Senin, 24 Agustus 2020

Menyusui Layak Diperjuangkan

MENGAPA MENYUSUI LAYAK DIPERJUANGKAN

Kulwap Kisah Kasih MengASIhi
Sabtu, 22 Agustus 2020

Pemateri: dr. Hazwani Fadhillah, Nst

Fitrahnya setiap mamalia baru termasuk bayi manusia menyusu pada induknya, maka dari itu ASI (Air Susu Ibu/Induk) seharusnya menjadi satu-satunya sumber makanan pokok terbaik yang tak tergantikan oleh apapun. Karenanya kami percaya bahwa setiap ibu (induk) secara alami pasti dapat menyusui.

Sayangnya di luar sana masih banyak orangtua yang belum benar-benar mengerti dan teredukasi akan manfaat luar biasa dari ASI. Saya pribadi insyaallah selalu meniatkan proses menyusui utamanya adalah demi bayi saya, kemudian untuk kebaikan dan kenyamanan hati saya sendiri. Setelah mengikuti kuliah online bersama dr. Dilla selaku konselor ASI, saya semakin tahu besarnya manfaat ASI baik itu bagi bayi, ibu, keluarga, bahkan berkontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan. Masyaallah...

Menurut penelitian ASI memiliki kandungan nutrisi unik nan tepat yang tidak dapat dibuat tiruannya dan tidak mungkin terdapat dalam susu lain, di antaranya anti bakteri, anti virus, anti peradangan, hingga HMO (Human Milk Oligosaccharides). ASI dirancang sedemikian menakjubkan oleh Tuhan dengan segala keajaiban dan fleksibilitasnya yang dapat menyesuaikan serta memenuhi kebutuhan bayi dalam situasi apapun--termasuk saat ibu/bayi sakit. Kualitas ASI akan selalu bagus dan terbaik sepanjang waktu.

Paham dengan peran ASI yang begitu besarnya, saya sangat bersyukur senantiasa dimampukan menyusui kedua anak saya selama 4 tahun terakhir. Perjalanan kami sebagai keluarga ASI memang tidak selalu mudah, tapi kami percaya perjuangan kami untuk konsisten mengASIhi niscaya menjadi investasi bagi kebaikan keluarga kami di masa depan.

Sebagaimana wawasan dan semangat yang saya dapatkan dari kelas online tentang perjuangan mengASIhi ini, saya berharap teman-teman sesama busui yang juga tengah berjuang menyusui dengan segala kisahnya masing-masing pun akan selalu istiqomah dalam mengASIhi buah hati. Insyaallah kisah kasih kita bernilai ibadah.

#projectnulisbarengbatch5 #ruangnulis #kisahkasihmengasihi #asieksklusif #ibuasi #ricchanmenulis #writingchallenge

Minggu, 16 Agustus 2020

Xi Boba

Yeiii~ Finally!
Xi Boba hadir di Mojokerto!

Hamba boba pasti udah nggak asing lagi dengan brand per-boba-an satu ini. Sukses di kota-kota besar, kemarin Xi Boba launching perdana di bumi Mojokerto.

Lokasinya ada di Jalan Majapahit No. 146, kanan jalan, sebelah BTN (setelah gang Pasar Kliwon), gampang banget ditemukan karena eyecatcy sekali outlet-nya.
Ceritanya kemarin begitu dapat info promo BUY 1 GET 1 FREE Xi Boba langsung antusias banget, kan... Tapi emang baru ada waktu buat jalannya habis maghrib. Pas udah nyampe TKP lha kok ternyata SOLD OUT, dong! 😭😭😭 Iyaaa~~ belum ada jam 7 malem tapi udah closed order. Segercep itu para hamba boba kota ini...

Btw, di promo cuan tersebut juga berlaku di GrabFood dan GoFood, loh. Tapi karena kita emang penasaran aja sama venue dan pengin tau daftar menu lengkapnya (plus lagi gapunya kupon diskon 😂), jadilah tadi pagi sengaja mruput berangkat beli langsung.
Dan~ jam 10 pagi sampai di lokasi kita disambut antrean hamba boba yang mengular sampai ke trotoar Jalan Majapahit... Ya Allah, sehits itu emang! Ada lah ngantre sekitar 30-40 menit BERDIRI!!

Semua tempat duduk udah PENUH oleh massa. Padahal kudunya kan jaga jarak, yaa~ 😥 Tapi selain itu servisnya oke semua. Ada tempat cuci tangan di dekat pintu masuk dan disediakan pula hand sanitizer untuk pengunjung. Lalu menyesuaikan situasi pandemi ya, jadi (kayaknya) sementara Xi Boba hanya melayani take away, dan emang di ruangan yang bagian dalam nggak ada space untuk dine-in. Cuma khusus buat ngambil orderan aja.

Pilihan menunya banyak juga~ di antaranya ada Boba Series, Sakura Macchiato Series, dan Tea Macchiato Series.
Daftar menu dan harga Xi Boba
Oiya, ditambah varian Dalgona Series:
  • Brown Sugar Dalgona Boba
  • Signature Dalgona Boba
  • Salted Caramel Dalgona Boba
Buat yang cenderung suka kopi kayak aku mungkin bisa cobain Dalgona Series. Kemudian gratisannya dapat Brown Sugar Boba Fresh Milk (ditentukan ya, nggak bisa milih). Still, so worth it

Jadi aku beli sekalian buat wikenan bareng keluarga:
  1. Salted Caramel Dalgona Boba
  2. Forest Berry Sakura Macchiato
  3. Yuzu Sakura Macchiato 
Beli 3 varian itu dapat 3 ekstra Brown Sugar Boba Fresh Milk! Total bawa pulang 6 cups.

Aku kebagian nomor pengambilan 33 sedangkan saat itu yang dipanggil baru nomor 15. 😂 Perjuangan masih panjang, antrean masih banyak banget, daripada gabut nungguin di situ dengan (cukup) banyak kerumunan, kita putuskan untuk jalan-jalan dulu dan rencananya sebelum pulang baru balik lagi untuk ambil orderan tadi.

Pas baliknya sekitar dzuhur ternyata beneran udah selesai dan tinggal ambil aja.
Asyiiik~ dapat 6 cups! 
Dari penampakan aja udah super lucuk, ya. Cup size-nya bisa dibilang lega. Harga aslinya segitu dengan kualitas premium yang didapat yaa jelas worth it. Apalagi pas promo beli 1 gratis 1 begini, yaa rezeki lah. 😆

Overall yummy tasty semuanya, nggak ada yang fail.

Mulai dari Salted Caramel Dalgona yang rame rasanya; asin manis lezat kopi susunya pas semua.

Forest Berry seger banget. Lengkap dengan super cute strawberry popping boba yang bikin makin klop.

Untuk Yuzu-nya juga oke, ada yogurt popping boba yang rasanya unik. Sengaja add pearl boba yaa saking hamba boba-nya. Hehehe... Extra charge only 4k ajah untuk tambah topping.

Brown Sugar Fresh Milk sebagai bonus pembelian ini cuan banget, loh. Susunya yummy, bobanya juga kenyal, empuk, super chewy. Nggak rugi lah pokoknya.

Dengan harga sesuai daftar menu, semua varian minuman sudah termasuk boba (bundling). Buat yang nggak terlalu suka minum sambil ngunyah boleh banget request tanpa boba. Yang pasti semuanya blend ya, jadi kalian nggak akan nemu es batu, tapi emang enaknya di situ. Minuman jadi lebih creamy dengan foam di atasnya.

Akhir kata aku sangat happy berkesempatan menjajal Xi Boba hari ini. Bener-bener weekend moodboster. 👍🏻👍🏻👍🏻

Jangan lupa promo wajib beli berlaku cuma sampai besok aja ya, selama persediaan masih ada. So, kalau teman-teman berminat mencoba juga, cuss lah berangkatin pagi-pagi. Kalau kesorean jangan nangis nek kehabisan. Ehehehe...


Love Boba!

Minggu, 02 Agustus 2020

4 Tahun Menjadi Ibu ASI (Bagian 1)

Dalam minggu ini Si Bungsu genap berusia 2 tahun, dan segera lulus ASI, insyaallah. Jika berkaca pada sang kakak yang lulus ASI pada usia 25 bulan, mungkin si adik akan mendapat toleransi yang serupa. Ya paling tidak sampai penghujung tahun ini.

Terhitung, sudah 4 tahun lebih aku menjadi seorang ibu ASI, tepatnya sejak Juni 2016 ketika sang kakak, putra pertamaku lahir. Waktu itu masih teringat jelas keinginan terbesarku untuk melahirkan secara normal dan bisa melakukan Inisiasi Dini sebaik mungkin.

Atas izin Allah, aku dimampukan untuk mengantarkan kakak Ari lahir ke dunia secara normal. Namun sayangnya, karena kesalahan teknis saat mengenjan yang begitu menguras tenaga--hingga berakhir aku super lemas dan terpaksa diinfus, aku tidak bisa melakukan Inisiasi Dini dengan baik dan optimal. ASI-ku tidak langsung keluar. Aku kesulitan menyusui bayiku pada beberapa jam pertama. Bersyukur setelahnya kolostrum perlahan-lahan keluar, tapi jumlahnya masih sangat sedikit. :'(

Salah satu hal yang aku sesalkan, saat itu aku seolah tidak punya kuasa atas bayiku sendiri. Aku tidak bisa menolak saat pihak keluarga memberi susu formula pada si bayi yang kerap menangis. Mereka bilang bayiku kelaparan karena ASI-ku sangat sedikit dan itu tidak cukup. Apalagi dia anak laki-laki yang harus banyak menyusu. Dengan berat hati aku pun mengikuti suara terbanyak untuk memberikan susu formula pada si bayi. Namun aku tetap bertekad agar bisa sesegera mungkin menyusuinya langsung. Setiap ada kesempatan aku memompa ASI dan menyimpannya, memberikannya bergantian dengan susu formula.

Alhamdulillah, pada hari ketiga ASI-ku akhirnya cukup lancar dan deras. Bayiku kembali menyusu langsung. Terbukti dia lebih tenang, lebih, nyaman, dan menyusu lebih sering. Payudara mulai penuh dan harus dipompa agar tidak merembes. Dengan fakta itu saja aku sudah luar biasa bahagia.

Untungnya susu formula yang dibeli cuma sekotak, dan agar tidak mubazir kami hanya memberikannya ketika si bayi kutinggal untuk urusan pribadi dan sedang ditunggui oleh anggota keluarga yang lain.

Tepat seminggu ketika stok susu formula habis, aku makin aktif menyusui dan memerah ASI untuk disimpan. Waktu itu memang ada wacana aku kembali bekerja setelah cuti melahirkan. Karena sangat menyesali pemberian susu formula dan berharap dapat memenuhi ASI Eksklusif (6 bulan), aku pun giat menimbun stok ASIP.

Qadarullah, baby Ari ternyata lebih senang menyusu langsung daripada minum ASIP dari dot. Dia mengalami bingung puting, sehingga selama beberapa waktu harus minum ASIP secara manual dengan sendok. Kemudian Allah kembali menolong memantapkan hatiku untuk resign dari kantor. Akhirnya aku kembali menyusui baby Ari dengan penuh semangat dan cinta kasih. Melihatnya tumbuh sehat dan gembul, ya, bahagiaku cukup sesederhana itu.

Berkat ASI Eksklusif aku auto mengalami kontrasepsi alami. Salah satu keinginanku yang akhirnya lunas. Selama hampir 11 bulan aku tidak mengalami menstruasi dan merasa baik-baik saja, kecuali belum mampu menjalankan puasa Ramadhan sebagai busui aktif. Namun sebelum baby Aris genap berusia setahun, aku kembali datang bulan. Sedih sekali rasanya...

Bulan-bulan berikutnya menstruasiku kembali pada siklus sebelum hamil, tapi dengan flow yang lebih berat. Menyadari KB laktasiku sudah usai, aku mulai belajar menggunakan KB kalender dan perhitungan masa ovulasi. Jadi, aku memang sengaja tidak menggunakan alat kontrasepsi resmi dan lebih berusaha mengontrolnya secara manual.

Everything was very fine, sampai pada penghujung 2017 aku sudah lupa kapan terakhir kali menstruasi. Tbh, I was so afraid what if I got pregnant, since baby Ari was just 18 months old, dan masih menyusu. It was my biggest worried. Terlalu tidak tega jika tiba-tiba harus menyapihnya, berharap masih mampu memberikan haknya hingga 2 tahun.

Januari 2018, it confirmed that I got pregnant. Speechless. It felt like bless and frightened. Jujur, di satu sisi merasa gambira dan bersyukur, sementara di sisi lain galau karena merasa tidak percaya diri akan mampu mengatasi semuanya sekaligus. Terutama kewajiban sebagai busui yang belum lunas tertunaikan.

So, I thanked to the doctors and nurses who positively help me through my dilemma. Gave me strength and supported me that since my pregnancy all was well, I still can give direct-breastfeeding to my first child. And yess! Aku mampu menjalankan peran ganda sebagai bumil dan busui. Tentu saja mengantisipasi berbagai macam skenario terburuk, kami tetap melakukan sounding kepada baby Ari bahwa dia sudah besar dan segera menjadi kakak, makanya dalam waktu dekat tidak boleh nenen bunda lagi. Sounding tersebut selalu kusampaikan sejak awal kehamilan sampai tiba akhir masa menyapih.

Beberapa saat setelah ulangtahun keduanya, baby Ari secara sukarela minta tidur dengan ayah atau mbahbuk, sementara bunda sengaja 'sok sibuk' demi menghindari rutinitas nenen sebelum tidur. Kegiatan tersebut berjalan selama kurang lebih sepekan hingga akhirnya baby Ari benar-benar lepas dan berpisah dari nenen.

Dan begitulah, kakak Ari berhasil lulus ASI 2 tahun dan sukses melewati masa penyapihan tanpa drama. Win win solution, lah. Debay dapat tumbuh sehat, normal sesuai chart dan kakak tetap terpenuhi masa menyusunya.

Ada efek sampingnya kah, tetap menyusui selama hamil?

Insyaallah, bersambung di '4 Tahun Menjadi Ibu ASI (Bagian 2)' selanjutnya!

Sabtu, 01 Agustus 2020

Pekan ASI Sedunia

Selamat menyambut pekan ASI sedunia!

Bagi para ibu, kebahagiaan terbesar setelah mampu melahirkan bayi dengan selamat dan sehat adalah sukses menyusui. Setiap ibu yang baru melahirkan, tentu besar harapan mereka untuk dapat segera menyusui buah hatinya. Selain alasan ilmiah bahwa kolostrum dalam ASI kaya akan protein, vitamin A, nitrogen 11, garam, sel darah putih, serta beberapa antibodi tertentu yang sangat dibutuhkan oleh bayi baru lahir, pendekatan Inisiasi Dini diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas bonding antara ibu dan bayi.

Sebagaimana melahirkan, menyusui merupakan fitrah bagi tiap-tiap wanita. Ada kewajiban dan hak dalam prosesnya, yakni:
  • KEWAJIBAN ibu memberikan sumber makanan pertama kepada bayinya yaitu ASI yang mengandung air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, zat antibodi, dan enzim; sekaligus memperoleh rasa nyaman dan terlindungi dari sosok ibu. Bayi ASI dipercaya memiliki antibodi yang lebih baik dan kedekatan emosi yang lebih intim dengan sang ibu. 
  • HAK bagi ibu melepaskan hormon prolaktin (yang berperan dalam produksi ASI) berfungsi dalam menjaga kesehatan mental dan penataan emosi. Ibu yang menyusui biasanya terlihat lebih tenang dan santai, tidak mudah marah maupun gelisah. Mereka juga cenderung berpikiran positif dan tidak mudah mengalami baby blues atau bahkan post partum depression syndrom. Selain itu menyusui dapat menekan hormon estrogen (yang dikenal sebagai pemicu penyakit kanker), serta membantu pemulihan kondisi rahim lebih cepat. 
Menurutku pribadi menyusui merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan. Quality time bersama buah hati yang niscaya dapat membangun kedekatan antara ibu dan anak.

Selama 4 tahun menjadi full-timer ibu ASI, alhamdulillah tidak banyak duka yang kualami, karena memang hampir semua diisi bahagia. Setidaknya aku sempat mengalami beberapa kegalauan di antaranya:
  • Anak pertama sempat kesulitan menyusu dan harus 'kena' sufor selama seminggu. 
  • Keharusan memerah dan menyetok ASI jelang habis masa cuti kantor. 
  • Membagi waktu antara menjadi ibu pekerja dan ibu ASI Ekslusif. 
  • Anak pertama bingung puting dan enggan menyusu dari dot. 
  • Bayi hanya mau menyusu sambil tiduran/berbaring.
  • Puting digigit atau ditarik-tarik. 
  • Susahnya menemukan Nursing Room di tempat umum. 
kemudian kusadari itu semua normal dan wajar terjadi dalam perjalanan menjadi ibu. Keadaan kurang nyaman tersebut berangsur-angsur berkurang, hingga aku benar-benar rileks dan nyaman menyusui. Justru bila dalam jangka waktu beberapa jam tidak menyusui, aku akan gelisah sendiri. Seperti ada yang kurang. 'Efek samping'nya payudara akan penuh oleh stok ASI (yang tidak segera disusukan), dan itu dapat menimbulkan rasa sakit atau tidak nyaman.

Mungkin sebagian ibu lain mengalami hal yang sama, barangkali juga ada banyak pengalaman berbeda. 

Yang manapun adalah baik bagi masing-masing, karena tidak ada salah dan benar dalam pengasuhan, yang ada hanyalah pembelajaran. Belajar memilah dan memilih mana yang terbaik untuk diterapkan kepada diri sendiri dan buah hati. Ambil yang baik dan sesuai, singkirkan yang kurang tepat dan tidak relevan bagi kondisi real kita. Karena setiap kita adalah ibu terbaik baik anak-anak kita. :) 

Semangat meng-ASI-hi, para ibu!