Jumat, 26 Juni 2015

google.com/+RicchanAuliya

Hai haiii~~ 
Welcome to my Rumah Singgah Kucing Hitam with its newest email ever: ercehauliyasari@gmail.com *plokplokplok* Berkenaan dengan itu, akun Google+ ku juga ikut berubah. Sesuai keinginanku sih, tapi jadi sepi... :'( Hikshiks (Why? Read here)

Sudah cukup lama berlalu sejak blog ini turut berganti author, tapi baru akhir-akhir ini saja aku sempat men-sync-kannya dengan Google+ bahkan still can't believe I could get my former ID+RicchanAuliya yeii! :)) 
akhirnyaaa~~
Honestly, dari sejak awal bikin akun Google+ pasca pindah alamat email dengan terdaftarkannya alamat email baruku, sudah terpikir akan mengganti ID-nya sekalian. Soalnya pas di ryeongllya@gmail.com dulu langsung bisa, langsung dapat otomatis (kayaknya). Tapi yang ini enggak. Sudah sering coba utak-atik setting-annya, belum berhasil juga.

Karena sesuatu sudah ada masanya sendiri-sendiri, hingga kemudian pikiranku teralihkan dan lupa, tahu-tahu dapat notifikasi dari Google, it wanted me to agreed and take the +RicchanAuliya ID. Sangar, kan?  xD 

Sempat ragu dan penginnya pakai ID 'ercehauliyasari' saja, etapi itunya(?) nggak mau di-rename. :/ Akhirnya daripada nggak di-accept, lalu suatu saat 'RicchanAuliya'-nya terlanjur dipakai orang lain, kan syedih sekali. And yah, it's always great of being myself however, and could get back my old ID like it did made for only me. ^^

Semacam de javu, namun barangkali nggak akan sama dengan yang sebelumnya. Anw, I can say it was a one kind of accomplishment of mine. Hehehe... Biar sajalah diriku sedikit bersenang-senang atasnya. *norak* :Dv

Selamat ber-Jumat mubarok! Selamat berbahagia... Kiss~kiss~ :*

Kamis, 25 Juni 2015

Another Thursday

Sore Mojokerto terik sekali. Apa kabar puasa hari ini? Hari kedelapan Ramadhan, semoga tetap dilancarkan dan dimudahkan hingga akhir. Aamiiin...

Bulan puasa pertama nggak lagi single. Tahun ini seluruh aktifitas Ramadhan dilakukan bareng suami. Mulai dari sholat tarawih di masjid, makan sahur, mengaji, tidur lagi usai subuhan *hehehe*, hingga menanti adzan maghrib untuk berbuka. Yang demikian itu sungguh Masya Allah sekali rasanya... ^^ Hihihihi

Alhamdulillah, nggak sedikit kemajuan kami alami, di antaranya: kami mulai membiasakan pergi-pulang tarawih rumah ke Masjid Al-Akhiyar yang berada di ujung perumahan dengan berjalan kaki. On-time pula! Jadi bisa istiqomah sholat sunah juga. Hebat, kan? *maaf, bukan dengan nada sombong*

Padahal sebelum-sebelumnya jangankan jalan kaki dan menyempatkan sholat sunah, naik motor pun, kami serumah (tahun lalu bareng Tantit) kerap nututi, ketinggalan 1-2 rakaat sholat Isya'. Kalau dipikir-pikir lagi sekarang, kok bisa, ya?? Parah. :(

Selama 8x sahur, Alhamdulillah nggak ada satupun yang terlewat. Kami bisa bangun tepat waktu (antara jam 03.00 - jam 03:30, sementara imsak jam 04:10 dan subuh jam 04:20), saling membangunkan lalu makan sahur sama-sama.

Usai subuh, jika semua pekerjaan rumah sudah beres dan nggak ada agenda lain lagi, kembali merajut mimpi merupakan alternatif yang sangat kondusif(?). Eto~~ sayangnya aku sama sekali bukan tipikal yang senang bangun pagi lalu ber-tadarus pagi-pagi. :'( Punya kebiasaan buruk serupa? Baiknya mengalokasikan tadarus setelah sholat maghrib atau sepulang tarawih sampai sengantuknya. Hehe... Semoga suatu saat aku bisa ada perbaikan di titik ini. :(

Semenjak diantar-jemput suami, terlambat ngantor adalah makhluk langka bagiku. Hehehe... Ya itulah salah satu manfaat hidup berpasangan. Saling mengingatkan, saling bantu mengurangi potensi kejelekan pasangannya. Insyaa Allah aku dan suami tengah belajar untuk itu. *^_^*

Jika dihitung, barangkali ini adalah kamis ketujuh pasca ijab-qobul kami. Puji syukur Alhamdulillah... Rahmat Allah senantiasa menyertai kami sekeluarga. Meski ada satu-dua permasalahan atau konflik terjadi, beruntung bantuan-Nya selalu datang dan memberikan jalan keluar terbaik untuk semua. :)) Berkah Ramadhan, eh?

Menunggu ashar. Menunggu jemputan. Menunggu bedug maghrib. Semoga apa yang kita kerjakan seharian ini bermanfaat. Mudah-mudahan kebaikan selalu bersama kita semua, ya. Kiss kiss :*

Jumat, 12 Juni 2015

Excuse My Moody-Self

Pokoknya harus ndang diposting. Haruuusss!! (ノ゚0゚)ノ~ hehehehe... *keplak*

Anggaplah saya sedang galau, dan ini barangkali hampir mendekati klimaksnya. :( Ahh, apa, ya? It's like the weather is so terrible but I don't have any clue what to do. Geje, kan?

Alternatif curcol via media sosial sudah sering kulakukan, but still there's a deep hole I can't full-fill no matter hard I tried. It's such an emptiness, I can tell. Sesuatu yang pikirku akan bisa (segera) hilang seiring dengan waktu dan pertumbuhanku, but hell no. It is existing.

Dan jika jalan keluar ini nggak segera kutemukan, satu hal yang pasti, jumlah draft mangkrak dalam blog ini akan semakin banyak saja. Hahahaha... Sudah nggak lagi bernafsu melanjutkan bahasannya, tapi terlalu sayang untuk membuang.

Jadi bahasan ini memang hanyalah sampah semata yang entah baiknya kulampiaskan ke mana. It's end up here at least. Tapi paling nggak 'sampah' ini masih tertampung, nggak hilang berserakan, meski berpotensi mencemari.

Setidaknya aku (sedikit) puas. Atau mungkin aku mengira sudah bisa puas.

Minggu, 31 Mei 2015

Wonderful May

Hai haii~
Belakangan penyakit randomku kumat lagi, and that's why I just can start writing (and posting) again today. Maklumiin~~

So how's life?
Alhamdulillah, I'm pretty well. You know I have a quite good imun, this far I guess I'm okay, the only problem of me is my random-mood, actually. Hehehehe...

Penyesuaian, kiranya yang tengah kuhadapi sekarang ini. Pasca menikah, bersuami -sekaligus berstatus istri orang- tentu sedikit banyak mengubah hidupku. Fisik dan psikisku nggak lagi sama, demikian juga sikap dan pemikiranku. Meski kata Oppa sifat ceroboh dan mbulet-ku belum bisa hilang. :(

Honestly, menikah menjadikan pribadiku seperti 'terbagi' tiga; aku sebagai diriku, aku sebagai anak sulung ibuk, dan aku sebagai istri Oppa, lengkap dengan tanggung jawab pada 'mode' masing-masing. Yang ingin kukatakan adalah berbagai situasi bisa sering muncul dan memposisikanku di sudut padang yang nggak gampang. Orangtua atau suami? Seleranya atau seleraku? Bisakah aku menyelesaikan 'ini' selagi mengerjakan 'itu'?

Susah? Jelaaas... Berada di 'tengah' membuatku selalu berpikir berkali-kali sebelum memutuskan sesuatu, agar sebisa mungkin jangan sampai ada salah satu pihak yang terluka. Karena sejatinya sebagai istri, aku harus menomorsatukan suami; sebaliknya ada kalanya kemauan orangtua (yang kebetulan bertentangan) nggak sepenuhnya salah. Orangtua seumur hidup pasti lebih mengenali anaknya daripada pasangan yang 'baru-baru ini' kan?

Eh, malah tjurhat... xD

Begitulah... Tapi alhamdulillah semuanya masih aman terkendali dan semoga ke depannya selalu tetap begitu. :))

Mei berakhir hari ini. Jika bisa di-kaleidoskop untuk sebulan ini saja, pasti banyak peristiwa unik penting yang patut dicatat, baik itu mengenai jurnal pribadiku pun berbagai aktifitas lain di sekitarku. Beberapa (sangat) membahagiakan, melegakan, penuh haru, feel blessed, wonderful, so amazed. Ada pula yang menimbulkan rasa cemas, ketegangan, sedih, feeling guilty, hingga yang mencengangkan, unexpected, unbelievable moment.

May has been really awesome for me and it did give so many experiences and knowledge of life. I grow up. Wiser. Thanks a lot. Thanks to you. :*

Senin, 04 Mei 2015

Save The Date!

Our Wedding Invitation has done... (●♡∀♡)

Alhamdulillah, wa syukurillah... Nggak henti-hentinya aku berterimakasih sama Allah. Perlahan tapi pasti dan terkendali, persiapan-persiapan kami satu per satu mulai membuahkan hasil yang baik. I'm a perfectionist, jadi kebayang bagaimana pusingnya menentukan semua hal hingga ke detil terkecil, demi kelancaran pernikahan kami kelak. 

Dikarenakan keterbatasan waktu dan tenaga, kami mempercayakan bagian-bagian krusial kepada ahlinya, dalam hal ini Wedding Organizer dan pihak percetakan. Intinya menganut prinsip ekonomi: dengan bujet seminim mungkin semoga kami bisa mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Huahahahahaa... *keplak*

Minimalis Nasionalis, demikian menurutku konsep yang kami usung. Sederhana dengan sentuhan kekeluargaan, karena tentunya kami akan banyak melibatkan orang-orang terdekat. Sama-sama berasal dari keluarga besar, kelak pasti akan muncul keberagaman selera dan budaya. Maka kami putuskan untuk menyeragamkan semua aspek sesuai Bhineka Tunggal Ika. Mulai dari ijab-kabul, prosesi Temu Manten (eh, yang ini nuansa Jawa-Muslim ding), kostum, menu makanan, hingga dekorasi semuanya akan serba 'Indonesia' tanpa mengutamakan yang satu dan mengabaikan yang lain. *tepuk tangan*

Oom Fir sangat berjasa mengenalkan kami pada Pak Eli Yuwono selaku Wedding Organizer, sedangkan desain dan cetak undangan kami pasrahkan kepada percetakan belakang rumah yang sangat sabar dalam melayani kecerewetan kami pun ekonomis sekali biayanya. x)) 

Sadar nggak punya banyak waktu, kala itu aku dan Oppa bergegas menindak persiapan serba-mepet kami. Actually we both didn't have any special request -kartu undangan misalnya- dibantu ibuk yang membawakan berkardus-kardus contoh undangan dari Pak Parlan -sang empunya percetakan belakang rumah- kami segera menemukan yang sekiranya sreg di hati.

Selembar kartu undangan berseri Adam125 warna cokelat keemasan ini menjadi pilihan kami. Selain bernuansa natural dengan ornamen unik tapi tidak berlebihan, bentuknya yang sesimpel tiga lipatan saja (Oppa benci dengan packaging kartu undangan yang terlalu ribet dan membingungkan untuk dibuka/dibaca) tampak sederhana dan praktis. Semua space pada undangan ini Inshaa Allah nggak ada yang sia-sia. Semuanya berguna: terdapat perincian mengenai penyelenggaraan akad dan resepsi, penggalan QS. Ar-rum, juga kutipan doa Nabi Muhammad SAW untuk pernikahan putrinya. Apalagi di bagian belakang kartu sudah tersedia space yang lega, yang memang akan kami gunakan untuk peta lokasi. Padat, sarat manfaat, kan? ;)

April 2015 bisa jadi bulan paling capek dalam sejarah hidupku. Demi keberhasilan Mei ini, aku, Oppa, ibuk, dan banyak pihak lain harus rela waktu istirahatnya tergadai, menggunakannya untuk merampungkan ketidaksempurnaan persiapan di sana-sini:
The map. Venue-nya gampil, kok.
1. Booking venue
2. Fix katering dan dekorasi
3. Kartu undangan
4. Souvenir dan stiker
5. Suguhan/konsumsi
6. Kru
7. Kebersihan
8. Teknis
9. Lain-lain

Phew~~ ( p_q)

Aku tahu serewel apa diriku, jadi setiap sebelum/sesudah mengutarakan request selalu kutambahkan, "...ini jadinya dibeginikan bisa kan, Pak? Maaf ya, Pak. Jenengan yang sabar punya klien yang cerewet kayak saya." Hahaha...

Tapi kata (sejumlah) orang, aku ini termasuk yang nggak rewel-rewel amat, masih banyak oknum yang jauh lebih ngeselin daripada aku dalam hal pilih-pilih. Hehhe... Sebut saja soal menu katering, detil dekorasi, bahkan custom undangan. Pak Eli dan Pak Parlan mengiyakan.
"Sampean niki tasih mending, Mbak. Sing luwih cerewet lan ngribeti daripada sampean wonten. Kulo sampe ampun-ampun." LOL
Perihal tamu undangan juga nggak kalah memusingkan. Secara baik aku maupun Kak Anto sama-sama berkeluarga besar, belum lagi sanak kerabat dari keluarga ayah-ibuk, Mbak Bapak-Mbah Buk, juga Mbah Nawawi dkk. Double combo! x_X

Sempat terjadi perselisihan antaraku dan ibuk. Selain keluarga besar, saudara, kerabat, dan tetangga, ibuk juga ingin mengundang rekan kerja, serta teman-teman bersosialisasinya. Bukannya aku nggak punya teman-temanku sendiri untuk diundang, kan... :/ Teman sekolah, teman main, teman komunitas, rekan kerja, dll. Belum teman-temannya Oppa juga. *ketip-ketip*

Tapi mungkin salah satu keuntungan berjodoh dengan teman sendiri adalah teman-teman kami yang mayoritas sama. xP Teman dia adalah temanku, temanku juga temannya dia. Hemat, deh!

Maksud hati ingin berbagi kebahagiaan dengan semua orang yang kami kenal, apa daya keterbatasan tidak mengijinkan. :( Atas nama Riza Chanifa Auliya Sari dan Chairul Dwi Cahyanto yang akan segera melangsungkan hajat, kami mohon doa restu. Saling sambung harapan baik selalu. :* :*

Rabu, 22 April 2015

Been Engaged

Alhamdulillah, 30 hari pasca lamaran, sekitar tiga mingguan lagi acara besar kami akan dihelat. Umm... Since it's a right time, I'm going to share about our engagement on 22nd of March 2015.

It was Sunday. We'd meet on 10:00 AM. Mulanya Kak Anto bilang kemungkinan siap sampai rumah jam sebelasan, tapi saking gugupnya mereka malah kepagian! Dia dan keluarganya sudah rapi sejak jam sembilan pagi. Malahan keluargaku yang belum beres. -___-"

Disaranai dua buah mobil yang salah satunya lebih mirip bus mini, Kak Anto sekeluarga (besar) tiba di Jalan Dieng III No.14, kediamanku. Beriringan membawa bermacam-macam peningset/seserahan yang memang dibawakan oleh pihak laki-laki untuk pihak perempuan sebagai syarat lamaran.

Peningset/seserahan versi kami antara lain:
1. Seperangkat alat sholat lengkap. Terdiri dari Al-Qur'an, mukenah, sajadah, dan tasbih.
2. Set kebaya dan high-heels, untuk dikenakan saat akad nikah.
3. Set busana semi-formal. Terdiri dari night-dress, celana panjang, dan sepatu. That white-thing is actually a wedding obi of my kebaya (tapi 'nyemplung' di basket ini). LOL
4. Girl's needs such as: make up set, hair-treatment set, sikat-pasta gigi (kayaknya 'tercemplung' juga, hehe), tas, and a box of watch as my special request. *^_^*
5. Peralatan mandi, sleepwear, dan parfum.
6. Lain-lain, seperti buah-buahan, kue-kue, aneka jajanan pasar, bahkan sembako! :Dv


Barangkali nggak semua sepakat dengan keseluruhan peningset/seserahan versi kami. Nggak ada pakem pasti mengenai rincian item yang harus disertakan dalam peningset sebagaimana banyaknya paham di masyarakat kita yang berbudaya. Namun kami meyakini, seperangkat seserahan tersebut haruslah yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak berlandaskan tulus ikhlas. *tsaaah* Jadi pihak laki-laki nggak akan merasa keberatan, pun pihak wanita akan puas dengan 'pemberian' pasangan.

Kabar baiknya, sebagian besar isi dari keranjang-keranjang peningset tersebut memang didasarkan atas seleraku. Beberapa dibeli sendiri olehku dan Kak Anto, ada juga yang merupakan sumbangsih dari (calon) mamah mertua dan saudara-saudara. Hehehe... ;)
My mom, his mom, and him -my beloved one
Mengenai prosesi lamaran kami sendiri, agaknya sedikit berbeda dan nyleneh dari yang lain. Nggak seperti prosesi lamaran kebanyakan, kami nggak melalui tahapan 'saling mengunjungi keluarga calon pasangan' sebelum lamaran resmi, pun tanpa kegiatan 'membalas lamaran' ke pihak laki-laki. Penyerahan pengingsetnya juga sengaja disertakan sekalian, jadi pas akad nikah nanti sudah 'bersih'. Kami hanya akan melakukan ijab-kabul dan penyerahan mahar/mas kawin saja.

Singkat, sederhana, dan sesuai dengan keinginan kami. :))

Selasa, 21 April 2015

Anniversary Kita, Kapan?

Sekalipun nggak dicatat di agenda atau reminder, aku nggak akan mungkin lupa kalau setiap tanggal 21, aku dan Kak Anto terbiasa saling bertukar "Happy [...] month anniversary" dan sudah berjalan selama sebelas bulan belakangan. Yups, 21 April 2015 bertepatan dengan Hari Kartini ini, kami resmi terhitung sebelas bulan menjalin hubungan.

Hahaha "ditunda", katanya.
22 Maret 2015 lalu, sehari setelah 10th month anniversary kami, aku dan Kak Anto melangsungkan lamaran, yang memang sengaja dibarengkan dengan momen ulang tahun ke-24-ku. Jadi, apakah anniversary kami pada April ini berada di tanggal 21 atau tanggal 22-nya? Hehehe... Both of those days are our anniversaries. Tanggal 21 untuk 11 bulan menjadi kekasih, dan tanggal 22 untuk 1 bulan sebagai calon istri. :*

But never mind, tolok-ukur cinta bukan dari rutin-nggaknya suatu pasangan ber-anniversary, kok. Yang penting cintanya, sayangnya, hangat perhatian dan kesetiaannya. *tsaaah* Apalagi bulan depan, dipastikan kami akan punya satu anniversary yang berbeda tanggal lagi. Hihihihi...
(♡˙︶˙♡)

Nggak sampai sebulan menjelang pernikahan, di detik ini akunya masih relatif woles. Ya bagus kalau bisa begini terus hingga hari-H, daripada tahu-tahu jadi nerveous dan malah bikin kacau pas acara? Naudzubillah...

Dan... Ini ya, terkait persiapan batin dan mental, aku sungguh-sungguh (jadi) percaya bahwa semakin dekat dengan suatu hajat (pernikahan, misalnya), akan adaa~ saja permasalahan dan perselisihan terjadi, terutama bagi kedua calon mempelai dan keluarga. Entah itu hal yang remeh-temeh bahkan sampai bawa-bawa prinsip pribadi. Serius!(>д<)

Aku pun mengalaminya. Rangkaian proses tersebut. Kak Anto yang tiba-tiba (menurutku) jadi menyebalkan; situasi kantor yang sedang tegang-tegangnya; bertengkar dengan Sissy; cekcok dengan Ibuk; dan banyaaak~ hal kecil-kecil tapi supeeerr bikin badmood. Kurasakan aku pribadi cenderung jadi lebih sensitif dan pemarah. Mulanya nggak begitu kentara, tapi kalau dipikir-pikir lagi (dengan kepala dan hati yang dingin, tentu) bukan nggak mungkin sejumlah 'kerikil' hingga 'batu kali' -yang 'Dilemparkan' bertubi-rubi tepat ke wajah- itu merupakan bentuk ujian dari Tuhan terhadap kesiapan emosiku.


Menikah (seharusnya) sekali untuk seumur hidup. Pasangan kita mulanya adalah orang asing, bukan? Dalam kurun waktu yang seringkali nggak sampai separuh bahkan seperempat usia kita, sudah yakinkah ingin menghabiskan sisa hidup dengan seseorang yang sama nan 'itu-itu saja'?

Efek ajaibnya, kita akan dengan mudah menemukan ketidaksesuaian/ketidakcocokan terhadap pasangan, berikut segala tetek-bengek kekurangan dan kelemahan yang kian mengurangi pesonanya di mata kita.
"Yakin nih, mau nikahin yang kayak gini?"
Kita cuma akan fokus dengan sisi negatif pasangan dan lupa untuk memantaskan diri juga. Pede sekali bilang situ yang terbaik bagi dia? Yakin, di luar sana nggak ada lawan jenis yang lebih baik, tapi bagaimanapun dia tetap memilihmu sebagai teman hidupnya? ;)

Mungkin itulah sebabnya di era lama, ada suatu ketika kedua calon mempelai harus 'dipingit' atau melakukan 'pingitan', dilarang bertemu dalam kurun waktu tertentu hingga hari pernikahan tiba. Bisa jadi tujuannya memang untuk meminimalisir 'goncangan' jiwa yang berpotensi menyesatkan tersebut. Pernah menghitung banyaknya kasus hubungan berantakan di detik-detik terakhir jelang momen penting? That's too bad even to imagined. :(

Jaga hubungan. Tetap saling cinta. Percaya, menghormati, setia, dan berusaha menjadi yang terbaik. Fighting! ^0^)9

Tapi semakin diragu-ragukan, aku justru semakin yakin kalau aku ini takdirmu, Chagi. :*

Jumat, 10 April 2015

I'm In Fourties

Ada yang sempat gagal move-on gara-gara syok setelah mantengin hasil timbangan badan yang angkanya melonjak naik? Aku juga. *toss* Beberapa hari lalu, pas jemput ibuk ke rumah mbah-budhe di daerah Mangelo-Sooko, kebetulan beliau punya timbangan badan, lalu iseng-iseng aku cek. Seberapa berat sih, aku sekarang?

Dari awal sudah nggak pede karena akhir-akhir ini aku jadi doyan banget makan, apalagi ngemil, plus nyoklat. Dan benar saja, jarum navigasi(?) pada timbangan tetap meluncur meski sudah melewati angka 40kg. For real? 

Akhirnya berhenti di angka 43. Yes. I am 43kg right now. :'( Nggak heran ini badan kayaknya makin berat dan nggak hore dipakai gerak. Bawaannya jadi banyak males. Ternyataa~~ aku positif gendutan! Huhuhuhuu... Doanya si Oppa makbul sangat deh ini. Dia kan suka banget nyuruh aku makan, bahkan berniat akan menggemukkan(?) aku. Dan luar biasanya malah terkabul. Hiks. >_<
Berarti semasyarakat Path, aku masih yg paling ringan, ya? 

Untuk mengurangi depresi, aku pun berbagi status Path mengenai kenaikan berat badanku. Eh, kok banyak yang komen. Hahahahaa...

Ternyata untuk ukuran muda-mudi seusiaku, juga menurut teman-teman, aku masih tergolong kurus. Banyak di antara mereka yang bahkan terlihat 'seukuran' namun rupanya memiliki berat badan yang lebih daripadaku. Wow... 〈(゜。゜)

Tanpa bermaksud sombong atau apa, menurutku pribadi dengan berat baruku ini, sungguhan badanku rasanya makin berat dan cenderung jadi susah diajak bergerak dibandingkan ketika aku masih 'under 40'. Tiga puluh sembilan kilogram adalah angka mati untuk beberapa tahun belakangan. Paling banter 41kg, itupun kala BAB-ku nggak lancar. (´・_・`) *uuups*

Bukannya nggak bersyukur, ya. Alhamdulillah, bagaimanapun aku selalu ingat untuk tetap bersyukur sama Allah, kok. ( ・ω・) Lagipula banyak yang memberi respon positif terhadap appearance baruku. Menurut mereka aku terlihat lebih sehat, lebih berisi tapi pas, nggak terlalu pucat lagi, pun nggak tirus-tirus amat kayak sebelumnya. Intinya banyak yang bilang aku lebih pantas dengan ukuranku yang sekarang. Yeiii~~ (´∇ノ`*)ノ

Tapi yaa~ andai mereka tahu sehoror apa kenyataan yang dialami tubuhku. ( /,\ ) Oke, sebutlah aku punya beberapa alergi yang 'manja', nggak bisa sembuh, cuma bisa diantisipasi dan dikurangi efeknya. Selain alergi makanan laut, aku juga sensitif sekali dengan minyak jenuh. Banyak memakan makanan yang mengandung minyak jenuh -seperti ayam, telur, dan mie instan, apalagi digoreng- akan gampang sekali membuat tubuhku terluka 'luar-dalam'. Gatal-gatal hingga ruam dan memicu jerawat di luar, serta mudah 'bengkak'nya perut-lengan-paha karena mengendapnya lemak dari dalam. *mewek*

Galau, kan?

Biar bagaimanapun, kejadian men-chubby-nya diriku ini mau nggak mau mendobrak kebebalanku masalah kesehatan. Aku kembali mencoba untuk makan secara teratur, bukannya 'balas-dendam' (yang sekalinya lapar langsung khilaf makan berporsi-porsi). Memperbanyak minum air putih, dan menjadwalkan olahraga. ;)

Ogah mem-PHP diri sendiri dengan langsung sok-sokan rajin olahraga. Dimulai dari yang kecil-kecil dulu, yang gampang dilakukan. Jogging pagi, skipping, atau sekadar latihan pemanasan di rumah. Banyak juga kok, tips-tips olahraga dan kesehatan di internet yang bisa dipelajari sendiri.

Yang kiranya senasib denganku, bolehlah kita move-on bareng mulai dari sekarang. *kiss kiss*

Selasa, 07 April 2015

Welcome to "ERCEHAULIYASARI"

Sepanjang hari ini berlalu dengan sendu. Mendung sejak pagi dan mulai turun hujan menjelang siang. Hingga detik ini. Sampai-sampai membuatku galau, lalu memutuskan melahirkan sebuah akun gmail lagi. Semoga ini yang terakhir. >,<

Alamat blog ini memang ercehauliyasari.blogspot.com tapi email induknya adalah ryeongllya@gmail.com yang belakangan gatal sekali pengin kuganti. Maksudku biar sekali-sekali aku punya sebuah email yang nggenah, begitu. Sekaligus biar sama semuanya, meski agak sayang juga meninggalkan akun sebelah yang viewersnya sudah lumayan banyak. :'(

Berikut daftar email saya:
1. angelicevil@rocketmail.com
2. ryeongllya@gmail.com
3. ryeongllyarch@gmail.com (yang ini sedang dalam upaya penonaktifan)
4. ercehauliyasari@gmail.com

Sebenarnya ada lagi beberapa ymail lain juga sih, tapi lupa semua alamat beserta password-nya. Ehehehe...

Berkaitan hal ini, move-on jadi gampang-gampang-susah. Pasalnya selain si akun gmail sebelah sudah cukup eksis dari segi circle, semua aplikasi Akaharu didaftarkan berdasarkan gmail tersebut, lengkap dengan fitur +google-nya. Huhuhuuu... :( Yaaa~~ if you know what I mean~~

Maka setelah menimbang-nimbang bibit-bebet-bobotnya *halahh* Bismillahirrahmanirrahiiim... I've moved. *plokplokplok* Karena baru di-action menjelang sore hari, kan takutnya nggak keburu jam tutup kantor (maklum, fakir wi-fi, LOL). Tapi alhamdulillah proses pemindahannya sukses, meski sebelumnya sempat sekali gagal sync. *nangis darah* Sewaktu mengecek Playstore, aku benar-benar lega karena aplikasi yang terpasang di Akaharu ternyata sudah menempel dengan sendirinya pada akun baru ini. Atau memang begitu cuma akunya saja yang nggak tahu? :P

Mmm... Nggak ada maksud lain. Murni ingin meluruskan hidup. *ceileh* 'ryeong' pada 'ryeongllya' merujuk pada saranghaneun SJ oppa; Kim Ryeowook. *ehhem* Maklumlah, si anak kemarin sore ini (mengaku) sudah nggak labil lagi. Jadi cuma pengin menyebutkan namanya sendiri dalam setiap akun sosialnya. Hahaha...

Jadi, tetap dukung aku, ya! \( ^0^ )/ *bungkuk*

Senin, 06 April 2015

Yo, First Monday of April!

So long, March. Welcome, April... Hisashiburi da nee~~ ヾ(´▽`;)ゝ

Setelah bulan Maret yang bagaikan mimpi, now it's time to landing back in reality. Buka-buka blog ini sembari sedikit bernostalgia. Kenapa jadi ada banyak banget draft begini? xP *gampar* Ya, kan salahku sendiri. Ada begitu banyak hal yang ingin kubagi di sini, tapi karena the-power-of-macam-macam-alasan malah mangkrak dan sudah terlalu out of topic. Basi. Next time-lah, jika ada momen yang pas (dan semoga nggak lupa). :P
April. Bicara tentang April Mop, sekarang memang sudah lewat beberapa hari sejak tanggal 1 April, tapi sepertinya efek April Mop yang jayus itu masih belum juga hilang dariku. Berbanding terbalik dengan Maret yang berisikan kejutan-kejutan manis, awal April terkesan memberiku semacam tempaan mental. It's quite hard, but I won't give up so easily. Anggap saja trial dengan bulan Mei sebagai hadiah. Ehehehe...

Aku ingat melewatkan 1 April Mop 'pembulian diri sendiri' oleh sederet tugas kantor pasca RAT yang -boleh dibilang sukses- dihelat 28 Maret lalu. Seninku langsung disibukkan oleh beres-beres kantor yang lagi-lagi berubah formasi. Pusing banget membongkar dan lalu menata kembali berkas-berkas sudah dipindahkan ke sana kemari oleh oknum lain. Kabar baiknya, aku hampir-hampir mabuk es degan! Saking seringnya ditraktir kantor sehabis 'kerja rodi'. x_X
Kami sebelum acara dimulai. Absurd! xP
Mamas and I. Tumbenan banyak piku terambil. :Dv
Berkas pengajuanku ke BNI Syariah sudah diserahkan, meski belum 100% lengkap. Jadilah April Mop yang jatuh di Hari Rabu lalu, juga sebagai hariku berklinong-klinong, berpanas-panas (sampai gosong). Hari kepayahan lah pokoknya. Namun sekali lagi, "selalu ada berkah di setiap musibah" dan kali ini salah satu yang tetap bisa disyukuri selain lancarnya kegiatanku, yakni akhirnya aku menemukan sebuah baju manset sesuai yang kuingini, setelah hampir seharian putar-putar, keluar-masuk toko busana juga beberapa butik. Meski harus kutebus dengan harga yang cukup fantastis 'hanya' demi sebuah dalaman. -___-" Tetap syukur alhamdulillah, semoga barokah dan rejeki kami kian ditambah. Aamiiin~~
Nggak cukup sampai di situ, besoknya aku kembali harus 'jalan' mengurus Surat Keterangan Belum Menikah dari kelurahan (sebagai salah satu kelengkapan berkas), juga mencari-cari IMB dan pas foto. Baru balik kantor menjelang dzuhur, itupun usai berbelanja keperluan kantor dulu, yang lokasinya mencar-mencar. *elap keringat*

Maka begitu tahu ada dua buah tanggal merah dalam satu garis weekend, aku bersyukur sekali. Hari Kamis sebelum kru kantor bubar untuk berakhir pekan yang kecepetan, sorenya Pak Bos mengajak rapat sekaligus mengaji rutin. Kali ini terpaksa mengungsi di ruang depan, karena arena rapat dan mengaji kami yang biasanya sudah binasa, dijadikan gudang dan lahan parkir motor non-ready. Saat itu aku nggak tahu kalau meeting dadakan tersebut bakal lama, sudah begitu aku terlanjur berjanji mau menjenguk Chagiya yang sedang sakit dan harus off di rumah. :(

Pukul 05:30 PM, mau nggak mau meeting disudahi lantaran Jalan Pemuda dikondisikan untuk para Jemaat Gereja yang hendak berhari raya. Aku yakin semua personel (kecuali Pak Bos) sangat senang dan pengin cepat-cepat pulang. Segera saja kupacu Bebe naik ke Jembatan Gajahmada menuju arah By Pass. Terlalu lama kalau harus memutar lewat Rolak, begitu pikirku. Perjalananku sampai ke rumah Chagi bukannya berjalan mulus, you now that I'm so bad in navigation, traffic, dan bodoh kalau menyeberang jalan. But however, I was success arrived to Chagi's home safely. :Dv

Ngapel. xD
Chagiya was waiting for me. Hehehe... Rupanya aku sudah membuatnya khawatir dengan menemuinya saat hari sudah petang. Maka dia bersikeras mengantarkanku pulang, meski aku sudah menolak karena dia belum sembuh betul dan lebih baik nggak kena angin malam dulu. Tapi ya dasar Chagiya bandel! On our way home, he bought me a cup of chilled chocolate sebagai ganti Chunky Bar Strawberry-Val Edition, yang kubawakan untuknya. :* :*

Hore sekali akhirnya berkesempatan menghabiskan hari libur dengan mager semager-magernya di rumah. Main Get Rich, juga maraton drakor judul baru: "High School Love On" yang isi ceritanya lumayan oke, dengan dua oppadeul cute asal BB Infinite sebagai namja pemeran tokoh utama dan tokoh pembantu utama. Hanya dalam sehari saja, bertiga ibuk dan Iis, kami sudah menamatkan sekitar 5 episode. xD
Maaf ya, kalau malah
foto2 kami yg bertebaran

Mmm... Karena "make a wish" nggak hanya di awal tahun bahkan awal bulan saja. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun kita boleh, bahkan wajib berdoa. Maka tiba di Senin pertama pada bulan empat ini, aku pun sudah menyiapkan berbagai doa dan harapan-harapan baru. Tentang hal-hal yang sudah berhasil tercapai, semoga mengekal, nggak untuk sementara saja. Dan untuk keinginan dan harapanku yang belum terkabul, semoga tetap masuk dalam Kun Fayakun-list Allah, yang segera diijabahi oleh-Nya. Aamiiin... >_<

Kata khalayak sih, semakin mendekati hari-H (pernikahan) kita akan semakin diuji. Adaaa~ saja permasalahan yang datang, bahkan terkesan bertubi-tubi dan berkesinambungan. Tapi bagaimanapun aku tetap bersyukur. Kuniatkan hari-hariku yang nggak banyak tersisa ini untuk ber-istiqomah, selalu melakukan yang terbaik sebisaku, sebagaimana yang selalu kulakukan. Yang aku ingin bisa selalu lakukan. Untukku, untuk Ibuk, untuk Oppa, untuk keluarga kecilku, pun pihak-pihak yang nggak berhenti mendukung bagaimanapun keadaanku. Terima kasih banyak... *sungkem*

Nggak ada manusia yang nggak 'bermasalah'. Sedamai apapun, satu-dua prahara pasti ada, tergantung bagaimana cara manusia tersebut menyikapi dan menyelesaikan masalah-masalahnya. ;)

Well, seperlima April pertama akan segera berakhir. Semoga kebaikan dan beruntungan senantiasa bersama kita, Aamiiin...

Selamat Nyenin dan berbuka puasa! ^_^