Just attended to Iwan&Rya's wedding party in Raden Wijaya Hotel, catched up with baes, got nice pictures with them. Happy Wedding, Cong! Next time ketemu lagi kita ngopbar sambil bawa anak masing-masing, yee~ Amean Part II. Hihihi...
Terakhir ketemuan sama ini couple di Panties Pizza pas traktiran ultahnya Boss Henri (awal Juni, H min sepekan lairan--hamil 39w lebih--hehe). Bersamaan Elza-Anggi nikah mereka tunangan, dan alhamdulillah dilancarkan terus sampai hari H ini.
Tercatat member grup WA "Amean" yang notabene adalah geng ngopi ala-ala kita (est.2013 lah) aku dan Naw saling undang. Janjian datang bareng-bareng yang lain (Irene-Dito, Elza-Anggi, Icca-Fikar, Gigih, Kusnadi, Sembix-Atta, Ryan, dkk dll--ternyata Inaw kenal banyak sama 'arek-arek' juga. Such an impressive!) karena tadinya agak nggak yakin jangan-jangan nggak ada yang dikenal. Syukurlah kami sempat kumpul-kumpul dulu; bertukar kabar, ngobrol, foto-foto wefie!
Kelar jam 9an, aku dan kakbeb langsung cuss Wako Surodinawan menghadiri nobar Liverpool vs Hull City--dengan masih berkostum pasca buwuh. xD Untung couple set kami warnanya merah! Malu~ tapi 'demi' ya, karena ini kali pertamaku kembali ke ranah pernobar-bolaan mendukung tim merahku. #ynwa #kgmd
Tumbenan kakbeb inisiatif orderin black coffee yang--thanks God--rasanya indah banget. The first basic coffee of mine after my pregnancy. Kangeeen deh~~ bahagia itu sederhana.
FT: 5-1 Liverpool wins!!
Masyaallah~ malam ini cemerlang sekali. (((anak gimana anak)))
Di luar hujan? Mari kuseduhkan secangkir kopi panas untukmu. Tentu kita bisa saling bertukar cerita sembari menikmati pelangi dan senja, kan? *^_^*
Sabtu, 24 September 2016
Rabu, 21 September 2016
1st Weekdays with Cimbul❤
Been back to work for a week and it is sooo exhausting~~ duhh masyaallah capeknya dobel tripel. Ya ngurus kerjaan, ya ngurus anak, pulangnya masih harus ngurus keperluan anak dan suami di rumah. #akusetrong
What I didn't expect is Cimbul surprisingly spent his days with me at my office more often than stayed at home with ayah and yangtit--as my A plan. What we had now is the B plan for real. So here is the map:
Kantor dan rumah itu maksudnya pagi sampai siang ikut ngantor, lalu pas istirahat Cimbul dan ayah pulang ke rumah, karena mbahbuk sudah pulang dan bisa bantuin momong. Sekitar jam 1 atau jam setengah duaan aku ikut pulang untuk maksi dan nenenin.
Pikirku okelah sesekali ajak Aris ngantor toh ada ayahnya juga yang bersedia full momong ketika aku sedang ada kerjaan yang nggak bisa ditinggal, karena gimanapun Tantit nggak selalu bisa datang untuk bantu jagain. Tapi ternyata masbeb keterusan keenakan(?) semangat hore-hore ikut ngantor sambil bawa baby karena dia beneran lebih selo; Cimbul yang seketika jadi idola para bude di kantor niscaya banyak yang gendongin dan kami terbantu sekali momongnya. ^^
Singkat cerita tiap pagi kami 'piknik' ke kantorku. Bawa-bawa tas bayi yang isinya segala macam tetek bengek perintilannya Aris mulai dari popok, baju ganti, perlak, minyak telon-baby oil-sabun-tisu basah, saputangan, handuk, sampai mainan. Sengaja nggak bawa botol dot karena nenennya 'live' dooong~~ skin to skin breast feeding is the best dan tetap yang utama.
Jadwal sehari-hari pun kisaran antara: berangkat, sampai kantor tidur pagi, bangun-nenen, main, digendong bergilir, tidur siang, bangun-nenen, main, mandi, tidur sore, pulang. Gitu-gitu terus...
Capek? Banget. Nggak kebayang levelnya. Seneng? Pastilah. Secara kerja ditemenin suami dan anak, nggak kehilangan momen kebersaman dan bisa terus memantau tumbuh kembang si Cimbul. Quality time is everywhere. Serempong apapun pasti dijalani dengan sukacita. Bagus juga karena mengenalkan baby bersosialisasi. Anak jadi ramah dan nggak takut dengan oranglain. Kan nggak sedikit juga anak kecil yang cuma mau sama ibu-ayah pol sama neneknya dan takut sama oranglain? Semoga Aris nggak kayak gitu, deh.
Big thanks to hubby daddy yang luar biasa konsisten berperan-serta dalam mengasuh Aris bersama. Love love you full to the moon and back~~
What I didn't expect is Cimbul surprisingly spent his days with me at my office more often than stayed at home with ayah and yangtit--as my A plan. What we had now is the B plan for real. So here is the map:
09/14 ➡ rumahHari pertama dan kedua Aris dijagain si ayah dibantu yangtit di rumah. Dapat laporan macam-macam mulai dari sekadar rewel, nangis terus, ngomel-ngomel, minta gendong sampai dosis nggak mau minum ASIP dari dot dan ngamuk-ngamuk, lalu dapat SMS "Kamu nggak bisa kah, pulang sebentar sekarang?"
09/15 ➡ rumah
09/16 ➡ kantor dan rumah
09/17 ➡ kantor
09/19 ➡ kantor dan rumah
09/20 ➡ kantor
09/21 ➡ kantor
Kantor dan rumah itu maksudnya pagi sampai siang ikut ngantor, lalu pas istirahat Cimbul dan ayah pulang ke rumah, karena mbahbuk sudah pulang dan bisa bantuin momong. Sekitar jam 1 atau jam setengah duaan aku ikut pulang untuk maksi dan nenenin.
Pikirku okelah sesekali ajak Aris ngantor toh ada ayahnya juga yang bersedia full momong ketika aku sedang ada kerjaan yang nggak bisa ditinggal, karena gimanapun Tantit nggak selalu bisa datang untuk bantu jagain. Tapi ternyata masbeb keterusan keenakan(?) semangat hore-hore ikut ngantor sambil bawa baby karena dia beneran lebih selo; Cimbul yang seketika jadi idola para bude di kantor niscaya banyak yang gendongin dan kami terbantu sekali momongnya. ^^
Singkat cerita tiap pagi kami 'piknik' ke kantorku. Bawa-bawa tas bayi yang isinya segala macam tetek bengek perintilannya Aris mulai dari popok, baju ganti, perlak, minyak telon-baby oil-sabun-tisu basah, saputangan, handuk, sampai mainan. Sengaja nggak bawa botol dot karena nenennya 'live' dooong~~ skin to skin breast feeding is the best dan tetap yang utama.
Jadwal sehari-hari pun kisaran antara: berangkat, sampai kantor tidur pagi, bangun-nenen, main, digendong bergilir, tidur siang, bangun-nenen, main, mandi, tidur sore, pulang. Gitu-gitu terus...
Capek? Banget. Nggak kebayang levelnya. Seneng? Pastilah. Secara kerja ditemenin suami dan anak, nggak kehilangan momen kebersaman dan bisa terus memantau tumbuh kembang si Cimbul. Quality time is everywhere. Serempong apapun pasti dijalani dengan sukacita. Bagus juga karena mengenalkan baby bersosialisasi. Anak jadi ramah dan nggak takut dengan oranglain. Kan nggak sedikit juga anak kecil yang cuma mau sama ibu-ayah pol sama neneknya dan takut sama oranglain? Semoga Aris nggak kayak gitu, deh.
Big thanks to hubby daddy yang luar biasa konsisten berperan-serta dalam mengasuh Aris bersama. Love love you full to the moon and back~~
Rabu, 14 September 2016
Monthversawork
Please excuse the random title...
Hey you, dear Love: happy 15th monthversary of our marriage❤
There are so many things been happened--don't say that I forgot our day, but yeah I was spacing out--I almost missed this 14th. Hehehe... My bad. I should've knew that it would be a day ahead after our child's birthdate.
Jadi per hari ini sudah harus masuk kantor. Kerja lagi. Sungguh perang batin yang teramat sangat untuk newmom sepertiku. Setengah hati pengin tinggal si rumah saja uwel-uwelin si kecil, sementara setengah yang lain tegas mengingatkan "I gotta back to work soon," by kinda some reasons.
To be honest, belum siap sama sekali untuk kembali ngantor. Hingga H-14 masih linglung apa saja yang mesti dipersiapkan untuk kembali ke kantor. Perlengkapan apa saja yang harus diadakan untuk keperluan baby. Perkara ASI misalnya. Ini krusial banget. Sejak hamil jauh-jauh hari aku bertekad akan memberikan ASI Eksklusif pada bayiku apapun yang terjadi. Jika terpaksa meninggalkannya selagi bekerja, baby Aris harus tetap mendapatkan haknya; hanya mengonsumsi ASI hingga berusia 6 bulan. Caranya? Karena nantinya kami nggak akan bisa terus bersama 24×7 satu-satunya solusi yang ada yaitu memompa ASI, alias diriku berperan sebagai bunda perah. *plok plok plok*
Jika sebelumnya pumping bertujuan untuk mengurasi risiko payudara bengkak akibat penggumpalan ASI (ini sungguhan pernah kualami dan rasanya sakit banget) sekaligus stok darurat ketika kami harus on the way, sekarang fokus untuk tabungan saat aku ngantor--meninggalkan Aris jauh dariku. :'( Apakah aku serajin itu hingga mampu memenuhi freezer dengan botol-botol kaca berisi ASIku? Big NO No no. You know me, miss bigplans without proper action. Hahaha... Maksud hati mencicil sedikit demi sedikit ASIP biar nggak keteteran dan Aris kekurangan nutrisi selama kutinggal, faktanya hingga H-7 aku belum menghasilkan sebotolpun! What the ngek~~
Entah mengapa kian dekat hari H aku merasa makin nggak punya waktu, pun Aris cenderung lebih rewel dari biasanya. In the end, H-1 baru punya stok 2 botol saja. Bismillahirrahmanirrahim~ lain-lain diurus belakangan.
Terjadilah drama pagi hari antara seorang ibu muda yang enggan berpisah dengan bayinya--yang menangis meraung-raung--sementara sang suami malah getol menyuruhnya lekas pergi. (ಥ_ಥ)
"Bunda akan pergi 'tuk sementara bukan 'tuk meninggalkan Aris selamanya. Bunda pasti 'kan kembali pada dirimu, tapi Aris jangan nakal~ Bunda pasti kembalii~~" *nyanyi*
Hey you, dear Love: happy 15th monthversary of our marriage❤
There are so many things been happened--don't say that I forgot our day, but yeah I was spacing out--I almost missed this 14th. Hehehe... My bad. I should've knew that it would be a day ahead after our child's birthdate.
Jadi per hari ini sudah harus masuk kantor. Kerja lagi. Sungguh perang batin yang teramat sangat untuk newmom sepertiku. Setengah hati pengin tinggal si rumah saja uwel-uwelin si kecil, sementara setengah yang lain tegas mengingatkan "I gotta back to work soon," by kinda some reasons.
To be honest, belum siap sama sekali untuk kembali ngantor. Hingga H-14 masih linglung apa saja yang mesti dipersiapkan untuk kembali ke kantor. Perlengkapan apa saja yang harus diadakan untuk keperluan baby. Perkara ASI misalnya. Ini krusial banget. Sejak hamil jauh-jauh hari aku bertekad akan memberikan ASI Eksklusif pada bayiku apapun yang terjadi. Jika terpaksa meninggalkannya selagi bekerja, baby Aris harus tetap mendapatkan haknya; hanya mengonsumsi ASI hingga berusia 6 bulan. Caranya? Karena nantinya kami nggak akan bisa terus bersama 24×7 satu-satunya solusi yang ada yaitu memompa ASI, alias diriku berperan sebagai bunda perah. *plok plok plok*
Jika sebelumnya pumping bertujuan untuk mengurasi risiko payudara bengkak akibat penggumpalan ASI (ini sungguhan pernah kualami dan rasanya sakit banget) sekaligus stok darurat ketika kami harus on the way, sekarang fokus untuk tabungan saat aku ngantor--meninggalkan Aris jauh dariku. :'( Apakah aku serajin itu hingga mampu memenuhi freezer dengan botol-botol kaca berisi ASIku? Big NO No no. You know me, miss bigplans without proper action. Hahaha... Maksud hati mencicil sedikit demi sedikit ASIP biar nggak keteteran dan Aris kekurangan nutrisi selama kutinggal, faktanya hingga H-7 aku belum menghasilkan sebotolpun! What the ngek~~
Entah mengapa kian dekat hari H aku merasa makin nggak punya waktu, pun Aris cenderung lebih rewel dari biasanya. In the end, H-1 baru punya stok 2 botol saja. Bismillahirrahmanirrahim~ lain-lain diurus belakangan.
Terjadilah drama pagi hari antara seorang ibu muda yang enggan berpisah dengan bayinya--yang menangis meraung-raung--sementara sang suami malah getol menyuruhnya lekas pergi. (ಥ_ಥ)
"Bunda akan pergi 'tuk sementara bukan 'tuk meninggalkan Aris selamanya. Bunda pasti 'kan kembali pada dirimu, tapi Aris jangan nakal~ Bunda pasti kembalii~~" *nyanyi*
Rabu, 31 Agustus 2016
Menanti Senja Tak Kunjung Datang
Berlari ku menuju matahari
Tapi tak kutemui
Aku pergi ke ufuk barat
Hanya tampak mendung yang menggeliat
Tiba-tiba kau muncul
Begitu saja, sekejap mata
"Senjamu takkan datang!" teriakmu lantang
Aku menangis
Tak ingin kehilangan apapun
yang sudah kujanjikan pada senja
Petang mengerang
Merutuk kenapa senja tak jadi datang
Ia menyuruhku pergi
Tapi aku tetap menanti
Senja harus tahu aku akan selalu menunggunya
di sini
Aku mencarimu
Kau tak ada di manapun
Terbenam sudah
Tenggelam musnah
Tapi tak kutemui
Aku pergi ke ufuk barat
Hanya tampak mendung yang menggeliat
Tiba-tiba kau muncul
Begitu saja, sekejap mata
"Senjamu takkan datang!" teriakmu lantang
Aku menangis
Tak ingin kehilangan apapun
yang sudah kujanjikan pada senja
Petang mengerang
Merutuk kenapa senja tak jadi datang
Ia menyuruhku pergi
Tapi aku tetap menanti
Senja harus tahu aku akan selalu menunggunya
di sini
Aku mencarimu
Kau tak ada di manapun
Terbenam sudah
Tenggelam musnah
Minggu, 14 Agustus 2016
1414th
Tanggal 14 untuk yang ke-14 bulan lamanya...
Still I into you. Loving you the most. Unconditionally. With all my can and incapability.
Happy our 14th wedding monthversary, my dearest Love.
Selamat hari pramuka.
Aku seorang pramuka, kamu pun. Dasadarma yang semasa sekolah dulu hafalkan, semoga akan mampu kita laksanakan.
Amin.
#YNWA #KGMD
Still I into you. Loving you the most. Unconditionally. With all my can and incapability.
Happy our 14th wedding monthversary, my dearest Love.
Selamat hari pramuka.
Aku seorang pramuka, kamu pun. Dasadarma yang semasa sekolah dulu hafalkan, semoga akan mampu kita laksanakan.
Amin.
#YNWA #KGMD
Rabu, 10 Agustus 2016
Cimbul vs Medicines
What a very very terrible day~~
After a whole last night couldn't sleep well 'til 9am this morning--penuh drama tangisan dan airmata--I do hate but have to took Aris to puskesmas imidiately, see the doctor.
・(/Д`)・
Nggak seperti biasanya--meski begadang semalaman namun subuh/paginya bisa tidur--sampai hampir siang si Cimbul tetap terjaga sembari rewel nggak henti. Semua kemungkinan yang kira-kira jadi penyebab sudah dicek, tapi nihil. Kami tetap nggak menemukan kenapa ini bayi terus menangis, menjerit, nggak kunjung lelap tertidur kendati segala upaya sudah dicoba.
Aku yang sudah amat sangat panik dunno what to do memaksa si ayah untuk membawa Aris berobat--apapun yang bisa membuatnya lebih baik. Dengan persiapan singkat seadanya--karena memang sama sekali nggak direncanakan--pukul 10 pagi kami berangkat.
Puskesmas jam segitu antriannya nggak terlalu ramai, tapi nunggu diperiksa dan nunggu dokter anak datang, itu yang lumayan lama. Setelah menunggu hampir 1 jam--usai nyasar di ruang tunggu depan ruang BP dan dicari-cari Bidan Nurul dari KIA, Aris sempat timbang badan dan dicek suhu tubuh, ditanya-tanya keluhannya juga--perdana kami berjumpa dokter anak. Untuk kali pertama pula aku berusaha menjelaskan keluhan yang bukan kualami sendiri. :( Semoga tepat sasaran.
Dr. Trias mendengarkan semua keluhan kami dengan baik. Aku tahu dia berusaha memberi jalan keluar yang masuk akal bagi kami yang kalut. Menurutnya Aris bisa jadi alergi terhadap sesuatu--entah makanan atau debu. Belum lagi bentuk pusar si Mbul yang unik tapi mendebarkan membuatnya rentan masuk angin dan jadi kembung. Itulah yang diindikasi menyebabkan Aris nggak enak badan hingga ia rewel. Subhanallah... o(╥﹏╥)o
Dari hasil pemeriksaan Aris diberikan resep obat, terdiri dari 3 jenis, yang bisa diambil di loket obat puskesmas. Tapiii~~ bayi 2 bulan, ges, sudah harus minum selain ASI. ヘ(;´Д`ヘ) beruntung Aris mudah sekali minum obat. Masing-masing obat diminum 1× sehari. Aku meminumkan salah satunya segera sepulang dari puskesmas (Zinc 20mg), yang kedua jelang mandi sore (Lacto-B), dan sebelum tidur malam (Cetirizine). Semoga semoga semoga tanpa menunggu obat habispun Aris akan lekas kembali pulih. Allahumma aamiiin~~~ *"Dalem, Bunda," sahut Aris* *ehh*
If only I could at his place, consume those medicines for him. Seperti inilah rasanya seorang ibu yang ikut merasakan kesakitan yang dialami sang buah hati, malah kalau bisa biarkan kami saja yang sakit, biarkan anak kami tetap sehat dan ceria seperti biasa.
Syafakillah Aris, nak cimbulku sayang...
After a whole last night couldn't sleep well 'til 9am this morning--penuh drama tangisan dan airmata--I do hate but have to took Aris to puskesmas imidiately, see the doctor.
・(/Д`)・
Nggak seperti biasanya--meski begadang semalaman namun subuh/paginya bisa tidur--sampai hampir siang si Cimbul tetap terjaga sembari rewel nggak henti. Semua kemungkinan yang kira-kira jadi penyebab sudah dicek, tapi nihil. Kami tetap nggak menemukan kenapa ini bayi terus menangis, menjerit, nggak kunjung lelap tertidur kendati segala upaya sudah dicoba.
Aku yang sudah amat sangat panik dunno what to do memaksa si ayah untuk membawa Aris berobat--apapun yang bisa membuatnya lebih baik. Dengan persiapan singkat seadanya--karena memang sama sekali nggak direncanakan--pukul 10 pagi kami berangkat.
Puskesmas jam segitu antriannya nggak terlalu ramai, tapi nunggu diperiksa dan nunggu dokter anak datang, itu yang lumayan lama. Setelah menunggu hampir 1 jam--usai nyasar di ruang tunggu depan ruang BP dan dicari-cari Bidan Nurul dari KIA, Aris sempat timbang badan dan dicek suhu tubuh, ditanya-tanya keluhannya juga--perdana kami berjumpa dokter anak. Untuk kali pertama pula aku berusaha menjelaskan keluhan yang bukan kualami sendiri. :( Semoga tepat sasaran.
Dr. Trias mendengarkan semua keluhan kami dengan baik. Aku tahu dia berusaha memberi jalan keluar yang masuk akal bagi kami yang kalut. Menurutnya Aris bisa jadi alergi terhadap sesuatu--entah makanan atau debu. Belum lagi bentuk pusar si Mbul yang unik tapi mendebarkan membuatnya rentan masuk angin dan jadi kembung. Itulah yang diindikasi menyebabkan Aris nggak enak badan hingga ia rewel. Subhanallah... o(╥﹏╥)o
Dari hasil pemeriksaan Aris diberikan resep obat, terdiri dari 3 jenis, yang bisa diambil di loket obat puskesmas. Tapiii~~ bayi 2 bulan, ges, sudah harus minum selain ASI. ヘ(;´Д`ヘ) beruntung Aris mudah sekali minum obat. Masing-masing obat diminum 1× sehari. Aku meminumkan salah satunya segera sepulang dari puskesmas (Zinc 20mg), yang kedua jelang mandi sore (Lacto-B), dan sebelum tidur malam (Cetirizine). Semoga semoga semoga tanpa menunggu obat habispun Aris akan lekas kembali pulih. Allahumma aamiiin~~~ *"Dalem, Bunda," sahut Aris* *ehh*
If only I could at his place, consume those medicines for him. Seperti inilah rasanya seorang ibu yang ikut merasakan kesakitan yang dialami sang buah hati, malah kalau bisa biarkan kami saja yang sakit, biarkan anak kami tetap sehat dan ceria seperti biasa.
Syafakillah Aris, nak cimbulku sayang...
Senin, 08 Agustus 2016
Eighty 8
Homeyyy~~
*bau busyuk*
Blog ini sudah lebih dari sekadar berkarat, tumbuh jamur, penuh sarang laba-laba, dan udara pengap. Jadi mari kita bersihkan dan hidupkan kembali. Ehehehe...
There are so many things happened in these recent days, weeks, months, that I haven't saved yet, but I really want to share it somehow, as my journal, my memories. My treasure.
Nggak tahu harus mulai dari mana karena banyak banget yang mau aku bagi dan simpan di sini, jadi postingan ini anggap saja sebagai teaser apa yang akan kutulis--segera. Sebagian akan jadi jurnal tentang beberapa kejadian di hari esok, beberapa lainnya akan tersempil ke tanggal-tanggal drafts tersebut seharusnya posted.
The clues: I've been staying at home for almost 2 months and for the next month. I have my baby already, it is Aris, dear world. I'm a mommy now. So there possibly will be a new tags #MArisCahyanto❤
Here, gimme a chuu~
*bau busyuk*
Blog ini sudah lebih dari sekadar berkarat, tumbuh jamur, penuh sarang laba-laba, dan udara pengap. Jadi mari kita bersihkan dan hidupkan kembali. Ehehehe...
There are so many things happened in these recent days, weeks, months, that I haven't saved yet, but I really want to share it somehow, as my journal, my memories. My treasure.
Nggak tahu harus mulai dari mana karena banyak banget yang mau aku bagi dan simpan di sini, jadi postingan ini anggap saja sebagai teaser apa yang akan kutulis--segera. Sebagian akan jadi jurnal tentang beberapa kejadian di hari esok, beberapa lainnya akan tersempil ke tanggal-tanggal drafts tersebut seharusnya posted.
The clues: I've been staying at home for almost 2 months and for the next month. I have my baby already, it is Aris, dear world. I'm a mommy now. So there possibly will be a new tags #MArisCahyanto❤
Here, gimme a chuu~
Senin, 06 Juni 2016
Baby R Puasa Ramadhan
Selamat berbuka puasa!
Bagaimana puasa pertama hari ini? Alhamdulillah, perdana puasa lagi setelah kali terakhir puasa senin-kamis di bulan Rajab lalu--yang terpaksa diikuti dengan nge-drop-nya badan alias nggak kuat puasa. Semoga kali ini nggak begitu. Tetap lancar tanpa kendala berarti sampai tiba waktunya aku memang nggak lagi bisa puasa lantaran melahirkan. >_<
Btw, selain digosipkan bakal jadi #geminian yang pasti Aris akan lahir dalam Bulan Ramadhan ini, sebelum Syawal. Fyi, aku--mamaknya--dan dua saudara yang lain jugap lahir pas di bulan puasa. Walau memang cuma si bungsu saja yang diabadikan dalam namanya: Yanuar Rizky Ramadhan--calon oomnya si baby. Tapi tenang, sudah tahu bakal nama lengkap Aris, kan? Nggak akan ada 'Ramadhan'-nya. Biar nggak mainstream. :P
Terakhir dulu puasa pas Aris masih 5-6 bulanan--kalau nggak salah--dan sekarang sudah 9 bulan lebih, tapi intinya waktu itupun dia sudah 'cukup gede' dan 'sadar' terhadap dirinya dan situasi lingkungan. Si Aris kan selalu 'bangun' tiap jamnya sholat dan makan--ngudap, apapun. (-_-)ゞ (niruin siapa coba?) Nah, lucunya kemarin pun dan sebelumnya, Aris yang emang biasa bangun dan ikut sholat dhuha, menolak 'tidur' lagi karena 'merasa' sebentar lagi adalah jam nyemilnya. Jadilah dia umek sepanjang siang. Sudah dielus-elus dan diberi pengertian kalau bundanya sedang puasa, paling cuma bertahan anteng sebentar lalu jam 1-2 siang sudah bangun dan gedor-gedor lagi minta makan. Hehehe...
Bagaimana puasa pertama hari ini? Alhamdulillah, perdana puasa lagi setelah kali terakhir puasa senin-kamis di bulan Rajab lalu--yang terpaksa diikuti dengan nge-drop-nya badan alias nggak kuat puasa. Semoga kali ini nggak begitu. Tetap lancar tanpa kendala berarti sampai tiba waktunya aku memang nggak lagi bisa puasa lantaran melahirkan. >_<
Btw, selain digosipkan bakal jadi #geminian yang pasti Aris akan lahir dalam Bulan Ramadhan ini, sebelum Syawal. Fyi, aku--mamaknya--dan dua saudara yang lain jugap lahir pas di bulan puasa. Walau memang cuma si bungsu saja yang diabadikan dalam namanya: Yanuar Rizky Ramadhan--calon oomnya si baby. Tapi tenang, sudah tahu bakal nama lengkap Aris, kan? Nggak akan ada 'Ramadhan'-nya. Biar nggak mainstream. :P
Terakhir dulu puasa pas Aris masih 5-6 bulanan--kalau nggak salah--dan sekarang sudah 9 bulan lebih, tapi intinya waktu itupun dia sudah 'cukup gede' dan 'sadar' terhadap dirinya dan situasi lingkungan. Si Aris kan selalu 'bangun' tiap jamnya sholat dan makan--ngudap, apapun. (-_-)ゞ (niruin siapa coba?) Nah, lucunya kemarin pun dan sebelumnya, Aris yang emang biasa bangun dan ikut sholat dhuha, menolak 'tidur' lagi karena 'merasa' sebentar lagi adalah jam nyemilnya. Jadilah dia umek sepanjang siang. Sudah dielus-elus dan diberi pengertian kalau bundanya sedang puasa, paling cuma bertahan anteng sebentar lalu jam 1-2 siang sudah bangun dan gedor-gedor lagi minta makan. Hehehe...
Minggu, 05 Juni 2016
Closingan
Marhaban Yaa Ramadhan... Selamat datang bulan suci Ramadhan. Selamat kembali berjumpa, bulan penuh rahmat dan berkah serta dibuka lebarnya pintu-pintu ampunan. Semoga kita selalu menjadi yang berbahagia menyambut hadirnya 30 hari indah sarat ibadah ini. Allahumma aamiiin...
Barusan pulang dari closingan bareng sobat Amean, bertepatan dengan syukuran ultah abang ganteng kita, Henry. Barakallah ye, Bang... Tiap tahun bolehlah diadakan kembali acara makan-makannya. Hihihi(ΦωΦ)#timgratisan
Kali ini sekalian incip kuliner baru di Jalan Majapahit (kompleks MIP, ex Nav Karaoke) Panties Pizza, yang konon sudah famous di kota-kota besar dan Mojokerto adalah cabang kesekian. Mumpung masih dalam promo buy 1 get 1 free khusus bagi para follower Instagram @pantiespizzamojokerto sejak tanggal 3 Juni lalu dan berakhir hari ini.
Pizza berukuran medium dipotong 4 dengan beraneka pilihan rasa. Untungnya karena beli banyak, kami berkesempatan mencicipi hampir semua jenis pizza. Sebut saja Pizza Dorman, Pizza President, Pizza Broadway, Pizza Chick O Cheese, Pizza Choco-cheese, serta beberapa yang entah apa nama dan macam isiannya. :P Pokoknya tadi sempat cobain yang isi sosis, keju, jamur, daging cincang, ayam-keju, beef-keju, dan campuran di antaranya. And they were not too bad even quite good untuk jenis pizza berbungkus roti (isian, bukan topping) dengan harga relatif ekonomis dibandingkan pizza sebelah, meski yah, kelas rasanya juga jelas beda lah. :'D Tersedia juga bermacam-macam beverages dan rasanya pun lumayan. Hanya sayang antrian kasirnya benar-benar luar biasa panjang mengular (mungkin karena masih dalam suasana grand opening). Jarak antara satu meja dengan meja lain terkesan sempit dan kurang private. Plus there is no mayonaise and enough tissue for all. (´・ω・`)
Anw, apa itu closingan? Menurut muda-mudi kekinian closingan terdiri dari kata dalam Bahasa Inggris closing(close) dan imbuhan dalam -an dalam Bahasa Indonesia, yang bila digabung maka maksudnya ialah 'penutupan'. Iya, penutupan. Segala yang dilakukan kali terakhir untuk kemudian rehat sejenak menghormati suasana Bulan Ramadhan. Manis, kan?
Pro dan kontra, sih. I mean ada saja yang berpendapat ini semacam pemuasan sesaat demi 'puasa' selama jangka waktu tertentu, dan akan dilakukan kembali bila sudah tiba saatnya. Do you get what I say? It is like useless shit for them. Tapi bagi yang kontra macam diriku, ya ini memang salah satu bentuk pelampiasan. But I know I do it for something bigger. Siapa tahu nggak akan ada 'lain kali' dan aku hanya bisa melakukan apa yang kuinginkan tersebut sekarang. I never wanna miss a thing. Don't wanna regret anything I wouldn't do.
Let's say. Kapan lagi aku bisa kumpul bareng sejawat dalam formasi nyaris lengkap begini? Di usia kehamilanku yang kian matang? Mumpung ada kesempatan. Minggu depan Baby R sudah akan memasuki minggu ke-39, aku (se)harusnya sudah benar-benar off dan fokus pada persiapan persalinan. Nggak akan ada waktu lagi untuk memikirkan yang lain, sesuatu yang sangat sepele seperti sekadar ngopi bareng atau kongkow berlama-lama. And I knew that it's gonna be happen 'till I'd have raised my child and stay at home for couple months without outgoing society.
Kapan lagi aku bisa menghadiri makan-makan gratis? *ehh* Kapan lagi aku bisa bebas pergi ke mana-mana sendiri? Tanpa merasa bersalah makan beberapa potong pizza berlumur saus pedas, tanpa merasa berdosa pulang malam jam berapapun yang kumau? Tidak peduli sudah berapa jam lamanya kuhabiskan waktu di luar rumah tanpa beban?
Adalah kesadaran yang menjadikannya penting. Sangat penting memiliki kesadaran untuk mengontrol diri sendiri melakukan/tidak melakukan sesuatu dan bertanggungjawab atasnya. Rasanya nggak perlu lah berdebat tentang apa yang seharusnya dan nggak harus dilakukan oleh oranglain. Yang penting diri sendiri dulu. Sudah melakukan yang benar, belum? Kenapa harus riweh mengurusi apa yang dilakukan/tidak dilakukan oranglain selama itu nggak mengganggumu? Mau mereka closingan atau tidak, mau mereka memuas-muaskan diri berhore-ria atau menyiapkan diri untuk jamaah sholat tarawih di masjid, itu urusan pribadi masing-masing. Siapa tahu mereka yang melakukan closingan makin mantap dan kusyu' ibadahnya karena sudah merasa puas nggak ada beban. Sementara yang lain--mungkin ya--mungkin di tengah-tengah ibadahnya masih kepikiran sesuatu. Merasa ganjil seperti ada yang kurang dan ingin dilakukan--entah apa. Sekali lagi, mungkin. Nggak semua manusia tingkat keimanannya sama dan bisa dipukul rata. Yang sungguh-sungguh niat ingsun beribadah tanpa ganggu gugat juga banyak, kok. Yang masih 100% istiqomah jamaah tarawih di masjid jelas cukup banyak, meski yang menyempatkan berburu kebutuhan lebaran di toko-toko dengan harus mengorbankan jam maghrib/isya', pun nggak sedikit. Ada.
Ingat, habluminallah-habluminnannaas. Ada hubungan baik dengan Tuhan, dan ada hubungan baik antar manusia. Berusaha memperbaiki diri sendiri dulu baru membantu perbaikan diri oranglain tanpa paksaan. Hidup itu indah selama bisa menghormati dan toleransi terhadap sesama. Jangan suka bikin segala sesuatu yang (sebenarnya) mudah jadi sulit, ahh.
Barusan pulang dari closingan bareng sobat Amean, bertepatan dengan syukuran ultah abang ganteng kita, Henry. Barakallah ye, Bang... Tiap tahun bolehlah diadakan kembali acara makan-makannya. Hihihi(ΦωΦ)#timgratisan
Kali ini sekalian incip kuliner baru di Jalan Majapahit (kompleks MIP, ex Nav Karaoke) Panties Pizza, yang konon sudah famous di kota-kota besar dan Mojokerto adalah cabang kesekian. Mumpung masih dalam promo buy 1 get 1 free khusus bagi para follower Instagram @pantiespizzamojokerto sejak tanggal 3 Juni lalu dan berakhir hari ini.
Pizza berukuran medium dipotong 4 dengan beraneka pilihan rasa. Untungnya karena beli banyak, kami berkesempatan mencicipi hampir semua jenis pizza. Sebut saja Pizza Dorman, Pizza President, Pizza Broadway, Pizza Chick O Cheese, Pizza Choco-cheese, serta beberapa yang entah apa nama dan macam isiannya. :P Pokoknya tadi sempat cobain yang isi sosis, keju, jamur, daging cincang, ayam-keju, beef-keju, dan campuran di antaranya. And they were not too bad even quite good untuk jenis pizza berbungkus roti (isian, bukan topping) dengan harga relatif ekonomis dibandingkan pizza sebelah, meski yah, kelas rasanya juga jelas beda lah. :'D Tersedia juga bermacam-macam beverages dan rasanya pun lumayan. Hanya sayang antrian kasirnya benar-benar luar biasa panjang mengular (mungkin karena masih dalam suasana grand opening). Jarak antara satu meja dengan meja lain terkesan sempit dan kurang private. Plus there is no mayonaise and enough tissue for all. (´・ω・`)
Anw, apa itu closingan? Menurut muda-mudi kekinian closingan terdiri dari kata dalam Bahasa Inggris closing(close) dan imbuhan dalam -an dalam Bahasa Indonesia, yang bila digabung maka maksudnya ialah 'penutupan'. Iya, penutupan. Segala yang dilakukan kali terakhir untuk kemudian rehat sejenak menghormati suasana Bulan Ramadhan. Manis, kan?
Pro dan kontra, sih. I mean ada saja yang berpendapat ini semacam pemuasan sesaat demi 'puasa' selama jangka waktu tertentu, dan akan dilakukan kembali bila sudah tiba saatnya. Do you get what I say? It is like useless shit for them. Tapi bagi yang kontra macam diriku, ya ini memang salah satu bentuk pelampiasan. But I know I do it for something bigger. Siapa tahu nggak akan ada 'lain kali' dan aku hanya bisa melakukan apa yang kuinginkan tersebut sekarang. I never wanna miss a thing. Don't wanna regret anything I wouldn't do.
Let's say. Kapan lagi aku bisa kumpul bareng sejawat dalam formasi nyaris lengkap begini? Di usia kehamilanku yang kian matang? Mumpung ada kesempatan. Minggu depan Baby R sudah akan memasuki minggu ke-39, aku (se)harusnya sudah benar-benar off dan fokus pada persiapan persalinan. Nggak akan ada waktu lagi untuk memikirkan yang lain, sesuatu yang sangat sepele seperti sekadar ngopi bareng atau kongkow berlama-lama. And I knew that it's gonna be happen 'till I'd have raised my child and stay at home for couple months without outgoing society.
Kapan lagi aku bisa menghadiri makan-makan gratis? *ehh* Kapan lagi aku bisa bebas pergi ke mana-mana sendiri? Tanpa merasa bersalah makan beberapa potong pizza berlumur saus pedas, tanpa merasa berdosa pulang malam jam berapapun yang kumau? Tidak peduli sudah berapa jam lamanya kuhabiskan waktu di luar rumah tanpa beban?
Adalah kesadaran yang menjadikannya penting. Sangat penting memiliki kesadaran untuk mengontrol diri sendiri melakukan/tidak melakukan sesuatu dan bertanggungjawab atasnya. Rasanya nggak perlu lah berdebat tentang apa yang seharusnya dan nggak harus dilakukan oleh oranglain. Yang penting diri sendiri dulu. Sudah melakukan yang benar, belum? Kenapa harus riweh mengurusi apa yang dilakukan/tidak dilakukan oranglain selama itu nggak mengganggumu? Mau mereka closingan atau tidak, mau mereka memuas-muaskan diri berhore-ria atau menyiapkan diri untuk jamaah sholat tarawih di masjid, itu urusan pribadi masing-masing. Siapa tahu mereka yang melakukan closingan makin mantap dan kusyu' ibadahnya karena sudah merasa puas nggak ada beban. Sementara yang lain--mungkin ya--mungkin di tengah-tengah ibadahnya masih kepikiran sesuatu. Merasa ganjil seperti ada yang kurang dan ingin dilakukan--entah apa. Sekali lagi, mungkin. Nggak semua manusia tingkat keimanannya sama dan bisa dipukul rata. Yang sungguh-sungguh niat ingsun beribadah tanpa ganggu gugat juga banyak, kok. Yang masih 100% istiqomah jamaah tarawih di masjid jelas cukup banyak, meski yang menyempatkan berburu kebutuhan lebaran di toko-toko dengan harus mengorbankan jam maghrib/isya', pun nggak sedikit. Ada.
Ingat, habluminallah-habluminnannaas. Ada hubungan baik dengan Tuhan, dan ada hubungan baik antar manusia. Berusaha memperbaiki diri sendiri dulu baru membantu perbaikan diri oranglain tanpa paksaan. Hidup itu indah selama bisa menghormati dan toleransi terhadap sesama. Jangan suka bikin segala sesuatu yang (sebenarnya) mudah jadi sulit, ahh.
Omongan ngawur penghujung weekend.
Jumat, 03 Juni 2016
USG Terakhir
Setelah kemarin kecele dan 'balik kucing' gara-gara pak dokter yang harusnya ngawal USG di puskesmas batal datang, hari ini akhirnya beliau menepati jadwal--di jam yang untungnya nggak lagi mancing emosi. Yup. Cuss dari rumah jam 8an pagi tanpa registrasi ulang, pemeriksaan selesai bahkan sebelum jam 10. Lucky, jadi nggak ngantor terlalu siang.
Tentu bukan kali pertama aku mengalami kejadian nggak mengenakkan macam itu. Ingat saat awal-awal aku coba ganti faskes? Sempat hampir bertengkar dengan resepsionis puskesmas mengenai berkas data dan jadwal pemeriksaan, lalu di-PHP beberapa hari hanya demi mendapatkan fasilitas USG--yang cuma sekitar 5 menitan saja, beda dengan USG mandiri di dokter kandungan khusus rumah sakit swasta/rumah sakit bersalin.
Ya, inilah risiko nggak horenya melakukan perawatan di fasilitas umum milik pemerintah yang free-cost. Kok kayaknya pasien bergantung nyawa banget pada pihak medis dan layak menerima perlakuan bagaimanapun dari mereka. Padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya nggak 100% free juga karena however aku rutin membayar iuran BPJS, sekaligus 'warga kota' yang memang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah kota apapun bentuk layanannya. #justblabling
Anw, alhamdulillah hasil cek USG baik semua. Posisi janin, plasenta, dan ketuban bagus, nggak ada masalah sama sekali. Kroscek lagi jenis kelamin Baby R yang syukurlah 99% nggak berubah sejak diagnosa pertama di usianya yang kala itu 6 bulanan. Mengingat cek fisikku kemarin juga aman terkendali (kecuali lonjakan bb dan problema kaki bengkak) insyaallah persiapan launching si baby kian mantap. Tinggal menata dan merapikan lagi niat ingsun, mental, dan psikis pribadiku saja. Maklum, makin ke sini emosiku kok rasanya jadi makin labil. Yah, begitulah... (´・_・`)
❤ganti topik❤
Sekujur badan masih njarem akibat pijat terapi kemarin, padahal yang dipijat cuma terbatas kaki sampai lutut, tangan sampai siku, pundak-punggung, dan wajah-kepala. *eh, banyak juga, ya?* Tapi efeknya lumayan kok, dengan segala keterbatasan situasi dan persiapan seadanya. Si bapak hampir seharian ngendon di kantor dengan 4 orang mbak-mbak yang antusias jadi pasien dadakan. Ya, tentu aku dan rekan-rekan kantor nggak akan melewatkan kesempatan langka ini. Mumpung ya, mumpung.
Boleh banget kalau ada yang mau cobain sensasi pijat relaksasinya juga. Sila cek lebih lengkap di Hasymi Pijat dan Bekam.
Happy malam weekend!
Tentu bukan kali pertama aku mengalami kejadian nggak mengenakkan macam itu. Ingat saat awal-awal aku coba ganti faskes? Sempat hampir bertengkar dengan resepsionis puskesmas mengenai berkas data dan jadwal pemeriksaan, lalu di-PHP beberapa hari hanya demi mendapatkan fasilitas USG--yang cuma sekitar 5 menitan saja, beda dengan USG mandiri di dokter kandungan khusus rumah sakit swasta/rumah sakit bersalin.
Ya, inilah risiko nggak horenya melakukan perawatan di fasilitas umum milik pemerintah yang free-cost. Kok kayaknya pasien bergantung nyawa banget pada pihak medis dan layak menerima perlakuan bagaimanapun dari mereka. Padahal kalau dipikir-pikir sebenarnya nggak 100% free juga karena however aku rutin membayar iuran BPJS, sekaligus 'warga kota' yang memang berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari pemerintah kota apapun bentuk layanannya. #justblabling
Anw, alhamdulillah hasil cek USG baik semua. Posisi janin, plasenta, dan ketuban bagus, nggak ada masalah sama sekali. Kroscek lagi jenis kelamin Baby R yang syukurlah 99% nggak berubah sejak diagnosa pertama di usianya yang kala itu 6 bulanan. Mengingat cek fisikku kemarin juga aman terkendali (kecuali lonjakan bb dan problema kaki bengkak) insyaallah persiapan launching si baby kian mantap. Tinggal menata dan merapikan lagi niat ingsun, mental, dan psikis pribadiku saja. Maklum, makin ke sini emosiku kok rasanya jadi makin labil. Yah, begitulah... (´・_・`)
❤ganti topik❤
Sekujur badan masih njarem akibat pijat terapi kemarin, padahal yang dipijat cuma terbatas kaki sampai lutut, tangan sampai siku, pundak-punggung, dan wajah-kepala. *eh, banyak juga, ya?* Tapi efeknya lumayan kok, dengan segala keterbatasan situasi dan persiapan seadanya. Si bapak hampir seharian ngendon di kantor dengan 4 orang mbak-mbak yang antusias jadi pasien dadakan. Ya, tentu aku dan rekan-rekan kantor nggak akan melewatkan kesempatan langka ini. Mumpung ya, mumpung.
Boleh banget kalau ada yang mau cobain sensasi pijat relaksasinya juga. Sila cek lebih lengkap di Hasymi Pijat dan Bekam.
Happy malam weekend!
Langganan:
Postingan (Atom)