Selasa, 15 Maret 2016

10th Wedding's Monthversary

Kemarin, 14 Maret 2016, tepat 10 bulan pernikahanku dengan Kak Anto. 10 bulan yang rasanya begitu cepat. Apalagi jelang anniversary pertama, kami sudah dikaruniai jabang bayi yang kian menggenapi kebahagiaan kami. Aka-chan alias Aris sekarang sudah genap 26weeks, seminggu lagi sudah akan menginjak 7bulan. Sudah pintar dan bisa macam-macam, terutama bikin ayahnya terserang insomnia. :P

Kali pertama lupa sama hari jadi pernikahan... ∑(O_O;) Hahahaha... What the~~ padahal dari jauh hari sudah dinanti, eh pas hari H malah kelewatan. Bukannya lupa, hanya saja sejak Hari Minggu yang terjejak dalam otak adalah Senin tanggal 13, lalu besoknya tanggal 14 adalah Hari Selasa. Sip. Karena aku merencanakan kejutan kecil pada event bulanan ini, cukup tenang karena mengira masih punya waktu untuk mempersiapkannya. Ternyataa~ *dunanges*

10 bulan menikah nggak banyak mengubahku dan dia. Kini kami memang suami-istri, tapi jauh sebelum ijab-kabul terucap kami adalah teman--cukup dekat dan complicated untuk disebut sahabat--dan syukurlah hal tersebut tetap berlaku hingga sekarang. Tetap menyebut aku-kamu, tanpa melupakan panggilan 'Sayang'--meski di publik seringkali aku memanggil 'Kak Anto' karena agak jengah memanggil 'Sayang'.
"Aku dengar kamu panggil 'Kak.. Kak Anto..' tapi nggak ngeh, kenapa nggak langsung panggil 'Yang' aja, sih?" protes mas suami pada suatu jeda istirahat pertandingan bola di kafe tempat kami biasa nobar. Nah, kan?
Akhir pekan lalu adalah sebenar-benarnya golden week bagi kami. Ditinggal oleh ibuk dan Iis--yang menginap 2 malam 3 hari di Malang--untuk jaga rumah berdua. Rasanya kayak honeymoon, hihihi... Begitu damai, no interference, we planned the days by ourselves, all we can do, lah. Mungkin memang kita berdua sedang butuh lebih banyak lagi quality time. xD

Saat-saat berdua begitu dia selalu ambil kemudi dan melakukan berbagai hal untukku--yang memang cenderung lemot, manja, dan senang dilayani. Aku cuma kebagian beberes yang ringan-ringan saja. Belanja, masak, cuci piring, his job. Incip-incip hasil makanan, my job. Hahaha... Kalau pas lagi malas ya kita langsung cuss makan di luar. Ngedate.

Memang baiknya kita tinggal mandiri berdua saja, ya... Hmmm...

Kamis, 10 Maret 2016

GMT 2016

Topik hangat kemarin tentang GMT masih ramai dibicarakan khalayak hingga hari ini. Ya, Hari Rabuari, 9 Maret 2016 lalu adalah harinya gerhana yang turut diperingati oleh dunia. Gerhana Matahari Total merupakan fenomena alam langka yang uniknya tepat pada periode kali ini hanya terjadi di Indonesia, melintasi sejumlah provinsi yang tepat berada di garis khatulistiwa saja. Berbondong-bondong turis asing bahkan sengaja datang demi berburu menyaksikan langsung gejala alam GMT yang baru-baru ini ramai disebut 'wisata gerhana'.

Sayangnya dari tempatku (perumahan kecil di tengah kota kecil Mojokerto) GMT nggak bisa disaksikan. Karena ya, selain bukan kawasan khatulistiwa, Mojokerto kurang area terbuka (pantai misalnya). Sarana untuk mengamati langit pun nggak ada. Ya apa boleh buat. Disyukuri saja dengan melaksanakan sholat gerhana berjamaah di masjid setempat lalu menikmati GMT dari layar kaca yang luckily menyiarkan fenomena alam menakjubkan tersebut secara live.

Banyak yang kecele sih, berharap bisa menyaksikan langsung GMT dari rumah masing-masing. Naif sekali. Mbok ya sadar, kebagian aura 'mendung'nya sedikit-sedikit saja sudah bagus, di luar negeri malah nggak ngefek sama sekali, loh. :D Hal sama berlaku untuk turis-turis asing tersebut yang rela jauh-jauh bertandang ke Indonesia demi menonton fenomena alam langka yang berlangsung nggak lebih dari 20 menit dengan mata kepala sendiri. *salut*

Here's the doogle
Seantero dunia seolah berlomba memberitakan fenomena hari ini, nggak terkecuali Google. Kemarin pas iseng-iseng mau buka blog via Chrome ponsel, aku mendapati doodle Google yang bertemakan GMT. It's cute. Apalagi serupa .gif yang bisa di-play. Surprising me! Aku sendiri baru tahu bahwa Chrome-nya Lollipop bisa memutar doodle Google yang memang sering berganti secara berkala mengikuti kejadian pada hari tersebut. Semisal dua hari lalu doodle Google seolah turut merayakan #InternationalWomanDay.

Its kinda interesting. Benar-benar menarik perhatian pengguna Google yang suka dengan remeh-temeh sepertiku ini. Selain ada konten tersendiri tentang tema terkait--yang pastinya penuh informasi--, doodle ini bisa difungsikan untuk promosi dengan menggaet makin banyak pengguna internet untuk mengakses www.google.com. Ya pokoknya lucu dan kini (entah sejak kapan) bisa dijalankan via Chrome di Akaharu. Asyik, kan? Jadi makin rajin nge-blog, deh. :3

Pembahasan menarik lain yaitu tentang mitos-mitos berkaitan dengan GMT yang sering dihubung-hubungkan dengan Bhatara Kala (raksasa pemakan matahari, dipercaya pembawa petaka). Dahulu masyarakat primitif percaya bahwa fenomena gerhana adalah saat di mana matahari/bulan lenyap 'dimakan' oleh Sang Bathara Kala. Ketakutan dalam kegelapan yang mendadak mendadak menyelimuti cakrawala, masyarakat bersembunyi tidak selangkah pun keluar dari rumah, beberapa membuat bunyi-bunyian bising dengan harapan dapat mengusir raksasa, menghalaunya memakan benda langit.

Dahulu fenomena gerhana--terutama gerhana matahari--memang amat ditakuti. Selain masih terikat dongeng, mitos, faktanya melihat/'bersentuhan' langsung dengan matahari saat gerhana memang berbahaya. Selain menyebabkan kebutaan bila dilihat dengan mata telanjang, radiasi sinar UV yang memancar dapat merusak kulit manusia. Jadi sebaiknya bila nggak ada urusan mendesak lebih baik berdiam diri di rumah, untuk sementara nggak keluar dulu.

Selanjutnya ada pula tradisi ngliwet, ibu hamil/keluarga mengadakan liwetan (syukuran) di hari terjadinya gerhana matahari, dengan tujuan agar ibu dan bayi selamat, dijauhkan dari marabahaya hingga saat kelahiran. Pihak lain menyebutkan ngliwet sebagai bentuk dari sedekah.

Me? Of course, I(we) didn't do that thing. Nggak apa-apa, hanya bukan tipikal yang akan melaksakan ritual 'kejawen' semacam itu. Bukan meremehkan ya, ini murni hanya tentang prinsip dan sudut pandang. Dan yang kupegang teguh adalah amalan-amalan yang pernah Rasullullah lakukan, lain enggak. Acara tingkepan kemarin kan pihak mertua yang mengadakan, not me personaly. :P Mamak juga sempat berpesan untuk melakukan 'sesuatu' terhadap janin dalam kandunganku bertepatan gerhana tiba, well I did. Aku mengajak Aris untuk berdoa dengan niat kepada Allah Ta'ala semata, dan bukan yang lain. Mengenai syukuran/sedekah? Ya kan nggak harus sengaja dikait-kaitkan dengan gerhana. Sedekah tanda bukti syukur kita bisa dilakukan kapan saja meski nggak ada gerhana. Bukan begitu bukan?

Bagaimana dengan semangat GMT kalian? Ciao bella~~

*)original draft on March 9th yang baru diposting hari ini

Senin, 07 Maret 2016

❤M.A.H.P.C.❤

Muhammad Amin Haris Putra Cahyanto a.k.a Aris as Aka-chan's new identity. Yup! InsyaAllah we'll have a baby boy on next June. Alhamdulillah... :')
Ayah's greeting to his son
Pertemuan yang ditunggu-ditunggu selama 2 bulanan ini terbayar sudah. Meski pagi kami nggak pernah mudah, ketidaksesuaian jam, pun rute yang nggak bisa dibilang dekat, hari kami membaik dan buncah dengan bahagia pada akhirnya.

Pukul 9 lewat, usai menempuh perjalanan hampir sejam dengan kecepatan woles, aku dan Kak Anto yang dipandu Mbak Rini sekeluarga tiba di RSB Inna, Mancilan, Mojoagung, Jombang. Ngapain? Tentu demi berjumpa Dr. Samidjan S.Pog seraya berkonsuntasi mengenai kehamilanku yang sudah mencapai 26weeks. 6½ bulan, jelang 7.

Kali pertama check-up di Rumah Sakit Bersalin, jauh-jauh luar kota pula. Exited. Happy. Deg-degan. Rumah sakit cukup lengang saat aku dan Mbak Rini menghampiri resepsionis dan mendaftarkan diri. Mbak Rini sudah 2x ke mari selama kehamilan keduanya ini, sedangkan buatku ini yang pertama. Tanpa rekomendasi dan panduan darinya nggak mungkin kami bisa sampai sini. Menempuh jalanan aspal berdebu demi tatap muka yang cuma belasan menit. Tentu semuanya demi Aka-chan.

Hanya 2 nomor antrian di depan, aku menyilakan Mbak Rini agar diperiksa lebih dulu selagi aku melihat-lihat saksama sarana bersalin yang letaknya di tengah pemukiman itu. Pintu ruang periksa terbuka dan namaku dipanggil. Kak Anto mengekorku dari belakang. Duduk anteng di kursi pasien sementara aku berbaring untuk diperiksa.

Perawat mengoleskan krim pada perut buncitku. Membaca basmalah, Dr. Samidjan mulai menempelkan alat usg--di sekitar posisi Aka-chan berada--memutar-mutarnya mendapatkan data. Good news, buah cinta kami teridentifikasi berjenis kelamin laki-laki. 'Menara'nya jelas terlihat. Aku dan Kak Anto bertatapan lega. Amat. Jagoan yang begitu ia nanti, sudah disiapkan bakal nama, bahkan sudah dipanggilnya jabang bayi kami dengan nama ganteng itu: Aris. Suamiku begitu mengidamkan anak pertamanya laki-laki dan kini kami tahu impian itu hampir terwujud.

Mukanya ditutupin tangan~
Aka-chan alias Aris diperkirakan berusia 25weeks 6days, selisih sehari dengan hitungan bidan dan kalender kehamilan yang menyebutkan per hari ini usia kehamilanku seharusnya tepat 26weeks. But it doesn't matter. Yang penting si kecil sehat, dengan bbj mencapai 856 gram. Sangat aktif, bahkan cenderung banyak tingkah. :Dv

Kabar kurang menyenangkannya tentang posisi Aris masih melintang, sebaiknya di usia kehamilan memasuki 6-7 bulan janin sudah bersiap memasuki panggul dengan kepala menghadap ke jalan lahir. Dan Aris butuh waktu untuk itu... Belum lagi kasus 'kalung usus', ya saking polahnya ia semasa lebih kecil dulu. :(

Pak dokter bilang masih ada harapan Aris membenahi posisinya menuju kelahiran. Masih besar kemungkinanku untuk bersalin secara normal selagi syarat utama tadi terpenuhi. Harus banyak terapi dengan bersujud, katanya. Nungging-nungging sambil ngepel lantai manual begitulah, dengan harapan dapat membantu posisi bayi 'muter'. Nggak boleh terlalu lama duduk. Beberapa jam sekali diharuskan rehat dengan jalan-jalan ringan. Sure, I'll do it.

Usai sesi konsultasi, pak dokter menginstruksikan untuk cek Hb (lagi), demi mencegah nggak ada masalah lagi. Di ruangan sebelah, seorang mbak-mbak imut dengan sabar dan telaten menanganiku yang sangat takut jarum dan disuntik! Setelah negosiasi konyol dan ritual-ritual absurd menyertai--untung ada suami--proses pengambilan darah dari lipatan lengan sukses dilakukan. Nggak (begitu) sakit sih, tapi tetap nggak mengubah esensi seram dan menyurutkan parno/phobia-ku atasnya. Malu banget sudah bertingkah lebay di depan mbak-mbak itu, ya tapi mau bagaimana lagi. :'(

Kami sekalian menunggu hasil tes darahnya selesai. Sekitar jam 11, mbak-mbak imut tadi menghampiri dan menyerahkan hasil lab. Alhamdulillah meski turun dari kadar semula 11,6 menjadi 11,1 Hb-ku masih dalam batas normal. Kesehatanku juga nggak bermasalah, cukup kurangi aktivitas dan perbanyak istirahat. Gula darah juga normal pun tensinya.

Overall, it was the best pregnancy check up ever in all ways, exclude the location yang berjarak tempuh luar kotaan. It was fine, meski jauh tapi rutenya gampang binggo. Dekat dari alun-alun Mojoagung. Bulan depan bisa lah berangkat sendiri nggak usah dipandu.

Ahh, sekarang saja Bunda sudah kangen kamu lagi, Aris... Oyaciuminasai, anata. :*

Minggu, 06 Maret 2016

Diva Bulan Tiga

Hello, March!
Satu alasan sederhana untuk menerbitkan senyum adalah segalanya, terutama di bulan tiga ini: buah cinta sang ibu suri, Dee Lestari, tiba membawa bongkahan harapan baru untukku setelah delay beberapa hari akibat masalah pengiriman. Menyusul buku inspiratif 'Dari Allah, Oleh Allah, Untuk Allah' karya Pak Bos Edy yang sudah sampai di alamat kantor beberapa hari sebelumnya. Katakanlah, stok tersebut lebih dari cukup untuk menjadi pasokan bahagia sekunder selama beberapa bulan ke depan--sampai Aka-chan lahir dan aku mendapat cuti beberapa bulan hingga harus stay di rumah saja.

Btw, nggak kusangka Maret yang kunanti tahu-tahu sudah lewat sejauh ini; hari keenam. Hari Minggu yang tetap diisi bangun pagi dan ngantor--piket, tentu saja. Hari yang membahagiakan bagi sejumlah orang, sekaligus penuh kemuraman bagi sebagian yang lain. Salah satunya ialah gurauan ackward yang nyata. Serius ini kejadian beneran.
Well, ini bukan fiksi
#30HariMenulisSuratCinta-ku berakhir fail seperti tahun kemarin. Malahan tahun ini jumlahnya selisih 1 surat lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun lalu. Aku memang kurang istiqomah~~ :( Tapi siapa sangka surat terakhirku justru terpilih sebagai yang di-post oleh @poscinta? Aihh... Bolehlah sekalian klik di sini... ^^
Back to February, it was the twice, #fiksimini-ku nyantol. Setelah yang kali pertama entah kapan... Hehehe yang begini-begini nggak pernah gagal bikin kembang-kempis dada oleh bangga. :Dv
Well nite, dear March... :*

Senin, 29 Februari 2016

Untuk yang Terakhir

Terima kasih sudah terlahir, dan menjadi apa adanya dirimu.

Kebersamaan kita mungkin tidak lama, tapi yang pasti berbilang tahun tidak bisa dikatakan singkat. Banyak hal telah kita lalui bersama hingga kini. Dalam setiap guratan hariku, niscaya kamu ada di dalamnya.

Tanpa perlu menyatakan perasaan, kamu pasti sudah tahu. Sama halnya diriku yang dengan mudah memilah mana bercandamu dan mana sedih pilu. Berhadapan denganmu membuatku begitu mengagungkan keterbukaan tanpa pura-pura, kamu selalu membiarkanku menjadi diri sendiri apa adanya.

Tapi seberani apa kamu berpikir bahwa inilah yang terbaik? Bahwa kamu cukup menerima apa yang sudah ada tanpa mengharap yang lain. Cukupkah hanya aku dan banyak kekuranganku? Seperti aku yang begitu menginginkanmu menjadi tempat untukku pulang dengan senyuman.

Aku tahu bahwa kau pun berhak untuk dicintai. Meski olehku yang amat sederhana ini.

Maka yakinkan dirimu bahwa akulah yang terakhir. Untuk kali ini dan selamanya.



29 Februari 2016
Hati Terakhir

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-30

Minggu, 21 Februari 2016

Surat Abadi

Dear, Rabb...

Aku berusaha bicara padaMu seperti bernapas. Meski sedikitnya bertatap muka lima kali sehari, bagiku kecukupan perbincangan kita tak pernah ada. Ada banyak hal yang ingin kukatakan--aku tahu Kau tahu--namun karena saking serakahnya tentang mana yang lebih dulu kuminta, pertemuan kita kadang sehampa udara. Aku ingin Kau mendengarkanku, tapi tak jarang dirikulah yang tergesa beranjak dariMu.

Tak perlu kukatakanpun Kau sudah tahu. Tentang apa-apa yang menyesakkan dada, badai prahara yang meraja, cita-cita tak sesuai realita, serta harapan dan keinginan yang kian lapuk menumpuk menanti keajaiban. DariMu.

Berlutut. Bersujud. Menyerahkan segala kemungkinan pada tangan-tangan rahmat. Adakah yang bisa kulakukan tanpamu, Tuhan? Ahh, tapi siapalah aku ini yang cuma seorang hamba bersimbah dosa tanpa kuasa apapun di hadapan pencipta.

Terima kasih atas segala nikmat yang Kau limpahkan padaku dan keluarga, termasuk napas ini, hidup kami hari ini, dan apa yang telah Kau izinkan untuk kami miliki. Ampunilah segala salah dan khilafku, Gusti. Ampuni dosa kedua orangtuaku, saudara-saudaraku, keluargaku--dosa orang-orang yang kusayangi dan menyayangiku. Lindungilah di manapun kami berada, jauhkan dari marabahaya. Bantu kami untuk menyelesaikan segala permasalahan hidup kami. Mampukan kami untuk mewujudkan mimpi-mimpi, harapan, cita-cita, dan rencana kami bagi masa depan yang lebih baik lagi. Penuhilah jiwa-jiwa kami dengan rasa syukur, jauhkanlah dari segala bentuk penyakit hati.

Engkau Maha Tahu segala yang kuinginkan, yang kubutuhkan, dan yang terbaik bagiku.

Tuhan, isi doaku memang hanya itu-itu saja. Semoga--meski tidak harus hari ini--sesegeranya hari perwujudan segala harapanku akan segera tiba. Aamiiin...



Atas sajadah, 21 Februari 2016
HambaMu

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-22

Kamis, 18 Februari 2016

Tragedi Tingkepan

Aka-chan memang belum genap berusia 7 bulan, Senin besok baru 24 weeksbut yes, keluarga besar mamak sukses mengadakan syukuran 7 bulanan/tingkepan kehamilanku ba'da maghrib tadi. Nggak tahu persis detil acaranya gimana, secara--stupidly--aku dan Kak Anto baru muncul di rumah Kanigoro sekitar jam tujuh malam yang sontak disambut celetukan orang-orang, "Lha ki sing duwe gawe kok lagek teko saiki? Dikiro ra sido rene ki mau,"¹ sementara aku dan Kak Anto cuma bisa saling pandang saat Buk Mudah memberitahu bahwa kenduren-nya sudah buyar, baru saja. Allahu akbar!!
"Lho, bukane sesuk ta?"² tanya Kak Anto polos yang segera dijawab gerutuan oleh Buk Mudah. 
"Ancene Anto ki wes dikandani ra nggatekke!"³ Mampuslah...
Dalam hati membatin, pantas tadi sore ibuk laporan habis dapat berkatan dari mamak (diantar Mas Udin dan Ardi). Isinya macam-macam mulai dari nasi sampai jajan. Pantas dari kemarin-kemarin aku feeling banget ke mari, tapi nggak jadi-jadi lantaran hujan terus hingga kami terlalu mager. Lupa memastikan jadwal pasti hajatan kami sendiri. Ternyataa~~ duh, anak mantu apalah aku ini.
Σ(▼□▼メ)

Tapi ya sudahlah, sudah kejadian juga. Nggak ada yang salah dan layak disalahkan, sekalipun--well said that--noone gave us a ring, Kak Anto-nya kepedean mengira acaranya Hari Jumat, aku pun sama sekali nggak kepikiran untuk sms/telepon mamak untuk tanya-tanya lagi, dsb. Eman banget sebetulnya~~ (ã„’oã„’) tapi que sera sera lah... Pokoknya aku tahu semuanya lancar, it's okay. ;)

Ini memang hajatannya mamak dan keluarga besar. Seperti biasa saudara-saudara banyak turut andil menyukseskan syukuran tadi. Kita mah tinggal terima jadi, termasuk pemilihan tanggal 18 Februari yang bertepatan Kamis Pon ini juga beliau-beliau senior yang lebih paham. Tingkepan/mitoni ini pun konon memang tidak dilaksanakan pas di 7 bulan kehamilan, melainkan justru beberapa saat sebelum memasuki 7 bulan. Latar belakangnya sih, menurut orang jawa, janin usia 7 bulanan sudah bisa lahir (tapi maaf, prematur), jadi demi mencegah kelahiran sebelum waktunya--9 bulan/40 weeks--diadakanlah tingkepan/mitoni sebagai sarana bersyukur pada Allah serta bantu doa agar janin dan ibu tetap selamat hingga masa persalinan. *yakini yang baik-baik saja, ya*

Kami datang pas segala sudah rampung dan semuanya sedang makan. Akhirnya kami malah disuruh gabung makan juga. Mbah putri juga ada (matur suwun pijatan jenengan kapan hari, Mbah). Mamak, Buk Mudah, dan Kak Anto sesekali masih menemui tamu yang hadir belakangan. Well it was weird, awkward, but quite niceDoumo arigatou ne, minna.

Terima kasih doa sekalian. Semoga Aka-chan sehat terus, calonnya anak sholeh/sholehah, sayang keluarga, tambah pinter-cerdas, bantuin bunda, tumbuh sempurna selamat sampai persalinan. Aamiiin... ( . 人 . )


Note:
¹ "Lha ini yang punya hajat kok baru datang sekarang? Dikira nggak jadi ke sini ini tadi,"
² "Lho, bukannya besok?"
³ "Memang dasar Anto ini sudah diberitahu nggak memperhatikan!"

Sabtu, 13 Februari 2016

RAT KSJJ Tahun Buku 2015

Otsukaresama deshitaa~~

Today is almost done. Left me exhausted and starved. Before I start about today, I'll tell you about some couple times ago.

I was about the Lady-Boss who wanted us to held RAT a.s.a.p before 2015 ended. Hello?! Was it possible? With tons of mess happened? Then inspired by BMT that will hold RAT on February 2016, uri Boss told us to prepared everything so that we could have RAT in these days.

Finally, because BMT's RAT will be held on February 20th, the only options we had: before or after that date (on Saturday only). And voila! The result is today. The reason was a.s.a.p much better, while we still have some scheadules to do, so it was okay to made it first than BMT.

The preparation was going a bit wrong. Unfortunately it wasn't easy doing all these stuffs without uri leader yet Bigboss was completely incapable to take his place and act like him, I can tell. So the coordination wasn't work too good while me personaly got some crushes with partners. Ohh, dear. It was so complicated. :(

I must took much effort--in the name on loyalty--for this yearly event. I said it was extremely not easy but I did it. We made it. In the very sort time of preparation, awful coordination, crushes, here was our 'early' RAT. Yes, this is the very first time we held RAT on February, not March as before. It said we were the 14th that held RAT in East Java. *plokplokplok* Can't tell it was the best actions of us, but it was the best we could do for now. :')

Well, our gain wasn't a cure for what I had this morning. Yes. Another early mess have came up. The trouble maker be the only one I blamed. She ruined everythings I planned by her dumby-ass act. Ugghhh... I really don't want to have a daughter like her. *naudzubillah*

I was the (un)lucky number one who arrived at the venue of RAT. No one was there. I was alone. Sad. Hungry. Angry. Ever knew the one who said a thing but then just break it by themselves? I knew some names. There were still many things to do, but the men haven't come yet. The women did. I did. Got tired and sleepy while the show was too long to begin. >_<

Ohh, dear. The sleepy is coming again. I get to go. To bed.❤

Kamis, 11 Februari 2016

Lost

Bilamana aku bisa merasa kehilangan, sedangkan kau belum lagi kumiliki? Kenyataannya mungkin demikian, akulah yang sudah terburu-buru menganggapmu bagian dariku.

Selama ini kau selalu membuatku percaya bahwa dirimu ada. Tak peduli kapanpun, di manapun. Setengah warasku tahu jika tak ada jaminan untuk itu, tapi toh kupasrahkan saja hati ini dalam belenggu manis ciptaanmu.

Sayangnya kau tak merasakan apa yang kurasa. Tak juga percaya pada yang kupercaya; kita.

Rindu ini serupa kalam tak terbaca. Tak terjamah. Tak terlihat, bahkan. Lalu apa aku bagimu? Apa kasih ini untukmu? Alasan. Hiburan. Prestis. Bisa-bisamulah jiwa ini kian bertekuk lutut tak terkendali pada sesuatu yang hanya bayangan. Semua yang kita lalui bersama, tak kupercaya itu cuma angan.

Aku milikmu, bukan? Jika belum, maka jadikan. Lalu kupastikan kau takkan hilang (lagi).



11 Februari 2016
Si Pencinta

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-12

Senin, 08 Februari 2016

Ken

Kenzo! Keponakan bude yang chubby nan ganteng. Ini hari terakhir kamu di rumah eyang. Setelah sejak dua hari lalu--bersama papa dan mama--kalian menginap, menghabiskan libur akhir pekan bersama keluarga Sidoarjo.

Cukup lama juga sejak terakhir kita bertemu--saat itu mungkin usiamu baru beberapa bulan, dan sekarang sudah hampir setahun--jadwal berkunjung kita pun seringkali kres, maka aku mahfum kamu merasa asing saat aku mencoba menggendongmu lagi kemarin. Kamu malah menangis.

Kamu juga tidak terlalu akrab dengan Pakde Anto, suamiku. Dia kelihatan terlalu gahar bagi bayi, ya? Meski sebenarnya pakdemu itu seorang penyayang. Dia mungkin cuma kagok, malu-malu, karena di usianya yang masih suka hura-hura dia sudah punya beberapa keponakan. Bukan hanya menjadi 'oom' tapi juga 'pakde', untukmu misalnya. Tentu status tersebut bisa melekat karena orangtuamu--Mas Agus dan Mbak Lia--meski telah lebih dulu menikah, merupakan anak dan menantu dari adik mamak kami. Bingung? Ya, suatu saat di sekolah pasti akan ada pelajaran tentang pohon keluarga.

Nikmati saat-saat kamu menjadi satu-satunya raja kecil di rumah besar ini, Injo Sayang. Selagi sepupumu yang lain tidak berada di kota ini. Sebut saja kakak-beradik anak Pakde Tono di Jakarta, Kanaya yang belum sekalipun terbang dari Balikpapan, serta calon sepupumu yang kini tengah mendiami perutku--yang akan lahir beberapa bulan lagi. Tapi tenang saja, aku yakin kalian semua akan cepat akrab bila bersama.

Lekas tumbuh besar dan makin ganteng ya, Sayang. Lalu panggil aku "Bude".



Rumah keluarga besar, 8 Februari 2016
Sang bude

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-9