Minggu, 01 Februari 2015

Kepada Malang

Halo, Malang!

Sudah lama tidak bersua, bagaimana kabarmu? Masih berhawa dingin, kah? Masih asri dengan aneka penganan unik yang mengundang seleraku, kah?

Hari ini aku kembali. Hendak menapak tilas ruas-ruas jalan sarat kenangan antara kau, aku, dia, dan mereka. Secuil ingatan yang mengekalkan diri pada sudut hati. Yang betapapun tak ingin kuratapi, namun tiap kali kuinjakkan kaki ke tanah ini, hal-hal yang berkaitan dengan ingatan tadilah yang akan selalu muncul.

Sebuah ingatan yang sekalipun pahit tapi Tuhan sudah memberiku penawarnya aku bersedia.

Sebentar lagi. Aku masih dalam perjalanan. Tunggulah.



Melawan hujan, 1 Februari 2015,


Liya –yang ingin lebih lama berada di kotamu
Surat Ke-3 #30HariMenulisSuratCinta

4 komentar:

  1. Jarang-jarang nemu surat puitis gini, hebat kak :)

    BalasHapus
  2. Malang...

    AKu pernah main beberapa hari di Malang.. dan seru..
    Sayangnya aku gak terlalu puas, soalnya jalan sama saudara temen.. :(
    Semoga lain kali ada kesempatan ke sana.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aslinya daerah mana, Kak?
      Malang memang punya daya tarik khas tersendiri yang bikin kangen (terutama suasananya).
      Paling hore sih pergi sendiri, jadi nggak tergantung orang lain. Lebih bagus lagi kalau punya teman jalan yang sealiran. :))

      Ke malang lagi, yuk!

      Hapus

It's my pleasure to know that you've left a comment here. Arigatou~~ *^_^*