Minggu, 16 April 2017

The Cahyantos' Day Out

おつかれさま でした。。。

Alhamdulillah... Seneng banget seharian ini... Sebelum curhat mau kasih selamat dulu untuk kemanten anyar: Ica dan Fikar--teman SMA sekaligus rekan ngopi beberapa tahun terakhir, meski makin ke sini sudah makin jarang ngopi bareng lagi--yang kemarin sudah ijab kabul dan siang tadi menggelar resepsi pernikahan (mewah). Selamat berbulan madu dan berbahagia.
The Cahyantos❤
Lalu kepada komunitas Bigreds Mojokerto (aka Kopites Mojokerto) happy 1st anniversary--kalau Kopites-nya sudah anniv kelima, ya. Alhamdulillah tahun lalu sudah official--meski aku belum member Bigreds aku selamanya member KM. Hahaha--semoga selalu guyub dan makin sukses ke depannya, makin femes juga.

Allahumma aamiiin...

Jadi oleh sebab events di atas, hari ini kami bertiga ngeluyur seharian. Dari pagi siap-siap kondangan ke resepsi Ica-Fikar, berangkat dari rumah jam 10:30 nyampe lokasi sekitar jam sebelasan. Sudah janjian sama Elza dan Irene (Gigih dan Henry berhalangan hadir) untuk datang bareng jam segituan, tapi rupanya aku absen paling awal.

Elza dan Anggi tiba pas aku sedang incip air mancur(?) cokelat. Saling tukar kabar, lalu memutuskan untuk menikmati hidangan duluan sambil nunggu Irene dkk. Ketemu teman-teman seangkatan: Ardik, Meita, Rosa, Yulia, Diana, Hayu, Maya, Laili, Galuh, dan Liza--junior di SMA yang sama.
#timnyonya
Karena Irene dkk molor banget dan para bumil (Elza dan Ny. Inaw) mulai resah, jadilah personil seadanya naik kuade untuk foto bareng duluan. Eh, nggak lama yang ditungguin datang. Kita sempat foto-foto bareng sebelum akhirnya pamit masing-masing karena hari sudah siang. Cimbul pun sudah mulai rewel karena ngantuk.
Cimbul with Aunty Irene
Otewe parkiran masih sama kayak pas datang; penuh sesak dan panas. T_T Mana pakai dress dan high heels yang nggak biasa dipakai. Huhuhuu... Jalan Raya Jabon juga masih padat merayap meski nggak sampai macet, dan alhamdulillah kami berhasil tiba di rumah dengan selamat dan kelelahan.

Ba'da maghrib aku sudah mengkondisikan(?) kami untuk segera cuss ke lokasi nobar, masih sama di Wako Surodinawan. Kami berangkat kecepetan sih, tapi ternyata si ayah ngajak mampir dulu di alun-alun. Pemanasan biar Aris lihat banyak orang lalu-lalang sebelum nanti berbaur dengan banyak orang komunitas. :)
My world💞
As expected we arrived in time. Belum kick-off, masih sempat bertukar sapa dan tanya kabar dengan rekan kopites after a long looooooongg time back then. Kangen banget euforia kala masih aktif nyuport dan ngechant. Sekarang sudah nggak kayak dulu lagi. Regu koor untuk ngechant sudah berkurang banyak, apalagi sudah nggak sebebas dulu untuk nyanyi sambil teriak-teriak. Hahaha... Pardon us. Tapi yah, di situlah esensi dan estetikanya. *tsah*

Tetap pakai jersey kebanggaan, tetap berhijab, dan macak sesuai status apalagi bawa baby. Alhamdulillah, Cimbulnya cukup kooperatif dan anteng selama 2x45 menit pertandingan. Suka banget sama ekspresi terheran-heran Aris ngeliat banyak orang kumpul pakaian serupa dan emosinya pun sama! Lalu nangis pas semua serentak teriak "GOOOLL!!" tiap kali The Reds cetak angka. Kaget gitu dia. Hahaha...

It was sooo FUN. Bisa melakukan kegiatan yang disuka. Meski status sudah jadi istri dan ibu, aku masih tetaplah aku yang dulu--yang suka dengan hal-hal kecintaanku sendiri. Bersyukur sekali punya pasangan yang ngertiin dan support hobi istrinya (it was me yang ngenalin chagiya ke Kopites Mojokerto dan ajak nobar, not the opposite). Asyik juga kalau kelak Aris Cimbul bisa mewarisi apa yang kami gemari. Hihihi...

#YNWA

Jumat, 31 Maret 2017

Sepeninggal Merah

sedemikian kucintakan kau
sebagaimana kau cintai aku
kuinginkan segala yang terbaik
kiranya kaupun begitu

namun sebaliknya
angin bertiup
ke arah yang tidak kita duga
terpercik
terlahap
bumi hangus
musnah sudah

barangkali yang paling kusesalkan
ialah
kau yang melihat kerapuhan
pada jasad kuat ini
menyadari tangisan
di balik senyum maha lebar
menemukan ragu
dalam untaian keyakinan
jangan tatap lemahku
saat demi dirimu
ku memohon tambahan kekuatan

bolehkah berpisah?
yang ingin kukenang atasmu
bukanlah pedih duka
apalagi dendam kecewa
kuingin bersahabat
sekalipun mendung dalam hatimu kian pekat

Rabu, 15 Februari 2017

Tinggal

sesulit inikah rasanya ingin tinggal?
lebih sakit daripada ditinggalkan
lebih baik jika diacuhkan

entah ke mana pergi hari-hari lalu
seperti ku tak pernah ada di sana
sekalipun...
secuil saja...

aku hanyalah remah-remah kemarin
yang harapku sempat kau nikmati
yang kiranya sedikit dihargai
sebuah "ahh, ternyata rasanya begini saja,"
cukup untuk membuatku tahu
setidaknya kau pernah menoleh ke arahku
dulu

aku yang cuma setitik tanah basah--yang tersangkut pada ujung sepatu
terkibas begitu saja saat kau menghentakkannya,
lalu jatuh entah di mana
sakitku tak pernah kaurasa
dukaku tak pernah ada artinya
bagimu
yang adalah segalaku
bintang di atas bintang
matahari yang paling cemerlang

harus sesulit ini kah bila ku ingin tinggal
di sisimu?
butiran debu di hadapan semesta raya
apakah memang bagimu
diriku tak pernah ada?

aku ingin tinggal...
sebentar lagi
sedikit lagi
mungkin hingga kau paham
akan tiba masaku
leburku dalam temaram...

Rabu, 28 Desember 2016

Dragonfruit Seblak Kinda Day

Harinya buah naga dan seblak makaroni.

Kemarin ayah dapat oleh-oleh 3 buah naga utuh. Bertanya-tanya, "What would I do with these dragonfruits?" akhirnya siang tadi berkesempatan untuk eksekusi.

Mumpung ada buah segar gratisan ya, bolehlah untuk bahan mpasi Aris. Googling sebentar, dapatlah tips dan resep mudah.

Sayang disayang, aku salah mengira tekstur buah naga seperti semangka yang otomatis lumer berair saat dikulum, nyatanya buah naga sedikit lebih kokoh. Buah naga yang hanya kupotong kecil-kecil dan dihaluskan manual dengan sendok agaknya cukup pelik dikecap. Baru beberapa sendok suap, Aris sudah menunjukkan ekspresi nggak minat dan mulet-muletlah dia tanda bosan.

Nggak ingin memaksa, kusudahi sesi makan kilat pagi setengah siang itu. Buah naga yang tersisa di mangkuk (daripada dibuang sayang) akhirnya cemplungin saja ke dalam blender. Mau dibikin jus, lah. Lalu dapat ide untuk memblendernya, dengan tekstur cair siapa tahu Aris lantas mau.

Usai diblender, disaring. Hasilnya lumayan kental juga ternyata karena 100% pure, nggak ditambah apapun termasuk air. Ampasnya masukin lagi ke dalam blender, tambahkan 2 buah naga yang tersisa, susu kental manis, dan gula lalu blender semua sekalian jadi satu. Voila! Panas-panas sumuk minum es jus buah naga kental manis cucok sekali.

Saat diujicobakan kembali, alhamdulillah Aris lebih doyan dari sebelumnya. ヾ(*´∀`*)ノ♪ Es jusnya pun jadi lebih cukup untuk diminum berdua mbahbuk.
Puree Dragonfruit
Berawal dari ibuk yang khilaf merebus makaroni hingga gosong--yang rencananya akan ditambahkan dalam sayur sop--daripada dibuang percuma, toh nggak parah-parah amat, tiba-tiba tercetus ide menjadikannya seblak. Googling lagi, tanya Tantit resep yang pernah dibikin dulu gimana. Padu padankan. Ketemulah resep seblak makaroni sederhana ala bunda Aris. *tsaaahh*
• bumbu halus •
Bawang merah
Bawang putih
Cabe rawit
Cabe merah
Kencur 
• bahan •
Makaroni keriting
Telur
Daun pre
Gula
Garam 
• cara membuat •
Haluskan bumbu.
Rebus makaroni setengah matang. Tiriskan.
Masak telur orak-arik. Masukkan bumbu halus. Aduk rata, beri air secukupnya. Masukkan makaroni, aduk-aduk. Tambahkan gula dan garam. Masukkan daun pre. Didihkan. 
Seblak ala-ala bunda Aris is ready to served. ԅ(¯﹃¯ԅ)
Seblak Makaroni ala Ricchan Auliya
Kali pertama bikin seblak. Masak jarang banget, sekalinya niat malah sok-sokan. Hehehe... Untung rasanya masih bisa diampuni... (ง ˙ω˙)ว Meski mas bojo agak ngeri dengan tampilannya (karena ada sebagian yang gosong) dan dia terus terang berekspektasi jika seblaknya menggunakan kerupuk. Jeongmal mianhae, Chagiyaa~ ( ;∀;)

Oiya, penggunaan makaroni sebagai seblak bisa diganti kerupuk (biar lebih afdol). Boleh menambahkan laos dan cabe hijau ke bumbu halusnya. Kemudian selain telur orak-arik bisa juga ditambahkan variasi sosis dan pentol biar lebih yahud. Tambahkan sayuran seperti sawi juga maknyus.

Chagiya makannya malam, sudah dingin, tapi nggak mau diangetin (seblaknya). Karena sebelumnya sudah disajikan dalam mangkok, pas dingin jadilah dia 'tercetak' dan kuahnya susut. ╥﹏╥ Sensasinya jadi kayak semacam schotel ala-ala gitu, lah. Gaje. Benernya memang seblak lebih endeus disantap selagi panas, biar makin nendang pedasnya. Lengkapi dengan minum yang dingin-manis-segar, ya.

Selamat mencoba! (๑・ิﻌ・ิ๑)

Selasa, 13 Desember 2016

My 6 Months Old Baby's 1st Food

December 13th! My baby has been 6 months old today, and as my promise, I'd start to feed him more than only breast-feeding.
Get ready to eat~~
 Jujur, jika 6 bulan lalu pasca melahirkan Aris aku mengklaim diriku nggak mengalami baby blues syndrome--well, yeah--I thought I get it now. Bagaimana menyakitkannya menyadari bahwa ASI-ku bukan lagi satu-satunya yang dibutuhkan oleh bayiku--yang telah kian tumbuh besar. It is really hurt. And sad deep inside my heart. Waktu benar-benar lekas sekali berlalu. Sadar sih, Aris makin gede, aktifitasnya makin banyak, akalnya makin 'main', dan makin butuh banyak energi juga untuk itu.
Aris Cimbul harus makan apa, dong?
Asupan makanan pertama Aris yaitu bubur beras putih, yang kumasak sendiri, meski dari tepung beli jadi. Efek nggak bisa masak, sih. Jangan ditiru, yaa~ ( ;∀;) Jika kemarin-kemarin pede nian dengan kemampuan dan semangatku untuk fokus ASI Eksklusif selama 6 bulan (insyaallah sampai 2 tahun karena alhamdulillah asiku lancar jaya), sekarang--realistis saja--aku terpaksa menyerah saat ayah membelikan si boy biskuit bayi kemasan dan bubur bayi instan--walaupun nggak setiap hari dibikin dan sesekali aku juga mencoba masak resep-resep mpasi sederhana. #nojudging #nobullying

Hari ini dan besok mungkin menunya akan sama, sebagai perkenalan bagi Aris terhadap rasa dan tekstur suatu makanan. Setelah dua hari tentu akan kuganti dengan menu lain, demikian juga dengan menu dalam satu hari yang sebisanya bervariasi.
Day 1-3 ➡ 1× sehari, siang (pagi dan sore nenen banyak-banyak).
Day 4-7 ➡ 2× sehari, pagi dan sore.
Day 8-10 ➡ 2× sehari, pagi dan sore+snack siang dan petang.
Day 11-14 ➡ 3× sehari. Snack dikondisikan.
Dan seterusnya~~
Happy eating

Rabu, 07 Desember 2016

Sakit Kepala

Rasa-rasanya sudah cukup lama sejak kali terakhir perasaan macam ini singgah. Aku mengenalnya. Hanya saja lebih baik lupa. Berpura-pura juga boleh. Yang pasti kali ini jangan sampai terjatuh lagi.

Dalam pelukannya.

Sempat kudengar ia mengocehkan sesuatu sebelum pergi. Tentang minum obat atau semacamnya. Manalah bisa kuingat? Dentuman jantung dan napasku yang memburu telah mengacaukan pendengaran. Sebentar lagi mungkin mataku akan jadi gelap.

Tapi tidak bisa.

Kaki-kaki itu mengayun. Menjejak apa-apa yang menghalangi, termasuk selembar kain tipis yang membungkus tubuhnya--berharap mampu sedikit menghangatkan di bawah deru kipas angin yang tak henti berputar sehari semalam.

Bagaimana aku bisa tidur?

Kutarik kembali kain tipis hingga sebatas dada. Menepuk-nepuk pelan tubuh mungilnya sembari membacakan doa pengantar tidur. Kukecup keningnya yang berpeluh. Menyekanya agar ia terbuai lebih nyaman. Memandangi wajah lelapnya sudah lebih dari cukup untuk membangkitkan bahagia. Ya, sesederhana itu. Memang sesepele itulah cintaku.

Rasa-rasa yang aneh tadi masih timbul-tenggelam. Tidak apa-apa, nanti pasti akan hilang sendiri. Mungkin cuma sedikit lelah, itu lumrah. Yang penting tidurmu nyenyak. Takkan kubiarkan nyamuk dan kroni-kroninya mencuri darahmu sedikitpun! Meninggalkan bekas gigitan yang akan mengganggumu seharian. Tidak akan.

Karenanya tidurlah, Sayang. Mimpikan dirimu sehebat yang kau mau. Belajarlah apa yang belum kau temukan dariku atau ayahmu, para malaikat dalam mimpi akan mengajarkanmu dengan senang hati. Lalu kau akan bangun dengan semangat baru dan kemampuan yang kian bertambah. Kian membuat kami bangga.

Sakit kepala ini bukan apa-apa. Percayalah. Aku akan mengatasinya dengan mudah. Pening ini tidak sebanding dengan kekuatan yang dianugerahkan-Nya padaku--6 bulan lalu--saat aku mengantarkanmu bertemu dunia pertama kalinya.

Iya, aku tentu sehebat itu.

Bunda akan selalu jadi yang terhebat, untukmu, buah hatiku.

Selasa, 29 November 2016

LOVE POTION

Love Potion Series by Oriflame❤

Namanya saja sudah "Ramuan Cinta" ya, wajar sekali jika saya, anda, bahkan setiap wanita yang berkesempatan memilikinya--yang sungguh eksklusif ini--mutlak jatuh cinta pada endusan(?) pertama.

Mimpi rasanya menyentuhkan botol kaca cantik bertutup unik tersebut pada telapak tangan. Kali pertama punya wewangian (Eau de Parfum) yang harga aslinya tidak bakalan mampu terjangkau tangan, Love Potion resmi menjadi parfum pertama dan termahal-tereksklusif yang pernah saya punya. We-o-we. Berkat Oriflame, tanpanya mana mungkin saya bisa memboyong duo tjantek ini pulang. Terima kasih, Oriflame... :*
Love Potion Series: Eau de Parfum dan Perfumed Body Cream
Botolnya kaca. Bisa pecah. Maka harus ekstra hati-hati betul menyimpannya (harus irit pakainya juga *cry*). Sedangkan tutupnya berbahan semacam plastik, dengan ujung meruncing ke atas. Sudahlah, unik cantiknya nggak ketulungan! Beruntung sudah dapat info tentang bagaimana cara membuka tutupnya, amanlah si ratjun dari kemungkinan 'rusak' akibat ulah katrok saya sendiri. Iya, caranya:
bagian bawah botol kaca digenggam di salah satu tangan, dan tangan yang lain menarik tutup runcingnya ke atas. Dan voila! Love Potion siap disemprot-semprot.
Cantik unik sekali, kan? 
Sebelum mengenakan Love Potion EdP, ada baiknya mengaplikasikan Love Potion Perfumed Body Cream ke seluruh tubuh terlebih dahulu. Biar apa? Ya, agar wanginya kian nampol dan tahan lama. Jadi, parfum dan body cream Love Potion ini efeknya saling dukung dengan aroma serupa; spicy ginger, cocoa blossom, dan chocolate yang super memikat.

Seusai mandi saya sempatkan membaluri sekujur tubuh saya yang masih fresh *eciyeh* dengan body cream. Love Potion PBC adalah body cream kedua yang pernah saya jajal setelah Milk&Honey Nourishing Hand&Body Cream--yang wanginya lembut dan yummy sekali.

Body cream ini bertekstur halus dan ringan, tidak kental pun tidak terlalu encer. Cepat diserap, tidak lengket sama sekali. Kulit lembut dalam detik pertama pemakaian! Superrr wangiii~ karena merupakan ekstrak dari parfumnya sendiri.

Semerbak wangi cokelat segera menyerbu indera penciuman saya. Lembut namun intens. Feminin tapi agresif sekaligus. Ada sensasi hangat yang nyaman khas ginger, meski aroma lezat cokelat tetap mendominasi. Satu kata: ba-ha-gi-a. Baru bermain dengan body cream, saya sudah merasa demikian dimanjakan. Apalagi *uhuk* parfumnya.

Karena baru mengenakan body cream saja, orang rumah sudah berkomentar harumnya ke mana-mana, saya menutup rapat pintu kamar lantas berdebar-debar hendak menyemprotkan wewangian magic khas Love Potion. Agar aromanya lebih kuat, sebaiknya semprotkan pada area tubuh yang 'mahir' menguarkannya seperti bagian leher, tengkuk, bawah telinga, dan siku sebelah dalam. Tidak dianjurkan menyemprotkan parfum ke pakaian karena akan mubazir. Buang-buang. Boros.

Dan, benar saja. Semprot sekali wanginya sudah semerbak ke seluru kamar (efek dibantu kipas angin dan ukuran kamar sempit, hihihi). Saya pun bersiap untuk bocan, bobok cantik.

Sama sekali tidak berlebihan jika Oriflame menyematkan 'nama sakral' pada rangkaian parfum dan body cream berkarakter sensual menggoda ini, atas prestasinya membangun kepercayaan diri para wanita di hadapan pasangan. Sendirinya saja sudah jatuh cinta, maka pria mana yang takkan jatuh hati pada wanita yang begitu cinta dan menghargai dirinya sendiri? Love Potion benar-benar mengajarkan saya untuk itu. Pun semua produk Oriflame yang memang dikreasikan untuk memanjakan personaliti dan kepribadian unik masing-masing penggunanya.

Love Potion EdP normalnya dibanderol idr 499k dan Perfumed Body Cream dilabeli idr 129k. Total jika memborong sepasang adalah idr 628k! Lebih dari ½ jutaan, Cyiiint! *dumatek* Luckyyy bulan ini Oriflame berbaik hati sekali pada bukibuk berlimit belanja pas-pasan macam saya, menghadiahi keduanya dengan hanya merogoh kocek idr 299k saja! Diskon 50% lebiiih... Belum termasuk potongan harga member, yaa... Jadi nyungsep senyungsep-nyungsepnya. Manalah saya tahan dengan yang diskonan begini.
Peluang bisnis Oriflame
Kepincut? Masih bisa diorder sampai besok, ya. Setelahnya akan kembali ke harga normal. Jadi, pilih 628k atau 299k saja? FREE biaya pendaftaran member.

More info:
R. AULIYA
WA 085655360062
BBM 51F9D6CF
Line rch_auliyasari
Ig @ercehauliyashop

Sabtu, 24 September 2016

Perfect Saturdate

Just attended to Iwan&Rya's wedding party in Raden Wijaya Hotel, catched up with baes, got nice pictures with them. Happy Wedding, Cong! Next time ketemu lagi kita ngopbar sambil bawa anak masing-masing, yee~ Amean Part II. Hihihi...

Terakhir ketemuan sama ini couple di Panties Pizza pas traktiran ultahnya Boss Henri (awal Juni, H min sepekan lairan--hamil 39w lebih--hehe). Bersamaan Elza-Anggi nikah mereka tunangan, dan alhamdulillah dilancarkan terus sampai hari H ini.

Tercatat member grup WA "Amean" yang notabene adalah geng ngopi ala-ala kita (est.2013 lah) aku dan Naw saling undang. Janjian datang bareng-bareng yang lain (Irene-Dito, Elza-Anggi, Icca-Fikar, Gigih, Kusnadi, Sembix-Atta, Ryan, dkk dll--ternyata Inaw kenal banyak sama 'arek-arek' juga. Such an impressive!) karena tadinya agak nggak yakin jangan-jangan nggak ada yang dikenal. Syukurlah kami sempat kumpul-kumpul dulu; bertukar kabar, ngobrol, foto-foto wefie!

Kelar jam 9an, aku dan kakbeb langsung cuss Wako Surodinawan menghadiri nobar Liverpool vs Hull City--dengan masih berkostum pasca buwuh. xD Untung couple set kami warnanya merah! Malu~ tapi 'demi' ya, karena ini kali pertamaku kembali ke ranah pernobar-bolaan mendukung tim merahku. #ynwa #kgmd

Tumbenan kakbeb inisiatif orderin black coffee yang--thanks God--rasanya indah banget. The first basic coffee of mine after my pregnancy. Kangeeen deh~~ bahagia itu sederhana.

FT: 5-1 Liverpool wins!!

Masyaallah~ malam ini cemerlang sekali. (((anak gimana anak)))

Rabu, 21 September 2016

1st Weekdays with Cimbul❤

Been back to work for a week and it is sooo exhausting~~ duhh masyaallah capeknya dobel tripel. Ya ngurus kerjaan, ya ngurus anak, pulangnya masih harus ngurus keperluan anak dan suami di rumah. #akusetrong

What I didn't expect is Cimbul surprisingly spent his days with me at my office more often than stayed at home with ayah and yangtit--as my A plan. What we had now is the B plan for real. So here is the map:
09/14 ➡ rumah
09/15 ➡ rumah
09/16 ➡ kantor dan rumah
09/17 ➡ kantor
09/19 ➡ kantor dan rumah
09/20 ➡ kantor
09/21 ➡ kantor
Hari pertama dan kedua Aris dijagain si ayah dibantu yangtit di rumah. Dapat laporan macam-macam mulai dari sekadar rewel, nangis terus, ngomel-ngomel, minta gendong sampai dosis nggak mau minum ASIP dari dot dan ngamuk-ngamuk, lalu dapat SMS "Kamu nggak bisa kah, pulang sebentar sekarang?"

Kantor dan rumah itu maksudnya pagi sampai siang ikut ngantor, lalu pas istirahat Cimbul dan ayah pulang ke rumah, karena mbahbuk sudah pulang dan bisa bantuin momong. Sekitar jam 1 atau jam setengah duaan aku ikut pulang untuk maksi dan nenenin.

Pikirku okelah sesekali ajak Aris ngantor toh ada ayahnya juga yang bersedia full momong ketika aku sedang ada kerjaan yang nggak bisa ditinggal, karena gimanapun Tantit nggak selalu bisa datang untuk bantu jagain. Tapi ternyata masbeb keterusan keenakan(?) semangat hore-hore ikut ngantor sambil bawa baby karena dia beneran lebih selo; Cimbul yang seketika jadi idola para bude di kantor niscaya banyak yang gendongin dan kami terbantu sekali momongnya. ^^

Singkat cerita tiap pagi kami 'piknik' ke kantorku. Bawa-bawa tas bayi yang isinya segala macam tetek bengek perintilannya Aris mulai dari popok, baju ganti, perlak, minyak telon-baby oil-sabun-tisu basah, saputangan, handuk, sampai mainan. Sengaja nggak bawa botol dot karena nenennya 'live' dooong~~ skin to skin breast feeding is the best dan tetap yang utama.

Jadwal sehari-hari pun kisaran antara: berangkat, sampai kantor tidur pagi, bangun-nenen, main, digendong bergilir, tidur siang, bangun-nenen, main, mandi, tidur sore, pulang. Gitu-gitu terus...

Capek? Banget. Nggak kebayang levelnya. Seneng? Pastilah. Secara kerja ditemenin suami dan anak, nggak kehilangan momen kebersaman dan bisa terus memantau tumbuh kembang si Cimbul. Quality time is everywhere. Serempong apapun pasti dijalani dengan sukacita. Bagus juga karena mengenalkan baby bersosialisasi. Anak jadi ramah dan nggak takut dengan oranglain. Kan nggak sedikit juga anak kecil yang cuma mau sama ibu-ayah pol sama neneknya dan takut sama oranglain? Semoga Aris nggak kayak gitu, deh.

Big thanks to hubby daddy yang luar biasa konsisten berperan-serta dalam mengasuh Aris bersama. Love love you full to the moon and back~~

Rabu, 14 September 2016

Monthversawork

Please excuse the random title...

Hey you, dear Love: happy 15th monthversary of our marriage

There are so many things been happened--don't say that I forgot our day, but yeah I was spacing out--I almost missed this 14th. Hehehe... My bad. I should've knew that it would be a day ahead after our child's birthdate.


Jadi per hari ini sudah harus masuk kantor. Kerja lagi. Sungguh perang batin yang teramat sangat untuk newmom sepertiku. Setengah hati pengin tinggal si rumah saja uwel-uwelin si kecil, sementara setengah yang lain tegas mengingatkan "I gotta back to work soon," by kinda some reasons.

To be honest, belum siap sama sekali untuk kembali ngantor. Hingga H-14 masih linglung apa saja yang mesti dipersiapkan untuk kembali ke kantor. Perlengkapan apa saja yang harus diadakan untuk keperluan baby. Perkara ASI misalnya. Ini krusial banget. Sejak hamil jauh-jauh hari aku bertekad akan memberikan ASI Eksklusif pada bayiku apapun yang terjadi. Jika terpaksa meninggalkannya selagi bekerja, baby Aris harus tetap mendapatkan haknya; hanya mengonsumsi ASI hingga berusia 6 bulan. Caranya? Karena nantinya kami nggak akan bisa terus bersama 24×7 satu-satunya solusi yang ada yaitu memompa ASI, alias diriku berperan sebagai bunda perah. *plok plok plok*

Jika sebelumnya pumping bertujuan untuk mengurasi risiko payudara bengkak akibat penggumpalan ASI (ini sungguhan pernah kualami dan rasanya sakit banget) sekaligus stok darurat ketika kami harus on the way, sekarang fokus untuk tabungan saat aku ngantor--meninggalkan Aris jauh dariku. :'( Apakah aku serajin itu hingga mampu memenuhi freezer dengan botol-botol kaca berisi ASIku? Big NO No no. You know me, miss bigplans without proper action. Hahaha... Maksud hati mencicil sedikit demi sedikit ASIP biar nggak keteteran dan Aris kekurangan nutrisi selama kutinggal, faktanya hingga H-7 aku belum menghasilkan sebotolpun! What the ngek~~

Entah mengapa kian dekat hari H aku merasa makin nggak punya waktu, pun Aris cenderung lebih rewel dari biasanya. In the end, H-1 baru punya stok 2 botol saja. Bismillahirrahmanirrahim~ lain-lain diurus belakangan.


Terjadilah drama pagi hari antara seorang ibu muda yang enggan berpisah dengan bayinya--yang menangis meraung-raung--sementara sang suami malah getol menyuruhnya lekas pergi. (ಥ_ಥ)

"Bunda akan pergi 'tuk sementara bukan 'tuk meninggalkan Aris selamanya. Bunda pasti 'kan kembali pada dirimu, tapi Aris jangan nakal~ Bunda pasti kembalii~~" *nyanyi*