Senin, 27 Mei 2013

Mini Drama : "Dilema"

Tema : 
Dibalik setiap keputusan yang telah diambil, ada akibat yang akan dipertanggungjawabkan.
Judul : 
Dilema
Sinopsis : (ringkasan cerita/gambaran inti cerita)
Pemain :
1. Ares
2. Zeus
3. Hera
4. El (Angel)
5. Il (Devil)

Narasi : (memperjelas situasi/kondisi di tempat kejadian/peristiwa dengan disertakan tokoh yang bermasalah dan penjelasan suatu masalah)

Di suatu siang yang terik, trotoar sepanjang SMK Olimpus menuju halte
Ares : (Keluar dari gerbang sekolah. Melepas dasi. Mengeluarkan ujung kemeja seragamnya. Berjalan gontai menyusuri trotoar, sambil sesekali menyeka peluh yang membanjiri dahinya. Melihat halte kosong, lantas duduk di bangku terdekat).
Zeus : (Memesan sebungkus es jus di warung kecil dekat halte. Usai membayar, dimasukkannya dompet ke dalam saku belakang celana. Lalu menunggu pesanan es jus-nya).
Ares : (Memperhatikan Zeus. Entah darimana tiba-tiba muncul niat buruk).
Il : (Di sisi kiri Ares). (Ada secercah harapan pada dompet yang tampak berisi itu).
El : (Merapat ke sebelah kanan Ares).
Ares : (Menimbang-nimbang, bimbang).
Il : (Merayu menggebu-gebu).
Ares : (Bangkit dan berjalan menuju Zeus dengan sebungkus es jus di yang hampir jadi, kelihatannya sangat segar).
Zeus : (Menerima es jus, berjalan ke arah Ares).
Ares : (Beberapa meter di depan Zeus. Terus berjalan sambil memainkan batu kerikil dengan menendang-nendangnya).
Il & El : (Berjalan mengapit Ares. Il tertawa-tawa senang, sementara El sibuk berkomat-komit).
Zeus : (Sibuk dengan es jusnya hingga tidak melihat Ares yang berjalan lurus ke arahnya).
Ares & Zeus : (Bertabrakan bahu sekilas, Zeus tampak terkejut).
Zeus : (Tersedak).
Ares : (Membungkukkan badan, meminta maaf sekilas).
. . .
Beberapa hari kemudian, sepulang sekolah
Ares : (Resah).
Il & El : (Menunjuk ke arah Hera yang saat itu sedang bersama seorang, Zeus).
Ares : (Tidak mengenali Zeus).
Il : (Tertawa mengejek).
El : (Memelototi Il).
Hera & Zeus : (Di kejauhan, sedang seru membicarakan sesuatu sambil sesekali bercanda dan tertawa-tawa bersama. Mereka kelihatan sangat akrab).
Ares : (Memperhatikan dua orang di seberangnya. Tampak tak senang Hera tertawa menanggapi perkataan Zeus yang tak bisa ia dengar dengan jelas. Merasa cemburu).
Ares : (Tidak mempedulikan perkataan El dan langsung menghampiri Hera & Zeus).
Zeus : (Sedang bercanda dengan Hera. Merasa ada yang menepuk bahunya, ia menoleh).
Ares : (Mendaratkan sebuah bogem mentah di wajah Zeus).
Zeus : (Menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya).
Hera : (Menjerit)
Ares : (Kaget, memucat ketika akhirnya mengenal Zeus).

Zeus : (Mengenali wajah Ares lantas menarik kerah kemejanya).
Ares : (Panik. Baru menyadari kalau Zeus adalah mahasiswa pemilik dompet yang sudah dicurinya itu).
Il : (Tertawa).
Zeus : (Memukul Ares).
Ares : (Tidak mampu membalas karena kedoknya sudah terbongkar di depan Hera).

Dialog

Ares : Ya Allah, panasnya! Mana laper dan haus, pula. Duit abis. Padahal akhir bulan masih jauh, tapi jatah uang saku udah sekarat banget! Kalau gini gimana aku nembak Hera dan ngajak dia jalan?
Il : Ini kesempatan, Man.
El : Jangan Boyyy… itu nggak baik, dosa! Kamu tau resikonya, kan?
El : Udahlah, ayo cepet pulang aja…
Il : Res… kesempatan nggak datang 2 kali lho! Kamu bakal menyesal kalau nggak kamu lakukan sekarang. Santai aja, Man… pasti aman! Kamu pengen uang jajan lebih buat ngajak Hera jalan, kan? Sekaranglah saatnya!
Zeus : Hei! Kalau jalan lihat-lihat dong! Dasar, bocah…
Ares : Maaf kak, benar-benar nggak sengaja.
Beberapa hari kemudian, sepulang sekolah.
Ares : Dari kemarin-kemarin pengen banget nembak Hera, tapi belum ada moment yang pas. Kayaknya hari ini aku harus cepet ngomong ke dia. Tapi Hera kemana, ya?
Il & El : Tuh…
Ares : Lho, siapa itu cowok? Kok Hera bisa sama dia, sih?
Il : Cowoknya, kaliii… Wah… Keduluan nih.
El : Kan belum tentu juga, Res. Tanyain dulu aja, gih. Siapa tau mereka cuma teman.
Ares : Sialan, itu cowok! Bisa-bisanya dia godain Hera kayak gitu. Baru kali ini aku lihat Hera bisa tertawa kayak gitu terhadap seorang cowok, bahkan dia nggak pernah bersikap seperti itu saat bersamaku.
Il : Dasar cewek itu… Padahal kamu sudah bela-belain, tapi dia malah deket sama cowok lain.
El : Kita nggak boleh negative thinking, belum tentu juga itu cowoknya. Disamperin aja dulu Res, tanya baik-baik. Hei, hei…
Ares : Heh! Anak mana lo? Jangan beraninya godain cewek sekolah gue, yah!
Hera : Ares! Kamu itu apa-apaan sih? Ngapain pukul-pukul dia, segala?
Ares : Tolong minggir, Ra. Cowok mata keranjang ini tadi godain kamu, kan? Kamu nggak diapa-apain sama dia?
Hera : Omong kosong apa ini?! Res, kenapa kamu mukulin kakakku, sih?
Ares : Kakak? Maksud kamu? Jadi, cowok ini kakak kamu?
Hera : Ya, cowok “mata keranjang” ini kakakku. Dan kamu sudah seenaknya mukul dia sembarangan.
Zeus : Kamu bocah yang udah nyolong dompetku waktu itu, kan?!
El : Aduh… gawat! Il, kita harus bantu Ares!
Il : Kenapa harus? Dia yang menebar benih, jadi biarkan Ares sendiri yang menuai hasil dari perbuatannya. Sudah El, kita nonton saja.
Hera : Kakak kenal sama Ares?
Zeus : Nggak, tapi aku yakin dia yang udah nyolong dompetku. Dasar kurang ajar! Balikin dompetku, bocah!
Hera : Apa itu bener, Res? Kamu yang nyopet kakak aku?
Akhirnya Ares dilaporkan kepada pihak sekolah atas kejadian ini. Orang tuanya pun dipanggil dan ia mendapat skors selama beberapa hari.

. . .

Minggu, 26 Mei 2013

Asa

Bukan buta,
pupil & kornea masih bercinta dg sempurna
bukan bisu,
lidah, gigi, serta pita suara masih riang beradu

namun meski hati hingga lelah menggapai,
pelita itu tetap dilindung temaram
desahan itu demikian dalam tersaput kelam

tertawa
kering
terjerat
rusak
berandai-andai
tertepis
bercumbu
kelu...

Aku mati bersama dekapmu...

Senandung Rindu

dingin ini demikian eratnya memelukku
hendak kau bawa ke mana angan-anganku pergi ?
aku hanya punya satu mimpi
dan aku bercita-cita akan melihat mimpi itu lagi
bersamamu

tapi langit senja sudah jauh berpulang
menyisakan tiupan sepi
yang menyelimuti hati
dan aku tak tahu
yang ingin kulihat esok
adalah dirimu yang amat kucinta saat ini
atau
kisah kebersamaan kita
di masa mendatang ?

aku tak tahu
mengapa aku tersesat sejauh ini
hanya karena wangi aroma tubuhmu
aku tak tahu
apa bagusnya jika kupu-kupu cantik sepertimu
mau menerima hatiku,
bunga kristal yang dingin lagi beku

aku tak tahu
apakah langkah kita akan selalu seirama ?
akankah detak jantung kita
sudah saling tersinkron
satu sama lain ?

aku tak tahu
dan
tak mau tahu
apapun
yang hanya akan membuatku berpikir
bahwa langit sengaja mencipta jarak
antara ku denganmu

aku sungguh tidak tahu
mengapa mencintaimu seperti ini
tapi aku pasti takkan mau tahu
akan jadi apa aku tanpamu
karena
kita selalu bersama, kan ?



Melodi

Aku berlagu
Yang sajaknya berisikan namamu
Aku bersenandung
Yang nadanya kuselaraskan dengan detak jantungku
Dan jantungmu

Kulabuhkan cintaku di situ
Di antara bait-bait lagu
Di dalam nafas-nafas irama
Karena pada nyata akan sulit kulihat
Mana cinta
Mana obsesiku untuk memiliki hatimu

Logikaku sudah lelah untuk mengerti
Untuk apa aku hidup jika tak bisa bersamamu ?
Melihatmu yang tampak ragu
Akan kesanggupanmu untuk menjaga
dan membahagiakanku

Hei, tak perlu kau risaukan itu, sayang
Cukup kau ada di sini
Maka aku takkan berharap apapun lagi
Takdir ini
Yang mengembalikanmu padaku
Adalah hal paling indah yang mau kupahami

Kau bersamaku
Maka itu cukup
Aku takkan meminta apapun lagi
Pada dentingan bintang
Pada harmonisasi warna pelangi
Pada melodi mimpi sekalipun

Selamanya kita akan menyanyikan lagu yang sama
Cinta ini lagu hidup kita...

Isak Hujan

aku sudah tidak ingat lagi
apa yg harus aku tangisi sampai seperti ini
hanya saja rasanya hati ini demikian sakit sekali
dan
aku tidak perlu apapun
kecuali airmata
diiringi langit yg turut berduka
sama sepertiku

aku hanya ingin menangis
sebentar saja

kenapa ?

mungkin aku tengah menangisi hatiku yg sekarat
aku menangisi jiwaku yg tergadai
dan takdirku yg menolak kebebasan

semua prahara mengendap jd satu
semua beban yg berserikat
mereka mengikatku kuat2
dalam tubuh sederhana ini

maka apalagi yg kubisa ?

selain berusaha mendongak
dan bermimpi menggapai matahari
yg jauhnya melampaui usia hidupku

apa artinya itu tidak mungkin ?

tidak, jika kau tetap tidak mau melepasku pergi
dari dunia terkutuk ini
dari dulu hingga kini tak ada satu pun yg berubah !
pelaku tetaplah seorang pendosa
dg hati2 lemah sebagai korbannya
mungkin itu aku !
mungkin jg aku ingin kenyataan yg seperti itu
yg seperti kisah dongeng iming2mu

apa tangisku sudah akan berhenti
ketika tulisan ini tamat ?
siapa yg tahu
kau...
aku...
langit...
surga...

tidak ada !


semuanya cuma ilusi
cuma fatamorgana
cuma mimpi untuk terbangun
dan malam untuk mentari esok hari

Once again

Assalamu'alaikum..
Good night.. Konbanwa.. Annyeong haseyo... :)

Ahh, feels so weird anyway. It's the first time I try to write a blog again after so long. This is my second blog after http://angelicevillynx.blogspot.com/ I don't know why but i couldn't use it anymore. And that explains why the hell i made this one. Hehehehe... :P


Mmmm... Now, what should i write down here ? Whatever it is it all comes and started from my heart. So please read, enjoy, and be friends. ^^




Sincerely,

RCH