Rabu, 28 Desember 2016

Dragonfruit Seblak Kinda Day

Harinya buah naga dan seblak makaroni.

Kemarin ayah dapat oleh-oleh 3 buah naga utuh. Bertanya-tanya, "What would I do with these dragonfruits?" akhirnya siang tadi berkesempatan untuk eksekusi.

Mumpung ada buah segar gratisan ya, bolehlah untuk bahan mpasi Aris. Googling sebentar, dapatlah tips dan resep mudah.

Sayang disayang, aku salah mengira tekstur buah naga seperti semangka yang otomatis lumer berair saat dikulum, nyatanya buah naga sedikit lebih kokoh. Buah naga yang hanya kupotong kecil-kecil dan dihaluskan manual dengan sendok agaknya cukup pelik dikecap. Baru beberapa sendok suap, Aris sudah menunjukkan ekspresi nggak minat dan mulet-muletlah dia tanda bosan.

Nggak ingin memaksa, kusudahi sesi makan kilat pagi setengah siang itu. Buah naga yang tersisa di mangkuk (daripada dibuang sayang) akhirnya cemplungin saja ke dalam blender. Mau dibikin jus, lah. Lalu dapat ide untuk memblendernya, dengan tekstur cair siapa tahu Aris lantas mau.

Usai diblender, disaring. Hasilnya lumayan kental juga ternyata karena 100% pure, nggak ditambah apapun termasuk air. Ampasnya masukin lagi ke dalam blender, tambahkan 2 buah naga yang tersisa, susu kental manis, dan gula lalu blender semua sekalian jadi satu. Voila! Panas-panas sumuk minum es jus buah naga kental manis cucok sekali.

Saat diujicobakan kembali, alhamdulillah Aris lebih doyan dari sebelumnya. ヾ(*´∀`*)ノ♪ Es jusnya pun jadi lebih cukup untuk diminum berdua mbahbuk.
Puree Dragonfruit
Berawal dari ibuk yang khilaf merebus makaroni hingga gosong--yang rencananya akan ditambahkan dalam sayur sop--daripada dibuang percuma, toh nggak parah-parah amat, tiba-tiba tercetus ide menjadikannya seblak. Googling lagi, tanya Tantit resep yang pernah dibikin dulu gimana. Padu padankan. Ketemulah resep seblak makaroni sederhana ala bunda Aris. *tsaaahh*
• bumbu halus •
Bawang merah
Bawang putih
Cabe rawit
Cabe merah
Kencur 
• bahan •
Makaroni keriting
Telur
Daun pre
Gula
Garam 
• cara membuat •
Haluskan bumbu.
Rebus makaroni setengah matang. Tiriskan.
Masak telur orak-arik. Masukkan bumbu halus. Aduk rata, beri air secukupnya. Masukkan makaroni, aduk-aduk. Tambahkan gula dan garam. Masukkan daun pre. Didihkan. 
Seblak ala-ala bunda Aris is ready to served. ԅ(¯﹃¯ԅ)
Seblak Makaroni ala Ricchan Auliya
Kali pertama bikin seblak. Masak jarang banget, sekalinya niat malah sok-sokan. Hehehe... Untung rasanya masih bisa diampuni... (ง ˙ω˙)ว Meski mas bojo agak ngeri dengan tampilannya (karena ada sebagian yang gosong) dan dia terus terang berekspektasi jika seblaknya menggunakan kerupuk. Jeongmal mianhae, Chagiyaa~ ( ;∀;)

Oiya, penggunaan makaroni sebagai seblak bisa diganti kerupuk (biar lebih afdol). Boleh menambahkan laos dan cabe hijau ke bumbu halusnya. Kemudian selain telur orak-arik bisa juga ditambahkan variasi sosis dan pentol biar lebih yahud. Tambahkan sayuran seperti sawi juga maknyus.

Chagiya makannya malam, sudah dingin, tapi nggak mau diangetin (seblaknya). Karena sebelumnya sudah disajikan dalam mangkok, pas dingin jadilah dia 'tercetak' dan kuahnya susut. ╥﹏╥ Sensasinya jadi kayak semacam schotel ala-ala gitu, lah. Gaje. Benernya memang seblak lebih endeus disantap selagi panas, biar makin nendang pedasnya. Lengkapi dengan minum yang dingin-manis-segar, ya.

Selamat mencoba! (๑・ิﻌ・ิ๑)

Selasa, 13 Desember 2016

My 6 Months Old Baby's 1st Food

December 13th! My baby has been 6 months old today, and as my promise, I'd start to feed him more than only breast-feeding.
Get ready to eat~~
 Jujur, jika 6 bulan lalu pasca melahirkan Aris aku mengklaim diriku nggak mengalami baby blues syndrome--well, yeah--I thought I get it now. Bagaimana menyakitkannya menyadari bahwa ASI-ku bukan lagi satu-satunya yang dibutuhkan oleh bayiku--yang telah kian tumbuh besar. It is really hurt. And sad deep inside my heart. Waktu benar-benar lekas sekali berlalu. Sadar sih, Aris makin gede, aktifitasnya makin banyak, akalnya makin 'main', dan makin butuh banyak energi juga untuk itu.
Aris Cimbul harus makan apa, dong?
Asupan makanan pertama Aris yaitu bubur beras putih, yang kumasak sendiri, meski dari tepung beli jadi. Efek nggak bisa masak, sih. Jangan ditiru, yaa~ ( ;∀;) Jika kemarin-kemarin pede nian dengan kemampuan dan semangatku untuk fokus ASI Eksklusif selama 6 bulan (insyaallah sampai 2 tahun karena alhamdulillah asiku lancar jaya), sekarang--realistis saja--aku terpaksa menyerah saat ayah membelikan si boy biskuit bayi kemasan dan bubur bayi instan--walaupun nggak setiap hari dibikin dan sesekali aku juga mencoba masak resep-resep mpasi sederhana. #nojudging #nobullying

Hari ini dan besok mungkin menunya akan sama, sebagai perkenalan bagi Aris terhadap rasa dan tekstur suatu makanan. Setelah dua hari tentu akan kuganti dengan menu lain, demikian juga dengan menu dalam satu hari yang sebisanya bervariasi.
Day 1-3 ➡ 1× sehari, siang (pagi dan sore nenen banyak-banyak).
Day 4-7 ➡ 2× sehari, pagi dan sore.
Day 8-10 ➡ 2× sehari, pagi dan sore+snack siang dan petang.
Day 11-14 ➡ 3× sehari. Snack dikondisikan.
Dan seterusnya~~
Happy eating

Rabu, 07 Desember 2016

Sakit Kepala

Rasa-rasanya sudah cukup lama sejak kali terakhir perasaan macam ini singgah. Aku mengenalnya. Hanya saja lebih baik lupa. Berpura-pura juga boleh. Yang pasti kali ini jangan sampai terjatuh lagi.

Dalam pelukannya.

Sempat kudengar ia mengocehkan sesuatu sebelum pergi. Tentang minum obat atau semacamnya. Manalah bisa kuingat? Dentuman jantung dan napasku yang memburu telah mengacaukan pendengaran. Sebentar lagi mungkin mataku akan jadi gelap.

Tapi tidak bisa.

Kaki-kaki itu mengayun. Menjejak apa-apa yang menghalangi, termasuk selembar kain tipis yang membungkus tubuhnya--berharap mampu sedikit menghangatkan di bawah deru kipas angin yang tak henti berputar sehari semalam.

Bagaimana aku bisa tidur?

Kutarik kembali kain tipis hingga sebatas dada. Menepuk-nepuk pelan tubuh mungilnya sembari membacakan doa pengantar tidur. Kukecup keningnya yang berpeluh. Menyekanya agar ia terbuai lebih nyaman. Memandangi wajah lelapnya sudah lebih dari cukup untuk membangkitkan bahagia. Ya, sesederhana itu. Memang sesepele itulah cintaku.

Rasa-rasa yang aneh tadi masih timbul-tenggelam. Tidak apa-apa, nanti pasti akan hilang sendiri. Mungkin cuma sedikit lelah, itu lumrah. Yang penting tidurmu nyenyak. Takkan kubiarkan nyamuk dan kroni-kroninya mencuri darahmu sedikitpun! Meninggalkan bekas gigitan yang akan mengganggumu seharian. Tidak akan.

Karenanya tidurlah, Sayang. Mimpikan dirimu sehebat yang kau mau. Belajarlah apa yang belum kau temukan dariku atau ayahmu, para malaikat dalam mimpi akan mengajarkanmu dengan senang hati. Lalu kau akan bangun dengan semangat baru dan kemampuan yang kian bertambah. Kian membuat kami bangga.

Sakit kepala ini bukan apa-apa. Percayalah. Aku akan mengatasinya dengan mudah. Pening ini tidak sebanding dengan kekuatan yang dianugerahkan-Nya padaku--6 bulan lalu--saat aku mengantarkanmu bertemu dunia pertama kalinya.

Iya, aku tentu sehebat itu.

Bunda akan selalu jadi yang terhebat, untukmu, buah hatiku.

Selasa, 29 November 2016

LOVE POTION

Love Potion Series by Oriflame❤

Namanya saja sudah "Ramuan Cinta" ya, wajar sekali jika saya, anda, bahkan setiap wanita yang berkesempatan memilikinya--yang sungguh eksklusif ini--mutlak jatuh cinta pada endusan(?) pertama.

Mimpi rasanya menyentuhkan botol kaca cantik bertutup unik tersebut pada telapak tangan. Kali pertama punya wewangian (Eau de Parfum) yang harga aslinya tidak bakalan mampu terjangkau tangan, Love Potion resmi menjadi parfum pertama dan termahal-tereksklusif yang pernah saya punya. We-o-we. Berkat Oriflame, tanpanya mana mungkin saya bisa memboyong duo tjantek ini pulang. Terima kasih, Oriflame... :*
Love Potion Series: Eau de Parfum dan Perfumed Body Cream
Botolnya kaca. Bisa pecah. Maka harus ekstra hati-hati betul menyimpannya (harus irit pakainya juga *cry*). Sedangkan tutupnya berbahan semacam plastik, dengan ujung meruncing ke atas. Sudahlah, unik cantiknya nggak ketulungan! Beruntung sudah dapat info tentang bagaimana cara membuka tutupnya, amanlah si ratjun dari kemungkinan 'rusak' akibat ulah katrok saya sendiri. Iya, caranya:
bagian bawah botol kaca digenggam di salah satu tangan, dan tangan yang lain menarik tutup runcingnya ke atas. Dan voila! Love Potion siap disemprot-semprot.
Cantik unik sekali, kan? 
Sebelum mengenakan Love Potion EdP, ada baiknya mengaplikasikan Love Potion Perfumed Body Cream ke seluruh tubuh terlebih dahulu. Biar apa? Ya, agar wanginya kian nampol dan tahan lama. Jadi, parfum dan body cream Love Potion ini efeknya saling dukung dengan aroma serupa; spicy ginger, cocoa blossom, dan chocolate yang super memikat.

Seusai mandi saya sempatkan membaluri sekujur tubuh saya yang masih fresh *eciyeh* dengan body cream. Love Potion PBC adalah body cream kedua yang pernah saya jajal setelah Milk&Honey Nourishing Hand&Body Cream--yang wanginya lembut dan yummy sekali.

Body cream ini bertekstur halus dan ringan, tidak kental pun tidak terlalu encer. Cepat diserap, tidak lengket sama sekali. Kulit lembut dalam detik pertama pemakaian! Superrr wangiii~ karena merupakan ekstrak dari parfumnya sendiri.

Semerbak wangi cokelat segera menyerbu indera penciuman saya. Lembut namun intens. Feminin tapi agresif sekaligus. Ada sensasi hangat yang nyaman khas ginger, meski aroma lezat cokelat tetap mendominasi. Satu kata: ba-ha-gi-a. Baru bermain dengan body cream, saya sudah merasa demikian dimanjakan. Apalagi *uhuk* parfumnya.

Karena baru mengenakan body cream saja, orang rumah sudah berkomentar harumnya ke mana-mana, saya menutup rapat pintu kamar lantas berdebar-debar hendak menyemprotkan wewangian magic khas Love Potion. Agar aromanya lebih kuat, sebaiknya semprotkan pada area tubuh yang 'mahir' menguarkannya seperti bagian leher, tengkuk, bawah telinga, dan siku sebelah dalam. Tidak dianjurkan menyemprotkan parfum ke pakaian karena akan mubazir. Buang-buang. Boros.

Dan, benar saja. Semprot sekali wanginya sudah semerbak ke seluru kamar (efek dibantu kipas angin dan ukuran kamar sempit, hihihi). Saya pun bersiap untuk bocan, bobok cantik.

Sama sekali tidak berlebihan jika Oriflame menyematkan 'nama sakral' pada rangkaian parfum dan body cream berkarakter sensual menggoda ini, atas prestasinya membangun kepercayaan diri para wanita di hadapan pasangan. Sendirinya saja sudah jatuh cinta, maka pria mana yang takkan jatuh hati pada wanita yang begitu cinta dan menghargai dirinya sendiri? Love Potion benar-benar mengajarkan saya untuk itu. Pun semua produk Oriflame yang memang dikreasikan untuk memanjakan personaliti dan kepribadian unik masing-masing penggunanya.

Love Potion EdP normalnya dibanderol idr 499k dan Perfumed Body Cream dilabeli idr 129k. Total jika memborong sepasang adalah idr 628k! Lebih dari ½ jutaan, Cyiiint! *dumatek* Luckyyy bulan ini Oriflame berbaik hati sekali pada bukibuk berlimit belanja pas-pasan macam saya, menghadiahi keduanya dengan hanya merogoh kocek idr 299k saja! Diskon 50% lebiiih... Belum termasuk potongan harga member, yaa... Jadi nyungsep senyungsep-nyungsepnya. Manalah saya tahan dengan yang diskonan begini.
Peluang bisnis Oriflame
Kepincut? Masih bisa diorder sampai besok, ya. Setelahnya akan kembali ke harga normal. Jadi, pilih 628k atau 299k saja? FREE biaya pendaftaran member.

More info:
R. AULIYA
WA 085655360062
BBM 51F9D6CF
Line rch_auliyasari
Ig @ercehauliyashop

Sabtu, 24 September 2016

Perfect Saturdate

Just attended to Iwan&Rya's wedding party in Raden Wijaya Hotel, catched up with baes, got nice pictures with them. Happy Wedding, Cong! Next time ketemu lagi kita ngopbar sambil bawa anak masing-masing, yee~ Amean Part II. Hihihi...

Terakhir ketemuan sama ini couple di Panties Pizza pas traktiran ultahnya Boss Henri (awal Juni, H min sepekan lairan--hamil 39w lebih--hehe). Bersamaan Elza-Anggi nikah mereka tunangan, dan alhamdulillah dilancarkan terus sampai hari H ini.

Tercatat member grup WA "Amean" yang notabene adalah geng ngopi ala-ala kita (est.2013 lah) aku dan Naw saling undang. Janjian datang bareng-bareng yang lain (Irene-Dito, Elza-Anggi, Icca-Fikar, Gigih, Kusnadi, Sembix-Atta, Ryan, dkk dll--ternyata Inaw kenal banyak sama 'arek-arek' juga. Such an impressive!) karena tadinya agak nggak yakin jangan-jangan nggak ada yang dikenal. Syukurlah kami sempat kumpul-kumpul dulu; bertukar kabar, ngobrol, foto-foto wefie!

Kelar jam 9an, aku dan kakbeb langsung cuss Wako Surodinawan menghadiri nobar Liverpool vs Hull City--dengan masih berkostum pasca buwuh. xD Untung couple set kami warnanya merah! Malu~ tapi 'demi' ya, karena ini kali pertamaku kembali ke ranah pernobar-bolaan mendukung tim merahku. #ynwa #kgmd

Tumbenan kakbeb inisiatif orderin black coffee yang--thanks God--rasanya indah banget. The first basic coffee of mine after my pregnancy. Kangeeen deh~~ bahagia itu sederhana.

FT: 5-1 Liverpool wins!!

Masyaallah~ malam ini cemerlang sekali. (((anak gimana anak)))

Rabu, 21 September 2016

1st Weekdays with Cimbul❤

Been back to work for a week and it is sooo exhausting~~ duhh masyaallah capeknya dobel tripel. Ya ngurus kerjaan, ya ngurus anak, pulangnya masih harus ngurus keperluan anak dan suami di rumah. #akusetrong

What I didn't expect is Cimbul surprisingly spent his days with me at my office more often than stayed at home with ayah and yangtit--as my A plan. What we had now is the B plan for real. So here is the map:
09/14 ➡ rumah
09/15 ➡ rumah
09/16 ➡ kantor dan rumah
09/17 ➡ kantor
09/19 ➡ kantor dan rumah
09/20 ➡ kantor
09/21 ➡ kantor
Hari pertama dan kedua Aris dijagain si ayah dibantu yangtit di rumah. Dapat laporan macam-macam mulai dari sekadar rewel, nangis terus, ngomel-ngomel, minta gendong sampai dosis nggak mau minum ASIP dari dot dan ngamuk-ngamuk, lalu dapat SMS "Kamu nggak bisa kah, pulang sebentar sekarang?"

Kantor dan rumah itu maksudnya pagi sampai siang ikut ngantor, lalu pas istirahat Cimbul dan ayah pulang ke rumah, karena mbahbuk sudah pulang dan bisa bantuin momong. Sekitar jam 1 atau jam setengah duaan aku ikut pulang untuk maksi dan nenenin.

Pikirku okelah sesekali ajak Aris ngantor toh ada ayahnya juga yang bersedia full momong ketika aku sedang ada kerjaan yang nggak bisa ditinggal, karena gimanapun Tantit nggak selalu bisa datang untuk bantu jagain. Tapi ternyata masbeb keterusan keenakan(?) semangat hore-hore ikut ngantor sambil bawa baby karena dia beneran lebih selo; Cimbul yang seketika jadi idola para bude di kantor niscaya banyak yang gendongin dan kami terbantu sekali momongnya. ^^

Singkat cerita tiap pagi kami 'piknik' ke kantorku. Bawa-bawa tas bayi yang isinya segala macam tetek bengek perintilannya Aris mulai dari popok, baju ganti, perlak, minyak telon-baby oil-sabun-tisu basah, saputangan, handuk, sampai mainan. Sengaja nggak bawa botol dot karena nenennya 'live' dooong~~ skin to skin breast feeding is the best dan tetap yang utama.

Jadwal sehari-hari pun kisaran antara: berangkat, sampai kantor tidur pagi, bangun-nenen, main, digendong bergilir, tidur siang, bangun-nenen, main, mandi, tidur sore, pulang. Gitu-gitu terus...

Capek? Banget. Nggak kebayang levelnya. Seneng? Pastilah. Secara kerja ditemenin suami dan anak, nggak kehilangan momen kebersaman dan bisa terus memantau tumbuh kembang si Cimbul. Quality time is everywhere. Serempong apapun pasti dijalani dengan sukacita. Bagus juga karena mengenalkan baby bersosialisasi. Anak jadi ramah dan nggak takut dengan oranglain. Kan nggak sedikit juga anak kecil yang cuma mau sama ibu-ayah pol sama neneknya dan takut sama oranglain? Semoga Aris nggak kayak gitu, deh.

Big thanks to hubby daddy yang luar biasa konsisten berperan-serta dalam mengasuh Aris bersama. Love love you full to the moon and back~~

Rabu, 14 September 2016

Monthversawork

Please excuse the random title...

Hey you, dear Love: happy 15th monthversary of our marriage

There are so many things been happened--don't say that I forgot our day, but yeah I was spacing out--I almost missed this 14th. Hehehe... My bad. I should've knew that it would be a day ahead after our child's birthdate.


Jadi per hari ini sudah harus masuk kantor. Kerja lagi. Sungguh perang batin yang teramat sangat untuk newmom sepertiku. Setengah hati pengin tinggal si rumah saja uwel-uwelin si kecil, sementara setengah yang lain tegas mengingatkan "I gotta back to work soon," by kinda some reasons.

To be honest, belum siap sama sekali untuk kembali ngantor. Hingga H-14 masih linglung apa saja yang mesti dipersiapkan untuk kembali ke kantor. Perlengkapan apa saja yang harus diadakan untuk keperluan baby. Perkara ASI misalnya. Ini krusial banget. Sejak hamil jauh-jauh hari aku bertekad akan memberikan ASI Eksklusif pada bayiku apapun yang terjadi. Jika terpaksa meninggalkannya selagi bekerja, baby Aris harus tetap mendapatkan haknya; hanya mengonsumsi ASI hingga berusia 6 bulan. Caranya? Karena nantinya kami nggak akan bisa terus bersama 24×7 satu-satunya solusi yang ada yaitu memompa ASI, alias diriku berperan sebagai bunda perah. *plok plok plok*

Jika sebelumnya pumping bertujuan untuk mengurasi risiko payudara bengkak akibat penggumpalan ASI (ini sungguhan pernah kualami dan rasanya sakit banget) sekaligus stok darurat ketika kami harus on the way, sekarang fokus untuk tabungan saat aku ngantor--meninggalkan Aris jauh dariku. :'( Apakah aku serajin itu hingga mampu memenuhi freezer dengan botol-botol kaca berisi ASIku? Big NO No no. You know me, miss bigplans without proper action. Hahaha... Maksud hati mencicil sedikit demi sedikit ASIP biar nggak keteteran dan Aris kekurangan nutrisi selama kutinggal, faktanya hingga H-7 aku belum menghasilkan sebotolpun! What the ngek~~

Entah mengapa kian dekat hari H aku merasa makin nggak punya waktu, pun Aris cenderung lebih rewel dari biasanya. In the end, H-1 baru punya stok 2 botol saja. Bismillahirrahmanirrahim~ lain-lain diurus belakangan.


Terjadilah drama pagi hari antara seorang ibu muda yang enggan berpisah dengan bayinya--yang menangis meraung-raung--sementara sang suami malah getol menyuruhnya lekas pergi. (ಥ_ಥ)

"Bunda akan pergi 'tuk sementara bukan 'tuk meninggalkan Aris selamanya. Bunda pasti 'kan kembali pada dirimu, tapi Aris jangan nakal~ Bunda pasti kembalii~~" *nyanyi*

Rabu, 31 Agustus 2016

Menanti Senja Tak Kunjung Datang

Berlari ku menuju matahari
Tapi tak kutemui
Aku pergi ke ufuk barat
Hanya tampak mendung yang menggeliat

Tiba-tiba kau muncul
Begitu saja, sekejap mata
"Senjamu takkan datang!" teriakmu lantang
Aku menangis
Tak ingin kehilangan apapun
yang sudah kujanjikan pada senja

Petang mengerang
Merutuk kenapa senja tak jadi datang
Ia menyuruhku pergi
Tapi aku tetap menanti
Senja harus tahu aku akan selalu menunggunya
di sini

Aku mencarimu
Kau tak ada di manapun
Terbenam sudah
Tenggelam musnah

Minggu, 14 Agustus 2016

1414th

Tanggal 14 untuk yang ke-14 bulan lamanya...

Still I into you. Loving you the most. Unconditionally. With all my can and incapability. 

Happy our 14th wedding monthversary, my dearest Love.


Selamat hari pramuka.

Aku seorang pramuka, kamu pun. Dasadarma yang semasa sekolah dulu hafalkan, semoga akan mampu kita laksanakan.

Amin.

#YNWA #KGMD

Rabu, 10 Agustus 2016

Cimbul vs Medicines

What a very very terrible day~~
After a whole last night couldn't sleep well 'til 9am this morning--penuh drama tangisan dan airmata--I do hate but have to took Aris to puskesmas imidiately, see the doctor.
・(/Д`)・

Nggak seperti biasanya--meski begadang semalaman namun subuh/paginya bisa tidur--sampai hampir siang si Cimbul tetap terjaga sembari rewel nggak henti. Semua kemungkinan yang kira-kira jadi penyebab sudah dicek, tapi nihil. Kami tetap nggak menemukan kenapa ini bayi terus menangis, menjerit, nggak kunjung lelap tertidur kendati segala upaya sudah dicoba.

Aku yang sudah amat sangat panik dunno what to do memaksa si ayah untuk membawa Aris berobat--apapun yang bisa membuatnya lebih baik. Dengan persiapan singkat seadanya--karena memang sama sekali nggak direncanakan--pukul 10 pagi kami berangkat.

Puskesmas jam segitu antriannya nggak terlalu ramai, tapi nunggu diperiksa dan nunggu dokter anak datang, itu yang lumayan lama. Setelah menunggu hampir 1 jam--usai nyasar di ruang tunggu depan ruang BP dan dicari-cari Bidan Nurul dari KIA, Aris sempat timbang badan dan dicek suhu tubuh, ditanya-tanya keluhannya juga--perdana kami berjumpa dokter anak. Untuk kali pertama pula aku berusaha menjelaskan keluhan yang bukan kualami sendiri. :( Semoga tepat sasaran.

Dr. Trias mendengarkan semua keluhan kami dengan baik. Aku tahu dia berusaha memberi jalan keluar yang masuk akal bagi kami yang kalut. Menurutnya Aris bisa jadi alergi terhadap sesuatu--entah makanan atau debu. Belum lagi bentuk pusar si Mbul yang unik tapi mendebarkan membuatnya rentan masuk angin dan jadi kembung. Itulah yang diindikasi menyebabkan Aris nggak enak badan hingga ia rewel. Subhanallah... o(╥﹏╥)o

Dari hasil pemeriksaan Aris diberikan resep obat, terdiri dari 3 jenis, yang bisa diambil di loket obat puskesmas. Tapiii~~ bayi 2 bulan, ges, sudah harus minum selain ASI. ヘ(;´Д`ヘ) beruntung Aris mudah sekali minum obat. Masing-masing obat diminum 1× sehari. Aku meminumkan salah satunya segera sepulang dari puskesmas (Zinc 20mg), yang kedua jelang mandi sore (Lacto-B), dan sebelum tidur malam (Cetirizine). Semoga semoga semoga tanpa menunggu obat habispun Aris akan lekas kembali pulih. Allahumma aamiiin~~~ *"Dalem, Bunda," sahut Aris* *ehh*

If only I could at his place, consume those medicines for him. Seperti inilah rasanya seorang ibu yang ikut merasakan kesakitan yang dialami sang buah hati, malah kalau bisa biarkan kami saja yang sakit, biarkan anak kami tetap sehat dan ceria seperti biasa.

Syafakillah Aris, nak cimbulku sayang...

Senin, 08 Agustus 2016

Eighty 8

Homeyyy~~
*bau busyuk*
Blog ini sudah lebih dari sekadar berkarat, tumbuh jamur, penuh sarang laba-laba, dan udara pengap. Jadi mari kita bersihkan dan hidupkan kembali. Ehehehe...

There are so many things happened in these recent days, weeks, months, that I haven't saved yet, but I really want to share it somehow, as my journal, my memories. My treasure.

Nggak tahu harus mulai dari mana karena banyak banget yang mau aku bagi dan simpan di sini, jadi postingan ini anggap saja sebagai teaser apa yang akan kutulis--segera. Sebagian akan jadi jurnal tentang beberapa kejadian di hari esok, beberapa lainnya akan tersempil ke tanggal-tanggal drafts tersebut seharusnya posted.

The clues: I've been staying at home for almost 2 months and for the next month. I have my baby already, it is Aris, dear world. I'm a mommy now. So there possibly will be a new tags #MArisCahyanto❤

Here, gimme a chuu~

Senin, 06 Juni 2016

Baby R Puasa Ramadhan

Selamat berbuka puasa!
Bagaimana puasa pertama hari ini? Alhamdulillah, perdana puasa lagi setelah kali terakhir puasa senin-kamis di bulan Rajab lalu--yang terpaksa diikuti dengan nge-drop-nya badan alias nggak kuat puasa. Semoga kali ini nggak begitu. Tetap lancar tanpa kendala berarti sampai tiba waktunya aku memang nggak lagi bisa puasa lantaran melahirkan. >_<

Btw, selain digosipkan bakal jadi #geminian yang pasti Aris akan lahir dalam Bulan Ramadhan ini, sebelum Syawal. Fyi, aku--mamaknya--dan dua saudara yang lain jugap lahir pas di bulan puasa. Walau memang cuma si bungsu saja yang diabadikan dalam namanya: Yanuar Rizky Ramadhan--calon oomnya si baby. Tapi tenang, sudah tahu bakal nama lengkap Aris, kan? Nggak akan ada 'Ramadhan'-nya. Biar nggak mainstream. :P

Terakhir dulu puasa pas Aris masih 5-6 bulanan--kalau nggak salah--dan sekarang sudah 9 bulan lebih, tapi intinya waktu itupun dia sudah 'cukup gede' dan 'sadar' terhadap dirinya dan situasi lingkungan. Si Aris kan selalu 'bangun' tiap jamnya sholat dan makan--ngudap, apapun. (-_-)ゞ (niruin siapa coba?) Nah, lucunya kemarin pun dan sebelumnya, Aris yang emang biasa bangun dan ikut sholat dhuha, menolak 'tidur' lagi karena 'merasa' sebentar lagi adalah jam nyemilnya. Jadilah dia umek sepanjang siang. Sudah dielus-elus dan diberi pengertian kalau bundanya sedang puasa, paling cuma bertahan anteng sebentar lalu jam 1-2 siang sudah bangun dan gedor-gedor lagi minta makan. Hehehe...

Minggu, 05 Juni 2016

Closingan

Marhaban Yaa Ramadhan... Selamat datang bulan suci Ramadhan. Selamat kembali berjumpa, bulan penuh rahmat dan berkah serta dibuka lebarnya pintu-pintu ampunan. Semoga kita selalu menjadi yang berbahagia menyambut hadirnya 30 hari indah sarat ibadah ini. Allahumma aamiiin...

Barusan pulang dari closingan bareng sobat Amean, bertepatan dengan syukuran ultah abang ganteng kita, Henry. Barakallah ye, Bang... Tiap tahun bolehlah diadakan kembali acara makan-makannya. Hihihi(ΦωΦ)#timgratisan

Kali ini sekalian incip kuliner baru di Jalan Majapahit (kompleks MIP, ex Nav Karaoke) Panties Pizza, yang konon sudah famous di kota-kota besar dan Mojokerto adalah cabang kesekian. Mumpung masih dalam promo buy 1 get 1 free khusus bagi para follower Instagram @pantiespizzamojokerto sejak tanggal 3 Juni lalu dan berakhir hari ini.

Pizza berukuran medium dipotong 4 dengan beraneka pilihan rasa. Untungnya karena beli banyak, kami berkesempatan mencicipi hampir semua jenis pizza. Sebut saja Pizza Dorman, Pizza President, Pizza Broadway, Pizza Chick O Cheese, Pizza Choco-cheese, serta beberapa yang entah apa nama dan macam isiannya. :P Pokoknya tadi sempat cobain yang isi sosis, keju, jamur, daging cincang, ayam-keju, beef-keju, dan campuran di antaranya. And they were not too bad even quite good untuk jenis pizza berbungkus roti (isian, bukan topping) dengan harga relatif ekonomis dibandingkan pizza sebelah, meski yah, kelas rasanya juga jelas beda lah. :'D Tersedia juga bermacam-macam beverages dan rasanya pun lumayan. Hanya sayang antrian kasirnya benar-benar luar biasa panjang mengular (mungkin karena masih dalam suasana grand opening). Jarak antara satu meja dengan meja lain terkesan sempit dan kurang private. Plus there is no mayonaise and enough tissue for all. (´・ω・`)

Anw, apa itu closingan? Menurut muda-mudi kekinian closingan terdiri dari kata dalam Bahasa Inggris closing(close) dan imbuhan dalam -an dalam Bahasa Indonesia, yang bila digabung maka maksudnya ialah 'penutupan'. Iya, penutupan. Segala yang dilakukan kali terakhir untuk kemudian rehat sejenak menghormati suasana Bulan Ramadhan. Manis, kan?

Pro dan kontra, sih. I mean ada saja yang berpendapat ini semacam pemuasan sesaat demi 'puasa' selama jangka waktu tertentu, dan akan dilakukan kembali bila sudah tiba saatnya. Do you get what I say? It is like useless shit for them. Tapi bagi yang kontra macam diriku, ya ini memang salah satu bentuk pelampiasan. But I know I do it for something bigger. Siapa tahu nggak akan ada 'lain kali' dan aku hanya bisa melakukan apa yang kuinginkan tersebut sekarang. I never wanna miss a thing. Don't wanna regret anything I wouldn't do.

Let's say. Kapan lagi aku bisa kumpul bareng sejawat dalam formasi nyaris lengkap begini? Di usia kehamilanku yang kian matang? Mumpung ada kesempatan. Minggu depan Baby R sudah akan memasuki minggu ke-39, aku (se)harusnya sudah benar-benar off dan fokus pada persiapan persalinan. Nggak akan ada waktu lagi untuk memikirkan yang lain, sesuatu yang sangat sepele seperti sekadar ngopi bareng atau kongkow berlama-lama. And I knew that it's gonna be happen 'till I'd have raised my child and stay at home for couple months without outgoing society.

Kapan lagi aku bisa menghadiri makan-makan gratis? *ehh* Kapan lagi aku bisa bebas pergi ke mana-mana sendiri? Tanpa merasa bersalah makan beberapa potong pizza berlumur saus pedas, tanpa merasa berdosa pulang malam jam berapapun yang kumau? Tidak peduli sudah berapa jam lamanya kuhabiskan waktu di luar rumah tanpa beban?

Adalah kesadaran yang menjadikannya penting. Sangat penting memiliki kesadaran untuk mengontrol diri sendiri melakukan/tidak melakukan sesuatu dan bertanggungjawab atasnya. Rasanya nggak perlu lah berdebat tentang apa yang seharusnya dan nggak harus dilakukan oleh oranglain. Yang penting diri sendiri dulu. Sudah melakukan yang benar, belum? Kenapa harus riweh mengurusi apa yang dilakukan/tidak dilakukan oranglain selama itu nggak mengganggumu? Mau mereka closingan atau tidak, mau mereka memuas-muaskan diri berhore-ria atau menyiapkan diri untuk jamaah sholat tarawih di masjid, itu urusan pribadi masing-masing. Siapa tahu mereka yang melakukan closingan makin mantap dan kusyu' ibadahnya karena sudah merasa puas nggak ada beban. Sementara yang lain--mungkin ya--mungkin di tengah-tengah ibadahnya masih kepikiran sesuatu. Merasa ganjil seperti ada yang kurang dan ingin dilakukan--entah apa. Sekali lagi, mungkin. Nggak semua manusia tingkat keimanannya sama dan bisa dipukul rata. Yang sungguh-sungguh niat ingsun beribadah tanpa ganggu gugat juga banyak, kok. Yang masih 100% istiqomah jamaah tarawih di masjid jelas cukup banyak, meski yang menyempatkan berburu kebutuhan lebaran di toko-toko dengan harus mengorbankan jam maghrib/isya', pun nggak sedikit. Ada.

Ingat, habluminallah-habluminnannaas. Ada hubungan baik dengan Tuhan, dan ada hubungan baik antar manusia. Berusaha memperbaiki diri sendiri dulu baru membantu perbaikan diri oranglain tanpa paksaan. Hidup itu indah selama bisa menghormati dan toleransi terhadap sesama. Jangan suka bikin segala sesuatu yang (sebenarnya) mudah jadi sulit, ahh.

Omongan ngawur penghujung weekend.

Jumat, 03 Juni 2016

USG Terakhir

Setelah kemarin kecele dan 'balik kucing' gara-gara pak dokter yang harusnya ngawal USG di puskesmas batal datang, hari ini akhirnya beliau menepati jadwal--di jam yang untungnya nggak lagi mancing emosi. Yup. Cuss dari rumah jam 8an pagi tanpa registrasi ulang, pemeriksaan selesai bahkan sebelum jam 10. Lucky, jadi nggak ngantor terlalu siang.

Tentu bukan kali pertama aku mengalami kejadian nggak mengenakkan macam itu. Ingat saat awal-awal aku coba ganti faskes? Sempat hampir bertengkar dengan resepsionis puskesmas mengenai berkas data dan jadwal pemeriksaan, lalu di-PHP beberapa hari hanya demi mendapatkan fasilitas USG--yang cuma sekitar 5 menitan saja, beda dengan USG mandiri di dokter kandungan khusus rumah sakit swasta/rumah sakit bersalin.

Ya, inilah risiko nggak horenya melakukan perawatan di fasilitas umum milik pemerintah yang free-cost. Kok kayaknya pasien bergantung nyawa banget pada pihak medis dan layak menerima perlakuan bagaimanapun dari mereka. Padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya nggak 100% free juga karena however aku rutin membayar iuran BPJS, sekaligus 'warga kota' yang memang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah kota apapun bentuk layanannya. #justblabling

Anw, alhamdulillah hasil cek USG baik semua. Posisi janin, plasenta, dan ketuban bagus, nggak ada masalah sama sekali. Kroscek lagi jenis kelamin Baby R yang syukurlah 99% nggak berubah sejak diagnosa pertama di usianya yang kala itu 6 bulanan. Mengingat cek fisikku kemarin juga aman terkendali (kecuali lonjakan bb dan problema kaki bengkak) insyaallah persiapan launching si baby kian mantap. Tinggal menata dan merapikan lagi niat ingsun, mental, dan psikis pribadiku saja. Maklum, makin ke sini emosiku kok rasanya jadi makin labil. Yah, begitulah... (´・_・`)


❤ganti topik❤
Sekujur badan masih njarem akibat pijat terapi kemarin, padahal yang dipijat cuma terbatas kaki sampai lutut, tangan sampai siku, pundak-punggung, dan wajah-kepala. *eh, banyak juga, ya?* Tapi efeknya lumayan kok, dengan segala keterbatasan situasi dan persiapan seadanya. Si bapak hampir seharian ngendon di kantor dengan 4 orang mbak-mbak yang antusias jadi pasien dadakan. Ya, tentu aku dan rekan-rekan kantor nggak akan melewatkan kesempatan langka ini. Mumpung ya, mumpung.

Boleh banget kalau ada yang mau cobain sensasi pijat relaksasinya juga. Sila cek lebih lengkap di Hasymi Pijat dan Bekam.

Happy malam weekend!

Rabu, 01 Juni 2016

Hey, June!!

Hello, world! It's June already. It was never be my special month (apalagi pernah ada tragedi 06-06-13, yang... ahh~ sudahlah!) but it's gonna be our Baby R's birthmonth. Yup, fyi, hpl-nya memang tanggal 13 Juni ini, bisa maju bisa mundur. Anything, pokoknya nggak jauh-jauh dari hpl dan normal serta lancar. Allahumma aamiiin~~ (>人<)

Tadi pagi jadwal terakhir kontrol 2 mingguan, karena minggu depan sudah waktunya kontrol lagi mengingat ini sudah masuk 38w2d. Besok sudah janjian USG terakhir juga. Deg-degaan~ kata Bidan Nurul, kepala Aris sudah mulai masuk panggul meski belum semua. Semoga melalui USG besok dokter bisa kasih info yang lebih valid dan memastikan nggak ada masalah apapun padaku dan si baby alias everything's okay. Aamiiin...

So, my weight is up 2kg(!) again into 56kg, total sudah naik sekitar 13kg dari sebelum hamil. Allahu Akbar!!! Pantesan ini badan sudah susah banget dipakai gerak, nggak muat dipakaikan pakaian macam-macam. After all should I end up wearing daster? ╥﹏╥ Nggak lah, sudah dipatenin niat ingsun pasca melahirkan harus bisa balikin badan semula sebisanya. Alon-alon soko kelakon. Pasti bisa! Harus berjuang ekstra biar bisa jadi mahmud yang (tetep) qualified.

Tensi darah normal 100/70 padahal bidan sempat mengira aku darah tinggi gara-gara sepasang kaki ini bengkak parah sekali. Cek hemoglobin (lagi) juga, diambil darah lagi.・(/Д`)・But it was worth, hasilnya bagus. Jadi dari tes hb kali pertama 11,6 lalu sempat turun ke 11,1 dan sekarang balik lagi 12,5. Semuanya di ambang batas normal.

Tentang persiapan jelang persalinan well, siap nggak siap. Segala perintilan bayi sudah diupayakan ketersediaannya melalui berbagai pertimbangan. Tapi konon yang namanya calon orangtua baru dalam menyikapi calon anak perdana bagaimanapun pasti tetap (kelihatannya) berlaku berlebihan. Saking inginnya memberikan yang terbaik buat si jabang bayi. Aku pun bukannya gelap mata dan terus-terusan belanja barang-barang lucuk untuk Aris, tapi ya gimana they're too cute to be ignored. Those cutie baby stuffs. Apalagi dengan kemampuan superku untuk mendapatkan segala perintilan tersebut dengan harga yang selalu membikin hati berbunga-bunga kala menebusnya. ヾ(´▽`;)ゝ

Betapa minggu-minggu akhir kehamilan yang begitu membahagiakan...

Sabtu, 21 Mei 2016

May be That Colorful

Yosha! Sampai juga di ⅔ Bulan Mei, 10 hari lagi menuju penghujung bulan. Pun tepat hari ini jatuh malam nifsu sya'ban, jelang bulan ramadhan yang insyaallah akan kita jumpai per tanggal 6 Juni 2016. Syemangat! ^▽^)9

Ke-positive thinking-an weekend ini dipersembahkan oleh mulai membaiknya Akaharu pasca 4 hari 3 malam menginap di servisan hape lantaran habis rusak cukup fatal. (ToT) Iya, terjun bebas tanpa pertahanan menghantam tegel kantor yang sontak membuatnya mati plethes, nggak mau on lagi meski sudah usaha kuapa-apain. So I had no choice but took it to service center. Setelah 3 harian, dua hari lalu sudah sempat kuambil dan 'tidur' rumah semalaman sih, tapi kemarin terpaksa balik servisan karena kondisinya belum pulih total dan baru kujemput lagi sore.

Jadi apa saja yang terjadi selama ditilap Akaharu? Yang jelas game online-ku mangkrak.(´・` )Kerjaan juga jadi nggak maksimal karena memang aku dituntut untuk selalu online, harus cepat dan mudah dihubungi. Tapi di sisi lain agak tenang juga akibat menurunnya frekuensi oknum yang berinteraksi denganku via apapun, baik line telepon maupun media sosial. Jadi yaa~ fokusku ke sekeliling bertambah dibanding biasanya (alias lebih peka). Hihihihi...

Selain tentang Akaharu, minggu ini berjalan cukup lancar dan menyenangkan. Hari Rabu jadwal kontrol pun alhamdulillah berjalan baik dan nggak molor-molor, bahkan cenderung selesai lebih cepat. Sebelum jam 10 sudah bisa balik kantor. Mas-mas rekan semeja yang pamit cuti genap seminggu juga sudah mulai masuk dan mengambil alih sebagian tugas yang menumpuk. Bersyukur saja untuk semuanya...

Kontrol di bidan puskesmas tetap 2 minggu sekali sampai usia kandungan 38weeks, lalu katanya akan makin intens jadi seminggu sekali. Aww~ makin dekat hpl makin deg-degan~~ nerveous-nya nambah-nambah tiap hari. Hope nothing but kemudahan, kelancaran, keselamatan--utamanya bagi Baby R--dan kekuatan cukup untukku. Aamiiin...

Paketan baby?
Menginap?
Jalan-jalan?
Rencana pindah kamar?

Rabu, 04 Mei 2016

Wednesday Weekend

It's Wednesday! Harinya kontrol si jabang bayi~~ Alhamdulillah, semua lancar jaya. Bangun pagi tepat waktu, nggak buru-buru. Antrian loket puskesmas aman, begitu pula di ruang tunggu periksa KIA dan loket obat. Ketemu 2 orang teman kelas TPG dulu, Mbak Yuli dan Ina yang perutnya sudah tampak membesar. Usia kehamilan mereka berkisar 5-6 bulan. Wow! Para 'senior' kami pasti banyak yang sudah melahirkan. And next month is going to be my turn. ^^

Pas diperiksa si baby lagi-lagi ngusilin Bidan Yuanita dengan salto dan guling-guling, begitu akan dicek detak jantungnya. Lucu gitu. >w< Setelah 'berusaha' mencari posisi yang pas, via doppler dag-dig-dug jantungnya Baby R terdengar timbul-tenggelam, padahal posisi doppler-nya sudah benar. Sebentar-sebentar bunyi keras, memelan, terus senyap. Lalu muncul lagi nyaring. Hihihi... Dasar anak ayah! Belum lahir aja sudah tengil begitu. xD

Bb naik, diameter(?) perut bertambah, sedangkan tensi ngedrop banget. :( Dibilang kurang istirahat. Semacam kecapekan, kepikiran, atau susah tidur. Indikasi pertama dan kedua bisa jadi, tapi yang terakhir nggak mungkin. Aku kan ngebo banget kalau soal tidur (dan makan). :P Keluhannya tetap kaki kram, akhir-akhir ini frekuensinya makin sering. Lalu mulai mbesesek kata bu bidan, efek rahim yang kian membesar mendorong diafragma, jadinya bikin sesak nafas. Normal saja untuk bumil, makanya jangan tidur telentang. Utamakan miring ke kiri, atau pindah hadap ke kanan. Bantal kepala ditinggikan. Hahaha noted!
My pregnancy progress
Akhirnya dapat juga info tentang prosedur peminjaman pompa ASI di puskesmas. Persyaratannya mudah: cukup menyerahkan fotokopi KTP dan KK (khusus warga kota) maka berhak meminjam set pompa ASI selama 6 bulan lamanya. Lumayan kan, cukup untuk menunda sampai bisa beli sendiri. Hehehe... Gimanapun niat untuk ASI eksklusif harus terealisasi demi tumbuh kembang Baby R yang sempurna. #prinsip *aku setrong*

Hari ini paket belanjaan barang-barang si baby datang lagi. Ternyata banyak juga dan semuanya lucuk maksimal! (≧▽≦) Yang paliiing bikin hepi adalah barang sesuai dengan ekspektasi--di samping fakta indah that all of them are in the lowest price plus free shipping. How lucky~~ Orang-orang pada iri bin nggumun kok ya nemu yang model-model begitu. Hihihi... Perjuangannya, dong! *emak-emak banget* Overall I proudly give 4 to 5 stars. ★★★★☆ Thanks a lot, @Shopee_ID next time mau banget belanja lagi kalau ada event dan promo yang pas. :Dv

Well, hari ini nggak jadi pulang awal seperti perkiraan teman-teman kantor. But it's okay, I've enjoyed almost this whole day. Nanti malam mau benar-benar nyantai. Mumpung besok dan lusa ada 2 tanggal merah, si ayah mau ngajak ke rumah Krian, biar bisa istirahat tenang katanya. ^^ Bagi yang lain mungkin ini adalah Rabu rasa Sabtu, apalagi awal dari golden week. Tapi entah gimana jadinya liburan panjangku besok. Nggak berharap terlalu banyak di tengah situasi saat ini. Que sera sera~ dinikmati wae lah~


Oiya! (((mau sekalian numpang curcol)))
Kemarin pulang kerja dijemput sissy. Kami yang sudah cukup lama nggak jalan bareng memutuskan untuk menghabiskan sore dengan ber-window shopping (alias cari promo di swalayan), lalu sehabis magriban, bertiga Tantit kami menjajal venue baru di Jl. Majapahit sekalian makan malam dan cari angin. ;)

Pink Mango Cafe&Eatery berlokasi di daerah Kranggan dengan nuansa pinky nan eyecatching ini sayangnya jauh banget dari asumsi awal kami. Layout-nya sih cakep dan unyu sekali, but not for the foods and beverages. They are totally awful. :(
Girls nite out
Kami memesan 3 mangkuk Pink Miso ala Jepang, masing-masing segelas black tea, greentea, dan chocomilk yang juga--katanya--kudapan khas dari berbagai negara tertentu. Foto? Nggak sempat mengabadikan saking lapar dan sedihnya melihat pesanan kami begitu mereka terhidang di meja. Ngenes. Nggak tega. It was like, "Seriously!? What are these shits?"

Yup! Harga yang dibanderol, ilustrasi daftar menu, dan kenyataan hidangan yang tersaji nggak kompare blas. Jatuhnya high price for very low quality and quantity. x( Kami merasa tertipu. Alhasil kami bertiga mendumel sepanjang acara kongkow cantik itu, yang untungnya sedikit tertolong dengan jepretan foto-foto yang lumayan dan koneksi wifinya cukup memadai.

Merasa nggak terlalu puas dengan pesanan pertama, aku dan Tantit mencoba memesan menu makanan lain selagi minuman kami belum tandas seluruhnya. Pilihan kami jatuh pada udang goreng, usus ayam goreng, dan semacam fish ball ala Taiwan--yang semakin menjatuhkan penilaian kami alih-alih memperbaiki kesan sebelumnya. Enough. I must say that this venue wasn't my type nor a good culinary stop as it said. Kecuali yang ngajak ke sana yang traktirin. Ehehehehe... (´`;)
(((sekian saja curcolnya)))


So, happy golden week everyone! Kalau ada yang mau ngajakin akika jalan-jalan boleh banget, kok. *karepe dewe*

Selasa, 03 Mei 2016

Unknown Love

Hi, May!
Nggak terasa sekarang sudah tanggal 3. Sebelas hari lagi adalah 1st Wedding Anniversary-ku dan Kak Anto. Aaakk~~ cepatnyaa~~ O(≧∇≦)O

Selekas itu pula kandunganku sudah memasuki 34weeks dan besok adalah jadwal kontrol. Per besok check up kandunganku sudah makin intens menjadi 2 minggu sekali dari yang sebelumnya 1 bulan sekali. Kian mendekati minggu-minggu akhir jadi makin gelisah. Meski 2x USG terakhir hasil 'ngintip'nya *insyaallah* cowok--yang mana sudah disiapin nama ketjeh oleh bapaknya bahkan sejak dia masih embrio--tapi masih ada kemungkinan bisa saja aku akan melahirkan bayi perempuan. Wallahu'alam bisshowab...

Nah, loh!? Bikin galau, kan. Sementara semua orang tahu mas bojo memang kepengin banget anak pertamanya laki-laki. Sudah dirancangkan nama paten yang nggak bakal bisa diganggu gugat. Muhammad Amin Haris Putra Cahyanto--called Aris--will be our child's name if he is a boy. Kalau ternyata perempuan, dia bilang pasrah saja aku yang cari nama.【・_・?】So, I have to get a good name for my future baby girl, then I've gotten a nice oneAmaryllishtar Reinissa Putri Cahyanto a.k.a Aryl❤ Artinya? Hihihi... Top secret until Baby R is launched. Pokoknya itu akan jadi kombinasi nama yang cantik banget dan nggak pasaran.
Kenapa nggak terdiri dari 5 kata kayak nama lengkapnya Aris? 
Ya kan kombinasi nama panjang Aris itu sudah paten 'dari sananya'. Tersusun rapi oleh nama masing-masing almarhum ayah kami berdua (M. Amin dan M. Haris)--para kakek dari Baby R. Nggak bisa diubah/dikurangi. Mau ditambah juga buat apa? Kasihan nanti pas UAN tulis namanya susah. Hahaha... Jadi ya, demikianlah. Sudah begitu meski 1 kata lebih panjang, nama 'Muhammad Amin Haris Putra Cahyanto' cenderung lebih mudah untuk ditulis maupun dilafalkan ketimbang 'Amaryllishtar Reinissa Putri Cahyanto' so it is okay nama lengkap Aryl lebih pendek 1 kata.

Menyadari probabilitas tersebut, aku sampai pada pemahaman baru bahwa anak laki-laki atau perempuan pada dasarnya sama saja; titipan Sang Maha Kuasa dengan hak yang sama untuk mendapatkan cinta, kasih sayang, perawatan, serta perlindungan semaksimal mungkin dari orangtua. Toh, aku juga anak perempuan ayah--meski sayangnya tingkah lakuku juga pernah agak kelelaki-lelakian. Kan ngeri juga kalau terlanjur beli pernak-pernik warna gelap atau motif kecowok-cowokan dan ternyata anak yang keluar cewek?? Atau sebaliknya, selama USG disangka cewek, lalu sudah beli perintilan serba-pink ala princess, eh mbrojolnya lanang! Makanya beli yang warna-warni netral saja.

Tapi yang manapun--entah itu laki-laki atau perempuan--aku hanya mengharapkan keselamatan dan kesempurnaan lahir batin untuk calon anak kami. Nggak terjadi kendala apapun di luar kesanggupan kami. Kami sekeluarga senantiasa dimampukan menjadi orangtua terbaik baginya, sehingga kelak bayi kecil kami akan bisa tumbuh sesuai hakikatnya dengan mengharumkan nama keluarga, serta menjadi pembuka pintu-pintu surga bagi kami--(bakal) orangtua penuh keterbatasan tapi selalu bersikeras melakukan yang terbaik untuk memperbaiki diri demi menjadi figur yang baik pula baginya. Allahumma aamiiin...


Senja jelang pulang kantor,

Mommy wannabe

Selasa, 26 April 2016

Outing Day

Thanks to kram kaki kiri yang membangunkanku tepat waktu. Istirahat semalaman yang meski sangat kurang dari 8 jam, ternyata cukup untuk mengembalikan energiku setelah hampir seharian kemarin beredar di luar rumah.

Perdana aku nugas ke luar kantor. Diutus pak bos mewakili ikut pelatihan koperasi bertajuk "Managemen Resiko untuk Koperasi Syariah" di Gedung Busro--katanya--Jombang. Karena lokasi di kota sebelah dan acara cuma sampai sore, aku mengiyakan. Setengah hari Gata membantuku menyiapkan berkas dan kelengkapan apa saja yang perlu dibawa.

Jam 6 lewat sedikit aku cuss diantar Kak Anto. Kami pede saja langsung jalan meski belum pernah tahu lokasinya. Asal ada Google Map insyaallah aman. Hihihi... Melewati alun-alun Mojoagung yang dekat dengan RSB Inna tempatku biasa USG. Ternyata lumayan jauh juga dengan arus lalu lintas padat lancar ala pagi weekdays. Jam 7 kami sudah menemukan Jl. Soekarno-Hatta, tapi sama sekali nggak menjumpai gedung yang dimaksud. Sampai terlewat Jl. Gusdur (ex Jl. Merdeka) kami makin yakin kalau kebablasan. Kak Anto segera putar balik, kembali memasuki Jl. Soeharno-Hatta. Aku mengenali pom bensin di perempatan Soehat-A. Yani (lokasi pelatihan ibuk dulu). Sementara dia isi bensin, aku mencoba hubungi CP-nya, Pak Syamsul. Berkat instruksi beliau, kami sadar sudah melewati venue berkali-kali. Gedung Busro alias Hotel Yusro. Alamak!

Aku memantapkan langkah menuju aula acara, sementara Kak Anto langsung balik badan. Alhamdulillah, semuanya lancar. Berkenalan dengan Mbak Mutia, Mbak Titin, dan Nurul yang sudah lebih dulu datang dari kota masing-masing.

Di luar dugaan, meski pembukaannya molor, acara pelatihan ini justru selesai sejam lebih awal dari jadwal. Mungkin Allah memang berkenan mendukung rencanaku yang ingin mampir memeriksakan kandungan ke RSB Inna, mumpung sekalian lewat Mojoagung.

Sayangnya jam setengah 5 kami tiba di sana, Dr. Samidjan belum datang. Kami terpaksa menunggu hampir 2 jam untuk bertemu beliau. Beruntung penantian dan perjalanan kami terbayar dengan kabar baik tentang calon bayi kami. Insyaallah jenis kelamin nggak diragukan. Letaknya sudah menuju panggul dari yang sebelumnya melintang. Nggak terlihat tanda-tanda 'kalung usus' seperti yang pernah disebutkan. Pun bbj yang normal dan sehat. Masyaallah~~ bersyukur banget. Paling yang agak kami sesalkan ialah print warnanya pas eror, nggak mau nyetak. Sudah begitu Baby R lagi-lagi nutupin wajahnya pakai tangan, jadi cukup sulit memvisualisasikannya. And then daripada mubazir (toh nggak kelihatan muka si baby juga) aku setuju agar foto USG kali ini diprint hitam-putih. -___-"

Well, aku tahu Kak Anto capek antar-jemput Mojokerto-Jombang plus di Mojoagung nunggu dokter lama, tapi dia meluluskan keinginanku untuk meet up manteman ngopi. Jadi sekali jalan kami mampir ke rumah Irene lalu cuss bareng ke RnR cafe. Sayangnya peserta kali ini sedikit sekali: berempat aku, Kak Anto, Irene, dan Ica yang kami jumpai di parkiran.

Capek, lapar. Aku memesan apapun sesukaku dan sungguh-sungguh menikmatinya sembari mengobrolkan banyak hal dengan kawan-kawan. What a perfect day!

Jumat, 22 April 2016

(un)Happy Story

Hola, amigos!
Macam baru bangkit dari keterasingan saja. :/ Faktanya ini adalah postingan pertama di Bulan April yang sudah di ujung tanduk. Sudah hampir menyentuh tanggal tua, sementara banyak progress yang masih tertunda.

Meet such this awful Friday feels so familiar. Kok kayaknya 'Curse of Friday' masih melekat padaku. At this final time of work, I can tell you that it is a bad day. I'm having a bad bad day here. Horrible. Nggak tahu deh, kapan berakhirnya, semoga kesialan nggak mengikuti sampai rumah. :( Can't tell you why exactly, but trust me, it makes me so sick at all.

I'm still on recovery after caught flu started on Monday and got its climax on Wednesday, so I had to go to checkup my health immediately. Tersiksa luar biasa. Padahal baru sebulan lalu aku kena flu, lima hari ini aku kembali terinfeksi, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Kali ini demam dan sakit kepala menyertai. Tulang di sekujur badan terasa linu semua. Batuk terus-menerus, ingus nggak habis diseka. Sesak dan pengap di dada. Insomnia. Komplikasi, eh? Belum lagi gatal dan ruam yang muncul di sekitar tubuh. Lengkap sudah.

Semuanya menyiksa--tentu saja--tapi yang kurasakan cukup gawat adalah batuk non dahak. Sakit bukan main, bikin susah tidur akut. Dikit-dikit terbangun karenanya. Ditambah lagi kesadaranku bahwa yang di dalam perut ini pastilah ikut terguncang-guncang juga. :( Eomma jeongmal mianhae, adeul. Lebih sakit karena tahu si kecil turut terimbas. Uri appa do. Pengalaman flu bulan lalu makin memperketat pengawasan dan kesiagaannya terhadapku. Jam dan pola makan, juga jadwal minum obat. Bahkan ikut terbangun tengah malam pas aku terbatuk-batuk hebat atau kebelet pipis. No doubt that it was so tiring. That's why aku selalu semangat untuk cepet sembuh. Biar nggak lama-lama dicemasin dan nyusahin yang ngerawat. Gomawo, minna. Para malaikat keluarga tersayangku: mas bojo, ibuk, dan mamak. *peluk satu-satu*

Syukur alhamdulillah, hari ini aku sudah kian membaik. Sudah bisa cukup ngomong meski terbatas. But there are still many medicines to go, nggak boleh lupa-lupa biar cepet balik pulih kondisi badannya. Sponsored by Puskesmas Kedundung, I got sebotol Obat Batuk Hitam, tablet vitamin C, and tablet penambah darah(again).

Kunjunganku Rabu lalu sekaligus kontrol kehamilan yang minggu ini sudah mulai memasuki usia 8 bulan, tepatnya sekitar 32weeks. Setelah ini jadwal kontrol pun nggak lagi sebulan sekali, tapi jadi lebih intens. 2 minggu sekali. Antara senang dan enggak, sih. Senang karena bisa makin cepat tahu perkembangan Baby R. Nggak senangnya selain pasti antriannya makan waktu, kayaknya makin dihitung usia kehamilan yang makin dekat HPL, aku jadi makin nerveous. Sekarang saja sudah mulai kepikiran kudu gimana besok-besok pas lahiran. Uuugh... >_<

Selasa, 15 Maret 2016

10th Wedding's Monthversary

Kemarin, 14 Maret 2016, tepat 10 bulan pernikahanku dengan Kak Anto. 10 bulan yang rasanya begitu cepat. Apalagi jelang anniversary pertama, kami sudah dikaruniai jabang bayi yang kian menggenapi kebahagiaan kami. Aka-chan alias Aris sekarang sudah genap 26weeks, seminggu lagi sudah akan menginjak 7bulan. Sudah pintar dan bisa macam-macam, terutama bikin ayahnya terserang insomnia. :P

Kali pertama lupa sama hari jadi pernikahan... ∑(O_O;) Hahahaha... What the~~ padahal dari jauh hari sudah dinanti, eh pas hari H malah kelewatan. Bukannya lupa, hanya saja sejak Hari Minggu yang terjejak dalam otak adalah Senin tanggal 13, lalu besoknya tanggal 14 adalah Hari Selasa. Sip. Karena aku merencanakan kejutan kecil pada event bulanan ini, cukup tenang karena mengira masih punya waktu untuk mempersiapkannya. Ternyataa~ *dunanges*

10 bulan menikah nggak banyak mengubahku dan dia. Kini kami memang suami-istri, tapi jauh sebelum ijab-kabul terucap kami adalah teman--cukup dekat dan complicated untuk disebut sahabat--dan syukurlah hal tersebut tetap berlaku hingga sekarang. Tetap menyebut aku-kamu, tanpa melupakan panggilan 'Sayang'--meski di publik seringkali aku memanggil 'Kak Anto' karena agak jengah memanggil 'Sayang'.
"Aku dengar kamu panggil 'Kak.. Kak Anto..' tapi nggak ngeh, kenapa nggak langsung panggil 'Yang' aja, sih?" protes mas suami pada suatu jeda istirahat pertandingan bola di kafe tempat kami biasa nobar. Nah, kan?
Akhir pekan lalu adalah sebenar-benarnya golden week bagi kami. Ditinggal oleh ibuk dan Iis--yang menginap 2 malam 3 hari di Malang--untuk jaga rumah berdua. Rasanya kayak honeymoon, hihihi... Begitu damai, no interference, we planned the days by ourselves, all we can do, lah. Mungkin memang kita berdua sedang butuh lebih banyak lagi quality time. xD

Saat-saat berdua begitu dia selalu ambil kemudi dan melakukan berbagai hal untukku--yang memang cenderung lemot, manja, dan senang dilayani. Aku cuma kebagian beberes yang ringan-ringan saja. Belanja, masak, cuci piring, his job. Incip-incip hasil makanan, my job. Hahaha... Kalau pas lagi malas ya kita langsung cuss makan di luar. Ngedate.

Memang baiknya kita tinggal mandiri berdua saja, ya... Hmmm...

Kamis, 10 Maret 2016

GMT 2016

Topik hangat kemarin tentang GMT masih ramai dibicarakan khalayak hingga hari ini. Ya, Hari Rabuari, 9 Maret 2016 lalu adalah harinya gerhana yang turut diperingati oleh dunia. Gerhana Matahari Total merupakan fenomena alam langka yang uniknya tepat pada periode kali ini hanya terjadi di Indonesia, melintasi sejumlah provinsi yang tepat berada di garis khatulistiwa saja. Berbondong-bondong turis asing bahkan sengaja datang demi berburu menyaksikan langsung gejala alam GMT yang baru-baru ini ramai disebut 'wisata gerhana'.

Sayangnya dari tempatku (perumahan kecil di tengah kota kecil Mojokerto) GMT nggak bisa disaksikan. Karena ya, selain bukan kawasan khatulistiwa, Mojokerto kurang area terbuka (pantai misalnya). Sarana untuk mengamati langit pun nggak ada. Ya apa boleh buat. Disyukuri saja dengan melaksanakan sholat gerhana berjamaah di masjid setempat lalu menikmati GMT dari layar kaca yang luckily menyiarkan fenomena alam menakjubkan tersebut secara live.

Banyak yang kecele sih, berharap bisa menyaksikan langsung GMT dari rumah masing-masing. Naif sekali. Mbok ya sadar, kebagian aura 'mendung'nya sedikit-sedikit saja sudah bagus, di luar negeri malah nggak ngefek sama sekali, loh. :D Hal sama berlaku untuk turis-turis asing tersebut yang rela jauh-jauh bertandang ke Indonesia demi menonton fenomena alam langka yang berlangsung nggak lebih dari 20 menit dengan mata kepala sendiri. *salut*

Here's the doogle
Seantero dunia seolah berlomba memberitakan fenomena hari ini, nggak terkecuali Google. Kemarin pas iseng-iseng mau buka blog via Chrome ponsel, aku mendapati doodle Google yang bertemakan GMT. It's cute. Apalagi serupa .gif yang bisa di-play. Surprising me! Aku sendiri baru tahu bahwa Chrome-nya Lollipop bisa memutar doodle Google yang memang sering berganti secara berkala mengikuti kejadian pada hari tersebut. Semisal dua hari lalu doodle Google seolah turut merayakan #InternationalWomanDay.

Its kinda interesting. Benar-benar menarik perhatian pengguna Google yang suka dengan remeh-temeh sepertiku ini. Selain ada konten tersendiri tentang tema terkait--yang pastinya penuh informasi--, doodle ini bisa difungsikan untuk promosi dengan menggaet makin banyak pengguna internet untuk mengakses www.google.com. Ya pokoknya lucu dan kini (entah sejak kapan) bisa dijalankan via Chrome di Akaharu. Asyik, kan? Jadi makin rajin nge-blog, deh. :3

Pembahasan menarik lain yaitu tentang mitos-mitos berkaitan dengan GMT yang sering dihubung-hubungkan dengan Bhatara Kala (raksasa pemakan matahari, dipercaya pembawa petaka). Dahulu masyarakat primitif percaya bahwa fenomena gerhana adalah saat di mana matahari/bulan lenyap 'dimakan' oleh Sang Bathara Kala. Ketakutan dalam kegelapan yang mendadak mendadak menyelimuti cakrawala, masyarakat bersembunyi tidak selangkah pun keluar dari rumah, beberapa membuat bunyi-bunyian bising dengan harapan dapat mengusir raksasa, menghalaunya memakan benda langit.

Dahulu fenomena gerhana--terutama gerhana matahari--memang amat ditakuti. Selain masih terikat dongeng, mitos, faktanya melihat/'bersentuhan' langsung dengan matahari saat gerhana memang berbahaya. Selain menyebabkan kebutaan bila dilihat dengan mata telanjang, radiasi sinar UV yang memancar dapat merusak kulit manusia. Jadi sebaiknya bila nggak ada urusan mendesak lebih baik berdiam diri di rumah, untuk sementara nggak keluar dulu.

Selanjutnya ada pula tradisi ngliwet, ibu hamil/keluarga mengadakan liwetan (syukuran) di hari terjadinya gerhana matahari, dengan tujuan agar ibu dan bayi selamat, dijauhkan dari marabahaya hingga saat kelahiran. Pihak lain menyebutkan ngliwet sebagai bentuk dari sedekah.

Me? Of course, I(we) didn't do that thing. Nggak apa-apa, hanya bukan tipikal yang akan melaksakan ritual 'kejawen' semacam itu. Bukan meremehkan ya, ini murni hanya tentang prinsip dan sudut pandang. Dan yang kupegang teguh adalah amalan-amalan yang pernah Rasullullah lakukan, lain enggak. Acara tingkepan kemarin kan pihak mertua yang mengadakan, not me personaly. :P Mamak juga sempat berpesan untuk melakukan 'sesuatu' terhadap janin dalam kandunganku bertepatan gerhana tiba, well I did. Aku mengajak Aris untuk berdoa dengan niat kepada Allah Ta'ala semata, dan bukan yang lain. Mengenai syukuran/sedekah? Ya kan nggak harus sengaja dikait-kaitkan dengan gerhana. Sedekah tanda bukti syukur kita bisa dilakukan kapan saja meski nggak ada gerhana. Bukan begitu bukan?

Bagaimana dengan semangat GMT kalian? Ciao bella~~

*)original draft on March 9th yang baru diposting hari ini

Senin, 07 Maret 2016

❤M.A.H.P.C.❤

Muhammad Amin Haris Putra Cahyanto a.k.a Aris as Aka-chan's new identity. Yup! InsyaAllah we'll have a baby boy on next June. Alhamdulillah... :')
Ayah's greeting to his son
Pertemuan yang ditunggu-ditunggu selama 2 bulanan ini terbayar sudah. Meski pagi kami nggak pernah mudah, ketidaksesuaian jam, pun rute yang nggak bisa dibilang dekat, hari kami membaik dan buncah dengan bahagia pada akhirnya.

Pukul 9 lewat, usai menempuh perjalanan hampir sejam dengan kecepatan woles, aku dan Kak Anto yang dipandu Mbak Rini sekeluarga tiba di RSB Inna, Mancilan, Mojoagung, Jombang. Ngapain? Tentu demi berjumpa Dr. Samidjan S.Pog seraya berkonsuntasi mengenai kehamilanku yang sudah mencapai 26weeks. 6½ bulan, jelang 7.

Kali pertama check-up di Rumah Sakit Bersalin, jauh-jauh luar kota pula. Exited. Happy. Deg-degan. Rumah sakit cukup lengang saat aku dan Mbak Rini menghampiri resepsionis dan mendaftarkan diri. Mbak Rini sudah 2x ke mari selama kehamilan keduanya ini, sedangkan buatku ini yang pertama. Tanpa rekomendasi dan panduan darinya nggak mungkin kami bisa sampai sini. Menempuh jalanan aspal berdebu demi tatap muka yang cuma belasan menit. Tentu semuanya demi Aka-chan.

Hanya 2 nomor antrian di depan, aku menyilakan Mbak Rini agar diperiksa lebih dulu selagi aku melihat-lihat saksama sarana bersalin yang letaknya di tengah pemukiman itu. Pintu ruang periksa terbuka dan namaku dipanggil. Kak Anto mengekorku dari belakang. Duduk anteng di kursi pasien sementara aku berbaring untuk diperiksa.

Perawat mengoleskan krim pada perut buncitku. Membaca basmalah, Dr. Samidjan mulai menempelkan alat usg--di sekitar posisi Aka-chan berada--memutar-mutarnya mendapatkan data. Good news, buah cinta kami teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki. 'Menara'nya jelas terlihat. Aku dan Kak Anto bertatapan lega. Amat. Jagoan yang begitu ia nanti, sudah disiapkan bakal nama, bahkan sudah dipanggilnya jabang bayi kami dengan nama ganteng itu: Aris. Suamiku begitu mengidamkan anak pertamanya laki-laki dan kini kami tahu impian itu hampir terwujud.

Mukanya ditutupin tangan~
Aka-chan alias Aris diperkirakan berusia 25weeks 6days, selisih sehari dengan hitungan bidan dan kalender kehamilan yang menyebutkan per hari ini usia kehamilanku seharusnya tepat 26weeks. But it doesn't matter. Yang penting si kecil sehat, dengan bbj mencapai 856 gram. Sangat aktif, bahkan cenderung banyak tingkah. :Dv

Kabar kurang menyenangkannya tentang posisi Aris masih melintang, sebaiknya di usia kehamilan memasuki 6-7 bulan janin sudah bersiap memasuki panggul dengan kepala menghadap ke jalan lahir. Dan Aris butuh waktu untuk itu... Belum lagi kasus 'kalung usus', ya saking polahnya ia semasa lebih kecil dulu. :(

Pak dokter bilang masih ada harapan Aris membenahi posisinya menuju kelahiran. Masih besar kemungkinanku untuk bersalin secara normal selagi syarat utama tadi terpenuhi. Harus banyak terapi dengan bersujud, katanya. Nungging-nungging sambil ngepel lantai manual begitulah, dengan harapan dapat membantu posisi bayi 'muter'. Nggak boleh terlalu lama duduk. Beberapa jam sekali diharuskan rehat dengan jalan-jalan ringan. Sure, I'll do it.

Usai sesi konsultasi, pak dokter menginstruksikan untuk cek Hb (lagi), demi mencegah nggak ada masalah lagi. Di ruangan sebelah, seorang mbak-mbak imut dengan sabar dan telaten menanganiku yang sangat takut jarum dan disuntik! Setelah negosiasi konyol dan ritual-ritual absurd menyertai--untung ada suami--proses pengambilan darah dari lipatan lengan sukses dilakukan. Nggak (begitu) sakit sih, tapi tetap nggak mengubah esensi seram dan menyurutkan parno/phobia-ku atasnya. Malu banget sudah bertingkah lebay di depan mbak-mbak itu, ya tapi mau bagaimana lagi. :'(

Kami sekalian menunggu hasil tes darahnya selesai. Sekitar jam 11, mbak-mbak imut tadi menghampiri dan menyerahkan hasil lab. Alhamdulillah meski turun dari kadar semula 11,6 menjadi 11,1 Hb-ku masih dalam batas normal. Kesehatanku juga nggak bermasalah, cukup kurangi aktivitas dan perbanyak istirahat. Gula darah juga normal pun tensinya.

Overall, it was the best pregnancy check up ever in all ways, exclude the location yang berjarak tempuh luar kotaan. It was fine, meski jauh tapi rutenya gampang binggo. Dekat dari alun-alun Mojoagung. Bulan depan bisa lah berangkat sendiri nggak usah dipandu.

Ahh, sekarang saja Bunda sudah kangen kamu lagi, Aris... Oyaciuminasai, anata. :*

Minggu, 06 Maret 2016

Diva Bulan Tiga

Hello, March!
Satu alasan sederhana untuk menerbitkan senyum adalah segalanya, terutama di bulan tiga ini: buah cinta sang ibu suri, Dee Lestari, tiba membawa bongkahan harapan baru untukku setelah delay beberapa hari akibat masalah pengiriman. Menyusul buku inspiratif 'Dari Allah, Oleh Allah, Untuk Allah' karya Pak Bos Edy yang sudah sampai di alamat kantor beberapa hari sebelumnya. Katakanlah, stok tersebut lebih dari cukup untuk menjadi pasokan bahagia sekunder selama beberapa bulan ke depan--sampai Aka-chan lahir dan aku mendapat cuti beberapa bulan hingga harus stay di rumah saja.

Btw, nggak kusangka Maret yang kunanti tahu-tahu sudah lewat sejauh ini; hari keenam. Hari Minggu yang tetap diisi bangun pagi dan ngantor--piket, tentu saja. Hari yang membahagiakan bagi sejumlah orang, sekaligus penuh kemuraman bagi sebagian yang lain. Salah satunya ialah gurauan ackward yang nyata. Serius ini kejadian beneran.
Well, ini bukan fiksi
#30HariMenulisSuratCinta-ku berakhir fail seperti tahun kemarin. Malahan tahun ini jumlahnya selisih 1 surat lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun lalu. Aku memang kurang istiqomah~~ :( Tapi siapa sangka surat terakhirku justru terpilih sebagai yang di-post oleh @poscinta? Aihh... Bolehlah sekalian klik di sini... ^^
Back to February, it was the twice, #fiksimini-ku nyantol. Setelah yang kali pertama entah kapan... Hehehe yang begini-begini nggak pernah gagal bikin kembang-kempis dada oleh bangga. :Dv
Well nite, dear March... :*

Senin, 29 Februari 2016

Untuk yang Terakhir

Terima kasih sudah terlahir, dan menjadi apa adanya dirimu.

Kebersamaan kita mungkin tidak lama, tapi yang pasti berbilang tahun tidak bisa dikatakan singkat. Banyak hal telah kita lalui bersama hingga kini. Dalam setiap guratan hariku, niscaya kamu ada di dalamnya.

Tanpa perlu menyatakan perasaan, kamu pasti sudah tahu. Sama halnya diriku yang dengan mudah memilah mana bercandamu dan mana sedih pilu. Berhadapan denganmu membuatku begitu mengagungkan keterbukaan tanpa pura-pura, kamu selalu membiarkanku menjadi diri sendiri apa adanya.

Tapi seberani apa kamu berpikir bahwa inilah yang terbaik? Bahwa kamu cukup menerima apa yang sudah ada tanpa mengharap yang lain. Cukupkah hanya aku dan banyak kekuranganku? Seperti aku yang begitu menginginkanmu menjadi tempat untukku pulang dengan senyuman.

Aku tahu bahwa kau pun berhak untuk dicintai. Meski olehku yang amat sederhana ini.

Maka yakinkan dirimu bahwa akulah yang terakhir. Untuk kali ini dan selamanya.



29 Februari 2016
Hati Terakhir

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-30

Minggu, 21 Februari 2016

Surat Abadi

Dear, Rabb...

Aku berusaha bicara padaMu seperti bernapas. Meski sedikitnya bertatap muka lima kali sehari, bagiku kecukupan perbincangan kita tak pernah ada. Ada banyak hal yang ingin kukatakan--aku tahu Kau tahu--namun karena saking serakahnya tentang mana yang lebih dulu kuminta, pertemuan kita kadang sehampa udara. Aku ingin Kau mendengarkanku, tapi tak jarang dirikulah yang tergesa beranjak dariMu.

Tak perlu kukatakanpun Kau sudah tahu. Tentang apa-apa yang menyesakkan dada, badai prahara yang meraja, cita-cita tak sesuai realita, serta harapan dan keinginan yang kian lapuk menumpuk menanti keajaiban. DariMu.

Berlutut. Bersujud. Menyerahkan segala kemungkinan pada tangan-tangan rahmat. Adakah yang bisa kulakukan tanpamu, Tuhan? Ahh, tapi siapalah aku ini yang cuma seorang hamba bersimbah dosa tanpa kuasa apapun di hadapan pencipta.

Terima kasih atas segala nikmat yang Kau limpahkan padaku dan keluarga, termasuk napas ini, hidup kami hari ini, dan apa yang telah Kau izinkan untuk kami miliki. Ampunilah segala salah dan khilafku, Gusti. Ampuni dosa kedua orangtuaku, saudara-saudaraku, keluargaku--dosa orang-orang yang kusayangi dan menyayangiku. Lindungilah di manapun kami berada, jauhkan dari marabahaya. Bantu kami untuk menyelesaikan segala permasalahan hidup kami. Mampukan kami untuk mewujudkan mimpi-mimpi, harapan, cita-cita, dan rencana kami bagi masa depan yang lebih baik lagi. Penuhilah jiwa-jiwa kami dengan rasa syukur, jauhkanlah dari segala bentuk penyakit hati.

Engkau Maha Tahu segala yang kuinginkan, yang kubutuhkan, dan yang terbaik bagiku.

Tuhan, isi doaku memang hanya itu-itu saja. Semoga--meski tidak harus hari ini--sesegeranya hari perwujudan segala harapanku akan segera tiba. Aamiiin...



Atas sajadah, 21 Februari 2016
HambaMu

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-22

Kamis, 18 Februari 2016

Tragedi Tingkepan

Aka-chan memang belum genap berusia 7 bulan, Senin besok baru 24 weeksbut yes, keluarga besar mamak sukses mengadakan syukuran 7 bulanan/tingkepan kehamilanku ba'da maghrib tadi. Nggak tahu persis detil acaranya gimana, secara--stupidly--aku dan Kak Anto baru muncul di rumah Kanigoro sekitar jam tujuh malam yang sontak disambut celetukan orang-orang, "Lha ki sing duwe gawe kok lagek teko saiki? Dikiro ra sido rene ki mau,"¹ sementara aku dan Kak Anto cuma bisa saling pandang saat Buk Mudah memberitahu bahwa kenduren-nya sudah buyar, baru saja. Allahu akbar!!
"Lho, bukane sesuk ta?"² tanya Kak Anto polos yang segera dijawab gerutuan oleh Buk Mudah. 
"Ancene Anto ki wes dikandani ra nggatekke!"³ Mampuslah...
Dalam hati membatin, pantas tadi sore ibuk laporan habis dapat berkatan dari mamak (diantar Mas Udin dan Ardi). Isinya macam-macam mulai dari nasi sampai jajan. Pantas dari kemarin-kemarin aku feeling banget ke mari, tapi nggak jadi-jadi lantaran hujan terus hingga kami terlalu mager. Lupa memastikan jadwal pasti hajatan kami sendiri. Ternyataa~~ duh, anak mantu apalah aku ini.
Σ(▼□▼メ)

Tapi ya sudahlah, sudah kejadian juga. Nggak ada yang salah dan layak disalahkan, sekalipun--well said that--noone gave us a ring, Kak Anto-nya kepedean mengira acaranya Hari Jumat, aku pun sama sekali nggak kepikiran untuk sms/telepon mamak untuk tanya-tanya lagi, dsb. Eman banget sebetulnya~~ (ㄒoㄒ) tapi que sera sera lah... Pokoknya aku tahu semuanya lancar, it's okay. ;)

Ini memang hajatannya mamak dan keluarga besar. Seperti biasa saudara-saudara banyak turut andil menyukseskan syukuran tadi. Kita mah tinggal terima jadi, termasuk pemilihan tanggal 18 Februari yang bertepatan Kamis Pon ini juga beliau-beliau senior yang lebih paham. Tingkepan/mitoni ini pun konon memang tidak dilaksanakan pas di 7 bulan kehamilan, melainkan justru beberapa saat sebelum memasuki 7 bulan. Latar belakangnya sih, menurut orang jawa, janin usia 7 bulanan sudah bisa lahir (tapi maaf, prematur), jadi demi mencegah kelahiran sebelum waktunya--9 bulan/40 weeks--diadakanlah tingkepan/mitoni sebagai sarana bersyukur pada Allah serta bantu doa agar janin dan ibu tetap selamat hingga masa persalinan. *yakini yang baik-baik saja, ya*

Kami datang pas segala sudah rampung dan semuanya sedang makan. Akhirnya kami malah disuruh gabung makan juga. Mbah putri juga ada (matur suwun pijatan jenengan kapan hari, Mbah). Mamak, Buk Mudah, dan Kak Anto sesekali masih menemui tamu yang hadir belakangan. Well it was weird, awkward, but quite niceDoumo arigatou ne, minna.

Terima kasih doa sekalian. Semoga Aka-chan sehat terus, calonnya anak sholeh/sholehah, sayang keluarga, tambah pinter-cerdas, bantuin bunda, tumbuh sempurna selamat sampai persalinan. Aamiiin... ( . 人 . )


Note:
¹ "Lha ini yang punya hajat kok baru datang sekarang? Dikira nggak jadi ke sini ini tadi,"
² "Lho, bukannya besok?"
³ "Memang dasar Anto ini sudah diberitahu nggak memperhatikan!"

Sabtu, 13 Februari 2016

RAT KSJJ Tahun Buku 2015

Otsukaresama deshitaa~~

Today is almost done. Left me exhausted and starved. Before I start about today, I'll tell you about some couple times ago.

I was about the Lady-Boss who wanted us to held RAT a.s.a.p before 2015 ended. Hello?! Was it possible? With tons of mess happened? Then inspired by BMT that will hold RAT on February 2016, uri Boss told us to prepared everything so that we could have RAT in these days.

Finally, because BMT's RAT will be held on February 20th, the only options we had: before or after that date (on Saturday only). And voila! The result is today. The reason was a.s.a.p much better, while we still have some scheadules to do, so it was okay to made it first than BMT.

The preparation was going a bit wrong. Unfortunately it wasn't easy doing all these stuffs without uri leader yet Bigboss was completely incapable to take his place and act like him, I can tell. So the coordination wasn't work too good while me personaly got some crushes with partners. Ohh, dear. It was so complicated. :(

I must took much effort--in the name on loyalty--for this yearly event. I said it was extremely not easy but I did it. We made it. In the very sort time of preparation, awful coordination, crushes, here was our 'early' RAT. Yes, this is the very first time we held RAT on February, not March as before. It said we were the 14th that held RAT in East Java. *plokplokplok* Can't tell it was the best actions of us, but it was the best we could do for now. :')

Well, our gain wasn't a cure for what I had this morning. Yes. Another early mess have came up. The trouble maker be the only one I blamed. She ruined everythings I planned by her dumby-ass act. Ugghhh... I really don't want to have a daughter like her. *naudzubillah*

I was the (un)lucky number one who arrived at the venue of RAT. No one was there. I was alone. Sad. Hungry. Angry. Ever knew the one who said a thing but then just break it by themselves? I knew some names. There were still many things to do, but the men haven't come yet. The women did. I did. Got tired and sleepy while the show was too long to begin. >_<

Ohh, dear. The sleepy is coming again. I get to go. To bed.❤

Kamis, 11 Februari 2016

Lost

Bilamana aku bisa merasa kehilangan, sedangkan kau belum lagi kumiliki? Kenyataannya mungkin demikian, akulah yang sudah terburu-buru menganggapmu bagian dariku.

Selama ini kau selalu membuatku percaya bahwa dirimu ada. Tak peduli kapanpun, di manapun. Setengah warasku tahu jika tak ada jaminan untuk itu, tapi toh kupasrahkan saja hati ini dalam belenggu manis ciptaanmu.

Sayangnya kau tak merasakan apa yang kurasa. Tak juga percaya pada yang kupercaya; kita.

Rindu ini serupa kalam tak terbaca. Tak terjamah. Tak terlihat, bahkan. Lalu apa aku bagimu? Apa kasih ini untukmu? Alasan. Hiburan. Prestis. Bisa-bisamulah jiwa ini kian bertekuk lutut tak terkendali pada sesuatu yang hanya bayangan. Semua yang kita lalui bersama, tak kupercaya itu cuma angan.

Aku milikmu, bukan? Jika belum, maka jadikan. Lalu kupastikan kau takkan hilang (lagi).



11 Februari 2016
Si Pencinta

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-12

Senin, 08 Februari 2016

Ken

Kenzo! Keponakan bude yang chubby nan ganteng. Ini hari terakhir kamu di rumah eyang. Setelah sejak dua hari lalu--bersama papa dan mama--kalian menginap, menghabiskan libur akhir pekan bersama keluarga Sidoarjo.

Cukup lama juga sejak terakhir kita bertemu--saat itu mungkin usiamu baru beberapa bulan, dan sekarang sudah hampir setahun--jadwal berkunjung kita pun seringkali kres, maka aku mahfum kamu merasa asing saat aku mencoba menggendongmu lagi kemarin. Kamu malah menangis.

Kamu juga tidak terlalu akrab dengan Pakde Anto, suamiku. Dia kelihatan terlalu gahar bagi bayi, ya? Meski sebenarnya pakdemu itu seorang penyayang. Dia mungkin cuma kagok, malu-malu, karena di usianya yang masih suka hura-hura dia sudah punya beberapa keponakan. Bukan hanya menjadi 'oom' tapi juga 'pakde', untukmu misalnya. Tentu status tersebut bisa melekat karena orangtuamu--Mas Agus dan Mbak Lia--meski telah lebih dulu menikah, merupakan anak dan menantu dari adik mamak kami. Bingung? Ya, suatu saat di sekolah pasti akan ada pelajaran tentang pohon keluarga.

Nikmati saat-saat kamu menjadi satu-satunya raja kecil di rumah besar ini, Injo Sayang. Selagi sepupumu yang lain tidak berada di kota ini. Sebut saja kakak-beradik anak Pakde Tono di Jakarta, Kanaya yang belum sekalipun terbang dari Balikpapan, serta calon sepupumu yang kini tengah mendiami perutku--yang akan lahir beberapa bulan lagi. Tapi tenang saja, aku yakin kalian semua akan cepat akrab bila bersama.

Lekas tumbuh besar dan makin ganteng ya, Sayang. Lalu panggil aku "Bude".



Rumah keluarga besar, 8 Februari 2016
Sang bude

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-9

Minggu, 07 Februari 2016

Hujan Semalam

Halo, Minggu.

Bertemu denganmu kadang seperti misteri tersendiri buatku. Bagaimana tidak? Dari minggu ini ke minggu depan misalnya, ada tujuh hari yang harus ditempuh lebih dulu. Hanya saja tujuh hari itu bisa lama sekali berlalu, tapi sebaliknya secara tak terduga seringkali aku dikejutkan oleh kata-kataku sendiri, "Eh, sekarang sudah Jumat? Cepat sekali, besok sudah Sabtu lalu Minggu." Sungguh relativitas yang ajaib.

Tidak seperti kebanyakan orang yang menantimu dalam semingguan ini, aku biasa saja. Bukan tak ingin bertemu, hanya saja rencana di akhir pekanku tidaklah sebanyak mereka yang sudah bersemangat menyusun liburan sejak Jumat datang. Long weekend memang menyenangkan bagi mereka yang akan melewatkan hari libur bersama orang-orang tersayang.

Aku pun, meski dalam versiku liburan tak harus bepergian ke mana-mana. Tinggal saja di rumah bersama keluarga menikmati hujan semalaman. Menyenangkan. Apalagi ditemani acara TV favorit dan berbagai penganan hangat. Ote-ote, singkong goreng, tahu fantasi, dll, menjadi pengerat kami sementara di luar sana hujan terus mengguyur.

Siaran sepakbola sempat terganggu lantaran antena kami berubah arah tertiup angin. Jangan tanya bagaimana hasilnya. Aku sama sedih dengan warga perumahan yang kawasan rumahnya terendam banjir dari luapan air sungai akibat hujan turun semalaman.

Pagi ini, dua berita tersebut muncul di berita TV nasional: gagalnya Liverpool mempertahankan keunggulan di kandang sendiri serta banjir di daerah Mojoanyar dan sekitarnya yang belum juga surut hingga pagi.

Hujan memang tidak selalu menyenangkan, tapi tidak juga seburuk itu. Tenang, bukan salahmu. Kebetulan saja memang terjadi di Hari Minggu.



Mojokerto, 7 Februari 2016
Penikmat hujan

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-8

Sabtu, 06 Februari 2016

Nobar Kandang

Dear, Televisi Ikan Terbang.

Lama tidak bersua, ya? Kau tahu, aku sempat menjadi salah satu penikmat beratmu. Dulu. Sekitar duapuluhan tahun lalu, sejak masih balita, sampai kira-kira usia SMP. Acara yang kutonton? Tentulah anime. Mulai dari Sailor Moon, Saint Seiya, Dragon Ball, Wedding Peach, Detektif Conan, Inuyasha, dan berderet judul lain yang akan buang-buang waktu jika kusebut satu per satu.

Barangkali era tahun 2000-an adalah masa kejayaan bagimu. Hari-hariku menjadikan channel-mu nomor satu dan paling utama pada remote TV di rumah. Tapi kau pasti tahu hal tersebut tidak bertahan lama. Entah mengapa perlahan-lahan kau kehilangan pesonamu terhadap pemirsa-pemirsa muda generasiku.

Berlangsung sampai sekarang, aku masih belum menemukan cukup alasan untuk kembali menyalakan TV demi menonton siaranmu. Sayang sekali... Padahal kita benar-benar pernah menghabiskan banyak waktu menyenangkan bersama.
Kemarin seorang kawan memberitahuku informasi di atas. Dia tahu bahwa aku adalah pendukung The Reds. Secara kebetulan, venue nobar match nanti malam berubah, yang sebelumnya bermarkas di salah satu kafe bola tak jauh dari kompleks perumahanku menjadi lebih jauh--30 menit jika ditempuh dengan motor. Ditambah jadwal kick off di atas jam malam, sudah pasti aku takkan dapat izin dari ibu untuk keluar rumah dan ikut nobar Liverpool vs Sunderland dengan skuat Kopites Mojokerto.

Apa aku punya pilihan lain? Kau sudah berbaik hari akan menyiarkan laga tersebut. Ini adalah pertandingan kandang yang penting bagi Liverpool setelah beberapa match sebelumnya tidak membuahkan hasil. Mungkin saja sesuatu yang baik terjadi di Anfield malam ini. Alasan indah untuk membuatku menonton tayanganmu kembali. Iya, kali ini nobar bolanya di rumah sama bareng keluarga. Terima kasih.



Depan layar kaca, 6 Februari 2016
Penontonmu

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-7

Jumat, 05 Februari 2016

Jumat yang Mencinta

Kuharap surat ini tiba di tanganmu pada Hari Jumat. Setelah lolos dari basah hujan seharian. Selepas bergumul dengan banyak surat lain yang minta cepat diantar.

Kau, apa kabar Jumat ini? Semoga Jumat selalu menjadi hari baikmu seperti yang sudah-sudah. Aku? Seperti yang kau tahu, aku tidak pernah menyukai Hari Jumat. Hari yang terlalu pendek dengan berbagai permasalahan yang terlalu rumit, sementara akhir pekan menyenangkan sudah datang membayang. Menyebalkan sekali, bukan? Paling tidak masalah-masalah tersebut sebaiknya memilih hari lain untuk ribut. Apa tidak puas dengan Senin sampai Kamis saja?

Ah, aku tidak menulis surat untuk membagi kesialanku hari ini denganmu. Hanya...tiba-tiba terpikir, jika saja itu dirimu yang ada di posisiku dan mengalami hal-hal tak menyenangkan seperti yang kualami, bagaimana kira-kira reaksimu? Apa yang akan kau lakukan untuk menyelamatkan hatimu?

Tersenyum. Ya, sudah pasti kau akan tersenyum--kemudian menjadi tawa--sambil menggaruk-garuk kepalamu--yang kuyakin tidak gatal--lalu meminta maaf. Benar. Kau adalah seseorang yang akan minta maaf atas apapun pada siapapun demi menenangkan dan menyenangkan mereka. 'Mereka' itu juga termasuk aku.

Andai kau tahu betapa ingin menjadi seperti dirimu. Yang seperti tak pernah repot membenci. Yang selalu terlihat nyaman sebagai diri sendiri.

Sangat kunantikan kapan aku dan Jumat akan bisa berdamai. Sampai saat itu tiba, tolong tetaplah di sini dan menjadi pembaik Jumatku.



Jumat hujan, 5 Februari 2016
Pembenci Jumat

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-6

Kamis, 04 Februari 2016

Surat yang Tak Pernah Terkirim

Kepada Tuan Kudou sang detektif,

Hari ini aku sedang senggang. Seperti yang sudah-sudah semua kegiatan klub diliburkan sepanjang musim dingin--termasuk klub karate--jadi aku langsung pulang. Kali ini tidak bareng Sonoko. Sebelumnya dia sudah bilang akan dijemput karena harus menghadiri acara resmi perusahaan rekan ayahnya. Benar-benar repot, ya.

Sudah lama tidak melihatmu. Cukup lama juga sejak terakhir kali kau menelepon--entah bagaimana dan dari mana--maka aku terpikir untuk menulis surat. Bukan apa-apa. Hanya ingin bilang bahwa sesekali aku masih mengunjungi rumahmu dan membersihkan beberapa bagian. Bahkan beberapa minggu lalu aku sangat terbantu oleh Kazuha-chan dan Heiji-kun yang menyempatkan diri mampir sepulang dari hatsumode di Tokyo. Setelahnya kami juga bertemu profesor dan dijamu di rumahnya. Menyenangkan sekali. Apalagi jika Shinichi ikut bergabung.

Oh, iya, selagi aku, Kazuha-chan, dan Heiji-kun membereskan rumah, kami bercerita banyak hal tentangmu. Aku baru tahu kalau kau dan Heiji-kun sempat dekat sewaktu SMP dan pernah menangani kasus bersama. Kazuha-chan juga seperti tahu banyak tentang riwayat kasus-kasus yang ditangani oleh Heiji-kun. Iya, ya. Mereka kan memang teman sejak kecil. Ah, bukankah kita juga sama? Hanya saja aku tidak merasa sedekat itu denganmu. Eh? Lupakan. Lupakan. Ini tidak seperti aku iri dengan hubungan persahabatan mereka atau apa. Aku juga bukannya sedang merindukanmu!

Ahh, sudahlah! Pokoknya, jangan lupa. Tepat tiga bulan lagi adalah hari ulang tahunmu. Kuharap kau sudah berhasil menyelesaikan kasus-kasusmu dan segera pulang ke Jepang. Ngomong-ngomong surat ini tidak akan kukirim ke manapun. Sama seperti surat-surat yang pernah kutulis untukmu sebelumnya. Tidak masalah, kan?



Kamarku, 4 Februari 2016
Ran Mouri

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-5