meninggalkannya saja dan nanti akan memesan sendiri. Aku sudah menduga akan ada banyak pilihan beverages di sini, tapi nggak sebanyak yang tertera dalam daftar menu. It was awesome! Both of the coffee and the blended. Tadinya pengin cepat-cepat pesan seadanya, segampangnya, tapi akhirnya kecantol juga untuk lihat-lihat dan pilih-pilih menu.
Aku dan Iis memeriksa seluruh daftar menu dan merundingkan apa yang akan kami pesan. Tapi yang membuatku lebih senang lagi, ada semacam uraian di bawah nama masing-masing menu yang merujuk pada bahan dan campuran apa saja yang terdapat dalam menu tersebut. Jadi pengujung nggak perlu tanya-tanya ke mas-mas waiter tentang spesifikasi nama-nama lucu dari menu yang diinginkan karena sudah tertera jelas di daftar menu.

Setelah melalui perdebatan yang cukup ribet, akhirnya kuputuskan memilih Caramel Macchiato untuk obat dahagaku sore ini, sementara pilihan Iis jatuh pada Chocolate Dream yang menurutnya layak diuji coba.
The chocolate and coffee blended
Iis segera pergi ke konter dan menyebutkan pesanan kami. Sembari menunggu aku memanjakan mata dengan memindai ruangan kafe ini sekali lagi dengan lebih saksama. Ternyata ada televisi menyala yang sengaja diletakkan pada rak di atas seat sebelah, walaupun dengan begitu kami tetap nggak bisa melihat apa-apa dari tempat kami karena terlalu dekat. The most eye-catching spot for me is the bookshelf yang terletak di beberapa sudut kafe. Selain memberikan kesan hommy anyhow, bahan bacaan bisa jadi berguna sekali untuk membunuh waktu selagi menunggu pesanan datang, terutama bagi kutu buku seperti kami.

Walau kami cukup terhibur dengan interior kafe yang memanjakan mata, tapi karena waktu kami yang mepet, akhirnya aku mulai resah nggak sabar, sementara Iis masih woles melihat-lihat daftar menu yang sengaja ditinggal (hehe) tanpa bosan. Aku sudah sangat haus, penasaran ingin segera mencoba minumanku, dan cepat-cepat pulang memburu maghrib.

Aku sudah akan mengecek pesananku ke konter saat seorang mas-mas menghampiri meja kami dengan nampan berisi dua gelas minuman yang terlihat menggiurkan. Aku lupa pada semua protesku. Mengucapkan terima kasih pada si mas dan segera mencicipinya (setelah difoto-foto lebih dulu :P).
Chocolate Dream, Caramel Macchiato+sugar
Hanya satu hal yang agak disayangkan. Karena tadinya kami nggak niat-niat amat kemari dan cuma memanfaatkan waktu luang -cuma pengin ngopi sore sekalian jalan- jadi yang terbayang, order minuman sembari ngadem, lalu langsung pulang. Nggak tahunya kami harus galau dulu menentukan pesanan.:| Dan sejujurnya butuh waktu lebih untuk menghabiskan minuman kami, tapi karena buru-buru mengejar maghrib, ya akhirnya jadi kurang bisa menikmati sajian dengan baik. But I have no doubt to try the other menu here again someday. ;)
Next must be the pancakes. Love love, coffee!

Senin, 13 Oktober 2014

Mine

Hehehe... Every single time I look and read the screenshot, somehow it feels like pengin ketawa sambil cubitin pinggangnya Oppa sekaligus. xD Gemeuss! Since I didn't online my twitter and facebook too much, postingan beberapa hari lalu yang baru kutahu pagi ini, alhasil jadi pembuka Senin yang manis. Thanks for the cheer up, though I'm sure that you wouldn't mean to, Chagi. :P Bahagia(ku) itu sederhana... hahaha...
Apa ya? Seperti pheromone-nya si Oppa bukan cuma berhasil padaku, tapi juga 'mengenai' (banyak) perempuan lain di luar sana yang barangkali sadar akan pesonanya dia. *huekk* Say I'm on my knees of his charms, why aren't those girls too? Ini lumayan bikin bangga but in the other hand jadi agak-agak jengkel juga, sih. If you know what I mean. :/

My man is a very special rare item. Just 'unique' can't even compare his values. Belum lagi kepribadian dan kebiasaan-kebiasaannya yang super duper ajaib. And... can you tell me please, is he really that handsome or what?? xP I think I do need to stick his face with a 'sold out' shout then those girls won't ever flirt on him anymore, seriously. *sigh*

Untung aku -AKU, sebagai calon istrinya- *uhhuk* bukan cewek kayak gitu. Bukan jenis yang suka kecentilan ke lawan jenis lain yang bukan pasangan maksudnya~~

Btw, ini juga postingan apaan, sih? *baru nyadar* Mendem kangen rupanya bisa membuatku begini randomnya. Kkk~

Ahh, I do miss him so much... :*

Rabu, 01 Oktober 2014

ROCKTOBERawrr

Hi! Have you seen our brand new step of this newly month: October? :))

Well, the truth is we've been in this blessfull October. For only next three months we will done with 2014. Are you ready to move on, soon? Sounds weird, huh? Afraid? What should we afraid of? Peoples are getting older everyday, every hour, every minute, every second... Hehehe... So am I.

"Wake me up, when September ends..."

September has ended already. Left so many kinds of feeling behind. For me? September must be a quite nice month. Honestly, it did make me somehow, hontou ni.

Salah satu masalah krusialku adalah waktu. Entah mengapa aku kurang bisa memahami kawan satu ini dengan baik. Kadang waktu terlalu bermain-main danganku dan tiba-tiba saja habis masa, menjadi jauh lebih singkat. Kali lain ia benar-benar serius tidak ingin melepaskanku begitu saja yang ingin segera melupakan segala masalahku. Melupakan waktu. Dan detik justru berjalan enggan. Menyiksaku pelan-pelan. Aku tidak akan melupakan tanggal kepulangan Chagiya 3 Agustus lalu; betapa aku pusing dengan lagu yang akan kutampilkan pada pentas seni tujuh belasan di penghujung Agustus; melewatkan beberapa hari ulang tahun teman dan kerabat pada bulan September, lalu sekarang sudah tahu-tahu Oktober tiba.

September 2014 adalah bulan yang baik, meski tidak selalu baik padaku. Terlebih pada perasaanku. September kemarin dipenuhi ombak bergulung, angin kencang, hujan lebat disertai sambaran petir. Tapi meski begitu rupanya hatiku masih bisa bertahan. Yokatta ne! :) And do you know that what doesn't kill you makes stronger? Apa yang tidak bisa membunuhmu, akan menjadikanmu lebih kuat. Seleksi alam. Ujian. Cobaan. Peringatan. Berhasil, kau lulus dan bersiap menghadapi tantangan selanjutnya. Jika gagal, berarti kau belum cukup baik untuk berkompetisi dalam ajang yang hanya menginginkan yang terbaik. Matilah. x))

Awal September aku mengantar kepergian Chagiyaku (lagi-lagi). Merasa belum mendapat kesempatan di kota sendiri, kali ini Solo menjadi destinasi rantauannya. Bukan hal baru bila kami harus kembali terpisah jarak. Ya, setidaknya kami menghuni tanah Jawa yang sama, melintasi bagian waktu yang sama. Kesibukan sedikit banyak membantu mengobati sepi saat aku merindukan Chagiya. Bosan juga kadang-kadang datang. Rutinitas monoton, kegiatan yang itu-itu saja. Tapi lagi-lagi, saat keputusasaan itu mampir, separuh hatiku menolak. Mengingat Chagiya yang juga (pastinya) sedang berjuang untuk kami, maka aku pun bisa bertahan kembali.

Bulan September menjadi momen pendulang berkah bagi mereka yang memilihnya untuk melaksanakan hari besar. Undangan-undangan pernikahan datang bertubi-tubi. Teman, tetangga, serta beberapa yang masih kerabat. Pertunangan? Mereka, para pelaku kebahagiaan itu, terlihat seolah-olah berlomba untuk mencari siapa yang paling terberkati. Sedangkan aku? :( Ya, sesegeranya, itu juga yang selalu kuminta pada Tuhan.

Begini, aku mungkin satu dari (menurutku) tidak banyak orang yang peka dalam menghitung kemampuan dan prospek pribadinya. Aku tahu keinginanku, sebesar apa itu, bagaimana caraku mendapatkannya, menyesuaikan dengan kapasitasku yang ada saat ini. Jadi, jika aku sedang diam saja, bukan berarti aku tidak mau berusaha atau ogah-ogahan dalam berjuang, mencapai apa yang (setahu orang lain) aku inginkan. Jangan menyuruh atau memaksaku mendapatkan apa yang aku inginkan tapi belum bisa kudapatkan sekaligus. It's irritating to know something you really wanted but you can't get it immidiately. Dibutuhkan stra~te~gi. Aku pasti akan tahu aku bisa jika memang aku sudah siap untuk itu. So do not force me jika kalian hanya ingin tertawa jahat saat melihatku bersusah payah. :'(

Misalnya: bagaimana mungkin aku tidak ingin (segera) menikah? Begini-begini aku wanita normal yang punya pasangan dengan niat tidak main-main dalam hubungan kami. Menikah? Itu goal paling dinanti. Tapi apa bisa semudah itu? Kalian mana tahu sebanyak apa aku dan Chagi menginginkannya, tanpa melupakan realitas hidup yang tengah kami jalani sekarang. :( Jika kami bisa (berusaha) sabar, kenapa kalian yang (hanya) 'audiences' tidak bisa menunggu untuk menikmati hiburan berupa progress hubungan kami itu? Well, apapun yang kami lakukan pun, akan kami jalani dengan atau tanpa persetujuan dari orang lain. See, you won't ever make us. It's my life, our life. You just watch, so don't ruin anything you don't deserve to. Hargai orang lain.

Okay, guess I'm too fired up.

Sebagaimana kutahu aku bukan orang baik, aku pun tidak sejahat pikirku sendiri. Paling tidak ada kemasuk-akalan dalam ketidakingin-bahagiaanku melihat orang -yang-kupikir-aku-benci-tapi-dia-tidak-sehebat-itu-untuk-bisa-mendapatkan-kebencianku- bahagia. Menjijikkan, bukan? Katakan kau punya seseorang yang kau pikir sangat mengganggu hidupmu. Melihatnya saja malas. Kau punya banyak alasan untuk membela diri dan membaikkan diri, membanding-bandingkan dirimu dengannya.

Unfortunately, I do have those persons. Orang-orang yang bisa selalu membuatku muak terhadap apapun yang mereka lakukan. Sekecil apapun. Tak peduli baik atau buruk, mereka akan selalu buruk di mataku. Sayangnya, ketika sudah merasa demikian, maka mau tidak mau aku akan bisa selalu tahu apa yang terjadi pada orang-orang itu. If they are misfortune, I could deadly happy. Dan sebaliknya, aku bisa jadi sangat desperate saat mereka bisa lebih dulu mendapatkan apa yang sangat ingin kudapatkan (tapi aku belum mampu). Kupikir aku benar-benar benci mengetahui mereka bisa (lebih) bahagia (dariku).

Well, I knew that si-sampah-pencemburu ini tidak lain adalah diriku sendiri. Tapi karena aku memang tidak sejahat pikiranku, kurasa bagaimanapun, they don't deserve to take my hatred after all. Perasaan sepihak memang (kebanyakan) menyakitkan. :'( Aku tidak ingin membenci mereka yang barangkali tidak menyadari kebencianku sepihakku. Aku tidak ingin mereka mendapat perhatian lebih dariku, so I won't care anything about them again. *smirk*

Kenapa semakin ke bawah tulisan ini semakin menghitam, ya? Hahaha...

Maka dari itu, September merupakan saksi dari proses perbaikan diriku juga. Banyak tantangan. Aksi-reaksi. Dari segala kejadian, aku belajar. Tumbuh. Berusaha hidup lebih baik, dan berharap semoga sepeninggalnya -si September yang katanya ceria- aku bisa menjumpai Oktober dengan hati yang tak kalah bersemangatnya. :))

Yosh! Fighting!!

*edited on 14th October 2014

Kamis, 25 September 2014

An Amorphous Day


Where is the moment we needed the mostYou kick up the leaves and the magic is lostYou tell me your blue skies fade to greyYou tell me your passion's gone awayAnd I don't need no carryin' on

You stand in the line just to hit a new lowYou're faking a smile with the coffee to goYou tell me your life's been way off lineYou're falling to pieces everytimeAnd I don't need no carryin' on

Because you had a bad dayYou're taking one downYou sing a sad song just to turn it aroundYou say you don't knowYou tell me don't lieYou work at a smile and you go for a rideYou had a bad dayThe camera don't lieYou're coming back down and you really don't mindYou had a bad dayYou had a bad day

Well, you need a blue sky holidayThe point is they laugh at what you sayAnd I don't need no carryin' on

You had a bad dayYou're taking one downYou sing a sad song just to turn it aroundYou say you don't knowYou tell me don't lieYou work at a smile and you go for a rideYou had a bad dayThe camera don't lieYou're coming back down and you really don't mindYou had a bad day

(Oh.. What a horrible day..)

Sometimes the system goes on the blinkAnd the whole thing turns out wrongYou might not make it back and you knowThat you could be well oh that strongAnd I'm not wrong (ahhh...)

So where is the passion when you need it the mostOh, you and IYou kick up the leaves and the magic is lost

'Cause you had a bad dayYou're taking one downYou sing a sad song just to turn it aroundYou say you don't knowYou tell me don't lieYou work at a smile and you go for a rideYou had a bad dayYou've seen what you likeAnd how does it feel for one more timeYou had a bad dayYou had a bad day

(Oh, yeah, yeaaah, yeah)Had a bad day(Oh, had a bad day)Had a bad day(Oh, yeah, yeah, yeeeeah)Had a bad day(Oh, had a bad day)Had a bad day...Had a bad day...

*Is now drawning by a 'Bad Day' of Daniel Powter

Minggu, 21 September 2014

T4 Terbaik

Tempat terbaik itu di sisimu.

Betapa pun aku menolak, mengingkari, satu-satunya tempat kuingin pulang adalah hatimu. Sebagaimana juga aku -setelah melalui berbagai kejadian dan pertimbangan yang kuharap tidak hanya sekadar angin lalu- telah kau inginkan untuk menjadi tempat berpulangmu kelak.

Kau itu serupa malaikat pengabul doa yang dikirim oleh Tuhan khusus untukku. Kuharap selalu hanya untukku.

Bersamamu waktu seolah cepat dan lambat sekaligus. Aku merasa sudah mengenal dan mencintaimu selamanya. Tapi hitungan ini baru berjalan 30 hari kali empat. Mungkin aku bisa menunggu sebentar lagi. Sebentar lagi dan kita akan benar-benar bisa bersama untuk seterusnya. :')

Selamat hari jadi kita yang keempat bulan, Sayang. Kau tahu sebanyak apa sayangku untukmu. :*


♥ RLC