Selamat berbuka puasa!
Bagaimana puasa pertama hari ini? Alhamdulillah, perdana puasa lagi setelah kali terakhir puasa senin-kamis di bulan Rajab lalu--yang terpaksa diikuti dengan nge-drop-nya badan alias nggak kuat puasa. Semoga kali ini nggak begitu. Tetap lancar tanpa kendala berarti sampai tiba waktunya aku memang nggak lagi bisa puasa lantaran melahirkan. >_<
Btw, selain digosipkan bakal jadi #geminian yang pasti Aris akan lahir dalam Bulan Ramadhan ini, sebelum Syawal. Fyi, aku--mamaknya--dan dua saudara yang lain jugap lahir pas di bulan puasa. Walau memang cuma si bungsu saja yang diabadikan dalam namanya: Yanuar Rizky Ramadhan--calon oomnya si baby. Tapi tenang, sudah tahu bakal nama lengkap Aris, kan? Nggak akan ada 'Ramadhan'-nya. Biar nggak mainstream. :P
Terakhir dulu puasa pas Aris masih 5-6 bulanan--kalau nggak salah--dan sekarang sudah 9 bulan lebih, tapi intinya waktu itupun dia sudah 'cukup gede' dan 'sadar' terhadap dirinya dan situasi lingkungan. Si Aris kan selalu 'bangun' tiap jamnya sholat dan makan--ngudap, apapun. (-_-)ゞ (niruin siapa coba?) Nah, lucunya kemarin pun dan sebelumnya, Aris yang emang biasa bangun dan ikut sholat dhuha, menolak 'tidur' lagi karena 'merasa' sebentar lagi adalah jam nyemilnya. Jadilah dia umek sepanjang siang. Sudah dielus-elus dan diberi pengertian kalau bundanya sedang puasa, paling cuma bertahan anteng sebentar lalu jam 1-2 siang sudah bangun dan gedor-gedor lagi minta makan. Hehehe...
Di luar hujan? Mari kuseduhkan secangkir kopi panas untukmu. Tentu kita bisa saling bertukar cerita sembari menikmati pelangi dan senja, kan? *^_^*
Senin, 06 Juni 2016
Minggu, 05 Juni 2016
Closingan
Marhaban Yaa Ramadhan... Selamat datang bulan suci Ramadhan. Selamat kembali berjumpa, bulan penuh rahmat dan berkah serta dibuka lebarnya pintu-pintu ampunan. Semoga kita selalu menjadi yang berbahagia menyambut hadirnya 30 hari indah sarat ibadah ini. Allahumma aamiiin...
Barusan pulang dari closingan bareng sobat Amean, bertepatan dengan syukuran ultah abang ganteng kita, Henry. Barakallah ye, Bang... Tiap tahun bolehlah diadakan kembali acara makan-makannya. Hihihi(ΦωΦ)#timgratisan
Kali ini sekalian incip kuliner baru di Jalan Majapahit (kompleks MIP, ex Nav Karaoke) Panties Pizza, yang konon sudah famous di kota-kota besar dan Mojokerto adalah cabang kesekian. Mumpung masih dalam promo buy 1 get 1 free khusus bagi para follower Instagram @pantiespizzamojokerto sejak tanggal 3 Juni lalu dan berakhir hari ini.
Pizza berukuran medium dipotong 4 dengan beraneka pilihan rasa. Untungnya karena beli banyak, kami berkesempatan mencicipi hampir semua jenis pizza. Sebut saja Pizza Dorman, Pizza President, Pizza Broadway, Pizza Chick O Cheese, Pizza Choco-cheese, serta beberapa yang entah apa nama dan macam isiannya. :P Pokoknya tadi sempat cobain yang isi sosis, keju, jamur, daging cincang, ayam-keju, beef-keju, dan campuran di antaranya. And they were not too bad even quite good untuk jenis pizza berbungkus roti (isian, bukan topping) dengan harga relatif ekonomis dibandingkan pizza sebelah, meski yah, kelas rasanya juga jelas beda lah. :'D Tersedia juga bermacam-macam beverages dan rasanya pun lumayan. Hanya sayang antrian kasirnya benar-benar luar biasa panjang mengular (mungkin karena masih dalam suasana grand opening). Jarak antara satu meja dengan meja lain terkesan sempit dan kurang private. Plus there is no mayonaise and enough tissue for all. (´・ω・`)
Anw, apa itu closingan? Menurut muda-mudi kekinian closingan terdiri dari kata dalam Bahasa Inggris closing(close) dan imbuhan dalam -an dalam Bahasa Indonesia, yang bila digabung maka maksudnya ialah 'penutupan'. Iya, penutupan. Segala yang dilakukan kali terakhir untuk kemudian rehat sejenak menghormati suasana Bulan Ramadhan. Manis, kan?
Pro dan kontra, sih. I mean ada saja yang berpendapat ini semacam pemuasan sesaat demi 'puasa' selama jangka waktu tertentu, dan akan dilakukan kembali bila sudah tiba saatnya. Do you get what I say? It is like useless shit for them. Tapi bagi yang kontra macam diriku, ya ini memang salah satu bentuk pelampiasan. But I know I do it for something bigger. Siapa tahu nggak akan ada 'lain kali' dan aku hanya bisa melakukan apa yang kuinginkan tersebut sekarang. I never wanna miss a thing. Don't wanna regret anything I wouldn't do.
Let's say. Kapan lagi aku bisa kumpul bareng sejawat dalam formasi nyaris lengkap begini? Di usia kehamilanku yang kian matang? Mumpung ada kesempatan. Minggu depan Baby R sudah akan memasuki minggu ke-39, aku (se)harusnya sudah benar-benar off dan fokus pada persiapan persalinan. Nggak akan ada waktu lagi untuk memikirkan yang lain, sesuatu yang sangat sepele seperti sekadar ngopi bareng atau kongkow berlama-lama. And I knew that it's gonna be happen 'till I'd have raised my child and stay at home for couple months without outgoing society.
Kapan lagi aku bisa menghadiri makan-makan gratis? *ehh* Kapan lagi aku bisa bebas pergi ke mana-mana sendiri? Tanpa merasa bersalah makan beberapa potong pizza berlumur saus pedas, tanpa merasa berdosa pulang malam jam berapapun yang kumau? Tidak peduli sudah berapa jam lamanya kuhabiskan waktu di luar rumah tanpa beban?
Adalah kesadaran yang menjadikannya penting. Sangat penting memiliki kesadaran untuk mengontrol diri sendiri melakukan/tidak melakukan sesuatu dan bertanggungjawab atasnya. Rasanya nggak perlu lah berdebat tentang apa yang seharusnya dan nggak harus dilakukan oleh oranglain. Yang penting diri sendiri dulu. Sudah melakukan yang benar, belum? Kenapa harus riweh mengurusi apa yang dilakukan/tidak dilakukan oranglain selama itu nggak mengganggumu? Mau mereka closingan atau tidak, mau mereka memuas-muaskan diri berhore-ria atau menyiapkan diri untuk jamaah sholat tarawih di masjid, itu urusan pribadi masing-masing. Siapa tahu mereka yang melakukan closingan makin mantap dan kusyu' ibadahnya karena sudah merasa puas nggak ada beban. Sementara yang lain--mungkin ya--mungkin di tengah-tengah ibadahnya masih kepikiran sesuatu. Merasa ganjil seperti ada yang kurang dan ingin dilakukan--entah apa. Sekali lagi, mungkin. Nggak semua manusia tingkat keimanannya sama dan bisa dipukul rata. Yang sungguh-sungguh niat ingsun beribadah tanpa ganggu gugat juga banyak, kok. Yang masih 100% istiqomah jamaah tarawih di masjid jelas cukup banyak, meski yang menyempatkan berburu kebutuhan lebaran di toko-toko dengan harus mengorbankan jam maghrib/isya', pun nggak sedikit. Ada.
Ingat, habluminallah-habluminnannaas. Ada hubungan baik dengan Tuhan, dan ada hubungan baik antar manusia. Berusaha memperbaiki diri sendiri dulu baru membantu perbaikan diri oranglain tanpa paksaan. Hidup itu indah selama bisa menghormati dan toleransi terhadap sesama. Jangan suka bikin segala sesuatu yang (sebenarnya) mudah jadi sulit, ahh.
Barusan pulang dari closingan bareng sobat Amean, bertepatan dengan syukuran ultah abang ganteng kita, Henry. Barakallah ye, Bang... Tiap tahun bolehlah diadakan kembali acara makan-makannya. Hihihi(ΦωΦ)#timgratisan
Kali ini sekalian incip kuliner baru di Jalan Majapahit (kompleks MIP, ex Nav Karaoke) Panties Pizza, yang konon sudah famous di kota-kota besar dan Mojokerto adalah cabang kesekian. Mumpung masih dalam promo buy 1 get 1 free khusus bagi para follower Instagram @pantiespizzamojokerto sejak tanggal 3 Juni lalu dan berakhir hari ini.
Pizza berukuran medium dipotong 4 dengan beraneka pilihan rasa. Untungnya karena beli banyak, kami berkesempatan mencicipi hampir semua jenis pizza. Sebut saja Pizza Dorman, Pizza President, Pizza Broadway, Pizza Chick O Cheese, Pizza Choco-cheese, serta beberapa yang entah apa nama dan macam isiannya. :P Pokoknya tadi sempat cobain yang isi sosis, keju, jamur, daging cincang, ayam-keju, beef-keju, dan campuran di antaranya. And they were not too bad even quite good untuk jenis pizza berbungkus roti (isian, bukan topping) dengan harga relatif ekonomis dibandingkan pizza sebelah, meski yah, kelas rasanya juga jelas beda lah. :'D Tersedia juga bermacam-macam beverages dan rasanya pun lumayan. Hanya sayang antrian kasirnya benar-benar luar biasa panjang mengular (mungkin karena masih dalam suasana grand opening). Jarak antara satu meja dengan meja lain terkesan sempit dan kurang private. Plus there is no mayonaise and enough tissue for all. (´・ω・`)
Anw, apa itu closingan? Menurut muda-mudi kekinian closingan terdiri dari kata dalam Bahasa Inggris closing(close) dan imbuhan dalam -an dalam Bahasa Indonesia, yang bila digabung maka maksudnya ialah 'penutupan'. Iya, penutupan. Segala yang dilakukan kali terakhir untuk kemudian rehat sejenak menghormati suasana Bulan Ramadhan. Manis, kan?
Pro dan kontra, sih. I mean ada saja yang berpendapat ini semacam pemuasan sesaat demi 'puasa' selama jangka waktu tertentu, dan akan dilakukan kembali bila sudah tiba saatnya. Do you get what I say? It is like useless shit for them. Tapi bagi yang kontra macam diriku, ya ini memang salah satu bentuk pelampiasan. But I know I do it for something bigger. Siapa tahu nggak akan ada 'lain kali' dan aku hanya bisa melakukan apa yang kuinginkan tersebut sekarang. I never wanna miss a thing. Don't wanna regret anything I wouldn't do.
Let's say. Kapan lagi aku bisa kumpul bareng sejawat dalam formasi nyaris lengkap begini? Di usia kehamilanku yang kian matang? Mumpung ada kesempatan. Minggu depan Baby R sudah akan memasuki minggu ke-39, aku (se)harusnya sudah benar-benar off dan fokus pada persiapan persalinan. Nggak akan ada waktu lagi untuk memikirkan yang lain, sesuatu yang sangat sepele seperti sekadar ngopi bareng atau kongkow berlama-lama. And I knew that it's gonna be happen 'till I'd have raised my child and stay at home for couple months without outgoing society.
Kapan lagi aku bisa menghadiri makan-makan gratis? *ehh* Kapan lagi aku bisa bebas pergi ke mana-mana sendiri? Tanpa merasa bersalah makan beberapa potong pizza berlumur saus pedas, tanpa merasa berdosa pulang malam jam berapapun yang kumau? Tidak peduli sudah berapa jam lamanya kuhabiskan waktu di luar rumah tanpa beban?
Adalah kesadaran yang menjadikannya penting. Sangat penting memiliki kesadaran untuk mengontrol diri sendiri melakukan/tidak melakukan sesuatu dan bertanggungjawab atasnya. Rasanya nggak perlu lah berdebat tentang apa yang seharusnya dan nggak harus dilakukan oleh oranglain. Yang penting diri sendiri dulu. Sudah melakukan yang benar, belum? Kenapa harus riweh mengurusi apa yang dilakukan/tidak dilakukan oranglain selama itu nggak mengganggumu? Mau mereka closingan atau tidak, mau mereka memuas-muaskan diri berhore-ria atau menyiapkan diri untuk jamaah sholat tarawih di masjid, itu urusan pribadi masing-masing. Siapa tahu mereka yang melakukan closingan makin mantap dan kusyu' ibadahnya karena sudah merasa puas nggak ada beban. Sementara yang lain--mungkin ya--mungkin di tengah-tengah ibadahnya masih kepikiran sesuatu. Merasa ganjil seperti ada yang kurang dan ingin dilakukan--entah apa. Sekali lagi, mungkin. Nggak semua manusia tingkat keimanannya sama dan bisa dipukul rata. Yang sungguh-sungguh niat ingsun beribadah tanpa ganggu gugat juga banyak, kok. Yang masih 100% istiqomah jamaah tarawih di masjid jelas cukup banyak, meski yang menyempatkan berburu kebutuhan lebaran di toko-toko dengan harus mengorbankan jam maghrib/isya', pun nggak sedikit. Ada.
Ingat, habluminallah-habluminnannaas. Ada hubungan baik dengan Tuhan, dan ada hubungan baik antar manusia. Berusaha memperbaiki diri sendiri dulu baru membantu perbaikan diri oranglain tanpa paksaan. Hidup itu indah selama bisa menghormati dan toleransi terhadap sesama. Jangan suka bikin segala sesuatu yang (sebenarnya) mudah jadi sulit, ahh.
Omongan ngawur penghujung weekend.
Jumat, 03 Juni 2016
USG Terakhir
Setelah kemarin kecele dan 'balik kucing' gara-gara pak dokter yang harusnya ngawal USG di puskesmas batal datang, hari ini akhirnya beliau menepati jadwal--di jam yang untungnya nggak lagi mancing emosi. Yup. Cuss dari rumah jam 8an pagi tanpa registrasi ulang, pemeriksaan selesai bahkan sebelum jam 10. Lucky, jadi nggak ngantor terlalu siang.
Tentu bukan kali pertama aku mengalami kejadian nggak mengenakkan macam itu. Ingat saat awal-awal aku coba ganti faskes? Sempat hampir bertengkar dengan resepsionis puskesmas mengenai berkas data dan jadwal pemeriksaan, lalu di-PHP beberapa hari hanya demi mendapatkan fasilitas USG--yang cuma sekitar 5 menitan saja, beda dengan USG mandiri di dokter kandungan khusus rumah sakit swasta/rumah sakit bersalin.
Ya, inilah risiko nggak horenya melakukan perawatan di fasilitas umum milik pemerintah yang free-cost. Kok kayaknya pasien bergantung nyawa banget pada pihak medis dan layak menerima perlakuan bagaimanapun dari mereka. Padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya nggak 100% free juga karena however aku rutin membayar iuran BPJS, sekaligus 'warga kota' yang memang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah kota apapun bentuk layanannya. #justblabling
Anw, alhamdulillah hasil cek USG baik semua. Posisi janin, plasenta, dan ketuban bagus, nggak ada masalah sama sekali. Kroscek lagi jenis kelamin Baby R yang syukurlah 99% nggak berubah sejak diagnosa pertama di usianya yang kala itu 6 bulanan. Mengingat cek fisikku kemarin juga aman terkendali (kecuali lonjakan bb dan problema kaki bengkak) insyaallah persiapan launching si baby kian mantap. Tinggal menata dan merapikan lagi niat ingsun, mental, dan psikis pribadiku saja. Maklum, makin ke sini emosiku kok rasanya jadi makin labil. Yah, begitulah... (´・_・`)
❤ganti topik❤
Sekujur badan masih njarem akibat pijat terapi kemarin, padahal yang dipijat cuma terbatas kaki sampai lutut, tangan sampai siku, pundak-punggung, dan wajah-kepala. *eh, banyak juga, ya?* Tapi efeknya lumayan kok, dengan segala keterbatasan situasi dan persiapan seadanya. Si bapak hampir seharian ngendon di kantor dengan 4 orang mbak-mbak yang antusias jadi pasien dadakan. Ya, tentu aku dan rekan-rekan kantor nggak akan melewatkan kesempatan langka ini. Mumpung ya, mumpung.
Boleh banget kalau ada yang mau cobain sensasi pijat relaksasinya juga. Sila cek lebih lengkap di Hasymi Pijat dan Bekam.
Happy malam weekend!
Tentu bukan kali pertama aku mengalami kejadian nggak mengenakkan macam itu. Ingat saat awal-awal aku coba ganti faskes? Sempat hampir bertengkar dengan resepsionis puskesmas mengenai berkas data dan jadwal pemeriksaan, lalu di-PHP beberapa hari hanya demi mendapatkan fasilitas USG--yang cuma sekitar 5 menitan saja, beda dengan USG mandiri di dokter kandungan khusus rumah sakit swasta/rumah sakit bersalin.
Ya, inilah risiko nggak horenya melakukan perawatan di fasilitas umum milik pemerintah yang free-cost. Kok kayaknya pasien bergantung nyawa banget pada pihak medis dan layak menerima perlakuan bagaimanapun dari mereka. Padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya nggak 100% free juga karena however aku rutin membayar iuran BPJS, sekaligus 'warga kota' yang memang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah kota apapun bentuk layanannya. #justblabling
Anw, alhamdulillah hasil cek USG baik semua. Posisi janin, plasenta, dan ketuban bagus, nggak ada masalah sama sekali. Kroscek lagi jenis kelamin Baby R yang syukurlah 99% nggak berubah sejak diagnosa pertama di usianya yang kala itu 6 bulanan. Mengingat cek fisikku kemarin juga aman terkendali (kecuali lonjakan bb dan problema kaki bengkak) insyaallah persiapan launching si baby kian mantap. Tinggal menata dan merapikan lagi niat ingsun, mental, dan psikis pribadiku saja. Maklum, makin ke sini emosiku kok rasanya jadi makin labil. Yah, begitulah... (´・_・`)
❤ganti topik❤
Sekujur badan masih njarem akibat pijat terapi kemarin, padahal yang dipijat cuma terbatas kaki sampai lutut, tangan sampai siku, pundak-punggung, dan wajah-kepala. *eh, banyak juga, ya?* Tapi efeknya lumayan kok, dengan segala keterbatasan situasi dan persiapan seadanya. Si bapak hampir seharian ngendon di kantor dengan 4 orang mbak-mbak yang antusias jadi pasien dadakan. Ya, tentu aku dan rekan-rekan kantor nggak akan melewatkan kesempatan langka ini. Mumpung ya, mumpung.
Boleh banget kalau ada yang mau cobain sensasi pijat relaksasinya juga. Sila cek lebih lengkap di Hasymi Pijat dan Bekam.
Happy malam weekend!
Rabu, 01 Juni 2016
Hey, June!!
Hello, world! It's June already. It was never be my special month (apalagi pernah ada tragedi 06-06-13, yang... ahh~ sudahlah!) but it's gonna be our Baby R's birthmonth. Yup, fyi, hpl-nya memang tanggal 13 Juni ini, bisa maju bisa mundur. Anything, pokoknya nggak jauh-jauh dari hpl dan normal serta lancar. Allahumma aamiiin~~ (>人<)
Tadi pagi jadwal terakhir kontrol 2 mingguan, karena minggu depan sudah waktunya kontrol lagi mengingat ini sudah masuk 38w2d. Besok sudah janjian USG terakhir juga. Deg-degaan~ kata Bidan Nurul, kepala Aris sudah mulai masuk panggul meski belum semua. Semoga melalui USG besok dokter bisa kasih info yang lebih valid dan memastikan nggak ada masalah apapun padaku dan si baby alias everything's okay. Aamiiin...
So, my weight is up 2kg(!) again into 56kg, total sudah naik sekitar 13kg dari sebelum hamil. Allahu Akbar!!! Pantesan ini badan sudah susah banget dipakai gerak, nggak muat dipakaikan pakaian macam-macam. After all should I end up wearing daster? ╥﹏╥ Nggak lah, sudah dipatenin niat ingsun pasca melahirkan harus bisa balikin badan semula sebisanya. Alon-alon soko kelakon. Pasti bisa! Harus berjuang ekstra biar bisa jadi mahmud yang (tetep) qualified.
Tensi darah normal 100/70 padahal bidan sempat mengira aku darah tinggi gara-gara sepasang kaki ini bengkak parah sekali. Cek hemoglobin (lagi) juga, diambil darah lagi.・(/Д`)・But it was worth, hasilnya bagus. Jadi dari tes hb kali pertama 11,6 lalu sempat turun ke 11,1 dan sekarang balik lagi 12,5. Semuanya di ambang batas normal.
Tentang persiapan jelang persalinan well, siap nggak siap. Segala perintilan bayi sudah diupayakan ketersediaannya melalui berbagai pertimbangan. Tapi konon yang namanya calon orangtua baru dalam menyikapi calon anak perdana bagaimanapun pasti tetap (kelihatannya) berlaku berlebihan. Saking inginnya memberikan yang terbaik buat si jabang bayi. Aku pun bukannya gelap mata dan terus-terusan belanja barang-barang lucuk untuk Aris, tapi ya gimana they're too cute to be ignored. Those cutie baby stuffs. Apalagi dengan kemampuan superku untuk mendapatkan segala perintilan tersebut dengan harga yang selalu membikin hati berbunga-bunga kala menebusnya. ヾ(´▽`;)ゝ
Betapa minggu-minggu akhir kehamilan yang begitu membahagiakan...
Tadi pagi jadwal terakhir kontrol 2 mingguan, karena minggu depan sudah waktunya kontrol lagi mengingat ini sudah masuk 38w2d. Besok sudah janjian USG terakhir juga. Deg-degaan~ kata Bidan Nurul, kepala Aris sudah mulai masuk panggul meski belum semua. Semoga melalui USG besok dokter bisa kasih info yang lebih valid dan memastikan nggak ada masalah apapun padaku dan si baby alias everything's okay. Aamiiin...
So, my weight is up 2kg(!) again into 56kg, total sudah naik sekitar 13kg dari sebelum hamil. Allahu Akbar!!! Pantesan ini badan sudah susah banget dipakai gerak, nggak muat dipakaikan pakaian macam-macam. After all should I end up wearing daster? ╥﹏╥ Nggak lah, sudah dipatenin niat ingsun pasca melahirkan harus bisa balikin badan semula sebisanya. Alon-alon soko kelakon. Pasti bisa! Harus berjuang ekstra biar bisa jadi mahmud yang (tetep) qualified.
Tensi darah normal 100/70 padahal bidan sempat mengira aku darah tinggi gara-gara sepasang kaki ini bengkak parah sekali. Cek hemoglobin (lagi) juga, diambil darah lagi.・(/Д`)・But it was worth, hasilnya bagus. Jadi dari tes hb kali pertama 11,6 lalu sempat turun ke 11,1 dan sekarang balik lagi 12,5. Semuanya di ambang batas normal.
Tentang persiapan jelang persalinan well, siap nggak siap. Segala perintilan bayi sudah diupayakan ketersediaannya melalui berbagai pertimbangan. Tapi konon yang namanya calon orangtua baru dalam menyikapi calon anak perdana bagaimanapun pasti tetap (kelihatannya) berlaku berlebihan. Saking inginnya memberikan yang terbaik buat si jabang bayi. Aku pun bukannya gelap mata dan terus-terusan belanja barang-barang lucuk untuk Aris, tapi ya gimana they're too cute to be ignored. Those cutie baby stuffs. Apalagi dengan kemampuan superku untuk mendapatkan segala perintilan tersebut dengan harga yang selalu membikin hati berbunga-bunga kala menebusnya. ヾ(´▽`;)ゝ
Betapa minggu-minggu akhir kehamilan yang begitu membahagiakan...
Sabtu, 21 Mei 2016
May be That Colorful
Yosha! Sampai juga di ⅔ Bulan Mei, 10 hari lagi menuju penghujung bulan. Pun tepat hari ini jatuh malam nifsu sya'ban, jelang bulan ramadhan yang insyaallah akan kita jumpai per tanggal 6 Juni 2016. Syemangat! ^▽^)9
Ke-positive thinking-an weekend ini dipersembahkan oleh mulai membaiknya Akaharu pasca 4 hari 3 malam menginap di servisan hape lantaran habis rusak cukup fatal. (ToT) Iya, terjun bebas tanpa pertahanan menghantam tegel kantor yang sontak membuatnya mati plethes, nggak mau on lagi meski sudah usaha kuapa-apain. So I had no choice but took it to service center. Setelah 3 harian, dua hari lalu sudah sempat kuambil dan 'tidur' rumah semalaman sih, tapi kemarin terpaksa balik servisan karena kondisinya belum pulih total dan baru kujemput lagi sore.
Jadi apa saja yang terjadi selama ditilap Akaharu? Yang jelas game online-ku mangkrak.(´・` )Kerjaan juga jadi nggak maksimal karena memang aku dituntut untuk selalu online, harus cepat dan mudah dihubungi. Tapi di sisi lain agak tenang juga akibat menurunnya frekuensi oknum yang berinteraksi denganku via apapun, baik line telepon maupun media sosial. Jadi yaa~ fokusku ke sekeliling bertambah dibanding biasanya (alias lebih peka). Hihihihi...
Selain tentang Akaharu, minggu ini berjalan cukup lancar dan menyenangkan. Hari Rabu jadwal kontrol pun alhamdulillah berjalan baik dan nggak molor-molor, bahkan cenderung selesai lebih cepat. Sebelum jam 10 sudah bisa balik kantor. Mas-mas rekan semeja yang pamit cuti genap seminggu juga sudah mulai masuk dan mengambil alih sebagian tugas yang menumpuk. Bersyukur saja untuk semuanya...
Kontrol di bidan puskesmas tetap 2 minggu sekali sampai usia kandungan 38weeks, lalu katanya akan makin intens jadi seminggu sekali. Aww~ makin dekat hpl makin deg-degan~~ nerveous-nya nambah-nambah tiap hari. Hope nothing but kemudahan, kelancaran, keselamatan--utamanya bagi Baby R--dan kekuatan cukup untukku. Aamiiin...
Paketan baby?
Menginap?
Jalan-jalan?
Rencana pindah kamar?
Ke-positive thinking-an weekend ini dipersembahkan oleh mulai membaiknya Akaharu pasca 4 hari 3 malam menginap di servisan hape lantaran habis rusak cukup fatal. (ToT) Iya, terjun bebas tanpa pertahanan menghantam tegel kantor yang sontak membuatnya mati plethes, nggak mau on lagi meski sudah usaha kuapa-apain. So I had no choice but took it to service center. Setelah 3 harian, dua hari lalu sudah sempat kuambil dan 'tidur' rumah semalaman sih, tapi kemarin terpaksa balik servisan karena kondisinya belum pulih total dan baru kujemput lagi sore.
Jadi apa saja yang terjadi selama ditilap Akaharu? Yang jelas game online-ku mangkrak.(´・` )Kerjaan juga jadi nggak maksimal karena memang aku dituntut untuk selalu online, harus cepat dan mudah dihubungi. Tapi di sisi lain agak tenang juga akibat menurunnya frekuensi oknum yang berinteraksi denganku via apapun, baik line telepon maupun media sosial. Jadi yaa~ fokusku ke sekeliling bertambah dibanding biasanya (alias lebih peka). Hihihihi...
Selain tentang Akaharu, minggu ini berjalan cukup lancar dan menyenangkan. Hari Rabu jadwal kontrol pun alhamdulillah berjalan baik dan nggak molor-molor, bahkan cenderung selesai lebih cepat. Sebelum jam 10 sudah bisa balik kantor. Mas-mas rekan semeja yang pamit cuti genap seminggu juga sudah mulai masuk dan mengambil alih sebagian tugas yang menumpuk. Bersyukur saja untuk semuanya...
Kontrol di bidan puskesmas tetap 2 minggu sekali sampai usia kandungan 38weeks, lalu katanya akan makin intens jadi seminggu sekali. Aww~ makin dekat hpl makin deg-degan~~ nerveous-nya nambah-nambah tiap hari. Hope nothing but kemudahan, kelancaran, keselamatan--utamanya bagi Baby R--dan kekuatan cukup untukku. Aamiiin...
Paketan baby?
Menginap?
Jalan-jalan?
Rencana pindah kamar?
Rabu, 04 Mei 2016
Wednesday Weekend
It's Wednesday! Harinya kontrol si jabang bayi~~ Alhamdulillah, semua lancar jaya. Bangun pagi tepat waktu, nggak buru-buru. Antrian loket puskesmas aman, begitu pula di ruang tunggu periksa KIA dan loket obat. Ketemu 2 orang teman kelas TPG dulu, Mbak Yuli dan Ina yang perutnya sudah tampak membesar. Usia kehamilan mereka berkisar 5-6 bulan. Wow! Para 'senior' kami pasti banyak yang sudah melahirkan. And next month is going to be my turn. ^^
Pas diperiksa si baby lagi-lagi ngusilin Bidan Yuanita dengan salto dan guling-guling, begitu akan dicek detak jantungnya. Lucu gitu. >w< Setelah 'berusaha' mencari posisi yang pas, via doppler dag-dig-dug jantungnya Baby R terdengar timbul-tenggelam, padahal posisi doppler-nya sudah benar. Sebentar-sebentar bunyi keras, memelan, terus senyap. Lalu muncul lagi nyaring. Hihihi... Dasar anak ayah! Belum lahir aja sudah tengil begitu. xD
Bb naik, diameter(?) perut bertambah, sedangkan tensi ngedrop banget. :( Dibilang kurang istirahat. Semacam kecapekan, kepikiran, atau susah tidur. Indikasi pertama dan kedua bisa jadi, tapi yang terakhir nggak mungkin. Aku kan ngebo banget kalau soal tidur (dan makan). :P Keluhannya tetap kaki kram, akhir-akhir ini frekuensinya makin sering. Lalu mulai mbesesek kata bu bidan, efek rahim yang kian membesar mendorong diafragma, jadinya bikin sesak nafas. Normal saja untuk bumil, makanya jangan tidur telentang. Utamakan miring ke kiri, atau pindah hadap ke kanan. Bantal kepala ditinggikan. Hahaha noted!
Akhirnya dapat juga info tentang prosedur peminjaman pompa ASI di puskesmas. Persyaratannya mudah: cukup menyerahkan fotokopi KTP dan KK (khusus warga kota) maka berhak meminjam set pompa ASI selama 6 bulan lamanya. Lumayan kan, cukup untuk menunda sampai bisa beli sendiri. Hehehe... Gimanapun niat untuk ASI eksklusif harus terealisasi demi tumbuh kembang Baby R yang sempurna. #prinsip *aku setrong*
Hari ini paket belanjaan barang-barang si baby datang lagi. Ternyata banyak juga dan semuanya lucuk maksimal! (≧▽≦) Yang paliiing bikin hepi adalah barang sesuai dengan ekspektasi--di samping fakta indah that all of them are in the lowest price plus free shipping. How lucky~~ Orang-orang pada iri bin nggumun kok ya nemu yang model-model begitu. Hihihi... Perjuangannya, dong! *emak-emak banget* Overall I proudly give 4 to 5 stars. ★★★★☆ Thanks a lot, @Shopee_ID next time mau banget belanja lagi kalau ada event dan promo yang pas. :Dv
Well, hari ini nggak jadi pulang awal seperti perkiraan teman-teman kantor. But it's okay, I've enjoyed almost this whole day. Nanti malam mau benar-benar nyantai. Mumpung besok dan lusa ada 2 tanggal merah, si ayah mau ngajak ke rumah Krian, biar bisa istirahat tenang katanya. ^^ Bagi yang lain mungkin ini adalah Rabu rasa Sabtu, apalagi awal dari golden week. Tapi entah gimana jadinya liburan panjangku besok. Nggak berharap terlalu banyak di tengah situasi saat ini. Que sera sera~ dinikmati wae lah~
Oiya! (((mau sekalian numpang curcol)))
Kemarin pulang kerja dijemput sissy. Kami yang sudah cukup lama nggak jalan bareng memutuskan untuk menghabiskan sore dengan ber-window shopping (alias cari promo di swalayan), lalu sehabis magriban, bertiga Tantit kami menjajal venue baru di Jl. Majapahit sekalian makan malam dan cari angin. ;)
Pink Mango Cafe&Eatery berlokasi di daerah Kranggan dengan nuansa pinky nan eyecatching ini sayangnya jauh banget dari asumsi awal kami. Layout-nya sih cakep dan unyu sekali, but not for the foods and beverages. They are totally awful. :(
Kami memesan 3 mangkuk Pink Miso ala Jepang, masing-masing segelas black tea, greentea, dan chocomilk yang juga--katanya--kudapan khas dari berbagai negara tertentu. Foto? Nggak sempat mengabadikan saking lapar dan sedihnya melihat pesanan kami begitu mereka terhidang di meja. Ngenes. Nggak tega. It was like, "Seriously!? What are these shits?"
Yup! Harga yang dibanderol, ilustrasi daftar menu, dan kenyataan hidangan yang tersaji nggak kompare blas. Jatuhnya high price for very low quality and quantity. x( Kami merasa tertipu. Alhasil kami bertiga mendumel sepanjang acara kongkow cantik itu, yang untungnya sedikit tertolong dengan jepretan foto-foto yang lumayan dan koneksi wifinya cukup memadai.
Merasa nggak terlalu puas dengan pesanan pertama, aku dan Tantit mencoba memesan menu makanan lain selagi minuman kami belum tandas seluruhnya. Pilihan kami jatuh pada udang goreng, usus ayam goreng, dan semacam fish ball ala Taiwan--yang semakin menjatuhkan penilaian kami alih-alih memperbaiki kesan sebelumnya. Enough. I must say that this venue wasn't my type nor a good culinary stop as it said. Kecuali yang ngajak ke sana yang traktirin. Ehehehehe... (´`;)
(((sekian saja curcolnya)))
So, happy golden week everyone! Kalau ada yang mau ngajakin akika jalan-jalan boleh banget, kok. *karepe dewe*
Pas diperiksa si baby lagi-lagi ngusilin Bidan Yuanita dengan salto dan guling-guling, begitu akan dicek detak jantungnya. Lucu gitu. >w< Setelah 'berusaha' mencari posisi yang pas, via doppler dag-dig-dug jantungnya Baby R terdengar timbul-tenggelam, padahal posisi doppler-nya sudah benar. Sebentar-sebentar bunyi keras, memelan, terus senyap. Lalu muncul lagi nyaring. Hihihi... Dasar anak ayah! Belum lahir aja sudah tengil begitu. xD
Bb naik, diameter(?) perut bertambah, sedangkan tensi ngedrop banget. :( Dibilang kurang istirahat. Semacam kecapekan, kepikiran, atau susah tidur. Indikasi pertama dan kedua bisa jadi, tapi yang terakhir nggak mungkin. Aku kan ngebo banget kalau soal tidur (dan makan). :P Keluhannya tetap kaki kram, akhir-akhir ini frekuensinya makin sering. Lalu mulai mbesesek kata bu bidan, efek rahim yang kian membesar mendorong diafragma, jadinya bikin sesak nafas. Normal saja untuk bumil, makanya jangan tidur telentang. Utamakan miring ke kiri, atau pindah hadap ke kanan. Bantal kepala ditinggikan. Hahaha noted!
![]() |
| My pregnancy progress |
Hari ini paket belanjaan barang-barang si baby datang lagi. Ternyata banyak juga dan semuanya lucuk maksimal! (≧▽≦) Yang paliiing bikin hepi adalah barang sesuai dengan ekspektasi--di samping fakta indah that all of them are in the lowest price plus free shipping. How lucky~~ Orang-orang pada iri bin nggumun kok ya nemu yang model-model begitu. Hihihi... Perjuangannya, dong! *emak-emak banget* Overall I proudly give 4 to 5 stars. ★★★★☆ Thanks a lot, @Shopee_ID next time mau banget belanja lagi kalau ada event dan promo yang pas. :Dv
Well, hari ini nggak jadi pulang awal seperti perkiraan teman-teman kantor. But it's okay, I've enjoyed almost this whole day. Nanti malam mau benar-benar nyantai. Mumpung besok dan lusa ada 2 tanggal merah, si ayah mau ngajak ke rumah Krian, biar bisa istirahat tenang katanya. ^^ Bagi yang lain mungkin ini adalah Rabu rasa Sabtu, apalagi awal dari golden week. Tapi entah gimana jadinya liburan panjangku besok. Nggak berharap terlalu banyak di tengah situasi saat ini. Que sera sera~ dinikmati wae lah~
Oiya! (((mau sekalian numpang curcol)))
Kemarin pulang kerja dijemput sissy. Kami yang sudah cukup lama nggak jalan bareng memutuskan untuk menghabiskan sore dengan ber-window shopping (alias cari promo di swalayan), lalu sehabis magriban, bertiga Tantit kami menjajal venue baru di Jl. Majapahit sekalian makan malam dan cari angin. ;)
Pink Mango Cafe&Eatery berlokasi di daerah Kranggan dengan nuansa pinky nan eyecatching ini sayangnya jauh banget dari asumsi awal kami. Layout-nya sih cakep dan unyu sekali, but not for the foods and beverages. They are totally awful. :(
![]() |
| Girls nite out |
Yup! Harga yang dibanderol, ilustrasi daftar menu, dan kenyataan hidangan yang tersaji nggak kompare blas. Jatuhnya high price for very low quality and quantity. x( Kami merasa tertipu. Alhasil kami bertiga mendumel sepanjang acara kongkow cantik itu, yang untungnya sedikit tertolong dengan jepretan foto-foto yang lumayan dan koneksi wifinya cukup memadai.
Merasa nggak terlalu puas dengan pesanan pertama, aku dan Tantit mencoba memesan menu makanan lain selagi minuman kami belum tandas seluruhnya. Pilihan kami jatuh pada udang goreng, usus ayam goreng, dan semacam fish ball ala Taiwan--yang semakin menjatuhkan penilaian kami alih-alih memperbaiki kesan sebelumnya. Enough. I must say that this venue wasn't my type nor a good culinary stop as it said. Kecuali yang ngajak ke sana yang traktirin. Ehehehehe... (´`;)
(((sekian saja curcolnya)))
So, happy golden week everyone! Kalau ada yang mau ngajakin akika jalan-jalan boleh banget, kok. *karepe dewe*
Selasa, 03 Mei 2016
Unknown Love
Hi, May!
Nggak terasa sekarang sudah tanggal 3. Sebelas hari lagi adalah 1st Wedding Anniversary-ku dan Kak Anto. Aaakk~~ cepatnyaa~~ O(≧∇≦)O
Selekas itu pula kandunganku sudah memasuki 34weeks dan besok adalah jadwal kontrol. Per besok check up kandunganku sudah makin intens menjadi 2 minggu sekali dari yang sebelumnya 1 bulan sekali. Kian mendekati minggu-minggu akhir jadi makin gelisah. Meski 2x USG terakhir hasil 'ngintip'nya *insyaallah* cowok--yang mana sudah disiapin nama ketjeh oleh bapaknya bahkan sejak dia masih embrio--tapi masih ada kemungkinan bisa saja aku akan melahirkan bayi perempuan. Wallahu'alam bisshowab...
Nah, loh!? Bikin galau, kan. Sementara semua orang tahu mas bojo memang kepengin banget anak pertamanya laki-laki. Sudah dirancangkan nama paten yang nggak bakal bisa diganggu gugat. Muhammad Amin Haris Putra Cahyanto--called Aris--will be our child's name if he is a boy. Kalau ternyata perempuan, dia bilang pasrah saja aku yang cari nama.【・_・?】So, I have to get a good name for my future baby girl, then I've gotten a nice one: Amaryllishtar Reinissa Putri Cahyanto a.k.a Aryl❤ Artinya? Hihihi... Top secret until Baby R is launched. Pokoknya itu akan jadi kombinasi nama yang cantik banget dan nggak pasaran.
Menyadari probabilitas tersebut, aku sampai pada pemahaman baru bahwa anak laki-laki atau perempuan pada dasarnya sama saja; titipan Sang Maha Kuasa dengan hak yang sama untuk mendapatkan cinta, kasih sayang, perawatan, serta perlindungan semaksimal mungkin dari orangtua. Toh, aku juga anak perempuan ayah--meski sayangnya tingkah lakuku juga pernah agak kelelaki-lelakian. Kan ngeri juga kalau terlanjur beli pernak-pernik warna gelap atau motif kecowok-cowokan dan ternyata anak yang keluar cewek?? Atau sebaliknya, selama USG disangka cewek, lalu sudah beli perintilan serba-pink ala princess, eh mbrojolnya lanang! Makanya beli yang warna-warni netral saja.
Tapi yang manapun--entah itu laki-laki atau perempuan--aku hanya mengharapkan keselamatan dan kesempurnaan lahir batin untuk calon anak kami. Nggak terjadi kendala apapun di luar kesanggupan kami. Kami sekeluarga senantiasa dimampukan menjadi orangtua terbaik baginya, sehingga kelak bayi kecil kami akan bisa tumbuh sesuai hakikatnya dengan mengharumkan nama keluarga, serta menjadi pembuka pintu-pintu surga bagi kami--(bakal) orangtua penuh keterbatasan tapi selalu bersikeras melakukan yang terbaik untuk memperbaiki diri demi menjadi figur yang baik pula baginya. Allahumma aamiiin...
Nggak terasa sekarang sudah tanggal 3. Sebelas hari lagi adalah 1st Wedding Anniversary-ku dan Kak Anto. Aaakk~~ cepatnyaa~~ O(≧∇≦)O
Selekas itu pula kandunganku sudah memasuki 34weeks dan besok adalah jadwal kontrol. Per besok check up kandunganku sudah makin intens menjadi 2 minggu sekali dari yang sebelumnya 1 bulan sekali. Kian mendekati minggu-minggu akhir jadi makin gelisah. Meski 2x USG terakhir hasil 'ngintip'nya *insyaallah* cowok--yang mana sudah disiapin nama ketjeh oleh bapaknya bahkan sejak dia masih embrio--tapi masih ada kemungkinan bisa saja aku akan melahirkan bayi perempuan. Wallahu'alam bisshowab...
Nah, loh!? Bikin galau, kan. Sementara semua orang tahu mas bojo memang kepengin banget anak pertamanya laki-laki. Sudah dirancangkan nama paten yang nggak bakal bisa diganggu gugat. Muhammad Amin Haris Putra Cahyanto--called Aris--will be our child's name if he is a boy. Kalau ternyata perempuan, dia bilang pasrah saja aku yang cari nama.【・_・?】So, I have to get a good name for my future baby girl, then I've gotten a nice one: Amaryllishtar Reinissa Putri Cahyanto a.k.a Aryl❤ Artinya? Hihihi... Top secret until Baby R is launched. Pokoknya itu akan jadi kombinasi nama yang cantik banget dan nggak pasaran.
Kenapa nggak terdiri dari 5 kata kayak nama lengkapnya Aris?Ya kan kombinasi nama panjang Aris itu sudah paten 'dari sananya'. Tersusun rapi oleh nama masing-masing almarhum ayah kami berdua (M. Amin dan M. Haris)--para kakek dari Baby R. Nggak bisa diubah/dikurangi. Mau ditambah juga buat apa? Kasihan nanti pas UAN tulis namanya susah. Hahaha... Jadi ya, demikianlah. Sudah begitu meski 1 kata lebih panjang, nama 'Muhammad Amin Haris Putra Cahyanto' cenderung lebih mudah untuk ditulis maupun dilafalkan ketimbang 'Amaryllishtar Reinissa Putri Cahyanto' so it is okay nama lengkap Aryl lebih pendek 1 kata.
Menyadari probabilitas tersebut, aku sampai pada pemahaman baru bahwa anak laki-laki atau perempuan pada dasarnya sama saja; titipan Sang Maha Kuasa dengan hak yang sama untuk mendapatkan cinta, kasih sayang, perawatan, serta perlindungan semaksimal mungkin dari orangtua. Toh, aku juga anak perempuan ayah--meski sayangnya tingkah lakuku juga pernah agak kelelaki-lelakian. Kan ngeri juga kalau terlanjur beli pernak-pernik warna gelap atau motif kecowok-cowokan dan ternyata anak yang keluar cewek?? Atau sebaliknya, selama USG disangka cewek, lalu sudah beli perintilan serba-pink ala princess, eh mbrojolnya lanang! Makanya beli yang warna-warni netral saja.
Tapi yang manapun--entah itu laki-laki atau perempuan--aku hanya mengharapkan keselamatan dan kesempurnaan lahir batin untuk calon anak kami. Nggak terjadi kendala apapun di luar kesanggupan kami. Kami sekeluarga senantiasa dimampukan menjadi orangtua terbaik baginya, sehingga kelak bayi kecil kami akan bisa tumbuh sesuai hakikatnya dengan mengharumkan nama keluarga, serta menjadi pembuka pintu-pintu surga bagi kami--(bakal) orangtua penuh keterbatasan tapi selalu bersikeras melakukan yang terbaik untuk memperbaiki diri demi menjadi figur yang baik pula baginya. Allahumma aamiiin...
Senja jelang pulang kantor,
Mommy wannabe
Selasa, 26 April 2016
Outing Day
Thanks to kram kaki kiri yang membangunkanku tepat waktu. Istirahat semalaman yang meski sangat kurang dari 8 jam, ternyata cukup untuk mengembalikan energiku setelah hampir seharian kemarin beredar di luar rumah.
Perdana aku nugas ke luar kantor. Diutus pak bos mewakili ikut pelatihan koperasi bertajuk "Managemen Resiko untuk Koperasi Syariah" di Gedung Busro--katanya--Jombang. Karena lokasi di kota sebelah dan acara cuma sampai sore, aku mengiyakan. Setengah hari Gata membantuku menyiapkan berkas dan kelengkapan apa saja yang perlu dibawa.
Jam 6 lewat sedikit aku cuss diantar Kak Anto. Kami pede saja langsung jalan meski belum pernah tahu lokasinya. Asal ada Google Map insyaallah aman. Hihihi... Melewati alun-alun Mojoagung yang dekat dengan RSB Inna tempatku biasa USG. Ternyata lumayan jauh juga dengan arus lalu lintas padat lancar ala pagi weekdays. Jam 7 kami sudah menemukan Jl. Soekarno-Hatta, tapi sama sekali nggak menjumpai gedung yang dimaksud. Sampai terlewat Jl. Gusdur (ex Jl. Merdeka) kami makin yakin kalau kebablasan. Kak Anto segera putar balik, kembali memasuki Jl. Soeharno-Hatta. Aku mengenali pom bensin di perempatan Soehat-A. Yani (lokasi pelatihan ibuk dulu). Sementara dia isi bensin, aku mencoba hubungi CP-nya, Pak Syamsul. Berkat instruksi beliau, kami sadar sudah melewati venue berkali-kali. Gedung Busro alias Hotel Yusro. Alamak!
Aku memantapkan langkah menuju aula acara, sementara Kak Anto langsung balik badan. Alhamdulillah, semuanya lancar. Berkenalan dengan Mbak Mutia, Mbak Titin, dan Nurul yang sudah lebih dulu datang dari kota masing-masing.
Di luar dugaan, meski pembukaannya molor, acara pelatihan ini justru selesai sejam lebih awal dari jadwal. Mungkin Allah memang berkenan mendukung rencanaku yang ingin mampir memeriksakan kandungan ke RSB Inna, mumpung sekalian lewat Mojoagung.
Sayangnya jam setengah 5 kami tiba di sana, Dr. Samidjan belum datang. Kami terpaksa menunggu hampir 2 jam untuk bertemu beliau. Beruntung penantian dan perjalanan kami terbayar dengan kabar baik tentang calon bayi kami. Insyaallah jenis kelamin nggak diragukan. Letaknya sudah menuju panggul dari yang sebelumnya melintang. Nggak terlihat tanda-tanda 'kalung usus' seperti yang pernah disebutkan. Pun bbj yang normal dan sehat. Masyaallah~~ bersyukur banget. Paling yang agak kami sesalkan ialah print warnanya pas eror, nggak mau nyetak. Sudah begitu Baby R lagi-lagi nutupin wajahnya pakai tangan, jadi cukup sulit memvisualisasikannya. And then daripada mubazir (toh nggak kelihatan muka si baby juga) aku setuju agar foto USG kali ini diprint hitam-putih. -___-"
Well, aku tahu Kak Anto capek antar-jemput Mojokerto-Jombang plus di Mojoagung nunggu dokter lama, tapi dia meluluskan keinginanku untuk meet up manteman ngopi. Jadi sekali jalan kami mampir ke rumah Irene lalu cuss bareng ke RnR cafe. Sayangnya peserta kali ini sedikit sekali: berempat aku, Kak Anto, Irene, dan Ica yang kami jumpai di parkiran.
Capek, lapar. Aku memesan apapun sesukaku dan sungguh-sungguh menikmatinya sembari mengobrolkan banyak hal dengan kawan-kawan. What a perfect day!
Perdana aku nugas ke luar kantor. Diutus pak bos mewakili ikut pelatihan koperasi bertajuk "Managemen Resiko untuk Koperasi Syariah" di Gedung Busro--katanya--Jombang. Karena lokasi di kota sebelah dan acara cuma sampai sore, aku mengiyakan. Setengah hari Gata membantuku menyiapkan berkas dan kelengkapan apa saja yang perlu dibawa.
Jam 6 lewat sedikit aku cuss diantar Kak Anto. Kami pede saja langsung jalan meski belum pernah tahu lokasinya. Asal ada Google Map insyaallah aman. Hihihi... Melewati alun-alun Mojoagung yang dekat dengan RSB Inna tempatku biasa USG. Ternyata lumayan jauh juga dengan arus lalu lintas padat lancar ala pagi weekdays. Jam 7 kami sudah menemukan Jl. Soekarno-Hatta, tapi sama sekali nggak menjumpai gedung yang dimaksud. Sampai terlewat Jl. Gusdur (ex Jl. Merdeka) kami makin yakin kalau kebablasan. Kak Anto segera putar balik, kembali memasuki Jl. Soeharno-Hatta. Aku mengenali pom bensin di perempatan Soehat-A. Yani (lokasi pelatihan ibuk dulu). Sementara dia isi bensin, aku mencoba hubungi CP-nya, Pak Syamsul. Berkat instruksi beliau, kami sadar sudah melewati venue berkali-kali. Gedung Busro alias Hotel Yusro. Alamak!
Aku memantapkan langkah menuju aula acara, sementara Kak Anto langsung balik badan. Alhamdulillah, semuanya lancar. Berkenalan dengan Mbak Mutia, Mbak Titin, dan Nurul yang sudah lebih dulu datang dari kota masing-masing.
Di luar dugaan, meski pembukaannya molor, acara pelatihan ini justru selesai sejam lebih awal dari jadwal. Mungkin Allah memang berkenan mendukung rencanaku yang ingin mampir memeriksakan kandungan ke RSB Inna, mumpung sekalian lewat Mojoagung.
Sayangnya jam setengah 5 kami tiba di sana, Dr. Samidjan belum datang. Kami terpaksa menunggu hampir 2 jam untuk bertemu beliau. Beruntung penantian dan perjalanan kami terbayar dengan kabar baik tentang calon bayi kami. Insyaallah jenis kelamin nggak diragukan. Letaknya sudah menuju panggul dari yang sebelumnya melintang. Nggak terlihat tanda-tanda 'kalung usus' seperti yang pernah disebutkan. Pun bbj yang normal dan sehat. Masyaallah~~ bersyukur banget. Paling yang agak kami sesalkan ialah print warnanya pas eror, nggak mau nyetak. Sudah begitu Baby R lagi-lagi nutupin wajahnya pakai tangan, jadi cukup sulit memvisualisasikannya. And then daripada mubazir (toh nggak kelihatan muka si baby juga) aku setuju agar foto USG kali ini diprint hitam-putih. -___-"
Well, aku tahu Kak Anto capek antar-jemput Mojokerto-Jombang plus di Mojoagung nunggu dokter lama, tapi dia meluluskan keinginanku untuk meet up manteman ngopi. Jadi sekali jalan kami mampir ke rumah Irene lalu cuss bareng ke RnR cafe. Sayangnya peserta kali ini sedikit sekali: berempat aku, Kak Anto, Irene, dan Ica yang kami jumpai di parkiran.
Capek, lapar. Aku memesan apapun sesukaku dan sungguh-sungguh menikmatinya sembari mengobrolkan banyak hal dengan kawan-kawan. What a perfect day!
Jumat, 22 April 2016
(un)Happy Story
Hola, amigos!
Macam baru bangkit dari keterasingan saja. :/ Faktanya ini adalah postingan pertama di Bulan April yang sudah di ujung tanduk. Sudah hampir menyentuh tanggal tua, sementara banyak progress yang masih tertunda.
Meet such this awful Friday feels so familiar. Kok kayaknya 'Curse of Friday' masih melekat padaku. At this final time of work, I can tell you that it is a bad day. I'm having a bad bad day here. Horrible. Nggak tahu deh, kapan berakhirnya, semoga kesialan nggak mengikuti sampai rumah. :( Can't tell you why exactly, but trust me, it makes me so sick at all.
I'm still on recovery after caught flu started on Monday and got its climax on Wednesday, so I had to go to checkup my health immediately. Tersiksa luar biasa. Padahal baru sebulan lalu aku kena flu, lima hari ini aku kembali terinfeksi, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Kali ini demam dan sakit kepala menyertai. Tulang di sekujur badan terasa linu semua. Batuk terus-menerus, ingus nggak habis diseka. Sesak dan pengap di dada. Insomnia. Komplikasi, eh? Belum lagi gatal dan ruam yang muncul di sekitar tubuh. Lengkap sudah.
Semuanya menyiksa--tentu saja--tapi yang kurasakan cukup gawat adalah batuk non dahak. Sakit bukan main, bikin susah tidur akut. Dikit-dikit terbangun karenanya. Ditambah lagi kesadaranku bahwa yang di dalam perut ini pastilah ikut terguncang-guncang juga. :( Eomma jeongmal mianhae, adeul. Lebih sakit karena tahu si kecil turut terimbas. Uri appa do. Pengalaman flu bulan lalu makin memperketat pengawasan dan kesiagaannya terhadapku. Jam dan pola makan, juga jadwal minum obat. Bahkan ikut terbangun tengah malam pas aku terbatuk-batuk hebat atau kebelet pipis. No doubt that it was so tiring. That's why aku selalu semangat untuk cepet sembuh. Biar nggak lama-lama dicemasin dan nyusahin yang ngerawat. Gomawo, minna. Para malaikat keluarga tersayangku: mas bojo, ibuk, dan mamak. *peluk satu-satu*
Syukur alhamdulillah, hari ini aku sudah kian membaik. Sudah bisa cukup ngomong meski terbatas. But there are still many medicines to go, nggak boleh lupa-lupa biar cepet balik pulih kondisi badannya. Sponsored by Puskesmas Kedundung, I got sebotol Obat Batuk Hitam, tablet vitamin C, and tablet penambah darah(again).
Kunjunganku Rabu lalu sekaligus kontrol kehamilan yang minggu ini sudah mulai memasuki usia 8 bulan, tepatnya sekitar 32weeks. Setelah ini jadwal kontrol pun nggak lagi sebulan sekali, tapi jadi lebih intens. 2 minggu sekali. Antara senang dan enggak, sih. Senang karena bisa makin cepat tahu perkembangan Baby R. Nggak senangnya selain pasti antriannya makan waktu, kayaknya makin dihitung usia kehamilan yang makin dekat HPL, aku jadi makin nerveous. Sekarang saja sudah mulai kepikiran kudu gimana besok-besok pas lahiran. Uuugh... >_<
Macam baru bangkit dari keterasingan saja. :/ Faktanya ini adalah postingan pertama di Bulan April yang sudah di ujung tanduk. Sudah hampir menyentuh tanggal tua, sementara banyak progress yang masih tertunda.
Meet such this awful Friday feels so familiar. Kok kayaknya 'Curse of Friday' masih melekat padaku. At this final time of work, I can tell you that it is a bad day. I'm having a bad bad day here. Horrible. Nggak tahu deh, kapan berakhirnya, semoga kesialan nggak mengikuti sampai rumah. :( Can't tell you why exactly, but trust me, it makes me so sick at all.
I'm still on recovery after caught flu started on Monday and got its climax on Wednesday, so I had to go to checkup my health immediately. Tersiksa luar biasa. Padahal baru sebulan lalu aku kena flu, lima hari ini aku kembali terinfeksi, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Kali ini demam dan sakit kepala menyertai. Tulang di sekujur badan terasa linu semua. Batuk terus-menerus, ingus nggak habis diseka. Sesak dan pengap di dada. Insomnia. Komplikasi, eh? Belum lagi gatal dan ruam yang muncul di sekitar tubuh. Lengkap sudah.
Semuanya menyiksa--tentu saja--tapi yang kurasakan cukup gawat adalah batuk non dahak. Sakit bukan main, bikin susah tidur akut. Dikit-dikit terbangun karenanya. Ditambah lagi kesadaranku bahwa yang di dalam perut ini pastilah ikut terguncang-guncang juga. :( Eomma jeongmal mianhae, adeul. Lebih sakit karena tahu si kecil turut terimbas. Uri appa do. Pengalaman flu bulan lalu makin memperketat pengawasan dan kesiagaannya terhadapku. Jam dan pola makan, juga jadwal minum obat. Bahkan ikut terbangun tengah malam pas aku terbatuk-batuk hebat atau kebelet pipis. No doubt that it was so tiring. That's why aku selalu semangat untuk cepet sembuh. Biar nggak lama-lama dicemasin dan nyusahin yang ngerawat. Gomawo, minna. Para malaikat keluarga tersayangku: mas bojo, ibuk, dan mamak. *peluk satu-satu*
Syukur alhamdulillah, hari ini aku sudah kian membaik. Sudah bisa cukup ngomong meski terbatas. But there are still many medicines to go, nggak boleh lupa-lupa biar cepet balik pulih kondisi badannya. Sponsored by Puskesmas Kedundung, I got sebotol Obat Batuk Hitam, tablet vitamin C, and tablet penambah darah(again).
Kunjunganku Rabu lalu sekaligus kontrol kehamilan yang minggu ini sudah mulai memasuki usia 8 bulan, tepatnya sekitar 32weeks. Setelah ini jadwal kontrol pun nggak lagi sebulan sekali, tapi jadi lebih intens. 2 minggu sekali. Antara senang dan enggak, sih. Senang karena bisa makin cepat tahu perkembangan Baby R. Nggak senangnya selain pasti antriannya makan waktu, kayaknya makin dihitung usia kehamilan yang makin dekat HPL, aku jadi makin nerveous. Sekarang saja sudah mulai kepikiran kudu gimana besok-besok pas lahiran. Uuugh... >_<
Selasa, 15 Maret 2016
10th Wedding's Monthversary
Kemarin, 14 Maret 2016, tepat 10 bulan pernikahanku dengan Kak Anto. 10 bulan yang rasanya begitu cepat. Apalagi jelang anniversary pertama, kami sudah dikaruniai jabang bayi yang kian menggenapi kebahagiaan kami. Aka-chan alias Aris sekarang sudah genap 26weeks, seminggu lagi sudah akan menginjak 7bulan. Sudah pintar dan bisa macam-macam, terutama bikin ayahnya terserang insomnia. :P
Kali pertama lupa sama hari jadi pernikahan... ∑(O_O;) Hahahaha... What the~~ padahal dari jauh hari sudah dinanti, eh pas hari H malah kelewatan. Bukannya lupa, hanya saja sejak Hari Minggu yang terjejak dalam otak adalah Senin tanggal 13, lalu besoknya tanggal 14 adalah Hari Selasa. Sip. Karena aku merencanakan kejutan kecil pada event bulanan ini, cukup tenang karena mengira masih punya waktu untuk mempersiapkannya. Ternyataa~ *dunanges*
10 bulan menikah nggak banyak mengubahku dan dia. Kini kami memang suami-istri, tapi jauh sebelum ijab-kabul terucap kami adalah teman--cukup dekat dan complicated untuk disebut sahabat--dan syukurlah hal tersebut tetap berlaku hingga sekarang. Tetap menyebut aku-kamu, tanpa melupakan panggilan 'Sayang'--meski di publik seringkali aku memanggil 'Kak Anto' karena agak jengah memanggil 'Sayang'.
Saat-saat berdua begitu dia selalu ambil kemudi dan melakukan berbagai hal untukku--yang memang cenderung lemot, manja, dan senang dilayani. Aku cuma kebagian beberes yang ringan-ringan saja. Belanja, masak, cuci piring, his job. Incip-incip hasil makanan, my job. Hahaha... Kalau pas lagi malas ya kita langsung cuss makan di luar. Ngedate.
Memang baiknya kita tinggal mandiri berdua saja, ya... Hmmm...
Kali pertama lupa sama hari jadi pernikahan... ∑(O_O;) Hahahaha... What the~~ padahal dari jauh hari sudah dinanti, eh pas hari H malah kelewatan. Bukannya lupa, hanya saja sejak Hari Minggu yang terjejak dalam otak adalah Senin tanggal 13, lalu besoknya tanggal 14 adalah Hari Selasa. Sip. Karena aku merencanakan kejutan kecil pada event bulanan ini, cukup tenang karena mengira masih punya waktu untuk mempersiapkannya. Ternyataa~ *dunanges*
10 bulan menikah nggak banyak mengubahku dan dia. Kini kami memang suami-istri, tapi jauh sebelum ijab-kabul terucap kami adalah teman--cukup dekat dan complicated untuk disebut sahabat--dan syukurlah hal tersebut tetap berlaku hingga sekarang. Tetap menyebut aku-kamu, tanpa melupakan panggilan 'Sayang'--meski di publik seringkali aku memanggil 'Kak Anto' karena agak jengah memanggil 'Sayang'.
"Aku dengar kamu panggil 'Kak.. Kak Anto..' tapi nggak ngeh, kenapa nggak langsung panggil 'Yang' aja, sih?" protes mas suami pada suatu jeda istirahat pertandingan bola di kafe tempat kami biasa nobar. Nah, kan?Akhir pekan lalu adalah sebenar-benarnya golden week bagi kami. Ditinggal oleh ibuk dan Iis--yang menginap 2 malam 3 hari di Malang--untuk jaga rumah berdua. Rasanya kayak honeymoon, hihihi... Begitu damai, no interference, we planned the days by ourselves, all we can do, lah. Mungkin memang kita berdua sedang butuh lebih banyak lagi quality time. xD
Saat-saat berdua begitu dia selalu ambil kemudi dan melakukan berbagai hal untukku--yang memang cenderung lemot, manja, dan senang dilayani. Aku cuma kebagian beberes yang ringan-ringan saja. Belanja, masak, cuci piring, his job. Incip-incip hasil makanan, my job. Hahaha... Kalau pas lagi malas ya kita langsung cuss makan di luar. Ngedate.
Memang baiknya kita tinggal mandiri berdua saja, ya... Hmmm...
Langganan:
Postingan (Atom)

