Tampilkan postingan dengan label Lover. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lover. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 September 2017

WALK ON

Jadi, sudah berapa banyak bayimu di-bully oleh sekitar hanya karena lebih memilih tenang-tenang saja perihal progress tumbuh kembangnya?

Sudah berapa kamu galau terganggu dengan pikiran-pikiran: "kok anakku belum bisa gini, ya?" "kapan si baby bakal bisa kayak anak lain gitu?"

"Aris wis iso nyonggo gulu? Putune pak erte wis iso digendong ngarep,"
"Sudah bisa tengkurap, belum? Hayo dulu si xx usia segini sudah pinter tengkurap dan balik sendiri," "Belum bisa duduk sendiri, kah? Berapa bulan sekarang?"
"Aris ini emang nggak merangkak apa gimana? Kok malah berenang-renang di lantai."
"Jangan ngerangkak terus dong, dek. Itu temennya sudah jalan semua!"
"Masih dipegangin aja, sih? Nggak malu sama dedeknya yang 9 bulan sudah bisa jalan?"
 "15 bulan? Anaknya belakang rumah 16 bulan sudah pinter lari-larian sejak umur 10 bulan, dan sekarang sudah lancar ngomong."
Aku dan Aris sudah kenyaaaangg~~ makan bully-an dan alhamdulillah cukup bisa rasional meski sesekali galau. Dari awal memang sudah pasang mindset bahwa setiap insan itu unik. Setiap bayi itu spesial, nggak sama. Nggak bisa dan jangan disama-samain potensial dan progress tumbuh kembangnya.

Buncah bahagia dan haru berdesakan dalam dada, ketika tawa lepas, sorak sorai, ditambah tepuk tangan meriah mengiringi langkah-langkah kaki kecil Aris Cimbul menapak. Jejak. Berlepas tangan. Seorang diri. Anak lelaki kecintaanku akhirnya mampu berjalan di atas kaki dan kemauannya sendiri.
Perdana di rumah mbah uti,
disaksikan bunda, ayah, dan Tante Putri.
Senang? Tentu. Bahagia? Pasti. Lega karena sudah lepas dari gunjingan karena bayinya terlambat dan belum bisa apa-apa dibandingkan bayi-bayi lain seusianya?

Nope.

Aris belum berjalan sendiri pun nggak akan menyurutkan cinta kasih kami padanya. Tapi dengan ia sudah bisa berjalan, maka semakin kemandirian akan mudah ia raih. Aris yang sudah pintar melakukan berbagai macam hal sendiri, niscaya akan lebih mandiri, karena dengan berjalan ia akan lebih mampu melakukan hal-hal yang semasa merangkak belum bisa ia lakukan.

Dengan berjalan Aris bisa menyamai langkah-langkah kaki ayah dan bunda, bahkan mengejar. Aris bisa melangkah-langkahi barang-barang dan mainan yang menghalangi jalan tanpa perlu menyingkirkannya lagi. Aris juga makin mahir menaiki tangga menuju ke lantai atas, atau berjalan ke pintu depan untuk membukakan pintu bagi orang yang datang--tanpa perlu merangkak lagi... Aris bisa menjangkau benda-benda lebih jauh dari sebelumnya, lebih tinggi dari sebelumnya. Aris bisa mencari dan menemukan bunda yang nggak ada di kamar ketika Aris bangun tidur, mengikuti bunda ke dapur, bahkan menyusul masuk ke kamar mandi... Tanpa harus berkotor-kotor dengan merangkak. Itu semua karena kini Aris sudah bisa berjalan sendiri.

Bunda selalu sayang  dan bangga dengan apapun keadaan Aris sekarang, dan di masa mendatang. Nggak perlu dengarkan omongan orang lain yang nggak tahu kebenaran sejatinya. Cukup dengarkan, dan buktikan, bahwa meski tanpa bantuan dari siapapun Aris akan selalu percaya diri dan Allah selalu menyertai.

Terimakasih, sudah singgah dalam rahim bunda.


Peluk cium cinta,
Bunda.

Rabu, 13 September 2017

Aris Cimbul is 15 Months Old

Hari ini jagoan bunda sudah 15 bulan, dooong~
Bener-bener nggak kerasa, Cimbul sudah makin gede, makin pinter, bundanya juga makin kewalahan...
15 months old baby boy
Progress bulan ini cukup memuaskan. Cimbul sudah semakin aktif dan atraktif, rasa penasaran dan keingintahuannya kian besar, makin suka makan sendiri, semakin tahu keinginannya sendiri dan bagaimana untuk memenuhi itu. Makin mandiri lah. Komunikasi dan feedback-nya sudah cukup bagus dan sesuai, makin hafal rutinitas dan peraturan rumah juga.

Sementara jalannya makin mantap dengan jarak jangkauan lebih jauh, tapi yah, harus puas dengan semaumaunya Cimbul cause however doi belum siap(baca: belum berani) untuk jalan lepas tangan. Bicara juga masih tahap belajar, meski bunda sudah 90% yakin Cimbul bisa ngerti dan paham apa yang orang omongin ke dia. Bahkan sudah mampu menganalisa bunda/ayah sedang marah atau ngamuk atau pura-pura marah, Cimbul tahu bedanya. Reaksinya pun tepat.

Jadi suka kasihan dan menyesal kalau habis marahin Cimbul. Kalau malam mau tidur pasti cium-ciumin minta maaf sambil baper, kok jadi ibu anak baru satu aja jahat bener. Hiks...

Maaf ya, Sayang... Yang pinter dan nurut bunda makanya... *ehh*

Selamat ulang bulan, kekasih kecilku... :*

Minggu, 16 April 2017

The Cahyantos' Day Out

おつかれさま でした。。。

Alhamdulillah... Seneng banget seharian ini... Sebelum curhat mau kasih selamat dulu untuk kemanten anyar: Ica dan Fikar--teman SMA sekaligus rekan ngopi beberapa tahun terakhir, meski makin ke sini sudah makin jarang ngopi bareng lagi--yang kemarin sudah ijab kabul dan siang tadi menggelar resepsi pernikahan (mewah). Selamat berbulan madu dan berbahagia.
The Cahyantos❤
Lalu kepada komunitas Bigreds Mojokerto (aka Kopites Mojokerto) happy 1st anniversary--kalau Kopites-nya sudah anniv kelima, ya. Alhamdulillah tahun lalu sudah official--meski aku belum member Bigreds aku selamanya member KM. Hahaha--semoga selalu guyub dan makin sukses ke depannya, makin femes juga.

Allahumma aamiiin...

Jadi oleh sebab events di atas, hari ini kami bertiga ngeluyur seharian. Dari pagi siap-siap kondangan ke resepsi Ica-Fikar, berangkat dari rumah jam 10:30 nyampe lokasi sekitar jam sebelasan. Sudah janjian sama Elza dan Irene (Gigih dan Henry berhalangan hadir) untuk datang bareng jam segituan, tapi rupanya aku absen paling awal.

Elza dan Anggi tiba pas aku sedang incip air mancur(?) cokelat. Saling tukar kabar, lalu memutuskan untuk menikmati hidangan duluan sambil nunggu Irene dkk. Ketemu teman-teman seangkatan: Ardik, Meita, Rosa, Yulia, Diana, Hayu, Maya, Laili, Galuh, dan Liza--junior di SMA yang sama.
#timnyonya
Karena Irene dkk molor banget dan para bumil (Elza dan Ny. Inaw) mulai resah, jadilah personil seadanya naik kuade untuk foto bareng duluan. Eh, nggak lama yang ditungguin datang. Kita sempat foto-foto bareng sebelum akhirnya pamit masing-masing karena hari sudah siang. Cimbul pun sudah mulai rewel karena ngantuk.
Cimbul with Aunty Irene
Otewe parkiran masih sama kayak pas datang; penuh sesak dan panas. T_T Mana pakai dress dan high heels yang nggak biasa dipakai. Huhuhuu... Jalan Raya Jabon juga masih padat merayap meski nggak sampai macet, dan alhamdulillah kami berhasil tiba di rumah dengan selamat dan kelelahan.

Ba'da maghrib aku sudah mengkondisikan(?) kami untuk segera cuss ke lokasi nobar, masih sama di Wako Surodinawan. Kami berangkat kecepetan sih, tapi ternyata si ayah ngajak mampir dulu di alun-alun. Pemanasan biar Aris lihat banyak orang lalu-lalang sebelum nanti berbaur dengan banyak orang komunitas. :)
My world💞
As expected we arrived in time. Belum kick-off, masih sempat bertukar sapa dan tanya kabar dengan rekan kopites after a long looooooongg time back then. Kangen banget euforia kala masih aktif nyuport dan ngechant. Sekarang sudah nggak kayak dulu lagi. Regu koor untuk ngechant sudah berkurang banyak, apalagi sudah nggak sebebas dulu untuk nyanyi sambil teriak-teriak. Hahaha... Pardon us. Tapi yah, di situlah esensi dan estetikanya. *tsah*

Tetap pakai jersey kebanggaan, tetap berhijab, dan macak sesuai status apalagi bawa baby. Alhamdulillah, Cimbulnya cukup kooperatif dan anteng selama 2x45 menit pertandingan. Suka banget sama ekspresi terheran-heran Aris ngeliat banyak orang kumpul pakaian serupa dan emosinya pun sama! Lalu nangis pas semua serentak teriak "GOOOLL!!" tiap kali The Reds cetak angka. Kaget gitu dia. Hahaha...

It was sooo FUN. Bisa melakukan kegiatan yang disuka. Meski status sudah jadi istri dan ibu, aku masih tetaplah aku yang dulu--yang suka dengan hal-hal kecintaanku sendiri. Bersyukur sekali punya pasangan yang ngertiin dan support hobi istrinya (it was me yang ngenalin chagiya ke Kopites Mojokerto dan ajak nobar, not the opposite). Asyik juga kalau kelak Aris Cimbul bisa mewarisi apa yang kami gemari. Hihihi...

#YNWA

Rabu, 20 Januari 2016

Sing!

Saya bergabung dengan Sing! Karaoke oleh Smule sebagai ercehauliyasari. Unduh aplikasinya untuk bernyanyi bersama saya: http://p.smule.com/u/9f0ad4f4
Hello, there!
Been awhile since I posted my last topic. Kinda insomnia but got nothing to do, then I blogging again. Tonite I'd like to share my new 'games'. Sing! by Smule and Alice's Mad Tea Party.

Sing! merupakan aplikasi hiburan bagi para pecinta nyengnyong alias tarik suara a.k.a bernyanyi. Berbeda dengan Soundcloud yang memungkinkan user mengupload beragam jenis rekaman suara (asli/original) dalam beberapa tipe, Sing! dikhususkan hanya untuk berkaraoke saja. Kabar baguanya user benar-benar difasilitasi untuk bernyanyi tanpa pusing mengenai musik/instrumen pengiring, karena sudah disediakan versi minus one lagu-lagu hits yang bisa dipilih sesuka hati.
Penampakan proses mulai awal sampai lagu selesai recording
Sayangnya aplikasi ini memerlukan 'modal' yang cukup besar. Selain kuota internet harus gemuk, status VIP sangat diperlukan untuk pengalaman yang lebih baik dan lebih luwes--yang membedakannya dengan kaum reguler. :/ Bermaharkan IDR 12k sebulan atau 95k setahun, user baru bisa benar-benar menikmati horenya aplikasi ini karena bebas leluasa memilih lagu untuk dinyanyikan secara 'free' lain halnya dengan user reguler yang tiap lagunya harus 'memotong' beberapa credit miliknya. Iya, prinsipnya semacam naik odong-odong yang harus masukin koin dulu kalau mau jalan.

Alice's Mad Tea Party
Alice's Mad Tea Party awalnya nggak sengaja ter-download pas sedang cari-cari Harvest Moon di Playstore, namun berujung buntu. Sempat kelar download Harvest Moon: Karen's Diary tapi nggak mau terbuka game-nya (yaa nasib). Berulang kali dicoba, lalu berakhir dengan uninstall. Sebagai gantinya Alice ini cukup menghibur. Grafik yang bagus dan alur cerita mengalir, game ini nggak bikin bosan meski sayangnya harus dimainkan secara online. Kuota lagi, kuota lagi... :'(

Apakah ada referensi game android tipe adventure/arcade yang jalan ceritanya mengalir 'tumbuh' tapi offline? Lemme know, please.

Rabu, 28 Oktober 2015

28th of Love, Faith, & Fight

Setiap menginjak tanggal 28, pasti yang terlintas di benakku adalah 28 November; hari lahir dan ulang tahun Chagiya. Karena sekarang tanggal 28 Oktober, itu berarti bulan depan suamiku sudah akan berusia 27 tahun. Aihh... Kekasihku sudah bapak-bapak rupanya. *disentil* (´ε` )♡

Teks Sumpah Pemuda
28 Oktober bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Hayoo, ada yang nggak hafal apa isinya? *jiwit*
"Pemuda bukan hanya tentang usia muda dengan segala rentetan gejolak jiwa muda membara; semangat pemuda harus senantiasa ada meski sudah berumah tangga, sudah tak (lagi) muda namun masih dipenuhi semangat berusaha, berkarya, dan pantang menyerah pada harapan."
Bung Karno juga pernah berseru,
"Berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan kutakhlukkan seluruh dunia!"
Saking hebat dan demikian potensialnya muda-mudi bangsa, kala itu. Sekarang? Hehehe... Nilai sendiri, ya. Semoga para pemuda masa kini nggak lupa dengan sejarah bangsa dan negerinya. Hidup dan tumbuh positif, peduli, turut serta berperan dan ambil bagian dalam pertumbuhan Indonesia tercintah. :* Selamat Hari Sumpah Pemuda, you guys!

Akaharu a.k.a si Asus Zenfone 6 in sexy red milikku juga berulang tahun hari ini! Tanjobi omedetou gozaimasu, Baby! Nggak terasa ya, jalinan kasih sayang antaraku dan kamu sudah berjalan setahun. Awet selalu dan setia padaku, ya~ jangan suka nakal (lemot dan eror)! Maaf, belum bisa membelikan screenguard dan casing baru buatmu. Doakan nee-san dapat uang jajan lebih untuk realisasi, ne.
(*˘︶˘*).。.:*♡

Kabar lain yaitu aku sudah mulai minum susu lagi, meski kali ini dalam rangka berbeda. Pengetahuan baru, nih. Beberapa susu yang mengandung asam folat sebaiknya diseduh menggunakan air matang hangat, karena--berdasarkan saran yang tertera pada salah satu kemasan susu pregnancy yang kukonsumsi--air bersuhu terlalu panas dapat merusak kandungan asam folat dalam serbuk susu. Sayang, kan? Susu ibu hamil nggak murah, loh. :/

Di sisi lain ini semacam tantangan karena aku terbiasa minum minuman yang panas (dari air mendidih), baik itu teh, susu, atau kopi. Karena sekarang semuanya makin mudah, susu kehamilan juga hadir dengan berbagai varian rasa sesuai selera. Pilih rasa favorit, agar minum susu jadi lebih asyik. Beberapa brand bahkan sudah melengkapi produk mereka dengan susu kehamilan yang anti-mual. Jangan tanya, karena sudah pasti aku memilih susu rasa stroberi. :9

Hehehe... Iya, alhamdulilah menurut kalender kehamilan, per hari ini usia Aka-chan sudah sekitar 5 minggu dengan masa kehamilanku yang mulai memasuki 7 weeks. Usia yang 'kayak belum hamil' karena syukur alhamdulillah aku masih bisa beraktifitas seperti biasa. Paling bedanya Chagiya jadi makin cerewet suruh minum vitamin, dan suka larang makan/minum yang katanya nggak baik buat Aka-chan. Suami siaga kan, dia? (♡∀♡●)

Kalau dulu sering-seringnya ditanyain: "Mana pacarnya?", lalu "Kapan nikah?", terus "Sudah isi?" Keep calm, peoples. Insyaa Allah satu per satu pertanyaan kalian akan segera terjawab, kok. ;)
My pregnancy
Oh, iya, Girls. Penting nih, mulai sekarang bagi yang belum, coba deh tandai dan ingat-ingat siklus bulanan kamu. Kalau punya pasangan yang peka--suka bantu mengingat siklusmu sih, enak (mungkin dia sekalian persiapan menghadapi PMSmu :P)--atau suka barengan dengan sister, ibu, bahkan teman. Misal: awal bulan biasanya ibu 'dapat' duluan, berselang beberapa hari giliranku, lalu disusul si sissy. Bulan depannya Insyaa Allah nggak beda jauh siklusnya. Dengan begitu minimal ada yang membantu mengingatkan. "Ohh, sekarang ibu, berarti setelah ini aku yang 'dapet'."

Paling gampang sih, menandai kalender dinding. Atau sekarang sudah ada aplikasi penanda menstruasi untuk smartphone semacam Woman Cyle dan Hawa yang bisa dengan mudah di-download di Playstore. Dengan aplikasi tsb, selain ada prakiraan tanggal haid selanjutnya, biasanya juga disertai dengan keterangan masa subur dan masa tidak produktif. Berguna kan, untuk persiapan mens di sekolah atau kantor, bahkan untuk yang program cepat hamil. *kok kayak semacam iklan, ya?*
Agak pinkish2 gitu sih, tapi garisnya beneran keluar 2!  ^^
Balik lagi, kenapa wanita perlu mengetahui tanggal haidnya? Ini berkaitan dengan masa subur (bila sudah bersuami) dan persiapan kehamilan. Begitu para istri terlambat datang bulan, dia terindikasi hamil. Selain dicek mandiri menggunakan testpack, nggak ada salahnya segera cek ke dokter kandungan atau bidan. Nah, nantinya dokter/bidan tsb pasti akan menanyakan HPHT-mu, alias Hari Pertama Haid Terakhir. Bijaksananya, jawab dengan tepat, jangan dikira-kira agar mereka bisa menghitung akurat usia janin yang sedang dikandung. :)

Kalau sekadar ingin tahu saja, bisa kok browsing tentang kalender kehamilan seperti yang kugunakan di atas. Tahu lebih dini akan sangat membantu pengawalan tumbuh kembang janin lebih baik. Be a smart mom, girls! Semoga bermanfaat.

Kapan-kapan mau sharing tentang Aka-chan juga, ah. *^_^*

Senin, 14 Juli 2014

Erciel Himikail Putra C.

ERCIEL HIMIKAIL PUTRA CAHYANTO
Apa jadinya kalau suatu saat benar-benar ada seseorang yang menyandang nama itu? Anak laki-laki pertamaku kah? xD If you know me close enough, you'll know that i'm always wondering to have a couple of twin sons, who both named Matahari: Matahari Senja and Matahari Jingga. Yess! Terinspirasi oleh nama karakter sepasang anak laki-laki kembar dalam seri novel bersambung Jingga dan Senja karangan Esti Kinasih, penulis kesayangannya aku. :* Sounds weird, doesn't it? But it 'cause i love the sun that much. Lebih-lebih pada jingga senja.

Tadinya memang kepikiran gitu, dan masih. Aku memang penyuka benda-benda angkasa, tapi matahari punya daya tarik tersendiri bagiku. Kalau bisa di semua nama anak-anakku (Inshaa Allah) ada kata matahari-nya. Entah dengan kata lugas 'matahari' itu sendiri, atau padanan katanya, pun translate kata 'matahari' dalam bahasa lain. Omoshiroi~ xD

Nah, komposisi nama "Erciel Himikail Putra Cahyanto" ini tiba-tiba saja terpikir beberapa saat lalu dan segera kutuliskan di sini. Well, aku sedang rally anime Kuroshitsuji (Black Buttler), di mana kamu akan menemukan duet karakter utama bernama Ciel Phantomhive dan Sebastian Michaelis. Mereka mewakili jenis-jenis karakter yang sangat kusuka. Ya, aku terispirasi nama-nama mereka juga.

See?
  • Er~Ciel adalah namaku 'R' dan 'Ciel' (baca: Shieru/Shiel/Shil) yakni sang tuan muda bangsawan dalam anime Kuroshitsuji. Laruku (L'Arc~en~Ciel) juga ada 'ciel'-nya, kan! :Dv Dengan nggak menutup harapan bahwa kelak si Boy akan tumbuh unyu-munyu-menggemaskan-berwibawa seperti Ciel (minus manja dan bossy-nya). *Aamiiin*
  • Hi~Mikail: 'Hi' adalah 'matahari' versi Nihonggo (jadi tetap ada unsur matahari-nya). Sedangkan Mikail/Mikhael/Michael merupakan nama salah satu dari empat malaikat utama (Arcangel) yang bertugas mengatur air, menurunkan hujan/petir, dan membagikan rezeki. *sugoi desu ne?*; penyederhanaan lafal dari 'Michaelis', 'Mika' juga nama salah satu penyanyi internasional favoritku, sekaligus nama tokoh utama cowok dalam buku Waktu Aku Sama Mika karya Indi Sugar.
  • Putra (anak laki-laki) ya karena dia cowok, kalau cewek maka nantinya akan jadi 'Putri'. ;)
  • dan Cahyanto itu tentu saja nama belakang bapaknya. So we will be The Cahyantos! Huahahahaha... xD
Lebih ke nama universal sih, tapi 'Mikail'-nya itu lumayan agak berbau-bau Islami juga, ya? Kan sama dengan nama Malaikat Mikail. :3 *suka-suka deh* Inshaa Allah, aamiiin... :')
Sebastian Michaelis si Akumo Shitsuji bersama sang Earl, Ciel Phantomhive

Senin, 19 Mei 2014

Kirigaya Kazuto-kun :*

It has been a week since I finished watching Sword Art Online last episode. It was very awesome! Sugoiii~~ XD No wonder, I automatically fell in love with Kirito and claimed him as another character that would be L’s rival. L is my eternal lovely character, isn't he? And now Kirito is also. :*
Kirito atau Kirigaya Kazuto adalah karakter utama dalam anime berjudul Sword Art Online (SAO). Menceritakan tentang kehidupan kedua Kirito dalam sebuah game simulasi dengan menggunakan  alat Nerve Gear, yakni 'Sword Art Online'. 
Kirito adalah ID/username yang digunakan Kirigaya Kazuto untuk login dalam SAO. Dikisahkan Kirito adalah avatar jenis petarung pengguna pedang. Kirito dengan cepat bisa beradaptasi dan bahkan menguasai jalan cerita game SAO, karena ia pun seorang beta tester. Ya, karena kepiawaiannya dalam bermain game, Kirito termasuk dalam 1000 orang beruntung yang diijinkan menguji-coba SAO sebelum game tersebut resmi dirilis.
Konflik dimulai saat tiba-tiba saja player tidak bisa log-out dari game, dan munculnya pernyataan resmi dari server bahwa game simulasi SAO, telah berubah menjadi game hidup yang tersambung langsung dengan kondisi fisik asli player. Avatar mereka pun sama dengan sosok asli di dunia nyata.
Singkat kata, menangkan game ini dan kau akan bisa kembali hidup-hidup. Game Over memang bukan kematian, tapi selama tidak ada player yang berhasil menuntaskan misi SAO, tidak akan ada player ada yang terbangun dan selamat.
Petualangan Kirito menempuh level demi level untuk menghabisi boss terakhir pun dimulai. Karena kemampuan lebihnya, Kirito memilih untuk ‘bertahan hidup’ dengan menjadi solo player, ketimbang bergabung dengan guild tertentu yang bisa jadi hanya menghambat dirinya untuk beraksi. Karena bagaimanapun Kirito harus selamat sambil terus memperkuat diri untuk menghadapi boss terakhir dan kembali ke dunia nyata.
Menghadapi macam-macam musuh dan berbagai karakter player selama 2 tahun hidup dalam SAO tak pelak membuat Kirito banyak belajar. Di usianya yang baru 16 tahun, kemampuan bertarung Kirito tidak ada tandingannya. Bersama Asuna, sosok gadis yang akhirnya menjadi dunia baru bagi Kirito, ia akan memenangkan SAO.
***
Salah satu yang membuat si Kirito ini memenangkan hatiku adalah sisi kemanusiaan yang selalu ditampilkannya hampir di seluruh episode. Dari kacamataku, semenjak Kirito mengetahui statusnya sebagai anak angkat, tanpa sadar ia mulai menjaga jarak dengan anggota keluarga lain yang tinggal serumah dengannya. Tahu dirinya berbeda, Kirito menarik diri dan melampiaskan emosinya dalam permainan game online. 
Hal itu sangat beralasan. Aku percaya masing-masing individu mengetahui kapasitasnya dalam suatu lingkungan. Ketika pada suatu tempat kita merasa tidak nyaman atau berpikir bahwa itu bukanlah tempat bagi kita yang sesungguhnya. Kecenderungan untuk menemukan 'tempat yang seharusnya' itu pasti ada, dan Kirito menemukan eksistensi dirinya yang sesungguhnya ada pada SAO.
Berlatih, mengasah kemampuan dan berjuang bertahan hidup. Kirito tidak pernah setengah-setengah dengan keputusan yang diambilnya. Menjadi seorang solo player, Kirito bebas mengembangkan skill dan memenangkan banyak pertarungan -yang tentu akan semakin memudahkannya 'naik level'.
Pertemuannya dengan Asuna sedikit banyak mengubah jalan hidup Kirito dalam SAO. Asuna-lah alasan Kirito tidak bisa membiarkan dirinya kalah. Ia harus menang agar bisa menemukan sosok asli Asuna di kehidupan nyata dan merealiasikan perasaannya.
Sugoi~~ Kirito wa sugoiii~~ *love love*
Ayo!!! >w<
"Hidupku adalah milikmu, Asuna."

Minggu, 18 Mei 2014

Tadaima to okaerinasai ne, Yugito-chan! :*

Yosh! Namanya Yugito. ‘Moyugito’, ‘Mogito’, ‘Momusaga’, dan ‘Mosava’ hanya sedikit dari beberapa pilihan nama yang sempat disandangkan pada boneka sapi berukuran jumbo itu.
Aryl memandanginya lama. Salah satu cita-citanya terkabul. Berhasil menebus boneka berwarna putih bersih dengan bercak hitam di beberapa bagian tubuhnya itu dan membawanya pulang.
Ia ingat begitu menginginkan sebuah boneka sapi--bukan panda, beruang, atau kelinci, tapi sapi--berukuran besar dengan kualitas yang tidak murahan. Dulu pernah ia menargetkan sebuah boneka sapi (female) berwarna merah muda seukuran tubuhnya di sebuah toko boneka. Karena banderol harga yang tidak bisa dibilang murah, Aryl harus ekstra menabung demi memilikinya. Namun, ketika akhirnya uang yang terkumpul sudah mencukupi tagihan, saat gadis itu kembali ke toko boneka, si sapi cantik sudah terjual. :(
Sementara boneka-boneka sapi kecilnya yang tidak bisa dibilang sedikit sudah memenuhi kamar. Ya, gagal memiliki yang besar membuat gadis itu melampiaskan cintanya pada boneka-boneka sapi imut mini, bahkan ada yang seukuran gantungan kunci.
si putih-hitam :*
Maka, ketika pada pemberhentian perjalanan dari Kota Malang menuju Mojokerto melintasi Pasuruan--di sebuah pasar dekat Masjid Cheng Hoo--ada toko boneka yang menjual si gembul empuk tersebut, Aryl ingin segera memboyongnya. 
Sempat ragu karena boneka sapi selain Yugito ada cukup banyak, ditambah yang semodel dengan sapi betina pink mirip yang pernah ia inginkan dulu, apalagi Yugito adalah yang tidak terbungkus plastik dan agak kumal (karena warnanya putih), namun pilihan tetap jatuh pada si putih gembul berpita merah unyu-agak-kumal-tapi-bisa-dicuci ini. 
Berkat satu kekurangan, Aryl membelinya dengan harga yang cukup murah, terlebih tokonya berada di pasar dan harganya boleh ditawar. Beberapa lembar uang merah sudah melunasinya. 
Selamat datang, sapi kesayangan! *big hug*